Posted in Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Comedy, Fantasy, Romance, Seo Joohyun, Uncategorized

I am Sorry I Love You Part 1

Author                  : Akira Cho

Genre                   : Comedy, romance, Fantasy

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Siwon, Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                      : annyeong, I am comeback again. 😀 😀 , kali ini aku dating dengan ff yang udah pernah aku singgung saat publish Hidden Love part 17. Ini adalah ff yang jalan ceritanya 90% sama kayak drama yang aku tonton. Judulnya pun sama, yang aku rubah Cuma sedikit dan itu mungkin Cuma bagian ending atau pertengahannya dan yang pasti cast nya juga berubah jadi seokyu. Buat kalian yang udah nonton pasti tahu. Ini bukan drama korea loh ya, tapi ini drama Taiwan.

 

Drama Taiwan itu keren dan lucu – lucu makanya aku suka banget, sebenarnya aku pengen buat yang seperti drama Devil Beside You, tapi terlalu menyakitkan jadi kagak jadi deh XD XD aku cari aman aja. Kalau kalian penasaran. Tonton aja di jamin perut kalian kocak saking lucunya. Tapi kalau di bikin ff nggak lucu ya mianhae, kekekek

 

Typo selalu merajalela. Kalau lihat Typo silakan lapor polisi XD XD, This Is Seokyu Shipper territorial, ANTISEOKYU dilarang ngambah.

 

Cuap – cuapnya sampai disini saja ya,

 

Recommended Song :

  • Aaron Yan – Your Happines is My Happines
  • Aaron Yan – Taipei’s dreaming

 

HAPPY READING

 

Bahkan, jika aku bisa.. aku ingin kembali hidup dan bersamamu              – CSW

 

Let’s Story begin…

 

Dalam sebuah perusahaan besar, terlihat seseorang yang masih ada dikantor malam itu. padahal jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Orang itu, aniya maksudnya dia adalah seorang gadis yang bertugas untuk menyelesaikan kemasan untuk desain musim seminya yang beberapa hari lagi akan keluar. Saat ini ia sedang memfotokopi file di mesin fotokopi di dekat kantornya.

 

                Selesai memfotokopi file ia hendak berbalik ketika sebuah suara tiba – tiba menghentikannya. Suara seperti tawa anak kecil yang menggema hingga di seluruh sudut ruangan begitu membuatnya terpaku. Bulu kuduknya seketika meremang. Gadis itu mencoba mendekati sumber suara berisik itu yang ternyata menuntunnya ke dapur kantor. Ia terkejut ketika mendapati keadaan dapur yang begitu kacau hingga sampah berserakan dimana – mana. Pecahan gelas ada di lantai. Ia berusaha berjalan sepelan mungkin. Ketika dengan tidak sengaja dirinya menginjak serpihan gelas kaca ia membungkuk berusaha merapikan serpihan – serpihan itu. keterkejutannya bertambah ketika ia mendapati sekotak yang berisi alat make up juga ada di dekat serpihan. Sebenarnya siapa yang melakukan tindakan gila ini?

 

                Baru mulai mengambil serpihan itu, ia dikejutkan lagi oleh suara langkah kaki seseorang. Seketika dirinya menoleh ke belakang. Namun tidak ada siapapun, akhirnya ia dengan sedikit keberanian dan banyak ketakutan berjalan mengikuti suara langkah kaki itu. tiba – tiba perhatiannya teralihkan pada mesin fotokopi yang tadi ia gunakan. Mesin fotokopi itu terlihat bersinar seperti saat ia gunakan. Padahal tidak ada siapapun disana. Ketika mesin fotokopi itu berhenti gadis itu membuka mesin fotokopi dan mengambil kertasnya.

 

                “itu milikku..” sebuah suara mengejutkannya. Tiba – tiba ia berbalik dan semua kertas berhamburan disekitarnya. Kertas yang mencetak pindaian wajah dengan warna hitam putih yang tampak mengerikan.

 

 

“AHHHHHH..” teriak seluruh anggota pada divisi desain serempak setelah mendengar kisah menyeramkan dari satu temannya, Seo Joohyun. Gadis yang semalam bertemu dengan sosok misterius dan menemukan banyak kertas dengan pindaian wajah.

 

“benarkah? Fotokopi perusahaan kita mencetak wajah hantu?” tanya seorang pria itu dengan wajah yang ketakutan. Seohyun hanya mengangguk polos wajahnya dibuat setakut mungkin.

 

“fotokopi yang mana?” tanya perempuan di sebelah Seohyun. seohyun menunjuk mesin fotokopi yang ada dibelakang mereka.

 

“dibelakang kalian.” Jawabnya takut.

 

“AHHHHH..” teriak mereka serempak. Semua orang menatap takut pada mesin fotokopi itu. hanya Seo Joohyun dan seorang teman akrabnya yang tampak tidak takut. Sebut saja dia Yoona. Mereka ber tos ria melihat teman – temannya ketakutan.

 

“gara – gara kalian.. aku tidak berani memakai fotokopi itu lagi.” umpat salah satu rekan kerja yang sangat ketakutan.

 

“kalian takut bukan?” tebak Yoona dengan seringai di wajahnya.

 

“Iyaa..” jawab mereka bersamaan. Yoona tersenyum senang dan mengumpulkan seluruh uang yang mereka gunakan untuk bertaruh.

 

“kalau begitu aku menang.” Ujar Yoona sambil berlalu dengan uangnya. Seohyun ada dibelakang mereka. sebagian dari mereka masih bertanya seputar apa yang dikatakan oleh Seohyun.

 

“apakah yang kau katakan itu benar?”

 

“hei, kenapa kau tidak mengatakannya. Katakan pada kami.” Titah salah satu temannya. Keduanya hanya menggeleng sambil berlalu. Setelah semua teman yang mengerubunginya menjauh barulah Yoona bertanya mengenai hal tadi. Sejujurnya saja dia juga penasaran.

 
“jadi apa kau benar – benar melihat hantu?” tanya Yoona penasaran.

 

“kenapa kau selalu menanyakan hal itu padaku?” Seohyun bukannya menjawab malah bertanya kembali.

 

“siapa yang menyuruhmu untuk tinggal sampai larut malam di kantor setiap hari?” cibir Yoona. Seohyun menghela nafas.

