Posted in Cho Kyuhyun, Romance, SAD, Seo Joohyun, Uncategorized

FADED

faded

 

Author                  : Akira Cho

Genre                   : Sad, romance.

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Oneshoot

Note                      : annyeong Lestari comeback.. ada yang kangen sama aku nggak? Atau jangan – jangan Cuma kangen sama tulisan narsisku lagi hahahah XD XD. Kali ini aku bawa oneshoot terpanjang sepanjang aku nulis. Aku nggak tahu kenapa rasanya sulit banget nemu ide buat nuntasin ff oneshoot ini. aku nulis sejak tanggal 10. Dan baru selesai hari ini. astaga, aku bahkan lupa punya ff chapter yang pada gantung hihihi.. semoga kalian nggak muntah ya baca ff sepanjang kereta api ini 😀 😀

 

Ff ini terinspirasi dari lagu fadednya Alan Walker sama satu novel yang jadi favoritku. Kalian akan tahu sendiri kok kalo udah baca. Ini murni ide sendiri meski ada sama – samanya kayak novel tapi sumpah udah aku remake hampir di semua bagian.

 

Yang jelas ini ff sad. Jangan minta sequel karena aku nggak janji bisa bikin apa enggak. Aku masih punya oneshoot special lagi.

 

Typonya sangat banyak. Sampai – sampai aku males ngitungnya. Mending ngitung duit daripada ngitung typo kkkkeee

 

ANTI SEOKYU THIS IS NOT YOUR TERITORIAL. Awas saja bikin masalah.. >_<  okey cuap – cuapnya segitu aja,,

 

 

 

 

 

 

HAPPY READING

 

You were the shadow to my light

Did you feel us

Another start

You fade away

 

 

Prolog

 

“dia juga anakmu Hwan-ahh, bagaimana bisa kau tak mau bertanggung jawab atas anak ini? ini buah cinta kita..” ucap perempuan itu dengan suara parau. Saat ini sedang turun hujan yang begitu lebat ketika ia memaksa bertemu dengan pria yang berstatus suami orang namun dia adalah kekasih perempuan itu lebih dulu. Pria itu terdiam beberapa saat menatap nanar perut yang sedikit membuncit itu.

                           

                “tidak Sooyeonie, kau pasti salah. Mungkin saja dia bukan anakku. Mungkin saja dia anakmu dengan pria lain, bukan…

 

PLAKK,,,

 

                Perempuan itu dengan penuh keberanian menampar pria yang telah menyanggah semua yang ia katakan. Air matanya jatuh ketika penghinaan itu keluar dari mulut pria yang dicintainya. Bagaimana bisa seperti ini hah? Apa pria ini pikir dirinya begitu murahan?

 

                “kau bajingan brengsek Hwan-ahh aku tak menyangka kau akan sejahat ini..”

 

                “Mian Sooyeonie, Kyuhyunku bahkan baru bisa berjalan beberapa hari yang lalu. Aku tak mungkin meninggalkannya begitu saja.” Pria itu tidak ingin seperti ini. meski dia egois telah menodai gadis suci bernama Jung Sooyeon karena alasan klasik. Ia cinta tapi keluarganya tidak menerima itu. Sooyeon sempat mundur dan memilih pergi namun apa daya ketika pria dengan marga Cho di depannya itu merengek memintanya bertahan karena sebentar lagi ia akan menceraikan istrinya. Namun hingga setahun lebih semua itu tidak terjadi dan justru istri dari kekasihnya itu hamil hingga anaknya bahkan sudah bisa berjalan. Ini sangat menyakitinya. Begitu menyakitinya hingga rasanya ia ingin mati saja.

 

                “pergilah Sooyeonie, pergilah yang jauh dan lupakan aku. Mungkin tidak seharusnya kita berhubungan seperti ini. aku akan kembali pada keluargaku.” Pria itu berjalan menjauh setelah mengatakan semuanya. Sooyeon menatap kepergian pria itu dengan tatapan terluka yang amat dalam dia dibuang, setelah menyerahkan seluruh hidupnya dia di buang begitu saja bagai sampah. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengingat laki – laki itu lagi dalam hidupnya.

 

FADED

 

                Suara pintu di gedor – gedor itu tampak tidak mengganggu seorang pria yang masih saja terlelap meski waktu sudah menunjukkan pukul 7. Kyuhyun masih menyambangi mimpi erotisnya bersama gadis pujaannya. Benar – benar tidak berpikir untuk bangun sama sekali.

 

“Kyuhyun, bangun. Kau kuliah pagi kan.” Teriakan itu berasal dari eommanya. Ini bahkan sudah ketiga kalinya eommanya menggedor – gedor pintunya tapi Kyuhyun bak keledai tuli sama sekali tak menjawab. Eommanya menghela nafas kesal. Kenapa putranya susah sekali di atur huh?

 

“belum bangun?” Tanya pria paruh baya yang menjadi kepala keluarga itu. Eomma Kyuhyun memilih menggelengkan kepala daripada mengeluarkan sepatah kata untuk suaminya. Tuan Cho hanya mampu menatap sedih kepada istrinya. Sampai detik ini Kim Hanna sama sekali belum bisa memaafkannya. Memaafkan penghianatannya di masa lalu.

 

“Hanna-ya, apakah kau akan seperti ini terus padaku? Aku tahu aku salah dan aku menyesal. Kau lihat aku sama sekali tak pernah meninggalkanmu dan Kyuhyun.” Ucap pria paruh baya itu dengan putus asa ketika Hanna hendak melangkah menjauh. Tangan Hanna mengepal erat hingga terasa sakit matanya juga berkaca – kaca.

 

“kau memang tidak meninggalkanku dan Kyuhyun. Tapi kau meninggalkan wanita itu dalam keadaan hamil anakmu. Apakah kau punya hati? Saat kau bercinta dengannya pernahkah berpikir bahwa dia akan hamil dan menuntut pertanggungjawabanmu. Kau brengsek Hwan-ahh..” ucap Kim Hanna dengan penuh penekanan hingga pria paruh baya itu merasa tersakiti. Ia sangat tersakiti dengan ucapan istrinya itu.

 

“aku melakukannya demi dirimu dan Kyuhyun, aku hanya ingin menjaga pernikahan kita.” Tutur Sang suami dengan putus asa. Kim Hanna menatapnya tajam.

 

“omong kosong!!! Kalau kau memang berniat menjaga pernikahan kita kau tidak akan kembali padanya meski sudah menikah denganku. Kau bajingan egois Hwan-ahh, aku benci padamu.” Kim Hanna berteriak histeris ketika suaminya menyentuh lengannya

 

“jangan sentuh aku brengsek!!!” ucapnya kasar sambil melepaskan cengkeraman  suaminya. Suamnya menatapnya sendu. Ini adalah kesalahannya. Tak lama kemudian pintu kamar Kyuhyun terbuka lebar. Ini bukan pemandangan baru lagi bagi Kyuhyun.

 

“kau sudah bangun Kyuhyun? Segeralah mandi dan sarapan. Bukankah kau ada kuliah jam 8?” Kyuhyun mengangguk. Ia kembali masuk ke kamarnya dan bersender di balik pintu. Hatinya sakit melihat ayah dan ibunya bertengkar setiap hari. Ia tidak tahu pasti apa masalahnya namun ia tahu satu hal.

 

Ayahnya pernah menghianati ibunya dan mempunyai anak dengan perempuan lain.

 

FADED

 

                Kyuhyun sudah selesai bersiap dan segera makan sarapannya dengan cepat karena jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan lebih lima menit. Ayahnya sudah berangkat ke kantor. Yang ada hanyalah ibunya. Ibunya yang baik namun terluka hatinya. Kyuhyun sadar itu. Ibunya bahkan masih memikirkan anak yang di telantarkan oleh suaminya. Jika biasanya istri yang di hianati tidak akan berpikir tentang selingkuhan suaminya. Itu berbeda terbalik dengan ibunya. Ibunya sangat mencemaskan wanita itu dan anaknya. Bagaimana keadaannya sekarang, ia tahu ibunya memikirkan itu.

 

“Eomma..” panggil Kyuhyun lembut. Ibunya yang tengah berkutat di dapur hanya menjawabnya dengan deheman pelan.

 

“ada apa sayang?” Tanya ibunya. Kyuhyun memeluk ibunya dari belakang menyandarkan dagunya pada bahu ibunya.

 

“eomma tahu, eomma adalah eomma terbaik yang pernah Kyuhyun miliki. Jangan memikirkan hal yang membuat eomma menderita ya? Kyuhyun tidak suka melihat eomma menderita.” Ujar Kyuhyun tulus dari hatinya. Kim Hanna tahu meski Cho Kyuhyun adalah anak yang sulit di atur dan selalu bertingkah seenaknya tapi ia tahu satu hal. Hanya Kyuhyun yang menyayangi dan mencintainya dengan tulus.

 

“kita hanya perlu berdoa untuk wanita itu dan anaknya semoga mereka baik – baik saja dengan begitu eomma bisa tenang. Benar begitu kan eomma?” Kyuhyun menatap eommanya. Eommanya mengangguk.

 

“terimakasih sayang,” Kyuhyun memeluk ibunya sayang.

 

“jangan bertengkar lagi dengan appa eomma, Kyuhyun tidak suka mendengarnya. Jika memang tidak suka cukup diam saja. Aaraseo?” eommanya mengangguk.

 

“baiklah, kau berangkatlah. Bukankah kau masih harus menjemput gadis itu.” Kyuhyun nyengir karena malu.

 

“eoh,, aku akan menjemput Hyunnie sekarang.” Jawab Kyuhyun malu – malu.

 

“apa kau sudah mendapatkannya?” goda ibunya, Kyuhyun tersipu.

 

“belum eomma, dia begitu galak dan tertutup. Apalagi oppanya itu benar – benar..” ibunya tertawa. Tentu saja karena Cho Kyuhyun jatuh cinta dengan gadis yang begitu bertolak belakang darinya. Namun anehnya gadis itu mampu memikatnya begitu dalam.

 

“baiklah cha berangkat sebelum terlambat.”

 

“ne eomma, annyeong!!!” Kyuhyun segera menstater motornya menuju rumah gadis pujaannya selama beberapa bulan terakhir. Gadis pindahan dari Taiwan itu benar – benar membuatnya jatuh hati setengah mati.

 

FADED

 

                Kyuhyun datang kerumah gadis itu secepat kilat dan Seohyun tampaknya sudah menunggu dengan begitu sabar. Kyuhyun menyerahkan helmnya pada Seohyun dan gadis itu menerimanya tanpa banyak protes.

 

“pegangan ya Hyun, kau tahu kita sudah hampir terlambat.” Seohyun tidak menjawab dan memilih melakukan perintah Kyuhyun dengan patuh. Motor Kyuhyun melaju dengan cepat membuat Seohyun takut dan memeluk Kyuhyun dengan erat

 

Beberapa menit kemudian keduanya telah sampai di parkiran kampus Seohyun turun dari motor Kyuhyun dan tiba – tiba saja dia terhuyung. Beruntung Kyuhyun degan sigap menolongnya.

 

“gwenchana? Kau terlihat pucat?” Kyuhyun menatap Seohyun khawatir. Seohyun hanya mendesah lelah

 

“sepertinya aku sedang meriang. Entah kenapa kepalaku pusing sekali pagi ini.” jawabnay jujur. Kyuhyun menatap Seohyun sejenak kemudian dia mempunyai ide cemerlang.

 

“kajja ikut aku.” Belum sempat Seohyun bertanya kemana mereka akan pergi Kyuhyun sudah menarik tangannya dan tibalah mereka disini. Ruang kesehatan…

 

“kenapa kau membawaku kesini?” Kyuhyun menyuruhnya diam dengan isyarat. Pria itu sibuk mencari obat di dalam kotak yang tersedia. Sebutir aspirin ada di tangan Seohyun sekarang.

 

“kau pusing kan? Minumlah dan istirahat sejenak aku akan menunggumu..” Seohyun memicingkan matanya menatap Kyuhyun penuh selidik.

 

“jangan – jangan kau mau melakukan hal yang tidak baik padaku.” Tebak Seohyun sambil menatap tajam Kyuhyun. Kyuhyun terkejut.

 

“tidak Hyun, kau tahu itu. Aku hanya ingin kau sembuh dan bisa mengikuti kuliah untuk jam siang nanti. Kenapa kau begitu sulit percaya padaku?” Tanya Kyuhyun bingung. Seohyun melemaskan bahunya kemudian pandangannya berubah kosong.

 

“karena semua laki – laki sama saja..” ucapnya serak. Mata gadis itu berkaca – kaca mengingat sekelebat cerita yang pernah di ceritakan kakak laki – lakinya.

 

“aku tidak seperti itu.” Seohyun menatap Kyuhyun dalam. Kyuhyun tersenyum begitu manis pada Seohyun membuat gadis itu berdebar. Kyuhyun bawa tangan gadis itu menjadi satu dan membuat Seohyun benar – benar hanya menatap dirinya.

 

“kau tahu aku tidak seperti itu padamu. Apa perhatianku selama ini belum cukup? Apa penantianku selama dua tahun terakhir ini masih belum bisa meyakinkanmu jika aku memang berbeda?” Tanya Kyuhyun lembut namun mampu menyentuh titik terdalam dari hati Seohyun. Hati gadis yang sudah terluka sejak ia tahu rahasia itu.

 

“Kyuhyun aku…”

 

“ssstt,, jika kau memang belum bisa percaya padaku tak apa. Aku akan buktikan padamu bahwa aku memang berbeda” Kyuhyun menunduk. Tiba – tiba saja Seohyun meraih wajahnya dan memeluknya dengan erat meski ia takut terluka tapi ia tahu satu hal.

 

Cho Kyuhyun memang mencintainya. Mencintainya dengan tulus tepatnya…

 

FADED

 

                Sejak kemarin pagi setelah pernyataan cinta Kyuhyun yang tulus pada Seohyun semua berubah. Seohyun menerima Kyuhyun dengan baik. Tidak bersikap dingin dan tertutup padanya. Ia juga sangat senang ketika menyadari jika gadis itu memiliki rasa yang sama dengannya. Siang ini mereka berjanji akan makan siang bersama. Kyuhyun tidak ada kuliah pagi ini. karena Cho Kyuhyun sedang bersiap menghadapi sidang skripsi yang akan dilakukan bulan depan jadi ia punya banyak waktu untuk bersama seohyun

 

“sudah menunggu lama?” Seohyun tersenyum menggeleng. Kyuhyun menggandengnya dengan mesra seolah menunjukkan pada semua orang jika dirinya telah memiliki gadis itu sepenuhnya. Walau pada kenyataannya Seohyun belum mampu menjalin hubungan serius dengannya. Kyuhyun tidak marah, mungkin Seohyun memang butuh waktu untuk berpikir lagi.

 

“eomma membawakan aku banyak sandwich kau mau makan di kantin atau taman saja?” Tanya kyuhyun.

 

“di taman saja…”

 

“baiklah,, ayo…” tak lama kemudian Cho Kyuhyun dan Seohyun sudah sampai di taman kampus. Tempat yang rindang dengan rerumputan yang lembut. Sebenarnya ini sudah memasuki musim gugur tapi mereka lebih senang menghabiskan waktu disini daripada di kantin.

 

“makanlah..” Seohyun menerima sandwich itu dari tangan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum senang melihat itu. Dulu Seohyun hanya akan diam dan mengambil sendiri makanan itu tanpa banyak bicara kepadanya. Namun semua itu perlahan berubah. Seohyun mulai menerimanya.

