Posted in Uncategorized

HIDDEN LOVE PART 3

Author                    : Lestari Choding

Genre                      : sad, romance

Cast                        : Seokyu and other cast.

Length                    : Chapter

Note                        : annyeong.. aku bawa kelanjutan hidden love nih.. kuota udah sekarat jadi mending dimanfaatkan 😀 .terimakasih yang sudah mau mengunjungi blog ku meski tidak meninggalkan koment…  ada yang baca udah seneng.. yang anti SEOKYU kalian tak perlu baca ff ini. Daripada harus tertekan. Tertekan kan nggak enak 😀 .. no plagiat because this is pure of my mind..

 

No Typo No Happy XD

 

HAPPY READING ^^

Pria itu menatap foto dalam figura yang menampilkan gambar seorang gadis. Gadis yang sangat berarti baginya tapi dengan tega gadis itu meninggalkannya. Ia tidak tahu kenapa gadis itu meninggalkannya. Jujur saja hatinya masih dipenuhi nama gadis itu. Kim Yura, yaa nama gadis itu adalah Kim Yura.

yuraw

 

Gadis yang sanggup membuat pria bernama Hong Jonghyun bertekuk lutut. Padahal pria itu terkenal dingin dan tidak ramah sama sekali kepada siapapun. Namun Yura mampu menjebol pertahanan yang Jonghyun buat. Hingga ia bisa masuk dengan mudah dihati Jonghyun.

Kini mereka tak lagi bersama, entah kesalahpahaman seperti apa yang membuat gadis manis itu meninggalkan Jonghyun yang begitu tulus mencintainya. Jonghyun yang bisa berubah menjadi sosok hangat dan periang kini kembali menjadi sosok yang sangat dingin dan semakin tidak karuan.

Ia bukan tipikal pria yang akan memanfaatkan kekayaan yang ia miliki untuk bersenang – senang dengan para gadis. Pria itu cenderung menjauh. Ia menjadi sosok yang sangat individualis.

“kemarin aku bertemu dengan seorang gadis, dia terlihat mirip denganmu Yura. Entah kenapa aku tergerak untuk menolongnya. Apa kau sehat Yura? Aku sungguh merindukanmu.” Tanpa rasa malu air mata itu menetes membasahi pipinya.

Sampai saat ini ia belum pernah menemukan Yura. Yura hilang bak ditelan bumi.

“kau dimana Yura? Ini sudah empat tahun kau meninggalkanku. Kembalilah.” Gumamnya sarat akan luka.

 

Sebuah suara deringan ponsel mengejutkannya. Dengan cepat ia mengusap pipinya yag basah. Dan menetralisir suaranya agar tak terdengar aneh.

“yoboseyo Jonghyun-ssi, ini aku Seohyun yang kemarin ditaman.” Kata gadis itu diseberang.

“ahh, ya wae?” Tanya Jonghyun tanpa basa – basi.

“aku menerima tawaranmu kemarin. Aku mau menjadi sekertarismu. Tapi ada syaratnya?”

“syarat?” ia menaikkan alisnya bingung. Bukankah gadis itu akan bekerja padanya. Kenapa ia yang meminta syarat?

“aku hanya ingin kau memperbolehkanku kuliah hari sabtu dan minggu otte? Bagaimanapun juga aku harus tetap kuliah.” Jelasnya panjang lebar.

“baiklah, besok datanglah kekantorku. Aku akan menunjukan pekerjaanmu.”

“arraseo, gomawo.”

“ehmm.. cheonmaneyo.”

 

Jonghyun teringat akan Seohyun. Gadis yang ia temui tengah menangis ditaman sendirian. Ia yang sejatinya pria individualis awalnya mencoba membiarkannya. Tapi lama – kelamaan pria itu tidak tega membiarkan gadis itu menangis sendirian. Ia mendekati gadis itu dan dengan sukarela ia menjadi pendengar yang baik untuk gadis itu.

Ia tersenyum kecil saat menyadari ada yang aneh dengan dirinya. Ia bukan tipikal pria yang suka ikut campur tapi kenapa pada gadis yang bernama Seohyun, seolah ia sangat ingin membantu? Apa karena ia terlihat mirip dengan Yura? Ia mendengus lagi – lagi Yura yang menjadi ujung dari segala yang ia pikirkan.