 

“produk musim semi perusahaan perlu mengubah kemasan. Bukankah departemen pemasaranmu juga mempersiapkan untuk itu?” Yoona mengangguk lesu.

 

“memang benar kita harus mempersiapkan untuk itu. tapi itu bukan brarti kita harus berhenti makan dan tidur. Itu pasti karena kau tidak tidur makanya kau berhalusinasi. Jika kau sudah tidak sanggup lagi katakan padaku. aku akan bilang ‘Aku Keluar!’ ” Sahut Yoona panjang lebar dengan wajah yang ekspressive membuat Seohyun tersenyum kecil. Sahabatnya terkadang bersikap sangat aneh sekali. ia mengambil beberapa kertas yang ia dapat semalam dari fotokopi menyeramkan itu dan menunjukkan tepat pada wajah Yoona. Yoona tertegun melihatnya.

 

“wahh..”

 

“ini benar – benar seperti melihat hantu.” Gumam Yoona sambil menamatkan pandangannya pada gambar di kertas. Ia berpikir keras untuk itu.

 

“jadi, orang ini memindai wajahnya di fotokopi? Dan bahkan mencetaknya dalam jumlah banyak.” Yoona terus saja mengatakan sesuatu yang ada dalam kepalanya. Seohyun hanya memperhatikan saja

 

“tapi kenapa wajah ini tampak tidak asing?” Yoona membolak – balikan kertas itu sambil berpikir siapa orang gila yang telah menghebohkan kantor. Seohyun tampak tertarik dengan apa yang diucapkan Yoona.

 

“siapa yang tampak seperti ini?”

 

“aku pikir aku pernah melihatnya di suatu tempat sebelum ini.” jawab Yoona tampak begitu yakin dengan pemikirannya. Jika benar orang itu yang melakukannya maka Yoona akan dengan senang hati memberinya pelajaran.

 

I am Sorry I Love You

 

                Pagi sudah tiba, bahkan matahari telah terbit dengan sinar yang begitu terang. Namun hal itu tidak serta merta dapat membangunkan seorang pria yang masih terlelap dalam mimpi indahnya. Deringan ponsel tak juga membangunkannya. Namun karena deringan ponsel yang tidak juga berhenti lama – kelamaan mengusik ketenangan tidurnya. Dengan malas tangannya menggerayangi ranjangnya berharap segera menemukan ponselnya. Tapi dia tidak segera menemukan keberadaan ponselnya.

 

Akhirnya mau tidak mau ia bangkit dan duduk di ranjangnya. Nyawa pria itu belum terkumpul sepenuhnya. sungguh, bahkan kedua matanya masih melekat sempurna. Namun deringan ponsel itu benar – benar mengganggunya. Ia menoleh ke kiri dan kanan mencari kacamata di dekat nakas. Namun kacamatanya juga tidak ada, akhirnya ia bangun dan berjalan menuju meja kerja yang tidak jauh dari ranjangnya. Namun kacamata itu justru berada di kedua kakinya. Dengan perlahan pria itu mengambil kacamata dan mengusapnya ke selimut. Dengan langkah seperti orang mabuk ia hampiri ponselnya dan segera mengangkat panggilan.

 

“Cho Kyuhyun ‘Pertempuran Sembilan Sekolah’ akan segera di mulai. Semua yang tertinggal untuk ‘sekolah pertama’ adalah kau. cepatlah” Cerocos seseorang itu tanpa jeda sedikitpun.

 

Pria itu segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebelumnya ia sempat melirik arloji yang ada di meja. Pukul sepuluh lebih sebelas pagi.

