Posted in Cho Kyuhyun, Comedy, NC, Romance, Seo Joohyun, Uncategorized

Don’t Leave Me (Confession) Part 2

Author                  : Lestari Choding.

Genre                   : comedy romance,  NC19

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                      : annyeong.. Lestari comeback… 😀 😀 .maafkan gw ya readers, gw hiatus cukup lama. Sebenernya gw lagi menikmati jadi readers di blog chingudeul yang lain. XD , gw minta maaf banget belum bisa publish One Call Away sama Hidden love. Yang One Call Away udah nulis dan hampir jadi tapi masih kurang greget jadi belum berani publish. Kalo Hidden Love gw lagi mampet ide hehehehe XD XD .

Always thanks to the readers yang sudah setia komen sama karya – karya abal gw. Semoga selalu komen. Dan kalau ada kritikan atau masukan. Silakan isi kolom koment dibawah. Gw malah sangat bersyukur kalo ada yang kasih masukan gw 😀

Ff ini terinspirasi dari drama india Veera, jadi kalo nanti ada sama – sama dikit ya wajar ajelah. Tapi nggak semua kok, Cuma nyuplik dikit doang hehehe…

Typonya selalu nggak tahu tempat, kalo nemu typo cepat lapor polisi yaaa, wkwkwk

ANTISEOKYU this is not your territorial, gw nggak nglarang kalian buat baca. Asal nggak bikin kisruh aje.. oke capcus dah..

 

Part 1

 

HAPPY READING

 

Sebenarnya aku juga tidak tahu kehidupan seperti apa yang akan kita jalani

Tapi aku percaya, niat yang baik selalu berhasil baik

                                                                Cho Kyuhyun

 

Last previous

 

“apa yang kau takutkan eoh.. ini menyenangkan, buka matamu dan lihatlah.” Titah Kyuhyun. dengan perlahan Seohyun membuka kedua matanya. Ia melihat wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengan wajahnya. Detik itu juga ia merasakan getaran aneh yang sering terjadi padanya saat melihat Kyuhyun. ini tidak seperti biasanya. Terasa lebih nyata dan sangat sakit bagi Seohyun karena jantungnya berdetak begitu cepat dan juga kencang. Ia takut jika Kyuhyun bisa mendengar detak jantungnya itu.

 

DON’T LEAVE ME

 

Tidak berbeda, Cho Kyuhyunpun merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Seohyun. Tapi pria itu mampu menutupi apa yang dirasakannya. Setidaknya cukup dirinya saja yang tahu bahwa ia memang memendam rasa untuk Seohyun.

 

“aku tahu aku tampan, tapi kita sudah sampai.” Gumam Kyuhyun datar menutupi kegugupannya. Seohyun tersadar kemudian melepaskan tangannya dari leher Kyuhyun. ia berpaling menatap yang lain tak ingin Kyuhyun tahu wajahnya sudah memerah.

 

“kau tak ingin melepaskan tali itu?” tanya Kyuhyun dengan wajah menyebalkan. Seohyun menghela nafas kemudian mendekat ke arah pria itu. Kyuhyun menatapnya tak mengerti.

 

“lepaskan. Aku tak bisa melakukannya.” Titah Seohyun datar. Hati Kyuhyun dongkol setengah mati menatap wajah angkuh gadis itu.

 

‘ck, aku pasti sudah gila menyukai gadis menyebalkan sepertinya.’ Gerutunya dalam hati. Setengah hati Kyuhyun melepaskan tali yang menjadi pelindung tubuh Seohyun. Kyuhyun sama sekali tak sadar jika sebenarnya Seohyun menahan nafas ketika pria itu melepaskan talinya terlihat seperti memeluk Seohyun.

 

DON’T LEAVE ME

 

Astaga apa yang terjadi pada diriku eoh, kenapa aku merasa aneh berada didekat pria ini. Selama sepuluh tahun aku dekat dengannya sama sekali aku tak merasakannya. Astaga, ini pasti gara – gara Sica unnie yang menyumpahiku.

 

Dia hanya melepaskan tali yang melilit ditubuhku tapi apa yang terjadi. Aku bahkan kesulitan menghirup oksigen saat berada di dekatnya. Setelah selesai melepas lilitan tali itu aku memilih bergerak menjauh darinya. Semoga dia tidak menyadari sikap anehku ini.

 

“kau lapar tidak?” tanya Kyuhyun padaku. aku hanya mengangguk karena memang aku sangat kelaparan.

 

“kajja makan,” aku menggandeng tangannya melupakan apa yang membuatku merasa aneh didekatnya. Bukankah ini sudah biasa kami lakukan.

 

Kyuhyun berhasil menemukan restoran yang menyajikan beberapa makanan yang sangat lezat. Aku makan kue beras pedas. Karena cuaca sangat dingin makan pedas sangat cocok bukan? Kyuhyun, dia memilih jajangmyeon. Aku tidak tahu kenapa pria itu sangat menyukai mie hitam itu.

 

Tak lama kemudian ponsel Kyuhyun berdering nyaring. Ia merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya. Kulihat wajahnya masam setelah melihat ponselnya sekilas. Ia letakkan ponselnya dimeja dan membiarkannya terus berdering. Semua pelanggan restoran menatap kami aneh. Aku membungkuk meminta maaf pada mereka. kuberi Kyuhyun deathglare agar dia segera sadar.

 

“angkat ponselmu bodoh. Kau terlihat seperti pria yang ditelpon selingkuhannya. Cih.” Cibirku. Ia memperlihatkan ponselnya padaku. tertulis nama Appa disana. Jadi appanya yang menghubunginya. Tapi kenapa tidak diangkat? Setelah beberapa kali barulah Kyuhyun mengangkat.

 

“apa? Aku sedang makan.” Gumam Kyuhyun datar. Wajahnya benar – benar masam.

 

“Kenapa lama sekali kau angkat ponselmu bodoh!! Apa kau makan batu?” aku tertawa ketika suara appa Kyuhyun menggelegar. Pria itu bahkan mengusap telinganya. Pasti berdengung lah. Ahjussi kan suaranya sangat nyaring. Hahaha

 

Don’t Leave Me

 

Benci sekali aku pada sikap appa yang menyebalkan. Suka sekali berteriak padaku. padahal aku masih muda dan kujamin telingaku ini tidak tuli. Tapi pria tua itu selalu saja meneriakiku.

 

“aku makan Jajangmyeon jika kau ingin tahu.” Sahutku sinis. Kudengar ia menghela nafas.

 

“kau dimana?”

 

“Pulau Nami.”

 

“MWO. PULAU NAMI? Apa yang kau lakukan disana bodoh?” teriaknya lagi. Aissh telingaku bisa tuli sekarang juga. Kujauhkan ponselku. Kulihat restoran mulai sepi ku tekan tombol loudspeaker hingga aku tak perlu mendekatkan ponselku di dekat telinga.

 

“sedang melepas penat bersama Seohyun.” Jawabku malas. Kulihat gadis itu masih sibuk dengan makanan didepannya.

 

“kau menolak dijodohkan dengannya tapi kau mengajaknya berkencan? Astaga Cho Kyuhyun dimana otakmu? Cepat pulang karena nanti malam kita akan mengadakan pertemuan juga. Ingat! Jangan macam – macam dengan Seohyun. Awas kau sampai hal itu terjadi.” Ancamnya padaku

 

“ckk, gadis bertubuh seperti papan seluncur tidak akan menarik minatku appa. Kau tenang saja. Tapi masalah pulang. Entahlah. Disini hujan lebat. Jikapun nekat sampai rumah pasti sudah malam.” Jelasku padanya. Seohyun menatapku horror. Hehehe, aku hanya memberikan cengiran khas ku padanya.

