Posted in Uncategorized

HIDDEN LOVE Part 9

Author                  : Lestari Choding.

Genre                    : sad ,romance, comedy..

JJS                           : twitter @chodingcho97 facebook Lestari Cho

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : chapter

Note                       : nggak bnyak cuap – cuap lah udeh capek part 9 pendek, nanti part 10 cukup panjang  -___- 😀 buat anti-seokyu jan mampir ajaa,, typo udeh biasa banget…

 

 

 

HAPPY READING ^^

 

Jino frustasi.. ini sudah seminggu kepulangannya dari London. Dan ia belum bisa mendapatkan maaf dari kekasihnya. Ia sangat frustasi. Krystal bahkan tak mau menjawab panggilan darinya.

 

 

jino-smtb

 

Ia menatap ponselnya. Wajah manis kekasihnya ia jadikan wallpaper. Yah meskipun Jino adalah pria kaku nan menyebalkan ia juga tetap pria normal kan.  Yang suka memandangi wanita cantik.

Krystal-Jung-2

Ia menyesal sekarang. Noonanya benar seorang wanita memang tidak bisa disamakan dengan seorang pria. Karena wanita cenderung menggunakan perasaan terlebih dahulu. Mereka tidak seperti kebanyakan pria yang menggunakan logikanya dahulu. Ia mengetik sebuah pesan untuk gadisnya.

 

 

    ‘sayang, mianhae membuatmu kecewa. Tapi aku punya alasan yang mungkin bisa kau pertimbangkan untuk menghentikan acara merajukmu padaku. Temui aku jam 4dicafe tempat kerjaku dulu. Jika memang kau masih menganggapku sebagai kekasihmu.’ Klik Send.

 

 

Ia merasa cemas, ia takut Krystal tak lagi menganggapnya sebagai kekasih. Jika iya. Maka usahanya mempercepat sidang skripsi sia – sia. Ia mempercepat sidangnya supaya ia cepat bekerja dan mengikat Krystal Jung dengan sah. Tak banyak berpikir ia segera membersihkan diri karena jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.

 

Lain tempat~

 

 

Seorang gadis tengah berguling diranjang. Ponselnya bergetar menandakan sebuah pesan masuk. Ia segera membuka.

 

90krystal4walls3

 

 

        ‘sayang, mianhae membuatmu kecewa. Tapi aku punya alasan yang mungkin bisa kau pertimbangkan untuk menghentikan acara merajukmu padaku. Temui aku jam 4 dicafe tempat kerjaku dulu. Jika memang kau masih menganggapku sebagai kekasihmu.’

 

 

Ia meletakkan ponselnya kembali. Entah mengapa ia merasa jengah dengan Jino. Tidak. Bukan ia tidak cinta lagi dengan pria itu. Ia hanya merasa jika semuanya ia yang memulai dan pria itu hanya diam saja. Sedikit perasaan takut menghantuinya. Ia takut jika ternyata seorang gadis berhasil menarik hati prianya. Apa kabar hatinya nanti.

 

 

Ia bingung. Haruskah ia datang menemuinya? Tapi jika bertemu pasti Jino akan berpikir Krystal telah memaafkannya. Meski tidak benar – benar marah ia juga harus menjaga gengsinya kan. Itulah wanita.

 

 

Tapi, jika ia tak menemui Jino pasti pria itu berpikir jika ia sudah tak menganggap pria itu sebagai kekasihnya. Dan sangat mungkin mereka putus. Krystal menggeleng pelan, jika sampai ia putus dengan Jino berarti usahanya tujuh tahun yang lalu akan sia – sia. Bagaimanapun juga Krystal tetap  mengharapkan Jino sebagai masa depannya. Gadis itu agaknya terlalu lama berpikir. Ia menoleh melihat jam.

 

 

 

“waahh sudah jam empat kurang seperempat., ahh eottokeh..” ia segera meloncat dari ranjang dan berlari menuju lemari untuk mengambil jaket. Tak ada waktu lagi. Ia harus segera menemu Jino jika tak ingin semuanya berakhir.

 

*****

 

 

 

 

Seohyun tengah focus dengan komputer yang ada didepannya. Deringan ponsel sedikit mengusik indra pendengarannya. Ia segera meraih ponsel tanpa melihat siapa yang menghubunginya.