 

“Kyuhyun, buka mulutmu..” pinta Seohyun lembut. Kyuhyun yang dari tadi menunduk mendongak menatap sandwich yang ada di tangannya. Ia segera membuka mulut lebar – lebar dan menerima suapan Seohyun dengan begitu semangat.

 

“kau kelaparan ya.” Ada senyum geli di wajah Seohyun Kyuhyun hanya mengangguk mengiyakan.

 

“aku tidak sempat sarapan..” raut wajah Kyuhyun berubah sedih.

 

“kenapa?” Tanya Seohyun penasaran. Kyuhyun hanya menggeleng. Ia tidak siap bercerita tentang keluarganya. Tentang ayah dan ibunya yang setiap hari bertengkar. Tentang seorang wanita yang di hamili ayahnya dan di tinggal begitu saja tanpa belas kasihan..

 

“tidak aku baik – baik saja..” Seohyun menghela nafas. Ia tidak memaksa Kyuhyun untuk bercerita lebih lanjut. Pria itu bisa menghormati dirinya sudah tentu dirinya harus menghormati Cho Kyuhyun bukan?

 

“Hyun, boleh aku bertanya padamu?” Seohyun mengangguk sambil mengunyah sandwichnya.

 

“kenapa kau sulit percaya padaku, bahkan setelah dua tahun lamanya kau baru bisa percaya padaku?” Seohyun berhenti mengunyah. Kyuhyun mengingatkan dirinya dengan cerita Donghae oppanya,

 

“aku bukannya sulit percaya padamu. Aku hanya.. yeah menjaga jarak dengan pria. Yah semacam itulah..” Seohyun berusaha mencari kata yang tepat.

 

“apa kau pernah terluka sebelumnya? Mungkin dengan kekasihmu yang dulu?” Tanya Kyuhyun hati – hati. Seohyun tersentak sedetik kemudian dia tertawa kecil.

 

“aku tidak pernah punya kekasih itu jika kau berpikir aku memiliki kekasih.” Sahut Seohyun dan menyesap minumannya.

 

“tidak pernah punya?” ulang Kyuhyun seolah tak percaya.

 

“aku hanya benci terhadap pria. Seseorang menyakiti ibuku hingga membuat ibuku membuangku begitu jauh darinya.. tidak, bukan membuangku tepatnya.. ibuku tidak mau menemaniku seperti kebanyakan ibu lainnya. Dan aku tahu saat Donghae oppa bercerita bahwa semua itu karena wajahku mengingatkannya pada pria yang pernah menyakitinya.” Seohyun tersenyum miris di akhir ceritanya.

 

“ibuku memilih menetap di luar negeri dan tidak kembali ke Korea. Dan jika ia merindukanku atau aku merindukannya ibu akan menyuruhku pergi ke sana.” Kyuhyun menatap sendu pada gadis pujaannya itu.

 

“jadi ibumu tak pernah pulang ke Korea?” Seohyun mengangguk membenarkan.

 

“sejak aku lahir aku sudah di rawat oleh Donghae oppa dan istrinya, Yoona unnie.. mereka sudah seperti orang tuaku sendiri. Ibu hanya akan menghubungiku dua bulan sekali itu jika dia ingat untuk menghubungiku. Jika tidak, yaa aku dilupakan.” Seohyun tersenyum tipis sudah merasa biasa dengan sikap ibunya sejak kecil.

 

“kau tidak perlu khawatir..” Seohyun menatap Kyuhyun tidak mengerti.

 

“selama ada aku, aku akan selalu bersamamu. Aku akan menemanimu kemanapun dan kau tidak akan sendirian lagi. percaya padaku ya.” Seohyun tersenyum kecil dan mengangguk.

 

“aku percaya padamu..” ucap Seohyun dengan lembut. Ia tahu Kyuhyun memang selalu ada untuknya.

 

FADED

 

                Semuanya berjalan menyenangkan. Kyuhyun menetapi janjinya untuk selalu ada di samping Seohyun. Hampir setiap hari Cho Kyuhyun selalu menemani Seohyun kemanapun. Setelah Kyuhyun wisudapun pria itu selalu menyempatkan waktunya untuk ada disamping gadis yang sejujurnya Kyuhyun tidak tahu harus menyebutnya apa. Mereka bukan sepasang kekasih. Tapi mereka juga tidak bisa di sebut dengan istilah ‘teman biasa’ mereka tidak sesederhana itu.

 

Malam ini Seohyun merenung menunggu Kyuhyun yang akan datang ke restaurant tempat mereka bertemu. Kyuhyun belum datang karena tadi pria itu mengabarinya jika dirinya akan sedikit terlambat karena ada pekerjaan yang masih harus diselesaikan pria itu. Ingatannya kembali pada siang tadi di saat dirinya tengah sibuk belajar namun ponselnya bordering. Ibunya menelepon.

 

                “yoboseyo?” sapa Seohyun sopan.

 

                “honey, bagaimana kabarmu sayang?” Tanya wanita di seberang yang tak lain adalah ibunya. Seohyun merasa seluruh bulu kuduknya merinding mendengar suara orang yang paling di rindukannya setengah mati. Suara ibunya.. ia bahkan lupa kapan terakhir kali ibunya menelepon. Karena memang itu sudah lama sekali. Mungkin tiga atau empat bulan yang lalu.

 

                “aku baik Mom, bagaimana denganmu?” Tanya Seohyun lembut. Ia dapat mendengar ibunya mendesah lirih.

 

                “ada apa?” Tanya Seohyun penasaran. Ia selalu tahu pasti ada sesuatu yang terjadi pada ibunya jika ibunya terdiam lama setelah mendesah lelah.

 

                “bisakah kau kesini? Mom sakit…” Seohyun terdiam lama. Ibunya sakit… ya ibunya sakit. Dan ibunya dengan sangat jelas memintanya pergi ke sana, ibunya tidak pernah mau kembali ke Korea meski sebentar saja. Meski hanya untuk menghadiri ulang tahunnya yang ke tujuh belas atau apapun yang berkaitan dengan putrinya sendiri. Ibunya memilih untuk menyuruhnya pergi kesana. Dan Seohyun sama sekali tak bisa menolak permintaan itu.

 

                “baiklah,, aku akan kesana Mom..” jawab Seohyun setelah sekian lama terdiam.

 

                “Honey..” panggil ibunya lirih seolah memanggil nama Seohyun adalah pekerjaan paling melelahkan yang pernah ada.

 

                “ya..”

 

                “jangan membenci Mom sayang, Mom sangat mencintaimu. Suatu saat kau pasti tahu alasan kenapa Mom lebih memilih memintamu pergi kesini daripada Mom kembali.” Tutur Ibunya lirih. Seohyun dapat menangkap nada kesakitan dari suara ibunya. Jauh sebelum ibunya berkata seperti itu ia memang sudah tahu dari oppanya.. meski oppanya sama sekali tidak menjelaskan detailnya bagaimana.

 

                “Seohyun tidak pernah membenci Mom. Percayalah Seohyun sangat mencintai Mom..” balas Seohyun penuh keyakinan.

 

                “terimakasih sayang, Mom akan meminta oppamu mengurus tiketnya besok.”

 

Ia termenung, besok pagi ia harus terbang kesana menemui ibunya. Tapi bagaimana menjelaskannya pada Kyuhyun? Ia tidak mungkin pergi begitu saja bukan? Tapi ia takut, sejujurnya ia benar – benar merasakan hal berbeda bersama Kyuhyun. Dan Seohyun tahu apa yang dirasakannya. Dia memang sudah menyerahkan seluruh hatinya pada pria itu.

 

“maaf Hyun, pekerjaanku benar – benar menyebalkan, aku baru bisa menyelesaikannya.” Sesal Kyuhyun yang langsung menarik kursi di depan Seohyun dan tidak melihat Seohyun yang sama sekali belum merespon perkataannya.

 

“Seohyun?” panggil Kyuhyun lembut. Pria itu bahkan mengibaskan tangannya di depan Seohyun berharap gadis itu sadar dan akhirnya berhasil.

 

“kau melamun heum?” Tanya Kyuhyun lembut menatap mata Seohyun.

 

“ada yang ingin ku bicarakan denganmu Kyuhyun…” ucap Seohyun serius. Kyuhyun mengerutkan kening sejenak kemudian tersenyum tipis.

 

“nanti saja bisa? Aku sangat kelaparan.. hihihi… kita makan dulu ya.” Pinta Kyuhyun, Seohyun tertular senyum Kyuhyun dan ia mengangguk..

 

“baiklah kita pesan sekarang..”

 

FADED

 

                “jadi apa yang mau kau katakan padaku Hyun, kelihatannya penting sekali..” ujar kyuhyun santai setelah melap bibirnya.

 

“aku akan pergi besok.” Ucap Seohyun lirih tak berani menatap Kyuhyun.

 

“kemana?”

 

“ke luar negeri. Ibuku sakit dan menelponku memintaku datang kesana.” Wajah Seohyun berubah muram. Ia memilih menunduk dan mengaduk minumannya.

 

“apakah lama?” Tanya Kyuhyun ingin tahu. Seohyun menggeleng,

 

“aku tidak tahu berapa lama, ibu tidak bilang apa – apa dia hanya ingin aku datang dan aku sudah mendapatkan tiketnya. Besok dengan penerbangan pertama.” Kyuhyun menatapnya tak percaya.

 

“secepat itu ya..” gumam Kyuhyun entah pada siapa.

 

“aku ingin pergi tapi..

 

“tapi kau mengkhawatirkanku?” lanjut Kyuhyun tanpa ijin. Seohyun mendongak menatapnya. Pria itu tersenyum geli sambil menggenggam kedua tangan Seohyun dengan lembut.

 

“aku akan menunggumu Hyun, pulanglah dengan cepat dan aku akan segera melamarmu di depan keluargamu secara resmi..” ucap Kyuhyun penuh keyakinan.

 

“Kyuhyun.,” Seohyun tak percaya dengan pendengarannya, namun melihat Kyuhyun yang tersenyum manis padanya. Ia tahu bahwa pria itu memang benar adanya. Tiba – tiba saja setetes air mata menggenang di pipinya.

 

“jangan menangis..” Kyuhyun mengusap lembut pipi Seohyun yang basah.

 

“aku akan menunggumu disini dengan sabar. Dan kau harus cepat kembali padaku ya..” pinta Kyuhyun lembut. Pria itu melepas sesuatu yang ia pakai di jarinya.

 

“aku mempunyai ini sudah lama. Temanku bertanya – Tanya kenapa aku memakai dua cincin di satu jari. Aku tidak tahu menjawabnya bagaimana. Tapi sekarang aku tahu.. aku mempunyainya untuk mengikatmu.” Kyuhyun memakaikan cincin itu di jari manis Seohyun.

 

“Kyuhyun…”

 

“Aku mencintaimu sayang, sangat…”

 

“aku juga Kyuhyun, aku juga mencintaimu, sangat.” Keduanya tersenyum penuh bahagia..

 

FADED

 

                Kyuhyun mengantar Seohyun ke bandara sejak pukul lima pagi. Karena penerbangan Seohyun pukul enam makanya mereka sampai satu jam lebih awal. Disana juga ada Donghae dan Yoona. Semua persiapan sudah siap tinggal menunggu pengumuman saja.

 

“sampaikan salam kami pada ibumu ya,, jika bisa suruh dia pulang. Kau juga harus kuliah disini.” Nasehat Yoona lembut. Yoona adalah istri Donghae yang sama sekali tidak tahu masalah apapun yang terjadi. Donghae saja tidak tahu bagaimana permasalahan yang terjadi. Namun sebagai teman ibu Seohyun Donghae cukup bijak dan tidak bertanya apapun tentang masalah ibunya.

 

Jika kalian bingung bagaimana Donghae di panggil oppa dan bukannya samchon. Maka penjelasannya adalah Donghae adalah seseorang yang membantu Sooyeon saat gadis itu tengah dalam masa sulit. Waktu itu umur mereka terpaut sepuluh tahun. Soyeon lebih tua sepuluh tahun ketimbang Donghae. Dan saat itu terjadi usia Sooyeon adalah dua puluh lima. Donghae dan Sooyeon adalah anak dari panti asuhan yang sama.

 

“unnie tahu sendiri seperti apa ibu kan?” ucap Seohyun dengan senyum miris yang tercetak jelas di wajahnya. Kyuhyun menggenggam lengannya dan membawa gadisnya ke pelukannya.

 

“tidak apa, pergilah dan jaga ibu dengan baik ya. Sampaikan salamku pada calon ibu mertuaku ya.” Goda Kyuhyun mampu membuat Seohyun bersemu merah.

 

“omo, hubungan kalian sudah sejauh ini ternyata..” cibir Yoona tersenyum. Seohyun hanya menunduk malu.

 

“tentu saja nunna, aku akan segera melamarnya resmi. Lihat aku sudah melamarnya secara pribadi” Kyuhyun tunjukan kedua tangan mereka yang tersemat cincin. Donghae mendengus.

 

“aku tidak akan mengijinkanmu menikah dengannya kau tahu. Dia belum lulus kuliah.” Ucap Donghae tegas. Kyuhyun terkekeh lalu merangkul bahu Donghae.

 

“astaga hyung, aku bisa menunggu bukankah tahun depan kau lulus hyun?” Seohyun mengangguk malu. Donghae memalingkan wajah sok tidak peduli. Padahal dia juga bahagia saat Seohyunnya bahagia.

 

“sayang, pesawatmu..” ujar Yoona. Seohyun segera menarik kopernya dan bersiap. Ia menatap Yoona dan memeluknya dengan sayang.

 

“gomawo unnie sudah menjagaku dengan baik. Aku sangat menyayangimu.” Ucapnya tulus. Yoona mengangguk.

 

“unnie juga sayang padamu hyun, kau seperti adik unnie sendiri.” Jawab Yoona. Ia melepas pelukan dan memeluk Donghae.

 

“jangan marah – marah terus oppa kau tahu kerutan di wajahmu bisa bertambah banyak..” goda Seohyun, Donghae mendengus kesal namun ia membalas pelukan hangat dari adiknya.

 

“kau tahu oppa, aku selalu merasa kau lebih cocok jadi appaku. Kau sangat baik dan sangat menjagaku.” Bisik Seohyun mampu membuat Donghae terdiam sesaat. Donghae tahu bahwa Seohyun anak dari wanita yang dianggapnya sebagai kakak itu tengah merasa sedih.

 

“kau boleh menganggapku sebagai appamu sebagai gantinya kau harus segera pulang kesini dan kalau bisa bawa ibumu juga seperti kata istriku. Arra.” Seohyun melepaskan pelukannya dengan mata yang berkaca – kaca. Donghae menggeleng pelan dan menghapus setetes air mata yang jatuh.

 

“jangan menangis, kau pikir kau cantik dengan menangis?” cibir Donghae membuat Seohyun tertawa.

 

“baiklah aku pergi dan kau Tuan Cho, awas saja sampai matamu kemana – mana.” Ancam Seohyun membuat pria itu tersenyum kecil.

 

“kau tidak usah khawatir sayang, “ akhirnya dengan berat hati Seohyun segera melangkah ke depan untuk pergi.

 

FADED

 

London, Inggris

 

Seohyun baru saja menginjakan kakinya di Inggris. Perjalanan panjang selama seharian duduk di pesawat tampaknya membuatnya Jetlag setengah mati. Baru saja mengambil kopernya Seohyun hampir saja limbung ketika merasakan kepalanya mulai berdenyut – denyut. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali sampai kesadarannya kembali. Ia mulai melangkah dan berhenti ketika seseorang berbicara di depannya dalam bahasa Inggris.

