Posted in Cho Kyuhyun, Christopher Moreau, married life, Romance, SAD, Seo Joohyun, Uncategorized

One Call Away Part 12

Author                  : Akira Cho

Genre                   : Sad, romance, Married life

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                      : Annyeong^^ Lestari comeback.. ugghhh,, maapin ane yak gegara kelamaan publish ff ini. XD XD sibuk banget sih. Mana gadget rusak semua. Handphone ama laptop rusak bersamaan. Siapa yang kagak bakal stress cobak >_< , yang paling ngeselin lagi waktu udah ke warnet download drama dapet 7 eps kehapus semua padahal belum nonton sama sekali huwaaaa,, galau setengah hidup ane Ya Allah  😥 , tapi gwenchana, ane kuat kok hihihi..

 

Okey, part ini menceritakan dua pasangan yang berbeda cerita. Ane mau bilang buat yang gak suka part Jannine sama Christ lebih baik gak perlu baca atau gak usah ngambah ff ini. kenapa? Krna ane benci sama bahasa kasar yang minta Christ gak usah ada di ff ONE CALL AWAY. Christ itu peran penting juga di ff ini.kalau dia di ilangin trus ff nya gmana? SKM mulu gitu? Heol, ane aja risih baca ffyang atas bawah isinya SKM. Toh mereka juga selingan supaya alur gak ngebosenin. Jadi ONCE AGAIN jangan minta ane ngilangi Christ. Gpp kok kalian nggak koment percuma juga koment kalok nyelekit. Tahu nggak sejujurnya yang paling dibenci author itu adalah koment yang seperti itu. itulah makanya kenapa banyak author malas nerusin ff nya. Jadi readers boleh – boleh aja asal tahu porsinya. 🙂

 

Maafin ane kalo bahasa ane juga berubah jadi terlalu frontal. Udah dari dulu juga. Ff ini sebentar lagi bakalan end. Jadi yang udah nggak betah. Sabar ya tinggal dikit lagi kok hahahha 😀 😀

 

Selalu berterimakasih buat readers yang sudah RCL di ff sebelumnya. Maaf nggak balas satu – satu. Gimana mau balas buka blog juga jarang -_- heheheh XD tapi tenang aja kok. Aku baca semua komenan.

Ini pure dari imajinasi sendiri. kalo ada kesamaan sama ff lain yakin itu nggak sengaja. Karena aku berusaha jujur sama apa yang aku tulis. Typo selalu berserakan dimana – mana jadi nikmati saja. 😀

 

AntiSeokyu, this is not your territorial. Jangan baca kalau nggak suka..

 

Okey cuap – cuapnya segitu aja..

 

 

HAPPY READING

 

Falling In Love is easy

Staying In Love is challenge

Letting go is hard

And Moving on is the hardest…

 ~ Author Side ~

 

Previous Part

 

 

                Setelah barang – barangnya diperiksa, Jannine segera memasuki pesawat kelas VIP. Ia tidak mau lagi naik pesawat kelas ekonomi itu membuat seluruh tubuhnya merasa sakit. Harus berdesakan dengan banyak orang. Ohh, benar – benar menyebalkan., Saat gadis itu sudah mendapatkan kursi duduknya, ia mendengar suara orang bercakap – cakap. Heung, bukan masalah orang yang bercakap – cakap. Tapi suara itu, ia kenal dengan suara itu.

 

 

                “Daddy.. aku haus..”

 

 

                “ini air minummu sayang..” sahut ibu anak itu. jannine menoleh ia terkejut ketika mendapati Daniel dan Christ juga berada bersamanya di pesawat yang sama. Tapi bukan hanya itu. ia melihat Seo Joohyun. Mantan maknae SNSD.

 

 

                “Seohyun unnie…” gumamnya  tanpa sadar, dan Seohyun yang mendengar suara seseorang yang menyebutnya menggunakan bahasa korea pun menoleh.

 

 

Let’s story begin

 

“anda mengenalku?” tanya Seohyun dalam bahasa korea secara formal. Christ dan Daniel hanya diam saja melihat Seohyun berbicara dengan Jannine.

 

“eoh, tentu saja aku mengenalmu unnie, kau mantan member SNSD bukan? Aku penggemarmu dan juga Choi Siwon oppa.” Jawab Jannine berbinar. Seohyun terkejut ia bahkan tidak bisa berkata apapun saat ini. ia kira ketenarannya sudah lama menghilang mengingat dirinya bahkan sudah lama tidak menginjak negeri kelahirannya sekian tahun.
“hello tampan.. kita bertemu lagi..” sapa Daniel pada Jannine. Pria kecil itu tersenyum ketika mendapati Jannine satu pesawat dengannya.

 

“kita satu pesawat nunna..” Jannine mengangguk.

 

“unnie, aku sudah lama mengenal putramu. Ahh,, dia bukan kekasihmu kan?” tunjuk Jannine pada Christ. Ia menahan tawa ketika Jannine menunjuk pria itu. bagaimana tidak, Christ tiba – tiba saja menjadi gugup dan kedua pipinya tampak memerah. Ahh manis sekali..

 

“bukan,, kami..

 

“sudahlah ayo duduk..” Sela Christ cepat. Jannine mencibir dengan kelakuan Christ. Pria itu bersikap menyebalkan lagi.. ugh, maunya apa sih,,

 

“unnie bolehkah aku main ke rumahmu?” tanya Jannine ramah. Seohyun ingin menjawabnya tapi Christ menyelanya lagi.

 

“tidak boleh!”

 

“issh, memangnya aku bicara padamu?” sahut Jannine ketus. Seohyun bingung dengan kedua orang ini. kenapa mereka tampak membenci satu sama lain.

 

“Dad dan nunna memang selalu seperti itu mom ketika bertemu..” bisik Daniel di telinga Seohyun.

 

“benarkah?” Seohyun tersenyum dan Daniel mengangguk.

 

ONE CALL AWAY

 

Taeyon dan Jiyong merasa dirinya tidak salah alamat. Ia sudah mencocokkan alamat yang mereka bawa dengan rumah di depannya. Tapi sudah berkali – kali Taeyeon menekan bel tak ada jawaban. Wajahnya merengut kesal karena tida bisa masuk.

 

“kau yakin tidak salah alamat?” tanya Jiyong memastikan. Taeyeon mengangguk.

 

“tentu saja, aku bahkn bertanya langsung pada ahjumma.”

 

“apa mungkin dia sudah pindah. Kita sudah menekan bel berkali – kali mustahil mereka tidak dengar. Kecuali mereka tidak berada dirumah.”

 

“molla oppa..”

 

“kita mencari hotel saja. Setelah itu kita hubungi Seohyun. mungkin memang mereka tengah pergi.” Taeyeon mengangguk menyetujui ide masuk akal dari kekasihnya.

 

ONE CALL AWAY

 

Seohyun menatap putra satu – satunya yang tengah tertidur dipelukannya dengan penuh luka dalam hatinya. Daniel Cho, putranya yang masih tujuh tahun. Ia tidak tahu siapa ayah kandungnya. Ia tidak pernah mendapatkan sedikitpun cinta ayah kandungnya secara nyata. Setetes air mata pun lolos dari sudut matanya.

 

Hati Seohyun serasa diremas ketika wanita itu mengingat betapa Cho Kyuhyun sangat kejam pada mereka. betapa pria itu begitu menyakiti mereka. Seohyun bahkan merasa kesulitan menyebut namanya. Hatinya dipenuhi luka pria itu. Christ menyadari wanita disampingnya tengah menangis. Ia berpura – pura memejamkan mata meski hantinya sendiri teriris. Seberapa besar usaha Chist dalam melupakan dan melepaskan Seohyun pasti runtuh juga jika melihat wanita itu menangis karena pria lain. Tidak, pria itu adalah suami wanita itu.

 

Beda Seohyun beda pula dengan Jannine. Gadis itu tak berhenti memandangi Christ yang tengah terlelap. Gadis itu tidak yakin jika Christ yang selalu saja ia goda tidak lagi menyimpan perasaan pada wanita disebelahnya. Bagaimanapun juga Seohyun begitu cantik dan menawan meski sudah mempunyai satu anak. Ia saja yang wanita benar – benar mengidolakan Seohyun. bagaimana dengan Christ yang notabenenya lebih dekat dengan Seohyun?