 

~~~

 

Seohyun memandang arloji rusak yang masih setia ia pakai sejak beberapa tahun lalu. Arloji yang penuh dengan kenangan itu seakan terus mengingatkannya pada kekasihnya dulu. Tiba – tiba saja rasa nyeri itu datang lagi. meski Seohyun sudah menyibukkan diri dengan segala kegiatan kantor. Ada kalanya rasa rindu pada pria itu muncul begitu saja. Ia memakan camilan yang ia bawa dari rumah perlahan sambil memandangi arlojinya. Arloji itu menunjukkan pukul sepuluh lebih sebelas pagi. Tentu saja arloji itu mati dan ia pikir tak seorangpun dapat memperbaikinya seperti sedia kala. Toh, pada kenyataannya ia juga tak berharap ada seorangpun yang akan memperbaikinya. Seperti hatinya yang tidak akan bisa seorangpun memperbaikinya. Hatinya terlanjur terluka kehilangan pria itu.

 

Ia teringat percakapannya dengan Yoona beberapa waktu lalu. Saat itu Seohyun tengah bekerja dan Yoona melihat tangan kanan itu masih mengenakan arloji rusaknya.

 

“aku baik – baik saja.” Tutur Seohyun berusaha membuat Yoona percaya.

 

“benarkah begitu?” Yoona meragukan ucapan Seohyun. gadis itu terlalu pintar menyembunyikan rasa sakitnya seorang diri selama bertahun – tahun. Dan itu membuat Yoona begitu khawatir dengan keadaannya.

 

“jika kau baik – baik saja maka kau tak perlu mengenakan arloji  ini.” sahut Yoona sambil memegang arloji milik Seohyun dengan tatapan nanar. Ucapan Yoona mengembalikannya pada ingatan itu. kecelakaan yang di alami kekasihnya.

 

Flashback

 

Kekasihnya yang sedang mengenakan sepeda yang di tabrak oleh sebuah mobil hingga pria itu mental beberapa meter. Pria yang tengah membawa arloji ini sebagai  hadiah untuknya. Bahkan saat sekarat pun kekasihnya itu berusaha menggenggam arloji itu.

 

                Orang tua pria itu bahkan menyerahkan sendiri apa yang anaknya genggam ketika kecelakaan itu. dan itu membuat seluruh tubuhnya bergetar hebat.

 

                “ini adalah apa yang ingin Siwon berikan padamu. Aku ingin kau selamanya mengingat ini.” ucap Ibu kekasihnya padanya dengan wajah yang jelas tidak suka pada Seohyun. seohyun menerima arloji itu dengan tangan bergetar. Air matanya jatuh tak terelakan. Kekasih hati yang ia cintai kini telah pergi meninggalkannya dengan begitu menyedihkan. Ia menangis sejadi – jadinya.

 

Flashback End

 

“kembalikan arloji itu padaku.” Seohyun tampak marah dengan tingkah laku Yoona yang mengambil arlojinya dengan sengaja. Yoona menoleh memandang Seohyun sengit.

 

“perbaiki itu.” tukas Yoona.

 

“perbaiki itu dan simpanlah. Jangan memakainya lagi!” imbuh Yoona menatap serius pada Seohyun. gadis itu hanya diam saja.

 

“kau jelas tahu bahwa jam tangan ini tidak bisa di perbaiki lagi.” Seohyun menjawabnya dengan mata berkaca – kaca. Yoona tidak sedikitpun menurunkan pandangannya. sejujurnya Yoona hanya ingin Seohyun bangkit kembali dan memulai hidup normal tanpa bayang – bayang masa lalunya yang menyedihkan.

 

“jika arloji ini mulai bekerja lagi. dapatkah kau meninggalkan masa lalu yang dibelakang kemudian memulai yang baru?” pinta Yoona lembut. Seohyun terduduk begitu ingatan itu berputar di kepalanya. Haruskah ia melupakan masa lalu dan kekasih yang begitu di cintainya? Kenapa rasanya seperti mngangkat gunung?

 

I am Sorry I Love You

 

Cho Kyuhyun Pov

 

Kalian pasti berpikir “siapa pria ceroboh ini yang bahkan hantupun tidak peduli?” tepat! Aku adalah yang di sebut “Eksentrik Bodoh” Cho Kyuhyun. nah hantu fotokopi yang menyebabkan kegemparan perusahaan tadi malam sebenarnya aku. SORRY LAAHH!! XD XD

 

“Dewiku selamat pagi..” ucapku pada ponsel dengan wallpaper seorang gadis yang sudah ku cintai diam – diam. Dewiku cantik sekali.

 

“Yeahh!! Aku menang.” Teriak salah seorang temanku. Mereka adalah sahabat eksentrikku. Nama julukannya adalah “Tiga Eksentrik” berkumpul bersama – sama untuk beberapa putaran adalah rutinitas kami sehari – hari. Saat kami sedang asik – asik bermain tiba – tiba saja seorang gadis melempar tas di bangku kami dan duduk dengan gaya angkuh di bangku sambil menyilangkan kedua kakinya.

 

“Hei Hei Hei..”  mereka bertiga menunjuk pada gadis itu. gadis pengganggu sekaligus temanku dari kecil.

 

“Dua hal!!” ucapnya tegas sambil menatap tajam padaku. ia tampak mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan menunjukannya padaku.

 

“hah, ternyata kau memiliki ini?” ucapku sok polos. Tentu saja, aku tahu siapa yang melakukan itu.

 

“satu, jangan bermain dengan mesin fotokopi itu untuk memindai wajahmu tengah malam. Aku adalah orang yang merekomendasikanmu untuk mendapatkan pekerjaan itu. jadi kau setidaknya berpikir tentang reputasiku okey!” aku hanya menirukan ucapannya dengan bibirku.

 

“Cho Kyuhyun. tetanggaku, temanku, teman sekolahku!!” teriaknya padaku  lagi dan jangan lupakan kecepatannya dalam berbicara. -_-

 

Penyihir ini Im Yoona, alias sebuah pemandangan yang membuat para eksentrik dan hantu khawatir. Kekuatan tempurnya melewati grafik. Dia bahkan lebih sulit di kalahkan daripada bos besar video game. Dia juga satu – satunya teman wanita normal yang aku – Cho Kyuhyun miliki dalam dua puluh delapan tahun hidupku.

 

“Hei, kau baru saja mengatur kembali serangkain bilangan bulat positifku.” Sela temanku Donghae. Yoona menatapnya tajam.

 