 

 

 

“yoboseyo Seohyun-ssi.” Suara bass seorang pria membuatnya tercekat.

 

 

“yob.. yoboseyo..” sahutnya tergagap.

 

 

“ini aku Kyuhyun. Tadi Jonghyun-ssi menghubungiku. Ia mengatakan jika kita perlu merevisi sedikit tentang proyek kemarin. Ia tadi ingin menghubungimu namun ia bilang kau sulit dihubungi. Makanya ia memintaku memberitahumu.” Ucap Kyuhyun panjang lebar. Seohyun berusaha menetralkan degupan jantungnya yang seolah habis berlari marathon.

 

 

“ahh nde, dari semalam ponselku kehabisan batarai dan aku lupa mengisinya. Gomapseumnida sajangnim telah memberitahu saya.” Jawab Seohyun.

 

 

“baiklah, kita bertemu dicafe kemarin saat makan siang saja. Aku tutup..” flip.

 

 

Seohyun memegang dadanya. Aih kenapa ia masih merasakan perasaan aneh ini. Kyuhyun hanya partner bisnisnya dan tidak lebih.

 

 

“kurasa aku semakin gila sekarang.” Gumamnya pada dirinya sendiri.

 

20131203_kfashionista_snsd_seohyun3

Dengan tampilan yang kasual Seohyun menemui Kyuhyun. Wanita itu mengenakan kemeja berwarna merah dan cardigan yang senada. Ia melangkah santai menghampiri Kyuhyun yang sudah datang terlebih dahulu.

 

“annyeong, apa Sajangnim sudah menunggu lama?” Tanya Seohyun.

 

“tidak. Aku juga baru saja datang.” Kyuhyun menyesap minuman yang telah ia pesan.

“sajangnim. Em, mianhae.” Kyuhyun menatap gadis itu tidak mengerti.

 

 

“waeyo?”
“saya lupa mengembalikan jas yang anda pinjamkan kepada saya kemarin.” Seohyun menunduk. Kyuhyun tersenyum kecil.

 

 

“gwenchana.. kau bisa mengembalikannya lain kali.” Jawaban Kyuhyun membuat Seohyun mendongak. Ia menatap Kyuhyun yang tersenyum tipis padanya.

 

 

‘tuhan,, kuatkan jantungku.’ Batin Seohyun histeris.

 

 

“sebaiknya kita makan siang terlebih dahulu. Aku lupa sarapan. Jadi sedikit lapar.” Gumam Kyuhyun. Seohyun menatap tak percaya pada Kyuhyun.

 

 

“waeyo? Kenapa tidak sarapan?” Tanya Seohyun ingin tahu.

 

 

“hanya malas.” Kyuhyun menampilkan segurat senyum yang dirasa Seohyun mengandung sedikit kesedihan.

 

A few hours..

 

“baiklah, seperti yang telah kita bahas. Semoga meeting kali ini akan mendapat hasil yang cukup memuaskan.” Kata Kyuhyun.

 

 

“nde Sajangnim.” Saat Seohyun hendak pergi Kyuhyun memanggilnya. Membuat Seohyun berhenti dan menatap pria itu dengan pandangan bertanya.

 

 

“Waeyo sajangnim?” Tanya Seohyun.

 

 

“bukankah kau temannya Sohee?”

 

 

“nde sajangnim.”

 

 

“panggil Kyuhyun saja. Bukan maksud apa – apa, aku hanya merasa mengenalmu. Dan aku baru sadar jika sejak dulu kau memang bekerja pada Jonghyun-ssi.” Jawab Kyuhyun santai.

 

“nde arraseo.”

 

 

“Seohyun-ssi,, aku..

 

“waeyo Kyuhyun-ssi?” ia menatap khawatir pada Kyuhyun. Pasalnya pria itu terdiam tiba – tiba.

 

 

 

“aku ingin bertemu denganmu sepulang kerja. Anggap saja ini awal dari pertemanan kita.”

 

 

“arraseo Kyuhyun-ssi.”

 

 

“Gomawo Seohyun.”