“lagi – lagi kau yang menjadi ujung pikiranku Yura, kau terlalu dalam masuk dihatiku.” Ia mengelus figura itu.

 

*****

 

Seohyun tengah termenung dalam kesendiriannya. Ia menatap langit yang dihiasi awan gelap. Seperti hatinya yang saat ini tengah terluka. Bahkan langit seolah merasakan apa yang ia rasakan.

‘eomma appa, seandainya saja kalian masih bersamaku. Aku sungguh tak tahan harus hidup seperti ini terus.’ Air matanya menetes. Ia tidak menghapusnya. Kali ini ia telah membulatkan hatinya. Ia ingin menangis, dan ini akan menjadi tangisan terakhirnya.

Ia menangis dalam diam, menangisi keadaannya, menangisi hidupnya, menangisi kisah cintanya yang harus ia kubur dalam – dalam tanpa sempat memulai.

“aku akan melepaskan perasaan ini Kyuhyun oppa, aku akan membiarkanmu terbang jauh dan berusaha untuk melupakanmu.” Gumamnya.

Adiknya mendengar, Jino sedari tadi belum tidur. Ia mendengar Seohyun yang menangis sesenggukan meski sangat pelan, malah terdengar pilu ditelinganya. Ia menatap sendu pada kakak perempuannya. Ia sudah tahu lama jika diam – diam kakak perempuannya menyukai pria yang ia mintai pelukan dua tahun yang lalu. Saat ia kehilangan neneknya.

‘jangan menangis noona. Aku selalu bersamamu. Aku janji akan menjadi yang terbaik untukmu.’ Gumam Jino dalam hati. Ia mendekati kakaknya.

“noona belum tidur?” Tanya Jino hati – hati. Seohyun tidak menghapus sisa – sisa air matanya yang telah mengering.

“Jino-ya, bolehkah noona memelukmu?” Tanya Seohyun lirih. Tanpa menunggu lama Jino meraih tubuh noonanya dengan mudah. Ia memang lebih tinggi dari noonanya. makanya dengan mudah ia merengkuh tubuh rapuh noonanya.

“noona rindu appa dan eomma Jino-ya,” kata Seohyun. Jino semakin mengeratkan pelukannya pada Seohyun.

“nado,” jawabnya singkat.

“jangan marahi noona jika noona menangis Jino-ya. Noona janji ini akan menjadi yang terakhir.” Jino merasa bahunya basah.

“gwenchana, aku tak akan marah pada noona. Menangislah noona, tapi janji tidak ada lain kali untuk menangis. Arraseo.” Kata Jino menasehati.

“emm, gomawo Jino-ya. Noona bangga punya adik sepertimu.”

“aniyaa, aku yang bangga punya kakak seperti Seohyun noona. Noona yang terhebat.”

 

****

 

Seo Jino, adalah adik dari Seo Joohyun. Ia sangat pendiam dan juga dingin. Ia bukan tipikal orang yang mendekati banyak gadis. Meskipun ia termasuk dalam jajaran pria tampan disekolah. Ia sama sekali tidak tertarik dengan gadis.

tumblr_lxn5hdw2as1r3zbxgo1_250

 

Hampir sama dengan kakaknya. Ia terlalu lurus, selalu berpikir berulang – ulang kali akan sesuatu. Ia tidak punya keluarga selain kakaknya. Makanya ia selalu berusaha menjadi yang terbaik.

 

 

Ia seperti kakaknya, bermata indah dan senyum yang menawan. Ia banyak dikejar para gadis disekolahnya. Tentu saja, ia anak yang pintar akademik dan  juga popular. Ia ikut dalam klub basket yang selalu diajukan bertanding dengan klub basket luar sekolah. Meskipun begitu ia hana dekat dengan dua orang yaitu Ahn Jaehyun, dan Taeyong.

 

Ia tengah bersama kedua temannya diperpustakaan, kedua temannya sejak tadi selalu mengeluh ingin kekantin tapi dengan santai Jino menolaknya.

“ayolah Jino-ya, aku sangat lapar.” Rengek Jaehyun.

“kalian saja, aku harus menyelesaikan tugas rumahku. Karena sepulang sekolah aku sibuk.”

“yaa, sibuk apa eoh? Kau mau berkencan dengan Krystal?” tebak Taeyong. Jino melotot horror. Ia paling tidak suka ketika ada yang menyangkut – pautkan dirinya dengan seorang gadis.

