Posted in Uncategorized

HIDDEN LOVE Part 10

Author                  : Lestari Choding.

Genre                    : sad and romance

JJS                           : twitter @chodingcho97 facebook Lestari Cho

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                       : annyeong!!!! Apakah ada yang nungguin ane? 🙂 kalo nggak ada nggak papa kok XD . ohh apa ane terlalu cepet post epep ya udeh sampai part 10 ajeh :D. btw gomawo yaa buat readers yang sudah ninggalin jejak kaki ehh maksudnya jejak komen buat ane.. sangat berarti. 😀

 

Oya part ini udeh mulai tahap konflik yang sebenernya. Tentang pertanyaan2 readers yang kagak ane jawab kemungkinan juga bakal kejawab dipart ini.. dan kira2 ada yang udeh bisa nebak konfliknya belum yeth xixixi…

Mungkin part yang cukup membosankan tapi ane udeh persiapin SKM dinext part sesuai keinginan readers. Yaa kalau part sebelum2nya kan masih pemanasan. Jadi yaa nggak langsung banyak biar feelnya ada,. Typo selalu ada entah mata ane nggak nangkep tuh typo nangkring dimane..

 

Ide punya ane sendiri.. No Plagiat!! ANTI-SEOKYU You have to go out from here..

 

 

HAPPY READING^^

 

Previous part

“waeyo?” Kyuhyun menatapnya khawatir.

 

 

“apa kau tahu dimana Toko Hewan?”

 

 

Hidden Love Part 10

 

 

 

Lets story begin..

 

 

“yaa, apa kau tahu?” Tanya seohyun harap – harap cemas.

 

 

“aku tahu, temanku penyuka hewan, tapi aku tak tahu apakah tempat itu masih buka atau tidak,” Kyuhyun tidak yakin akan jawabannya sendiri. Membuat raut wajah Seohyun berubah sendu.

 

“tapi tidak ada salahnya kita mencari kan? Kajja kuantar.” Tanpa sadar Kyuhyun menarik tangan Seohyun. Hal kecil itu membuat Seohyun benar – benar seperti mendapat jackpot besar. Ia bahkan tidak berani memimpikan ini selama tujuh tahun terakhir.

 

 

‘apakah ini adalah sebuah jalan untukku Tuhan? Tolong tuntun hatinya padaku Tuhan’ doanya.

 

 

At the Place

 

 

“woaa kucingnya indah sekali..” Seohyun memegang kucing berwarna cokelat terang dengan bulu yang lebat namun lembut. Ia mengelus sayang pada kucing itu. Membuat senyum bibir kyuhyun tertarik keatas.

 

 

“kau menyukainya?” Tanya Kyuhyun.

 

 

“ya, aku sangat suka,” seperti mendapat mainan baru Seohyun sama sekali tak menatap Kyuhyun.

 

 

“kenapa tak membelinya?” tiba – tiba Seohyun hentikan elusannya pada kucing itu. Ia menatap kedepan.

 

 

“tidak, aku tidak memerlukannya.” Sahutnya cepat. Membuat Kyuhyun bingung.

 

 

“kita sudah menemukan kucingnya kan. Kajja kita pulang” ajak Seohyun. Meski bimbang Kyuhyun hanya menurut saja. Sebelum pulang ia mendekati penjaga toko tersebut sambil mengatakan sesuatu dengan berbisik. Penjaga itu hanya mengangguk.

 

 

 

“terimakasih sudah mengantarku Kyuhyun-ssi aku berhutang budi padamu.” Kata Seohyun setelah sampai apartemennya.

 

 

“jangan sungkan aku suka mengantarmu. Aku yang harusnya berterimakasih padamu mau menemaniku.. aku pulang dulu ya, annyeong.”

 

 

“hati – hati ne..”

 

 

“arraseo.”

 

 

 

****

 

 

 

Seorang pria menatap khawatir pada sosok paruh baya yang tengah terbujur tak berdaya diranjang rumah sakit.

 

 

“sudah berapa lama abeoji mengidap penyakit ini eomma?” Tanya pria itu Hong Jonghyun. Ibunya mengusap kasar wajahnya. Ia sangat putus asa sekarang.

 

 

“sudah setahun belakangan ini. Ayahmu hanya ingin kau tak khawatir padanya. Makanya ia merahasiakan ini darimu.” Jawab ibunya.

 

 

“apa menurut eomma ini baik? Aku merasa menjadi anak yang tidak berguna. Haha, aku benar – benar tak berguna.” Jonghyun menjabak rambutnya sendiri. Seseorang membuka pintu dengan tergesa.

 

 

“eommonim bagaimana keadaan.. abeoji?” wanita itu tampak terkejut. Sama dengan Jonghyun. Tentu saja, bagaimana bisa dia bertemu wanita itu disini? Astaga jangan katakan…

 

 

“bagaimana kau..? Jonghyun menatap marah pada ibunya. Sungguh, jika pemikirannya benar, maka ia berjanji akan sangat marah pada kedua orang yang sudah ia anggap pahlawan dalam hidupnya.

Wanita itu hanya menunduk. Tidak, ia tidak berani menatap pria yang sudah ia tinggalkan beberapa tahun yang lalu. Astaga kenapa sangat menyakitkan seperti ini.

 

 

“eomma, jika pemikiranku ini benar. Aku akan sangat membencimu.”

 

 

“aniya Jonghyun-ssi,”

 

 

“kau diam! siapa yang menyuruhmu bicara?” wanita itu langsung menunduk saat ia dibentak oleh Jonghyun.

 

 

“kau benar, aku yang menyuruhnya pergi dari sisimu. Semua kulakukan untuk kebaikanmu…

 

 

 

“kebaikan? Kebaikan macam apa ini? Hah, aku menyesal pergi keJepang.” Jonghyun segera angkat kaki dari ruangan VIP itu.