Eksentrik teknik : ahli dalam menganalisis dan penalaran. [Tiga Eksentrik : Eksentrik Teknik]. Tampaknya dia tahu sedikit dari segala sesuatu. Dan kata – kata dari mulutnya selalu tampak masuk akal. Tapi dia masih agak kurang dibandingkan aku Cho Kyu Hyun!!! XD XD

 

“beraninya kau begitu arogan dalam lingkaran sihirku? Apakah kau mau mendapatkan aku agar menyerangmu?” itu adalah Henry yang mengatakan. Pria itu bahkan mengacungkan tongkat sihirnya pada Yoona.

 

Eksentrik gaib : sangat percaya bahwa dia adalah saudara jauh Harry Potter. Dia paling tertarik pada hal misterius, gelap, supranatural dan hal – hal aneh lainnya. Dia bersikeras untuk hidup dan mati dengan tongkat sihirnya itu. tapi aku belum pernah melihat monster di panggil datang untuk mencarinya. [Tiga Eksentrik : Eksentrik Gaib] >_<

 

“aku ‘bip’ tuntuntanmu, aku ‘bip’ nenek moyangmu. Aku ‘bip-bip-bip.’” Yang satu itu adalah Eunhyuk, namun belum sampai ia menyelesaikan kalimat bip-bip-bipnya itu Yoona sudah mengacungkan telunjuk padanya. Seketika Eunhyuk diam begitu saja.

 

Eunhyuk si kutu buku yang penuh dengan kata – kata umpatan ini adalah Eksentrik Gelisah. Mulutnya lebih tajam daripada otaknya berlipat kali. Dia gegabah, impulsive tapi tidak memiliki keberanian. Dia pria klasik yang tidak bermanfaat, yang tersisa hanya dengan mulutnya.

 

Apakah kalian ingin tahu apa yang dia bip-bip-bip kan? Jujur saja aku juga tidak tahu apa yang dia bunyikan, hehehe.. [Tiga Eksentrik: Eksentrik Gelisah]. 😀 😀

 

“nomor dua, apakah ini bisa diperbaiki?” ucap Yoona dengan nada memerintah sambil menyodorkan arloji yang rusak pada kami. Belum sempat aku mengambil Eunhyuk sudah mengambilnya duluan.

 

“barang ini begitu hancur, ganti saja dengan yang baru.” Celetuk Eunhyuk sambil memandang arloji itu. aku mengamati benda itu.

 

“benar, mengapa kau tidak ke toko jam untuk memperbaikinya?” sahutku sambil mengamati benda itu lebih dekat.

 

“oh, tolonglah.. jika sebuah toko jam bisa memperbaiki ini dan aku datang untuk memintamu. Aku pasti benar – benar meremehkanmu.” Aku berpikir sejenak. Ohh tentu saja, aku adalah Dorae-Supermon. Aku bisa melakukan segala hal dengan baik.

 

“kau adalah Master Cho Kyuhyun..” puji Yoona padaku. meski begitu Yoona benar – benar tahu titik kelemahanku agar aku tidak menolaknya. Aku paling benci merasa tidak bisa. Belum sempat aku menjawab dia sudah menarik arloji itu.

 

“baiklah, kembalikan padaku.” tukasnya cepat. Aku hanya melotot melihat tingkah menyebalkannya.

 

“tampaknya ini ‘Dorae-Supermon’ hanyalah julukan tanpa makna (julukan berasal dari manga jepang Doraemon)” tambahnya lagi. aku menggeram mendengarnya merendahkanku. Dasar penyihir menyebalkan. Aku berdiri dan menunjuknya.

 

“akan ku tunjukan padamu betapa menakjubkannya Dorae-Supermonku.” Ucapku tegas dengan menunjukkan betapa kekarnya lenganku. Telunjukku tampak mengacung dengan tegas padanya. Dia bangkit dari meja dan menatapku.

 

“perbaiki dulu dan kita bicarakan nanti.” Sahutnya cepat. Aku bahkan tidak sadar jika telunjukku dipelintir olehnya. Oh ini menyakitkan. Siapapun tolong aku. Tapi, sayangnya teman temankupun takut pada penyihir ini.

 

“ayam yang lemah menetap ribuan tahun. Tapi orang eksentrik menetap puluhan ribu.” Katanya lagi. sialan ini sakit sekali. teman – temanku memberikan tatapan kasihannya padaku. arrgghh..

 

“aku pergi..” pamitnya dengan gaya menyebalkan. Awas kau Im Yoona.. akan ku balas.

 

“Im Yoona, jangan kau menyesalinya di masa depan!! Di masa depan kau harus memanggilku Supermon!” ancamku padanya. Aku membenarkan kaca mataku yang melorot.

 

Cho Kyuhyun Pov End

 

I am Sorry I Love You

 

                Malam telah datang, aniya..ini bahkan sudah pukul sepuluh. Sudah sepantasnya jam seperti ini orang – orang akan pergi tidur. Tapi tidak dengan pria itu, Cho Kyuhyun baru saja membuka pintu rumahnya dengan malas. Dia melempar tasnya sembarangan karena sejujurnya ia sudah sangat lelah dengan kegiatan hari ini.

 

Tapi hal itu tidak serta merta membuat pria eksentrik ini segera membersihkan diri dan pergi tidur. Ia justru menyalakan computernya untuk bermain video game. Kali ini video game yang akan dimainkan oleh Cho Kyuhyun adalah The Last of Us dari China. Belum sempat ia mengklik shortcut itu matanya melirik tas yang ia lempar ke kursi. Kemudian ia melirik monitor komputernya. Kembali melirik tas dan melirik komputernya. Ia bahkan memutar – mutar kepala saking bingungnya. Ia ingin bermain, tapi arloji itu? jika ia tidak memperbaikinya mulut penyihir itu pasti memuntahkan lahar lagi. ia bahkan masih menyimpan perkataan pedas penyihir itu tadi.

 

“tampaknya ini ‘Dorae-Supermon’ hanyalah julukan tanpa makna” ahh itu sungguh melukai harga dirinya.

 

“argghhh, dasar penyihir!!!!” umpatnya. Akhirnya ia mematikan komputernya dan meraih tas untuk mengambil arloji menyebalkan itu yang mampu mengganggu ketenangannya saat akan bermain video game.

 

Ia membawa arloji itu pada meja kerjanya. Ia mengamati benda rusak itu sambil berpikir apa yang bisa ia lakukan untuk memperbaiki benda yang bahkan sudah seharusnya dimasukan ke dalam tong sampah itu. setelah berpikir beberapa saat Cho Kyuhyun segera mengumpulkan peralatan yang akan ia gunakan untuk memperbaiki arloji itu. meski mengantuk dan bahkan ia sudah menguap berkali – kali pria itu tetap kekeh untuk memperbaiki arloji itu dan segera menyerahkannya pada penyihir.

 