 

“hah, kenapa rasanya berat melangkah ke depan Tuhan? Aku jelas tahu dia masih begitu berharap..” gumam Jannine tanpa sadar. Wajahnya menyiratkan kegalauan yang begitu kentara.

 

“aissh, lagipula aku kenapa! Kenapa juga harus mengejar pria tua itu? seperti tidak ada ada pria tampan yang lebih muda saja.” Gerutunya kemudian. Ia segera menyelimuti wajahnya karena malu dengan pemikirannya sendiri.

 

ONE CALL AWAY

 

 

                Bodoh, itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan pria ini. Cho Kyuhyun, pria gila, idiot dan juga bodoh yang pernah ada. Bagaimana bisa ia mengusir Seohyun dan menyetujui berpisah dengan wanita itu. wanita yang bahkan sudah dinantinya selama lebih dari lima tahun. Wanita yang bahkan baru didapatkan kembali hatinya beberapa hari yang lalu. Dan dengan tidak sadarnya ia malah menghina Seohyun serta menyetujui perceraian sialan itu.

 

Mungkin semua orang berpikir begitu. Mungkin memang begitu. Tapi tidak ada satupun orang yang benar – benar memahami keadaan Cho Kyuhyun saat ini. pria itu bahkan teramat rapuh. Bukan karena ia masih mencintai wanita iblis yang telah melahirkan putri malaikat seperti Lauren. Bukan seperti itu. kau tidak akan bisa membayangkan betapa terlukanya pria ini jika kau belum merasakannya. Dia kehilangan satu putrid yang dirawatnya sejak masih bayi merah. Merawat sepenuh hati hanya dengan bantuan satu orang baby sitter. Ia bekerja dan juga merawat anak. Mungkin itu terdengar biasa saja jika itu dilakukan oleh seorang perempuan. Bukankah kodrat perempuan memang merawat seorang anak? Kecuali yang satu itu. bekerja..

 

Mungkin saat itu iblis tengah berada di mulut Cho Kyuhyun hingga dia khilaf dan melukai kembali hati wanita yang dicintainya. Ia tidak sengaja melakukan itu. sungguh, sekarang coba pikirkan kembali, ketika kau sedang merasa sedih dan putus asa dan seseorang tiba – tiba mengatakan hal yang membuatmu begitu terluka. Bukankah hal yang wajar jika kau memakinya? Hanya saja saat itu Cho Kyuhyun terlalu idiot jika seseorang yang dimakinya adalah istrinya sendiri. saat ini ia harus menderita dittinggal pergi Seohyun dan juga anaknya.

 

Semenjak hari itu. semenjak ia sadar Seohyun dan juga putranya telah meninggalkannya. Ia bukan lagi pria egois. Harinya hanya dipenuhi dengan kesendirian dan juga tangisan. Hanya Lee Hanna yang selalu berada disampingnya. Sebagai seorang ibu ia benar – benar bertanggung jawab dengan keadaan putranya. Perlahan demi perlahan Lee Hanna membuat Cho Kyuhyun bangkit. Meski ia sadar putranya tidak lagi sama seperti dulu. Cho Kyuhyun. pria itu mengalami depresi cukup berat.

 

“sayang, makanlah sedikit heum.. bagaimana kau bisa menemukan Seohyun jika kau tidak mau makan” bujuk Nyonya Cho. Kyuhyun hanya menggeleng pelan dan meringkuk seperti anak kecil di sudut ranjang. Lagi – lagi hanyalah gelengan kepala yang beliau dapat. Nyonya Cho menghela nafas.

 

“sayang, dengarkan eomma..” perintah Nyonya Cho dengan nada tegas. Cho Kyuhyun hanya menatapnya datar.

 

“kau ingin menemukan istri dan putramu kembali kan?” Kyuhyun mengangguk layaknya anak kecil,

 

“habiskan ini. dan eomma akan membantumu..”

 

“jeongmal?” wajah Kyuhyun tampak berbinar.

 

“makanya makan yang banyak agar kau kembali pulih”

 

 

ONE CALL AWAY

 

 

                Seohyun memandang kedua orang didepannya dengan senyum. Lagi – lagi Christ dan Jannine bertengkar hal sepele. Seohyun baru tahu bahwa seorang gadis yang sering disebut – sebut oleh Christ adalah gadis itu. dan Seohyun rasa Christ memang menaruh rasa suka pada gadis itu. meski caranya memperlakukan Seohyun dan Jannine berbeda. Bukankah perempuan jauh lebih peka? Dan Seohyun adalah salah satunya.

 

“dasar pria tua pelit. Aku hanya meminta es krim sedikit apa salahnya?” Jannine mendelik menatap Christ. Pria itu dengan tampang tidak peduli memakan es krim vanilla di depan Jannine.

 

“nunna makan es krim punyaku saja..” Jannine menggeleng pelan.

 

“kau tahu nunna hanya menyukai satu rasa tampan..” jawab Jannine penuh sesal. Ia memang tidak suka dengan rasa coklat. Lidahnya begitu membenci rasa coklat.

 

“memangnya kenapa dengan rasa coklat? Bukankah rasanya juga enak?” tanya Daniel polos.

 

“jika suka es krim vanilla kenapa tidak beli sendiri?” sahut Christ dengan nada ketus.

 

“ Christ, kenapa kau begitu pelit padanya? Padahal di kulkas juga masih adakan?” tanya Seohyun menyela. Seohyun membawakan satu mangkuk es krim rasa vanilla untuk jannine.

 

“makanlah Jannine..” dengan wajah berbinar Jannine menerima mangkuk itu. Christ memutar bola matanya jengah. Kenapa Seohyun harus berbaik hati padanya.

 

“gomawo unnie..” ucap Jannine tulus.

 

“Angeline, dia bisa beli sendiri. kau mengurangi jatahku..” sungut Christ tidak terima.

 

“Dad,, kenapa Dad jadi pelit sih?” tanya Daniel. seohyun terkekeh mendengarnya.

 

“hehehehe…”

 

ONE CALL AWAY

 

                Setelah dua hari menginap di hotel bersama akhirnya jiyong dan juga Taeyeon memutuskan untuk kembali menemui Seohyun di penthouse. Ia memang tidak jadi menghubungi Seohyun dan lebih memilih menghubungi Ibu Seohyun. nyonya Seo bilang jika Seohyun dan juga putranya memang pergi ke California.

 

“kau siap..” tanya Jiyong dan taeyeon mengangguk. Saat ini Jiyong tengah mengemudi mobil yang telah ia sewa.

 

Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di alamat yang kemarin. Perjalanan mereka menghabiskan waktu empat puluh lima menit. Jiyong cukup tahu Chicago ternyata meski mereka baru pertama kalinya datang kesini.waktu sebelumnya saat Seohyun tidak di rumah Jiyong memang berusaha memahami rute – rute yang ada.

 

“akhirnya sampai juga. Kajja..” mereka berdua melepas seatbelt dan turun dari mobil. Saat ini masih pukul sepuluh. Mereka berdua kurang yakin jika Seohyun ada di rumah. Mungkin saja wanita itu pergi bekerja. Tapi mereka tidak peduli toh mereka justru bisa menanyakan pada penjaga rumah.

 

Setelah menekan bel dua kali akhirnya pintu utama dibuka. Terlihat seorang wanita anggun yang sudah lama Taeyeon rindukan. Wanita yang membuka pintu itupun sama terkejutnya dengan Taeyeon.

 

“Seohyunnie..”

 

“Taeyeon unnie..” Seohyun segera memeluk Taeyeon erat. Wanita yang disayanginya selain ibunya ada disini. taeyeon pun sama, gadis itu bahkan menitikkan air mata ketika memeluk Seohyun. kenapa ia merasa Seohyun begitu kurus?

 

“kajja masuk, Jiyong oppa annyeonghaeseyo..”

 

“annyeonghaseyo Seohyun..” balas Jiyong. Mereka pun akhirnya masuk ke dalam. Tatapan takjub jelas terlihat dimata Taeyeon. Ia tidak menyangka adiknya yang sederhana memiliki istaa yang begitu luar biasa. Meski ia juga punya kekasih yang kaya raya tetap saja rasanya berbeda.