 

 

“eommonim,” panggil wanita itu.

 

 

“temuilah dia, ini sudah saatnya kau kembali padanya. Maaf karenaku dan ayah Jonghyun kalian berpisah. Maaf.” Ibu Jonghyun menitikkan air mata, wanita itu memeluknya.

 

 

“aniya eommonim, aku mengerti maksud eommonim. Aku akan menyusulnya sekarang.”

 

 

“pergilah..”

 

 

.

.

.

Wanita itu tampak menatap kiri kanan berharap ia masih bisa menemui pria yang sudah salah paham dengannya. Ia menatap pria itu, pria yang sedang duduk sendirian dikursi panjang. Ia menghela nafas sekarang. Saat ia menghembuskan nafas keluarlah kepulan asap. Tentu saja ini musim dingin.

 

 

 

“tidak baik pria tampan duduk sendirian dimusim dingin seperti ini. Kau bisa mati beku nanti. Kajja ikut denganku.” Ajak wanita itu.

 

 

“biarkan saja aku mati beku disini, apa pedulimu terhadapku. Pergilah aku benci melihatmu disini.” Kata pedas seorang Hong Jonghyun tak membuat wanita cantik itu segera pergi. Ia memilih duduk disamping Jonghyun.

 

 

`               “tidak apa kau membenciku, tidak apa, asal aku masih bisa melihatmu baik – baik saja, tidak apa.” Jawab wanita itu terdengar rapuh dtelinga Jonghyun. Jonghyun menatap malas pada wanita disampingnya. Wanita yang sudah mengobrak – abrik isi hatinya seenaknya, wanita yang sudah meninggalkannya tanpa pesan, wanita yang masih dirindukan Hong Jonghyun. Astaga, jika saja ia tidak marah dengan wanita disampingnya sudah dipastikan wanita itu akan tenggelam dalam pelukannya.

 

 

 

     Betapa Hong Jonghyun sangat merindukan Kim Yuranya,

 

 

“kau jahat Yura, kau yang meninggalkanku kenapa kau menempatkanku seolah akulah yang meninggalkanmu dengan kejam eoh!” bentak Hong Jonghyun.

 

 

“mian..”

 

 

“mian? Mian ? aku mencarimu selama 7 tahun Yura, kau membuatku tak bisa hidup dengan baik dan kau hanya. Kau memang hebat.” Jonghyun tertawa. Tawa yang sama sekali tak mengandung kebahagiaan. Untung saja musim dingin ini tak banyak orang yang keluar rumah. Bisa dipastikan semua orang akan menganggapnya gila.

 

 

Yura hanya menatap Jonghyun dengan mata yang berkaca – kaca, ia tahu dirinya salah. Seandainya saja ia jujur pada pria itu. Mungkin semua masih bisa diselamatkan. Hubungannya, cintanya dan prianya. Ia mengusap kasar wajahnya. Pria itu tak boleh tahu jika dirinya menangis.

“jika itu yang kau anggap benar. Anggaplah seperti itu. Dengan begitu kau akan puas membenciku.” Yura segera pergi dari sisi Jonghyun. Ia sudah tak bisa menahan segala rasa yang ia tahan selama ini. Ia butuh teman berbagi. Ia butuh Kyuhyun.

 

 

“yoboseyo Kyuhyun-ah..”

 

 

“…”

 

 

“ani, aku tidak menangis. Kau sedang apa?”

 

 

Other place

 

 

 

“aku baru saja sampai apartemen, bagaimana keadaan pamanmu?” Tanya Kyuhyun. Pria itu berusaha menjadi teman yang baik untuk Ahyoung.

 

“entahlah kurasa baik.” Jawaban wanita itu membuat Kyuhyun mengernyitkan dahi.

 

 

“apa kau belum menjenguknya?”

 

 

“belum..”

 

 

“Ahyoung-ah gwenchana?” Kyuhyun dapat merasakan jika sahabat wanitanya ini tidak dalam keadaan baik – baik saja.

 

 

“gwenchana, aku lelah sekali. Aku akan tidur sekarang sampai nanti.”

 

 

 

Kyuhyun menatap ponselnya bingung, ia merasa bahwa wanita itu tengah menyembunyikan sesuatu darinya. Meskipun wanita itu berusaha menutupi segalanya dari Kyuhyun. Tapi pria itu selalu tahu apa yang terjadi padanya.

 

 

.

.

.

 

 

Seseorang menarik lengannya dengan kasar dan menariknya masuk dalam mobil. Yura sempat menolak, tapi saat ia tahu siapa yang melakukannya wanita itu diam saja. Ia lebih memilih menatap jendela daripada menatap mata marah pria yang dicintainya itu. Ia tidak akan sanggup melakukannya.

 

 

Jonghyun membawanya masuk kedalam hotel. Sepertinya ini tempat pria itu menginap. Terlihat dari koper yang tergeletak dilantai.

 

 

“kau kira aku akan melepaskanmu lagi? Hanya dalam mimpimu.” Sinis Jonghyun. Ia menatap Yura dengan tatapan yang setajam pisau. Menurut Yura. Padahal dalam hati pria itu benar – benar ingin memeluk gadis itu.

 

 

“kenapa kau lakukan ini padaku? Apa kau tak cukup dengan hanya membenciku seumur hidup?” Yura memberanikan diri menatap Jonghyun.

 

 

“membencimu? Kau bilang membencimu?” Jonghyun menatap langsung manik mata Yura. Sedangkan gadis itu lebih memilih berpaling.