Pertama ia membuat sketsa tentang arloji itu dan mulai membongkarnya satu persatu. Ia mulai membenahi bagian belakang yang digunakan untuk pengisi batu dan mesin kecil yang rumit jika dilihat oleh orang awam. Tapi tidak bagi Cho Kyuhyun. meski ia terlihat ekssentrik gila nan menjijikan jangan pernah meragukan keahlian tangan dan otaknya yang setara dengan Einsten. Setelah beberapa jam berkutat akhirnya arloji itu selesai ia perbaiki. Ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dulu.

 

Tak lama kemudian ia selesai mandi dan kembali lagi pada meja kerjanya. Ia sejujurnya kurang yakin apakah ia berhasil memperbaiki atau tidak.tapi setelah melihatnya ia tersenyum senang, arloji itu bekerja lagi.

 

“aku memang ‘Dorae-Supermon’ yang di kagumi banyak orang. YES!!!” Pujinya pada diri sendiri sambil tertawa.benar – benar pria aneh. Ia mulai mengenakan arloji itu pada tangan kanannya. Tiba – tiba saja.. drrttt… sebuah getaran seperti saat tersetrum listrik dirasakan oleh Kyuhyun. ia melihat kamarnya tiba – tiba ada hawa aneh. Sebuah bayangan putih terlihat di dekat dinding. Dengan segera ia melepas arloji itu dan menatapnya aneh.

 

“apa ada kebocoran elektris?” tanyanya pada diri sendiri.

 

“itu tidak mungkin!!” ia meletakkan arloji itu di meja. Pria itu menguap lagi. ia benar – benar mengantuk kali ini. dengan perlahan ia beranjak menuju tempat tidur super berantakannya itu.

 

“setelah aku tidur aku akan berurusan lagi denganmu” ujarnya pada arloji itu. ia segera merebahkan diri di ranjang dengan gaya yang asal – asalan. Belum genap lima menit ia memejamkan mata ia bergumam pada dirinya sendiri.

 

“Cho Kyuhyun. kau tidak tidur. Tapi kau membuka matamu begitu lebar. Kau mau mati.” Gerutunya pada diri sendiri. ia memejamkan mata lagi berharap bisa tidur. Namun naas perhatiannya justru teralihkan pada arloji yang tergeletak di meja.

 

“aneh. Kenapa seperti ini?” ia bangkit dan menggenggam arloji itu. sebenarnya ada apa dengan arloji itu? ia juga tidak mengerti. Cho Kyuhyun tidak mengerti>_<

 

Ia mulai mengenakan arloji itu lagi pada pergelangan tangannya. Dan uhhh,, dia merasakan seperti sedang kesetrum untuk yang kedua kalinya. Dan ini lebih jelas. Ia bahkan bisa melihat sosok pria misterius yang ada didepannya dan sedang menghadap ke belakang.

 

“huwaaaaaaaaaa..” jeritnya kaget.. ia melepas paksa arloji itu dan keluar kamar secepat yang ia bisa. Setelah beberapa saat Cho Kyuhyun masuk lagi dalam kamarnya. Pria itu masuk dengan langkah yang takut – takut dan segera mengambil ponselnya. Ia mengirim pada grup social medianya.

 

‘aku melihat hantu dikamarku!’ isi teks Cho Kyuhyun. tak berapa lama banyak balasan yang muncul dari teman – temannya.

 

‘apakah itu benar?’

 

                ‘siarkan langsung itu.’

 

                ‘apakah laki – laki atau perempuan’

 

                ‘apakah itu punya kaki?’ [di Jepang, hantu dipercaya tidak punya kaki]

 

                ‘apakah kau tinggal di sebuah rumah berhantu?’

 

                ‘tidak ada gambar, tidak ada bukti’

 

                ‘tidak ada gambar, tidak ada bukti’

 

               

Cho Kyuhyun mulai geram dengan balasan teman – temannya. Ia tidak membalas dan meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Ia mengambil miniature hulk yang ada di meja dan bertanya pada benda mati itu.

 

“biar aku tanya padamu. Apa menurutmu aku harus mengambil foto hantu itu? haruskah?” tanyanya pada benda itu dengan tangan bergetar hebat dan juga jangan lupakan wajah ketakutan setengah matinya itu. bukannya memberikan jawaban benda mati itu justru mengeluarkan tawa. Tentu saja miniature hulk itu adalah robot. Hahaha

 

“kau, lupakan! Jangan tanya padaku..” ucapnya pada benda itu dan meletakkannya kembali di meja.

 

“aku tidak mau mendengarnya!!!” teriaknya sambil menutup kedua telinganya. Di sela ketakutannya tiba – tiba saja ia mendapat ide cemerlang. Yups, ide yang keluar saat ia menonton serial Kera Sakti. Kekekeke. Ia keluar kamar dan masuk lagi. Kali ini ia membawa banyak speaker yang ia sebarkan pada sudut – sudut kamarnya. Ia bahkan membawa jimat kertas yang biasanya digunakan oleh orang budha dan menutupi tubuhnya dengan jimat kertas yang super besar itu. ia juga mempunyai yang kecil yang ia tempelkan pada dahinya.

 

Ia segera memainkan lagu budha yang sudah tersambung dengan seluruh speaker yang ada dikamarnya. Ia memandang arloji ditangannya itu dengan sinis. Sekarang hantu itu tidak akan berani muncul dihadapannya. Ia memberanikan diri memakainya lagi. dan drrrtttt.. srrttttt

 

Getaran pada tubuhnya terasa lagi. seluruh ruangan kamarnya berubah menjadi aneh.dan terlihat seorang pria yang Kyuhyun sebut sebagai hantu. Kyuhyun berteriak ketakutan..  sedangkan pria itu. ia seperti baru saja terbangun dari tidurnya. Perlahan ia mulai membuka mata dan menatap sekeliling dengan pandangan aneh. Ia menoleh mendengar seseorang berteriak di belakangnya.

 

Cho Kyuhyun dengan ekspresi takut yang terkesan aneh dan menjijikkan memegang ponsel sambil mengamati pria yang muncul setelah ia memakai arloji itu.

 

“ini benar – benar sedikit aneh.” Gumamnya takut – takut sambil mengarahkan ponselnya kepada pria itu dengan tujuan mengambil gambar pria itu untuk di tunjukkan pada teman – temannya bahwa ia baru saja bertemu dengan hantu. Namun setelah memotret beberapa kali ia mengernyitkan alisnya karena bingung.

 