 

“Daniel eoddiga?” tanya Taeyeon spontan. Seohyun yang sedang menyiapkan minum menyahut dari dapur.

 

“ia sedang pergi bersama Christ.”

 

“apa kau sudah menikah dengan pria barat itu?” Seohyun menatap tajam unnienya. Menikah? Bagaimana bisa ia menikah dengan pria lain jika Cho Kyuhyun saja tak sudi menandatangani surat perceraian itu?

 

“bagaimana aku bisa menikah? Aku bahkan belum bercerai dengannya..” timpal Seohyun. keduanya terkejut sekali. berita tentang perceraian Seohyun saja sudah menjadi buah bibir sejak Seohyun meninggalkan Korea dan juga mencuatnya berita tentang kematian Jiyeon yang dirumorkan karena menggugurkan kandungannya dari hasil perselingkuhannya dengan Cho Kyuhyun. bukankah media benar – benar penipu sejati?

 

“bukankah kau sudah bercerai sejak kau meninggalkan Korea?” tanya Jiyong mewakili isi hati kekasihnya.

 

“aniya.. aku juga tidak tahu tapi sepertinya orang tua pria itu tidak ingin aku berpisah dengannya.”

 

“tapi kau terus terluka karena anaknya. Bagaimana mungkin mereka memintamu bertahan?” tanya Taeyeon tidak terima. Seohyun hanya tersenyum miris. Bahkan Taeyeon yang bukan keluarganya saja begitu mengkhawatirkan dirinya. pria itu?

 

“tenang saja unnie aku juga sudah mengirim surat gugatan yang baru kemarin. Aku juga berencana pindah ke Inggris bersama Christ.” Sela Seohyun. Jiyong tampak tidak setuju dengan pemikiran kedua wanita disampingnya ini.

 

“kau, tidakkah kau berfikir akan sehancur apa Kyuhyun tanpamu? Ahh maksudku Kyuhyun bukanlah tipikal orang yang akan mengatakan sesuatu dengan tepat kau pasti memahaminya bukan? Apakah sedikit saja rasa cintamu untuknya sudah tidak ada?” tanya Jiyong hati – hati. Seketika itu juga raut wajah Seohyun berubah sendu. Sedikit saja rasa cinta? Ia masih punya banyak cinta untuk pria itu. tapi, hatinya tidak sanggup lagi berada disamping pria itu. disakiti berkali – kali, bahkan dihianati hingga suaminya punya anak? Adakah wanita yang mau bertahan dengan pria semacam itu dalam hidup pernikahannya? Dia bukan malaikat.

 

“tidak usah di jawab jika kau tak ingin,” pinta Taeyeon sambil mengusap lengan Seohyun. seperti kakak yang menenangkan hati gundah adiknya.

 

“hatiku bahkan masih miliknya oppa,” jawab Seohyun dengan air mta berlinang. Ia bahkan merasa tidak perlu sungkan terhadap kedua orang yang sudah sangat dikenalnya ini.

 

“aku sangat mencintainya meski berkali – kali dilukai. Aku juga tahu betapa dia sangat menyesal pernah menghianati pernikahan kami. Tapi aku sudah lelah oppa.. lelah seperti ini, ia yang tidak berubah. Bahkan ketika anaknya bersama Jiyeon meninggal ia membentakku seolah aku tertawa diatas kematian puterinya. Ia juga menyetujui aku yang ingin bercerai. Ia,, ia bahkan tidak berniat menahanku. Tidak, ia memang ingin aku pergi. Maka aku akan mengabulkan permintaannya untuk menjauh dari hidupnya. Mungkin takdir hidupku bersamanya sudah habis.” Dengan linangan air mata ia menjelaskan betapa terlukanya dia. Ia menunduk sedikit rasa sesal ada dalam hatinya. Tidak seharusnya ia mengatakan hal itu pada Jiyong. Utamanya ia hanya perlu mengatakan beberapa hal saja. Tapi dia sudah begitu rapuh sekarang. Rapuh dan sebentar lagi merasa hancur.

 

“kau tahu unnie tentang pria barat yang pernah ku ceritakan padamu?” Taeyeon mengangguk. Gadis itu bahkan ikut menangis. Jiyong diam saja sambil menyimak curahan hati adik kekasihnya itu.

 

“dia mencintaiku unnie, sejak aku pindah kesini dia selalu baik padaku. berkali – kali ia ingin menikahiku karena ia sangat ingin menjagaku dan Daniel. tapi aku sama sekali tak bisa menjawabnya. Karena aku begitu mencintai Cho Kyuhyun. karena hanya Cho Kyuhyun yang aku tunggu dan kuharapkan akan meminta maaf serta menyesal telah menyakitiku sebanyak itu..

 

“aku begitu mencintai Cho Kyuhyun hingga saat Daniel menyebut orang lain dengan sebutan Dad hatiku sakit. Tapi tidak seorangpun tahu hal itu. Daniel bercerita bahwa ia bertemu dengan gadis kecil yang ia tabrak saat bermain perosotan hingga gadis itu masuk rumah sakit. Tapi aku tidak bersamanya saat itu. aku tidak tahu bahwa gadis kecil yang anakku maksud adalah anak dari selingkuhan suamiku. Sebelumnya aku bahkan memperlakukan dia dengan baik dan kuanggap sebagai putriku. Tapi anak kecil itu mengejutkanku saat aku mengantarnya pulang ke rumah.”

 

“apa yang anak Kyuhyun lakukan padamu Seohyun-ahh?” tanya Taeyeon dengan suara serak.

 

“ia membawaku ke rumahnya. Rumah yang di penuhi oleh fotoku dan gadis kecil itu menyebutku adalah Momnya. Semua itu adalah perbuatan Cho Kyuhyun. wanita itu meninggal dan Kyuhyun menggantikan aku sebagai ibunya.” Taeyeon dan Jiyong menatapnya tak percaya. Bukankah ini terlalu mengejutkan? Apa maksudnya Kyuhyun melakukan itu.

 

“jadi Kyuhyun bilang pada puterinya bahwa kau adalah ibunya?” Seohyun mengangguk.

 

“dari situpun aku sudah tahu bahwa pria itu begitu menyesal. Aku bisa merasakannya. Aku mengujinya, seberapa besar dia menyesal padaku dan seberapa besar dia ingin kembali padaku. tapi kupikir ulang, mungkin saja aku tidak berjodoh dengannya. Yah tidak apa – apa, toh menjadi single parent bagi Daniel bukan hal baru untukku.” Jawab Seohyun diakhiri dengan sebuah senyuman kecil. Taeyeon memeluknya erat.

 

“kau hanya harus bersabar sayang, pahami dia jika kau masih menicntainya. Kau, aku tidak mengajurkanmu berpisah jika cinta itu masih ada diantara kalian. Kau dan dia punya satu pengikat yang tak akan pernah bisa lepas sampai kapanpun” Seohyun melepas pelukan Taeyeon dan menatapnya bertanya,

 

“Daniel, sampai kapanpun Daniel adalah replica Kyuhyun yang kau simpan dan kau jaga dengan baik. Tidak ada salahnya memaafkan dia sekali lagi dan memulai semua dari awal.” Jelas Taeyeon. Setelah mendengar penjelasan panjang dari Seohyun ia paham dan menyimpulkan satu hal.

 

Meski seberapa besar keduanya saling menyakiti, cinta diantara mereka tidak pernah hilang.

 

ONE CALL AWAY

 

                Siang ini Daniel bersama Christ dan juga Jannine tengah makan siang di luar setelah tadi mereka menghabiskan waktu bermain di mall. Namun ada yang berbeda, Daniel menatap  Jannine dengan pandangan bertanya.

 

“nunna,apa kau tidak suka dengan makanannya?” tanya Daniel pada Jannine. Yang di tanya hanya menggeleng pelan sambil mengaduk makanannya. Christ menatapnya tidak suka.

 

“apa nunna sakit?”

 

“tidak tampan, nunna hanya sedang sedih.” Jawab Jannine lesu. Kedua pria berbeda usia menatapnya bertanya.