 

“apakah kau yang bernama Seohyun? Aku adalah utusan ibumu untuk menjemputmu.” Ucap wanita itu dengan sopan. Seohyun menatapya penuh minat. Gadis ini cantik, sedikit lebih pendek darinya rambutnya yang berwarna kemerahan tidak membuat Seohyun berhenti mengira jika gadis ini adalah keturunan Asia.

 

“ya.. dimana Mom?” Tanya Seohyun.

 

“in the hospital. Your Mom is really sick, So she wants me to pick you in the airport,” Seohyun terperangah. Ibunya sakit keras?

 

“benarkah?” wanita itu hanya mengangguk dan segera membawakan koper Seohyun menuju mobil yang sudah disediakan di depan.

 

“bisa kau jelaskan padaku bagaimana detailnya?” Seohyun memaksa wanita itu bicara namun wanita itu memilih menghela nafasnya.

 

“panggil aku Krystal, dan kau akan tahu sesampainya disana.” Seohyun tidak menyerah sebelum wanita yang bernama Krystal itu masuk mobil tangan Seohyun menahannya.

 

“Mom tidak akan menjelaskan apapun padaku. Kau pasti tahu hal itu dengan baik.” Wanita itu menatap Seohyun sejenak.

 

“kita akan meminta dokter untuk menjelaskan, kau tidak usah khawatir.” Seohyun lega akhirnya wanita itu bersedia menjawab pertanyaannya dengan baik.

 

“baiklah aku akan menunggu,” krystal lega Seohyun mau mematuhinya. Tak lama kemudian mobil itu sudah membelah jalanan dengan begitu cepat untuk segera sampai kerumah sakit tempat dimana ibunya di rawat.

 

FADED

 

                Membutuhkan waktu sekitar empat puluh lima menit untuk sampai rumah sakit. Seohyun tidak berganti pakaian dan Krystal pun tak menyuruhnya. Mungkin lebih baik ia menemui ibunya dulu baru mengurus dirinya.

 

“silakan masuk ibumu ada di dalam.” Seohyun mengangguk ia segera membuka handel pintu berwarna silver itu perlahan. Ia terkejut setengah mati ketika melihat ibunya terbaring lemah tak berdaya dengan tangan yang di infus dan selang oksigen yang ada di lubang hidungnya.

 

“kau sudah datang honey,” Sooyeon berusaha bangkit dari ranjangnya meski ia sangat lemah. Seohyun tidak membiarkan itu terjadi, ia membantu ibunya bersandar.

 

“bagaimana kabarmu honey? Mom minta maaf harus membuatmu terkejut dengan semua ini.” Sooyeon masih bisa tersenyum di hadapan Seohyun padahal anaknya bahkan hampir saja meneteskan air mata.

 

“Mom, apa yang terjadi padamu?” Tanya Seohyun parau. Sooyeon tersenyum lembut dan menyentuh wajah putri semata wayangnya.

 

“tidak ada yag terjadi, Mom hanya terlalu lelah, kau tahu beberapa bulan terakhir banyak sekali deadline gaun pengantin yang harus Mom kerjakan.” Sooyeon berucap begitu karena ia yakin bahwa ibunya tidak ingin dia khawatir.

 

“apa kau lelah?” Seohyun menggeleng, meski rasa jetlag itu masih sangat terasa tapi ia juga tidak mungkin meninggalkan ibunya seorang diri disaat ibunya bahkan tak punya teman satupun.

 

“aku akan menunggu Mom.”

 

“tidak usah, biar Krystal saja yang menungguku. Besok pagi datanglah kemari Mom yakin kau pasti lelah.”

 

“tapi…”

 

“sstt, turuti perintah Mom. Cepat pergi, kau tahu badanmu bau..” ejek Sooyeon pada putrinya membuat Seohyun merengut.

 

“baiklah aku pergi dulu Mom,” Sooyeon mengangguk sesaat kemudian Krystal datang.

 

“seorang supir sudah menunggu anda di depan rumah sakit ini, anda bisa pergi bersamanya.” Seohyun mengangguk dan mengucapkan terimakasih.

 

“bagaimana keadaanmu Jessica?” Tanya Krystal cemas. Krystal adalah tangan kanan Jessica yang sudah bekerja selama Jessica pindah ke London. Karena sama – sama berdarah Asia Jessica memutuskan untuk menjalin persahabatan dengan Krystal. Wanita berusia tiga puluh lima tahun itu masih lajang dan sama sekali tidak percaya dengan seorang pria pun terutama kisah Jessica membuatnya benar – benar antipati dengan makhluk bernama laki – laki.

 

“aku baik setidaknya datangnya putriku membuatku merasa memiliki semangat.” Sooyeon atau Krystal biasa menyebutnya Jessica berusaha tersenyum tipis. Ia tahu sisa umurnya bahkan tidak akan sampai bulan depan. Tapi ia senang setidaknya putrinya akan ada di detik – detik terakhir kematiannya.

 

“kau harus menjelaskan semuanya Jessica, ini tidak bisa kau simpan sendiri terlalu lama. Dia harus tahu.” Desak Krystal.

 

“aku tahu.”

 

“lalu kapan kau akan menjelaskan semuanya pada anakmu, dia juga harus tahu bahwa ibunya sama menderitanya dengannya.” Krystal sudah lelah membujuk Jessica untuk menceritakan yang sebenarnya pada Seohyun. Jessica terlalu menyayangi Seohyun hingga sedikitpun ia sama sekali tidak mengharapkan anaknya terluka.

 

“dia akan baik – baik saja meski ia tidak tahu siapa ayahnya.” Ucap Jessica menerawang.

 

“jangan berpikir seperti itu, dia sudah hidup jauh darimu sejak kecil dan ia sama sekali tak mengenal ayahnya. Kau tak mungkin kan menyembunyikan semua ini sampai kau mati?”perkataan Krystal benar – benar menusuk hati Jessica.

 

“kau tahu cara membujukku yang tepat Krystal.” Krystal tersenyum setengah hati. Memangnya yang terluka hanyalah Jessica? Dirinya juga terluka dan ia mengutuk dalam hati pria yang telah merusak masa depan orang yang menjadi penolongnya ini.

 

“istirahatlah, aku akan menunggu disini dengan tenang. Kau bisa memanggilku jika kau butuh sesuatu.” Jessica mengangguk ia merebahkan kepalanya ke bantal dan Krystal membantu menyelimuti wanita itu.

 

“thanks Krys..”

 

FADED

 

                Seohyun terlalu lelah untuk makan malam. Setelah sampai di rumah megah milik ibunya di London ia langsung membersihkan diri dan  merebahkan dirinya di ranjang berukuran king size itu. Melupakan makan malam dan niatnya untuk lebih mengenal ibunya lebih dalam. Ia bahkan lupa bertanya pada dokter seberapa parah sakit yang di derita ibunya.

 

Keesokan harinya ia bangun dengan tubuh yang lebih segar. Ia tersenyum kecil memandang kota London dari balkon kamarnya. Suasananya indah dan menyegarkan. Ia hampir saja terhanyut jika saja ia tidak ingat untuk segera bersiap ke rumah sakit menemani ibunya.

 

“selamat pagi..” sapa seseorang dengan riang, Seohyun menoleh dan mendapati Krystal telah duduk di meja makan.

 

“kau disini?” Tanya Seohyun, wanita itu mengangguk.

 

“ibumu memintaku memastikan bahwa kau memasukan makanan yang tepat untuk dirimu sendiri setelah itu aku akan mengantarmu ke rumah sakit dan aku akan menggantikan ibumu bekerja untuk sementara waktu.” Seohyun cukup mengangguk dengan penjelasan panjang dari Krystal.

 

“apa kau sudah bertanya pada dokter?” Seohyun menggeleng sambil mengunyah sarapan roti bakarnya.

 

“baiklah kau bisa tanyakan nanti, aku tahu kau jarang bepergian jauh makanya kau lupa. Ibumu sering menceritakan tentangmu padaku.” Ucap Krystal santai. Berbeda dengan Seohyun, gadis itu Nampak senang ternyata ibunya sangat menyayanginya hingga perhatian sekecil itupun tak luput darinya.

 

“benarkah?” tanyanya tanpa bisa menutupi rasa bahagianya.

 

“tentu saja, kau selalu jadi inspirasinya saat menggambar. Meski dia tidak tinggal denganmu dia begitu memperhatikanmu. Kau yang tidak bisa berenang, kau yang takut ular dan kau yang sangat menyukai goguma itupun ibumu tahu.” Krystal mengangkat wajahnya dan terkejut ketika Seohyun berkaca – kaca,

 

“maaf jika aku lancang, aku hanya..

 

“tak apa.. setidaknya aku tahu aku masih memiliki ibu yang sangat sayang padaku. Ayo kita habiskan dengan cepat. Aku tidak sabar ingin bertemu dengan mom segera.” Ucap Seohyun penuh semangat meski Krystal tahu putri Jessica tengah merasa sedih yang teramat.

 

Seusai sarapan Krystal mengantar Seohyun ke rumah sakit tempat ibunya di rawat. Tidak ada perbincangan apapun di dalam mobil. Seohyun terlalu banyak berpikir dan Krystal juga tidak seberani itu untuk berbicara dengan Seohyun jika itu bukan hal yang mendesak. Meski dalam hati banyak sekali yang ingin ia ungkapkan pada Seohyun.

 

“London dan Seoul lebih indah mana Seohyun?” Tanya Krystal basa – basi sambil menatap jalanan. Seohyun menoleh menatap wanita itu.

 

“sama saja, seharusnya lebih indah Seoul karena disana aku dilahirkan tapi sayangnya Mom tidak ada disana.” Jawabnya apa adanya. Krystal merutuki dirinya sendiri yang dengan tidak sengaja mengungkit luka hati Seohyun.

 

“apa kau sudah bekerja lama dengan Mom?” Tanya Seohyun balik. Dan Krystal lebih memilih menganggukkan kepalanya. Ia takut salah bicara lagi.

 

“Mom, seperti apa menurutmu?” Tanya Seohyun ingin tahu.

 

“ibumu orang baik, cantik dan sangat anggun.” Seohyun tersenyum kecil membayangkannya. Ibunya memang seperti itu meski Seohyun jarang sekali bersamanya.

 

“sejujurnya ada banyak sekali pertanyaan yang menghantuiku. Aku ingin meminta penjelasan dari Mom tapi aku tidak pernah berani. Aku merasa Mom sengaja melakukan ini untuk menutupi semuanya. Kenapa? Bisakah aku meminta penjelasan darimu?” Krystal berhenti ketika lampu merah menyala. Dan disaat itu pula ia menoleh menatap Seohyun dengan tatapan gamang. Haruskah ia ikut campur?

 

“kau bisa bertanya pada ibumu sendiri. Aku tidak akan mengatakan apapun. Tapi jika sampai ibumu tidak mengatakan apapun baru aku akan menjelaskan semuanya padamu. Tanpa terkecuali.” Ucap Krystal mantap. Seohyun tersenyum tipis.

 

“baiklah..” Krystal kembali menjalankan mobilnya ketika lampu lalu lintas berwarna hijau. Tak lama kemudian mereka sudah sampai rumah sakit. Mereka berjalan beriringan menuju ruang dimana Sooyeon atau Jessica di rawat. Namun belum sempat mencapai gagang pintu Seohyun sudah dikejutkan oleh beberapa perawat dan dokter yang sibuk di dalam ruangan ibunya dengan wajah yang tegang.

 

Seohyun segera berlari mendekati salah satu perawat dan bertanya dengan wajah yang panic. Keringat di dahinya bercucuran.

 

“ada apa dengan ibuku?” tanyanya cemas. Sang perawat terdiam sesaat.

 

“jawab aku!! Ada apa, apa yang sebenarnya terjadi?” Seohyun bahkan mengguncang tubuh perawat di depannya karena sang perawat sama seakli tidak mengeluarkan sepatah katapun. Krystal tak dapat mencegahnya karena sejujurnya ia juga sangat takut.

 

“pasien sudah meninggal lima menit yang lalu Miss, kami sudah mengusahakan yang terbaik namun kankernya sudah menyebar dan sudah dalam kondisi tidak memungkinkan untuk tertolong.” Dokter yang baru saja keluar dari kamar Seohyun menjawab menggantikan perawat itu. Seketika Seohyun terjatuh lemas tak berdaya. Baru sehari ia bertemu ibunya, mendengar suaranya dan ia baru akan memulai untuk mengenal ibunya lebih dalam namun apa yang didapatnya? Ibunya tiada.

 

“tidak mungkin, ini tidak mungkin ANDWEEEE.. Mommy bangun,, Momm,, Mommm…” Seohyun berteriak histeris mencoba menerobos masuk dalam ruangan. Beberapa perawat telah melepaskan alat yang ada di tubuh ibunya. Seohyun bahkan tak menahan setetespun air matanya.

 

“Momm…. Bukankah Momm berjanji akan menceritakan segalanya padaku. Kenapa Mom pergi, apa Mom tahu Seohyun sangat kesepian. Bangun Mom bangunnnnn.. ayo kita pulang ke Seoul dan hidup disana. Tidak,, jika Mom tidak ingin ke Korea lebih baik kita pergi ke Taiwan ke rumah Uncle Kris.. bangun Mom.. bangun..” meskipun Seohyun berusaha sekuat tenaga mengguncang tubuh ibunya. Namun yang didapatnya hanyalah sia – sia. Ibunya tak akan pernah bangun lagi.

 

“Krystal, tolong bangunkan Mom.. katakan padanya puterinya mencintainya  katakan padanya putrinya ingin bersamanya seumur hidup. Krystal tolong aku..” Seohyun beringsut dan menangis dengan wajah menunduk. Tidak berbeda dengan Seohyun, Krystal juga menangis membiarn kesedihannya tumpah karena kehilangan seseorang yang sudah dianggapnya sebagai kakak. Dirinya teringat percakapannya semalam dengan Jessica.

 

“Krystall..” panggil Jessica lemah, Krystal yang belum benar – benar terlelap terbangun mendengar Jessica memanggilnya.

 

                “ada apa? Kau butuh sesuatu?” Tanya Krystal cemas, Jessica hanya menggeleng dan tersenyum tipis. Meski suasana begitu temaram Krystal masih bisa melihatnya.

 

                “aku ingin mengatakan sesuatu padamu..” ucap Jessica lirih. Krystal yang tadinya duduk di sofa mendekat ke ranjang,

 

                “apa yang ingin kau katakan?”

 

                “aku sudah merasakannya Krystal. Mungkin aku akan segera pergi. Sebelum itu ketika aku belum bisa menjelaskan apapun pada Seohyun tentang apa yang sebenarnya terjadi. Maukah kau menjelaskannya? Jelaskan semuanya dan jangan menyisakan apapun. Jangan lupa hubungi Jason aku sudah menyerahkan warisan atas namamu dan juga putriku. Aku percaya kau bisa menjaga Seohyun dengan baik seperti kau menjagaku selama ini.” tutur Jessica panjang lebar membuat mata Krystal berkaca – kaca.

 

                “aku tidak mau, kau harus jelaskan padanya sendiri. Dia putrimu bukan putriku.” Tolak Krystal mentah – mentah. Ia bukannya tidak mau ia bahkan bersedia melakukan itu tanpa Jessica memintanya. Namun ia tidak akan mau melakukannya jika Jessica sendiri justru berkata seperti itu.

 

                “jika aku bisa aku sudah melakukannya Krys, kau tahu beberapa waktu ini aku sungguh merasa lelah dan lelah. Aku ingin berhenti dari rasa sakit.” Ucapan Jessica membuat Krystal terperangah. Sakit yang dimaksud disini bukan sekedar sakit biasa. Sejak ia melahirkan Seohyun di usianya yang kedua puluh lima. Jessica sering sekali mengeluhkan pusing dan mimisan yang tiba – tiba terjadi tanpa mengenal waktu. Awalnya Krystal mengira itu hanyalah karena Jessica kelelahan. Ia masih bekerja terus – menerus dan juga menjaga Seohyun yang masih bayi.