“tidak ada? Bagaimana mungkin?” tanyanya pada diri sendiri. ia mengikuti langkah pria itu dan mendekat ke arahnya dengan memasang ekspresi aneh serta mengarahkan ponselnya untuk memotret keduanya.

 

“ahhhh,, aku bertemu hantu..” gumamnya sambil memotret. Namun saat dilihat, hasilnya nihil.yang terlihat di ponselnya hanyalah wajah anehnya.

 

“aaaa,,,” ia mencoba sekali lagi dengan ekspresi yang sama. Sang pria yang di ajak berfoto itu hanya memandang Kyuhyun dengan ekspresi aneh. Bagaimana mungkin ada orang dengan tipikal seperti pria disampingnya ini. begitu aneh dan kuno sekali. meski begitu tingkah Kyuhyun membuat pria itu tersenyum tipis. Ada – ada saja, pikirnya.

 

“tidak ada?” ujar Kyuhyun tidak percaya ketika ia melihat hasilnya. Akhirnya sang pria mulai membuka suara melihat tingkah aneh Kyuhyun.

 

“kenapa kau mengambil gambarku terus – menerus? Kau bahkan tak minta izin padaku.” tanyanya pada Kyuhyun sambil mengamati kamar Kyuhyun. ini bahkan tidak layak di sebut kamar. Semua barang berada hampir tidak pada tempatnya.Kyuhyun melangkah menjauh menyadari pria itu bisa berbicara.

 

“ma..maaf..” gumamnya sambil menunduk. Kyuhyun melihat pria itu berjalan ke arahnya dan mengamati bahwa pria di depannya itu mempunyai kedua kaki?

 

“hah? Kau mempunyai kaki?” tanyanya tak percaya.

 

“ya, memangnya kau tidak?” jawab pria itu singkat sambil melihat – lihat dan berpikir. Dengan perlahan Kyuhyun melangkah mendekati kaki pria itu dan bersikeras mengambil gambar dengan pria itu. sebelumnya ia mencoba menyentuh kaki pria itu. tapi ia sama sekali tidak bisa melakukannya. tangannya tembus pada kaki pria itu. sang pria hanya tersenyum yang menampilkan kedua lesung pipitnya yang membuat pria itu benar – benar kelihatan tampan. Sekali lagi, Cho Kyuhyun mengarahkan kamera ponselnya untuk mendapatkan gambar.

 

“dia benar – benar hantu..” gumamnya pada ponselnya. Pria itu risih dengan kelakuan aneh Cho Kyuhyun.

 

“apa yang kau lakukan?” tanyanya. Kyuhyun segera berdiri.

 

“tidak apa – apa..” jawabnya sok berani. Pria itu berjalan mendekati meja kerja Cho Kyuhyun.

 

“dimana ini? kenapa aku ada di tempat ini?” tanya pria itu kebingungan.

 

“ini rumahku, kau tidak disini, kau di dalam arloji.” Tunjuk Kyuhyun pada pria itu arloji yang ia kenakan di pergelangan tangannya. Sang pria tidak paham dengan penjelasan Cho Kyuhyun.

 

“rumah? Apa maksudnya itu?” tanyanya lagi. dengan ekspresi tidak yakin Cho Kyuhyun menjawab.

 

“tampaknya kau telah merasuki arloji ini. Jika aku mengenakannya kau akan muncul dan jika aku melepasnya kau akan menghilang.” Jawab Cho Kyuhyun sambil menatap takut pada hantu pria di depannya. Sedangkan sang pria hanya menatap Kyuhyun dengan padangan Cengo.

 

“Hah? Apa yang kau bicarakan?” pria itu sama sekali tidak paham apa yang Kyuhyun bicarakan. Ia berusaha mendekat namun Kyuhyun menjauh.

 

“jangan mendekat!!” teriak Cho Kyuhyun sambil memundurkan diri. Namun pria itu terus melangkah maju. Kyuhyun mundur lagi dan pria itu maju lagi.

 

“hiiiii…” Kyuhyun mundur sambil ketakutan. Pia di depannya tampak tidak terima kemudian ia menatap sangar pada Kyuhyun.

 

“Yakk!!” Kyuhyun akhirnya berhenti dan pria itu maju. Pria itu berusaha meraih arloji yang di pakai Kyuhyun tanpa peduli bahwa wajah Kyuhyun benar – benar sudah ketakutan setengah mati. Namun sesuatu yang tidak di duganya sama sekali membuat mereka berdua saling berpandangan.

 

Pria itu sama sekali tidak bisa menyentuh arloji itu.

 

                “bagaimana bisa begini?” Tanya pria itu entah pada siapa

 

                “kau tak mampu menyentuhku?” Tanya Kyuhyun berani. Entah darimana asal keberanian itu muncul. Tiba – tiba saja ia merasa tidak takut. Sang pria pun menatap nanar pada Kyuhyun. Sekali lagi ia mencoba menyentuh tangan Kyuhyun. Namun nihil, pria itu sama sekali tidak bisa menyentuh Cho Kyuhyun.

 

“hahaha, kau benar – benar tak mampu menyentuhku” Ejek Cho Kyuhyun tanpa memperdulikan raut wajah terluka milik pria itu. Pria itu tidak menyerah ia berusaha menabrakkan diri pada Cho Kyuhyun namun sama saja. Pria itu seperti transparan yang dapat melewati apapun.

 

“kenapa bisa begini? Bukankah kau baru saja berdiri disini bagaimana bisa..

 

“hantu, kau adalah hantu. Tidak diragukan lagi kau adalah hantu yang baru saja menakutiku” sela Cho Kyuhyun sambil mendudukkan bokongnya di ranjang. Pria itu tidak terima dengan ucapan Cho Kyuhyun. Hei, bukankah dirinya masih hidup?

 

“kenapa bisa begini?” tanyanya lirih. Tidak ada satupun orang yang mampu menjawab pertanyaannya. Dan itu sungguh membuat pria itu terlihat sangat frustasi.
Pria itu mencobaj menyentuh benda – benda yang ada di kamar Cho Kyuhyun. Buku, robot,mobil mainan,  computer dan berbagai macam benda lainnya sudah pria itu coba. Tapi tetap saja. Pria itu sama sekali tidak bisa menyentuh apapun. Kyuhyun terus – menerus menertawakan tindakan pria yang keluar dari arloji yang baru saja ia perbaiki. Bukankah hantu itu sangat aneh? Pikirnya

 

“aku tidak mengharapkannya akan terkejut ketika mengetahui dirinya adalah hantu.” Ucap Cho Kyuhyun sambil menatap hantu pria yang wajahnya lumayan tampan itu.

 

“hei, berhentilah bermain – main. Kau tidak mampu menyentuh apapun” Ujar Cho Kyuhyun sambil menatap malas ke arah hantu pria itu. Pria yang sedang berusaha menyentuh apapun itu menatapnya seolah meminta penjelasan.

 