 

“mungkin sebentar lagi nunna akan kembali ke Jerman. Padahal nunna suka disini.” jawaban Jannine yang tiba – tiba itu membuat Christ menahan nafas karena terkejut.

 

“kenapa?” tanya Christ cepat dan sedikit berbeda.

 

“untuk apa aku disini, Dad sudah tahu aku ada disini sebentar lagi aku pasti akan diseret pulang untuk menikah dengan pria itu.” jawaban kelewat biasa saja itu sejujurnya membuat dada Christ sesak. Pria itu tidak tahu apa yang menyebabkan dadanya sesakit ini. memang apa urusannya gadis menyebalkan itu dengan dirinya? sungguh tidak masuk akal.

 

“bukankah kau sudah menolaknya?” tanya Christ hati – hati. Daniel yang tidak paham apa yang kedua orang dewasa itu bicarakan memilih diam sambil menghabiskan makanannya.

 

“mereka tetap akan melakukannya tidak peduli mereka menolak atau tidak. Hah kepalaku rasanya mau pecah. Hei tampan, mau ikut nunna tidak?” tanya Jannine mengalihkan pembicaraan.

 

“kemana?”

 

“menembak. Seru kan?” ujar Jannine semangat.

 

“memangnya nunna bisa menembak?” tanya Daniel mencibir.

 

“astaga, kau anak siapa hingga berani mengatakan hal menyebalkan itu. menembak adalah keahlianku sayang, ayo pergi. Kemarin aku melihat tempat olahraga menembak.” Jannine menggandeng Daniel setelah pria kecil itu menghabiskan makan siangnya. Christ hanya bisa menghela nafas dan mengikuti kemana kedua orang itu pergi.

 

Sesampainya di tempat olahraga itu. Daniel sedikit takut dengan beberapa pria yang memakai kacamata dan juga penutup telinga yang tengah memegang pistol. Pria kecil itu mengeratkan genggamannya pada Jannine.

 

“don’t be scare. Ini seru sekali.” ucap Jannine menenangkan.

 

Jannine memanggil salah satu laki – laki untuk meminjam salah satu senapan laras panjang. Ia ingin menembak menggunakan itu. perasaannya yang sedang sentimental terasa pas sekali dengan momen ini.

 

“lihat tampan, nunna akan menembak habis seluruh sasaran di sana.” Ucap Jannine meyakinkan. Christ tampak mencibir.

hfgfhfg

 

 

“realisasikan saja jangan hanya membual.” Ejeknya. Jannine sudah bersiap melepaskan peluru dan mendengar suara Christ tiba – tiba saja nafsunya menembak makin menjadi – jadi.

 

Dorr..

Dorr..

Dorr..

Dorr..

Dorr.

 

Lima kali tembakan Jannine sama sekali tidak ada yang meleset. Semuanya tepat sasaran. Daniel bertepuk tangan atas kehebatan Jannine, bahkan pria disampingnya yang juga menembak memandang Jannine dengan tatapan kagum.

 

“wow, you’re so amazing..” ucap pria itu pada Jannine. Jannine hanya mengucapkan terimakasih. Sedangkan Christ memandang laki – laki itu dengan tatapan benci dan memilih bersedekap tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

 

“Dad,apa Dad bisa menembak juga?” tanya Daniel polos.

 

“tentu saja, hanya menembak kan itu mudah sekali.” jawabnya sombong. Ia menarik senapan yang ada di tangan Jannine serampangan.

 

“hati – hati jika kau salah memegang senapan ini bisa melukai dirimu sendiri.” Jannine mengingatkan Christ. Gadis itu membantunya memegang senapan dengan benar.

 

“pegang seperti ini dan fokuskan pandanganmu pada sasaran.” Instruksi Jannine. Christ menurut namun pria itu terlihat gugup. Akhirnya Jannine berada di belakang pria itu dan membantunya memegang senapan seraya berbisik pelan.

 

“fokuskan pada sasaranmu bukan padaku uncle yang tampan.” Jannine tersenyum geli dengan tingkah Christ, tiba – tiba saja tubuh pria itu menjadi kaku.

 

“kenapa Dad lama sekali.” gerutu Daniel, akhirnya Christ melepaskan pelatuknya satu, dua, tiga, empat kali tidak ada satu tembakanpun yang berhasil tepat sasaran. Daniel menghela nafas.

 

“Dad payah..”

 

“Dad hanya belum terbiasa saja.” Ucap Christ membela dirinya sendiri. sedangkan Jannine hanya tersenyum lucu.

 

ONE CALL AWAY

 

Pria itu menatap wanita di depannya penuh kerinduan. Cho Kyuhyun, setelah depresi berat yang ia alami berlangsung membaik dan menghilang. Ia segera terbang ke Chicago untuk menemui istri dan juga anaknya. Meski Seohyun wanita itu telah mengirimkan berkas perceraian yang telah ditanda tangani ia tidak peduli. Ia bahkan sudah merusak berkas itu.

 

Ini juga berkat Nyonya Cho yang rutin menasehati dan memberikan masukan pada putranya. Dan terbangnya Kyuhyun kesini pun mendapat dukungan penuh dari ibunya. Kyuhyun sadar seberapa dalam ia melukai Seohyun mungkin tak akan dengan mudah dilupakan olehnya. Tapi Kyuhyun sudah bersiap. Dalam saku celananya terdapat pisau lipat. Ia akan membuktikan pada Seohyun jika wanita itu tidak percaya dengan benda tajam itu. meski sangat sedikit kemungkinan Seohyun akan kembali dan memaafkannya Kyuhyun tetap akan berusaha. Ini memang salahnya, tidak seharusnya mulutnya berkata setajam itu karena ia begitu kehilangan Lauren yang notabene adalah anak hasil perselingkuhannya dengan wanita lain.

 

Dengan hati yang mantap, Kyuhyun melangkahkan kaki menghampiri wanita yang akan masuk ke dalam mobil. Ini seperti saat pertama kali ia akan menyatakan cinta pada gadis itu bertahun – tahun lalu. Rasa malu dan juga takut bersatu.

 

“Seohyun..” panggilnya lembut. Wanita yang hendak membuka pintu mobil itu pun terperanjat mendengar sebuah suara yang sangat tidak asing di kedua telinganya.

 

“Seohyun.. ini aku Cho Kyuhyun..” deg,, mata wanita itu berkaca – kaca, tangannya mengepal begitu erat pada pegangan pintu mobilnya. Dengan langkah pelan ia membalik tubuhnya dan menatap pria di depannya dengan raut wajah yang sulit dijabarkan.

 

“boleh aku meminta waktumu sebentar?” Seohyun tidak menolak, ia mengikuti langkah kaki Kyuhyun yang membawanya ke taman klinik tempat ia bekerja. Meski rasa canggung begitu terasa diantara keduanya. Namun mereka memiliki satu rasa yang sama dalam benak mereka.

 

Mereka saling merindukan…

 

                “bagaimana rasanya bekerja di klinik? Apakah lebih menyenangkan daripada bernyanyi diatas panggung?” tanya Kyuhyun lembut. Pria itu bahkan memakai intonasi paling lirih yang pernah ia punya.

 

“ya,, bertemu dengan banyak orang yang menghormatiku itu jauh lebih menyenangkan. Terlebih lagi aku selalu punya waktu untuk berkumpul dengan keluargaku.” Jawab Seohyun santai. Kyuhyun tersenyum lembut menatap wanita yang masih di cintainya itu. tanpa terasa matanya perih karena berusaha menahan cairan yang akan mengalir.

 

“aku.. ingin menanyakan banyak hal tentang Daniel padamu, apakah boleh?” tanyanya tulus. Seohyun memandangnya sedih. Wanita itu sama hancurnya dengan Kyuhyun. sebagai jawaban Seohyun mengangguk.

 

“tentu saja, kau boleh bertanya apapun tentangnya.” Sahut Seohyun lirih. Rasa sesak karena terlalu merindukan pria ini dan segala perhatiannya benar – benar membuat Seohyun kesulitan berkata – kata.

