Posted in married life, Romance, SAD, Seo Joohyun, Uncategorized

One Call Away Part 13

Author                  : Akira Cho

Genre                   : Sad, romance, Married life

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                      : Annyeong^^ Lestari comeback. Hai apa ada yang nunggu saya? Xixixi maafin saya ya baru menongolkan diri setelah sekian lama tidak publish ff. kesibukan saya benar – benar menyita waktu dan tenaga saya. Ughh, seharusnya saya istirahat sekarang karena saya sedang sakit. Tapi ini juga permintaan maaf saya kepada kalian yang chatnya baru bisa saya balas.. emang parah ya chat bulan mei di balas september . dodol emang -__- maaf juga karena publish malam – malam begini.

 

                      Tapi bagaimanapun juga saya ucapkan terimakasih untuk kalian yang sudah mengapresiasi karya saya. Maaf ya saya suka ganti – ganti bahasa hehehe ababil sih..

                      Anyway,, ini sudah mendekati detik – detik end. Maaf kalau tidak sesuai ekspektasi kalian saya hanya menulis apa yang ada dikepala saya. Bukan apa yang ada dikepala kalian kkkeke

 

                      This is Seokyu Shipper territorial, anti Seokyu better you go as far as you can. Karena saya nggak mau ada kata – kata kasar di blog saya,

Okey cuap – cuapnya segitu aja. Typonya banyak buat kenangan ya hehehe XD XD

 

HAPPY READING

 

Kau tahu, meski tidak bersama rasa itu tidak pernah mati – Seo Joohyun

 

Previous Part

 

                      “no matter oppa aku akan selalu membantumu mendapatkannya kembali, sampaikan salam saranghae ku pada Siwon oppa.. byeeee!!!!” ucap Jannine menggunakan bahasa inggris. Setelah mematikan panggilan dengan Kyuhyun. jannine merasakan ada hawa aneh di sampingnya.ia mendongak menatap seseorang yang ada didepannya dengan pandangan takut. Keringatnya bahkan bercucuran saking paniknya. Apa ia mendengarnya?

 

Let’s Story Begin…

 

                      Pria itu ada di depan Jannine dengan raut wajah yang sulit di tebak. Jannine tidak tahu harus berkata apa padanya. Ketika otaknya sudah lelah sebuah ide tiba – tiba muncul. Ahh, bukankah pria itu sama sekali tak paham dengan bahasa Korea? Pria itu selalu menyebut bahwa Bahasa Korea adalah Bahasa Alien. Jannine mulai menghela nafas sebentar sebelum berbicara.

 

“kau sudah..

 

“apa kau baru bertelpon ria dengan kekasih barumu?” Tanya Christ dengan nada suara yang tidak seperti biasanya. Jannine tersentak. Kekasih? Apa maksudnya? Setelah berpikir beberapa detik barulah Jannine paham. Pria itu mengira jika dirinya baru saja bertelpon ria dengan Jun. sekalian sajalah mengerjai pria ini.

 

“ya, apa ada masalah?” tantang Jannine, tanpa di duga tiba – tiba saja Christ merebut ponsel Jannie dan membanting IPHONE 7 itu ke lantai dengan keras. Untung saja ponsel itu terbuat dengan tekhnologi canggih jika tidak, bias kau bayangkan akan seremuk apa ponselnya mengingat pria itu membanting tanpa ampun.

 

“UNCLE!!!! Ada apa denganmu!” teriak Jannine tidak terima. Christ menatapnya tajam. Pria itu tersenyum sinis. Tadinya ia ingin meminta Jannine merawatnya karena sejujurnya saja tubuh Christ benar – benar letih. Tapi entah bagaimana emosinya tersulut begitu saja ketika Jannine terlihat bahagia sambil menerima telpon.

 

“kenapa, kau tidak terima aku menghancurkan ponselmu. Kau tahu! Kau lebih menghancurkan aku!” ucap Christ dengan penuh penekanan. Gadis itu menatap Christ dengan penuh amarah. Ia bergegas mengambil ponselnya yang jatuh di lantai. Christ yang melihatnya segera menarik tangan Jannine menjauhi benda berbentuk persegi panjang itu.

 

“apa kau mau menghubungi kekasih sialanmu itu lagi.” Bentak Christ dengan tangan yang memegang lengan kanan Jannine dengan erat. Ia bahkan tidak peduli pada Jannine yang tengah merintih kesakitan.

 

“Lepas Uncle!!” sekuat apapun Jannine berusaha melepaskan diri tentu saja itu bukanlah sesuatu yang mudah. Christ adalah pria barat dengan tinggi seratus delapan puluh Sembilan centi meter dan jangan lupakan otot yang kekar yang dia punya.

 

“kenapa kau melakukan ini Uncle?” Tanya Jannine takut. Ini seperti bukan Christ yang biasanya. Pria itu biasanya memiliki pembawaan yang tenang. Tapi entah mengapa hari ini dia begitu emosi pada Jannine, sebenarnya ada apa?

 

Christ bahkan menyudutkan Jannine ke dinding dan menatap mata coklat gadis itu. Jannine takut, tentu saja meski sekuat apapun ia, rasa takutnya lebih besar. Terlebih pria itu terlihat seperti orang kerasukan. Kedua tangan pria itu ada di kanan kiri Jannine. Dia tersenyum sinis.

 

“Uncle…”

 

“kenapa? Kau takut padaku.” Sahutnya ketus. Jannine menatapnya tidak terima. Mata gadis itu sudah berkaca – kaca. Christ sudah membentaknya, membanting ponselnya dan sekarang dia menyudutkan Jannine dan memandangnya setajam pedang. Kau pikirkan saja jika itu dirimu.

 

“minggir, aku mau lewat.” Jannine berusaha melepas salah satu tangan Christ yang menghalanginya namun sia – sia saja. Tenaganya sama sekali tidak sepadan untuk melakukannya.

 

“kau akan menemui kekasih sialanmu itu. Iya” bentak Christ dengan mata yang tidak lepas dari Jannine.

 

“kalau iya kenapa!!” balas Jannie tak kalah sinis. Tanpa di duganya Christ menarik tengkuk Jannine dan mencium bibir gadis itu dengan kasar. Sama sekali tidak ada istilah lembut dalam ciuman ini. Ada satu rasa yang membuatnya melakukan hal diluar kendali.

 

Pria ini cemburu.  

 

                      Dengan keras Jannine berusaha melepaskan diri dari pagutan kasar pria itu. Namun tidak bisa, ia hanya bisa menitikkan air mata karena rasa sakit yang ada pada hati dan juga bibirnya. Bagaimana pria itu memperlakukannya selama beberapa bulan terakhir tiba – tiba saja semuanya berputar di kepala Jannine.

 

Penolakannya, nada suaranya yang tidak biasa, dan sikapnya yang selalu menganggap Jannine seolah tidak ada. Tiba – tiba saja gadis itu merasa dirinya sama sekali tidak dihargai. Setelah Christ puas pria itu melepaskan pagutan bibirnya dan menatap Jannine yang sedang menangis. Bibirnya bahkan berdarah.

 

‘astaga, apa yang sudah kulakukan padanya.’ Jerit pria itu dalam hati.

 

“Jannine, aku..” pria itu tiba – tiba saja kesulitan mendapat kata – kata yang pas untuk dikatakan. Ia berusaha menyentuh bibir Jannine yang berdarah. Namun tangan Jannine tidak mengijinkannya melakukan ha itu.

 

“sekarang aku tahu, sekarang aku paham.” Gumam Jannine lirih. Air matanya tidak berhenti mengalir. Membuat rasa bersalah Christ menumpuk. Jannine menatapnya begitu tajam dan penuh luka.

 

“aku sama sekali tidak ada artinya untukmu. Baiklah Uncle, bukan maksudku Mr. Moreau. Aku sepertinya paham dengan keinginanmu. Aku akan pergi dari sini. Minggir..” setelah mengucapkan hal itu Christ membiarkan Jannine pergi ke kamarnya. Pria itu seolah baru saja sadar dengan apa yang sudah dilakukannya pada gadis itu.

 

“Ya Tuhan, aku pasti sudah gila melakukan hal itu.” Ujarnya pada dirinya sendiri. Pria itu menjambak rambutnya saking tidak tahu apa yang harus di lakukannya.

 

ONE CAL AWAY

 

Jannine mengambil koper yang ada di dalam lemari mengeluarkannya dan mulai mengemas barang – barangnya. Hatinya sakil sekali mendapat perlakuan semenyakitkan itu dari pria yang sudah mengambil hatinya diam – diam itu. Saat ia ingin menghubungi temannya yang ada di Jerman ia baru sadar jika ponsel itu belum sempat di ambilnya.

 

“shitt,, aku lupa mengambilnya,, hikss, Selena aku mau pulang..” rengeknya seperti anak kecil. Gadis itu menelungkupkan wajahnya di ranjang dan menangis tersedu – sedu.

 

“bi’da aku mau pulang…” ucapnya sambil menangis. Christ meringis mendengar suara tangisan Jannine yang sama sekali tidak elit. Ia memang sudah keterlaluan. Pria itu menggenggam ponsel Jannine. Saat ia menyalakan ponselnya terpampanglah wajah gadis itu sebagai wallpaper.

 

“maafkan aku Jannine.” Gumamnya pada wallpaper itu. Ia merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya sendiri untuk menghubungi Seohyun.

 

“Angeline, bisa kau pulang sekarang?” Tanya Christ tanpa basa – basi. Seohyun mengernyit.

 

“kami sudah di jalan Christ, memangnya ada apa?” Tanya Seohyun lembut.

 

“Jannine, dia menangis..” jawabnya takut – takut. Seohyun terkejut.

 

“apa? Bagaimana bisa? Baiklah aku akan segera pulang.”

 

“hmm, hati – hati Angeline..” gumamnya sebelum menutup panggilan. Ia tidak berani masuk ke kamar Jannine. Ia jelas tahu gadis itu pasti mengusirnya. Lebih baik ia menunggu Seohyun saja.

 

ONE CALL AWAY

 

Dalam dua puluh menit akhirnya Seohyun dan Daniel sampai di rumah. Daniel yang tidak tahu apa – apa hanya diam saja. Seohyun menghela nafas kasar. Dalam hati ia bertanya – Tanya apalagi yang Christ lakukan hingga Jannine menangis. Gadis itu bahkan sudah lima bulan berada disini dan meski sudah sering mendengar ucapan kasar Christ tetap saja gadis itu tidak akan menangis. Lalu saat ini?

 

“syukurlah kau sudah pulang.” Terdengar suara Christ yang sedang menuruni anak tangga.

 

“Dad. Nunna mana? Kenapa tidak terlihat?” Christ terdiam dengan pertanyaan Daniel. Seolah memahami keadaan Seohyun menjawabnya.

