Posted in Uncategorized

Andante

 

Author                  : Lestari Choding.

Genre                    : sad ,romance, comedy..

JJS                           : twitter @chodingcho97 facebook Lestari Cho

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : entahlah -,-

Disclaimer          : ff ini dibuat berdasarkan imajinasi dan kenyataan. Hahaha

Idenya murni dari hasil jerih payah *usap ingus* juga dari pengalaman sih. Mungkin kalian pernah menemukan ff dengan ide yang sama seperti ff ini. tapi gw tekankan sekali lagi ini ff pure gw yang mikir dan gw yang buat. Ini ff udah pernah nongol sekali kalo nggak difp pribadi ya blogspot keknya.. entahlah waktu itu aku enggak begitu ngerti cara makenya sihh *Reader: begok lu thor* XD  ..

Daripada ff ini ngambang difolder pribadi jadi yaa dipost ajalah.. biar nggak boring baca Hidden Love Mele 😀 ..

 

ANTI – SEOKYU,ini bukan teritori kalian, daripada kalian sakit hati dan doain gw cepet mati mending angkat kaki dari sini *kekeke authornya ude gila emang XD *

 

Typo selalu nggak kesapu jadi maklum yaa buat camilan juga boleh. Cuap – cuap selalu panjang lebar.. Lets Go ajelah

 

 

 

HAPPY READING !!!

 

 

Apa menyenangkannya menyimpan perasaan pada seseorang? Apa untungnya melihat gambar seseorang kemudian tersenyum seperti orang gila? Apa menyenangkannya mencintai seseorang yang dekat dengan kita tapi jkita tahu dengan jelas bahwa orang itu tak akan pernah menjadi milik kita?

 

 

Tidak ada yang menyenangkan dari sekian pertanyaan itu. Semuanya hanya membuat hati kita semakin perih dari hari ke hari. Karna sejujurnya aku merasakannya. Betapa menyiksa dapat melihat orang yang kita sayangi tapi sungguh sebuah pagar pembatas benar-benar ada didepan kita.

 

Cho kyuhyun, dialah namja yang mampu membuat dunia ku berubah. Aku bukanlah gadis manis seperti kebanyakan gadis saat ini. Aku terlalu pendiam, tak punya banyak teman. Keluargaku.. ahh aku benar-benar merasa kepanasan saat harus membahas keluarga.

 

 

Tak ada yang menarik dari keluargaku, aku hanyalah anak dari keluarga ‘broken home’ namaku Seo Joohyun. Kebanyakan orang memanggilku Hyun. Tidak buruk kan?

 

 

Ngomong-ngomong, Cho Kyuhyun adalah namja popular dikampus. Terlalu banyak gadis yang mengejarnya. Tapi sayang, hati seorang Cho Kyuhyun telah jatuh ditangan Im Yoona. Dan kalian tahu? Yoona adalah sahabat dekatku. Setidaknya kami berteman mulai dari TK hingga saat ini.

 

 

Mungkin kalian bertanya-tanya, apa aku terluka? Apa aku membenci Yoona? Jawabanku tidak. Tidak sama sekali. Aku tak membenci Yoona sedikitpun meski ia mendapatkan namja impianku. Aku bukan seorang ‘Loser’. Karna pada kenyataannya Kyuhyun lebih memilih Yoona daripada aku. lagipula apa hebatnya aku? haha miris sekali.

 

 

Pagi itu aku baru saja keluar dari apartemenku. Semenjak orang tuaku berpisah aku sungguh membenci bangunan yang bernama rumah. Hak asuhku jatuh pada ayahku. Tapi aku juga tak ikut beliau. Itu terlalu menyakitkan saat kau tahu ayah yang menjadi panutanmu adalah seorang pemain wanita. Menjijikkan sekali.

 

 

“annyeong Hyun..kau cantik sekali pagi ini” sapa Donghae ramah. Ia adalah tetanggaku yang paling ramah. Entah benar-benar ramah atau dibuat-buat siapa  yang tahu.