 

                Karena mimisan itu terlalu sering terjadi akhirnya Krystal memaksa Jessica untuk pergi ke rumah sakit. Awalnya mereka mengira semua itu hanyalah karena efek kelelahan. Namun ekspektasi tidaklah sesusai dengan kenyataan. Dokter justru meminta Jessica melakukan berbagai macam tes medis. Dan setelah satu minggu barulah terjawab jika dirinya mengidap Leukimia. Dan ia teringat jika ibunya meninggalpun juga karena penyakit yang sama.

 

                Penderitaan Jessica tidak hanya sampai disitu ia yang baru saja merawat bayi perempuannya merasa teramat sedih. Seohyun belum genap enam bulan namun ia sudah mengidap penyakit itu. Akhirnya dengan berat hati ia menyerahkan putri mungilnya pada Donghae. Ia berkilah bahwa lebih baik Donghae yang mengurusnya sementara dirinya pergi ke Inggris untuk menghasilkan banyak uang untuk menunjang kehidupan yang lebih baik bagi Donghae dan juga Seohyun, putrinya.

 

                “kau harus bertahan Jessica, Seohyun sangat menyayangimu aku bisa melihat itu dari tatapan matanya yang teduh. Jika kau pergi dia akan sebatang kara disini.” Krystal berucap dengan nada paling lemah yang ia miliki. Jessica menangis dan menggenggam tangan Krystal dengan erat,

 

                “tolong aku, aku juga tidak ingin seperti ini. tapi aku tidak bisa. Aku sudah tidak kuat lagi.” ucapnya parau. Krystal menangis karena Jessica menangis. Mereka menangis bersama malam itu. Malam dimana mereka bisa mencurahkan kasih sayang dan perasaan yang terdalam sebagai seorang sahabat. malam terakhir sebelum Jessica dinyatakan meninggal.

 

“bangunlah Seohyun, kita harus mengurus jenazah ibumu.” Krystal mencoba bersikap lebih tegar. Jessica sudah mengingatkannya semalam. Meski tetap saja terkejut dan otaknya serasa tidak mampu menerima itu tapi Krystal sadar. Semua itu tidak ada gunanya untuk disesali. Bukankah Tuhan adalah perencana paling hebat?

 

“kau bisa berkata seperti itu? IBUKU BELUM MATI KAU TAHU. MOM BANGUNLAH DAN JELASKAN PADA WANITA TUA INI BAHWA KAU MASIH HIDUP!! AYO MOM BANGUN.. BANGUNNN MOMMMM.” Seohyun berteriak histeris hingga suaranya serak. Dengan sekuat tenaga Krystal berusaha memeluknya meski Seohyun meronta minta di lepas.

 

“Ibumu sudah pergi, kau harus tabah. Ibumu pasti akan sedih melihatmu seperti ini..” ucapan Krystal mampu membuatnya terdiam meski lelehan air mata sama sekali tidak mau surut. Namun ia sudah tidak meronta lagi. yang terdengar hanyalah isakan kecil yang keluar dari bibirnya.

 

“Mommy.. Mommy, Krystall.. kenapa? Kenapa semua ini bisa terjadi..” ucapan Seohyun memelan dan terdengar begitu pedih bagi Krystal.

 

“ayo bangun.. kita harus segera megurusnya..” meski berat hati Seohyun mau menuruti ajakan Krystal untuk keluar dari ruangan. Krystal membiarkannya duduk di koridor sementara dirinya mengurus administrasi.

 

Seohyun mencari ponselnya untuk menghubungi Donghae. Namun ketika ponselnyan sudah berada dalam genggaman tangannya Seohyun bergetar. Air matanya mengalir lagi meski saat ini tidak ada suara. Seohyun menangis dalam diam. Setelah beberapa saat ia baru menghubungi oppanya. Telepon tersambung tak berapa lama suara Donghae sudah terdengar.

 

“yoboseyo hyun, kenapa kau baru menelepon? Bagaimana keadaan ibumu sayang?” Tanya Donghae penuh perhatian. Seketika itu juga ia mulai terisak kembali. Hatinya sakit dan sekarang tidak ada seorangpun yang bisa ia mintai sebuah pelukan.

 

“sayang gwenchana?” Tanya Donghae cemas. Seohyun terus terisak tanpa mengatakan apapun beberapa kali Donghae bertanya hal yang sama namun adiknya tidak menjawab sepatah katapun.

 

“Oppa..” panggil Seohyun serak..

 

“ya sayang ada apa? Katakan pada oppa sayang kau kenapa menangis?” Tanya Donghae lembut..

 

“oppa..” panggil Seohyun lagi.. ia menarik nafas berusaha menghirup oksigen yang cukup untuk dirinya sebelum mengatakan hal itu.

 

“Mom sudah meninggal oppa..”

 

FADED

 

                “Mom sudah meninggal oppa..”                ucapan Seohyun terngiang – ngiang di telinga Donghae berkali – kali. Donghae berusaha memahami apa yang dikatakan adiknya meski sebenarnya otaknya menolak untuk paham.

 

“jangan bercanda Seohyun. Ini tidak lucu.” Bentak Donghae. Namun yang terdengar hanyalah suara tangisan Seohyun. Seketika itu pula ponsel Donghae jatuh ke lantai. Yoona yang baru saja menyiapkan makan malam terkejut setengah mati.

 

“ada apa? Kenapa ponselmu jatuh oppa?” Tanya Yoona penasaran. Namun yang didapat hanyalah sikap diam Donghae dengan matanya yang berkaca – kaca. Yoona memungut ponsel suaminya dan menyentuh layarnya. Panggilan masih tersambung dengan Seohyun.

 

“Seohyun sayang, kenapa baru menelepon. Bagaimana kabar ibumu?” Tanya Yoona riang. Ia bahkan tidak bertanya dulu pada suaminya. Namun sesaat kemudian ia berteriak tak percaya.

 

“tidak, itu tidak mungkin.. Sooyeon unnie tidak mungkin meninggal..” Yoona sama histerisnya dengan Seohyun. Bahkan istri Donghae itu menangis keras tak peduli jika hal itu dapat membangunkan putranya yang masih terlelap.

 

FADED

 

                “bagaimana hasilnya?” Tanya seorang perempuan paruh baya pada detektif yang sudah disewanya selama bertahun – tahun.

 

“saya sudah tahu dimana anak itu berada nyonya.” Jawab sang detektif dengan sopan. Perempuan itu tersenyum senang. Akhirnya hari yang di tunggu – tunggu telah tiba.

 

“dimana wanita itu dan anak yang dikandungnya?” tanyanya tanpa basa – basi sedikitpun. Sang detektif menyerahakan amplop coklat berisi data – data yang dicarinya. Semuanya cukup banyak.

 

“wanita itu bernama Jung Sooyeon, ia tidak berada di Korea sejak ia melahirkan putrinya dan mulai berkarir di Inggris sebagai perancang busana. Namanya cukup melejit di London karena dirinya adalah orang Asia yang berhasil menembus pasar Inggris tanpa modal yang cukup.”

 

“lalu putrinya?”

 

“putrinya tinggal bersama oppanya sejak ia bayi. Sooyeon tidak membawa serta putrinya saat itu. Saya tidak tahu alasan pastinya seperti apa. Namun setiap dua atau tiga bulan sekali putrinya pasti akan pergi ke London untuk menemui ibunya.” Jelasnya lagi. wanita paruh baya itu atau biasa dipanggil Hanna mengerutkan keningnya tidak mengerti.

 

“kenapa seperti itu?” sang detektif hanya menggeleng tanda ia tidak mengerti. Saat Hanna tengah membuka – buka foto Sooyeon dan juga putrinya ia dikejutkan oleh beberapa foto yang menampilkan gambar kebersamaan anak wanita itu dengan putranya. Putranya? Putranya Cho Kyuhyun!

 

“ini.. bagaimana bisa putraku mengenal gadis ini?” ucapan Hanna terbata – bata. Ini tidak seperti yang ia pikirkan bukan? Seseorang tolong jelaskan padanya.

 

Sang detektif menghela nafas perlahan dan kemudian membuka kacamata membosankan yang membingkai kedua mata sipitnya.

 

“putra anda sepertinya menjalin hubungan dengan gadis ini Nyonya, beberapa kali saya melihat kebersamaan mereka yang tidak biasa. Meski oppa gadis ini sering sekali memarahi Kyuhyun namun sepertinya putra anda tidak menyerah sama sekali. Ia bahkan sudah melamar gadis ini langsung meski belum melakukan pertemuan keluarga.” Penjelasan detektif itu membuat kepala Hanna berdenyut hebat hingga rasanya mau pecah.

 

Jadi putranya, menjalin hubungan dengan adik tirinya.. anak dari selingkuhan ayahnya dengan perempuan lain?

 

                “kenapa kau baru menjelaskannya sekarang Kibum?” tanyanya putus asa.

 

“karena pada awalnya saya ragu. Saya tidak mungkin mengatakan pada anda jika saya sendiri tidak yakin.”

 

“kau tahu ini tidak boleh. Mereka memiliki darah yang sama.” Ujar Hanna lirih. Ia teringat bagaimana dua tahun terakhir Kyuhyun mengejar gadis itu setengah mati. Meski mendapat berbagai macam sikap dingin dan penolakan Kyuhyun tidak pernah menyerah. Dan ia akan selalu menceritakan apapun yang dialaminya pada dirinya. Dan sekarang? Ia harus menghancurkan senyum putranya yang baru beberapa bulan ini dilihatnya setelah sekian lama. Tiba – tiba berbagai percakapan dirinya dengan Kyuhyun berputar dikepalanya.

 

“eomma hari ini aku bertemu dengan hoobae cantik sekali rambutnya panjang, dia cerdas tapi pendiam dia pindahan dari Taiwan.”

 

                “eomma sekarang aku tahu namanya.. namanya adalah Seohyun.”

 

                “astaga, hari ini aku sial sekali eomma saat aku sedang meminta Seohyun berkencan denganku. Tiba – tiba oppanya datang dan memakiku habis – habisan. Astaga pantas saja gadisku bersikap dingin teryata oppanya seperti es batu.”

 

                “eomma, kau tahu saat tadi aku ikut berpartisipasi untuk acara palang merah aku mendonorkan darahku. Aku tidak menyangka jika Seohyun ikut. Astaga aku senang sekali. Aku hampir putus asa ketika dia terus menolak kehadiranku. Tapi aku senang karena sejak saat itu Seohyun mulai berbicara denganku yah meskipun hanya sedikit. Aku juga sudah senang.

 

                Ahh ya eomma, sepertinya aku jodoh dengannya. Dia terlihat mirip sekali denganku. Mata kami sangat mirip seperti kembar meski aku tidak berkantung. Golongan darah kami juga sama. Aku A dia juga A.. ahh senangnya..”

 

                Hanna tersentak ketika ingatan yang terakhir itu berputar dikepalanya. Mirip sekali? Mata yang sama bahkan golongan darah pun sama? Dia mencibir dalam hati.

 

Tentu saja karena kalian adalah saudara kandung!

 

FADED

 

Donghae menangis dalam diam ketika percakapannya dengan Seohyun telah usai. Gadis itu tidak menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Lalu entah bagaimana ponsel Seohyun ada di tangan Krystal dan wanita itu menjelaskan semuanya. Donghae masih belum percaya jika seseorang yang sudah ia anggap kakaknya sendiri meninggal karena Kanker. Kanker? Kenapa Donghae sama sekali tidak mengetahuinya? Di tengah lamunannya tiba – tiba ia di kejutkan oleh bel pintu yang berbunyi nyaring. Mau tidak mau ia harus membuka pintu karena saat ini Yoona tengah mempersiapkan semuanya. Ia tidak bisa membantu apapun karena otaknya terlalu buntu.

 

“kau?” ucap Donghae parau setelah melihat Kyuhyun. Pria ini begitu tampan dan sopan terhadapnya meski tidak hanya sekali ia membentak dan memperlakukan pria ini dengan tidak baik.

 

“hyung, apakah Seohyun menghubungimu? Kenapa dia sama sekali tidak mengangkat panggilan dariku?” Tanya Kyuhyun dengan sopan.

 

“masuklah dulu.” Ucapan Donghae begitu dingin di telinga Kyuhyun, namun pria itu mematuhi ucapan Donghae dengan baik.

 

“Seohyun tidak akan mau menghubungimu karena dia tengah berduka sekarang.” Kyuhyun mengernyitkan alisnya merasa tidak paham dengan ucapan Donghae.

 

“ibunya meninggal beberapa saat yang lalu mereka tengah mempersiapkan jenazah ibunya untuk di bawa kesini.” Penjelasan Donghae tiba – tiba saja memukul dada Kyuhyun begitu keras hingga terasa sakit. Ia tidak tahu mengapa. Namun firasatnya sudah merasa tidak enak sejak kemarin Seohyun berangkat, di tambah lagi dengan Seohyun yang sulit di hubungi.

 

“Kyuhyun, kau baik – baik saja?” Tanya Donghae menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya.

 

“aku.. entah aku merasa sakit sekali..” jawaban Kyuhyun begitu jujur. Nada suaranya bahkan tidak secerah tadi.

 

“aku tahu karena aku merasakan hal yang sama. Sebaiknya kau pulang dan aku akan mengabarimu jika jenazah ibunya sudah sampai. Aku juga harus mempersiapkan segalanya bersama istriku.” Kyuhyun mengangguk.

 

“maaf sudah mengganggumu hyung,” sesal Kyuhyun dengan menundukkan kepalanya sejenak.

 

“Kyuhyun..”

 

“ya..” Donghae tidak tahu harus berkata apa namun ia ingin mengatakannya.

 

“jika Seohyun sudah sampai, kau mau kan menghiburnya? Dia pasti sangat sedih dengan kenyataan ini. dia tidak punya orang tua lagi. hanya ada aku dan Yonna yang menjadi keluarganya.” Ucapan putus asa Donghae terhenti ketika Kyuhyun menyelanya.

 

“bukankah aku sudah berjanji akan membawanya ke altar hyung? Itu berarti aku akan siap membahagiakannya dengan segenap hatiku. Meski harus menukar kebahagiannya dengan nyawaku sekalipun. Itu tidak akan menjadi masalah.” Donghae tersenyum sekilas. Setidaknya ada seseorang yang bisa ia jagakan untuk menjaga Seohyun nanti.

 

FADED

 

                “kau darimana Kyuhyun?” ucapan eomma Kyuhyun begitu menggema ketika Kyuhyun baru saja menutup pintu utama. Kyuhyun mengerutkan keningnya. Eommanya tampak berbeda dari biasanya.

 

“aku dari rumah Seohyun menanyakan kabarnya pada kakaknya karena gadis itu sama sekali tidak mengabariku eomma. Ada apa?” Tanya Kyuhyun lembut tanpa mengurangi rasa sopannya.

 

“jangan berhubungan dengan gadis yang bernama Seohyun itu lagi Kyuhyun!” perintah Nyonya Cho dengan mutlak mampu membuat Kyuhyun melayangkan tatapan tajam pada ibunya sendiri. Kyuhyun tertawa keras.

 

“kenapa? Bukankah awalnya eomma menyetujui semua itu? Eomma bahkan sangat mendukungku untuk mendapatkan gadis itu dan setelah aku mendapatkannya dan bahkan akan melamarnya. Kenapa berubah seperti itu?” Sela Kyuhyun bingung.