 

“sayang, masuklah ke kamar dan bawa semua mainan ini ke kamarmu. Jangan lupa merapikannya. Nanti Mom akan masuk.” Daniel patuh dan segera membawa seluruh mainannya.

 

“dia ada di kamarnya. Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan..” ucap Christ pasrah. Seohyun memandangnya tajam.

 

“kau tahu dia sudah makan hati sejak tinggal disini. Sekarang apalagi yang kau lakukan padanya? Awas saja sampai dia pergi kau pasti akan sangat menyesal.” Sahut Seohyun ketus. Wanita itu segera memasuki kamar Jannine yang tidak di kunci.

 

“Jannine-ahh, ini unnie..” ucapnya sebelum masuk. Jannine masih berada dalam posisi yang tadi setengah badannya ada di bawah dan kepalanya bersandar diranjang.

 

“unnie..” panggilnya serak. Seohyun terkejut dengan keadaan Jannine. Gadis itu terlihat sangat kacau. Air matanya masih mengalir dan juga bibirnya yang sedikit berdarah. Dengan cepat Seohyun menghampiri Jannine dan memeluknya.

 

“astaga, apa yang terjadi padamu Jannine-ahh..” Tanya Seohyun khawatir. Gadis itu hanya menangis di pelukan Seohyun.

 

“aku mau pulang unnie, aku tidak mau tinggal disini.” Rengeknya pada Seohyun. Dengan tenang Seohyun menghapus air mata Jannine dan menatap gadis ini sendu.

 

“tapi kenapa? Memangnya kau mau pulang kemana?” Tanya Seohyun lembut.

 

“aku mau pulang ke Jerman saja unnie, aku tidak mau ada disini.” Jawabnya cepat. Seohyun tersenyum kecil. Tingkah Jannine lucu sekali.

 

“bukannya kalau kau ke Jerman ayahmu akan memaksamu menikah dengan pria itu?” Jannine melepaskan pelukannya dan berpikir sejenak.

 

“biar saja aku menikah dengan pria itu. Aku tidak mau ada disini melihat pria tua itu. Dia, hikss,, dia jahat padaku unnie..” adunya lagi. Jannine menangis lagi dan Seohyun memeluknya.

 

“apa yang dilakukannya padamu Jannine-ahh, katakan pada unnie, unnie akan memberinya pelajaran.” Jannine hanya menggeleng tidak mau mengatakan hal yang sebenarnya.

 

ONE CALL AWAY

 

 

Setelah selesai menangis Jannine tetap kekeh pada pendiriannya untuk meninggalkan rumah Seohyun. Christ yang jelas menjadi tersangka utama sama sekali tidak bisa berbuat apapun. Meski ia sama sekali tidak ingin gadis berisik itu meninggalkan rumah tapi mau bagaimana lagi ini semua adalah salahnya. Daniel meronta saja gadis itu sama sekali tidak peduli.

 

“nunna, kalau nunna pergi aku bermain dengan siapa?” Daniel terus menarik – narik tangan Jannine agar gadis itu membatalkan niatnya untuk pergi. Tapi itu tidak membantu sama sekali.

 

“bermain saja dengan Dad,” jawab Jannine penuh pengertian. Pria kecil itu menggeleng keras.

 

“Dad menyebalkan. Dad bahkan tidak ikut pergi tadi. Aku sedang marah pada Dad” sahut Daniel ketus. Jannine tertawa keras sambil melihat tingkah Daniel yang menyedekapkan kedua tangannya.

 

“ikut nunna saja bagaimana?”

 

“kau pikir dia tidak punya orang tua? Dia juga akan masuk ke sekolah. Daniel biarkan saja dia pergi.” Christ menyahut. Meski merasa bersalah tetap saja mulut beracunnya sama sekali tidak hilang.

 

“eoh, terserah saja, aku tidak peduli.” Balas Jannine sengit. Seohyun menggeleng melihat kedua orang itu terus saja bertengkar.

 

“Mommy, apakah aku tidak boleh ikut Jannine nuna?” Tanya Daniel pada Seohyun. Seohyun menjawabnya dengan gelengan kecil membuat Daniel merengut.

 

“bukankah Daniel akan masuk ke sekolah besok?” Seohyun menyejajarkan tinggi badannya sejajar Daniel. Mengelus rambut putranya dengan lembut.

 

“apa yang Dad katakan benar. Tapi bukan berarti Jannine nuna tidak akan kesini. Iyakan nunna?” tutur Seohyun pada Daniel.

 

“tentu saja, selama pria tua itu tidak ada aku akan mengajakmu berkencan Daniel. Kau mau kan berkencan dengan nunna?” Jannine mengerling. Meski hatinya terluka karena tingkah laku Christ tapi hal itu sama sekali tidak merubah sifat aslinya.

 

“Jannine-ahh, kau yakin akan pergi?” Tanya Seohyun memastikan. Jannine mengangguk lemah Seohyun memeluknya dengan sayang.

 

“kenapa harus pergi? Sebenarnya apa yang dilakukan pria menyebalkan itu padamu heum? Katakan pada unnie, unnie akan memberinya pelajaran.” Jannine tetap menggeleng, tidak sedikitpun ada niatan ia memberitahu Seohyun mengenai apa yang sebenarnya terjadi diantara dirinya dan juga Christ. Mau di taruh dimana wajahnya jika Seohyun tahu pria kelahiran Inggris itu telah mencium paksa dirinya?

 

“kau pasti menyesal Christ.” Ucap Seohyun sambil menatap tajam pada Christ. Pria itu hanya bisa menunduk sambil memainkan kedua tangannya dengan gelisah.

 

“apa nunna langsung ke Jerman?” Tanya Daniel polos. Jannine tersenyum lembut.

 

“tentu saja tidak, nunna akan tinggal di apartemen nunna untuk sementara waktu sebelum nunna menikah.” Jawab Jannine. Rahang Christ berubah keras ketika jawaban itu terlontar dari mulut Jannine. Menikah? Dengan siapa? Mantan tunangannya atau Jin? Ahh bukan Christ salah mengeja. Maksudnya Jun.

 

“nunna akan menikah?”

 

“heum, datang ya nanti nunna akan mengundangmu.” Balas Jannine. Gadis itu sama sekali tidak menyadari perubahan Christ. Kedua tangan pria itu mengepal erat menahan gejolak hatinya.

 

“tapi Daniel tak suka jika nunna menikah.” Jannine mengernyitkan alis. Tidak suka Jannine menikah?

 

“memangnya kenapa tampan? Kau takut dengan suamiku ya,hehehe..” Daniel hanya merengut tanpa mau menjawab. Seohyun tersenyum dan menimpali.

 

“Daniel kan suka padamu Jannine makanya dia tidak mau kau menikah. Bukan begitu sayang?” goda Seohyun.

 

“MOMMY!!!” seohyun terkekeh melihat putra semata wayangnya sedang malu – malu. Namun tidak seorangpun tahu bahwa ada satu orang yang sedang terbakar hatinya. Jannine akan menikah? Bukankah gadis itu menggilainya? Kenapa menyerah begitu saja? Pikir pria itu.

 

Christ tiba – tiba saja meninggalkan mereka semua tanpa pamit. Pria itu tengah bergulat dengan hati dan pikirannya. Pergi ke luar rumah mungkin akan memperbaiki suasana hatinya. Gazebo adalah pilihan Christ. Temaramnya lampu membuat suasana tampak hening. Ia memejamkan mata seolah tengah mengatasi rasa lelah yang begitu kentara. Ia harus bagaimana sekarang?

 

“kenapa disini?” Tanya Seohyun perhatian. Christ segera membuka kedua matanya dan menatap Seohyun dengan senyum tipisnya.

 

“bosan di dalam.” Jawabnya singkat. Seohyun balas tersenyum.

 

“katakan padaku apa yang kau lakukan padanya hingga dia kekeh untuk pergi dari rumah ini. Kau jelas tahu betapa keras kepalanya gadis itu.” Tuntut Seohyun. Christ menghela nafas.

 

“apa dia tidak bicara padamu?” Seohyun menggeleng. Memang benarkan Jannine tidak mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi padanya.

 

“aku mencium paksa dirinya.” Jawaban Christ mengundang tangan Seohyun untuk memukul lengan Christ dengan keras. Wanita beranak satu itu bahkan memandang Christ dengan tatapan membunuh.

 

“apa kau sudah gila Christoper Moreau?” Tanya Seohyun. Seohyun memang akan selalu memanggil nama lengkap Christ jika pria itu membuatnya marah. Christ menunduk.

 

“aku khilaf Angeline.” Christ berusaha membela diri. Seohyun memilih berpaling sambil bersedekap.

 

“aku tidak tahu kenapa aku begitu marah padanya, saat itu aku sedang begitu pusing. Kepalaku sakit sekali aku ingin dia menemaniku seperti biasanya tapi yang ku lihat dia tengah tertawa sambil menelepon seseorang dengan bahasa yang tidak ku mengerti.” Jelas Christ. Seohyun tertegun dan menatap Christ.

 

“kau cemburu padanya?” Christ mendongak menatap Seohyun. Ia tidak mengerti apa yang sedang ia rasakan. Apa ia memang cemburu.

 

“entahlah Angeline, semuanya terasa tidak nyaman.” Jawab Christ lirih. Akhirnya Seohyun mengerti apa alasan Jannine memilih pergi dari rumah.

 

“kau tidak harus melakukannya Mr. Moreau, kau bisa memperlakukanku dengan sangat baik. Kenapa dengan Jannine tidak?” Tanya Seohyun lembut. Christ menggeleng ia juga tak paham dengan dirinya sendiri. Ia menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.

 

“what should I do, I don’t want her  go.” Ucapnya muram. Seohyun memegang bahu Christ dan mengelusnya perlahan . ia tahu pria itu tengah kalut.

 

“tidakkah kau ingin membujuknya sekali lagi?” saran Seohyun.

 

“haruskah?” tangan Seohyun mendarat di bahunya dengan keras.

 

“kau mau mati ya?” ucap Seohyun penuh penekanan. Christ tertawa melihat wajah merengut Seohyun yang terlihat manis.

 

 

“kau manis sekali sih.” Goda Christ.

 

“apa kau baru saja menggodaku?” Christ mengangguk polos. Seohyun tersenyum dan Christ memeluk sayang Seohyun dari samping tanpa tahu ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan terluka.

 

“sadarlah Jannine, dia sama sekali tak mengharapkanmu. Mungkin saja hatinya masih untuk Seohyun unnie. Kau kalah jauh darinya.” Gumamnya seorang diri. Ia mengusap air mata yang tiba – tiba jatuh. Ia tidak boleh lemah, toh pada kenyataannya mungkin dirinya memang tidak berjodoh dengan Christ.

 

“Angeline, boleh aku bertanya padamu.” Ucap Christ hati – hati masih dalam posisi memeluk Seohyun dari samping. Wanita itu hanya mengangguk.