 

Aku menatapnya sekilas dan tersenyum. Kalau diperhatikan baik-baik Lee Donghae cukup manis juga ternyata. Dia 3 tahun lebih tua dariku tapi tingkahnya seolah ia adalah anak umur belasan tahun.

 

 

“hentikan ocehan tidak pentingmu itu. Just wasting time.” Kataku datar. Donghae merengut, diam-diam aku tersenyum. Sejujurnya dia adalah pria yang begitu menyenangkan dan cukup dekat denganku selain Yoona.

 

“kajja, berangkat.” Ajaknya. Benarkan dia pria yang menyenangkan.

 

 

Aku mengikutinya masuk mobil. Dalam perjalanan tidak ada pembicaraan diantara kami. Donghae cukup menyadari aku lebih menyukai keadaan hening. Tapi dari gelagatnya aku dapat mersakan bahwa ada yang ingin ia sampaikan padaku.

 

 

“mwo?” tanyaku.

 

“aniya.” Sangkalnya.

 

 

“aisshh. Gotjimal. Kau tak bakat menipuku Lee Donghae. Jadi berterus teranglah. Mumpung aku masih mau mendengar ocehanmu.” Sindirku. Ia menatapkau jengkel.

 

 

“dasar menyebalkan. Oo,, tapi bagaimana kau tahu aku ingin berkata sesuatu padamu, apa sebelumnya aku memberitahumu?” aku menatapnya tak percaya. Astaga, berapa usianya, kenapa juga masih pura-pura polos. Polos dan idiot ternyata hampir sama.

 

 

“tentu saja. Ikan dalam kolampun tahu.” Sahutku sinis.

 

 

“dasar singa betina.” Sungutnya.

 

 

Aku menatapnya horror, apa katanya singa betina? Tidak elit sekali.

 

 

“aku akan memberi tahumu nanti. Cha, sudah sampai. Turun sana” usir Donghae padaku.

 

 

“yak.. dasar..” Donghae hanya memberiku cengiran damai.

 

 

0ooo0

 

 

Pagi itu Yoona terlihat bersama Kyuhyun. Mereka memang terlampau mesra dan romantic. Banyak sekali yang iri pada hibungan mereka. Yaah aku juga iri sebenarnya.

 

 

“annyeong, hyun.” Sapanya. Seperti biasa aku mengenakan kacamataku yang bulat dan menguncir kuda rambutku. Aku mengangguk sebagai balasan.

 

 

“kau sudah mengerjakan tugas dari Dosen Choi?” Tanya Yoona.

 

 

“sudah..” jawabku singkat.

 

 

“aigoo.. aku lupa belum mengerjakannya.”

 

 

“pinjam punyaku saja.” Tawarku.

 

 

“ahh, gomawo Hyun. Kyu hari ini kau tak perlu mengantarku pulang. Masih banyak yang harus aku kerjakan.” Ijinnya pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk.

 

 

“arasseo. Aku juga harus pulang cepat aku pergi dulu.” Kyuhyun mengecup dahi Yoona dengan manis. Hah aku ingin sekali menggantikan posisi Yoona. Tapi mustahil.

 

 

“ne, josimhae.”

 

 

Kyuhyun melangkah menjauh dan aku hanya mampu menunduk. Entahlah kenapa aku merasa aku sangat kecil dimatanya. Seperti debu yang tak terlihat.

 

 

“yaa.. ada apa denganmu?” aku mendongak lalu tersenyum kikuk.

 

 

“aniyo..”

 

 

“kajja kekelas bersama.” Ajaknya.

 

 

0oo0

 

 

‘aku akan menjemputmu makan siang.’

Sebuah pesan singkat ada diponselku. Tanpa membaca pengirimnya aku juga tahu bahwa ini adalah pesan dari si kunyuk menyebalkan itu a.k.a Donghae. Aku tak membalas. Tapi tiba-tiba ponselku bordering. Aigoo, Dosen itu memandangiku begitu sadis.