 

*****

 

 

 

Jino menoleh saat ia merasakan sebuah hentakan kaki mendekat kearahnya. Dipandang nya gadis yang sudah seminggu ini tak dijumpainya. Krystal tak menatapnya sedikitpun. Ia mengerti. Mungkin ini memang benar – benar kesalahannya. Ia mendekat.

 

 

“ternyata kau masih menganggapku kekasihmu yaa.” Krystal berpaling memilih menatap yang lain.

 

 

“sayang,” ia memegang bahu kekasihnya. Krystal menatapnya dengan mata yang berkaca – kaca.

 

 

“aku tahu aku salah. Maaf mengabaikanmu, tidak membalas pesanmu. Aku sibuk dengan praktikum dirumahsakit. Aku berusaha mempercepat skripsiku. Maaf jika aku mengabaikanmu terlalu lama.” Gumam Jino panjang lebar. Krystal sama sekali tak menggubrisnya. Jino memegang tangan Krystal dan memegang pipi gadis itu.

 

 

“Krys, jangan mendiamiku seperti ini. Aku sakit.. aku..

 

 

“apa kau tahu seberapa khawatir aku terhadapmu? Apa kau tahu setiap detik aku sama sekali tak bisa berhenti memikirkanmu? Apa kau kira aku tak punya hati? Apa..

 

 

Chuppp..

 

Jino mencium Krystal. Membuat celotehan gadis itu berhenti unutk sesaat. Sedikit lumatan ia berikan sebagai bentuk rasa rindu yang membuncah pada gadisnya. Krytsal sama sekali tak menolak. Ia ikut memejamkan matanya. Jujur.. dia juga sangat merindukan Jino. Hanya saja gengsinya terlalu tinggi. Wajarlah dia seorang gadis..

 

 

“ternyata cara ini memang sangat ampuh untuk menghentikan celotehan seorang gadis.” Goda Jino, Krystal memerah.

 

 

“aku tahu semua yang kau rasakan. Jika saja kau tahu kenapa aku tak menghubungimu aku hanya ingin focus pada skripsi yang tengah kukerjakan. Aku ingin segera lulus dan bekerja. Agar aku bisa mengikatmu lebih erat dari sebelumnya.” Krystal menatapnya tak percaya.

 

 

“kenapa? Apa ada yang salah?” Tanya Jino. Ia takut saat Krystal melihatnya dengan begitu aneh.

 

 

“aniya..” jawab Krystal ketus. Ia mengalihkan pandangannya dan memilih menatap sungai Han. Ini sore hari jadi lampu warna – warni bak pelangi belum muncul. Padahal itu salah satu yang disukai Krystal. Jino memeluk Krystal dari belakang.

 

 

“mianhae ne..”

 

 

“tidak semudah itu kau tahu.” Sahut gadis itu.

 

 

“lalu apa yang harus kulakukan  untukmu supaya kau tak marah lagi padaku hm? Apa French kiss cukup untukmu?” goda Jino. Krystal merengut.

 

 

“dasar mesum, aku ingin kau membelikanku kucing Persia.”

 

 

“apa? Ku.. kucing?” Tanya Jino meyakinkan dirinya jika pendengarannya mungkin sedang bermasalah.

 

 

“iya, kucing.. lebih tepatnya kucing berbulu lebat berwarna putih gading dan cukup gemuk. Yaa seperti itulah.” Kata Krystal. Ia sama sekali tidak tahu jika Jino sangat phobia dengan kucing. Terutama kucing berbulu lebat. Ia bisa jatuh pingsan.

 

 

“sayang bisa kau menggantinya dengan yang lain saja? Aku..”

 

 

“kenapa ? kau takut kucing? Benarkah?” Tanya Krystal.

 

 

“aniya, aku tidak takut kucing. Ckk, buayapun aku tidak takut.” Sombong Jino. Padahal dalam hati ia sangat was – was jika ternyata permintaan kekasihnya benar – benar kucing.

 

 

“baiklah, jika begitu belikan aku kucing Persia. Aku ingin besok pagi kau sudah membawanya kerumahku.”

 

 

 

“baiklah jika itu dapat menghentikan amarahmu. Akan ku lakukan.”