 

“tentang Kyuhyun.. apa yang terjadi saat kau bertemu dengannya untuk terakhir kali, aku ingin sekali menanyakannya padamu sejak dulu. Tapi aku terlalu takut dengan reaksimu. Tapi melihatmu yang sekarang jauh lebih baik aku memberanikan diri menanyakan hal itu.” Tutur Christ. Seohyun memilih menyembunyikan wajah murungnya di dada bidang Christ.

 

“kau tidak bercerai kan dengannya?” Tanya Christ lagi.

 

“Tidak, kami tidak bercerai.” Jawab Seohyun lirih. Pikiran yang semula sudah teralihkan karena Christ dan Jannine bertengkar seketika kembali lagi memikirkan pria itu saat Christ menanyakannya.

 

“Angeline, are you okay?” Tanya Christ lagi karena Seohyun terlalu lama diam.

 

“kami, memutuskan untuk tidak bersama mungkin saja ini adalah yang terbaik. Tapi kami memilih untuk tidak bercerai.” Ucap Seohyun lirih sekali. Sampai – sampai Christ merasa tidak mendengar untung saja posisi mereka cukup dekat.

 

“kau hanya harus berpikir tentang masa depan Daniel Angeline. Kau juga harus jelaskan padanya siapa sebenarnya ayah kandungnya.”

 

“aku tahu, aku akan mengatakannya saat ulang tahun Daniel yang ke sepuluh.” Jawab Seohyun cepat sambil melepaskan diri dari pelukan Christ. Christ mengelus surai panjangnya.

 

“aku selalu mendukungmu Angeline.”

 

ONE CALL AWAY

 

Kyuhyun baru saja menyelesaikan semua berkas – berkas kantornya. Beberapa hari kerja lembur hingga dini hari akhirnya hari ini Cho Kyuhyun bisa bernafas lebih lega. Pekerjaannya selesai pukul lima sore. Dengan wajah riang ia melangkah keluar dari ruang kerjanya. Ia menenteng jas sambil berjalan santai.

 

Hari ini ia akan berusaha mengistirahatkan pikirannya yang penat sebelum besok dia akan terbang ke Chicago. Tapi Kyuhyun merasa sedikit aneh. Kenapa Jannine sama sekali tidak menghubunginya? Ini bahkan sudah dua hari setelah terakhir dirinya menelepon. Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Jannine. Namun yang terdengar adalah suara operator. Kening Kyuhyun berkerut. Jannine bukanlah tipikal gadis yang bisa berpisah dengan benda persegi panjang itu. Tapi kenapa nomornya tidak aktif?

 

“mungkin saja dia sedang keluar bersama Daniel.” Gumam Kyuhyun sambil mengangkat bahunya. Ia lebih memilih untuk focus pada jalanan di depannya dan segera sampai rumah.

 

 

ONE CALL AWAY

 

Jannine menggigit bibirnya resah sambil mondar – mandir. Ia kebingungan karena ia sudah tidak berada di penthouse Seohyun lagi tapi ia tidak juga membawa ponselnya. Lalu bagaimana jika Kyuhyun menghubunginya? Astaga kepalanya sakit sekali.

 

“dasar pria tua menyebalkan. Kenapa juga dia harus mengambil ponselku. Memangnya dia pikir siapa? Kekasihku? Cih, dia bahkan tak menganggapku ada sama sekali.” Katanya bersungut – sungut. Tiba – tiba saja ia mendengar bel apartemen berbunyi. Dengan langkah gontai ia membuka pintu apartemennya.

 

“uncle..” jannine berseru keras karena tidak percaya. Dengan gerak cepat ia menutup pintu kembali namun Christ sudah menahannya lebih dulu.

 

“let me in, I want to talk you and explain something.” Pinta pria berusia tiga puluh tahun itu. Jannine sama sekali tidak tertarik.

 

“pergilah aku sama sekali tidak tertarik untuk berbicara padamu.” Ucapnya ketus. Sebelah tangan Christ mengeluarkan ponselnya.

 

“ponselku!! Berikan padaku!” perintah Jannine. Christ tersenyum kecil.

 

“biarkan aku masuk dan aku akan berikan ponsel ini padamu.” Jannine menghela nafas lalu dengan berat hati membiarkan pria itu memasuki apartemennya. Christ menatap sekeliling. Apartemen minimalis yang dihiasi warna putih gading terlihat indah.

 

“apartemenmu bagus..” Christ lontarkan pujian pada Jannine, namun gadis itu sama sekali tidak peduli dan memilih bersedekap dan memandang hal lain. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menggubris pria itu.

 

“letakkan saja ponsel itu dimeja dan pergilah dari sini.” Sindir jannine. Christ menoleh menatap gadis yang bahkan tidak mau melihatnya.

 

“aku ingin meminta maaf padamu untuk kemarin…

 

“tidak perlu aku sama sekali tidak butuh permintaan maafmu. Sikapmu sudah menunjukkan isi hatimu.” Sela Jannine cepat.

 

“kau tidak mengerti Jannine kau..

 

“apa? Apa yang tidak ku mengerti? Kau masih menyukai Seohyun unnie dengan sangat jelas. Itulah kenapa kau selalu bersikap kasar padaku kan? Aku mengerti itu. Sangat mengerti malah.” Ucap Jannine penuh penekanan pada akhir kalimatnya.

 

“baiklah, jika itu yang kau anggap benar maka yakinilah. Kau.. hanya peduli pada dirimu sendiri.” Christ merasa Jannine sama sekali tidak menghargainya. Pria dengan harga diri setinggi langit itu memilih untuk menyerahkan ponselnya tanpa mempedulikan Jannine. Padahal awalnya ia ingin sekali mengungkapkan isi hatinya yang sesungguhnya. Namun sepertinya gadis itu tidak butuh lagi. Ia memilih berlalu tanpa pamit dan ketika ia baru sampai pada gagang pintu Jannine mengucapkan kata yang mampu menghentikan langkahnya.
“kau jahat uncle.” Ucapnya lirih dengan mata berkaca – kaca. Gadis itu tidak tahu bahwa bertemu dengan Christ justru menyakitkan baginya. Apalagi pria itu yang dengan mudah menyerah untuk membujuknya. Jannine adalah tipikal gadis yang sulit di taklukan. Tapi Christ dengan mudah menyerah. Coba jelaskan bagaimana yang dirasakan gadis dua puluh dua tahun ini?

 

“kau sama sekali tidak pernah peduli pada perasaanku. Seharusnya kau mengatakan sejak dulu jika kau sama sekali tak suka dengan kehadiranku. Jelaskan padaku sejak awal dan jangan membuatku menunggu terlalu lama.” Jannine mengusap air matanya yang jatuh dengan kasar.

 

“tapi it’s okay, I got it now. Aku akan menjauh darimu selamanya. Hah,  kau memang tidak punya malu Nona Muda.” Ejeknya pada diri sendiri ia menunduk karena wajahnya sangat merah ketika menangis dan juga hidung mancungnya akan sangat aneh saat menangis. Seperti orang yang sedang flu.

 

“kau memang tidak punya malu Nona muda.” Christ memeluknya dengan cepat sambil berbisik. Ia tahu seharusnya dari dulu saja ia mengatakan pada gadis ini bahwa dirinya sudah jatuh cinta pada gadis berisik  itu. Ia bahkan mengecup pelipis Jannine dengan romantic.

 

“huwaa… Uncle..” Jannine menangis kencang ketika dirinya menyadari di peluk pria yang sudah membuatnya tergila – gila. Ughhh, bagaimana ia mengatakannya..

 

“hei, kenapa menangis?” Tanya Christ lembut Jannine tetap menunduk.

 

“jangan melihatku, wajahku akan sangat aneh saat menangis.” Sahut Jannine ketus membuat Christ tertawa begitu lebar. Ada gadis aneh seperti ini.

 

“hey, look at me..” Christ membawa kedua tangannya pada sisi wajah Jannine membuat gadis itu menatapnya. Christ tersenyum tipis wajah Jannine memang aneh saat menangis semuanya terlihat memerah apalagi dibagian hidung.

 

“I am so sorry for the past. Untuk perbuatanku kemarin terutama aku sangat menyesal. Kau salah paham jika berpikir aku masih menyukainya Jannine. Aku sudah berhenti berharap padanya. Tidakkah kau memahami itu?” jelas Christ dengan lembut pada Jannine.

 

“maaf tidak mengatakan padamu yang sebenarnya jika aku.. sejujurnya cemburu padamu.” Perkataan Christ makin lirih di akhir. Sungguh, pria itu sejujurnya malu berat harus menurunkah sedikit harga dirinya agar gadis itu tidak pergi darinya.

 

“cemburu?” Ulang Jannine. Pria itu mengangguk.

 

“kenapa cemburu? Memangnya aku melakukan apa? Aku tidak pernah bertemu dengan pria manapun.” Keberanian Jannine kembali dan ia sudah berani menatap pria itu.

 

“melakukan apa kau bilang? Setiap hari kau berhubungan dengan pria itu melalui ponselmu. Tidak pagi, siang, sore bahkan malam kau selalu berhubungan dengannya.” Jawab Christ tidak sabar. Jannine berpikir sejenak kemudian tertawa keras.

 

“kenapa tertawa?” Tanya Christ sebal.

 

“kau salah orang untuk di cemburui uncle.” Cibir Jannine. Christ menautkan alisnya tidak mengerti. Salah orang untuk di cemburui?

 

“maksudmu?”

 

“itu Kyuhyun oppa.” Mata Christ membulat sempurna. Jadi ternyata ia salah orang -_-

 

“kenapa kau masih berhubungan dengannya?” Tanya Christ menyelidik gadis itu asik mengambil ponsel dan menyalakannya. Ia terkejut begitu banyak panggilan masuk dari Kyuhyun.

 

“Oh My God banyak sekali panggilan tak terjawab dari Kyuhyun oppa..” gumamnya tak percaya.

 

“Jannine!” panggil Christ penuh penekanan.

 

“apa?” sahutnya malas.

 

“kenapa kau masih berhubungan dengannya?”

 

“ck, berhentilah mengomel. Aku mau menghubungi Kyuhyun oppa dulu.” Christ terdiam sambil cemberut. Gadis itu justru memilih menghubungi Kyuhyun daripada menjawab pertanyaannya.

 

“oppa kau sudah sampai? Apa kau sudah sampai di gedung apartemen? Haruskah aku menjemputmu?” Tanya Jannine bertubi – tubi. Christ sebal karena mereka lagi – lagi menggunakan bahasa Alien kekeke…

 

“English please!!!” teriak Christ menyindir. Jannine memandangnya tajam.

 

“…..”

 

“aku juga sedang di apartemen, baiklah aku akan segera bersiap menyambutmu.” Meski sebal dengan tingkah Christ, Jannine memilih menurut dan berbicara menggunakan bahasa inggris.

 

“….”