 

“cih, tentu saja seleramu kan bertubuh dengan penuh gelombang macam Hyorin.” Cibirnya padaku. aku menatapnya tidak peduli.

 

“appa mau bicara dengan Seohyun.” Aku menyerahkan ponselku padanya. Ia tampak malas tapi tetap menerimanya.

 

“yoboseyo Ahjussi wae?” tanyanya sopan dan ceria. Cih, gadis ini pintar berakting juga rupanya.

 

“kau baik – baik saja sayang? Kyuhyun tidak menyakitimu kan?” Seohyun tersenyum menatapku.

 

“aniya ahjussi, aku baik – baik saja bersama Kyuhyun. tapi sepertinya kami belum bisa pulang Ahjussi. Hujannya sangat lebat. Aku takut.” Ucapnya manja. Gadis ini pintar sekali.

 

“baiklah kalau begitu jaga diri kalian baik – baik ya. Jika Kyuhyun berbuat macam – macam padamu segera katakan padaku. agar aku bisa mempercepat pernikahan kalian.”

 

“MWO?” teriak Seohyun. Aku memberikan tatapan membunuh padanya yang sudah berteriak hingga beberapa pengunjung nampak terkejut.

 

“jangan dipercepat ahjussi. Aku yakin Kyuhyun tidak akan melakukan apapun padaku. dia pria baik.” Seohyun benar – benar menyebalkan. Mengucapkan hal itu dengan tampang tidak ikhlas. Hei, aku memang pria baik. Kelewat baik malah -_- .

 

“baiklah jaga dirimu.”

 

“ne ahjussi annyeong.”

 

DON’T LEAVE ME

 

                Kuletakkan kembali ponsel itu dimeja. Wajahku seketika memerah mengingat apa yang baru saja dikatakan ahjusi. Mempercepat pernikahan? Astaga, ia baru saja akan menerima itu dengan lapang dada.

 

“apa yang dikatakan appa padamu?” tanya Kyuhyun.

 

“bukan apa – apa.” Jawabku cepat. Terlalu cepat bahkan membuatnya menatapku seolah tatapannya mampu membunuhku.

 

“bukan apa – apa tapi kedua pipimu merah. Mulai berbohong heh.” Gumamnya.

 

“hujannya deras sekali bagaimana kita bisa pulang?” tanyaku untuk mengalihkan pandangannya dariku dan berhasil. Kyuhyun tidak lagi memandangiku karena sibuk memandang keluar.

 

“kita akan pesan satu kamar disini.” jawab Kyuhyun santai.

 

“MWO!! SATU KAMAR Hmmpp” Kyuhyun buru – buru menutup mulutku dengan satu tangannya. Beberapa orang terus memandang kami. aissh, dasar pria menyebalkan.

 

“bisakah kau pelankan suaramu. Jika tidak aku tidak akan melepaskan tanganku.” Ancam Kyuhyun. aku hanya mengangguk takut.

 

“aissh, tanganmu bau tau.” Sungutku. aku mengelap bibirku yang tadi dibekap Kyuhyun.

 

“kenapa harus satu kamar? Kenapa tidak pesan dua saja?” tanyakutidak sabaran Kyuhyun terlihat enggan membalas pertanyaanku. Tapi sedetik kemudian ia tersenyum menyeringai padaku. sialan, pasti pria ini akan berbuat macam – macam padaku.

 

“kenapa harus dua bukankah sebentar lagi kita akan menikah? Bagaimana jika kita mencoba malam pertama disini?” benarkan! Dasar pria menyebalkan. Aku menatapnya horror.

 

“bermimpi saja kau dasar pria menyebalkan.” Aku meninggalkannya seorang diri dan berjalan keluar. Baru sampai didepan pintu udara dingin langsung menusuk kedalam pori – pori kulitku. Aishh, aku lupa tidak membawa jaket kyuhyun. ahh musim dingin ini benar – benar menyebalkan. Baru berdiri disini dua menit saja tubuhku sudah menggigil.

 

“tuhan, jika begini aku bisa mati beku.” Gumamnya lirih.

 

DON’T LEAVE ME

 

                Sebuah jaket kembali melingkupi tubuh Seohyun. Bukan hanya itu, tangan kekar itu memeluk Seohyun dengan erat seolah tak membiakan sedikitpun udara dingin ini mengenai kulit Seohyun. Jantung Seohyun berdetak kencang sekali. ia tidak tahu sejak kapan dirinya merasa didekat Kyuhyun membuatnya sakit jantung.

 

“kenapa kau tak menurut padaku saja sih? Kau tahu kau bisa mati beku disini.” bisik Kyuhyun tepat ditelinga Seohyun. Seohyun bergidik ketika hembusan nafas Kyuhyun yang hangat mengenai daun telinganya. Astaga, apa ia baru saja berpikir mesum?

 

“mau tak mau kau harus ikut aku.” Kyuhyun menarik tangan Seohyun tapi tetap dengan posisi memeluk Seohyun dari samping. Untung saja restoran itu tak jauh dari penginapan. Jadi tak memerlukan waktu banyak untuk berada dicuaca dingin tersebut. Mereka sudah memasuki penginapan dengan disambut sang resepsionis.

 

“ada yang bisa saya bantu tuan?” tanya resepsionis itu dengan wajah manis. Seohyun jengah melihatnya.

 

“saya pesan satu kamar.” Jawab Kyuhyun tegas. Resepsionis itu melirik Seohyun.

 

“maaf apakah kalian suami istri?” tanya resepsionis itu. Seohyun menatap Kyuhyun takut – takut. Tapi Kyuhyun bersikap biasa saja.

 

“ne, kami sudah menikah tapi barang – barang kami yang menjadi bukti itu tertinggal. Jadi bisakah segera berikan kami kuncinya? Istriku sudah kedinginan.” Balas Kyuhyun dengan pandangan mengintimidasi. Resepsionis itu menunduk.

 

“atas nama siapa?”

 

“Cho Kyuhyun.”

 

“ini kuncinya tuan.” Kyuhyun menerima kunci itu lalu mengajak Seohyun menuju kamar nomor sebelas sesuai kuncinya.

 

“apakah resepsionis penginapan selalu seperti itu?” tanya Seohyun memecah keheningan. Sebenarnya dia tidak mau menanyakan ini. Tapi, mendengar Kyuhyun begitu perhatian padanya dan juga menyebutnya dengan kata istriku. Entah bagaimana hal itu membuat rasa senang melingkupi hatinya.

 

“tidak juga, tapi sebagian seperti itu.” Gumam Kyuhyun.

 

“kenapa? Kau mempermasalahkan aku yang memanggilmu istriku?” tanya Kyuhyun. seohyun menatap Kyuhyun tajam.

 

“tidak, aku tidak bilang seperti itu kan.” Jawab Seohyun terlalu cepat membuat Kyuhyun tersenyum kecil.

 

“sepertinya kita harus mempercepat pernikahan kita.” Ucap Kyuhyun tanpa dosa,

 

DON’T LEAVE ME

 

                Para orang tua tengah mengadakan makan malam bersama. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam tapi Seohyun maupun Kyuhyun belum juga terlihat. Hal itu membuat ibu Seohyun khawatir.