 

“apa.. hal apa yang Daniel sukai?” seohyun menerawang membayangkan kebersamaannya bersama putra semata wayangnya itu.

 

“Daniel, dia sangat menyukai croissant daripada makanan Korea. Mungkin karena sejak ia kecil sudah berada disini. jadi lidahnya lebih cocok dengan makanan barat.” Seohyun mulai bercerita dan Kyuhyun begitu serius mendengarkannya.

 

“Daniel suka apapun yang mempunyai rasa coklat..” Kyuhyun tersenyum.

 

“dia sama sepertimu.”

 

“dan dia sangat menggilai game. Sama sepertimu..” ucap Seohyun sambil menatap Kyuhyun. kemudian keduanya tertawa bersama.meski tawa mereka tersimpan sebuah kesedihan dan kerinduan yang dalam.

 

“daniel akan sangat marah saat aku menyuruhnya berhenti bermain game untuk sekedar makan. Dia juga membenci sayuran, tidak suka dengan beberapa hewan khususnya anjing.”

 

“dia benar – benar mirip denganmu.” Seohyun tersenyum tipis.

 

“Seohyun, mau menjawabku pertanyaanku dengan jujur?” tanya Kyuhyun, seohyun hanya tersenyum.

 

“setelah semua ini, setelah semua yang ku lakukan padamu, apa kau memang ingin berpisah denganku?” tanya Kyuhyun penuh kehati – hatian. Wanita disampingnya menunduk.

 

“bagaimana denganmu?” tanya Seohyun balik.

 

“setelah semua yang kau lakukan padaku, akankah kau melukaiku lagi dengan luka yang baru?” tanya Seohyun dengan wajah datar, ia sudah tahu Kyuhyun pasti akan datang dan membahas hubungan rumit di antara mereka berdua.

 

“Seohyun…”

 

“sebuah kaca yang pecah tidak akan bisa kembali ke bentuk semula, jika pun bisa pasti akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Begitupun dengan sebuah hati. Aku tak perlu mengatakannya padamu, kau pasti sudah mengerti kan?” Kyuhyun mengangguk sedih.

 

“kita berpisah saja, mungkin cinta kita memang tidak di takdirkan untuk bersatu. Hiduplah dengan baik dan jangan menyakiti siapapun lagi.” ucap Seohyun dengan wajah yang berurai air mata. Kyuhyun, pria itupun sama keadaannya dengan Seohyun.

 

“bisakah untuk tidak bercerai denganku? Bisakah hanya pergi dariku saja. Kapanpun itu, aku akan menunggumu kembali dengan putra kita. Tapi jangan memintaku untuk semakin merusak segala yang telah ku mulai. Pergilah, tapi berjanjilah untuk kembali padaku. sampai kapanpun aku janji aku akan menunggumu..” gumam Kyuhyun serak. Seohyun mengangguk. Mereka saling tersenyum dengan luka yang tersimpan di hati.

 

Pada akhirnya, mereka sepakat untuk tidak saling bertemu…

 

ONE CALL AWAY

 

Kyuhyun termenung sendirian di taman klinik milik Seohyun. pertemuannya dengan Seohyun benar – benar pertemuan dengan sesuatu yang tidak pernah Kyuhyun duga sebelumnya. Sebanyak apapun Kyuhyun mengeluarkan air mata Seohyunnya tidak akan kembali lagi. wanita itu lelah berada disampingnya. Makanya dengan berbesar hati Cho Kyuhyun mengikhlaskan istrinya untuk meninggalkannya.

 

Mereka sepakat untuk tidak saling bertemu dalam kurun waktu yang tidak di tentukan. Kyuhyun tidak bertanya dan tidak memberikan batas kapan Seohyun harus kembali padanya. Seohyun benar, luka di hati istrinya memang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sembuh. Dan Kyuhyun menyetujui hal itu. ia hanya meminta agar Seohyun kembali padanya. Ia memutar cincin pernikahan yang ada di jari manis tangan kirinya. Kenangan saat ia melamar Seohyun pun tiba – tiba berputar.

 

FLASHBACK

 

“maaf oppa aku terlambat, tadi unniedeul mengajakku untuk makan malam bersama.” Sesal Seohyun ketika ia datang terlambat ke apartemen Kyuhyun. pria itu hanya tersenyum tipis.

 

                      “gwenchana, kajja masuk..” Seohyun mengganti sepatu flatnya dengan sandal rumah yang tersedia di rak.

 

                      “apa oppa sudah makan?” Kyuhyun hanya menggeleng pelan. Seohyun menatapnya khawatir. Pasalnya ini sudah hampir jam sepuluh malam. Bagaimana bisa kekasihnya belum makan?  Bagaimana jika Kyuhyunnya sakit.

 

                      “sayang, kau tidak usah membuatkan aku makanan tadi aku dan Sungmin hyung sudah mampir ke cafe. Makanlah cake yang tadi aku beli.” Titah Kyuhyun. seohyun menurut dan mengambil cake yang masih ada di kardusnya. Pria itu, Seohyun tidak melihatnya dimanapun, mungkin saja Cho Kyuhyun sedang di kamar mandi saat ia membuka kardus kecil itu senyum di wajahnya terpancar. Kyuhyun memberikan cake rasa coklat favoritnya. Cake kecil yang berbentuk hati. Siapapun pasti akan menyukainya.

 

                      “woah, cake nya yeoppo sekali. jadi tidak tega memakannya. Hihihi..” gumam Seohyun seorang diri. Tiba – tiba saja Kyuhyun muncul tepat di belakangnya.membuat Seohyun terkejut.

 

                      “oppa, kau mengagetkanku..” gerutu Seohyun, Kyuhyun tak ambil pusing, pria itu memberi isyarat agar Seohyun segera memakan cake. Seohyun mengambil sendok kecil yang sudah ada disamping kardus. Mungkin Kyuhyun sudah menyiapkannya sejak tadi.

 

                      Dengan perlahan Seohyun mengambil pada bagian kanan. Kyuhyun tentu hafal bagaimana kebiasaan kekasihnya saat memakan cake. Saat itu pula Kyuhyun tersenyum aneh, ketika Seohyun sudah mengunyah dan berhenti begitu saja. Gadis itu seperti mengunya benda yang keras. Ia segera mengeluarkan benda keras itu dan alangkah terkejutnya ia ketika benda keras yang sempat ia kunyah tadi adalah sebuah cincin.

 

                      “oppa..”Seohyun menatap tak percaya pada Kyuhyun. mata gadis itu berkaca – kaca.

 

                      “mau menikah denganku?” Kyuhyun langsung berkata tepat sasaran. Seohyun merengut,

 

                      “apa seperti itu cara melamar yang romantic?” Kyuhyun tersenyum lantas memeluk kekasihnya dari belakang. Ia bahkan bisa dengan jelas mencium bau strawberry yang melekat di tubuh kekasihnya.

 

                      “lalu seperti apa..” tanya Kyuhyun polos. Belum sempat Seohyun menyela Kyuhyun sudah mengecup bibirnya secepat kilat. Seohyun bahkan sudah seperti manekin hidup karena tidak bereaksi apapun. Kyuhyun mengambil cincin dari tangan Seohyun dan memakaikannya di jari manis gadisnya itu.

 

                      “kau jelas tahu siapa kekasihmu yang bernama Cho Kyuhyun itu, bagaimana bisa kau meminta dirinya menjadi pria romantic heum? Aku bukan pria seperti itu, kau paham! Menikahlah denganku dan aku akan berusaha sebisa mungkin untuk selalu membuat bibirmu tersenyum sepanjang waktu, menikmati indahnya hari bersamamu dan juga anak kita kelak, tidak peduli badai apapun yang akan menerjang rumah tangga kita, aku akan selalu berusaha untuk selalu ada disampingmu, tidak meninggalkanmu, apalagi berselingkuh. Kau bebas lakukan apapun padaku bahkan membunuhku sekalipun aku mau jika aku memang menghianati janjiku padamu..” tutur Kyuhyun panjang lebar, ia tidak berani menatap wajah Seohyun karena dirinya sangat gugup. Seohyun berkaca – kaca dan langsung memeluk kekasihnya.