 

“okay oppa..” jannine memutus panggilan dan bersiap. Ia membuka kulkas dan mengambil beberapa makanan ringan dan juga minuman dingin. Ia membelakangi Christ yang tengah menatapnya sebal. Kenapa Kyuhyun lagi?

 

“jangan – jangan kau suka Kyuhyun ya?” tebal Christ asal.

 

“jangan gila, mana ada seperti itu. Kyuhyun oppa tidak setampan Siwon oppa.” Christ memutar bola matanya jengah. Siwon? Siapa lagi pria itu, namanya aneh sekali -_-

 

“jelas masih tampan aku.” Cibirnya. Jannine tidak peduli dan memilih menyiapkan makanan di dapur. Christ memeluknya dari belakang membuat Jannine terkejut setengah mati.

 

“uncle..”

 

“heum, kenapa Jannine?” Tanya Christ lembut. Pria itu menghirup feromon yang tercium dari tubuh Jannine rasanya begitu memabukkan.

 

“lepas uncle, kau menggangguku..” ucap Jannine gugup. Siapa yang tidak gugup jika diperlakukan seperti itu? Christ bahkan membalikan tubuh Jannine dan membungkam bibir Jannine dengan bibirnya lembut. Jannine diam bagai batu karang saking terkejutnya. Berbeda dengan Christ pria itu benar – benar menikmati bibir merah muda milik Jannine. Bibir indah yang terasa manis.

 

“Jannine aku..” Christ seolah tidak peduli lagi dimana dia berada. Pria itu bahkan sudah menghimpit Jannine di dapur membuat tubuh Jannine sedikit ke belakang dengan bibir Christ yang sama sekali tidak mau lepas dari bibir Jannine. Gadis itu lemas dan serasa ingin jatuh jika saja kedua tangan Jannine tidak ia kalungkan di leher pria itu.

 

“uncle.. hhhh.” Jannine mencoba sekuat tenaga melepaskan pagutan pria itu ketika merasa nafasnya putus – putus. Sungguh, dia bukan seorang kisser yang baik. Dia bahkan hampir dikatakan tidak pernah berciuman dengan mantan tunangannya dulu. Ia selalu menolak dengan tegas permintaan pria itu ketika meminta dirinya menciumnya. Dan mantan tunangannya harus puas dengan hanya mengecup dahi gadis itu. Tidak lebih.

 

Dan segalanya berbeda ketika ia mengenal pria ini. Christopher Moreau. Pria keturunan Inggris ini membuat segalanya seperti berbanding seratus delapan puluh derajat. Ia yang biasanya dicari dan dikejar banyak pria. Kini dirinya yang mencari dan mengejar Christ. dia yang bahkan tidak pernah berciuman kini dengan suka rela dicium Christ – ralat bahkan Christ berani mencumbunya.

 

“Uncle hentikan..” Jannine mencoba menjauhkan wajah Christ dari lehernya. Mata pria itu berkabut dengan gairah tapi Jannine belum siap melakukan sesuatu yang lebih dari ini sebelum mereka mengucap janji di altar.

 

“aku tidak bisa melakukan hal ini uncle, maaf..” Jannine berlalu begitu saja menuju kamarnya. Kesadaran pria itu kembali. Dirinya baru saja sadar atas apa yang baru dilakukannya pada Jannine.

 

‘astaga, bagaimana bisa aku lepas kendali seperti itu?’ teriaknya dalam hati memarahi dirinya sendiri.

 

“Jannine dengarkan aku. Aku mau bicara..” Jannine mengunci dirinya di kamar. Gadis itu masih ada didaun pintu mengusap bibirnya yang sedikit bengkak karena ciuman Christ. dadanya berdebar keras seolah ia baru saja lari marathon.

 

“Christ, kau disini?” Tanya seseorang, Christ menoleh dan mendapati Cho Kyuhyun ada disini sambil menenteng satu koper berukuran besar.

 

“bagaimana kau bisa masuk?” Christ mengerutkan kening,

 

“Jannine sudah memberitahuku passwordnya sebelum aku datang.” Jawab Kyuhyun singkat. Chrit mengangguk – anggukkan kepala. Mendengar Kyuhyun tiba Jannine membuka pintu dan menyapa Kyuhyun,

 

“oppa, kau sudah tiba?” Jannine memeluk Cho Kyuhyun sayang. Dia bukannya bermaksud apapun. Bukankah pelukan itu adalah hal biasa?

 

“bagaimana kabarmu. Kenapa kau dikamar? Apa kau ..

 

“oppa, apa yang kau pikirkan. Aku tidak seperti itu!” teriak Jannine sebal mengetahui kemana arah pembicaraan Cho Kyuhyun. Christ diam mengamati dua orang berbeda gender itu.

 

“Kyuhyun aku belum paham kenapa kau ada disini.” Tanya Christ menyelidik. Kyuhyun menatap Jannine.

 

“dia datang untuk berpamitan dengan Seohyun unnie uncle, rencananya aku dan Kyuhyun oppa akan terbang ke Jerman besok.” Jelas Jannine.

 

“APA??” teriak Christ.

 

“kenapa kau terbang Ke Jerman Jannine? Bukankah aku sudah minta maaf padamu. Kau.. kau tidak akan menikah dengan pria itu kan?” tiba – tiba saja Christ di landa kecemasan berlebih mengetahui Jannine yang akan tetap pergi Ke Jerman. Jannine terkekeh geli.

 

“memangnya kau akan menikah dengan siapa Jannine?” Tanya Kyuhyun polos. Tentu saja Cho Kyuhyun kan tidak tahu apa – apa.

 

“siapa yang akan menikah.” Sahut Jannine sambil berlalu ke dapur. Christ mengejarnya dan menarik tangannya agar gadis itu mau menatap matanya.

 

“jannine,.”

 

“Uncle, aku hanya pulang ke rumah orang tuaku. Apa ada masalah?” Tanya Jannine gemas.

 

“kau tidak akan menikah dengan pria kan?”

 

“tentu saja aku akan menikah dengan pria, kau kira aku akan menikah dengan seorang wanita?” Sela Jannine terselip tawa kecil.

 

“jannine aku serius..” Christ memaksa,

 

“astaga, sungguh.. aku tidak akan menikah dengan pria lain. Kau puas! Sekarang lepaskan aku.” Christ lega dan akhirnya ia mau melepaskan Jannine.

 

“kenapa dengan wajahmu?” Tanya Jannine geli. Christ tersenyum seperti anak kecil yang mendapat mainan baru dari ibunya. Sungguh menggemaskan.

 

ONE CALL AWAY

 

                Seohyun tengah merapikan kamarnya. Ia bosan dengan suasana yang itu – itu saja. Dan akhirnya ketika ia memiliki kesempatan libur kerja Seohyun memilih merenovasi ulang kamarnya. Beberapa perabot yang tidak begitu ia sukai ia pindah keluar. Mengganti gordyn, letak sofa hingga lemari pun tak luput dari jamahan tangannya.

 

Sambil bersenandung kecil ia membuka lemari mengambil beberapa barang yang ia rasa mengganggunya. Ketika ia tengah menata berkas – berkas tak sengaja sebuah album foto terjatuh. Album foto pernikahannya dengan Kyuhyun terjatuh..

 

Seohyun memungut benda itu. Membukanya perlahan dan mengamati setiap gambar yang ada di dalamnya. Saat itu dirinya dan Cho Kyuhyun begitu bahagia. Tidak pernah berpikir sedikitpun bahwa pernikahan yang mereka impikan akan menjadi mengerikan seperti ini. Tanpa sadar kedua sudut bibirnya membentuk senyuman kecil. Matanya berkaca – kaca. Ia mengelus permukaan wajah Cho Kyuhyun dalam album fotonya.

 

“bogoshippo, bogoshippo Kyuhyun oppa.” Gumamnya lirih. Saking lirihnya mungkin gumamam Seohyun akan terbawa angin. Setetes air mata jatuh membasahi pipinya. Meski selama ini selalu bersikap jika dirinya tegar dan kuat menghadapi masalah ini. tapi hatinya menjerit. Hatinya menjerit meminta tolong agar sakitnya menghilang, agar Kyuhyunnya kembali, agar semua normal seperti sedia kala. Namun semua itu hanya ada dalam benak Seohyun. Dia tidak mau membaginya dengan siapapun.

 

“MOM!!!” panggil Daniel kencang ketika ia tidak mendapati seorangpun di rumah. Seohyun segera bergegas. Ia menutup album foto itu belum sampai ia melangkah keluar Daniel sudah ada di kamarnya.

 

“Mom, kenapa kamar Mom berantakan sekali?” Tanya Daniel sambil menatap kamar Seohyun. Seohyun tersenyum menatap putranya. Ia mirip sekali dengan Kyuhyun sungguh membuat Seohyun harus menekan nyeri di dadanya karena merindukan ayah dari anaknya.

 

“Mom bosan, mom merenovasi ulang kamar dan letak barang – barang.” Jawab Seohyun lembut. Daniel mendekat dan Seohyun memangkunya.

 

“Daniel mau membantu mom, bolehkan?” Tanya Daniel lagi. Seohyun tersenyum senang.

 

“tentu saja sayang, ayo bantu Mom..” Seohyun menurunkan Daniel dari pangkuannya dan memberikan instruksi pada Daniel apa yang harus di lakukannya. Seohyun senang karena anaknya benar – benar penurut. Meski sedikit bandel karena Christ selalu memanjakannya. Namun Seohyun pikir itu wajar. Daniel tidak mendapat perhatian dari Kyuhyunnya sama sekali. Masih beruntung Christ mau bersikap layaknya ayah bagi putranya. Ngomong – ngomong tentang pria itu. Sepertinya Christ begitu galau ketika Jannine sama sekali tidak mengubah keputusannya. Namun Seohyun yakin Christ mampu meyakinkan gadis itu.

 

Ketika Seohyun tengah menarik gordyn lama yang terpasang. Daniel membersihkan sampah – sampah yang berserakan di lantai. Matanya tiba – tiba saja tertarik dengan sebuah album foto berukuran sedang. Ketika Seohyun lengah Daniel mengambilnya. Ia pura – pura batuk dan meminta izin pada Seohyun keluar kamar.

 

“Mom, Daniel haus. Daniel mau mengambil minum di dapur dulu ya..” Seohyun mengangguk dan serius pada pekerjaannya. Ia bahkan tidak sadar jika ia kehilangan album foto yang beberapa tahun lalu ia simpan baik – baik.

 

ONE CALL AWAY

 

                Daniel tidak pergi ke dapur. Ia memilih pergi ke kamarnya sendiri dan menguncinya dari dalam. Ia menatap album foto yang ada di genggamannya. Sejujurnya ia terkejut dengan dirinya sendiri. Daniel tidak pernah mengambil sesuatu dari Seohyun tanpa mengatakan apapun. Dan ini adalah pertama kalinya. Ia begitu penasaran dengan album foto itu.