 

 

 

“gomawoyo Chagiya,,,”

 

******

 

Sebuah mobil menghampiri Seohyun sesaat ketika gadis itu baru saja keluar dari kantor. Seohyun terkejut. Ia kira jika Kyuhyun hanya bergurau. Jantungnya bertalu – talu begitu cepat.

 

 

‘tidak Seohyun, jangan pernah berharap lagi. Itu hanya akan menyakitimu.’

 

 

“masuklah.” Perintah Kyuhyun. Dan tanpa berpikir lama Seohyun melaksanakan intruksi itu,

 

 

“Kita akan kemana Kyuhyun-ssi?”

 

 

“aku ingin menenangkan diri. Nanti kau juga tahu.” Seohyun terdiam, pria itu benar – benar kaku. Bicara saja tidak bisa biasa. Akhirnya setelah berkendara beberapa saat mereka sampai juga.

 

 

“Sungai Han?” Tanya Seohyun,

 

 

“ya, apa kau tak suka? Kita bisa pergi jika kau tidak menyukainya.” Kyuhyun tampak khawatir jika Seohyun tak menyukai sungai Han.

 

 

“aniya,”

 

 

“kau pasti bingung kenapa aku mengajakmu kesini. Sebenarnya, aku hanya sedang butuh teman saja.” Gumam Kyuhyun. Ia menatap lurus kedepan.

 

 

 

“bukankah kau punya banyak teman?” Tanya Seohyun hati – hati. Kyuhyun hanya menggeleng sebagai jawaban.

 

 

 

“biasanya aku punya seseorang untuk bercerita. Tapi gadis itu tengah pergi keJepang. Selain dengannya aku bercerita. Biasanya aku bercerita dengan Jonghyun-ssi. Tapi dia juga sedang pergi keJepang.” Seohyun mengangguk tanda ia mulai paham dengan cerita Kyuhyun.

 

 

“bagaimana kabar adikmu?”

 

 

 

“nde? Adikku?” Seohyun terkejut, bagaimana pria itu tahu jika dirinya punya adik?

 

 

“bukankah kau punya adik laki – laki? 9 tahun yang lalu ketika halmoniemu meninggal aku bersama Sohee mendatangi rumahmu.” Seohyun makin terkejut. Ia tidak tahu jika saat ia sedang berduka ada Kyuhyun juga disana. Tiba – tiba sedikit rasa senang terbit dihatinya.

 

 

“dia baik – baik saja. Ia sudah akan menjadi dokter sekarang.” jawabSeohyun sekenanya.

 

 

“syukurlah, aku senang mendengarnya.” Sahut Kyuhyun.

 

 

“kau bilang mau bercerita padaku, ceritalah. Aku akan mendengarkanmu.” Ia menatap Seohyun. Berusaha meyakinkan dirinya jika ia bercerita dengan Seohyun, gadis itu mampu menjaganya.

 

 

“kalau kau khawatir aku akan membocorkannya pada orang lain kau salah. Aku bukan orang seperti itu kau tahu.” Sungut Seohyun. Ia hanya tidak ingin Kyuhyun salah menilainya.

 

 

“apa kau cenayang? Bagaimana kau bisa tahu hal itu?” Tanya Kyuhyun tersenyum.

 

 

“terlihat jelas.” Kyuhyun tertawa kecil.

 

 

“aku hanya bingung..

 

 

Seohyun biarkan Kyuhyun bercerita. Ia tak akan menyela sedikitpun jika pria itu belum bertanya padanya.

 

 

“aku, sebenarnya aku tidak tahu ada apa denganku. Mendiang istriku,. Sampai saat ini aku masih merasa berdosa padanya. Aku meninggalkannya saat ia sekarat dengan sebuah kesalahpahaman. Aku bodoh karena berpikir sepicik itu. Aku hanya, aku..” Kyuhyun hentikan perkataannya saat merasa kedua matanya mulai memanas.

 

 

dengan lembut Seohyun usapkan tangannya dibahu Kyuhyun. Ia tidak berpikir tentang seberapa terlukanya dirinya nanti. Melihat pria yang masih ia cintai terluka itu lebih menyakitkan.