 

 

“ya, bencilah aku seumur hidupmu.” Kata Yura tegas tanpa menatap Jonghyun.

 

 

“jika aku bisa, sudah kulakukan sejak kau meninggalkanku.” Jonghyun menjauhi Yura.

 

 

“jika membencimu semudah itu sudah kulakukan sejak kau pertama meninggalkanku. Aku tidak akan merasa sesakit ini jika aku membencimu.” Air mata Jonghyun berlinang. Ia merosot dilantai. Hati pria itu terlalu rapuh sekarang. Untuk membuatnya berdiri saja tidak mampu.

 

 

Yura terkejut melihat Jonghyun menangis. Ia hanya mengenal jika Jonghyun adalah pria kasar nan egois. Ia bahkan tak pernah mementingkan orang lain. Hanya jika menyangkut Yura pria itu akan berubah menjadi lembut dan penyayang. Ia tak pernah tahu jika Hong Jonghyun menjadi serapuh ini.

 

 

“Jong..” Yura mendekati pria itu. Pria yang menangis dalam diam membuat ia tersentuh.

 

 

“aku bahkan tidak sanggup berpaling darimu selama bertahun – tahun. Aku terus menunggumu. Berharap suatu saat kau akan ingat untuk kembali padaku lagi. Aku mencoba meyakini itu. Hanya hal itu yang membuatku selalu bertahan dengan mencintaimu. Sekarang kau datang padaku menyuruhku untuk membencimu? Kau kira aku sanggup melakukan itu padamu? Kau kira aku sanggup?” Jonghyun berteriak saat mengatakan kalimat terakhir.

 

 

Dengan berani Yura memeluk Jonghyun dengan erat. Memeluk kepala pria rapuh yang ia tinggalkan. Ia juga hancur harus meninggalkan Jonghyunnya. Air matanya bahkan pecah saat mendengar pengakuan dari pria itu.

 

 

“kau seorang pria jangan menangis.” Goda Yura berusaha membuat Jonghyun berhenti menangis.

 

 

“jangan pergi Yura, kumohon jangan pergi lagi.” Jonghyun meracau. Yura semakin mengeratkan pelukannya pada pria itu.

 

 

“tidak, aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Aku janji, jangan cengeng seperti ini. Kau sangat tidak pantas melakukannya.” Jawab Yura. ia berjanji mulai detik ini ia tak akan meninggalkan pria itu meski mungkin dimasa mendatang akan lebih sulit dari sebelumnya.

 

 

Tuhan dengarkan doa sepasang kekasih yang baru bertemu kembali ini.

 

******

 

 

Jino menanti kepulangan kakaknya dengan harap – harap cemas. Sungguh, sebenarnya ia juga merasa tidak enak harus merepotkan kakak perempuannya. Tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin juga ia akan membelinya sendiri. Traumanya dari kecil membuat ia benar – benar phobia dengan hewan berbulu indah itu.

 

 

Cklekk..

 

 

“noona kau mendapatkannya kan?” Tanya Jino cepat saat melihat siapa yang datang.

 

 

“tentu, noona titipkan kucing itu diapartemen ahjussi didepan sana. Besok noona akan meminta seseorang mengantarkannya kerumah Krystal.” Seohyun menjawab pertanyaannya Jino dengan santai. Ia segera mendudukan diri disofa empuk.

 

 

Hari ini ia sangat lelah sekali. Meski begitu Kyuhyun membuat harinya berubah menjadi lebih berarti.

 

 

“noona, gwenchana?” Tanya Jino menatap noonanya khawatir.

 

 

“memangnya noona kenapa?” Seohyun balik bertanya pada Jino.

 

 

“err,, kau tampak aneh noona,”

 

 

“apa ada kotoran diwajahku?” ia segera meraba wajahnya serampangan. Sungguh, apakah ia meninggalkan bekas makanan disekitar wajahnya. Astaga ia baru saja menghabiskan waktunya bersama Kyuhyun. Pria itu bahkan tak mengatakan apapun. Sungguh keterlaluan. Batinnya.

 

 

“aniya, hanya saja noona tampak sedikit berbeda dari biasanya, noona tampak, yaa jika aku tidak salah, noona tampak bahagia, yaa semacam itu.” Kata Jino.

 

 

“jeongmal?” Seohyun tersenyum aneh. Jino mengerutkan dahinya. Kenapa noonanya makin aneh saja.

 

 

“apakah noona sudah makan?” Tanya Jino.

 

 

“sudah tadi bersama Kyuhyun-ss-i.” ia tampak menutup bibirnya dengan cepat. Jino tersenyum sepertinya apa yang baru saja terlintas dipikirannya memang benar.

 

 

“ahhh, apakah noonaku yang cantik ini baru saja berkencan? Dengan Kyuhyun hyung rupanya.” Goda Jino.

 

 

“Jino-ya, aniya.. ireokhe aniya.. yaa berhenti tertawa. Jino-ya..” Seohyun berteriak memanggil Jino. Sementara pria itu justru menggoda kakaknya dengan kalimat yang membuat Seohyun bersemu merah.

 

 

*****

 

 

Kyuhyun menatap khawatir pada ponselnya. Tidak, bukan pada ponselnya tapi pada seseorang yang baru saja menghubunginya. Ia menyebut gadis itu dengan sebutan Ahyoung. Sebenarnya nama gadis itu adalah Kim Yura, namun Kyuhyun lebih menyukai memanggilnya dengan nama Ahyoung.

 

 

Bukannya apa – apa, Kyuhyun memanggilnya Ahyoung karena itu memang panggilan khusus yang diberikan Kyuhyun untuk Yura. Ahyoung terasa lebih baik dibanding Yura. –menurut Kyuhyun-

 

 

“Ahyoung-ah gwenchana?” Tanya Kyuhyun sesaat setelah panggilannya dijawab.