“aku bahkan tidak mengenalnya. Jangan mengada – ada. Pergilah, kau bilang lapar tadi.” Usir Jino membuat kedua temannya takut. Yaa salah siapa mengganggu singa yang tenang.

Kedua temannya pergi meninggalkan Jino dengan menggerutu.

“Jino itu kenapa sih? Dingin sekali kepada kita?” Jaehyun menggerutu, Taeyong hanya tersenyum dengan tingkah laku Jaehyun yang seperti anak kecil.

“Sudahlah Jae-ya, Jino pasti punya alasan melakukannya. Daripada berpikir tentang itu kajja makan. Aku juga lapar,hehehe” Taeyong nyengir kuda.

“kau ini,,”

 

 

*****

 

Seohyun sudah mulai bekerja diperusahaan Hong Jonghyun. Ia kira ia akan kesulitan karena umurnya masih muda. Tapi nyatanya pria itu mampu membuat Seohyun beradaptasi dengan mudah. Ia juga diperbolehkan tetap kuliah dihari sabtu dan minggu. Ia bersyukur bertemu pria baik seperti Hong Jonghyun.

Saat istirahat Jonghyun mengajaknya makan bersama dikantin. Ia sebenarnya canggung, karena banyak mata mengarah kepadanya dengan pandangan tidak suka.

“ckk,, kau sangat dikagumi banyak perempuan disini.” Gumam Seohyun lirih tapi Jonghyun masih bisa mendengarnya. Jonghyun tersenyum.

“jangan – jangan kau salah satunya.” Sahut Jonghyun. Seohyun tertawa kecil.

“kau terlalu terang Jonghyun-ssi. Aku silau hanya melihatmu.” Sahutnya menanggapi guyonan Jonghyun.

“sudah, kajja kita pesan makanan.

“ehhmm, ne kajja.”

 

*****

 

Jino menggantikan Seohyun kerja dicafe sepulang sekolah. Ia tidak merasa keberatan dikala teman – temannya asik bermain kesana kemari. Ia lebih memilih menghabiskan waktu untuk hal yang bermanfaat. Ia segera berganti pakaian dan mulai bekerja.

Jino bukan pria ramah, ia sangat amat dingin. Seorang gadis menatapnya dengan tersenyum. Gadis itu Krystal, gadis kaya yang cantik dan sangat tergila – gila dengan Seo Jino. Namun sayang, pria itu tak pernah menanggapi dengan serius segala perhatiannya.

Krystal tahu kehidupan Jino, Jino yang yatim piatu dan hanya memiliki seorang kakak perempuan. Jino yang pandai dalam segala mata pelajaran maupun olahraga, Jino yang sama sekali tak pernah memikirkan dirinya. Ia sedikit sakit dengan pernyataan terakhir. Dia sangat sadar akan hal itu. Tapi sama sekali gadis itu tak ingin berhenti menyukai Jino.

Krystal adalah oppositenya Jino. Krystal itu gadis manis, ramah, kaya tapi tidak sepandai Jino. Gadis itu cenderung kekanak – kanakan. Melakukan sesuatu dengan sesuka hatinya, ia saja tak pernah masuk dalam sepuluh besar. Bagaimana bisa otaknya disandingkan dengan otak Jino yang cerdas. Sama sekali tidak pantas.

Tapi, rasa suka siapa yang bisa menahannya? Bukankah itu benar adanya?

 

“andai saja kau adalah kekasihku Jino-ya,” gumamnya. Ponselnya bordering.

“yoboseyo oppa?”

“…”

“keapartemenmu? Untuk apa?”

“….”

“ckk, selalu seperti itu, arraseo oppa. Aku akan pergi keapartemenmu nanti.”

“…”

“ne.”

Krystal menaruh ponselnya ditas. Barusan kakak sepupunya menghubunginya dan minta bertemu dengan pria itu. Pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran kakaknya sampai ia harus menemui pria itu.

 

****

“ada apa oppa? Sepertinya kau sangat gelisah?” Tanya Krystal yang baru saja sampai diapartemen kakak sepupunya. Kakak sepupunya hanya diam saja. Krystal semakin panic, ia mendekat dan menyentuh dahi kakaknya dengan tangannya.