 

“jangan pernah melamarnya!!” teriak ibunya histeris. Cho Kyuhyun terkesiap karena teriakan ibunya.

 

“memangnya kenapa? Dia sudah menerimaku eomma. Sebenarnya apa yang ada dalam pikiranmu hah?” bentak kyuhyun pada eommanya.

 

“pokoknya jangan Kyuhyun. Jangan pernah melamarnya. Itu tidak boleh.” Kyuhyun melihat eommanya berkaca – kaca. Kenapa ia tidak boleh melamar Seohyun? Apa alasannya?

 

“tapi kenapa?” desak Kyuhyun. Ibunya hanya menggeleng pelan sambil memegangi pelipisnya yang berdenyut hebat. Kibum ada disana, namun pria itu sama sekali tidak mau ikut campur apapun. Ini bukanlah kapasitasnya.

 

“pokoknya jangan Kyuhyun. Kau tahu itu benar – benar tidak boleh..” ucapan eomma Kyuhyun mendadak berubah pelan membuat Kyuhyun malah berani menantangnya.

 

“aku tetap akan menikahinya meski eomma tidak merestuiku. Aku tidak akan peduli.” Kyuhyun hampir saja berlalu ketika ibunya bersuara lagi.

 

“tidak,, eomma tidak akan membiarkan hal itu terjadi Kyuhyun. Cari gadis lain eomma mohon..” pinta ibunya dengan sangat. Kyuhyun terdiam sesaat berpikir.

 

“kenapa Kyuhyun tidak boleh menikah dengan gadis idamannya?” suara itu berasal dari pintu utama. Tuan Cho atau ayah Kyuhyun baru saja pulang dan mendengar istri dan putranya ribut.

 

“kenapa Hanna? Bukankah kau selalu mendukung Kyuhyun?” Tanya Tuan Cho sambil menghampiri istrinya dan merengkuh lengan istrinya agar istrinya mau menatapnya.

 

“kenapa? Ini semua karena kebrengsekanmu bodoh..” umpat Hanna tanpa takut sedikitpun akan reaksi suaminya.

 

“kau bilang kenapa? Karena yang di cintai putraku adalah anak hasil perselingkuhanmu dengan Jung Sooyeon. Haruskah aku mendukungnya sedangkan dalam tubuh mereka mengalir darah yang sama? Haruskah aku melakukan itu.” Teriak Hanna pada suaminya kemudian menangis. Hanna menatap Kyuhyun yang seperti kehilangan kekuatannya meski hanya untuk berdiri.

 

“tidak mungkin! Seohyun tidak mungkin.. eomma itu tidak mungkin..”

 

“tapi itu kenyataannya sayang, kau tidak boleh menikahi adikmu sendiri.” Ucapan eommanya membuat Kyuhyun menangis. Menangis karena takdirnya begitu menyedihkan. Ia mencintai adik kandungnya sendiri? Lelucon macam apa ini? tiba – tiba sekelebat ingatan menyapa otaknya.

 

“aku hanya benci terhadap pria. Seseorang menyakiti ibuku hingga membuat ibuku membuangku begitu jauh darinya.. tidak, bukan membuangku tepatnya.. ibuku tidak mau menemaniku seperti kebanyakan ibu lainnya. Dan aku tahu saat Donghae oppa bercerita bahwa semua itu karena wajahku mengingatkannya pada pria yang pernah menyakitinya.” Ucap Seohyun begitu lirih waktu itu.

 

                “woahh kita punya golongan darah yang sama ya.. aku merasa begitu dekat denganmu hyun.”ujar Kyuhyun ketika mereka donor darah.

 

                “apa kau operasi mata? Bagaimana bisa matamu tampak sepertiku?” Tanya Seohyun penuh selidik. Kyuhyun menatapnya tidak terima.

 

                “enak saja, ini mata asliku. Bahkan mataku jauh lebih indah daripada mata berkantungmu itu. Yah meski kita terlihat mirip.” Sela Kyuhyun cepat.

 

Tanpa Kyuhyun sadari air matanya telah jatuh membasahi pipinya. Hati pria itu remuk dan hancur mengetahui kenyataan paling menyakitkan tentang benang merah yang selama ini menghubungkan dirinya dengan Seohyun. Kenyataan Seohyun adalah adiknya benar – benar menghancurkan kewarasan seorang Cho Kyuhyun.

 

FADED

 

                Akhirnya jenazah Jung Sooyeon sampai di rumah keluarga Donghae. Donghae dapat melihat wajah Seohyun begitu pedih dengan mata yang membengkak parah dan bibir yang pucat. Ia bahkan tidak bisa berjalan dengan baik jika tidak di bantu oleh Krystal.

 

“oppa..” panggilnya parau. Donghae mengangguk dan Seohyun segera menerjang dada bidang Donghae dan menangis lagi. Seohyun menangis tiada henti untuk kematian ibunya.

 

“Mom pergi oppa, mom tidak sayang padaku lagi. Mom meninggalkanku…” Seohyun terus mengoceh tidak jelas berusaha meluapkan rasa sedih dan terlukanya. Donghae hanya bisa mengelus rambut panjang adiknya dengan sayang. Meski pada kenyataannya dia juga sangat sedih dan sulit percaya bahwa Sooyeon kakaknya sudah pergi untuk selamanya.

 

“tidak sayang, itu yang terbaik untuk kita. Tuhan sangat sayang pada ibumu sampai ia mengambilnya. Jadi jangan bersedih lagi ya. Kau tahu bahwa itu tidak akan membuat semuanya berubah. Ayo masuk, kita harus berdoa.” Seohyun mengangguk saat dirasa ucapan Donghae memang benar adanya.

 

Donghae merogoh saku celananya dan menghubungi Kyuhyun. Ia ingin memberitahu bahwa Seohyun dan jenazah ibunya sudah tiba. Satu kali, dua kali, tiga kali panggilan tersambung namun tidak diangkat. Donghae berpikiran positif mungkin saja Cho Kyuhyun sedang sibuk.

 

Sementara itu Cho Kyuhyun memandangi ponselnya yang dari tadi bergetar tanda ada panggilan masuk. Ia tahu pasti Donghae lah yang menghubunginya. Namun ia sama sekali tidak bergerak dari ranjangnya. Kyuhyun meringkuk dengan kedua kaki yangdi tekuk dan pandangan mata yang hampa. Hatinya sakit sekali hingga seluruh tubuhnya pun ikut sakit.

 

Sejak kemarin, sejak ia tahu rahasia itu Kyuhyun sama sekali tidak beranjak dari kamarnya. Pria itu mengurung diri di kamar, mengabaikan panggilan ibunya berusaha untuk berpikir sendirian. Namun selama seharian ia sama sekali tidak bisa berpikir untuk jalan keluar dari masalah ini. bagaimanapun juga berpikir untuk masalah ini sama saja berusaha melewati lorong gelap yang panjang dan tidak ada sedikitpun cahaya yang menerangi. Begitu gelap dan menakutkan.

 

Seberapapun usaha Kyuhyun untuk berpikir satu hal yang terpikirkan adalah berpisah dengan Seohyun. Ia tidak akan bisa bersama Seohyun untuk selamanya sebagai seseorang. Hati Kyuhyun sakit hingga ia meremas tubuh bagian depannya tempat dimana jantungnya berada.

 

FADED

 

                Yoona menatap kea rah Donghae  yang terlihat sangat gusar. Ia tidak tahu apa yang sedang di pikirkan oleh suaminya hingga suaminya terlihat begitu gelisah bahkan sejak pemakaman kakaknya usai. Dengan langkah lembut ia hampiri suaminya dan menyentuh bahunya pelan.

 

“ada apa oppa? Apa yang sedang mengganggu pikiranmu?” Tanya Yoona dengan lembut, Donghae terkesiap karena pikirannya melayang entah kemana.

 

“Kyuhyun, kenapa pria itu tidak datang kemari? Padahal kemarin dia jelas – jelas menanyakan Seohyun padaku.” Ucapnya gamang. Yoona berpikir sejenak.

 

“iya juga ya, aku juga tidak melihatnya sekalipun. Mungkin saja dia punya pekerjaan yang tidak bisa di tunda oppa.” Sahut Yoona. Donghae menggeleng.

 

“tidak Yoong, aku tahu seperti apa Cho Kyuhyun. Entah kenapa aku punya firasat buruk tentangnya.” Ujar Donghae terlihat sangat yakin. Tidak berapa lama bel pintu terdengar begitu nyaring membuat kedua orang yang sedang berbincang menoleh secara bersamaan.

 

“biar aku yang membukanya oppa.” Donghae mengangguk, Yoona menghampiri pintu dan sangat terkejut ketika didapatinya Cho Kyuhyun ada di depan pintu dengan kondisi basah kuyup.

 

“Omo, Kyuhyun-ahh, kenapa kau hujan – hujanan begitu? Kajja masuk.” Kyuhyun mengikuti langkah Yoona meski jejak – jejak air di tubuhnya membasahi lantai.

 

“kau datang?” sapa Donghae dingin, Kyuhyun terdiam tak membalas sapaan itu. Ia memilih menatap Yoona dan bertanya pada wanita itu.

 

“Seohyun dimana nunna?” Tanya Kyuhyun pelan.

 

“dia di kamarnya, dia begitu terpukul sejak kematian ibunya.” Tutur Yoona menjelaskan. Donghae menatap Kyuhyun dengan pandangan yang sulit di artikan. Pria itu tidak memiliki ekspresi yang jelas yang bisa di baca Donghae. Semuanya terasa aneh di mata Donghae. Tak lama Seohyun turun dan menatap Kyuhyun dengan mata berkaca – kaca.

 

“Kyuhyun..” ucapnya bergetar. Kyuhyun menatapnya sendu. Hatinya seperti di sayat melihat gadis yang di cintainya – ani gadis itu adalah adiknya. Kyuhyun tidak boleh melanjutkan cinta ini.

 

“Seohyun..” panggilnya lirih. Tak diduga sama sekali Seohyun berlari menerjang dada bidang kyuhyun dan memeluknya dengan erat. Menumpahkan rasa sedih yang begitu menyesakan dada. Sama sekali tak peduli jika Kyuhyun bahkan basah kuyup karena kehujanan.

 

“Mom pergi Kyuhyun, Mom pergi…” isaknya membuat siapapun yang mendengarnya merasa ingin menangis. Cho Kyuhyun ingin membalas pelukan Seohyun namun kedua tangannya serasa lemas tak berdaya. Ia membiarkan Seohyun menangis dipelukannya.

 

 

“jangan menangis lagi..” gumam Kyuhyun lembut. Seohyun melepas pelukannya pada kekasihnya dan menatap Kyuhyun tepat dimatanya. Dengan lembut Cho Kyuhyun usap air mata di wajah Seohyun dan berusaha memberikan senyuman terbaiknya.

 

“jangan menangis lagi, ibumu tidak akan senang melihatmu menangis. Apa kau sudah berdoa untuknya?” Tanya Kyuhyun berusaha untuk ceria. Rasa – rasanya ia tidak bisa mengatakan hal itu sekarang. Mungkin nanti, saat suasana hati Seohyun lebih tenang. Ia akan bersiap dengan satu kebohongan besar yang akan membuat Seohyun membencinya seumur hidup. Tidak apa, asal gadis itu baik – baik saja ia akan berusaha untuk baik – baik saja.

 

“aku belum berdoa untuk ibumu, kau mau menemaniku?” Seohyun mengangguk. Keduanya berpamitan pada Donghae dan juga Yoona untuk mengunjungi makam ibu Seohyun.

 

Kyuhyun berusaha bersikap biasa meski pada kenyataannya ia sangat sulit melakukan itu. Hatinya terluka parah karena kenyataan itu. Tapi melihat Seohyun yang baru saja kehilangan ibunya, entah kenapa itu jauh lebih menyakitkan baginya. Seohyun rapuh, sedih dan tidak berdaya. Bagaimana jika gadis ini tahu kenyataan itu? Akan seperti apa dirinya nanti? Kyuhyun sama sekali tak memiliki bayangan yang bagus mengenai hal itu.

 

Keduanya berdoa dengan tenang di makam ibu Seohyun. Meski sayup – sayup Kyuhyun mendengar Seohyun masih terisak lirih. Ia berusaha untuk focus dan berdoa pada Tuhan. Meski doa Kyuhyun tidak sekedar mendoakan ibu Seohyun saja.

 

‘Tuhan, tempatkanlah mendiang ibu Seohyun di sisimu dan berikanlah dia pengampunanmu.’

 

                ‘Tuhan, kuatkan aku untuk melepaskan gadis ini dari hatiku. Aku rela menukar segala yang kupunya agar gadis ini bisa bahagia meski tanpa diriku. Aku bahkan rela menyerahkan nyawaku untuk hal itu. Asal kau buat dia bahagia, aku rela melakukan segalanya.” Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap Seohyun yang kembali menangis.

 

“jangan menangis.. jangan menangis lagi Seohyun..” dan untuk kesekian kalinya hanya pelukan Kyuhyun yang mampu menenangkan Seohyun.

 

FADED

 

                Seorang wanita paruh baya melihat keduanya dengan tatapan sendu. Dia adalah Kim Hanna, sejak ia tahu rahasia itu ia benar – benar mengawasi putranya sendiri. Dan betapa menyedihkannya putranya. Hanna bisa melihat bahwa Cho Kyuhyun masih menyimpannya dengan baik. Dan segumpal rasa penyesalan ada di hati Kim Hanna. Tentang betapa malangnya gadis itu. Betapa malangnya Seohyun yang tidak pernah mengenal ayahnya dan sangat kurang kasih sayang dari ibunya.

 

“Seohyun, gadis itu sangat tertutup. Tidak ada seorangpun yang mau mendekatinya karena dia begitu dingin meski dia sangat cerdas. Dan ternyata hal itu yang membuat putra anda jatuh cinta. Dan saya baru mengetahui alasan kenapa Sooyeon tidak membawa serta putrinya. Wanita itu mengidap Leukimia dan hanya Krystal yang tahu hal itu. Ia juga tidak memberitahu Donghae maupun Yoona tentang hal itu. Bertahun – tahun menjalankan pengobatan namun penyakit itu tidak juga menghilang. Dan beberapa hari yang lalu Sooyeon wafat.”

 

                Setetes air mata jatuh membasahi pipi keriput wanita ini. meski kacamata hitam membingkai matanya. Hal itu sama sekali tak membuat perasaannya membaik. Pandangan wanita itu tertuju pada Kyuhyun yang dengan lembut memeluk Seohyun dan menenangkannya. Bagaimana Kyuhyun mencintai gadis itu yang ternyata adalah adiknya membuat hatinya sakit.

 

FADED

 

 

                Seminggu telah berlalu. Meski belum sepenuhnya bangkit namun Seohyun sudah bersikap seperti biasa. Ia bahkan sudah pergi ke kampus setelah absen lama. Saat ini mereka semua sedang sarapan pagi lengkap dengan putra kecil Donghae Jaehyun.

 

“kau mau berangkat bersama oppa?” Tanya Donghae sambil mengunyah makanannya. Seohyun menggeleng pelan.

 

“Kyuhyun akan menjemputku sebentar lagi oppa.” Jawab Seohyun singkat. Entah kenapa meski Kyuhyun sudah kembali bersikap seperti biasanya. Ada setitik rasa cemas yang dirasakan Donghae. Pria itu tidak tahu kenapa dia selalu merasa cemas terhadap adiknya. Namun perasaan itu benar – benar menganggunya.

 

“kau yakin akan kuliah Hyun?” kali ini Yoona yang buka suara. Ibu muda itu tengah menyusui anaknya di kursi dan menatap Seohyun cemas. Seohyun tersenyum tipis.