 

 

“nan gwenchana, memangnya aku kenapa eoh?” jawab Ahyoung, gadis itu tersenyum. Ternyata Kyuhyun mengkhawatirkannya. Permulaan yang bagus untuk kesembuhan hati pria itu yang berusaha peduli dengan orang lain.

 

 

“yaa, kau kira aku tidak peka eoh.. kau tadi menghubungiku dengan suara parau seperti menangis. Dan sekarang kau menjawab pertanyaanku seperti itu? Hebat sekali.” Gerutu Kyuhyun.

 

 

“kau cerewet sekali Kyuhyun-ah..” kata Ahyoung.

 

 

“aku hanya berusaha menjadi teman yang baik untukmu. Hmm, Ahyoung.” Kyuhyun ragu, haruskah ia jujur pada sahabatnya jika tadi ia baru saja pergi dengan seorang gadis.

 

 

“ya ada apa?”

 

 

“ehm, aniya.. cepatlah pulang.”

 

 

“yaa ada apa denganmu eoh.. katakan padaku. Apa kau mulai ketakutan lagi atau semacamnya?” Tanya Ahyoung panic.

 

 

“aniya. Aku baik – baik saja, segeralah pulang. Nanti kujelaskan.” Flip.. kyuhyun mematikan panggilannya secara sepihak.

 

 

“dasar menyebalkan..” sungut Ahyoung.

 

 

“siapa yang menyebalkan?” Tanya Jonghyun yang baru saja keluar dari kamar mandi. Pria itu baru saja menyelesaikan ritual mandi dengan hanya menggunakan baju handuk.

 

 

“seorang teman.” Jawabnya.

 

 

“namja atau yeoja.” Tanya Jonghyun menyelidik.

 

 

“namja.” Jawab Yura enteng tanpa memperdulikan sorot mata Jonghyun yang memancarkan kecemburuan.

 

 

“apa dia kekasihmu yang lain?” Tanya Jonghyun lagi. Akhirnya Yura mendongak dan mendapati Jonghyun menatapnya tajam.

 

 

“astaga, tidak.. sudah kubilang ia seorang teman. Kau pasti akan kasihan jika kuceritakan kisahnya. Aku seorang psikolog wajar dia dekat denganku. Dia sedang dalam penyembuhan traumanya. Jangan cemburu arra.” Akhirnya Jonghyun tersenyum.

 

 

“baiklah, aku percaya padamu. Kau tidak mandi?”

 

 

“aku tidak membawa pakaian.” Yura merengut lucu.

 

 

“pakai bajuku saja. Aku membawa beberapa. Besok kita beli.” Sahut Jonghyun yang sedang membuka koper untuk mengambil pakaian.

 

 

“arraseo” akhirnya Yura pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Jonghyun tersenyum penantiannya selama 7tahun tidaklah sia – sia. Membiarkan hatinya terkunci hanya untuk satu nama..

 

 

 

Kim Yura selamat kau bisa membuka gembok hati Hong Jonghyun…

 

 

Selagi Yura mandi, ia teringat dengan seseorang. Sahabatnya selama tidak ada Yura disampingnya. Ia mengambil ponselnya lalu menghubungi gadis itu.. ini belum terlalu malam. Ia yakin gadis itu belum tidur..

 

 

“yoboseyo Hyun..” Jonghyun membuka percakapan.

 

 

“yoboseyo oppa, ada apa menghubungiku? Bagaimana keadaan orang tuamu oppa, mereka baik – baik saja kan?” Tanya Seohyun beruntun. Membuat Jonghyun tersenyum. Inilah alasan mengapa keberadaan gadis itu bisa diterima disamping Jonghyun.

 

 

Seohyun gadis baik nan polos. Ia bahkan tak sekalipun melihat gadis itu bersama pria lain selain dirinya dan Jino. Jonghyun pernah menanyakan kepada gadis itu. Kenapa ia tidak ingin mempunyai kekasih. Tapi gadis itu hanya menjawabnya dengan santai.

 

 

‘masa depan Jino lebih penting daripada kebahagiaanku oppa, saat ini aku hanya ingin focus terhadap apa yang sedang kukerjakan. Bukan masalah aku sendirian. Aku percaya Tuhan telah menyiapkan seseorang yang tepat untukku. Nanti, saat aku sudah bisa berpikir lebih dewasa.’

Jawaban Seohyun adalah motivasi Jonghyun tetap menunggu Yura, ia menganggap Seohyun sebagai penolong kekosongan hatinya. Bukan dalam artian memiliki perasaan lebih. Lebih kepada Seohyun adalah orang yang tepat untuk diajak berbicara.

 

“yoboseyo oppa,, kau masih disana?” Tanya Seohyun diponsel. Jonghyun terkejut. Astaga ia melamun.

 

“ne, mianhae aku melamun tadi.”

 

 

“gwenchana,, bagaimana keadaan orang tuamu oppa?”

 

 

“mereka baik. Abeoji sudah mendapat perawatan khusus. Tapi bukan itu poin pentingnya.” Guma Jonghyun. Membuat Seohyun mengernyitkan dahinya.

 

 

“kalau bukan itu lalu apalagi?”

 

 

“aku sudah bertemu dengannya Seohyun-ahh, terlalu rumit untuk dijelaskan tapi aku bahagia melihatnya lagi.”

 

 

“omoo,, jeongmalyo? Kau pasti sangat bahagia oppa. Apa dia menetap diJepang selama ini?” Tanya Seohyun.

 

 

“entahlah, aku belum menanyakan padanya. Dia baru saja mandi.”