 

                      “hikss, kenapa kau bisa jadi romantis seperti ini? kau membuatku menangis oppa..” isak Seohyun di bahu kekasihnya. Kyuhyun tertawa kecil. Inilah sifat Seohyun yang selalu membuatnya rindu.

 

                      “tadi tidak romantis protes, sekarang sudah romantis protes lagi. lalu yang benar yang mana heum?” goda Kyuhyun. Seohyun melepaskan pelukannya sambil merajuk.

 

                      “arra,, araa.. jadi apa lamaran oppa di terima?” tanya Kyuhyun, Seohyun tampak berpikir keras,

 

                      “lamaran di terima!! Segera nikahi aku oppa..”

 

                      “eoh, apa kau sudah tidak sabar dengan malam pertama kita?” goda Kyuhyun membuat wajah Seohyun semerah kepiting rebus.

 

                      “OPPAAAAA!!!” Kyuhyun hanya tertawa..

 

FLASHBACK END

 

                      “pada akhirnya aku sama sekali tidak bisa menepati janjiku. Hah, kenapa aku menjadi seperti ini?” tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. ia harus menerima ini semua. Mungkin ini adalah jalan terbaik untuk dirinya dan juga seohyun.

 

Tidak jauh berbeda keadaannya, Seohyun juga termenung sejak tadi. Setelah pulang kerja wajah wanita beranak satu itu seperti cumulu nimbus. Christ heran dengan tingkah Seohyun. ia dan Daniel bahkan sama sekali tidak digubris. Akhirnya Jannine menghampiri wanita itu. jannine memang meminta ijin pada Seohyun untuk tinggal dirumahnya untuk sementara waktu. Toh, gadis itu akan segera kembali ke Jerman.

 

“unnie, whats going on?” tanya Jannine lembut. Seohyun hanya menggeleng pelan. Jannine menyentuh bahu wanita itu. mencoba menyampaikan padanya jika Seohyun tidaklah sendirian. Ia bisa berbagi dengan Jannine.

 

“unnie, kenapa hanya diam? Kau tahu unnie, aku ini Jannine berbagilah denganku. Aku tidak suka melihat wajah cantik idolaku begitu murung, nah, katakan padaku apa yang mengganggumu?” cerocos Jannine dengan riang, Christ meliriknya dari balik dinding, mereka berdua tengah berada di counter dapur.

 

“aku hanya lelah dengan hidupku Jannine, pernahkah kau merasa seperti itu?” akhirnya Seohyun buka suara. Ia memilih berbicara menggunakan bahasa Korea. Lagi dan lagi Christ menatap jengah mereka. kenapa harus bahasa alien yang tidak ia pahami? Apa salahnya bercerita menggunakan bahasa inggris? Gerutunya dalam hati. Akhirnya pria itu memilih pergi.

 

“eoh, aku sering merasa lelah, apalagi saat aku selesai lari sprint, aku sangaaat lelah.. hehehe..” jannine mengeluarkan lelucon kecil agar Seohyun sedikit tersenyum dan berhasil.

 

“bukan itu..

 

“arra, aku tahu unnie, aku juga merasakannya itulah kenapa aku berada disini..” sela Jannine cepat. Ia sempat melirik di balik dinding ada Christ yang sedang berusaha menguping pembicaraannya. Tapi tak lama kemudian pria itu pergi. Dalam hati Jannine terkekeh memangnya pria itu mengerti bahasa korea?

 

“aku hampir saja bertunangan tapi aku kabur sehari sebelum hari pertunanganku.” Seohyun tampak tertarik dengan cerita gadis yang umurnya enam tahun di bawahnya itu.

 

“kenapa?” tanya Seohyun penasaran. Jannine tersenyum kecil.

 

“kenapa lagi, tentu saja karena kekasihku berselingkuh dengan temanku.” Jawab jannine berapi – api. Emosinya selalu menanjak tinggi ketika ia membahas pria itu. pria dengan nama lengkap Thor Tanapob, pria asli Thailand yang pertama kali membuat Jannine jatuh cinta dan mampu membuat Jannine si pembangkang menurut. Itulah kenapa ayah dan ibunya Jannine sangat menyukai pria itu.

 

“mereka berselingkuh dan bahkan sebelum hari pertunanganku tiba mereka masuk ke kamar hotel.” Jannine terdiam beberapa saat. Rasa sakit itu datang lagi. sudah berbulan – bulan ia mencoba menghapusnya tapi tetap saja ada saat – saat dimana dia tidak tahan dengan semua itu. air matanya bahkan sudah menetes.

 

“saat itu, saat aku melihatnya. Aku tidak tahu apa yang harus dan bisa kupercaya. Benarkah kekasihku yang sangat kucintai menghianatiku? Apa aku mengalami rabun jauh hingga mengira pria lain adalah kekasihku?” jannine tersenyum sambil menangis. Seohyun membantunya mengusap air mata itu. ternyata ia tidak sendirian. Jannine pun merasakan luka itu.

 

“aku hancur, aku mengurung diriku dalam apartemen yang siapapun tidak tahu, bahkan bi’da tidak tahu kemana aku menghilang. Beberapa hari aku menangisi pria itu hingga akhirnya aku jatuh sakit. Untung saja aku memiliki satu teman baik. Ia merawatku dan berjanji akan merahasiakan keberadaanku dari semua orang.” Jannine berusaha tersenyum meski kesedihan jelas terpancar dari kedua matanya.

 

“kita memiliki nasib yang sama Jannine-ahh, aku pun mengalaminya..” gumam Seohyun menerawang. Jannine tertegun, ia tidak begitu terkejut sebenarnya gossip saat ia masih SMA yang dulu beredar memang menyebutkan bahwa perceraian maknae dari grup terkenal itu adalah karena adanya aroma perselingkuhan.

 

“akupun merasakannya, kau beruntung tidak jadi bertunangan. Aku sudah menikah dan suamiku berselingkuh hingga mempunyai seorang putri. Jika itu kau, bagaimana kau akan mengambil sikap?” tanya Seohyun lirih, Jannine diam sambil berpikir. Saat akan bertunangan saja ia sakit hati setengah mati. Sedangkan Seohyun? astaga, tiba – tiba saja kepalanya berdenyut. Apakah semua pria memang ditakdirkan untuk menjadi seorang brengsek perusak hati wanita? Pikirnya.

 

“aku bahkan tidak tahu akan seperti apa pernikahanku nanti. Ini bahkan sudah bertahun – tahun berlalu namun semuanya terasa semakin sulit. Aku harus bagaimana Jannine?” tanya Seohyun dengan nada lelah yang teramat. Jannine dapat merasakan kesedihan Seohyun meski sejujurnya gadis ini belum benar – benar mengerti atas apa yang sedang dirasakan oleh Seohyun.

 

“tadinya kupikir aku bisa memaafkannya dan kami bisa memulai hal baru lagi. tapi aku salah. Hatiku tidak sekuat itu melaluinya. Meski mencintainya, namun memandang wajahnya sama saja mengingat luka itu kembali. Mungkin aku egois, tapi aku benar – benar sudah merasa lelah.” Seohyun menelungkupkan wajahnya di meja.

 

“apa sampai sekarang kalian belum bercerai unnie?” tanya Jannine hati – hati. Seohyun menggeleng sebagai jawaban. Ia mendongak lagi. mata yang memerah karena berusaha untuk tidak menangis meski tetap saja air matanya jatuh.

 

“tapi kami memutuskan untuk tidak kembali bersama.  Ia membiarkanku pergi selama yang kumau, dan dia hanya meminta satu hal padaku.” Seohyun menjeda kalimatnya. Pernyataan Kyuhyun tadi siang masih terngiang – ngiang dalam benaknya.

 

“bisakah untuk tidak bercerai denganku? Bisakah hanya pergi dariku saja. Kapanpun itu, aku akan menunggumu kembali dengan putra kita. Tapi jangan memintaku untuk semakin merusak segala yang telah ku mulai. Pergilah, tapi berjanjilah untuk kembali padaku. sampai kapanpun aku janji aku akan menunggumu..”