 

“tentu saja yakin. Aku baik – baik saja unnie, kau bisa tenang..” sahutnya. Tak lama kemudian terdengar suara mobil yang baru saja tiba. Seohyun segera meminum airnya dan beranjak dari kursi.

 

“unnie, oppa aku berangkat dulu ya. Kyuhyun sudah menjemputku.” Mereka mengangguk dan Seohyun segera menghampiri Kyuhyun di depan.

 

Kyuhyun sudah berdiri di samping pintu mobil yang akan di tumpangi Seohyun. Pria itu tersenyum sekilas pada gadis itu.

 

“kau cantik sekali hyun.” Pujinya tulus. Seohyun menunduk karena malu.

 

“kajja berangkat..” ucap Kyuhyun. Seohyun segera masuk mobil dan dengan gentle Kyuhyun menutupka pintu mobilnya. Dan segera kembali ke kursi kemudia untuk mengantar Seohyun ke kampus.

 

“Hyun, nanti malam datanglah ke apartemenku ya, aku ingin memberikan kejutan padamu. Kau mau kan?” ujar Kyuhyun memecah keheningan.

 

“tentu saja,”

 

“tapi aku tidak bisa menjemputmu aku punya sedikit urusan. Tak apakan?” Tanya Kyuhyun memastikan. Seohyun mengangguk tersenyum. Tanpa Seohyun tahu jika Kyuhyun tengah menangis dalam hati berharap Seohyun tidak datang ke apartemennya.

 

FADED

 

                Seohyun baru saja selesai kuliah pukul setengah enam sore. Hari ini terlalu banyak tugas yang harus di kerjakannya karena ia terlalu lama absen. Setelah melirik arlojinya sebentar Seohyun segera pergi ke halte dekat kampusnya. Jika biasanya ia akan memilih naik bis maka hari ini ia memilih naik taksi untuk pergi ke apartemen Kyuhyun.

 

Ngomong – ngomong tentang pria itu, Seohyun merasa ada yang berbeda dengan Kyuhyun. Meski Kyuhyun masih sama seperti Kyuhyun yang dulu. Masih sering memperhatikannya, menyayanginya dan bahkan menemaninya di saat – saat ia terpuruk. Tapi tetap saja Seohyun merasa ada yang berbeda. Akhirnya sebuah taksi melintas di depannya Seohyun segera menghentikan taksi itu.

 

“apartemen Galeria Foret.” Ucapnya pada sang supir. Sang supir mengangguk dan menyetir menuju tempat tujuan Seohyun.

 

Butuh waktu empat puluh lima menit untuk sampai di kawasan apartemen Galeria Foret dari kampusnya. Apartemen paling mewah di Seoul ini memiliki kualitas yang benar – benar diacungi jempol. Bentuk yang unik dan mewah menjadikan apartemen ini berharga fantastis. Dan Kyuhyun adalah salah satu pemilik apartemen ini.

 

Dengan langkah santai Seohyun masuk ke gedung apartemen itu. Ini bukanlah kunjungan pertamanya. Sejak hubungan mereka menjadi dekat Kyuhyun sering mengajaknya ke apartemen ini. apartemen nomor 211 dengan password yang sudah di hafalnya di luar kepala. Tentu saja pria itu menggunakan tanggal lahirnya untuk di jadikan password.

 

Seohyun masuk ke dalam lift dan menekan angka 11. Lantai dimana apartemen Kyuhyun berada. Tidak butuh waktu lama Seohyun akhirnya sampai di lantai 11. Ia melangkah menuju apartemen Kyuhyun dan segera menekan kombinasi angka yang sudah di hafalnya di luar kepala. Apartemen itu terasa aneh ketika Seohyun membukanya. Aroma parfum wanita tercium begitu menyengat di indra penciuman Seohyun. Ia mengernyitkan alisnya, ketika mendapati sepasang high heels berwarna hitam ada di rak sepatu.

 

Siapa yang bertamu?

 

Mata Seohyun membulat sempurna ketika ia melihat gaun wanita berserakan di lantai. Jantungnya berdebar kencang sekali hingga terasa sakit. Ia melangkah perlahan menuju kamar Cho Kyuhyun. Dan pandangan di depannya sukses membuat buku yang di bawanya jatuh ke lantai. Matanya memerah dan jantungnya serasa berhenti berdetak ketika mendapati Cho Kyuhyun tengah menindih wanita lain dengan keadaan sama – sama telanjang.

 

Desahan demi desahan memenuhi kedua telinga Seohyun. Hatinya perih karena Cho Kyuhyun bahkan tidak tahu jika dirinya sudah melihat pria itu bercinta dengan wanita lain. Dengan langkah tergesa Seohyun pergi meninggalkan apartemen Kyuhyun. Ia bahkan tidak peduli pada diktat tebalnya yang jatuh di lantai kamar Cho Kyuhyun.

 

Cho Kyuhyun melihatnya, Cho Kyuhyun melihat Seohyun yang memandang nanar dirinya dengan wanita lain. Dengan gerakan kasar Cho Kyuhyun mendorong wanita itu menjauh dari tubuhnya. Ia bahkan sama sekali tidak bisa menikmati percintaan ini. tentu saja ini hanyalah untuk menyakiti Seohyun. Agar ia tidak perlu menceritakan rahasia kejam itu padanya. Agar Seohyun membencinya dan mudah melupakan dirinya.

 

“keluar!!” bentak Cho Kyuhyun pada wanita itu yang masih sempat – sempatnya meraba dada bidangnya.

 

“tapi sayang, aku belum puas…” sahut wanita itu tanpa malu sedikitpun. Kyuhyun menatapnya tajam.

 

“keluar sekarang juga Lee Jiyeon!! Atau kau mau aku menyeretmu yang telanjang keluar dari apartemenku?” ancaman Kyuhyun tampaknya berhasil. Wanita malam bernama Lee Jiyeon itu segera turun dari ranjang dan mencari gaun yang di gunakannya tadi. Kyuhyun terdiam di ranjang dan menatap buku Seohyun yang terjatuh di depan pintu kamarnya.

 

“maafkan aku Seohyun.. maafkan aku..” Gumam Kyuhyun penuh penyesalan.

 

FADED

 

                Seohyun berjalan entah kemana. Ia bahkan tidak peduli bahwa ini sudah lebih dari jam delapan malam. Ia tidak peduli pada aturan yang di tetapkan kakak laki – lakinya bahwa jam delapan adalah jam mutlak untuk semua anggota keluarga berada di rumah termasuk dirinya. Ia berhenti di pinggir jalan yang menghadap ke sungai Han.

 

Sungai itu begitu bening dan juga dingin yang membekukan. Seohyun tersenyum miris menghadapi kehidupan yang benar – benar menyakitinya. Ibunya baru saja meninggal Sembilan hari yang lalu. Tapi tadi ia sudah menyaksikan bagaimana kekasihnya menindih wanita lain dan tidak menyadari sama sekali bahwa dia melihatnya. Ia tidak tahu kenapa Tuhan begitu kejam padanya. Ia lelah menangis tapi air matanya sama sekali tak mau berhenti.

 

Ponselnya bordering, ia yakin itu dari Donghae, oppanya. Namun ia tidak peduli. Ia hanya ingin sendirian. Ia ingin berpikir jernih. Berpikir kenapa Kyuhyun sampai menghianatinya padahal jelas – jelas pria itu bahkan menunggunya hingga dua tahun tanpa lelah. Apa setelah mendapatkan Seohyun pria itu menjadi bosan dan mencari pelampiasan? Seohyun sama sekali tak tahu.

 

Seohyun terlalu hanyut dalam lamunannya hingga ia tidak sadar bahwa sebenarnya Kyuhyun mengikutinya. Setelah mengusir gadis malam itu dari apartemennya Kyuhyun segera menyusul Seohyun. Ia ingin memastikan bahwa gadis itu akan baik – baik saja. Namun pandangan di depannya mampu membuat kedua matanya terbelalak sempurna. Gadis itu mulai memanjat pagar pembatas sungai. Dengan langkah cepat Kyuhyun turun dari mobil dan mencegah Seohyun dengan menarik tangan gadis itu hingga Seohyun jatuh ke pelukannya.

 

“kau pikir apa yang sedang kau lakukan hah?” bentak Kyuhyun keras membuat Seohyun makin terisak.

 

“aku ingin melompat dan tenggelam di dalam sana.” Jawab Seohyun tegas dan menatap benci kea rah Kyuhyun.

 

“lalu aku akan disalahkan karena perbuatanmu begitu?” sahut Kyuhyun sinis. Seohyun tertegun Kyuhyun yang dikenalnya tidak begitu. Tidak pernah membentaknya, tidak pernah berkata kasar padanya. Namun pria yang didepannya ini memang Cho Kyuhyun. Dia memang Cho Kyuhyun!!
“kau..” Seohyun bahkan tidak tahu harus berkata apa pada kekasihnya ini. Cho Kyuhyun sangat berubah.

 

“ini sudah saatnya. Aku ingin putus darimu. Aku bosan dengan gadis sepertimu. Kau sama sekali tidak bisa memuaskanku sedikitpun. Terlalu cengeng, manja dan kekanakan. Kau membuatku seperti berpacaran dengan adikku sendiri.” Ucap Kyuhyun begitu menusuk di telinga Seohyun. Pria itu sama sekali tidak menatapnya. Sedikitpun tidak. Ia berpaling dan memilih menatap sungai Han yang tenang.

 

“tapi kenapa?” Tanya Seohyun lirih. Ia ingin meminta penjelasan pada Kyuhyun. Namun pria itu justru menatapnya tajam.

 

“kau tidak dengar apa yang ku bilang tadi? Aku bosan denganmu.” Jawab Kyuhyun ketus.

 

“lalu kenapa kau melamarku dan menjanjikan akan menikah denganku?” teriak Seohyun tepat di wajah Cho Kyuhyun. Pria itu terdiam sesaat. Saat itu juga Seohyun dapat melihat raut wajah terluka di mata Kyuhyun. Tapi kenapa? Pria itu bahkan menyakitinya dengan ucapan kasar dan tidak berperasaan.

 

“anggap saja aku hanya main – main denganmu. Seharusnya aku memang tidak mengatakan hal itu padamu.” Jawab Kyuhyun santai. Seohyun tertawa sumbang. Ia bahkan bertepuk tangan untuk ucapan Cho Kyuhyun hari ini.

 

“jadi ini kejutan yang kau bilang padaku? Kau punya sedikit urusan hingga tak bisa menjemputku dan ternyata kau bercinta dengan gadis itu. Itu yang kau sebut sedikit urusan?” tantang Seohyun dengan tatapan nyalang.

 

“kalau iya kenapa?” sahut Kyuhyun tidak takut dengan tatapan Seohyun. Meski ini adalah kebohongan yang sejujurnya sangat menyakitinya. Ia akan baik – baik saja. Seohyun pasti sangat membencinya. Dan itu akan membuatnya menjauh dari gadis ini.

 

Plakkk…

 

Kyuhyun tidak pernah menyangka bahwa gadis ini berani bertindak seperti itu. Tamparan panas didapatkannya setelah ia menyakiti Seohyun. Gadis itu bahkan tak menyangka tangannya bisa menampar seorang Cho Kyuhyun. Ia menatap Cho Kyuhyun dengan kedua matanya yang berkaca – kaca.

 

“setelah ini, setelah detik ini berlalu jangan pernah menampakkan wajah busukmu di depanku. Jangan pernah melangkah sedikitpun ke arahku. Jangan memanggil namaku dan jangan pernah berharap maaf dariku. Karena aku tak akan pernah memaafkan penghianat sepertimu.” Sumpah Seohyun tegas. Meski ia sendiri tidak yakin dengan sumpahnya. Tapi ia terlalu kalut untuk berpikir.

 

“dan ini.. ambil lagi cincin ini. aku merasa jijik harus mengenakannya di jariku.” Seohyun melepas kasar cincin itu dari jari manisnya. Cincin yang Kyuhyun sendiri yang memasangkannya. Ia menyerahkannya tepak di telapak tangan Cho Kyuhyun.

 

“terimakasih untuk segalanya. Aku menyesal pernah bertemu dengan pria bejat sepertimu Cho Kyuhyun!!” setelah mengucapkan semua kata – kata itu Seohyun berlalu dari hadapan Cho Kyuhyun. Ia berlalu begitu saja meninggalkan Cho Kyuhyun dengan cincin yang berada dalam genggaman Cho Kyuhyun. Ia tersenyum miris menatap cincin itu.

 

“aku berhasil. Akhirnya aku berhasil membuatnya membenciku.” Gumam Kyuhyun lirih dan tanpa ia duga setetes air mata membasahi pipi kirinya. Setelah ini hatinya akan mati. Mati bersama kenangannya dengan Seohyun.

 

“eomma, aku sudah menyelesaikannya. Siapkan penerbanganku ke Jerman. Malam ini juga aku akan berangkat kesana.” Ujar Kyuhyun setelah telepon tersambung ke ibunya. Belum sempat ibunya bicara Kyuhyun telah mematikan panggilan.

 

“selamat tinggal Seohyun..”

 

FADED

 

                Seohyun pulang ke rumah pukul Sembilan malam. Saat ia baru saja menutup handle pintu ia dapat melihat tatapan marah dari kakak laki – lakinya yang di tujukan kepadanya. Ia tidak peduli dan berusaha berlalu begitu saja melewati oppanya.

 

“apakah kau sudah lupa pada aturan yang sudah ku terapkan sejak dulu?” Tanya Donghae dengan nada yang sama sekali tidak bersahabat. Yoona menatap was – was pada suaminya. Donghae bukanlah pria yang bisa toleran akan ketidakdisiplinan. Itulah kenapa Seohyun harusnya merasa takut. Tapi Yoona tidak menangkap wajah takut dari Seohyun. Seohyun sedikit aneh menurutnya.

 

“aku lelah oppa aku hanya mau tidur.” Ucap Seohyun dengan nada lelah yang begitu kentara. Yoona benar – benar khawatir.

 

“apa sekarang kau mulai berani menentangku?” Tanya Donghae tegas membuat langkah kaki Seohyun terhenti.

 

“aku hanya ingin tidur oppa, apa aku salah?” teriak Seohyun histeris. Kemudian gadis muda itu menangis keras dan menangkup wajahnya berusaha menutupi kesedihannya. Yoona mendekat pada Seohyun dan memeluk adik perempuannya dengan lembut.

 

“tidak sayang, ayo kita ke kamarmu. Jangan hiraukan oppamu. Ayo..” Yoona berusaha menenangkan Seohyun dan membawanya ke kamarnya. Meski gadis itu masih terus terisak. Yoona tidak melepaskan pelukannya bahkan ketika Seohyun sudah duduk di ranjangnya.

 

“sayang, ada apa denganmu heum? Kenapa kau menangis seperti ini?” Tanya Yoona cemas. Seohyun merasa tidak siap untuk menceritakan semuanya. Ini begitu menyakitinya hingga rasanya ia ingin mati.

 

“dia.. menghianatiku unnie, Cho Kyuhyun.. pria itu menghianatiku..” isaknya pecah lagi membuat yoona makin mengeratkan pelukannya pada adiknya.

 

“benarkah? Tapi rasa – rasanya tidak mungkin Kyuhyun bersikap seperti itu. Dia begitu mencintaimu sayang. Unnie tahu itu.” Sela Yoona lembut, Seohyun menggeleng keras dan menatap Yoona sendu.