“aniya, nan gwenchana. Hari ini aku sudah mempunyai sekertaris baru. Jadi kau tidak usah mencarikan aku.” gumamnya santai. Gadis itu melotot kesal. Ia kira ada sesuatu yang sangat mendesak ternyata,

“kenapa tidak bicara langsung saja diponsel tadi.” Gerutu Krystal. Jonghyun tersenyum, dari semua anggota keluarganya. Ia memang sangat dekat dengan adik sepupunya itu. Bahkan melebihi ia dekat dengan ibu kandungnya sendiri.

“ck, ada apa dengan wajahmu itu? Kau ditolak Jino lagi?” tebaknya. Gadis itu memberikan tatapan mata yang tajam pada kakaknya.

“siapa yang ditolak. Aku saja tidak melakukan apa-apa padanya.” Krystal berkilah.

“arraseo, apa dia masih menghindarimu?”

“Yaa, siapa dia berani menghindariku. Oppa tidak tahu puluhan pria bahkan mengejarku. Untuk apa dia menghindariku. Kenal saja tidak.” Gadis ini masih tidak mau kalah dengan oppanya.

“lalu, buku harianmu itu Jino oppa saragnghae!” Jonghyun menirukan tingkah para gadis yang beraegyeo saat menyatakan perasaan mereka. Krystal marah. Ia memukulinya dengan membabi buta.

“yaa, Krystal-ya, ampun,, ampun.. ini sakit.” Jonghyun berusaha menghindar, tapi dia tidak tahu saja. Para gadis ketika marah sangat mengerikan dibanding seekor harimau sekalipun.

“rasakan”

 

*****

Yoona menatap sendu foto yang ia genggam saat ini. ia sangat mrindukan orang tua kandungnya. Meskipun ia tidak tahu kenapa ayah dan ibu kandungnya sampai menitipkannya dipanti asuhan. Kyuhyun memandangnya sendu. Tanpa diberitahu pun Kyuhyun sudah paham jika kekasihnya pasti memikrkan kedua orang tuanya.

Ia mendekati kekasihnya perlahan. Lalu melingkarkan kedua lengannya pada tubuh mungil kekasihnya.

“kenapa melamun hmm?” Tanya Kyuhyun. Yoona mengeratkan pelukan Kyuhyun dengan menumpukan kedua tangan diatas tangan Kyuhyun.

“aku merindukan eomma dan appa. Apakah mereka masih hidup aku bahkan tidak tahu jelas.” Ucapnya lirih. Siapapun akan iba mendengar gadis manis sepertinya berkata demikian pilu.

“kita harus berdoa untuk kedua orang tuamu. Bagaimanapun mereka juga akan menjadi orang tuaku.” Jawab Kyuhyun mantap. Yoona menatap kekasihnya tak percaya.

“a..apa maksud oppa?” Tanya Yoona gugup.

“maukah kau menikah denganku?” Kyuhyun menatap tepat pada manic mata Yoona. Yoona melepaskan pelukan Kyuhyun dan menatap balik Kyuhyun.

“apa aku tidak salah dengar?” Kyuhyun merengut manja.

“wae? Apa kau tak percaya padaku? Aku serius ingin menikah denganmu. Kau tak mau menikah denganku?” Tanya Kyuhyun beruntun.

“aniya, tapi, bagaimana dengan orang tuamu? Adikmu bahkan enggan berbicara padaku?” Yoona menunduk. Kyuhyun memeluknya.

“Sohee memang seperti itu. Appa dan eomma biar jadi urusanku. Fokuslah pada orang tuamu.”

“aku takut keluargamu tak menerimaku. Bukankah appamu sangat keras?”

“batu yang keraspun akan hancur saat terkena air terus – menerus.” Ucap Kyuhyun penuh makna.

“tak perlu mengkhawatirkan aku. aku mencintaimu makanya aku ingin mengikatmu dalam sebuah ikatan yang sah. Meski sekarang kau sudah menjadi milikku. Aku ingin mengikatmu untuk selamanya.” Sambungnya. Yoona merasa seperti terbang kelangit ketujuh mendengar semua ucapan Kyuhyun yang terasa bagai oase untuknya. Ia tersenyum.

“aku mau.” Jawabnya malu – malu.

“apa aku tidak dengar. Ulangi.” Pinta Kyuhyun.

“aku mau.” Jawab Yoona agak keras.