 

 

“cepat keluar dan angkat.” Katanya. Aku segera berlari keluar kelas dan mengangkat telfonnya.

 

 

“wae?” tanyaku.

 

 

“kenapa tak membalas pesanku. Kau tau kan aku benci menunggu” katanya datar

 

 

“dasar Kunyuk sialan. Kau kira apa hah. Aku sedang ada kelas bodoh.” Umpatku keras. Beberapa mahasiswa yang lewat menatapku aneh aku segera membungkukkan badan

 

 

“jeosonghamnida.”

 

 

“aku tak memaafkanmu.” Sahut Donghae

 

 

“kau kira aku minta maaf padamu? Kau sungguh percaya diri sekali tuan Lee.” Sindirku.

 

 

“aishh terserah. Makan siang nanti tunggu aku. aku akan menyempatkan waktu berkencan denganmu. Hahaha” Donghae benar-benar namja yang menyebalkan. Ia selalu memperlakukanku seperti seorang kekasih meski pada kenyataanya kami tidak menjalin hubungan apa-apa.

 

 

“arraseo. Kau yang bayar.”

 

 

“tentu saja singa betina annyeong.” Pip

 

 

Dasar ikan mokpo menyebalkan! Awas saja kalau bertemu nanti. Aku kembali memasuki kelas.

 

 

“nugu Hyun?” Tanya Yoona penasaran. Ia memang tak pernah kuberi tahu tentang Lee Donghae sedikitpun.

 

 

“bukan siapa-siapa..” aku tersenyum sekilas padanya dan dia mengangguk.

 

 

Aku bahkan tidak pernah menanyakan bagaimana hubungannya dengan Kyuhyun selama ini. Meski aku penasaran, tapi aku selalu mengalihkannya kebuku. Setidaknya bayanganku tentang Kyuhyun dan segala imajinasi liarku padanya bisa hilang. Aku tidak sepenuhnya polos hahaha.. LOL

 

 

Lunch time coming

 

 

Kelasku hari ini telah selesai. Aku meregangkan otot-ototku sejenak. Berkutat dengan buku dari pagi membuat persendianku terasa kaku. Ketika aku melangkah keluar kelas. Aku melihat Yoona dan Donghae berpandangan. Bukan seperti pandangan orang yang baru bertemu tetapi..

 

 

“yaa.. singa betina, apa kau mengenal dia?” Tanya Donghae. Ada yang aneh disini. Kenapa Donghae terkesan sangat tidak menyukai Yoona ya? Aih molla.

 

 

“tentu saja aku mengenalnya dia temanku.” Jawabku santai

“jangan pernah berteman dengan pembunuh Hyun. Atau kau akan mati juga ditangannya.” Katanya datar.

 

 

“siapa yang pembunuh?” tanyaku

 

 

“Lee Donghae_ssi ak.. akku” Yoona tiba-tiba menjadi tergagap. Ada apa ini? Kenapa aku seperti kambing congek disini yang tidak tau apa-apa.

 

 

“aku tak peduli padamu. Yuri mati karenamu. Hyun ayo kita pergi.” Ia menarik lenganku keras. Aku tak menolaknya. Aku hanya diam sampai ia membawaku kemobil dan kami pergi kesuatu tempat. Sungai Han..

 

 

Ia keluar dari mobil terlebih dahulu. Aku tak berani menatap wajahnya tapi aku masih mengikutinya.

 

 

“aaarrrggghhhhhh..” teriaknya

 

 

“sialannnnnnnnn. Aku benci padamu..” teriaknya lagi. Aku mencoba membalikkan tubuhnya dan ternyata ia langsung memelukku erat. Bahuku basah, sepertinya ia menangis.

 

 

“tenanglah..” aku mengusap bahunya perlahan. Ia masih menangis dan enggan melepaskan pelukanku. Baru kali ini aku melihat tampangnya begitu terluka.