 

                      “dia akan menungguku selama apapun aku pergi. Asal aku kembali dengan Daniel padanya. Tapi, aku tidak tahu sampai kapan luka ini akan menghilang. Ini begitu menyakitkan, sampai rasanya aku ingin mati saja..” tangis Seohyun pecah. Ia bahkan menutup wajahnya karena menangis di depan gadis yang sejatinya bukanlah siapa – siapa.

 

“aku mencintainya,, tapi aku tidak bisa melupakan luka itu. Hikss,, aku harus bagaimana?” Seohyun terisak pilu di pelukan Jannine. Dengan lembut Jannine menepuk bahu wanita ini.

 

“akan ada waktunya untuk bahagia unnie, percayalah pada keajaiban dari Tuhan..” gumam Jannine tulus.

 

ONE CALL AWAY

 

                      Hari berlalu begitu cepat. Tak terasa ini sudah lima bulan sejak pertemuannya dengan Kyuhyun hari itu. hidupnya kembali normal seperti sedia kala. Masih ada Christ yang setia menemaninya. Dan jangan lupakan gadis berisik namun hebat dalam segala hal – Jannine yang juga masih ada disini. kalian pasti bertanya – tanya kenapa gadis ini belum pindah ke Jerman juga. Mari kita ulas ceritanya.

 

FLASHBACK

 

                      Sore itu matahari masih begitu terik. Christ baru saja keluar dari kantornya. Dan seperti biasanya pria itu akan pergi ke basement untuk mengambil mobilnya. Namun ia di kejutkan oleh kedatangan seseorang yang menjadi koleganya.

 

                      “Mr. Weigel..”

 

                      “aku ingin mengajakmu minum kopi Mr Moreau, kau bisa?” tanya Mr. Weigel sopan. Christ mengangguk. Dengan menggunakan mobil Christ. Kedua pria itu pergi ke kedai kopi yang letaknya tidak jauh dari kantor Christ.

 

                      “aku tidak tahu bahwa ternyata puteriku sering mengganggumu Mr. Moreau” ucap Mr. Weigel memecah keheningan setelah mereka memesan kopi. Christ hanya diam saja terlalu bingung membuatnya tidak bisa mengatakan apapun.

 

                      “aku cukup terkejut dengan kenyataan itu. tapi kurasa puteriku sangat menyukaimu hingga dia selalu mengikutimu kemanapun kau pergi.” Tambahnya lagi. Christ hanya tersenyum.

 

                      “dia tidak mau pulang karena ternyata kekasihnya berselingkuh. Awalnya saat aku tidak tahu apapun aku begitu marah dan ingin menghukum gadis kecilku itu. tapi setelah aku menyuruh orangku untuk mengawasinya dari jauh aku cukup sadar bahwa sejujurnya puteri semata wayangku sangat terluka.”

 

                      “jadi apa anda akan tetap memaksa Jannine untuk menikah dengan pria itu?” tanya Christ tidak sabar. Dalam sekejap saja Mr. Weigel tertawa begitu keras.

 

                      “sepertinya kau cemburu ya dengan puteriku.” Goda Mr. Weigel Christ hanya tersenyum kecil. Sejujurnya saja ia juga tidak tahu apa yang sedang ia rasakan. Ia hanya merasa tidak suka saja. Apa itu bisa di bilang cemburu?

 

                      “apa kau tahu jika Jannine menyukaimu?” satu alis Christ terangkat, pertanyaan Mr. Weigel tiba – tiba mengusik hatinya.

 

                      “aku tidak tahu,” jawabnya polos. Ia memang tidak tahu apapun meski sebenarnya hatinya sedikit mengingkari hal itu.

 

                      “benarkah, padahal jelas – jelas dia menyukaimu, apa kau tak menyukainya?” tanya Mr. Weigel, saat itulah tiba – tiba momen kebersamaannya bersama gadis itu terputar. Bagaimana gadis itu membuatnya sebal saat masuk mobil tanpa ijin, merajuk, marah dan masih banyak lagi. apa semua itu masih bisa membuatnya menyangkal jika sebenarnya pria itu menaruh hati pada gadis yang usianya selisih delapan tahun dengannya.

 

                      “bukankah usiaku terlalu matang untuk putrimu?”tanya Christ polos. Mr. Weigel tertawa lagi. mungkin juga ini adalah salah satu hal yang membuat si pembangkang itu menyukai Christ. Jannine dan ayahnya mempunyai karakter yang sama. Menyukai sesuatu yang masih polos. Yah meski usia Christ memang sudah cukup dewasa.

 

                      “kalau kau mau menjaganya dengan baik. Aku tidak sungkan memberikan puteriku padamu. Tapi kalau kau tidak mau aku akan menyeretnya pulang ke Jerman.” Jawab Mr. Weigel. Tiba – tiba saja rahang pria itu mengeras. Ia tidak menyukai gagasan itu, gagasan bahwa Jannine akan pergi ke Jerman membuat kepalanya terasa sakit.

 

                      “seeprtinya kau tidak..

 

                      “aku akan menjaganya Mr. kau tidak usah khawatir Mr. Weigel, aku akan menjaganya dengan baik. Biarkan dia berada disini. aku akan memenuhi semua kebutuhannya.” Sela Christ cepat. Mr Weigel tersenyum bangga. Sepertinya ia akan mendapatkan seseorang yang lebih hebat darinya untuk menaklukan si pembangkang itu.

 

FLASHBAKC END

 

                      Jadi bisa kalian bayangkan bukan pasangan aneh itu jadinya seperti apa? Christ masih saja sedingin es walau kadang ia bersikap protective saat Jannine sedang keluar sendirian. Dalam kurun waktu lima bulan juga Christ sama sekali tidak melihat pria itu. Cho Kyuhyun, ia tidak tahu apa yang sedang terjadi diantara keduanya hingga akhirnya Kyuhyun memilih untuk tidak lagi mencoba mengambil hati Seohyun.

 

Sebenarnya nafsunya untuk bertanya pada wanita beranak satu itu begitu besar. Namun ia tidak berani. Seohyun yang sekarang, ia menjadi lebih tegar seolah ia sama sekali tidak pernah mengalami apapun. dan Jannine yang sebenarnya tahu inti masalahnya pun memilh bungkam. Mungkin saja mmang seharusnya seperti itu. bukankah cinta tidak selalu harus bersama? Toh jika mereka jodoh sesulit apapun jalan yang mereka tempuh Tuhan pasti akan menyatukan mereka lagi.

 

“Angeline..” Panggil Christ. Yaa hanya itu yang berubah. Sejak ia tidak lagi mengharapkan Seohyun untuk berada disisinya sebagai seorang pendamping, Christ merubah panggilan kesayangannya menjadi Angeline.

 

“ya, ada apa Christ..” tanya Seohyun ketika wanita itu tengah memasak untuk sarapan. Pria itu tampak berpikir, eungh,, haruskah ia mengatakannya sekarang?

 

“tentang waktu itu, aku pernah bilang padamu untuk pergi ke Inggris bersamaku. Apa kau masih ingin pergi?” tanya Christ hati – hati. Seohyun yang sedang menyiapkan makananpun mendongak.

 

“kau jadi pergi?” tanya Seohyun balik.pia itulega saat Seohyun menanggapinya dengan santai. Setidaknya semuanya tidak akan mengejutkannya.

 

“entahlah, aku sudah lama tidak bertemu dengan orangtuaku. Kalau kau tidak ingin pergi tak apa, aku bisa pergi sendiri.” jawab Christ.

 

“kenapa harus pergi sendiri? pergi saja bersamaku iyakan unnie..” sela Jannine, gadis itu baru saja keluar dari kamar sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Ia mencium pipi Seohyun sekilas. Karena ini sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil.

 

“morning unnie..”

 

“morning Jannine-ahh.”

 

“kenapa aku harus pergi denganmu. Malas sekali..” tanya Christ ketus. Seohyun terkikik, selalu saja seperti ini. bagaimana bisa keduanya tinggal satu rumah jika selalu bertengkar? Jika itu dirinya jelas ia lebih pilih angkat kaki dari rumah. Seketika bayangan itu berkelebat dalam ingatannya.

 

Bagaimana keadaan pria itu ya? Apadia hidup dengan baik?? Tanya Seohyun dalam hati.