 

Perlahan tapi pasti Daniel membuka satu persatu halaman. Matanya membulat sempurna ketika ia menangkap sebuah gambar dengan orang yang tidak asing baginya. Ia mengelus permukaan wajah orang itu. Bukankah itu Kyuhyun uncle? Pikirnya. Pada halaman – halama berikutnya ia mendapati wajah itu dekat sekali dengan ibunya. Bahkan ibunya mengecup pipi kiri Kyuhyun pun terlihat. Tiba – tiba saja Daniel merenung. Mengingat kenangan beberapa bulan lalu saat tiba – tiba saja Kyuhyun datang kedalam kehidupannya. Ia masih berumur tujuh tahun belum terlalu mengerti mengenai apapun.

 

Namun ia juga tidak sebodoh itu. Meski umurnya masih sangat kecil Daniel pun merasakan sesuatu yang berbeda saat ia bersama Kyuhyun. Seperti merasa tidak ingin berpisah. Meski rasa sayangnya pada Christ jauh lebih besar. Daniel tidak berpikir berat. Ia hanya berpikir Kyuhyun adalah Uncle yang menyenangkan. Dan bukankah jika seorang anak kecil menyukai orang dewasa karena sifatnya. Maka anak kecil itu tak mudah melepaskannya?

 

Daniel tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin ia bisa bertanya pada dadnya nanti. Yaa mungkin saja Dadnya bisa menjawab segala pertanyaan yang bsersliweran di otak kecil Daniel.

 

ONE CALL AWAY

 

                “mereka baik – baik saja. Terakhir aku menanyakan tentangmu dia tampak sedih dan merindukanmu.” Tutur Christ. Kyuhyun menunduk. Dadanya berdebar ketika Christ mengatakan Seohyun merindukannya.

 

Aku juga merindukanmu sayang. Batin Kyuhyun menjerit.

 

“apa kau benar – benar akan meninggalkannya lagi? dia mungkin tak memintamu bertahan di sampingnya. Namun dia bukan wanita sekuat itu. Masalah kalian bahkan sudah sangat berlarut – larut.” Kyuhyun menghela nafas mendengar nasihat Christ.

 

“mungkin lebih baiknya seperti ini. Seohyun mungkin masih enggan bersamaku karena luka itu masih terus menggerogotinya. Namun aku percaya bahwa suatu saat dia pasti akan kembali padaku. Aku menunggunya.” Christ tersenyum, Kyuhyun mungkin melakukan kesalahan besar dengan berkhianat dari Seohyun. Namun ia tak menampik pria keturunan asli Korea ini adalah pria berjiwa besar. Meski dia terluka juga namun ia lebih mementingkan kebahagiaan seseorang yang disayanginya.

 

“ku harap Tuhan segera mengabulkan doamu.” Kyuhyun mengangguk.

 

“jannine-ah kau sudah menyiapkannya belum?” Tanya Kyuhyun menatap Jannine. Jannine tampak mengangguk.

 

“datanglah ke sini oppa, aku sudah menghubungi Seohyun meminta bertemu di tempat ini. dia pasti mengajak Daniel.” Jannine menyerahkan sebuah alamat pada Kyuhyun.

 

“apa kau mengatakan kalau aku…

 

“aniya oppa, aku tidak bilang. Seohyun unnie pasti akan marah padaku. Makanya lebih baik ia marah nanti saja saat kalian sudah bertemu.” Kyuhyun tersenyum kecil.

 

“Gomawo Jannine-ahh..”

 

“Cheonmaneyo oppa..”

 

ONE CALL AWAY

 

                Cho Kyuhyun melangkah dengan santai ke restaurant itali tempat dimana ia akan bertemu dengan Seohyun sesuai dengan yang Jannine rencanakan. Ia begitu merindukan wanita yang masih berstatus istrinya itu. Kyuhyun tersenyum tipis, meski ini mungkin akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan Seohyun. Kyuhyun akan menerimanya dengan baik. Ia juga berencana memuaskan kedua bola matanya untuk mengenang baik – baik wajah wanita yang dicintainya.

 

Kyuhyun datang lebih dulu, ia juga sudah duduk di tempat yang sudah dipesan Jannine untuknya. Entah kenapa hatinya gugup sekali seperti saat pertama Kyuhyun akan menyatakan cintanya pada Seohyun. Begitu gugup dan malu.

 

“Daniel disana sayang..” Seohyun menuntun putra semata wayangnya untuk duduk di tempat yang sudah di pesan Jannine juga. Ia tidak melihat jika sudah ada seorang pria yang menduduki tempat itu. Seohyun mendengus sebal. Apa pria itu tidak tahu bahwa meja itu sudah dipesan lebih dulu? Pikirnya. Seohyun sama sekali tidak tahu jika pria yang terlihat hanya punggungnya itu adalah suaminya, Cho Kyuhyun.

 

“sir, meja ini sudah dipesan oleh… kata – kata Seohyun terhenti begitu saja ketika pria itu mendongak dan Seohyun benar – benar terpana. Bagaimana bisa pria itu ada disini?

 

“Kyu..hyun..” gumam Seohyun lirih. Kyuhyun tersenyum kecil. Wajahnya begitu terlihat baik saat bertemu dengan anak dan istrinya.

 

“annyeong Seohyun-ahh.. bagaimana kabarmu?” Seohyun terpaku untuk sesaat. Otak dan hatinya berperang. Ia tidak tahu harus berkata apa karena pada kenyataannya dia begitu merindukan pria itu. Merindukan Cho Kyuhyunnya..

 

“seohyun-ahh?” panggil Kyuhyun lagi. membuat Seohyun tertarik kembali ke dunia nyata.

 

“aku.. aku baik – baik saja..” jawab Seohyun singkat. Daniel mengamati Cho Kyuhyun begitu intens. Ia masih terbayang dengan foto Kyuhyun dan Seohyun di album foto yang ia temukan kemarin dikamarnya. Ia bahkan sudah menanyakan semua itu pada Dadnya. Dan entah bagaimana bisa semuanya sudah Daniel ketahui dan Seohyun sama sekali tidak tahu bahwa Daniel sudah tahu yang sebenarnya. Pria kecil itu cukup pintar melihat sesuatu.

 

Flashback

 

                Christ baru saja pulang kerja pukul lima sore. dengan riang ia membawakan croissant favorit Daniel. Pria kepala tiga itu memasuki kamar putranya. Tadi ia sudah bertanya dengan Seohyun tentang keberadaan Daniel. Dan Seohyun bilang Daniel ada dikamarnya sejak siang tadi.

 

                “Hero, dad membawakan croissant favoritmu. Ayo makan sayang..” ucap Christ begitu memasuki kamar putranya. Daniel menoleh memandang Christ tidak biasa. Kedua alis Christ mengerut.

 

                “hero, are you okay?” Tanya Christ cemas. Tidak biasanya Daniel diam saja saat dirinya tiba di rumah. Minimal dia kana berteriak memanggilnya.

 

                “Dad..” panggil Daniel lirih. Pria kecil itu beringsut dari ranjangnya sambil membawa album foto yang ia peluk di dadanya. Christ menghampiri putranya dan menggendongnya. Mereka duduk di sofa berdua dengan Daniel yang masih ada dipangkuannya.

 

                “ada apa sayang? Sepertinya ada yang menggnggumu.” Tanya Christ lembut sambil mengusap rambut Daniel. Daniel duduk dan membuka album foto itu. Christ terkejut. Tentu saja itu album foto Seohyun dan Kyuhyun. Kenapa sampai Daniel bisa menemukannya?

 

                “can you tell me about this that, this is Uncle Kyuhyun right?” Christ bingung bagaimana ia akan menjelaskan semua pada Daniel. Satu sisi ia takut Seohyun akan marah padanya karena ia tidak meminta izin pada wanita itu dulu. Seohyun pernah bilang bahwa ia akan memberitahu yang sebenarnya saat Daniel berusia sepuluh tahun. Tapi sisi lainnya ia begitu kasihan pada Daniel. Sudah seharusnya ia tahu yang sebenarnya. Apalagi Kyuhyun akan mnetap di Jerman.

 

                Ia bukannya tidak mau menjadi ayah untukDaniel. Tapi rasanya semua itu tak adil jika Daniel sama sekali tidak tahu bahwa Cho Kyuhyun adalah ayah yang sesungguhnya. Sampai kapanpun Christ akan menyayangi Daniel seperti putra kandungnya sendiri.

 

                Baiklah, sepertinya ia akan menanggung saja Seohyun yang akan marah padanya. Biarlah mungkin ini akan menjadi baik ke depannya. Meski Christ sendiri tidak yakin.

 

                “Daniel… sebenarnya Uncle Kyuhyun adalah ayah kandungmu sayang..”

 

Flashback end-

 

“Daniel, kenapa diam saja sayang?” sapa Kyuhyun ramah.  Daniel tersenyum menggeleng.

 

“apa kau dan Jannine sudah merencanakan semua ini?” tebak Seohyun. Kyuhyun mengangguk mantap. Ia tidak perlu takut karena semuanya sudah direncanakan.

 

“aku ingin bicara langsung padamu..” tiba – tiba saja dada Seohyun berdetak keras.

 

“aku.. akan pergi..” ucap Kyuhyun lirih sambil menunduk. Daniel tidak memahami apapun disini. Namun ia tahu Kyuhyun yang di anggap Uncle olehnya akan pergi.

 

“kemana?” tiba – tiba saja suara Seohyun tercekat seperti bongkahan batu besar menyumbat tenggorokannya membuat suaranya sendiri terdengar begitu aneh.

 

“Jerman..” jawab Kyuhyun singkat.

 

“berapa lama?” Seohyun sama sekali tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

 

“aku tidak akan kembali ke Korea ataupun Amerika. Aku.. akan menetap disana.” Seohyun tidak bisa merasakan detakan jantungnya sendiri. Kenapa rasanya seperti ini? apakah restoran ini kekurangan oksigen? Kenapa terasa begitu sesak? Bernafaslah dengan baik Seohyun!

 

“Daniel kau sudah masuk ke sekolah kan sayang?” Tanya Kyuhyun mencoba merubah suasana menjadi lebih hangat. Namun Daniel sama saja dengan Seohyun ia hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun. Kyuhyun mengerutkan keningnya.

 

“kenapa Daniel? Kau marah pada uncle?” Tanya Kyuhyun lembut. Sekali lagi Daniel menggeleng dan menundukkan kepalanya. Pria kecil ini memilih diam dan tidak berbicara apapun.

 

“aku berangkat bersama Jannine. Tapi gadis itu akan kembali kesini. Christ berhasil meyakinkannya bahwa semua yang terjadi hanyalah salah paham. Hubungan cinta mereka cukup rumit ya..” Kyuhyun terkekeh mengingat sepasang kekasih baru itu.

 

Berbeda dengan Kyuhyun yang tersenyum, Seohyun merasakan dentuman menyakitkan didadanya. Bagaimana pria ini bisa tersenyum sementara dirinya akan pergi jauh seperti ini?