“ahh, kau tampak menyedihkan..” Kyuhyun menguap sambil menidurkan dirinya di ranjang. Pria itu begitu lelah setelah banyaknya aktivitas yang ia lalui seharian ini. Ia butuh istirahat. Pria itu segera mendekati ranjang Cho Kyuhyun. Dan memborbadirnya dengan banyak pertanyaan.

 

“Darimana kau memperoleh arloji itu?”

 

“temanku memintaku untuk memperbaiki arloji itu.”

 

“jangan tidur. Lalu apa?” Tanya pria itu dengan raut wajah kebingungan. Cho Kyuhyun yang baru saja memejamkan mata kemudian membuka matanya lagi.

 

“aku tidak tidur.” Sahut Kyuhyun malas. Ia bangkit meski sebenarnya tubuhnya sudah sangat lelah.

 

“aku juga ingin mengerti situasi ini, tunggu sebentar.” Gumam Cho Kyuhyun. Pria itu berjalan menuju meja di dekat ranjangnya dan mengambil sebungkus permen mint dan kemudian memakannya. Pria itu menatap Kyuhyun dengan pandangan yang tidak mengerti sama sekali. Kyuhyun terbatuk ketika mengunyah permennya.

 

 

“aku tidak tidur sepanjang malam untuk memperbaiki arloji ini. Ketika berhasil ku perbaiki kau keluar dari arloji untuk menakut – nakutiku. Dan mengajukan begitu banyak pertanyaan padaku. Itu super menakutkan. Itu saja aku mau tidur lagi” Kyuhyun kembali bersiap untuk tidur. Namun agaknya pria itu tidak membiarkan Kyuhyun untuk tidur tenang sebelum semua pertanyaan yang ada dikepalanya terjawab.

 

“hanya begitu saja?” Tanya pria itu memastikan. Namun Kyuhyun diam saja. Bibirnya masih asik mengunyah permen.

 

“hei, jika kau memikirkan dirimu sebagai jin mungkin suasana hatimu akan tenang.” Ejek Kyuhyun lagi. Meski tidak begitu setuju pria itu tersenyum menatap Kyuhyun. Senyum yang memperlihatkan betapa manisnya lesung pipi yang ada di sisi kanan kiri wajahnya.

 

“jadi kau pikir dirimu saat ini seperti aladin?” sahut pria itu sambil menatap serius pada Kyuhyun yang tengah bersandar dengan satu tangan kirinya.

 

“yah terimalah seperti aku tidak mengatakan apapun padamu.” Jawab Kyuhyun dengan setengah mengantuk. Tiba – tiba saja Cho Kyuhyun menggigil kedinginan membuat pria itu tiba – tiba saja terkejut. Ia memegang bungkus permen dan membuangnya dengan cepat.

 

 

“ohh.. dingin sekali..” rintih Cho Kyuhyun sambil berusaha melindungi dirinya dengan kedua tangannya. Dalam keadaan menggigil Cho Kyuhyun mengajukan pertanyaan pada pria itu.

 

“jadi, apa kau tidak memiliki kesan pada arloji ini?” pria itu Nampak terkejut kemudian menatap arloji yang dipakai Cho Kyuhyun. Wajahnya tiba – tiba murung ketika kenangan itu terngiang dalam kepalanya.

 

“pada awalnya aku tidak memiliki kesan. Tapi aku merasa tidak asing sekarang.. sepertinya itu adalah hadiah yang akan ku berikan pada pacarku” jawab pria itu lemah. Tatapannya menerawang ke depan. Cho Kyuhyun menatap sinis pada pria yang baru saja berbicara itu. Pria itu melangkah mendekati jendela. Bayangan tentang masa itu kembali berputar dan membuat hatinya merana.

 

“arloji itu sangat cantik.” Gumam seorang gadis sambil menatap arloji yang menjadi salah satu hadiah dari sebuah permainan sulit.

 

                “jika kau menyukainya, aku akan memenangkannya untukmu.” Ucap pria itu dengan mantap. Gadis itu tersenyum senang sambil menyemangati kekasihnya.

 

                “Choi Siwon, semoga beruntung.” Ucap sang gadis. Pria itu Choi Siwon berjuang keras melawan beberapa orang yang juag bersaing untuk mendapatkan arloji cantik itu. Dengan sekuat tenaga ia berusaha mendapatkan arloji itu. Dan ia sangat beruntung ketika panahnya berhasil menembak sasaran. Dengan langkah riang ia mengambil arloji itu dan segera menemui kekasihnya dengan menggunakan sepeda dengan satu tangan yang membawa kotak berisi arloji itu. Namun naas, sebuah mobil tiba – tiba menabraknya hingga tubuhnya terpental jauh ia bahkan masih berusaha untuk meraih arloji yang sudah hancur itu.

 

I am Sorry I Love You

 

 

Pria itu mengerjapkan kedua matanya. Ia tidak boleh hanyut dengan kenangan menyedihkan itu sebelum semuanya terjawab. Kenapa dirinya ada disini dan kenapa ia menjadi seperti ini. Sejujurnya saja ia belum percaya bahwa dirinya sudah menjadi hantu seperti yang Cho Kyuhyun bilang. Dan belum mampu untuk menerima itu semua. Ia berbalik dan mendapati pria itu tengah berkutat dengan kardus bekas yang ia bentuk seperti boneka. Kyuhyun bahkan menggunakan tali raffia sebagai rambut dari boneka yang ia buat.

 

“apa yang kau lakukan?” Siwon bertanya karena ia tidak mengerti sama sekali dengan jalan pikiran pria ini. Kyuhyun tidak menjawab dan asik membuat rambut. Boneka itu terlihat seperti boneka hantu.

 

“aku benci pada orang yang memiliki pacar. Selain itu aku benci orang – orang tampan terutama kau! jenis pria tampan yang terlihat lugu.” Ia menekankan kalimatnya di akhir sambil menatap Siwon dengan mata sinisnya yang terbalut kacamata.

 

“aku tidak punya apa – apa untuk dikatakan kepadamu. Bukankah kau berpikir begitu?” lanjutnya tetap sibuk dalam kegiatan membuat rambut untuk boneka hantunya. Ia tersenyum memandang hasil karyanya sendiri. Siwon tampak tidak terima. Ia melangkah mendekati Cho Kyuhyun.

 

“tolonglah, apa ada yang salah denganmu? Mengingat situasiku seperti ini aku lebih suka bertukar tempat denganmu.” Ucapan Siwon melukai hati pria itu. Kyuhyun memandangnya sinis dengan bibir merengut yang justru terlihat aneh bukan mengerikan.

 