 

 

“waeyo hmm” tanyaku lembut. Ia tak menjawab dan kembali memelukku. Kurasa ini adalah hal yang sangat jarang kulihat. Biasanya kami akan bertengkar kemudian berbaikan. Yah seperti itulah keseharian kami.

 

 

“katanya mau berkencan denganku? Aigoo Lee Donghae cengeng sekali” sindirku.

 

 

“mian.”

 

 

“gwenchana.. ayo cari café aku lapar.” Rajukku manja.

 

 

“kajja..” ia cepat sekali berubah. Tadi menangis sekarang tertawa.

 

 

Kami segera pergi menuju restoran terdekat. Ia memesan banyak sekali makanan. Dan terlihat sangat lahap menyantapnya.

 

“makanan itu tak akan meninggalkanmu tuan Lee” sindirku.

 

 

“panggil aku oppa chagiya. Kau merusak kencan kita.” Aigoo aku hampir muntah mendengarnya berkata seperti itu.

 

 

“bolehkah aku bertanya padamu?” tanyaku.

 

 

“jika pertanyaan itu menyangkut pembunuh aku tak akan menjawabnya hari ini.” Jawabnya ketus.

 

 

“arraseo..”

 

 

“dan sebaiknya jauhi dia. Paling tidak jangan berada didekatnya saat aku melihatmu aku membencinya.” Lanjutnya datar.

 

 

“kau menyeramkan sekali.” Sindirku.

 

 

“suatu saat aku akan menceritakan segalanya padamu. Saat ini aku hanya ingin bersenang-senang denganmu.”

 

 

“yaa.. apa maksudmu dengan bersenang-senang. Jangan bilang..

 

 

“tentu saja kita akan berenang seharian.” Katanya penuh semangat.

 

 

“kau tahu aku sangat payah dalam hal itu kenapa masih mengajakku sih” sungutku.

 

 

“aku akan mengajarimu dengan senang hati chagi.”

 

 

“aisshh. Dasar ikan…” gerutuku.

 

 

0oooo0

 

 

“aku melihat Yoona berlari kearah toilet sambil menangis. Apa kau bertengkar dengannya?” Tanya Eunhyuk pada Kyuhyun. Kyuhyun yang baru saja menenggak minuman dibotolnya menoleh cepat pada Eunhyuk.

 

 

“aniya. Kau kan tahu aku selalu bersamamu sejak pagi. Apa kau gila huh?” jawab Kyuhyun.

 

 

“lalu kenapa dia menangis?” Tanya Eunhyuk lebih kepada dirinya sendiri.

 

 

“molla. Aku akan menyusulnya sekarang.”

 

 

Kyuhyun berlari menuju toilet wanita. Ia tak masuk kedalam. Dari luar saja ia bisa mendengar isak tangis kekasihnya yang sangat menyedihkan.

 

 

“Yoongi_ya, keluarlah ini aku Kyuhyun.” Tak perlub waktu yang lama Yoona keluar. Dan benar kata Eunhyuk. Yoona menangis. Ia segera memeluknya dan menenangkannya.

 

 

“waegurre hmm. Ceritakan padaku.” Tanya Kyuhyun lembut.

 

 

“aku bukan pembunuh kan Kyu.. aku bukan pembunuh.” Racau Yoona.

 

 

“hei ada apa denganmu sayang. Siapa yang mengatakan kau pembunuh,hmm? Katakan padaku maka aku akan memukulnya sekarang juga.” Yoona tak menjawab ia lebih memilih bersembunyi didada bidang Kyuhyun.

 

 

“aku takut .. aku takut hikkss”

 

 

“uljimayo.. kajja kuantar kau pulang.”

 

 

Meski saat ini banyak sekali pertanyaan yang bersarang dibenaknya. Kyuhyun lebih memilih diam. Ia akan bertanya pada Yoona nanti. Saat kekasihnya lebih tenang.