 

“aku bahkan menemukan sendiri Cho Kyuhyun yang bercinta dengan wanita lain. Dia juga sudah memutuskanku secara menyakitkan hingga aku ingin bunuh diri saja. Hikkss,, kenapa ini harus terjadi padaku. Apa salahku unnie?” oceh Seohyun kemana – mana.

 

“dia menghianatimu?” kata Donghae tidak percaya. Yoona dan Seohyun menatap Donghae bersamaan. Pria dengan muka merah padam menahan berbagai macam amarah sedang berjalan ke arahnya.

 

“katakan pada oppa apa benar Cho Kyuhyun menghianatimu..” Desak Donghae sambil mengguncang bahu Seohyun.

 

“oppa, sudahlah kau keluar saja. Ini bukan saat yang tepat untuk marah – marah..”
“tapi yoong..”

 

“oppa!! Seohyun sedang terluka. Bisakah hentikan sikap posesifmu sejenak. Apa kau tidak lihat adikmu terus menangis seperti ini.” untuk pertama kalinya dalam kehidupan pernikahan Yoona dan Donghae, Yoona berani membentaknya dengan keras. Donghae tersadar.

 

“baiklah, tolong jaga Seohyun..” meski sedang marah Yoona tetap mengangguk. Akhirnya Donghae keluar dari kamar Seohyun. Sehingga sekarang hanya mereka berdua. Isakan itu masih ada meski sudah cukup berkurang.

 

“sebaiknya kau istirahat sekarang. Ini sudah malam.” Ucap Yoona sambil mengusap rambut lembut milik adiknya.

 

“tolong temani aku unnie, tolong jangan tinggalkan aku seperti Cho Kyuhyun meninggalkanku..” pinta Seohyun lemah. Yoona tersenyum mengangguk.

 

“tentu saja unnie akan menemanimu. Kajja kita tidur..”

 

FADED

 

                “kau tidak seharusnya mengatakan hal itu padanya. Bagaimana bisa kau menyakitinya seperti itu?” Tanya Nyonya Cho tidak percaya pada putranya. Kyuhyun hanya tersenyum miris menatap depan.

 

“lalu aku harus berkata apa eomma? Apakah aku harus menjelaskan bahwa aku tidak bisa bersamanya sebagai pasangan karena aku adalah kakaknya. Haruskah seperti itu? Bisa dipastikan bahwa dia akan tertawa keras menertawakan kata – kataku.” Cibir Kyuhyun.

 

“setidaknya dengan begitu kau masih bisa menjaganya dengan baik meski bukan sebagai pasangan.” Sahut Nyonya Cho lirih.

 

“dan itu sama sekali bukan hal yang mudah untukku eomma. Tidak akan pernah menjadi mudah bahwa cintaku yang sedalam ini harus di ubah sebagai cinta seorang kakak untuk adik.” Ujar Kyuhyun berkaca – kaca

 

“sudahlah eomma, lagipula aku akan menetap di Jerman setelah ini. aku yakin tidak bertemu dengannya adalah pilihan terbaik untukku saat ini. aku tidak akan menjelaskan apa – apa padanya lagi. tidak akan menjelaskan sedikitpun. Aku akan membiarkan dia mengenangku sebagai seorang brengsek. Bukan kakak yang mencintai adiknya sendiri.” Lanjut Kyuhyun tersenyum pahit.

 

“Kyuhyun…” panggil eommanya dengan berkaca – kaca. Kyuhyun tersenyum lembut dan memeluk eommanya dengan sayang.

 

“setidaknya aku lebih beruntung dari Seohyun, aku punya eomma yang baik dan sangat mencintaiku. Terimakasih eomma. Aku pergi dulu…” pamit Kyuhyun sambil menggeret kopernya menuju mobil. Disana sudah ada supir yang akan mengantarnya. Kyuhyun tidak mengijinkan ibunya untuk ikut mengantar. Karena bisa di pastikan eommanya akan menangisi kepergiannya tersedu – sedu. Jadi bersama supir saja ia rasa sudah cukup untuknya.

 

“hati – hati sayang.. eomma mencintamu..” gumam Nyonya Cho tulus. Kyuhyun tersenyum mengangguk.

 

“nado eomma..”

 

Kyuhyun memasuki mobil setelah meletakan barang bawaannya di bagasi belakang. Ia terdiam menatap jalanan yang tampak lengang. Tentu saja ini sudah malam semua orang pastinya memilih untuk mengistirahatkan dirinya daripada bepergian. Tapi Kyuhyun berbeda. Ia lebih memilih bepergian saat semua orang istirahat.

 

Jalanan Seoul begitu lengang ketika supir membawanya ke bandara. Pandangan Kyuhyun terus keaara luar. Pikiran yang bercabang kemana – mana membuat kepalanya berdenyut. Satu nama yan membuatnya ingin mati sekaligus ingin hidup kembali. Seohyun…

 

Hanya Seohyun yang ada dipikirannya saat ini. meski sudah berkeras diri bahwa ini adalah jalan terbaik yang hanya bisa ia lakukan tetap saja pikirannya hanya tertuju pada gadis itu. Kyuhyun tahu ini sangat salah. Mencintai adiknya sendiri adalah larangan karena dalam diri mereka mengalir darah yang sama.

 

Ketika ia sedang asik memandang ke luar jendela. Sang supir tiba – tiba berteriak panic dan memutar kemudi secepat kilat. Kyuhyun menoleh dan matanya membulat sempurna ketika sebuah truk bermuatan besar melaju ke arah  mereka dengan ugal – ugalan. Meski sudah berusaha sekuat tenaga untuk memutar kemudi tetap saja tabrakan itu terjadi. Mobil yang dtumpangi Kyuhyun berguling – guling sebanyak tiga kali. Kyuhyun bisa merasakan tubuhnya terpontang – panting kesana kemari. Kepalanya berdenyut hebat karena terjedot kaca jendela bahkan kacanya pecah menjadi serpihan kecil dan sebelum semuanya menggelap ia menggumam nama Seohyun.

 

FADED

 

                “kau sudah bangun?” Tanya Krystal ketika melihat Seohyun mulai membuka matanya perlahan. Sedikit terkejut karena tiba – tiba saja ia mendapati Krystal ada dikamarnya.

 

“ada apa?” Tanya Seohyun dengan suara serak khas bangun tidur.

 

“ada yang ingin aku bicarakan denganmu mengenai surat wasiat ibumu.” Seohyun menegang mendengar Krystal menyebut nama mendiang ibunya. Seohyun berdehem sejenak.

 

“baiklah, aku akan mandi dulu..” Krystal mengangguk dan keluar dari kamar Seohyun. Ia membiarkan Seohyun membersihkan dan menyiapkan diri untuk mendengar seluruh ceritanya nanti. Karena semua itu membutuhkan pemikiran yang jernih.

 

Setengah jam kemudian Seohyun sudah keluar dari kamarnya dengan keadaan yang lebih segar. Meski mata sembabnya sama sekali tidak bisa ditutupi. Seohyun tersenyum ketika melihat Krystal.

 

“kau sudah siap?” Seohyun mengangguk. Ia mulai mendudukkan dirinya ke sofa di dekat Krystal. Sedangkan wanita itu membuka tas kerjanya. Ia mengeluarkan beberapa berkas yang Seohyun yakini itu adalah surat wasiat ibunya.

 

“ibumu membagi warisan menjadi dua bagian. Setengah yang ia miliki menjadi milikmu dan setengahnya milikku. Ini murni keinginan ibumu. Kau bisa membacanya sendiri. Ini ditulis ibumu sebelum dia meninggal.” Tutur Krystal. Seohyun memegang berkas itu dan membacanya dengan seksama. Memang benar ibunya menuliskan pembagian warisan terbagi atas dirinya dan juga Krystal. Seohyun tidak mempermasalahkan hal itu toh pada kenyataannya materi bukanlah hal utama yang dipikirkan Seohyun.

 

“ibumu juga meninggalkan surat ini untukmu. Ia menulisnya di malam terakhirnya.” Seohyun terkesiap ketika Krystal meletakkan sepucuk surat untuknya dari ibunya.

 

“bacalah, aku sama sekali tidak membuka surat itu. Dan mengenai apa yang kutawarkan padamu itu aku tetap akan melakukannya. Kau bisa memintaku menjelaskan apapun yang ingin kau ketahui setelah kau membaca surat ini.” jelas Krystal panjang lebar dengan wajah muram. Seohyun mulai membuka surat itu dengan perlahan.

 

Untuk Putriku, Seohyun..

 

          Halo sayang, akhirnya kau membaca surat ini juga.. bagaimana keadaanmu sayang?

          Mom harap setelah kepergian Mom kau akan menjadi Seohyun yang lebih tegar lagi.

          Karena Mom percaya kau adalah Seohyun yang kuat.

          Seohyun, Mom ingin meminta maaf padamu untuk perilaku Mom selama ini.

          Maaf membuatmu merasa menjadi anak malang selama ini.

          Meninggalkanmu sejak bayi, tidak pernah ada untukmu meski aku tahu kau

           membutuhkan Keberadaan ibumu.

          Maaf sudah menjadi pecundang untuk hidupmu…

          Sejujurnya Mom melakukan ini karena ada dua alasan.

          Alasan pertama adalah ayahmu ingin aku pergi sejauh mungkin dari Korea

          Itulah kenapa Mom tidak akan pernah menginjakkan kaki ke Korea lagi.

          Dan alasan kedua saat Mom ingin membawamu pergi

          Dokter memvonis Mom menderita Leukimia

          Dengan keadaan yang seperti itu Mom tidak akan pernah bisa menjagamu dengan baik

          Setiap harinya Mom habiskan dengan minum obat dan melakukan kemo

          Rasanya sakit Seohyun, Mom ingin menjerit

          Mom ingin kau selalu ada disamping Mom, mendukung Mom

          Tapi Mom tidak bisa…

          Mom hanya ingin kau tahu bahwa Mom selalu baik – baik saja

          Dengan begitu kau tak perlu khawatir bukan?

          Mom akan mengatakan siapa ayahmu yang sebenarnya.

 

          Tiba – tiba Seohyun berhenti membaca ketika tulisan itu menyerap seluruh pikirannya. Ibunya akan memberitahu siapa ayahnya? Ini bahkan penantian paling di tunggu – tunggu olehnya.

 

Nama ayahmu adalah Cho YoungHwan. Dia sudah memiliki seorang istri dan juga putra

          Ayahmu yang brengsek itu tidak mau bertanggung jawab atas dirimu

          Saat itu saat Mom mengandungmu yang baru berusia tiga bulan

          Mom mendatanginya dan memintanya meninggalkan istrinya karena itu adalah janjinya

          Tapi dia menolak dengan alasan putranya yang bernama Cho Kyuhyun baru bisa berjalan

          Beberapa hari yang lalu.

          Dia meminta Mom meninggalkan dirinya dan melupakan semuanya.

          Kau bisa bayangkan Seohyun betapa terlukanya Mom dengan semua itu?

          Mom dicaci maki, dihina dengan sebutan pelacur murahan karena hamil tanpa suami

          Tapi bukan masalah. Semuanya bisa diatasi.

          Mom lega kau telah mengetahui segalanya. Sisanya kau bisa tanyakan pada Krystal

          Mom menyayangimu Seohyun…

 

          Seohyun membuka foto yang ada dibalik surat itu dan ia menahan nafas sesaat. Foto itu, foto pria yang ia yakini sebagai ayahnya adalah… pria yang dipanggil Kyuhyun sebagai appa.. pria yang dipanggil Kyuhyun sebagai apa..

 

Tiba – tiba segalanya semakin tidak jelas dibenak Seohyun. Ia mengulang kalimat yang ditulis ibunya dalam surat.

 

Tapi dia menolak dengan alasan putranya yang bernama Cho Kyuhyun baru bisa berjalan

          Beberapa hari yang lalu.

 

          Jadi Cho Kyuhyun adalah kakaknya.. Cho Kyuhyun kekasihnya adalah kakaknya? Benarkah? Peupuk mata Seohyun serasa penuh. Sekelebat perkataan Cho Kyuhyun terulang dibenaknya.

 

                “ini sudah saatnya. Aku ingin putus darimu. Aku bosan dengan gadis sepertimu. Kau sama sekali tidak bisa memuaskanku sedikitpun. Terlalu cengeng, manja dan kekanakan. Kau membuatku seperti berpacaran dengan adikku sendiri.”

 

                Jadi tanpa sadar Cho Kyuhyun sebenarnya sudah memberitahu alasan sebenarnya mereka berpisah? Jadi ternyata ia dan Kyuhyun adalah kakak adik?

 

“astaga, aku sangat terkejut…” ucap Seohyun tak percaya. Matanya sudah berkaca – kaca sejak tadi. Ia menatap Krystal dengan tatapan sendu.

 

“kau tahu Krys.. aku bahkan sempat menjalin hubungan dengan anak dari pria ini. dia baru saja memutuskanku kemarin dengan sangat menyakitkan.” Krystal sama sekali tidak terkejut dengan penjelasan Seohyun yang ini. ia sudah tahu.. bahkan sebelum semuanya terkuak. Krystal sudah tahu.

 

“apa kau sudah tahu tentang hal ini?” Tanya Seohyun curiga. Mau tidak mau Krystal mengangguk.

 

“detektif yang disewa istri pria itu adalah sahabatku. Kim Kibum. Dia menjelaskan padaku semuanya termasuk kau yang berhubungan dengan Kyuhyun…” jawab Krystal lirih. Seohyun tertegun.

 

“apakah Mom tahu?” Krystal mengangguk..

 

“tapi dia tidak bisa melakukan apapun untuk menjelaskan semua ini. makanya dia memintamu menemaninya. Sebenarnya dia ingin menjelaskannya seorang diri tapi dia tetap tidak mampu melakukannya.” Tutur Krystal panjang lebar. Seohyun menangis. Ternyata ibunya bahkan lebih tahu segalanya di banding dirinya? Ibu yang ia kira tidak pernah ada untuknya begitu memperhatikannya? Ia miris harus tahu disaat ibunya suda tidak bisa ia hela.

 

Keheningan yang hanya di isi oleh tangis Seohyun terpecah oleh dering telepon rumah yang berbunyi nyaring. Dengan segera ia usap wajah basahnya dan mengangkat telepon itu

 

“yoboseyo…” ucapnya serak.

 

“yoboseyo Seohyun.. ini aku Hanna ahjumma..” Seohyun menegang. Ada apa ibu Kyuhyun menghubunginya.

 

“Hanna Ahjumma.. ada apa?” Tanya Seohyun sopan. Ia mendengar ibu Kyuhyun menghela nafas sejenak.

 

“bisa kau kemari sayang? Ke rumah sakit sekarang..” Seohyun benar – benar menegang. Rumah sakit siapa yang sakit? Kyuhyun atau ayahnya? Astaga, apa Seohyun baru saja memanggil pria yang menjadi ayah Kyuhyun sebagai ayahnya. Ia merasa tidak pantas..

 

“tentu.. aku akan segera datang..” Seohyun menutup telepon.

 

“ada apa?” Tanya Krystal cemas.

 

“aku mau ke rumah sakit. Kau mau ikut?”

 

“baiklah.”

 

FADED

 

                Seohyun dan Krystal berjalan di lorong rumah sakit dengan langkah perlahan. Mereka tidak perlu buru – buru karena sejujurnya saja Seohyun merasa ingin lari. Lari sejauh – jauhnya. Kenyataan bahwa pria yang telah menyakiti ibunya sekaligus pria yang menjadi ayahnya adalah pria yang sama yang dipanggil kyuhyun sebagai appa membuat jantungnya seperti di hantam. Begitu menyakitkan.

 

“Seohyun..” panggil Kim Hanna lembut. Seohyun dapat melihat sisa – sisa air mata yang masih ada di wajah paruh baya wanita ini.