 

‘Christ saja berhasil meyakinkan Jannine, kenapa kau tak berjuang lebih keras lagi untuk membuatku kembali padamu’ Seohyun berteriak dalam hati. Meski begitu Kyuhyun tak akan pernah bisa mendengarnya.

 

“Daniel, Uncle punya sesuatu untukmu.” Daniel mendongak menatap Kyuhyun. Kyuhyun mengeluarkan kalung dan memberikannya pada Daniel. Pria itu tersenyum begitu lembut membuat Seohyun benar – benar merasa rapuh.

 

“ini adalah sesuatu yang ingin ku berikan kepada seseorang yang begitu berharga. Tapi Uncle cukup tahu diri pada orang itu jadi Uncle berikan padamu. Kau pakai ya,” pinta Kyuhyun. Pria itu bahkan memakaikan kalung itu pada Daniel. Kalung dengan liontin bertuliskan SK. Kalung yang sejatinya bertuliskan inisial nama kedua orang tua Daniel sendiri.

 

Seohyun jelas tahu siapa yang dimaksud Kyuhyun. Siapa lagi jika bukan dirinya. Semua sudah sangat jelas. Namun Seohyun sama sekali tidak bisa berbuat apapun. Kyuhyun adalah pria yang menghargai keputusan yang telah ditetapkan dirinya. Meski Seohyun akhir – akhir ini merasa menyesal. Tapi mungkin saja ini yang terbaik.

 

“Seohyun-ahh..” Seohyun mendongak menatap Kyuhyun yang baru saja memanggilnya. Matanya berkaca – kaca. Kenapa Kyuhyun harus tersenyum selembut itu. Kenapa?

 

Kyuhyun tersenyum lembut memandangi wajah Seohyun. Ia tahu wanita itu tengah menahan sekuat tenaga untuk tidak menangis. Kyuhyun tidak tahu apa yang membuat Seohyun menangis. Apakah hanya dengan melihat wajahnya saja Seohyun sudah sangat terluka? Begitukah?

 

Tapi itu bukan hal penting bagi Kyuhyun. Kyuhyun harus memuaskan matanya untuk memandang wajah cantik Seohyun. Ia akan menyimpan wajah cantik itu dalam ingatannya. Bagaimana mata dengan kantung besar  dibawahnya itu bisa begitu indah dipandangnya. Kyuhyun akan mengingat itu dengan baik. Ia tidak tahu kapan penderitaan ini akan berakhir dan dia bisa menemui Seohyun serta memeluknya memulai segalanya dari awal. Kyuhyun harus tahu dimana posisinya sekarang. Seohyun terluka parah karenanya. Dan itu jelas butuh waktu lama untuk menyembuhkannya bukan. Dan Kyuhyun akan menunggu.

 

“kapan kau akan berangkat Kyuhyun?” Seohyun beranikan dirinya untuk bertanya pada Kyuhyun mengenai keberangkatannya. Meski sejujurnya hatinya sangat sakit. Tapi jika ia tidak bertanya ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

 

“besok, aku akan berangkat besok pagi dengan penerbangan pertama.” Balas Kyuhyun.

 

“baiklah, hati – hati untuk disana ya, jaga dirimu baik – baik.” Seohyun berikan senyum tulusnya pada Kyuhyun. Ia tulus mendoakan kebaikan untuk suaminya.

 

“Daniel, tidakkah kau mau memeluk uncle untuk terakhir kali?” Daniel menatapnya. Sejurus kemudian Daniel menghambur ke pelukan Kyuhyun begitu erat. Ia ingin menangis keras namun Daniel menahannya. Ia tidak mau menambah beban di hati ibunya.

 

“Uncle sayang padamu Daniel.” Ucap Kyuhyun lembut sambil mengelus punggung puteranya.

 

‘sangat sayang padamu Daniel.’ Tambahnya dalam hati.

 

“Daniel juga sayang pada Dad. Kyuhyun Dad..” bisik Daniel lirih sekali dan mungkin hanya bisa di dengar oleh mereka saja. Kyuhyun menatap Daniel tak percaya. Daniel memanggilnya Dad? Ingin sekali ia berteriak dengan girang namun Daniel mengisyaratkan untuk diam saja. Kyuhyun menurutinya.

 

“terimakasih sayang. Uncle pergi dulu ya..”

 

“hati – hati uncle..”

 

ONE CALL AWAY

 

                Kyuhyun kembali ke apartemen Jannine dengan wajah yang berbinar senang. Jannine melihatnya aneh. Kyuhyun tampak lebih manusiawi sekarang. Ada apa sebenarnya? Daripada ia mati penasaran lebih baik ia bertanya saja.

 

“are you okay?” Kyuhyun mengangguk semangat.

 

“Jannine-ahh”

 

“yaa”

 

“Daniel memanggilku Dad.” Jannine yang sedang menggunakan nail art di kukunya tiba – tiba terhenti begitu saja dan sejurus kemudian menatap Kyuhyun dengan pandangan tak percaya.

 

“benarkah?” tanyanya tak percaya. Kyuhyun mengangguk senang

 

“jadi kau tidak akan menetap di Jerman oppa?”

 

“tidak Jannine, aku akan tetap menetap disana.” Jawaban Kyuhyun membuat Janinne bingung.

 

“bukankah Daniel sudah tahu kalau kau ayahnya, kenapa masih tetap pergi?”

 

“ku rasa Seohyun sama sekali tidak mengetahui fakta itu. Fakta bahwa Daniel telah mengetahui semua itu.” Jannine menghela nafas.

 

“mungkin saja ini jalan terbaik untukmu oppa. Semoga Tuhan segera mengabulkan doamu untuk kembali dengan Seohyun unnie.”

 

“Amin.”

 

ONE CALL AWAY

 

                Setelah pertemuannya dengan Kyuhyun tadi siang, Seohyun sama sekali tidak bisa berkonsentrasi pada apapun. Semuanya terasa sulit ia lakukan. Pikirannya hanya tertuju pada Kyuhyun. Kyuhyun yang akan menetap di Jerman. Itu sungguh sulit ia terima. Ia bahkan tidak bisa memejamkan mata sedikitpun. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi. Sebentar lagi semua orang di Chicago akan bangun dan memulai aktivitas.

 

Seohyun memilih bangkit dan mengambil mantel hangat yang tergantung di dekat almari. Lebih baik ia menghirup udara di luar. Kamarnya terasa sangat sesak. Sesesak hatinya saat ia berpikir tentang Kyuhyun.

 

Dengan langkah santai Seohyun keluar dari rumahnya. Suasana begitu sunyi tentu saja ini masih sangat pagi untuk orang yang memulai jalan – jalan sepertinya. Udara dingin menusuk hingga kulitnya meski pada kenyataannya Seohyun sudah mengenakan mantel hangatnya. Saat ia berjalan keluar rumah hendak mencapai gerbang utama ia terpaku pada sesosok orang yang berdiri tegak beberapa meter tak jauh darinya.

 

Keduanya berpandangan dengan pikiran masing – masing. Ia memikirkan pria itu semalaman hingga semenit saja ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya dan tiba – tiba dia ada disini. Di depan rumahnya dengan pakaian hangat dan wajah yang Seohyun tidak bisa jelaskan. Apakah pria itu merindukannya seperti ia yang merindukan pria itu?

 

“kau disini…” Seohyun bergumam pelan. Kyuhyun tersenyum tipis menanggapinya.

 

“kenapa keluar sepagi ini heum, kau tahu udara Chicago saat jam empat pagi sungguh menusuk hingga tulang – tulangmu.” Bukannya menjawab Kyuhyun malah balik bertanya.

 

“kenapa kau disini Kyuhyun?” Tanya Seohyun memaksa. Kyuhyun mengerutkan keningnya lantas kemudian menjawab.

 

“aku hanya ingin melihat – lihat sebelum aku pergi.” Jawaban Kyuhyun membuat Seohyun terdiam. Lebih terpana lagi ketika Kyuhyun melepaskan syal yang ia pakai dan mengenakannya pada Seohyun dengan begitu hati – hati. Seolah Seohyun akan terluka jika ia salah menyentuh sedikit saja, tak berapa lama syal dengan warna coklat muda dengan ujung yang berbentuk bulat seperti bola – bola kecil sudah terpasang indah di di leher Seohyun.

 

“cha, setidaknya kau tidak terlalu kedinginan.” Kyuhyun tersenyum dengan tulus.

 

“pesawatku akan berangkat dua jam lagi. apa kau mau keluar sebentar bersamaku?” sambung Kyuhyun lagi. tanpa menunggu lama Seohyun sudah menganggukkan kepalanya. Kyuhyun senang akhirnya Seohyun mau bersikap lebih baik lagi padanya. Mungkin karena pria itu akan pergi jauh darinya.

 

Kyuhyun menggenggam tangan Seohyun dengan lembut dan Seohyun tak menolak. Sejujurnya wanita itu begitu menyukai ketika Kyuhyun menggandeng tangannya. Erat namun tidak menyakitkan begitulah Kyuhyun menggandengnya. Seohyun bahkan tak ragu untuk berada lebih dekat dengan Kyuhyun.

 

“apa kau ingin makan sesuatu? Kita bisa mampir sebentar.” Saran Kyuhyun, Seohyun menggeleng.

 

“aku tidak lapar Kyuhyun.”

 

“oh baiklah. Bagaimana jika kita berhenti disana saja. Sejujurnya aku sedikit lelah.” Kyuhyun tersenyum di akhir kalimatnya. Tentu saja pria itu lelah. Hampir sepanjang hari ia sama sekali tidak bisa tidur dirnya larut dalam pekerjaan untuk mengalihkan pikirannya dari anak dan istrinya. Ia harus mempersiapkan mental untuk dirinya.

 

“aku harap setelah semua ini, kau bisa hidup dengan baik Seohyun-ahh..” Kyuhyun mulai memecah keheningan di antara mereka. Mereka duduk di bangku panjang yang tersedia di taman. Tidak ada seorangpun disana karena ini terlalu pagi. Dan perkataan Kyuhyun yang lirih pun terdengar keras.

 

Seohyun menatap Kyuhyun dengan matanya yang memerah. Kyuhyun tidak melepaskan genggaman tangannya pada Seohyun sama sekali. Ini membuat Seohyun sakit. Sangat sakit sampai rasanya mau mati!!

 

“aku pergi jauh bukan berarti aku berhenti menunggumu. Temui aku kapanpun kau siap menemuiku. Setahun, dua tahun, lima tahun, sepuluh tahun bahkan berpuluh – puluh tahun pun aku akan selalu menunggumu.” Ujar Kyuhyun penuh makna.

 

Seohyun menunduk, ia tidak sanggup menatap Kyuhyun ketika mata itu sudah menjadi basah. Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya. Tapi yang paling sakit adalah hatinya. Hatinya begitu sakit hingga ia merasa sesak meski untuk bernafas.