 

 

 

0oooo0

 

 

“ahh aku lelah..” teriakku. Ikan mokpo sialan itu benar-benar tidak ada lelahnya. Ini bahkan sudah tiga jam kami berenang. Ia berenang mendekatiku.

 

 

“payah sekali kau. Gaya renangmu sungguh mempercepat dirimu untuk bertemu dengan sang pencipta tahu.” Ejeknya. Aku melemparinya dengan tatapan mata yang menindas. Apa katanya? Mempercepat diri bertemu dengan sang pencipta? Apa dia baru saja mendoakan kematianku. Astaga ikan ini .. -____-

 

 

 

 

“ahh jinja.. kau sangat menyebalkan tuan lee.” Aku segera keluar dari kolam renang dan pergi. Donghae tak mengejarku. ia akan melupakanku dengan cepat saat ia berada dikolam. Karena ia sangat mencintaai berenang.

 

******

 

 

 

Donghae terdiam dipinggir kolam. Sejujurnya ia baru saja selesai melampiaskan kekesalannya pada berenang.

 

 

“yuri_ya.. bogoshippo, kenapa aku harus bertemu dengan adikmu lagi..” gumam Donghae. Diam-diam ia menangis. Tangan kanannya berusaha menekan rasa sakit yang tiba-tiba menjalar didadanya. Sungguh ini menyesakkan untuknya.

 

 

 

Tanpa disadari oleh siapapun termasuk Donghae. Sosok Yuri menatapnya sendu dari belakang. Percaya atau tidak. Saat kita belum bisa merelakan kepergian seseorang maka orang tiu akan selalu bersama kita tanpa kita sadari. Sampia orang itu benar-benar ikhlas melepaskannya.

 

 

 

 

‘nado bogoshippo oppa..’ gumamnya seolah membalas ucapan Lee Donghae. Meskipun Yuri tahu.. Donghae tak akan mampu mendengarnya apalagi melihatnya.

 

 

0oooo0

 

 

Aku pulang keapartemen sudah pukul 18:30. Langsung saja aku merebahkan diri diranjang. Tiba-tiba nada dering ponsel menggangguku. Tanpa melihat aku langsung mengangkatnya.

 

 

“yoboseyo?”

 

 

“annyeong Seohyun_ssi..” degg.. bukankah ini suara Kyuhyun. Aissh tiba-tiba saja aku jadi kikuk sekali. Aku melihat caller id. Benar, ini nomor asing. Kupikir ikan mokpo yang menghubungiku.

 

 

“ne.. waeyo?”

 

 

“kau ada waktu? Ada hal yang ingin kubicarakan denganmu”

 

 

“arra.. aku ada waktu.”

 

 

“segeralah turun aku sudah menunggumu debasement.”

 

 

“ne..”

 

 

 

Aku segera mengganti pakaian dan mengambil tas kemudian turun kebawah. Apartemenku berada dilantai 11. Tak berapa lama aku segera keluar dari lift dan menemukan dia tengah bersandar didepan mobil.

 

 

“masuklah.” Ia membukakan pintu untukku. Aku sedikit terpesona dengan caranya memperlakukan wanita. Pantas saja Yoona sangat mencintai Kyuhyun.

 

 

 

Kami pergi kesebuah café Konabeans. Diperjalanan tak ada satu pembicaraan apapun antara aku dan Kyuhyun. Entahlah, aku tidak tahu apa maksudnya ia mengajakku bicara diluar. Apa ia ingin mengajakku berselingkuh? Aissh,, gila sekali pikiranku. Aku menggelengkan kepalaku.

 

 

“gwenchana.?” Tanyanya

 

 

“oo.. gwenchana.”

 

 

Pesanan kami datang. Kami hanya memesan coffee late saja.

 

“ada yang ingin kutanyakan padamu.” Katanya tanpa basa-basi.

 

 

“malhe..”