“apa? Apakah begitu buruk bertukar tempat denganku! Itu benar, aku seorang eksentrik. Memangnya kenapa!!” sentak Kyuhyun cepat membuat Siwon tertegun. Astaga, sebenarnya seberapa gila lagi jalan pikiran pria hidup ini? -_-

 

“aku tidak berkata apapun tentang itu kenapa kau marah?” Tanya Siwon polos mampu membuat Kyuhyun membatu. Benar juga ya, dia kan tidak menyinggung apapun. Kyuhyun menaikkan kacamatanya yang melorot lagi karena pergerakannya sendiri. Ia lebih memilih berlalu meninggalkan Siwon dengan cara melompati meja menuju komputernya. Perlu di ketahui Cho Kyuhyun mempunyai dua perangkat computer yang ada di kamarnya dengan fungsi berbeda. Satu berisi anime dan juga kartun dan bisa di ubah menjadi TV atau game dan satu lagi khusus untuk dirinya bekerja. Dan jangan lupakan jika pria eksentrik ini masih memiliki satu netbook yang biasanya ia bawa kemana – mana.

 

“lalu kenapa jika kau eksentrik? Setidaknya kau masih tetap hidup. Jika saja aku bisa kembali hidup. Bagaimanapun aku tidak memandang rendah dirimu” Sela Siwon cepat. Pria dengan lesung pipi indah itu berusaha menyadarkan Kyuhyun betapa beruntungnya pria ini disbanding dirinya. Dirinya saja tidak jelas hidup atau mati. Bukankah itu menyesakkan?

 

“benarkah begitu?” Tanya Kyuhyun memastikan.

 

“baiklah lalu apalagi yang bisa kau ingat?” sambung Kyuhyun. Dirinya asik berada di depan monitor computer sambil mendengarkan Siwon berbicara. Siwon berpikir sejenak sebelum berkata.

 

“aku ingat, aku memenangkan arloji itu melalui kesulitan yang besar.” Ujar Siwon menatap Kyuhyun. Kyuhyun tampak tidak tertarik dengan cerita bagaimana Siwon mendapatkan arloji. Ia justru tertarik dengan cerita mengenai pacar Siwon.

 

“hei kenapa kau tidak menceritakan tentang pacarmu?” sela Kyuhyun cepat. Siwon menatapnya bertanya.

 

“bukankah kau bilang tidak suka mendengar itu?” Tanya Siwon balik. Kyuhyun menatapnya sinis.

 

“aku tidak sekejam itu.” Siwon menoleh menatap monitor di depan Kyuhyun. Ia terperanjat ketika menyadari tanggal yang tertera di layar datar itu.

 

15/06/2016

 

“2016?” Tanya Siwon dengan wajah shock berat. Kyuhyun menatapnya aneh.

 

“ya. Ini memang tahun 2016. Apa ada masalah?” Tanya Kyuhyun pada Siwon. Kyuhyun dapat melihat raut wajah panic Siwon. Memangnya kenapa kalau tahun ini tahun 2016? Pikir Kyuhyun.

 

“bukankah tahun ini tahun 2010?”

 

“ini tahun 2016.” Kyuhyun tampak berpikir sambil berhitung. Tiba – tiba saja ia baru sadar. Ia menatap tak percaya pada pria tampan dengan lesung pipi itu

 

“kau sudah mati selama enam tahun? Kau tidak mengetahui bahwa kau sudah mati selama itu?”  Tanya Kyuhyun tak percaya. Sedangkan Siwon diam saja. Benarkah kenyataan itu? Ia sudah mati selama enam tahun? Lalu kemana saja dirinya selama enam tahun terakhir?

 

“enam tahun?” gumam Siwon lirih. Pandangannya berubah menjadi sendu. Tiba – tiba saja Kyuhyun dapat merasakan kesedihan Siwon.

 

“aku tidak tahu bahwa aku sudah mati enam tahun yang lalu.” Jujur Siwon. Kyuhyun menatap pergerakan Siwon. Pria itu duduk diranjang dengan raut wajah yang begitu buruk.

siwon

“bagaimana bisa begini?” tanyanya pada diri sendiri. Matanya bahkan sudah berkaca – kaca.

 

“enam tahun? Aku?” Siwon bahkan masih bisa mengingat dengan baik kenangannya bersama kekasihnya. Kenangan indah yang mereka lalui bersama – sama. Kenangan bagaimana ia makan dengan disuapi oleh gadisnya, kenangan bagaimana dia mencium lembut kekasihnya bahkan semua itu begitu jelas. Tapi nyatanya dia sudah mati.

 

“bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya Siwon sambil menitikkan air mata. Ia kebingungan dan tidak tahu harus bertanya pada siapa. Ini kenyataan paling menyakitkan untuknya. Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apapun meski sebenarnya otaknya buntu juga dengan apa yang ia hadapi hari ini.

 

To Be Continue.

 

Jangan lupa RCL readers, saranghaeyo…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

9 thoughts on “I am Sorry I Love You Part 1

  1. Siwon Oppa kasihan bgt dah meninggal sejak 6 th yg lalu dan dy gak tahu, huhuhu. Tapi, walaupun dy sedih wajahnya tetep tampan kok..
    Kyuhyun gampang bgt kepancing sama Yoona, padahal Yoona cuma bilang gitu eh Kyuhyun langsung nerima aja.
    Aku gak tahu soal film ini, tp kalo Devil Beside You aku tahu. Itu filmnya emang bagus bgt, kocak juga bikin nangis.
    Ditunggu aja deh kelanjutannya! Fightinggg!

    Like

  2. Oh…tak kirain pacarnya seonni tu kyuppa trs mninggl ehvtw nya siwon oppa…oh jd ni siwon oppa dah mninggl pas mw ngash arloji ke seonni tp tb2 kclkaan trs mninggl..kesian siwon oppa…wah betulin arlojiya kyuppa..apkah ntr seonni bs bka hati bwt kyuppa dan lupain msa lalunya sm siwon oppa…kita tunggu next partnya dr author lestari…hwaiting author…

    Like

  3. wah ak juga suka dgn drama ini, waktu nonton drama ini juga kepikiran pengen remake jadi ff seokyu, tp yg jadi hong pei nya donghae, haha ternyata lebih pas siwon ya, tinggi punya lesung pipi, pas seperti jasper liu a.k.a hong pei,

    Like

  4. Aku merinding nih bacanya. Siwon sudah mati selama itu tapi dia ga nyadar begitupun seohyun yang masih setia. Siwon tetep di sisi seohyun dan buat seo susah move on. Ciyee dorae-supermon sukes. Haha. Ayo Hidden Love ato One Call Away nya dilanjut. Palli neh? Haha

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s