 

“jangan menangis..” Kyuhyun mengangkat wajah Seohyun yang basah akan air mata mengusap mata pipi itu dengan lembut.

 

“kemana pipi gembulmu heum? Kenapa tirus sekali pipi ini?” Tanya Kyuhyun sambil mengelus pipi Seohyun.

 

“benarkah? Taeyeon unnie juga bilang begitu padaku. Katanya aku lebih kurus dari beberapa tahun yang lalu.” Seohyun menyahut pelan.

 

“Taeyeon datang?” Tanya Kyuhyun ingin tahu. Seohyun mengangguk.

 

“yaa, bersama Jiyong oppa. Mereka akan menikah sebentar lagi.”

 

“semoga mereka bahagia, sampaikan salamku pada mereka ya.” Seohyun mengangguk. Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Seohyun. Seohyun terdiam ketika Kyuhyun merengkuh kedua pipinya dan mendaratkan bibirnya tepat di bibir Seohyun dengan lembut. Menggerakan bibirnya untuk mengeksplorasi bibir manis istrinya. Seohyun tidak menolak sama sekali karena dirinya sendiri begitu merindukan sentuhan Kyuhyun.

 

Beberapa saat Seohyun bahkan mau membalas ciuman Kyuhyun. Ciuman Kyuhyun begitu lembut dan terkesan hati – hati. Tidak ada tuntutan di dalamnya. Kyuhyun menyudahinya dan menyatukan kening mereka berdua.

 

“terimakasih karena membalas ciumanku. Itu akan jadi kenangan terindah yang akan selalu ku ingat setiap hari.” Kyuhyun begitu tulus mengucapkannya hingga Seohyun berdebar.

 

“maafkan aku Kyuhyun. Maaf aku..

 

“ssttt,, tidak perlu meminta maaf padaku Seohyun-ahh. Aku yang seharusnya meminta maaf padamu. Terimakasih sudah merawat putra kita dengan baik sayang terimakasih banyak” Kyuhyun pun tak dapat menahan air matanya. Ia menangis dan Seohyun melihatnya. Wanita itu dengan gerak cepat memeluk Kyuhyun dan menangis di cerukan leher Kyuhyun. Mereka menangis bersama untuk keputusan yang sejujurnya sama – sama menyakiti mereka. Untuk cinta mereka yang pernah ternoda dan untuk takdir sulit yang harus mereka jalani hari ini dan seterusnya. Mereka tahu Tuhan sedang menguji mereka.

 

Tuhan, satukanlah mereka, mereka hanya ingin kehidupan mereka seperti sediakala. Bahagia dengan keluarga kecil mereka tanpa harus mengingat segala hal yang dapat menyakiti mereka.

 

ONE CALL AWAY

 

                Jam sudah menunjukkan pukul lima lebih dua puluh lima menit. Kyuhyun mulai bangkit dari bangku panjang disusul oleh Seohyun. Seohyun tahu Kyuhyun akan pergi.

 

“sudah waktunya aku pergi, kau pulanglah Daniel pasti kebingungan mencari Mommynya yang tiba – tiba menghilang” Seohyun terkejut ketika Kyuhyun menyuruhnya pulang.

 

“kau.. tidak mau ku antar?” Seohyun menawarkan dirinya untuk mengantar Kyuhyun, namun dirinya menjawab dengan gelengan pelan

 

“itu akan semakin menyulitkanku yang ingin berpisah sementara denganmu. Kau tahu, aku selalu kesusahan untuk melupakanmu barang sebentar saja jika kau mengantarku bagaimana jika aku malah ikut pulang bersamamu dan Daniel kita?” Kyuhyun tersenyum geli dengan perkataannya sendiri

 

‘tidak apa – apa Kyuhyun, aku justru menyukainya!’ Seohyun hanya mampu berteriak dalam hati.

 

“Seohyun..” Seohyun kembali pada kesadarannya setelah Kyuhyun menggoyang – goyangkan tangannya di depan wajah Seohyun

 

“ah ya..”

 

“kau melamun heum..”

 

“aniya..”

 

“kajja ku antar kau pulang..” Kyuhyun kembali menggandeng tangan Seohyun dan melangkah bersama mengantar Seohyun kembali ke rumahnya. Tak berapa lama Seohyun sudah sampai.

 

“sudah sampai, masuklah. Terimakasih untuk hari ini. aku sangat bahagia..” Seohyun tersenyum dengan begitu tulus pada Kyuhyun. Ia sentuhkan tangannya di pipi Kyuhyun dengan lembut dan Kyuhyun tampak begitu menikmatinya.

 

“jaga kesehatanmu disana ya, berhentilah minum alcohol. Aku tahu kau masih melakukannya bukan.” Nasehat Seohyun terdengar seperti alunan lembut yang terngiang di telinga Kyuhyun.

 

“baiklah aku akan berhenti minum alcohol, terimakasih Seohyun. Aku mencintaimu. Sangat…” sahut Kyuhyun tanpa melepas pandangannya dari Seohyun. Seohyun terdiam, lidahnya kelu untuk meski hanya untuk berkata ya, aku juga mencintaimu. Dia memilih diam menatap kepergian Kyuhyun. Lama – kelamaan Kyuhyun sudah tak terlihat. Saat itulah Seohyun baru menjawabnya.

tumblr_mf9dibojdv1r16otgo1_500

“aku juga mencintaimu Kyuhyun, sangat….” Jawabnya lirih dengan mata yang berkaca – kaca.

 

ONE CALL AWAY

 

Christ mengernyit heran ketika melihat Seohyun membuka pintu utama. Ia menghampiri Seohyun yang baru saja menutup pintu. Seohyun terkejut ketika Christ sudah berada di depannya.

 

“kau darimana saja Angeline, ini bahkan masih pagi sekali.” Tanya Christ tanpa basa – basi.

 

“aku dari luar sebentar. Eh apakah Daniel sudah bangun?” Tanya Seohyun gugup. Christ tidak tahu apa yang di sembunyikan Seohyun darinya. Ia juga tidak bertanya. Biarlah Seohyun yang mengatakannya sendiri jika wanita itu ingin mengatakannya ia harus menghormati privasi Seohyun.

 

“belum, sepertinya dia masih terlelap dalam tidurnya. Aku baru saja masuk ke kamarnya tadi.” Jawab Christ. Seohyun menghela nafas.

 

“baiklah aku akan membangunkannya terlebih dahulu. Pergilah mandi aku akan segera siapkan sarapan untukmu.” Christ mengangguk dan segera pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri seperti perintah Seohyun.

 

Seohyun segera pergi ke kamar putranya untuk membangunkan Daniel dia harus bersiap Karena Daniel sudah masuk ke sekolah. Setidaknya Seohyun akan lebih tegas lagi untuk kedisplinan putranya secara bertahap.

 

ONE CALL AWAY

 

Meski enggan bangun, Cho Daniel tetaplah bangun dan menuruti perintah orang tuanya. Ia beringsut dan menuju kamar mandi setelah Seohyun berhenti menggerutu tentang dirinya. Daniel mandi dan Seohyun pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Tak butuh waktu lama semua sudah tersaji dengan rapi di meja makan.

 

Ia melirik jam dinding, pukul setengah tujuh. Berarti pesawat yang membawa Kyuhyun sudah pergi setengah jam yang lalu. Meski sedih ia cukup lega karena pada akhirnya kebencian Seohyun pada perbuatan Kyuhyun lama – kelamaan berkurang. Tadi bahkan ia menerima dengan baik apa yang Kyuhyun lakukan pada dirinya. Menggandengnya, memeluknya bahkan menciumnya. Seohyun merona ketika ia mengingat bagaimana bibir tebal itu melingkupi bibirnya. Rasanya sudah lama sekali Seohyun tak merasakannya. Meski ia tidak tahu harus berbuat apa setelah ini. akankah ia kuat menjalani hari? Atau ia menyerah saja dan membuat Kyuhyun kembali padanya. Bukankah pria itu bilang jika dia akan menunggu kapanpun Seohyun akan kembali padanya?

 

Sejujurnya saja ia ingin mengatakannya tadi agar Kyuhyun tidak pergi. Tapi laki – laki itu lebih dulu memotong perkataannya jadinya Seohyun lupa ingin berkata apa pada Kyuhyun.

 

“Angeline, kau melamun?” Seohyun terkejut mendengar suara Christ. wanita itu bahkan sampai terjingkat kaget membuat Christ tersenyum geli melihatnya.

 

“hihihi ada apa denganmu Angeline, kau seperti anak kecil kalau begitu.”

 

“kau mengagetkanku tahu..” sahut Seohyun ketus.

 

“jadi apa yang kau buat pagi ini?” Tanya Christ basa – basi, pria itu sibuk mengencangkan dasinya berkali – kali. Meski sebal ia tidak segera bisa menuntaskan pekerjaannya itu.

 

“kau masih saja tidak bisa mengenakan dasimu dengan baik Mr. Moreau. Aku sangsi dulu kau pasti meminta para gadis melakukannya untukmu. Aku benarkan?” ejek Seohyun sambil meraih dasi itu dan memakaikannya pada Christ.

 

“siapa bilang, bukankah sudah ku jelaskan padamu aku punya seorang asisten. Kenapa kau selalu bersikap seolah cemburu padaku?” sela Christ cepat membuat Seohyun mendengus,

 

“kau menyebalkan.” Ia tarik dasi itu dengan kencang mampu membuat Christ merintih.

 

“sakit Angeline,,” ucap Christ penuh penekanan.

 

“rasakan…”

 

“Mom Dad kalian sedang apa?” Tanya Daniel yang sudah siap dengan pakaian sekolahnya. Daniel tampak manis.

 

“whoa, putra Mommy tampan sekali” Seohyun segera menghampiri putranya dan menggandengnya untuk segera sarapan.

 

“kau mau kemana?” Tanya Seohyun pada Christ. pria itu duduk di sofa ruang tengah sambil mengenakan sepatunya. Ia juga menyalakan televise.

 

“aku berangkat jam Sembilan Angeline, biarkan aku bersantai sedikit ya..” balas Christ.

 

“baiklah..” seohyun sibuk membantu Daniel memakaikan sepatunya. Ia juga menyisir rambut putranya dan Daniel terlihat seperti biasanya tampan seperti ayahnya.

 

“selesai, waktunya sarapan..” Seohyun mulai mengambilkan nasi untuk Daniel dengan lauk fried chicken dengan saus yang tidak begitu pedas. Daniel tidak suka makan sayur.

 

Saat Seohyun tengah menyuapkan sesendok makanan untuk Daniel tubuhnya menegang hebat ketika kedua telinganya menangkap apa yang reporter itu bicarakan di televise.