 

“tenanglah yeobo. Kyuhyun pasti menjaga putri kita dengan baik.” Ucap Tuan Seo berusaha menenangkan istrinya. Nyonya Cho pun melakukan hal serupa.

 

“ne, Jina-ya, kau tak perlu khawatir mereka sudah dewasa.”

 

“aku kadang heran dengan anakku. Bagaimana bisa Kyuhyun menolak dijodohkan dengan Seohyun jika saat ini saja mereka menghabiskan waktu bersama? Kepalaku pusing mempunyai anak sepertinya.” Hal itu mengundang tawa semua orang.

 

“Appa, Kyuhyun hanya jual mahal saja. Kau tahu sendirikan gengsinya setinggi langit.” Sahut Ahra.

 

“kau benar, menurutmu apa yang sedang mereka lakukan? Mereka bilang disana hujan lebat?” tanya Tuan Cho.

 

“mungkin mereka saling menghangatkan.” Jawab Ahra dengan wajah yang cengengesan,

 

“dasar gadis nakal.” Ujar Nyonya Cho menatap Ahra.

 

“YongHwan-ahh, bagaimana jika kita mempercepat pernikahan mereka? tidak perlu tunangan, karena kurasa mereka sudah siap menikah. Lagipula Seohyun dan Kyuhyun umurnya sudah cukup untuk membina rumah tangga.” Saran Tuan Seo.

 

“kau benar Daeyoung-ie.”

 

Back To Seokyu

 

                “aissh kenapa badanmu dingin sekali Seohyun?” tanya Kyuhyun kebingungan. Seohyun terus saja menggigil kedinginan. Ia masih memakai baju yang sama seperti tadi pagi. Karena memang mereka tak membawa baju ganti. Ingin membeli tapi hujan lebat.

 

“dingin Kyu.. dingin sekalihh…” ucap Seohyun terbata – bata. Kyuhyun mondar – mandir. Ia mengingat – ingat cara apa yang bisa ia lakukan agar suhu tubuh Seohyun kembali seperti biasa. Sebuah ide terlintas diotaknya. Yah meski sedikit mesum.

 

“apa yang kau lakukan?” tanya Seohyun. Gadis itu merasa tubuhnya lemas sekali meski hanya untuk bangun. Tapi Kyuhyun menariknya untuk duduk.

 

“kau ingin merasa hangat kan?” tanya Kyuhyun memastikan. Seohyun mengangguk. Bibir Seohyun bahkan membiru sekarang.

 

“lepas bajumu.” Perintah Kyuhyun. Seohyun menatapnya tajam.

 

“tidak mau..” tolaknya.

 

“hanya ini satu – satunya cara bodoh. Kau lihat berapa selimut yang telah menggulung tubuhmu apa kau merasa hangat?” tanya Kyuhyun retoris. Seohyun menunduk.

 

“menurutlah denganku.” Kyuhyun tarik selimut yang membungkus tubuh Seohyun. Ada tiga selimut yang membungkus tubuh Seohyun. Kyuhyun juga heran bagaimana bisa tiga selimut tidak bisa menghangatkan tubuh Seohyun?

 

“kau akan melakukan apa padaku?” tanya Seohyun takut – takut. Saat ini Seohyun sudah terbebas dari selimut – selimut itu. Ia ingin menarik baju Seohyun ke atas. Tapi melihat Seohyun menunduk. Kyuhyun menghela nafas.

 

“aku hanya ingin berbagi kehangatan denganmu Seohyun. Kau tahu ketika kulit bertemu dengan kulit bukankah hal itu lebih cepat menyebarkan rasa hangat dari tubuhku ke tubuhmu?” jelas Kyuhyun panjang lebar.

 

“tapi, aku takut..” yaa, benar jika Seohyun takut seperti itu. Dirinya belum pernah telanjang didepan siapapun. Kyuhyun sendiri juga takut. Takut jika dirinya akan lepas kendali. Tapi, jika ia membiarkan seohyun terus kedinginan gadis itu bisa sakit. Cuaca di Pulau Nami memang memasuki minus tiga derajat.

 

“bukankah kita akan menikah heum? Jika aku lepas kendali bukankah aku juga yang akan bertanggung jawab padamu?” gumam Kyuhyun memaksa Seohyun untuk menatapnya.

 

“baiklah.” Jawab Seohyun lirih. Ia membiarkan Kyuhyun melucuti pakaiannya. Hingga kini Seohyun hanya mengenakan bra dan celana dalamnya saja. Kyuhyun juga melakukan hal yang sama dengan Seohyun. Ia melucuti pakaiannya sendiri dan hanya menyisakan celana dalam. Ia menarik Seohyun dalam pelukannya dan juga menarik selimut supaya tubuh mereka bertambah hangat.

 

“bagaimana?” tanya Kyuhyun. Seohyun belum menjawab karena sibuk menetralisir detakan jantungnya yang menggila. Bayangkan saja, saat ini Kyuhyun memeluknya dengan erat dan kaki yang membelit tubuh masing  – masing sedangkan tubuh mereka telanjang.

 

“sudah lebih hangat?” tanya Kyuhyun lagi, Seohyun hanya mengangguk malu. Kyuhyun menarik wajah Seohyun agar menatapnya. Dapat ia lihat jika wajah Seohyun masih pucat dengan bibir yang masih membiru. Ia memajukan bibirnya menuju bibir Seohyun dan menciumnya lembut.

 

Hal pertama yang ia rasakan adalah bibir Seohyun yang sedingin es. Begitu dingin hingga Kyuhyun takut. Tapi hal itu tidak membuatnya menghentikan ciumannya. Ia terus mencium bibir Seohyun dan melumatnya perlahan. Kyuhyun memperdalam ciuman mereka ketika Seohyun menarik lengannya. Pria itu seolah ketagihan denga bibir Seohyun yang tipis itu. Tapi buru – buru ia melepaskannya dan memberinya satu kecupan manis.

 

“itu ciuman pertamaku jika kau tahu.” Gumam Kyuhyun menatap Seohyun dalam.

 

“itu juga ciuman pertamaku.” Sahut Seohyun lirih. Kyuhyun tersenyum. Ia tarik tubuh Seohyun supaya gadis itu tidak merasa kedinginan. Ia mengabaikan pusat tubuhnya yang mulai terbangun. Tidak, ia harus bisa menahannya.

 

“sepertinya aku akan menerima perjodohan ini dengan ikhlas, bagaimana denganmu?” tanya Kyuhyun dengan mata terpejam.

 

“sepertimu, aku juga akan menerimanya. Tapi ada satu syarat.” Kyuhyun membuka matanya seolah menanti syarat apa yang akan diajukan Seohyun padanya.

 

“jangan memandangi gadis – gadis dengan tubuh yang seksi. Bagiku itu menjijikan.” Ucap Seohyun lirih. Kyuhyun tersenyum.

 

“apa kau mulai bersikap protective padaku Nona?” goda Kyuhyun. wajah Seohyun memanas. Untung saja saat ini kepalanya ada didada Kyuhyun. jadi pria itu tak mungkin bisa melihat wajahnya yang memanas,

 

“baiklah, aku akan melakukan syaratmu. Mulai saat ini aku milikmu dan kau milikku. Lalu pernikahan kita?” tanya Kyuhyun.