 

 

“omoo, kau satu kamar dengannya oppa, jinjja nikahi dia dahulu baru kau bisa menyentuhnya. Astaga aku bicara apa. Tuhan maafkan aku.” Seohyun menggerutu tidak jelas membuat Jonghyun tertawa keras. Seorang gadis yang baru saja keluar dari kamar mandi menatapnya heran.

 

“berhentilah berpikiran yang negative tentangku. Kau kan tahu selama ini aku tidak berbuat macam – macam.” Sangkal Jonghyun.

 

 

“aku tahu karena kau tidak bertemu dengan Yura-ssi. Tapi sekarang kan kau bersamanya. Oppa, kau membuat kepalaku pusing.” Sungutnya.

 

 

“arra arra. Aku tidak akan macam – macam. Percaya padaku eo.. sudah dulu ya aku tutup.” Flipp,, panggilan terputus. Jonghyun membalikkan tubuhnya. Tadi ia menghadap kejendela kaca besar saat berbicara dengan Seohyun.

 

 

Saat ia membalikkan tubuhnya ia terkejut. Ternyata Yura sudah keluar dari kamar mandi. Gadis itu hanya mengenakan jubah handuk yang tersedia dikamar mandi.

 

 

“oppa, mana pakaiannya?” Tanya Yura.

 

 

“astaga aku lupa menyiapkannya. Sebentar aku ambil koper dulu.” Jonghyun mengambil koper lalu mencarikan baju yang cocok untuk Yura.

 

 

“tadi itu siapa oppa?” tanyaYura hati – hati. Ada sedikit rasa sesak saat ia melihat Jonghyun tertawa selepas itu. Apalagi tadi ia mendengar Jonghyun memanggil Seohyun? Apakah ia salah mendengar atau seseorang telah menggantikan tempatnya dihati pria bermarga Hong itu?

 

 

Jonghyun yang asih mencari pakaian tidak terlalu focus dengan apa yang ditanyakan Yura. Ia membolak – balik seluruh baju yang dibawanya. Tapi semuanya baju formal. Akhirnya ia memilih satu baju yang ia rasa cocok untuk Yura.

 

 

“oppa?” panggil Yura..

 

“ne, waeyo?” Jonghyun merasa air muka Yura berubah.

 

 

“tadi itu siapa?” Yura kembali mengulang pertanyaannya. Jonghyun merasa aneh. Apakah Yura merasa cemburu padanya? Benarkah?

 

 

“tadi itu sekertaris yang merangkap menjadi sahabat baikku.” Jawab Jonghyun santai.

 

 

“namja/yeoja?” Tanya Yura lagi. Ia merasa belum puas dengan apa yang dikatakan Jonghyun padanya.

 

 

“yeoja.”

 

 

“pasti dia cantik..” gumam Yura terdengar aneh ditelinga Jonghyun, ahh sepertinya sedikit mengerjai gadis ini boleh juga, ia mengeluarkan smirknya.

 

 

“tentu saja, aku saja selalu tergoda oleh tubuh indahnya.” Sahut Jonghyun. Sengaja memanasi Yura.

 

 

“ahh arraseo.”

 

 

“cha hanya ini yang kurasa cocok untukmu. Pakailah? Atau kau mau aku yang memakaikannya?” Jonghyun menggoda Yura. Gadis itu tampak salah tingkah. Lalu merebut kemeja putih panjang itu dari tangan Jonghyun.

 

 

 

Tak berapa lama gadis itu keluar hanya dengan kemeja yang Jonghyun berikan padanya tadi. Kemeja itu mampu menutupi setengah pahanya. Yaa Yura kan jauh lebih pendek ketimbang Jonghyun.

 

 

“apa ini buruk?” Tanya Yura.. Jonghyun menggeleng.

 

 

“boleh aku bertanya sesuatu padamu?” Yura menatap Jonghyun penuh Tanya.

 

 

“kau kuliah diLondon, tapi kenapa aku sama sekali tak bisa menemuimu?” Yura menatap Jonghyun tak percaya, benarkah Jonghyun tahu ia kuliah diLondon? Apa karena alasan itu juga Yura diperintah untuk kembali keSeoul oleh orang tua pria itu?

 

 

“apa ini juga termasuk rencana eommaku? Benarkah?” Tanya Jonghyun penuh harap. Bibir Yura mendadak kelu hanya untuk menjawab pertanyaan Jonghyun.

 

 

“apa yang membuatmu begitu mau menuruti perintah eommaku eoh. Tolong katakan padaku dengan jujur agar aku bisa menerimamu lagi tanpa rasa mengganjal dalam hati.” Yura mendongak menatap Jonghyun.

 

‘Mungkin ini saatnya aku berkata jujur padamu’ gumam Yura dalam hati.

 

“aku hanya tak ingin mengganggu konsentrasimu. Eommonim bilang kau mudah goyah. Hal itu juga yang menyebabkanmu tak mau melanjutkan perusahaan yang akan diwariskan padamu. Eommonim pikir akulah penyebabnya. Lalu eommonim mendatangi keluargaku. Aku yang tidak tahu apa – apa hanya bisa diam. Orang tuaku menyuruhku pergi keluar negri. Awalnya aku menolak keras, tapi orangtuamu membuatkan pilihan yang sulit bagi keluargaku. Mau tidak mau aku pergi keluar negri. Saat aku mengajukan sebuah syarat pada mereka, dan akhirnya mereka menyetujui syarat yang kukatakan,” Yura menjelaskan panjang kebar. Jonghyun masih belum paham

 

 

 

“syarat? Syarat apa?” Tanya Jonghyun.