 

 

“apa kau dan Yoona ada masalah?” aku mendongak menatap wajah tampannya yang berubah menjadi sendu.

 

 

 

“Yoona menangis seharian. Dan aku tak melihatmu saat Yoona menangis. Kusimpulkan ada yang tidak beres diantara kalian.” Sambungnya.

 

 

“aku tidak ada masalah apapun dengan Yoona. Tepatnya bukan denganku. Aku tidak tahu pastinya tapi, kemungkinan ia bermasalah dengan temanku. Alasan kenapa aku tak bersamanya karena aku menemani temanku.”

 

 

“temanmu? Kukira kau hanya berteman dengan Yoona saja” katanya. Aku tersenyum sinis padanya.

 

 

“tentu saja tidak, dia tetanggaku.”

 

 

“yoona menyebut dirinya bukan pembunuh.”

 

 

 

“aku tak mengetahui seluk-beluk tentang kehidupan Yoona sedalam itu. Kami hanya berteman. Tidak berarti seorang teman itu tahu segalanya. Jika tidak ada yang kau bicarakan lagi aku akan pulang. Annyeong” aku membungkukkan badan dan segera berlalu.

 

 

“biarkan aku mengantarmu pulang.” Tawarnya.

 

 

 

“animida aku bisa pulang sendiri. Gomapta.”

 

 

 

Aku menekan bagian dadaku yang tiba-tiba terasa nyeri sekali. Aku bodoh sekali kenapa aku bisa berpikiran sejauh itu tentang Kyuhyun. Hal apalagi yang akan membuatnya bertemu denganku selain karena Yoona? Bodoh sekali..

 

0oooo0

 

 

 

Donghae menenggak botol minuman yang kesekian kalinya. Ia tampak meringis ketika cairan berwarna merah itu melewati tenggorokannya. Kali ini ia akan berusaha membatalkan janjinya untuk tidak menyentuh minuman keras dalam jumlah banyak.

 

 

“hei.. aku tak pernah melihatmu sefrustasi ini setelah satu tahun berlalu. Ada apa denganmu?” Tanya bartender yang merupakan teman dekatnya Shindong.

 

 

“gwenchana. Aku ingin bersenang-senang kali ini.kau jangan menggangguku shindong-ah. Hahaha” ia mulai meracau tidak jelas. Dan kali ini merupakan botol keempatnya. Shindong secara paksa merebut botol itu dari Donghae. Ia tak peduli jika Donghae akan marah padanya.

 

 

“cukup hae-ya. Aku tahu kau tidak baik-baik saja. Pulanglah itu lebih baik untukmu.” Nasehat Shindong.

 

 

 

“kubilang jangan menggangguku Shindong-ah!! Kau tak tahu apa yang sedang kurasakan. Aku baru saja bertemu dengan pembunuh Yuri, kau dengar pembunuh tunanganku Shindong! Bagaimana perasaanmu saat kau bertemu dengan pembunuh tunanganmu? Apa kau bisa bilang kau baik-baik saja. Aku bukan pria munafik!” teriaknya. Kemudian ia terjatuh dilantai. Shindong segera memeriksa pakaian Donghae. Cha.. ia mendapatkan ponselnya

 

 

“yoboseyo?”

 

 

 

“Seohyun-ssi bisakah kau jemput Donghae sekarang ia mabuk berat dan sekarang ia berada diParadise club.”

 

 

“…”

 

 

 

“arra.. aku akan menunggumu palliwa.” Shindong mengangkat tubuh Donghae kesofa. Ia menatap kasihan terhadap temannya satu ini. setelah tunangannya meninggal satu tahun Donghae terpuruk. Ia terjebak dengan dunia malam mabuk-mabukkan dan bermain wanita. Satu tahun ia bangkit. Ia menjadi Donghae yang ceria dan penuh semangat. Tapi, hari ini ia terlihat seperti dua tahun yang lalu.