 

“tadi appamu bilang padaku.” ujar Seohyun. Saat ini Kyuhyun tengah mengelus rambut Seohyun.

 

“bilang apa?”

 

“jika dia akan mempercepat pernikahan kita. Jika kau berbuat macam – macam padaku” Satu senyuman terbit dari bibir Kyuhyun.

 

“bukankah aku sudah berbuat macam – macam padamu? Aku sudah menelanjangimu, aku sudah menciummu, aku sudah,,

 

“yak hentikan..” Sela Seohyun cepat. Kyuhyun terkekeh. Ia tahu gadis itu tengah malu sekarang.

 

“aku tidak menolak jika pernikahan kita dipercepat.” Gumam Kyuhyun. matanya mulai terpejam.

 

“apa kau bilang?” tanya Seohyun, ia seperti mendengar Kyuhyun mengatakan jika ia tidak menolak pernikahan mereka dipercepat atau ia salah dengar?

 

“sudah malam tidurlah.” Gumam Kyuhyun dengan suara khas orang yang hendak terlelap. Seohyun mulai memejamkan mata dan menarik tubuh Kyuhyun supaya pelukan pria itu tidak terlepas. Kyuhyun tersenyum dengan mata terpejam.

 

DON’T LEAVE ME

 

Sinar matahari pagi telah menyinari sebagian dari dunia. Cuaca pun tidak sedingin semalam. Meski pagi hari di Pulau Nami lebih dingin daripada pagi hari di Seoul. Sepasang tangan mungil nampak masih melingkupi tubuh Kyuhyun. gadis itu Seohyun, sejak semalam memeluk Kyuhyun dengan posisi yang sama. Kyuhyun yang terbangun lebih dulu sedikit terkejut ketika tubuhnya menyatu dengan Seohyun. Namun buru – buru ia tersadar. Ia tersenyum kecil.

 

Dilihatnya wajah Seohyun yang tengah terlelap. Begitu polos seperti bayi. Ia menyingkirkan helaian rambut diwajah gadis itu. Ia kecup kening Seohyun pelan dan mengeratkan pelukannya pada Seohyun. Tak berapa lama Kyuhyun mendengar lenguhan Seohyun. Sepertinya gadis itu mulai terbangun. Ia buru – buru memejamkan matanya. Berpura – pura tidur kembali.

 

“Kyu, kau masih tidur?” gumam Seohyun dengan suara serak. Seohyun singkirkan lengan besar itu dari tubuhnya. Ketika ia hendak bangun. Ia tersadar jika dirinya nyaris telanjang. Buru – buru ia tarik selimut hingga dadanya.

 

“astaga aku pasti sudah gila semalam.” Seohyun ingin bangun tapi tangan Kyuhyun kembali menahannya. Ia lihat wajah kyuhyun yang terpejam.

 

“apa aku begitu tampan sayang?” goda Kyuhyun, sedetik kemudian pria itu telah membuka matanya. Seohyun memalingkan wajahnya yang memerah.

 

“keluarlah dari dalam selimut dan segera kenakan pakaianmu.” Ucap Seohyun gugup.

 

“tidak mau.” Jawab Kyuhyun santai membuat Seohyun menatapnya kesal. Apa pria ini gila? Mereka tidak berpakaian sekarang. Astaga, kepala Seohyun mulai berdenyut.

 

“kenapa tidak mau?” tanya Seohyun kesal.

 

“kau belum memberiku morning kiss, hei aku sudah merelakan diriku menyetujui syaratmu semalam apa kau lupa?” sungut Kyuhyun.

 

“cih, itu bahkan sudah sewajarnya kau lakukan? Kau lupa kau akan menikah denganku?” balas Seohyun sinis.

 

“aku tidak lupa, aku hanya minta kau memberiku morning kiss, mulai sekarang kau harus belajar menjadi istri yang baik. Cha.” Kyuhyun sudah menyiapkan bibirnya untuk dicium Seohyun namun Seohyun malah mendorongnya hingga ia terjatuh dari ranjang.

 

“ahh, sakit.” Teriak Kyuhyun. ia memegangi sikunya yang sedikit membiru. Seohyun segera melarikan diri dengan selimut menuju kamar mandi. Kyuhyun tertawa kecil.

 

“dasar gadis bodoh.”

 

DON’T LEAVE ME

 

                Dua pria terlihat tengah menunggu seseorang dipelataran kampus. Mereka adalah Lee Donghae dan Lee Hyukjae. Sahabat Cho kyuhyun, sejak kemarin Kyuhyun meninggalkan kampus bersama Seohyun. Pria itu sama sekali tidak bisa dihubungi. Jikapun bisa Kyuhyun seolah tidak mau menjawab panggilan dari mereka.

 

“bocah itu kemana sih sebenarnya? Lima menit lagi bahkan kelas sudah dimulai. Tapi bocah itu sama sekali tidak terlihat batang hidungnya. Benar – benar.” Gerutu Lee Hyuk Jae aka Eunhyuk.

 

“memangnya kenapa? Kenapa jadi kau yang ribut hah?” tanya Donghae kesal. Pria kelahiran Mokpo itu sibuk dengan gadget ditangannya yang sedang membalas pesan dari kekasihnya.

 

“kau lupa jika hari ini ada presentasi? Jika Kyuhyun tidak ada bagaimana dengan kelompok kita?” balas Hyukjae sengit. Donghae menghentikan tangannya yang bermain gadget.

 

“presentasi? Hari ini? Astaga!!” ucap Lee Donghae terkejut. Ia menatap Hyukjae dengan tatapan penuh kecemasan.

 

“kau baru ingat?” tanya Hyukjae sinis dan sialnya Donghae hanya mengangguk polos.

 

“Hyuk, bagaimana jika kita kabur sekarang, mumpung Dosen Kim belum datang.” Hyukjae hanya mengangguk. Dan ketika ia hendak kabur, suara berat membuat nafas mereka tercekat.

 

“kalian mau kemana Lee Donghae-ssi, Lee Hyukjae-ssi?” pertanyaan dengan penuh ketegasan mampu membuat kedua pria itu menelan salivanya. Mereka berbalik menaap Dosen Kim.

 

“ahh, kami hanya ingin ke toilet sebentar Dosen Kim.” Jawab Hyukjae sopan. Dosen Kim tersenyum sinis.

 

“kau lupa dimana arah toilet? Cepat masuk kelas!” keduanya langsung terbirit – birit menuju kelas setelah mendengar bentakan dari Dosen Kim.

 

DON’T LEAVE ME

 

                Seohyun dan Kyuhyun tengah berada disebuah butik. Masih didaerah Pulau Nami. Karena dari kemarin mereka memakai baju yang sama akhirnya mereka sepakat untuk membeli baju sebelum pulang kembali ke Seoul.

 

Kyuhyun sudah berpesan pada Seohyun untuk memilih baju yang hangat. Karena cuaca sedang tidak mendukung. Seohyun hanya mengangguk kemudian memilih pakaian yang pantas ia kenakan. Kyuhyun pun melakukan hal yang sama. Bedanya ia sudah selesai setelah sepuluh menit memilih. Tidak seperti Seohyun. Sampai saat ini saja dirinya belum memilih satupun.

ca960bc83cb295904223328233098546.jpg

Daripada ia mati bosan, ia keluarkan ponselnya dan mulai bermain game yang sekarang sedang famous dikalangan remaja. COC. Ia sibuk bermain COC sehingga dirinya tidak sadar jika Seohyun sedang mematut dirinya. Gadis itu terlihat lucu sekali dengan rambut yang ditarik ke kanan dan ke kiri. Mantel bercorak kotak – kotak hitam putih, dan jangan lupakan kupluk hitam yang bertengger indah dikepalanya. Membuat Seohyun nampak seperti remaja SMA.