 

 

“jika suatu hari kau menemuiku dan perasaanmu masih sama seperti dulu, maka mereka tidak boleh mengacaukan hal itu. Tapi jika kau sudah berubah dan menyukai gadis lain. Maka aku yang akan meninggalkanmu lebih jauh lagi. Itu syarat yang kuajukan kepada orangtuamu.”

 

 

“lalu kau tahu darimana jika abeoji sakit?”

 

 

“sebenarnya aku juga bingung dengan sikap orang tuamu padaku. eommamu melarang kita bersama tapi beliau selalu menanyakan keadaanku. Dan eommonim sendiri yang memberitahuku.”

 

 

“benar – benar hebat.” Geram Jonghyun. Yura memandang wajah Jonghyun yang tiba – tiba mengeras. Ia mengelus permukaan pipi pria itu.

 

 

“jangan membenci eommonim oppa, kau harus tahu, sejak kedua orangtuaku meninggal eomma dan appamu memperlakukanku seperti putri mereka sendiri.” Gumam Yura.

 

 

Jonghyun terperangah, benarkah kedua orang tua gadis itu sudah  meninggal? Seolah mengetahui apa yang dipikirkan Jonghyun Yura kembali bercerita.

 

 

“setelah aku kembali dari London, eomma dan appa ingin menjemputku dibandara. Saat perjalanan kebandara mereka mengalami kecelakaan beruntun yang berhasil merenggut nyawa kedua orang tuaku. Saat aku merasa sendiri eommonim menawarkan sebuah pelukan hangat nan menenangkan padaku. beliau berusaha membuatku tegar menghadapi semuanya. Dan mengatakan padaku bahwa aku boleh menganggap mereka sebagai orang tuaku. Dan kau tahu oppa apa yang dikatakan eommonim padaku?” Tanya Yura membuat Jonghyun menggeleng lucu bak anak kecil yang ditanya tapi tak tahu apa – apa.

 

 

 

 

“Yura-ya, mungkin karena sifatmu seperti ini yang membuat Jonghyun anakku sangat mencintaimu. Meski ia berada diLondon ia tidak pernah sekalipun melupakanmu. Eommonim berjanji kami tak akan memisahkan kalian lagi. Aku senang sekali mendengarnya, aku berusaha menanti kepulanganmu keKorea. Tapi tampaknya kau sulit meninggalkan London.” Yura mengerucutkan bibirnya lucu membuat Jonghyun tersenyum simpul.

 

 

 

“itu karena aku masih berharap bisa menemuimu disana.” Sahut Jonghyun santai.

 

 

“kau dengan sekertarismu itu..”

 

 

 

“kami tidak menjalin hubungan apapun. Kau boleh membuktikannya sampai diKorea nanti.” Jonghyun menyela pembicaraan Yura sebelum gadis itu merampungkannya.

 

 

 

“jeongmal?” Jonghyun mengangguk,

 

 

“sudah malam tidurlah..” Jonghyun hendak beranjak dari ranjang itu tapi Yura mencegahnya.

 

 

“oppa mau kemana?” Tanya Yura.

 

 

“tidurlah diranjang dan oppa akan tidur disofa itu. Kau tidak ingin aku menerkammu kan?” goda Jonghyun. Yura memilih menutupi dirinya dengan selimut. Menghindari tatapan nakal Jonghyun padanya.

 

 

“dasar  pervert” Jonghyun hanya tertawa.

 

 

******

 

 

Pagi ini merupakan pagi yang dingin bagi Seoul. Hujan salju membuat cuaca semakin tidak bersahabat. Meski begitu tidak menjadi sebuah alasan Seohyun untuk bermalas – malasan. Ia sudah selesai menyiapakan sarapan paginya bersama Jino. Tinggal menunggu adiknya keluar kamar dan mereka sarapan bersama.

 

 

“pagi..” sapa Jino..

 

“pagi, kau mau menemui Krystal?” Tanya Seohyun yang melihat Jino sudah berpakaian rapi.

 

 

“emm,, memastikan gadis bawelku telah menerima kucing itu.” Sahut Jino santai.

 

 

“sarapan dulu sebelum pergi.”

 

 

“arraseo..” tak berapa lama bel berbunyi. Membuat kedua orang yang sedang sarapan saling berpandangan.

 

 

“apa itu Krystal?” Tanya Seohyun.

 

 

“tidak mungkin, gadis itu bilang akan menungguku dirumahnya.”

 

 

“lalu siapa?” Tanya Seohyun bingung.

 

 

“biar kubuka pintunya terlebih dahulu.” Jino segera beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu. Ingin tahu siapa orang yang berani – beraninya menginterupsi kegiatan sarapannya bersama noonanya.

 

 

Saat ia membuka pintu Jino terdiam mematung. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya kali ini. Seorang pria yang ia mintai pelukan saat halmonienya meninggal. Cho Kyuhyun.

 

 

“Kyuhyun hyung..”

 

 

“annyeong Jino-ya,, bagaimana kabarmu? Lama tidak bertemu.” Sapa Kyuhyun ramah.

 

 

“aku baik hyung, emm, apa kau mencari Seohyun noona?” Tanya Jino.

 

 

“yaa,, aku ingin berangkat bersamanya.” Jawab Kyuhyun.

 

 

“masuklah hyung.” Jino membawa Kyuhyun masuk kedalam rumahnya.

 

 

“siapa yang datang Jino-ya? Ehh Kyuhyun-ssi, ada apa kau kemari?” Tanya Seohyun. Kyuhyun hanya tersenyum ramah. Jino meninggalkan mereka berdua dan melanjutkan sarapannya.

 

 

“aku ingin berangkat bersamamu. Cuaca hari ini cukup dingin. aku tidak ingin kau sakit.” Seohyun tercengang mendengar jawaban dari Cho Kyuhyun. Benarkah pria itu mengkhawatirkannya?