 

 

“aku selalu minta pada Tuhan agar memberikanku kesempatan kedua agar aku bisa menjaganya dengan baik, tapi Tuhan tidak mengabulkannya. Aku berusaha menyusul istriku Tuhan juga masih tidak mengijinkannya. Bukankah Tuhan sangat egois?” suara serak dan berat Kyuhyun membuat Seohyun tiba – tiba saja menarik Kyuhyun menatapnya.

 

 

 

“jangan berkata Tuhan itu egois. Ia memberimu 10 masalah dengan 100 penyelesaian. Sayangnya penyelesaian yang kau anggap benar tidak sesuai dengan ketentuan Tuhan. Percaya pada Tuhan, ia pasti mengganti orang baik dengan orang terbaik. Jangan meragukan itu.” Ucap Seohyun.

 

 

 

Kyuhyun merengkuh tubuh Seohyun dengan erat. Ia tidak peduli jika nantinya Seohyun akan mengecapnya sebagai namja cengeng. Hatinya tengah kalut. Ia sembunyikan wajahnya dilekukan leher Seohyun yang entah kenapa mempunyai aroma yang sama dengan aroma istrinya. Aroma strawberry.

 

 

 

Seohyun sendiri terkejut dengan tingkah Kyuhyun terhadapnya yang tiba – tiba memeluk dirinya dengan erat.

 

 

“Kyuhyun-ssi..”

 

 

 

“sebentar saja Seohyun. Biarkan seperti ini sebentar saja.” Ucap Kyuhyun disertai hembusan nafas yang menerpa leher gadis itu. Dengan sadar Seohyun mengelus punggung Kyuhyun lembut untuk menenangkannya.

 

 

 

Deringan ponsel mengagetkan keduanya. Kyuhyun lepas pelukan hangatnya dari Seohyun. Ia melihat gadis itu mengangkat telepon dari seseorang.

 

 

“Yoboseyo jino-ya.”

 

 

“Yoboseyo noona, kau bisa bantu aku?”

 

 

“bantu? Apa?”

 

 

 

“carikan aku seekor kucing Persia yang berwarna putih gading, berbulu lebat dan gemuk. Kalau bisa malam ini kau harus sudah mendapatkannya.”

 

 

“apa? Malam ini? Yaa kau kira aku tahu dimana Toko Hewan? Lagipula untuk apa seekor kucing, kau kan phobia.”

 

 

“Krytsal menginginkannya noona.” Suara Jino berubah lirih saat mengatakan itu. Membuat Seohyun trenyuh.

 

 

“arraseo noona akan mencoba mencarinya.” Flip. Seohyun menutup ponselnya dan wajahnya berubah muram.

 

 

“waeyo?” Kyuhyun menatapnya khawatir.

 

 

“apa kau tahu dimana Toko Hewan?”

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

18 thoughts on “HIDDEN LOVE Part 9

  1. Jangan2 kyu bakal deketin seo hanya gara2 seo mirip dengan yoona. Bisa jd seo salah paham & membuat dia sakit untuk yang kesekian kalinya

    Like

  2. Pengganti yona dah di dpn mata bang ..

    Asal jngn kau samakan seo sama yona..
    Beda bang .

    Kristal msh kekanak kanakan ya..
    Wkwwkwkwk….

    Yah ini mah pendek..
    Bkin pnasaran.
    Oke… Ditunggu next chap nya..

    Like

  3. Saking cintanya sama krystal sampe bela2in nurutin kemauan krystal. Semoga aja hubungan seokyu jadi lebh baik. Lanjuut. . FIGHTING!

    Like

  4. jgn sampe kyu suka sama seo itu gara” mirip sama yoona… kasian si seo.. smoga cinta.a ke kyu trbalaskan.. ㅋㅋㅋㅋ 😀

    Like

  5. Yaaa jino phobia sama kucing yaaa
    Kasian orang phobiasama kucing malah disuruh beli kucing. Kasian amat nasibmu jino.
    Kyu pengganti yoona ada di dpanmu
    Semoga kyu bisa suka sama seo eonnie dan bukan menganggap seo eonni yoona
    Nice

    Like

  6. Krang sk ma part ni..kyu trllu buru2 bwt skedr curht ma seo…tp sbnerya gw pngenya seo jual mhl gt…wakwaw..ko part ni pndk y eonn..apa cm prsaan gw doang..

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s