 

 

“pakaian ini menurutmu bagaimana? Pantas tidak?” tanya Seohyun meminta pendapat Kyuhyun. Kyuhyun berdehem sejenak.

 

“tidak buruk, kau lama sekali. kita harus segera pulang.” Balas Kyuhyun ketus. Seohyun mempoutkan bibirnya.

 

“kenapa dia tidak bilang aku cantik?” gerutu Seohyun. Namun gadis itu masih mengekori Kyuhyun. setelah ini mereka akan pulang ke Seoul. Saat menunggu kapal Seohyun memandang ke depan.

 

“hah, rasanya aku tidak ingin meninggalkan tempat ini.” Ucapnya membuat Kyuhyun menoleh padanya.

 

“kenapa?” tanya Kyuhyun.

 

“tak ada tempat seindah ini di Seoul.” Kyuhyun tersenyum ia rangkul pundak Seohyun.

 

“kajja kapalnya sudah tiba.”

 

~~

 

Akhirnya mereka telah sampai di Seoul setelah menempuh perjalanan beberapa jam. Kyuhyun mengambil motor ditempat penitipan. Tak lama kemudian ia sudah berada didepan Seohyun dengan Ducati merah kebanggaannya.

 

“kajja naik, aku akan mengantarmu.” Tak banyak bicara Seohyun segera naik ke motor besar itu. Kyuhyun segera menarik gas dengan kencang membuat Seohyun mau tidak mau memeluk Kyuhyun. dari spion dapat Kyuhyun lihat jika Seohyun takut, bahkan gadis itu memejamkan matanya.

 

“pelan – pelan Kyu, aku takut.” Cicitnya lirih. Membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk sampai ke rumah Seohyun. Seohyun turun dengan wajah takut. Ia terlihat pucat. Kyuhyun menyesali sikapnya. Seharusnya ia mengendarai pelan – pelan.

 

“kau baik – baik saja?” tanya Kyuhyun panic ketika Seohyun diam saja. Dengan segera Kyuhyun melepas helmnya dan berdiri didepan Seohyun.

 

“Seohyun, kau dengar aku?” tanpa diduga Kyuhyun, Seohyun pingsan. Untung saja Kyuhyun sigap jadi Seohyun tidak jatuh ke tanah. Ia segera berlari menuju rumah Seohyun.

 

“Kyuhyun-ahh, ada apa dengan Seohyun?” tanya Nyonya Seo panic ketika Kyuhyun menggendong Seohyun yang pingsan.

 

“entahlah ahjumma, Seohyun tiba – tiba pingsan saat turun dari motor.” Jawab Kyuhyun. pria itu membawa Seohyun ke kamarnya yang sudah sangat ia hafal. Kamar dengan warna khas biru muda dan hijau. Terlihat sangat nyaman.

jomi-bedromm.jpg

 

Ia letakkan Seohyun diranjangnya. Ia lepas mantel Seohyun juga sepatunya. Ia tatap Seohyun dengan tatapan penuh kekhawatiran. Astaga, kenapa gadis ini lemah sekali sih. Membuat ia takut saja.

 

“apa udara disana sangat dingin?” tanya Nyonya Seo sambil membawa nampan yang berisi minuman hangat serta obat. Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

 

“uri Seohyun memang seperti itu. Dia tidak bisa merasakan suhu udara terlalu dingin tubuhnya akan melemas. Ia tidak setangguh orang lain. Karena daya tahan tubuh Seohyun dari kecil memang lemah. Jadi ia mudah terserang sakit.” Kyuhyun mendengarkan secara seksama. Pantas saja ketika Kyuhyun mengajaknya pergi ke gunung atau berkemah gadis ini selalu saja punya seribu alasan untuk menolak.

 

“semalam dia juga menggigil ahjumma,” gumam Kyuhyun lirih.

 

“lalu apa yang kau lakukan?” tanya Nyonya Seo menatap mata Kyuhyun. Kyuhyun tampak gelisah, haruskah ia menjawab bahwa dirinya menelanjangi gadis itu dan memeluknya semalaman? Rasanya tidak etis ketika harus berbicara seperti itu didepan calon mertuanya sendiri bukan?

 

“aku memeluknya semalaman ahjumma, tapi sepertinya pagi ini aku yang salah. Aku mengendarai motor terlalu kencang hingga dia kedinginan lagi. Maafkan aku ahjumma. Seharusnya aku menjaga Seohyun dengan baik.” Balas Kyuhyun. ia tidak sepenuhnya berbohong. Ia hanya menghilangkan kata menelanjangi saja.

 

“gwenchana, kau sudah membawanya pulang dengan baik itu sudah cukup.” Saat Nyonya Seo hendak membangunkan Seohyun tangan Kyuhyun mencegahnya.

 

“biarkan dia istirahat ahjumma, aku yang akan menjaganya disini. ahjumma tenang saja.” Ucap Kyuhyun penuh keyakinan.

 

“baiklah, ahjumma sebenarnya juga masih ada urusan diluar.”

 

“pergilah ahjumma aku yang akan menjaganya.” Nyonya Seo mengacak rambut Kyuhyun sayang. Ia memang sudah menganggap Kyuhyun sebagai putranya sendiri.

 

“bolehkah ahjumma bertanya satu hal padamu Kyuhyun-ahh?” tanya Nyonya Seo hati – hati. Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

 

“kenapa kau menolak dijodohkan dengan Seohyun? Apa kau punya gadis lain?” Kyuhyun mendongak menatap Nyonya Seo.

 

“tidak ahjumma, bagaimana aku bisa punya gadis lain. Sementara Seohyun selalu menempel padaku?” guraunya.

 

“sejujurnya aku hanya tidak siap ahjumma. Bayangan pernikahan membuatku takut. Aku masih kuliah. Seohyun pun sama. Bagaimana aku bisa menghidupi Seohyun jika aku saja belum bekerja?” lanjut Kyuhyun.

 

“bukankah tahun ini kau lulus?” Kyuhyun hanya mengangguk.

 

“aku tidak menolaknya ahjumma. Saat kami di Pulau Nami kami membicarakan hal ini. Kami sama – sama akan menerima pernikahan ini dengan ikhlas.”

 

“benarkah?”

 

“ne, kami sepakat melakukannya.”

 

“sejujurnya kalian saling membutuhkan Kyuhyun-ahh. Tapi kalian sama – sama keras kepala.” Kyuhyun hanya tersenyum mendengar penuturan Nyonya Seo tentang dirinya dan juga Seohyun.

 

DON’T LEAVE ME

 

                Seohyun terkejut ketika dirinya bangun dan Kyuhyun tidur disampingnya. Ia pegang kepalanya yang pusing. Matanya menatap sekeliling. Ini kamarnya, apakah Kyuhyun yang sudah menggendongnya? Entahlah ia juga tak tahu. Tak lama kemudian Kyuhyun juga terbangun.

 

“kau sudah bangun? Apa yang kau rasakan heum?” tanya Kyuhyun beruntun. Seohyun tersenyum menggeleng.