 

 

“ahh, geure. Apa kau sudah sarapan?” Tanya Seohyun sopan, Kyuhyun menggeleng.

 

 

“ahh, kajja sarapan bersama kami. Kami baru saja memulainya.” Ajak Seohyun, Kyuhyun hanya menurutinya.

 

 

“emm Jino-ya, apa kau sudah lulus kuliah?” Tanya Kyuhyun membuak percakapan. Jino berdeham sebentar.

 

 

“sudah hyung, aku tinggal melamar pekerjaan dirumah sakit. Sebenarnya aku sudah mendapatkannya hanya saja aku mulai bekerja minggu depan.”

 

 

“benarkah? Whoa, kau seorang dokter sekarang.” Kyuhyun memujinya membuat hati Jino menghangat. Sosok hyung yang diimpikan Jino ada didepan mata. Meski Jonghyun termasuk hyung yang baik. Tapi ia lebih dulu mengenal Kyuhyun meski itu hanya pertemuan singkat.

 

 

“gomapta hyung..ah noona aku harus pergi sekarang Krystal pasti sudah menungguku. Aku pergi ya,, hyung aku pergi dulu.” Pamitnya

 

 

 

“hati – hati Jino-ya,” pesan Seohyun.

 

 

 

Suasana berubah menjadi hening. Entah kenapa Kyuhyun maupun Seohyun nampak enggan berbicara. Sesekali Kyuhyun melirik Seohyun yang tengah menunduk. Ia merasa tak nyaman dalam situasi hening seperti ini. Mungkin saat bersama Ahyoung suasana hening adalah hal biasa tapi saat bersama Seohyun hening bukanlah yang ia inginkan.

 

 

 

“engg Seohyun aku sudah selesai,” kata Kyuhyun. Ia mengumpat dalam hati.

 

 

‘seharusnya bukan itu yang kau katakan bodoh.’ Umpatnya pada diri sendiri.

 

 

 

‘oppa kenapa kau selelet ini sih, bagaimana mungkin Seohyun akan tahu jika kau saja selelet ini.’ Gumam sebuah bayangan putih yang tak mungkin terdengar oleh siapapun.

 

 

 

“ahh arraseo aku akan membersihkannya.” Setelah membersihkan peralatan makan mereka berdua menuju basement dan masuk kedalam mobil Kyuhyun.

 

 

 

“apa Jonghyun-ssi belum pulang?” Tanya Kyuhyun memecahkan suasana hening.

 

 

“kurasa belum. Oppa belum mengatakan padaku rencana kepulangannya.”

 

 

“emm Seohyun-ssi, bisakah kau memanggilku oppa jika sedang tidak bekerja?” Tanya Kyuhyun cemas, ia masih terbayang mimpinya tadi malam.

 

 

 

FLASHBACK

 

Kyuhyun menyusuri jalanan yang tampak lengang, tak seorangpun berada ditempat itu. Membuatnya sedikit gugup dan takut. Tapi ia tidak berhenti, ia tetap jalan kedepan hingga sebuah cahaya yang sangat menyilaukan mata terlihat didepannya. Tak berapa lama cahaya itu berubah sedikit redup dan menampilkan sesosok yeoja yang selama ini ia rindukan. Istrinya.

 

 

 

“annyeong oppa? Bagaimana kabarmu?” Tanya bayangan itu, Yoona

 

 

“Yoona, kau disini..?” tanyanya heran.

 

 

“ck, kau selalu menyebalkan oppa, setiap kali aku bertanya padamu kau pasti menjawabnya dengan pertanyaan.” Yoona mengerucut lucu. Selalu cantik dimata Kyuhyun.

 

 

“aku baik, bagaimana denganmu?” Tanya Kyuhyun.

 

 

“aku benci mengatakan ini, tapi kau membuat hidupku sama sekali tidak berjalan baik oppa,” jawaban Yoona membuat Kyuhyun mengernyitkan dahinya tak mengerti.

 

 

“kau menahan kepergianku selama ini oppa, kenapa kau tak melupakan aku saja eoh, kau kan tampan pasti banyak yang ingin menjadi pendampingmu.” Gumam Yoona.

 

 

“benarkah?”

 

 

“eoh,, kau membuatku tertahan disisimu tanpa kau sadari, issh, carilah pasangan dan bebaskan aku oppa. Kurasa Seohyun cocok denganmu.”

 

 

“Seohyun?”

 

 

“eoh, asal kau tahu saja oppa.. gadis itu lebih mencintaimu daripada aku. Kau pasti menyesal ketika mengetahuinya nanti.” Yoona membuat Kyuhyun makin tidak mengerti.

 

 

“aku tidak mengerti maksudmu Yoona-ya, kau tahu aku bahkan hanya terlibat pekerjaan dengannya.” Sangkal Kyuhyun.

 

 

“tidak sesederhana itu oppa. Ada benang yang menghubungkan aku, dirimu dan gadis itu, kau harus temukan itu oppa, agar aku bisa pergi dengan tenang. Tertahan disisimu sama sekali tak menyenangkan.” Sungut gadis itu.

 

 

“lalu aku harus bagaimana?” Tanya Kyuhyun.

 

 

“hiduplah dengannya oppa, dia pantas mendapatkanmu. Dan kau akan tahu apa yang kumaksudkan tadi.” Bayangan Yoona makin lama makin jauh membuat Kyuhyun berteriak kencang, dan saat terbangun ia baru sadar jika itu hanyalah sebuah mimpi

 

 

 

FLASHBACK END ~

 

 

            “Kyuhyun-ssi neo gwenchana?” Tanya Seohyun saat melihat Kyuhyun melamun. Seketika Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

 

 

“ahh mianhae, aku hanya tengah berpikir.” Sangkal  pria itu. Seohyun hanya mengangguk tak bermaksud menanyakan lebih lanjut meski dalam hati ia sangat penasaran.