 

“sebuah pesawat dengan nomor seri E25437 tujuan Berlin Jerman mengalami kecelaan beberapa menit yang lalu. Belum diketahui apa penyebab utama kecelakaan tersebut namun bisa dipastikan terjadi kebocoran pada salah satu bahan bakarnya yang menyebabkan pesawat tidak terkendali. Polisi sudah…

 

Christ menoleh menatap Seohyun yang membantu dengan pandangan yang sulit di artikan. Pria itu mendekat dan bertanya pada Seohyun.

 

“itu bukan pesawat yang membawa Kyuhyun dan Jannine kan?” itu bukan pernyataan namun pertanyaan. Christ merasa dadanya sakit ketika mendapati Seohyun mengangguk pelan. Tak lama kemudian Seohyun kehilangan kekuatannya dan sebelum semuanya gelap ia bisa mendengar Christ memanggil namanya dengan begitu putus asa.

 

TBC

Jangan lupa RCL ya readers,, saranghaeyooooo

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

55 thoughts on “One Call Away Part 13

  1. entah aq yg lma gak bca atau emang aq yg lpa am alurnya.ya,,,,se x bca udah nyampek sni,,,tpi gak ap deh ,,sneng liat mr.merou udah pcran am tu cwek#lupanamanya,,,

    Like

  2. Akhirnya jannine dan crish dating. Knpa gak langsung nikah aja. Heheheheh pahit di awal manis di akhir, itu kah hubungan crish dan jannine.
    Kyu uda berubah banyak. Seo uda mulai lunak ktmu kyu. Seo knpa ga jujur aja kalau gak pngen liat kyu pergi. Daniel uda tau siapa dad kandung nya, tegar bgt ini bocah. Daniel cute…
    Psawat yang di tumpangin kyu dan jannine kecelakaaan???? Bagai mana nasib kyu dan jannine???

    Like

  3. Andwaeee—
    Kyuhyun pasti baik-baik aja kan ㅠㅠ
    pleaseee, padahal tadi mereka udah damai gitu, tapi sekali lagi karen ego dan rasa bersalah yang tinggi, mereka memilih untuk tidak mengatakan yang mereka rasa :’3 hemmm.. Semoga Kyuhyun sehat wal’afiat /iya kan chingu-ya? Ayolah…/

    Like

  4. kenapa gk bersatu aja lgi eonni, Astaga mudah mudahan itu bukan pesawat yg ditumpangi kyuoppa atau kalau gk kyuoppa gk jadi naik tuh pesawat..
    Next

    Like

  5. Kyupaaaaaaaa…..aniyooooo….andwaeeeeeee
    ……..unnnie kamu melakukan apa sama kyupa ku unnieee…kenapa harus jadi begini…waeee…seomaaaaaa

    Like

  6. Omo!! Kuharap kyu dan jannine ga jadi berangkat atau kecelakaan itu tak separah umummnya.
    Entahlah, aku sendiri bingung. Jujur ga rela klo tau seohyun memaafkan kyuhyun semudah itu, kyuhyun bahkan milih besarin Lauren tanpa berusaha nyari tau keadaan Dan dan ibunya. Tapi disisi lain konflik ini udah tahunan, bahkan Dan udah 7 tahun! Tapi seohyun sama sekali tak bisa maafin kyuhyun. Aah.. terserah authornim aja dah. Haha.
    Konflik jannine dan christ manis. Kecemburuan christ dan rasa tak bersalah jannine disini jadi bumbu manis buat pembaca ditengah kasus SeoKyu yang tak berkesudahan. Part depan kuharap SeoKyu balikan.
    Makasih ffnya. Ditunggu update an yg lain, Hidden Love kuharap cepet rampung dan keep fighting to write!! Cayoooo….

    Like

  7. yah bingung deh sama seokyu sebenarnya kan ingin bersama, tp kenapa harus saling menjauh, trus itu apalagi semoga kyu blum sempat menaiki pesawat, kan kasihan daniel dia sudah tahu siapa appa kandungnya, kalau sampai kyuhyun kenapa2, aaa andwae,
    lanjut, semangat untuk authornya dalam berkarya,,

    Like

  8. Oh my…. kyu n jannine ikut pesawat itu ya…
    Akhhhh masa kyu n seo berpisah lagi malah untuk selama2xnya
    Daniel gimana dia baru tau kyu ayahnya malah dapat musibah begini
    Haduhhh kan kasihan
    Trus seo n christ gimana
    Ditunggu banget kelanjutannua

    Like

  9. Huwaaahh, pesawat yg ditumpangi Kyu sama Jannine kecelakaan. Eotteokke, eotteokke?! Gimana nasib mereka selanjutnya?? Semoga gak terluka parah..
    Aku pikir tadinya setelah Daniel tahu bahwa Kyu ayah kandungnya dy akan marah atau benci sama Kyu ternyata dia nerima dan cuma diem aja coba ngertiin ibunya. Salut deh, sama Daniel!
    Bentar lg end, fighting ne!!

    Like

  10. plissss jangan buat kyuhyun metong lah meskipun greget pengen bunuh tapi ttp aja gk rela kalo sad end hik T.T
    si jenjen juga kan baru aja si christ nya terbuka sama si jenjen masa mau metong plisss jangan sesad/? itulah :'(((((

    Like

  11. Author-nim, bukankah ini terlalu lama 😢 aku sampek lumutan mantengin blog author nunggu One Call Away update
    Dan akhirnya 😆😃👏 author terimakasih masih sempat buat update ini cerita,
    Author terhebat ….

    Ff author aku menyukainya, klimaksnya sdah mulai terbaca lagi,
    Aku tidak berharap SeoKyu happy end atau sad end, kembai ke perkataan pertama author, semua tergantung fikiran authour, aku mengharapahkan yg terbaik dari authour

    Part selanjutnya bakalan end gak thour
    Kepo dengan endingnya

    Author semangat,
    Ditunggu kelanjutannya
    Sehat selalu Author

    Like

  12. Astaga Tuhan!! Bagaimana sih mereka bisa bersatu?? Baru aja salah satu cobaan udh selesai, dan sekarang sudah dapat cobaan lagi..

    Kalau Kyuhyun dan Jannine memang menaiki pesawat itu, habislah sudah.. Kujamin, Seohyun dan Christ tak akan sanggup lagi menjalani hidup mereka..

    Like

  13. Apaan ini……tidak mungkinkan kyu ama jinnie pergi begitu saja, tp kalau akhirnya sad end begitu yah tidak apa2 juga,karena apa? Musibah dan cobaan itu hanya tuhanlah yg tahu kita hanya menjalaninya……mudah2 mereka sabar menghadapi semua cobaan itu…..

    Like

  14. Aigoo…kyuppa kah yg ada dipesawt ntuh…semga bkn y…udh tw ky gni npa seonni g blikn ja ma kyuppa…wadoooh authorya sengaja bkin pra readers nya baper..kl nunggu mpe 10 thun umur daniel brrti mash da 2 taon lg dong wakwaw…lm bner cm blng kyuppa ntuh bapaknya…jdinya ja tw sndri kan itu daniel..kesian jdinya tu daniel..mw blng g sesuai ekspektasi tp ntr authorya tkut ngambek….hiiii…piiis…jd ditunghu ja deh next partnya dan semngt trs bwat authorya..oiya smoga cpet sembuh y author pan lg sakit y..hwaiting author..

    Like

  15. gua berharapnya kyuhyun ngga jadi naek tuh pesawat karena kejebak macet kek atau apalahh… yang penting ngga naek ke pesawat…

    dan berakhir dengan bersatunya seokyu

    Like

  16. Itu bukan pesawat yang di tumpangi kyuhyun sama janine kan. Semoga aja bukan pesawat itu. Gimana kalau beneran. Gimana nasib seo ronnie dan daniel. Padahal sek ronnie belum mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya je kyu. Daniel juga belum pernah tunggal sama kau kan. Semoga bukan pesawat itu. Kasian juga christ kan masih br mengungkapkan perasaannya ke janine
    Nice
    Buat seo eonnie semoga setelah melihat berita itu jadi jujur ke kyu dan mereka busa kembali nantinya.
    Semangat nulis lanjutannya
    Ditunggu banget next partnya

    Like

  17. Nangis mulu bacanya… FFnya keren
    astaga smga kyuhyun dan jannine gak jadi pergi kalaupun mereka ada di pesawat itu smga mereka baik2 aja
    kasian sama daniel di sini dia benar2 di tuntut untuk bersikap dewasa

    Like

  18. Terkabulkan sih permintaan ku yang kyu sama jannine pergi ke jerman ber 2, tapi gk pake kecelakaan juga kali thor :v sedih eykeee ;(
    Semoga ja kyu sama jannine telat naik ke pesawat atau salah pesawat atau pesawatnya batal terbang atau atau atau lag jangan ampe mati aja mereka apalagi sampe ada cerita kyu lupa ingatan bla bla bla hiksss berasa sinetron nanti :v good job lahhh thorr

    Like

  19. Anjiirrr netesin air mata ini sumpaaahh
    Kenapa runyam sekali hiksss
    Mana pesawatnya jatuh lagi
    Plisss kyu gak naik pesawat itu kan yaaaa
    Aaaa ku pusing
    Suer baca ff ini menguras hati dan tenaga banget

    Like

  20. jangan bilang kalo itu memang pesawat yg kyuhyun sma jannine naikin deh… jangan sampe!!
    gak kuat kalo bener itu pesawatnya..
    lanjuuut. . makin penasaran,, fighting!

    Like

  21. yahhhhh ada2 aja 😦
    padahal pengin dibikinin konfliknya yg tiba2 mereka kelewat bates trs seo hamil lg kan jd balikan. wkwk tp gpp ding mungkin kyu lg dpt karma.

    Like

  22. astajim.. itu knpa,?
    semoga aja itu bkan pesawat yang ditumpangi kyuhyun dan jannine..
    seokyu cpat.lah berstu.
    udah kgak ada lagi penghalang apalagi daniel dan tau klo kyu appa nya..
    next thor..
    ditunggu klanjutan.nya

    Like

  23. Lah kok kecelakaan??
    Gak salah kak???
    Aduhhh gimana nasip Seohyun, Daniel ama Chrish??
    Kasihan mereka….

    Moga aja Kyuhyun ama Jannie gak jadi naik tu pesawat…
    Aminnn…..

    Semangat kakkkk….

    Like

  24. ayo dong d lanjut, penasaran nih, kyuhyun gak akan mati sekarang kan,
    oh iya tiba2 ak ingat dgn changmin, bagaimana kbarnya, chang gak pernah menemui seohyun?,,

    Like

  25. 😭😭😭😭 itu ga bneran pesawat yg kyu tumpngikan?? Jangan dong pliss smga aj sikyu Ga jdi berangkat kshan danielnya yg Bru tw klw kyu itu appa kandungnya… Huaa…. 😭😭😭😭 Knpa tmabah Sdih bgni kpan mreka bersatunya pngen lhat moment mreka lagi…. Pliss Akira jgn sad2mulu dong… Ayo d next penasaran ma slnjutnya… Semangatt ✊✊✊😊😊

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s