 

“tidak, bisakah ambilkan aku air itu?” Kyuhyun mengangguk. Dengan cepat ia mengambil segelas air yang diletakkan dinakas oleh Nyonya Seo.  Seohyun langsung menghabiskannya karena ia memang sangat haus.

 

“kau lapar?” tanya Kyuhyun lembut. Seohyun menggeleng. Kyuhyun melihat jam dinding. Ini sudah pukul tiga sore.

 

“aku akan mengambilkanmu makanan. Ini bahkan sudah lewat dari jam makan siang.” Ujar Kyuhyun. saat Kyuhyun hendak beranjak Seohyun memeganginya.

 

“apa kau sudah makan?” tanya Seohyun. Kyuhyun menggeleng.

 

“baiklah aku akan makan dan kau makan bersamaku.” Tukas Seohyun. Kyuhyun hanya terkekeh.

 

“siap Nona.” Seohyun tersenyum melihat Kyuhyun yang begitu lembut padanya. Sejak semalam Kyuhyun memang berubah menjadi sosok yang belum pernah ditemui Seohyun selama dia mengenal Kyuhyun. biasanya pria itu selalu bersikap seenaknya dan sok cool. Tapi semalam, astaga… sepertinya pipinya kembali memerah.

 

~~

 

“bibi, bisakah siapkan satu porsi besar makan siang untuk Seohyun?” tanya Kyuhyun pada pelayan yang berada didapur.

 

“satu porsi besar tapi nona..”

 

“satu porsi besar itu untukku juga bibi. Kau bisa kan siapkan sekarang? Ah jangan lupa jus jeruknya juga.” Pelayan itu hanya mengangguk. Suara langkah kaki terdengar menuju dapur Kyuhyun menoleh dan mendapati kakak sepupu Seohyun disitu.

 

“Jessica nuna.” Sapa Kyuhyun.

 

“kau ada disini Kyu?” Kyuhyun mengangguk.

 

“ini tuan muda..” pelayan itu menyerahkan satu porsi besar makanan yang diletakkan apik disebuah nampan.

 

“kau akan makan sebanyak itu?” tanya Jessica dengan wajah shock.

 

“aniya,, ini untuk berdua bersama Seohyun.” Kyuhyun mengerlingkan satu matanya pada Jessica, Jessica baru sadar ketika Kyuhyun sudah pergi.

 

“astaga, katanya menolak dijodohkan. Dasar pasangan aneh.” Gumam Jessica.

 

~~

 

“kenapa banyak sekali?” sungut Seohyun ketika Kyuhyun membawakan satu porsi besar makanan.

 

“kau lupa aku juga kelaparan tahu. Chaa buka mulutmu.” Titah Kyuhyun. Seohyun menatapnya.

 

“cepat..” mau tidak mau Seohyun membuka mulutnya tapi naas bukannya makanan itu sampai dimulutnya Kyuhyun lebih dulu mengalihkan sendoknya ke mulutnya sendiri. gadis itu mempoutkan bibirnya lucu ketika sedang marah.

 

“kau niat tidak sih menyuapiku?” tanya Seohyun sebal. Kyuhyun menyendok lagi dan kali ini Seohyun yang menolak. Ia memalingkan wajahnya ketika sendoknya hampir sampai. Ia kesal.

 

“maafkan aku. Aku janji aku tidak akan mempermainkanmu lagi. Ayolah sayang.” Bujuk Kyuhyun. akhirnya Seohyun membuka mulutnya dan menerima suapan Kyuhyun.

 

“kenapa ada sendok lagi disini?” tanya Seohyun sambil mengunyah makanan. Kyuhyun tersenyum kecil. Akhir – akhir ini tingkah Seohyun benar – benar merusak tatanan kerja tubuhnya.

 

“itu untukmu. Suapi aku.” Seohyun menatap Kyuhyun dengan pandangan yang err, menusuk. Bagaimana bisa pria itu bersikap begitu padanya? Tidak tahukah dia jantung Seohyun bisa menggelinding kapan saja. Dengan malas Seohyun juga menyuapi Kyuhyun. Jessica yang mengintip dari balik pintu tersenyum kecil.

 

Seohyun dan Kyuhyun terlihat sangat manis. Meski pada kenyataannya selalu saja ada pertengkaran diantara mereka. ketika hendak melangkah Jessica hampir saja berteriak ketika Nyonya Seo ada tepat dibelakangnya. Untung saja dia tidak latah.

 

“astaga Imo, kau membuatku terkejut.” ujar Jessica sambil mengelus dadanya.

 

“kau lihat apa? Kenapa tidak masuk?” tanya Nyonya Seo, Jessica tidak menjawab melainkan memberi celah untuk Nyonya Seo melihat apa yang terjadi dikamar Seohyun. Tak berapa lama Nyonya Seo tersenyum lembut.

 

“astaga, mereka manis sekali.” gumam Nyonya Seo entah ada siapa. Ia terkikik melihat Kyuhyun menjahili putrinya. Dasar pasangan muda.

 

“kajja pergi, jangan ganggu mereka.” Ajak Nyonya Seo pada Jessica. Jessica mengikuti langkah kaki Nyonya Seo. Meninggalkan pasangan muda yang tengah bermesraan.

 

~~

 

“kenapa jus jeruknya cuma satu gelas?” tanya Seohyun pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangkat bahunya. Tak lama ia memelototkan matanya ketika Seohyun menyeruput jus jeruknya hingga hampir habis.

 

“yak,kenapa kau minum banyak sekali?” sungut Kyuhyun. Seohyun hanya tersenyum jahil. Kembali ia menyeruput jusnya. Tiba – tiba saja Kyuhyun menariknya dan menyatukan bibir mereka. dapat Seohyun rasakan Kyuhyun memaksa bibirnya untuk membuka dan memindahkan jus jeruknya pada mulutnya sendiri. Seohyun membelalakan matanya ketika Kyuhyun ternyata mengambil untung.

 

‘dasar pria sialan.’ Gerutu Seohyun dalam hati. Meski ia menggerutu ia sama sekali tidak menolak perlakuan Kyuhyun padanya. Ia bahkan memejamkan mata meski ia tidak tahu bagaimana cara membalasa ciuman Kyuhyun. Kyuhyun menyudahi ciumannya dan tak lupa meninggalkan satu kecupan manis dibibir Seohyun yang membengkak karena ulahnya.

 

“kau sama sekali tak pandai dalam berciuman ternyata.” Ejek Kyuhyun. Seohyun hanya memutar bola matanya jengah. Ponsel Kyuhyun berdering, Kyuhyun segera mengambilnya dan mengangkatnya.

 

“yoboseyo appa” jawab kyuhyun.

 

“kau dimana apa kau lupa jika kau punya rumah?” tanya Tuan Cho dengan nada sinis. Kyuhyun hanya bisa menghela nafas.

 

“aku sedang bermesraan dengan calon istriku. Dan kau menggangguku kau puas?” sahut Kyuhyun tak kalah sinis. Seohyun menatapnya seolah mengatakan jangan-bersikap-begitu.

 

“benarkah? Kenapa kau harus sejujur itu?” Tuan Cho kelabakan dengan jawaban putranya. Ia seolah malu sendiri. Kyuhyun tertawa kecil.

 

“kau mau aku berkata bohong?”

 

“aniya, cepatlah pulang. Ada yang ingin kuberitahu padamu. Kalau kau tid..