 

 

“bagaimana dengan permintaanku tadi Seohyun-ssi, maukah kau memanggilku oppa? Supaya kita tidak terlalu canggung.” Tanya Kyuhyun lagi.

 

 

“arraseo Kyuhyun oppa.” Seohyun tersenyum. Sedikit heran namun bahagia dengan sifat Kyuhyun yang mulai terbuka padanya. Ia pernah mendengar dari Sohee maupun Jonghyun bahwa Kyuhyun sangat berubah ketika istrinya meninggal.

 

 

Tak terasa mereka berdua sudah sampai dikantor tempat kerja Seohyun. Kyuhyun dengan sigap keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Seohyun.

 

 

“kau tak perlu melakukannya oppa.” Gumam Seohyun.

 

 

“tak apa aku senang melakukannya.. saat pulang biarkan aku menjemputmu Seohyun.”

 

 

“tapi..”

 

 

“kita berteman kan, baiklah aku segera pergi kekantor, sampai nanti Seohyun-ahh” kyuhyun segera melesat meninggalkan Seohyun yang masih tercengang dengan perubahan Kyuhyun yang ia rasa sangat aneh..

 

 

 

 

*****

 

 

 

Saat dikantor Kyuhyun berjalan santai. Semua orang tertunduk hormat padanya. Tentu saja ia adalah anak dari pemilik Cho Corps yang hebat ini. Kekayaan yang melimpah dan sikap yang disiplin membuat ia disegani diperusahaan.

 

 

Saat ia hendak masuk keruangan ayahnya ia mendengar ayahnya berteriak kepada seseorang. Pintu ruang kerja ayah Kyuhyun tidak tertutup rapat. Ia memilih menunda untuk menemui ayahnya dan hanya mendengarkan apa yang terjadi didalam sana.

 

 

“sampai kapan kau akan bersikap seperti ini pada putramu sendiri hah, kau sudah bersikap tidak pantas padanya sejak ia masih kecil. Kau bahkan hanya menyuruhnya seolah ia adalah robot yang bisa kau perintah semaumu.” Teriak seorang yeoja. Kyuhyun jelas mengenal suara itu. Itu suara eommanya.

 

 

“lalu apa yang harus kulakukan? Kau ingin aku bangga mempunyai seorang putra yang jelas – jelas hasil perselingkuhanmu dengan mantan kekasihmu.. begitu kah? Hebat sekali kau.” Sahut ayah Kyuhyun dengan tawa sumbang yang terdengar menakutkan ditelinga Kyuhyun.

 

 

 

‘anak hasil dari perselingkuhan? Apakah itu adalah aku?’ tanyanya dalam hati.

 

Yeoja paruh baya itu merosot kelantai dengan linangan air mata yang tiba – tiba saja muncul dipipinya. Rasanya sakit sekali.

 

 

“kau bilang kau memaafkanku dulu,” gumam eomma Kyuhyun.

 

 

“yaa sampai kutahu kau hamil padahal aku sama sekali tidak pernah menyentuhmu, aku menahan segala kesakitanku seorang diri. Aku menutupinya darimu. Karena aku tak ingin pernikahan kita hancur. Sebagai gantinya, aku menginginkan anak perempuan darimu yaitu Sohee.” Balas ayah Kyuhyun.

 

 

 

“kau bilang tidak menyentuhku?”

 

 

“ya, kau tak tahu jika saat itu aku telah menggunakan kontrasepsi saat melihat sikapmu berubah dalam beberapa bulan semenjak kau bertemu dengan Choi Seunghyun.”

 

 

Tangan Kyuhyun mengepal.. apakah sikap dingin ayahnya disebabkan oleh dirinya yang ternyata adalah anak dari eommanya bersama pria lain? Kyuhyun menahan diri.

 

 

 

“kau harus tahu, semua itu terjadi juga karena sikapmu padaku selama pernikahan kita.”

 

 

“kau masih bisa menyalahkanku lagi? Kau mengandung anaknya, bahkan saat kau masih menjadi istriku. Kau menyuruhku bersikap baik padanya? Menganggapnya sebagai anakku? Sampai matipun aku tak pernah sudi menganggap Kyuhyun adalah darah dagingku.” Perkataan ayahnya membuat hatinya mencelos. Tanpa sadar ia menjatuhkan beberapa berkas yang tadinya ingin ia berikan kepada ayahnya.

 

 

Sontak kedua orang yang tengah bertengkar hebat didalam ruangan itu menoleh.

 

 

“Cho Kyuhyun.” Gumam eommanya dengan perasaan bersalah yang amat besar dihatinya.

 

Tidak, putranya telah mendengar semuanya. Putranya mendengar apa yang telah ia tutup rapat sejak dulu. Kyuhyun, putra kebanggaannya. Ia pasti sangat terluka..

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

19 thoughts on “HIDDEN LOVE Part 10

  1. wah jadi kyu bukan ank kandung appanya kyu, duh ini bakal bikin kyu ngejauhin seo apa nggk ? semoga nggk.. terus itu tandanya si gembul udah suka kan sama si ubi ? atau blm ??
    di tunggu next partnya^^

    Liked by 1 person

  2. dari pulang kerja smp sekarang baru selesai baca smp part ini..
    mian saeng cuma comen di part 1 dan part ini karna aku penasaran sama ni ff aku tunggu kelanjutan ff ini dan ff mu yg lain ya dan yg paling ditunggu disaat seokyu bersatu 😄😄

    Liked by 1 person

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s