 

“ada apa ahjumma? Siapa yang sakit?” Seohyun memeluk Hanna dengan sayang. Seohyun mengenal Kim Hanna karena Kyuhyun sering membawanya main ke rumah. Meskipun saat itu Hanna tidak tahu siapa sebenarnya Seohyun.

 

“kau sudah mengetahuinya kan?” Tanya Ibu Kyuhyun merujuk pada kenyataan yang disembunyikan Kyuhyun dengan baik. Seohyun mengangguk. Ibu Kyuhyun mengusap wajah Seohyun dengan lembut. Tatapan matanya merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi padanya, pada Kyuhyun juga.

 

“dia seharusnya tidak menyakitimu seperti ini Seohyun-ahh.. aku sudah melarangnya dan memintanya untuk jujur padamu tapi dia tidak mau. Dia tidak mau menyakitimu dengan mengatakan kalau kalian adalah saudara kandung. Itulah alasan kenapa Kyuhyun memilih melukaimu dengan cara yang lain. Agar kau bisa membencinya agar kau bisa dengan mudah melupakannya..” penjelasan panjang lebar dari Kim Hanna membuat Seohyun menangis. Beberapa minggu terakhir hidup Seohyun di isi oleh tangisan. Ia tidak tahu kapan hidupnya akan berubah bahagia.

 

“dia mencintaimu dengan sangat aku bisa merasakannya. Aku bisa merasakan bagaimana terlukanya Kyuhyun setelah tahu hal ini. apa kau masih mau menemuinya untuk yang terakhir kali? Dia sekarat Seohyun.. Kyuhyun tengah sekarat..” ucap Kim Hanna tercekat seolah tenggorokannya tersumbat bongkahan batu besar.

 

“siapa yang .. Kyuhyun sekarat?” teriak Seohyun tidak percaya. Hanna hanya mengangguk. Tiba – tiba saja Seohyun merasa jantungnya berdetak cepat sekali hingga terasa sakit. Sakit yang begitu menusuk.

 

“kenapa? Kenapa bisa?” gumam Seohyun seperti orang linglung.

 

“kecelakaan tengah malam saat ia menuju bandara. Ia ingin pergi ke Jerman setelah menyakitimu. Tapi naas diperjalanan mobil yang di tumpangi Kyuhyun menabrak truk bermuatan besar. Dan sejak semalam Cho Kyuhyun sama sekali belum sadarkan diri. Dia.. dokter bilang dia tidak bisa bertahan..” tangis Kim Hanna pecah menyadari bahwa ia akan segera kehilangan putra satu – satunya.

 

“kau mau kan menemuinya untuk yang terakhir?”

 

FADED

 

                Dan disinilah Seohyun, ruangan bernuansa putih bersih dengan aroma obat yang begitu menusuk hidung. Seohyun benci rumah sakit. Sangat membencinya karena baginya rumah sakit itu mengerikan. Banyak orang yang meninggal di rumah sakit. Seperti ibunya

 

                Seohyun melihat tubuh kaku yang masih bisa bernafas tergelatak di ranjang dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya. Masker oksigen yang terpasang sama sekali tidak mengurangi ketampanan seorang Cho Kyuhyun dimatanya. Tiba – tiba saja matanya memerah dan ingin menangis lagi. ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis di hadapan Cho Kyuhyun. Tidak.. ia tidak boleh menangis. Kyuhyun selalu bilang padanya untuk tidak menangis.

 

“astaga, apa yang baru saja kulihat heh, ada apa denganmu kenapa kau tertidur di ranjang tidak empuk seperti ini?” ujar Seohyun berusaha ceria. Ia mendudukkan dirinya di kursi dekat ranjang Kyuhyun.

 

“apa kau kurang nyaman tidur dengan gadis itu hingga kau harus tidur disini Kyu?” ejeknya pelan berusaha tersenyum meski rasanya pahit.

 

“seharusnya kau tidur di rumahmu bukan disini. Ku beritahu ya rumah sakit itu salah satu tempat yang ku benci setengah mati.” Seohyun sedikit berbisik ketika mengatakan kalimat yang terakhir. Seolah ia takut bahwa aka nada orang lain yang mendengarnya.

 

“ibumu sudah menjelaskan semuanya padaku.. kenapa kau harus melakukan hal seperti itu untuk menghindariku? Kau tahu lukamu juga lukaku Kyuhyun. Kalau kau terluka itu artinya aku juga terluka. Kita kan sedarah..” ucap Seohyun terdengar santai. Meski pada kenyataannya dalalm hati ia selalu minta pada Tuhan untuk membuatnya tidak menangis. Meminta pada Tuhan untuk membuat Kyuhyunnya kembali sadar dan bisa tersenyum padanya. Meski senyuman sebagai seorang kakak. Seohyun akan tetap menerimanya. Tidak apa, asal Kyuhyun hidup..

 

“eungh, apa aku harus memanggilmu Kyuhyun oppa? Kau kan oppaku, oppa kandungku tepatnya.. tapi kenapa rasanya sulit sekali ya.. mencintaimu sebagai seorang gadis lalu harus di ubah sebagai seorang adik ternyata tidak mudah.” Seohyun putus asa. Meski ia merapalkan berbagai macam doa agar ia tidak menangis. Ia tetap saja menangis. Pantas saja Kyuhyun selalu menyebutnya cengeng.

 

“maaf aku harus menangis lagi.. aku hanya tidak tahu harus berbuat apa.. sejujurnya aku juga sangat terluka. Begitu terluka sampai rasanya ingin mati. Sampai luka itu tidak dapat menyakitiku. Bangun Kyuhyun. Kita bisa memulai semuanya dari awal sebagai sepasang kakak adik. Aku akan baik – baik saja meski hanya dengan itu. Aku akan baik – baik saja. Aku janji..” meski mengucakannya dengan mantap Seohyun tidak pernah bisa yakin dengan ucapannya. Tanpa Seohyun sadari sebelah kiri mata Kyuhyun meneteskan air mata. Ia sibuk dengan lukanya sendiri sampai tidak tahu sedikitpun tentang pria itu yang mungkin bisa mendengarnya menangis.

 

Seohyun beranikan diri menggengam tangan kanan Kyuhyun dengan erat. Ia sedang meminta Kyuhyun menguatkan hati dan dirinya sendiri agar ia yakin bisa melewati semuanya.

 

“beri aku kesempatan menyayangimu sebagai kakak Kyuhyun. Beri aku kesempatan itu. Tidak apa aku tidak bisa memilikimu seutuhnya asal kau selalu ada. Tidak apa..” Seohyun terus menangis bahkan gadis itu mulai menunduk sambil menggenggam tangan Kyuhyun. Di sela tangisannya ia dapat merasakan tangan Kyuhyun membalas genggaman tangannya. Ia dapat merasakan itu. Ia mendongak menatap Kyuhyun

 

Ternyata Kyuhyun mendengarnya. Ia dapat melihat sisa air mata di sebelah kiri mata Kyuhyun. Ia sangat berharap Kyuhyun mendengarnya dan bisa bangun kembali.

 

“Kyuhyun, kau mendengarku? Kau mendengar kataku.. bangunlah Kyuhyun. Ayo bangun dan kita mulai kisah kita yang baru. Aku akan memanggilmu oppa dan kita akan bersama setiap hari. Aku akan memilihkan gadis yang cocok untukmu aku akan…

 

 

Tutttttttttttttttttttttttttttttt…..

 

 

Celotehan Seohyun terhenti ketika sebuah suara monoton menyapa kedua telinganya. Ia menatap mesin yang menampilkan detak jantung Kyuhyun. Mesin itu berbunyi nyaring dan menampilkan garis lurus. Seohyun merasa semuanya melambat.

 

“Kyuhyun, kau tidak sungguh – sungguh meninggalkanku kan?” ucap Seohyun ketakutan..

 

“Kyuhyun,, kau tidak benar – benar meninggalkanku kan? Kyuhyun bangun.. Kyuhyunnnn..” teriakan Seohyun membuat dokter dan para perawat berhamburan masuk dan memeriksa keadaan Kyuhyun. Saat dokter sudah menggeleng pelan pada sang perawat saat itulah dunia Seohyun seakan runtuh dan ia roboh ke lantai diiringi beberapa teriakan orang yang melihatnya.

 

FADED

 

Epilog

 

Suara deru mobil terdengar ketika Jessica dan Krystal sudah sampai rumah. Hari ini jadwal mereka begitu padat. Jessica dengan beberapa pesanan gaun pernikahan dan juga Krystal sebagai asistennya. Sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk rehat sejenak saja.

 

“astaga aku lelah sekali hari ini..” gerutu Krystal, Jessica hanya tersenyum.

 

“tidurlah sepuasmu krys, besok kan weekend.” Jessica memberi saran.

 

“tentu saja aku akan tidur. Kau pikir aku akan berkutat dengan pekerjaan mengerikan itu lagi. astaga, kepalaku bisa pecah. Kajja masuk..” Jessica mengangguk. Keduanya masuk rumah bersamaan. Rumah megah yang di beli dari hasil kerja keras bersama.

 

“kau tidak makan dulu Krys?” Krystal menggeleng pelan. Ia memilih segera masuk ke kamarnya dan mandi setelah itu tidur. Ia hanya butuh tidur karena tubuhnya begitu lelah. Lain halnya dengan Jessica, wanita kepala empat itu tidak lantas segera mengistirahatkan diri. Dia duduk di pinggir ranjang dan mengambil album foto. Memandangi anaknya yang sekarang sudah berusia dua puluh tahun. Sudah gadis dan pasti banyak pria yang menyukainya. Ia tersenyum, putrinya sangat menawan. Ia jadi merindukan Seohyun.

 

Ia yang tidak pernah pulang ke Korea selalu meminta Seohyun datang kesini. Setidak – tidaknya dua bulan sekali atau tiga bulan sekali. Ia bukan tidak menyayangi Seohyun, tapi ia tidak yakin akan dirinya sendiri. Jessica bukan wanita kuat pada umumnya. Dia mempunyai fisik yang lemah karena penyakitnya. Itulah mengapa ia jaran bepergian ke luar negeri. Jika pun harus ia akan meminta Krystal menemaninya.

 

Jessica menguap, hari ini begitu melelahkan. Ia dekap foto putri semata wayangnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh lemahnya.

 

“good night my baby…” gumam Jessica lirih.

 

Pagi harinya Jessica bangun lebih pagi. Ia membantu pelayan menyiapkan sarapan. Sedangkan Krystal. Wanita itu belum terlihat sama sekali mungkin saja dia masih tidur. Meski sekarang sudah pukul delapan. Dengan terpaksa Jessica naik ke atas untuk membangunkan Krystal.

 

“Krys, wake up.. kau tidak sarapan heum?” Tanya Jessica sambil membuka handle pintu. Ternyata Krystal sudah bangun dan terlihat sedang menghubungi seseorang.

 

“ya, dia  tinggal bersamaku.”

 

“….”

 

“iya itu juga nama anak gadisnya..”

 

“….” Mata Krystal membulat sempurna mendengar perkataan orang di seberang. Jessica tidak mengatakan apa – apa.

 

“kau serius? Jadi dia dan putranya sudah tahu tentang Jessica? Apa?”

 

“…”

 

“jangan berbohong Kibum-ah kau tahu itu tidak lucu?” Krystal menampakkan wajah muram

 

“baiklah aku akan memberitahukan hal ini padanya. Terimakasih sudah memberitahuku.” Krystal menutup panggilan lebih dulu dan menghempaskan tubuhnya di ranjang lagi. wajahnya begitu muram, Jessica mendekat.

 

“yang tadi Kibum mantan pacarmu itu?” Krystal mengangguk.

 

“ada apa? Kenapa kau tampak tidak senang seperti itu? Bukankah kau masih mengharapkan pria itu?” goda Jessica mampu membuat semburat merah di pipi Krystal terlihat.

 

“ada yang lebih penting daripada hal itu Jess. Ini menyangkut putrimu..” ucapan Jessica berubah lirih di akhir. Jessica menaikkan satu alisnya.

 

“ada apa dengan putriku?”

 

“dia… ternyata dia, putrimu menjalin hubungan dengan Cho Kyuhyun anak dari Cho YoungHwan.” Krystal berusaha menjelaskan dengan jelas namun tiba – tiba saja suaranya jadi tersendat – sendat. Ia sejujurnya takut dengan reaksi Jessica. Tapi ternyata Jessica hanya diam saja.

 

“kau harus segera melakukan sesuatu sebelum semuanya terlambat Jess. Mereka tidak boleh menjalin hubungan seperti itu..” nasehat Krystal lembut. Jessica tersenyum kecil membuat Krystal tidak mengerti.

 

“apakah Hanna tahu hal ini?”

 

“ya, dia dan Kyuhyun tahu tentangmu tapi tidak tahu siapa anakmu hingga ia menyewa Kibum untuk melakukan semuanya..” Jessica tampak lega berbeda dengan Krystal yang tampak heran.

 

“aku tidak perlu melakukan apapun Krys, karena Hanna tahu mana yang terbaik untuk putranya sendiri. Ia pasti mencari cara untuk memisahkan mereka. Aku tahu Hanna adalah wanita baik. Itulah mengapa Younghwan meninggalkanku.” Krystal dapat melihat kilatan kesedihan di mata Jessica.

 

“sejujurnya pria itu tidak pantas mendapatkanmu maupun wanita itu. Dia terlalu brengsek untuk memiliki wanita sebaik kalian.” Ujar Krystal berpendapat. Jessica tersenyum tipis.

 

“terimakasih sudah menghiburku Krys, kau tahu jika tidak ada kau mungkin aku akan lebih memilih bunuh diri saja.”

 

“kau pikir aku seperti ini karena siapa hah? Beraninya kau mau bunuh diri. Aku akan memanggil putrimu sekarang juga.” Ancam Krystal membuat Jessica tertawa.

 

“sepertinya aku akan meminta Seohyun kesini saja. Aku sudah sangat merindukannya..”

 

“itu ide yang bagus”

 

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

17 thoughts on “FADED

  1. Yak yak author….tisu mna tisu….aigoo…ini mah nyesek bgt…baper jdinya…g tw hrs koment pa krn trllu trbwa suasana…smua prgi ninggalin seonni…ini serius kyuppa mninggal..hikss…tp sebnerya da 1 yg blm tuntas cho young hwan blm tw pan y…bngung jg y kl crta kek gn dibkin sequel…trs sequelnya bercrita ttg pa…jd bwat gw ckup mpe disini ja y author…mnding bkin epep yg lain ja y author…hwaiting author bwt krya slnjutnya ditunggu sangt…

    Like

  2. Kok nyesek sih.. kenapa hanna ga nyari sica dari dulu sih. Usia younghwan disini berapa? Kan sica 45, donghae-krystal 35. Kenapa sica bisa jd selingkuhan sih?
    Oke, bukan mereka sih fokusnya. Tp kesalahan mereka bikin seokyu tidak bersatu. Huhu

    Like

  3. Kasihan banget akhir kisah kyu n seo ternyata mereka kakak adik
    Seo kasihan banget ditinggal orang2x terkasih
    Ibu kyu baik banget ya
    Malah ayah kyu yang nyeleneh
    Ditunggu karya lainnya dan kelanjutan ff2x nya

    Like

  4. Ya tuhaaaannn dek,ff apa ini??kamu hrs tanggung jawab krna udh bikin kk nangis kejer😭,kereeeeenn bgt ceritanya,feel nya dapet bgt dek.sebenernya paling ga bisa kalo baca ff sad ending gini,kasian bgt sm seo,hidup nya kok selalu menderita ya

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s