 

“arrayo arrayo. Aku akan pulang.” Kyuhyun mematikan panggilannya sepihak. Ia duduk disebelah Seohyun. Gadis itu menatap Kyuhyun serius.

 

“jangan seperti itu dengan appamu sendiri. dia hanya khawatir padamu. Cobalah memahaminya.” Seohyun menasehati Kyuhyun. bukan sesuatu yang baru bagi Seohyun melihat ayah dan anak itu selalu bertengkar seperti ini. Tapi, ia tidak bisa membiarkan hal ini terus saja terjadi.

 

“kau tahu appa begitu kejam padaku dari dulu.” Seohyun tersenyum kecil. Kyuhyun seolah sedang mengadu padanya.

 

“hei, itu kan untuk kebaikanmu. Kau tak ingat apa yang kau minta selalu dia turuti? Mobil, motor, apertemen mewah dan masih banyak lagi.” Tutur Seohyun. Ia memegangi pipi Kyuhyun dan mengelusnya.

 

“aku tidak suka mendengar kau selalu bertengkar dengan appamu. Jika kau tidak mau melakukannya untuk dirimu sendiri. lakukan untukku heumm.” Ucapnya. Kyuhyun seolah terhipnotis dan hanya mengangguk. Membuat Tuan Seo yang baru saja mengintip terharu.

 

“pulanglah, kau sudah tidak pulang dari kemarin.” Kata Seohyun lembut. Kyuhyun terlihat enggan namun Seohyun tidak kehilangan akal. Ia peluk Cho Kyuhyun.

 

“aku tahu kau anak yang baik. Pulanglah, besok jemput aku ya? Kita berangkat kuliah bersama.” Kyuhyun membalas pelukan Seohyun dan mengangguk.

 

DON’T LEAVE ME

 

                Kyuhyun sampai dirumah sekitar pukul enam sore. Ayah dan ibunya sudah berada dirumah. Begitu juga dengan kakaknya dan kakak iparnya. Mereka tampak berkumpul diruang tengah.

 

“aku pulang.” Ucap Kyuhyun. Nyonya Cho segera menghampiri anaknya yang terlihat begitu lelah.

 

“kau terlihat sangat lelah sayang? Apa kau sakit?” Kyuhyun menggeleng.

 

“bagaimana liburamu di Pulau Nami? Apakah menyenangkan? Apa kalian tidur seranjang, auww.” Pertanyaan Ahra terpotong karena Siwon memukul kepalanya dengan keras. Menimbulkan gelak tawa di ruang tengah tersebut. Kyuhyun yang sedang bergelayut manja pada ibunya menyahut.

 

“menyenangkan, dan yaa kami tidur seranjang.” Jawab Kyuhyun polos. Ibunya melepas pelukannya menatapnya seolah mencari kebohongan pada mata anaknya. Tapi nihil.

 

“aku tidak berbuat apapun eomma. Dia semalam menggigil kedinginan aku hanya memeluknya saja.” Lanjut Kyuhyun.

 

“eoh Jinjja? Tidak ada.. “ Ahra membuat tanda kutip yang membuat emosi Kyuhyun naik. Siwon yang melihat kelakuan istrinya segera menegur.

 

“astaga Ahra kenapa kau mesum sekali sih?” Kyuhyun terkekeh ketika wajah kakaknya berubah kesal. Siwon selalu bersikap bijak. Mungkin itu yang menjadi nilai plus dari pria itu oleh ayahnya.

 

“aku kan hanya bertanya siapa tahu saja kita semakin bisa mempercepat pernikahanmu dengan Seohyun.” Goda Ahra. Kyuhyun tersenyum sinis.

 

“percepat saja aku tidak takut.”

 

“whoa, apa sekarang kau mulai menerimanya dengan ikhlas?”

 

“tentu saja, aku sudah berbicara dengan Seohyun juga.” Tutur Kyuhyun.

 

“jika kau menikah dengan Seohyun hentikan kebiasaanmu itu.” Gumam Tuan Cho sambil menatap tajam ke arah putranya.

 

“kebiasaan yang mana?” tanya Kyuhyun ketus.

 

“kebiasaan menggelayuti istriku. Cukup bermanja dengan istrimu dan jangan bermanja dengan istriku.” Jawaban Tuan Cho membuat semua orang tertawa. termasuk Kyuhyun sendiri.

 

“Yak appa, istrimu itu eommaku.” Sahut Kyuhyun tidak terima.

 

“oya Kyu, persiapkan dirimu kau akan menikah dengan Kyuhyun dua minggu dari sekarang.”

 

DON’T LEAVE ME

 

“MWO!!! Apa itu tidak terlalu cepat? Kami bahkan masih kuliah.” Protes Seohyun. Ia menatap orang tuanya dengan pandangan tidak percaya. Jessica berdecak pelan.

 

“apanya yang terlalu cepat hah? Kalian bahkan berciuman dikamar. Astaga mataku ternoda.” Celetuk Jessica sambil mengucek kedua matanya. Seohyun menatap unnienya dengan tatapan seolah membunuh. Sedangkan Jessica hanya memberikan cengiran tanpa dosanya.

 

“kalian berciuman? Benarkah?” tanya Tuan Seo dengan mata berbinar.

 

“aniyaa,,” elak Seohyun.

 

“yeobo, bahkan saat di Pulau Nami mereka tidur berpelukan sepanjang malam,” tambah Nyonya Seo, Seohyun menyembunyikan kedua pipinya yang memerah dengan tangannya.

 

“bagaimana eomma bisa tahu eoh?” tanya Seohyun kesal.

 

“Kyuhyun sendiri yang bercerita padaku. aigoo, kenapa harus menunda pernikahan jika sikap kalian saja seolah kalian sudah menikah.” Goda eomma Seohyun. Seohyun mempoutkan bibirnya lucu.

 

“terserah kalian saja lah.” Seohyun berlari menuju kamarnya. Ia kesal digoda oleh keluarganya terus. Saat ia merebahkan dirinya dikamar. ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk. Ia segera membacanya,

 

“From : titisan iblis

apa kau sudah tidur? Bagaimana keadaanmu?

Seohyun tersenyum membaca isinya. Ia segera mengetik balasan untuk Kyuhyun.

“To : titisan iblis

Aku belum tidur. aku baik – baik saja”

                Tak lama kemudian ponselnya berbunyi lagi.

“From : titisan iblis

Kau sudah tahu jika pernikahan kita dipercepat?”

                Seohyun terdiam, sejujurnya dia merasa bingung ingin membalas pesan Kyuhyun bagaimana. Ia bukannya tidak senang menikah dengan Kyuhyun. hanya saja ia merasa aneh. Entahlah sesuatu hal yang sulit Seohyun jabarkan. Ponselnya berdering.

 

Titisan iblis Calling

 

                “yoboseyo kenapa lama sekali?” tanya Kyuhyun beruntun. Seohyun hanya menghela nafas.

 

“aku baru saja mau menulis kau sudah menelpon duluan.” Sangkal Seohyun malas. Kyuhyun menangkap ada yang berbeda dengan nada bicara Seohyun yang terkesan menyembunyikan sesuatu darinya.

 

“kau benar baik – baik saja?” tanya Kyuhyun sekali lagi untuk memastikan. Seohyun hanya menjawab dengan gumaman.

 

“kau keberatan dengan pernikahan ini?” tanya Kyuhyun, sebenarnya ia ragu menanyakan ini pada Seohyun tapi.

 

“aku bisa membatalkannya jika kau menolak.” Lanjut Kyuhyun.