 

Tak berapa lama Seohyun datang dengan tergesa-gesa.

 

 

“donghae mana?” shindong menggerakkan wajahnya sebagai isyarat. Seohyun segera menghampiri Donghae.

 

 

 

“yak.. apa yang kau lakukan huh? Kau mabuk.” Gerutu Seohyun.

 

 

 

“ahh.. seohyunku datang. Aku tidak mabuk chagi. Aku hanya minum sedikit. Hehehe” Donghae meracau tidak jelas.

 

 

 

“kajja pulang.” Saat Seohyun berusaha merangkul Donghae tiba-tiba Donghae mendekatkan wajahnya pada Seohyun.

 

 

 

“kenapa wajah kalian bertiga terasa sama. Apa kalian kembar. Kau Yuri atau Seohyun atau kau pembunuh itu?” ia menunjuk-nunjuk wajah Seohyun membuat Seohyun jengah.

 

 

 

“aku Seohyun. Sadarlah. Supaya kita bisa pulang dengan selamat bodoh!” bentaknya. Donghae hanya cengengesan.

 

 

 

“tentu saja kau Seohyun. Kau galak.” Goda Donghae.

 

 

Shindong membantunya memanggilkan taksi.

 

 

 

“jaga dia baik-baik Seohyun-ssi. Aku percaya padamu.”

 

 

“ne, annyeong.”

 

 

 

Dengan langkah yang tersendat-sendat Seohyun membopong Dongahe kedalam taksi. Ia tak akan membawa namja itu keapartemennya. Sungguh ia merasa sangat aneh hari ini. ada apa sebenarnya dengan semua orang. Yoona, Donghae lalu Kyuhyun.

 

 

 

“yak. Sebenarnya ada apa denganmu bodoh! Kenapa kau harus seperti ini?” gerutu Seohyun.

 

 

“nado molla hyun. Hanya saja hatiku sangat sakit. Sakit hingga rasanya ingin mati saja.” Donnghae menjawab pertanyaan Seohyun dengan gamang.

 

 

 

“aku tahu istirahatlah. Aku akan menunggumu.” Ia melepaskan tubuh Donghae diranjangnya, melepas sepatunya kemudian menyelimutinya.

 

*****

 

Seohyun bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Donghae maupun Yoona. Donghae menyebut Yoona adalah seorang pembunuh. Apakah wanita yang dimaksud Donghae satu tahun yang lalu adalah Yoona?

 

Apa jangan – jangan Yuri yang dimaksud adalah Im Yuri? Astaga kenapa ia harus terlibat dengan masalah Kunyuk menyebalkan ini eoh. Seohyun bahkan selalu merutuki Donghae setiap hari. Karena ia merasa Donghae sangat mengganggu hidupnya. Tapi ia bersyukur setidaknya masih ada orang yang peduli terhadapnya.

 

 

“Yuri.. Yuri-ya, jangan tinggalkan aku chagi,, kumohon jangan tinggalkan aku.. hiksss” racau Donghae dalam tidurnya membuat Seohyun tersentak kaget. Donghae yang ia kenal menyebalkan tak ia sangka bisa serapuh ini.

 

 

“ssstt, Donghae-ya tidurlah..” Seohyun mengelus pelan surai lembut milik pria itu. Donghae mencengkeram erat tangan Seohyun yang sedang mengelus kepalanya hingga ia tertidur pulas..

 

 

 

Tbc or end??  semoga moodnya selalu baik ya readerss, ^^ keep RCL okkeyyy 🙂

 

 

 

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

4 thoughts on “Andante

  1. Aah.. ini ga masuk list ff d library deh. Dan ga d lanjutkan. Wae?
    Triplet soshi nih temanya. Ada triplet bersaudara disini? Yuri meninggal kenapa? Yoong sma kyu ada kemungkinan putus kah? Trus seo sama hae tak bakal jadian kah? Aku penasaran. Dilanjut dungs…

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s