“mau apa?” Tanya Kyuhyun pura – pura polos, menghilangkan suasana yang tadinya romantic menjadi penuh lelucon.

“yaa. Kau mengerjaiku ya!” bentak Yoona. Ia sebal dengan Kyuhyun. Pria itu bahkan sudah membuat kinerja jantungnya sama sekali tidak baik. Dan pria itu dengan seenak hatinya bertanya seolah ia tidak tahu apa – apa.

Dorong saja pria itu kedalam jurang.

“hahaha, aku bercanda sayang. Saranghae,” ucap Kyuhyun. Yoona mendongak

“Nado saranghae oppa.” Kecupan indah mendarat dibibir Yoona, Kyuhyun tersenyum memandang kekasihnya.

 

Sohee baru saja pulang dan ia dengan sengaja mengintip kegiatan kakaknya dengan Yoona, satu sisi ia tidak bisa melihat Kyuhyun bersama Yoona, tapi melihat bagaimana wanita itu selalu bisa membuat kakaknya tersenyum padahal kakaknya adalah pria yang dingin, membuat ia berpikir. Betapa berharganya Yoona untuk kakaknya. Ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

Mengistirahatkan tubuhnya yang lelah keranjang sambil memejamkan mata. Ia teringat akan Seohyun. Dengan segera ia menagmbil ponsel dan menghubunginya.

“Yoboseyo Seohyun-ah.”

“ne waegeure Sohee-ya?” Tanya Seohyun.

“aniya, aku kira kau melupakanku, bagaimana pekerjaanmu dikantor huh? Apa kau tidak lelah?” Tanya Sohee. Seohyun diseberang tertawa kecil. Sahabatnya sangat protektif sekali padanya.

“yaa, kenapa kau tertawa.” Bentak Sohee.

“aku baik – baik saja Sohee-ya. Sepertinya kau sangat merindukanku eoh. Apa kau benar?” Tebak Seohyun.

“yah, kau selalu tahu tentang aku. aku merindukanmu. Besok hari sabtu kan, kau masuk kuliah kan?”

“tentu saja.”

“apa bossmu orang baik?” tanay Sohee hati – hati. Ia tidak mau Seohyun berpikir yang tidak – tidak padanya.

“baik, aku bahkan sedang makan malam bersamanya, setelah bertemu client tadi.”

“apa dia tampan?” Seohyun menaikkan satu alisnya. Kenapa Sohee bertanya seperti itu.

“lumayan.”

“ohh yasudah kalau begitu, aku tutup ya, aku mau mandi.” Sohee menutup ponselnya sebelum Seohyun mengatakan sesuatu.

“siapa yang menghubungimu?” Tanya Jonghyun.

“sahabatku,”

“namja?”

“aniya, yeoja.”

“sepertinya dia sangat mengkhawatirkanmu.” Tebak Jonghyun. Ia memasukkan daging kemulutnya.

“ya, besok aku kuliah, tidak apa kan?” Jonghyun menatapnya tersenyum.

“tentu saja. Aku bisa menghandle nya. Bagaimana dengan namdongsaengmu?”

“baik, ia menggantikanku kerja dicafe sepulang sekolah.”

“memang adikmu kelas berapa? Sekolah dimana?” Tanya Jonghyun penuh keingintahuan.

“baru kelas satu, Seoul High School.” Jawabnya santai,

“jeongmal, adikku juga sekolah disana.” Jawabnya antusias.

“adikmu? Bukankah?”

“adik sepupuku. Namanya Krystal. Adikmu siapa namanya?”

“Jino, Seo Jino.” Jonghyun terdiam. ‘bukankah pria yang disukai Krystal namanya Jino?’ pikirnya.

“Jonghyun-ssi, gwenchana?” tanay Seohyun, karena Jonghyun terlihat melamun.

“gwenchana, jangan seformal itu padaku. Anggap aku temanmu.”

“bolehkah?” Tanya Seohyun ragu.

“tentu saja, panggil aku oppa, aku dua tahun lebih tua darimu.”

“arraseo Jong, ahh oppa. Heheehe”

“kalu lucu sekali Hyun.”

 

tbc

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

8 thoughts on “HIDDEN LOVE PART 3

  1. Ada peningkatan pd hubungan seo dgn jonghyun itu bagus ya walau hati mereka msh pd seseorang yg tak bsa dgapai tp q harap mereka bsa bersama.

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s