 

“aniya, bukan seperti itu. Aku tidak keberatan hanya saja aku merasa aneh. Aku belum mempunyai bekal apapun sebagai seorang istri. Apa aku bisa jadi istri yang baik untukmu?” tanya Seohyun lirih. Kyuhyun tersenyum mendengar keluhan Seohyun yang ternyata tak jauh berbeda dari dirinya.

 

“kau kira aku punya heum? Aku juga masih nol dalam hal itu. Makanya aku mau belajar bersamamu.” Ucapan Kyuhyun bagai oase ditengah padang pasir untuk Seohyun. Begitu menyejukkan hati. Tana ia sadari dirinya tersenyum seolah Kyuhyun ada disini. seolah pria itu ada didepannya.

 

“mungkin terlalu cepat untuk kita, tapi kita bisa belajar pelan – pelan bukan. Kau hanya perlu percaya pada dirimu sendiri. awalnya akupun sama denganmu. Tapi aku percaya sesuatu yang diniati baik pasti menghasilkan yang baik juga.” Jelasnya panjang lebar.

 

“kau belajar darimana kata – kata seperti itu? Apa Siwon oppa yang mengajarimu?” tanya Kyuhyun polos. Menghilangkan suasana romantic yang sudah diciptakan Kyuhyun.

 

“enak saja, memang hanya Siwon hyung yang bisa berkata bijak? Aku juga bisa.” Sahut kyuhyun angkuh. Seohyun yang mendengarnya hanya mencibir.

 

“arraseo,,”

 

“satu hal lagi.”

 

“apa?” tanya Seohyun malas.

 

“ganti nama kontakku diponselmu. Aku kan calon suamimu. Masa kau namai aku titisan iblis. Minimal beri nama kontakku pangeran tampan atau suamiku itu terdengar lebih baik.”

 

“kau tahu itu menggelikan, aku tidak mau.” Tolak Seohyun mentah – mentah.

 

“kau harus mau, yaa kalau kau tidak menggantinya sampai besok awas saja kau.” Ancam Kyuhyun diseberang.

 

“kau mengancamku?” teriak Seohyun berhasil membuat Kyuhyun berjengit kaget dan menjauhkan ponselnya.

 

“jangan berteriak bodoh.” Sungut Kyuhyun. Seohyun hanya tertawa membuat Kyuhyun menyunggingkan senyumnya.

 

“tutup ponselnya aku mau tidur.”

 

“ucapkan salam perpisahan yang manis pada calon suamimu.” Perintah Kyuhyun.

 

“tidak mau, yaa kenapa kau memerintahku seenak jidatmu? Dasar titisan iblis.” Gerutu seohyun. Jessica yang sedang berada didepan pintu Seohyun hanya mampu menggeleng – gelengkan kepala.

 

‘bertengkar lagi? Astaga.’ Batinnya.

 

To Be Continue.

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

37 thoughts on “Don’t Leave Me (Confession) Part 2

  1. Masyaamppuuuuunnn!!
    Seokyunya manis bangettttt >< baca part ini senyum2 sendiri jadinya huhu apalagi mereka nerima perjodohan ini.. suka sama pasangan ini yg kadang manis tp bisa berubah tiba2 wkwk
    Aku menanti saat pernikahan mereka tiba 🙂

    Like

  2. aaaaaa bahagianya baca ni ff bikin senyum2…
    seokyu nya romantis bangettt, ternyata seokyu udh sama2 suka tapi belum ada yg menyatakan perasaan masing2.
    gak sabar pengen liat seokyu menikah , semoga pernikahan nya seo berjalan lancar.
    next thor

    Like

  3. Ini yang dikatakan malu2x tapi mau…
    Ya ampun kyu n seo belum berumah tangga aja bertengkar
    Hahahahha
    Ditunggu kelanjutannya…

    Like

  4. wah ff terbaru nih.. baru bisa coment karna jg baru nemu halaman web ini . keren nih jadi tambah satu lagi tempat ff seokyu untuk aku kunjungi .. lanjut y

    Like

  5. Semoga aja seokyu gak ada penghalangnya,oh iya chingu kalo gak salah di part 1 tn.cho bilang mendiang istri,tapi di part ini ada eomma ya kyu.itu eomma tiri apa gimana chingu…..????

    Like

  6. Huaa.. mereka sweet bangett..
    Aku sampe meleleh bacanya..
    Aku speechless deh..
    Tapi intinya aku suka bangett sama ff ini!
    Ini salah satu ff SeoKyu tetbaik yang pernah aku baca;
    Aku tunggu part 3 nya..
    Semangat terus buat author

    Like

  7. Ahhh…so sweettttt….cepat dong nikahnya..aigooo…kyupa romantic sekali…..utk part selanjutnya dicepatin ya..

    Like

  8. akhirny seokyu setuju buat nikah
    smoga aj gk ad yg ngehancurin dehhh
    cpt nikah aj seokyu hehehe
    kerennn makin bagusss
    lanjutttt nee
    hwaitinggg

    Like

  9. Aaaaaaaa, Seokyu cute ‘n sweet bangeeetttt..^^
    Hahaha. Dasar Keluarga Seo malah suka ngintipin Seokyu.
    Nexttttt, Eon! FIGHTINGGG!!

    Like

  10. Ah kok tbc??
    Gak seru tau eonn, lagian masih manis² kok tau tau ada penyakit TBC,
    Kan menyakitkan!!!
    Wah ternyata sudah saling menerima nih, chukaeheyo 👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
    Kalo boleh saran nih ye ni ff entar kalo dah nikah dibuat kek ada konflik yang belibet dikik biar tambah seru,,

    Next deh eonn,
    Fighting 👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪

    Like

  11. Ya amoun hubungan merak lucu banget. Si kyu yang suka jaillin seohyun eonnie. Si seo eonnie yang gak amau kalah.
    Kyu bisa romantis juga yaa bisa ngomong bijak kayak gitu gak nyangka aja gitu
    Semoga hubungan mereka bisa terus baik sampai saat hari pernikahan
    Nice

    Like

  12. Geretan banget ama mereka bentar2 mesra, bentar2 marah ckck labil banget dah wkwkwk
    seohyun nurut dong ama kyuhyun kalian kan udah mau nikah masa iya nama kontak kyuhyun kamu namain titisan iblis hihihi
    kasian deh ama eunhae pasti kena hukuman tuh gegara kyuhyun gak masuk sabar aja yah oppa hehe
    btw tn.cho cemburuan amat sih ny.cho kan eomma’a kyuhyun jadi wajar aja kyuhyun bersikap manja ama eomma’a lagian kyuhyun juga kan anak kandungmu masa iya cemburu ama anak sendiri wkwkwk anak ama bapak sama aja yah
    Next Fighting!

    Like

  13. Ceritanya ok bnget chingu.
    So sweet bnget seokyu.
    Wah seokyu menerima perjodohan para orang tuanya. Senang adegan kyu oppa yg memeluk seo yg kedinginan dan saat seo pingsan kyu oppa yg menjagainnya.
    Chingu di tunggu part slnjutnya.

    Like

  14. Ya ampun bcanya snyum gaje trus.. Seokyu sklinya mesra bkin ngiri tpi klw ufahh bertengkar ya ampun.. gemes… Ga sbar nunggu mreka nikah.. smga aja mereka slalu bgtu yah… ayo d nezt semangatt 🙂

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s