 

“eoh kau tidak mau pergi bersamaku? Bukan masalah. Aku malah sangat senang tidak ada kau! Aku bebas berkencan dengan Jun. unnie, sepertinya aku jodoh dengan Jun. kau tahu kan, inisial nama ku dan dia saja sama. Ahh manis sekali.” ucap Jannine sambil membayangkan Jun. Jun adalah artis Korea yang mempunyai grup bernama Seventeen. Dan tanpa disengaja Jannine pernah bertemu pria itu saat ia menghabiskan waktu di San Fransisco tiga bulan yang lalu.

 

“kau pikir dia mau dengan gadis berisik sepertimu?” ejek Christ. Jannine tersenyum miring.

 

“kenapa? kau cemburu padaku? tidak mungkin Jun menolakku, ia bahkan meminta nomor ponselku.” Sahut Jannine sinis.

 

“bersikaplah semamumu dan aku akan katakan pada Mr. Weigel bahwa puterinya suka berkencan dengan laki – laki yang tidak jelas! Teruskan perbuatanmu aku tidak peduli.” Ucap Christ sambil berlalu. Pria itu dongkol setengah mati. Niatnya mengajak Jannine untuk pergi ke rumah orantuanya batal mengetahui bahwa gadis berisik itu akan berkencan dengan Jin, aisshhh Jin atau Jun tadi? Ia lupa -_-

 

“dia cemburu padamu..” gumam Seohyun yang sudah melepas apron masaknya. Jannine merengut sambil duduk di counter dapur. Ia menyomot satu roti bakar dan memakannya.

 

“aku juga tidak tahu, dia bersikap protective padaku tapi kenapa masih tidak mau mengakui kalau dia suka padaku.” ujar Jannie lirih. Seohyun terkekeh. Jannine pasti akan seperti ini selesai bertengkar. Tiba – tiba murung tidak jelas. Wajahnya sangat berbeda saat bertengkar.

 

“harga diri pria itu cukup berada di level tinggi, dia tidak akan mau mengakuinya jika kau tidak terus memancingnya.” Tutur Seohyun. Jannine tampak berpikir, sedetik kemudian gadis itu tersenyum.

 

“whoah,, unnie benar, baiklah aku akan memancing ikan paus itu.. hahahaha..” Jannine tertawa dengan pemikirannya sendiri.

 

“sudah bangunkan Daniel sana..”

 

“ya unnie..”

 

ONE CALL AWAY

 

                      Cho Kyuhyun masih di sibukkan dengan beberapa berkas kantor yang menumpuk sejak beberapa hari yang lalu. Ini memang mendekati deadline makanya ia kalang kabut saat semuanya menjadi satu seperti ini. ia menghubungi sekertarisnya.

 

“Will, masuklah antarkan beberapa file ini. aku sudah muak melihatnya..” ujar Kyuhyun datar. Ia memegangi kepalanya yang berdenyut – denyut.

 

“baiklah Mr. Cho..” tak lama kemudian seorang pria bertubuh tinggi dengan wajah khas Amerikanya masuk ke dalam ruangan Cho Kyuhyun.

 

“bawa ini ke divisi pemasaran, ini ke divisi desain dan juga ini suruh seseorang mengganti ulang proposal. Isinya sungguh monoton sekali.” ucap Kyuhyun sekali waktu.

 

“baiklah, saya akan membawanya..” pria yang disebut Will tadi, namanya adalah Bryant William. sekertaris Kyuhyun sejak beberapa bulan yang lalu. Pria itu sudah cukup hafal kebiasaan Kyuhyun dan apa saja yang akan pria itu lontarkan kepadanya saat pria itu menyuruhnya masuk ke dalam ruang kerjanya.

 

“ahh ya, apa kau sudah mengurus visa dan pasporku untuk pergi Jerman?” tanya Kyuhyun sambil menatap sekertarisnya.

 

“sudah Mr, hanya tiket yang belum bisa saya dapatkan..” Kyuhyun mengangguk paham.

 

“baiklah tidak masalah. Kau bisa keluar sekarang.” Tukas Kyuhyun, sekertarisnya mengangguk dan sedikit membungkukkan badan sebelum pergi. Beberapa staff kantor memang menyebutkan bahwa sikap Kyuhyun sejak kematian Lauren berubah drastic. Setelah sampai di luar sang sekertaris menghembukan nafas lega. Uhh, setidaknya atasannya tidak menyemburnya dengan bola api. Hihihi….

 

 

~~

 

Setelah kepergian sekertarisnya, Kyuhyun menyenderkan tubuhnya pada kursi.pria itu menutup wajah lelahnya dengan satu tangan yang ia tumpukan pada wajahnya. Ia begitu lelah. Baru lima bulan saja, ia begitu merindukan Seohyunnya setengah mati. Ia sudah berjanji tidak akan memberi batas kapan wanita itu harus kembali padanya. Meski sejujurnya ia ingin berlari menemui anak dan istrinya. Ia mengambil ponsel yang tergelatak di atas meja. Menghubungi seseorang yang mungkin bisa mengobati rasa rindunya pada anak dan istrinya.

 

“yoboseyo..”

 

“yoboseyo, oppa waeyo?” tanya seorang gadis, yahh Kyuhyun memang menghubungi seorang gadis dan itu adalah Jannine. Selama ini Kyuhyun selalu memantau keadaan anak dan istrinya melalui gadis itu. setidaknya Jannine adalah gadis yang jujur dan selalu bisa menjaga rahasianya.

 

“kau sedang dimana?” tanya Kyuhyun.

 

“aku? Aku sedang di rumah oppa, apa kau merindukanku?” goda Jannine membuat Kyuhyun tersenyum kecil. Gadis yang di juluki Christ ‘gadis berisik’ itu sudah Kyuhyun anggap sebagai adiknya sendiri.

 

“aniyaa,, tentu saja aku merindukan anak dan istriku. Mana mungkin aku merindukanmu. Hahaha..” diseberang sana Jannine merengut. Gadis itu tengah berada di sofa sambil membaca majalah.

 

“sudah ku duga, mereka sedang pergi oppa. Hari ini Seohyun unnie mengajak Daniel pergi bersenang – senang.” Tutur Jannine sambil membuka – buka majalah.

 

“apa Christ ikut?”

 

“aniyaa, pria itu bahkan baru pulang jam dua. Pasti dia sangat lelah.” Kyuhyun tersenyum kecil. Jannine selalu menceritakan apapun tentang hubungan anehnya dengan Christ pada Kyuhyun. sama seperti Kyuhyun, Jannine pun menganggap Kyuhyun adalah oppanya. Dan ia selalu menagih janji pada pria itu untuk bertemu dengan Siwon. Bukankah ia adalah fangirlnya Siwon?

 

“perhatikan dia, bagaimana kalau dia sakit?” goda Kyuhyun mampu membuat Jannine memerah.

 

“kalau dia suka aku pasti sudah melakukannya oppa, tapi nyatanya pria itu selalu saja memakiku. Menyebalkan sekali. tadi pagi saja kami bertengkar lagi.” adu Jannine padanya.

 

“eoh kasihan sekali adikku ini. cup cup jangan menangis ya,, nanti kita adukan bersama dengan Siwon hyung.” Bujuk Kyuhyun seperti anak kecil.

 

“yeay, kapan oppa akan membawaku pada Siwon oppa? Kau tahu aku begitu ingin bertemu dengannya.” Raut wajah Kyuhyun berubah malas.

 

“ah aku lupa, Siwon hyung kan masih wamil. Tahun depan saja ya..hehhehe.” pria itu terkekeh ketika ia berhasil mengerjai gadis itu..

 

“Jannine..”

 

“ne oppa..”

 

“sepertinya oppa akan pergi ke Jerman untuk menetap disana. Aku ingin bertemu Seohyun untuk terakhir kalinya. Bisakah kau membantuku?”ucap Kyuhyun serius, Jannine terdiam ketika Kyuhyun mengatakan itu.

 

“apa oppa tidak akan menunggu Seohyun unnie lagi?” tanya Jannine hati – hati.ia takut pertanyaannya akan melukai hati pria itu.

 

“tentu saja oppa akan tetap menunggunya. Kebetulan aku memiliki urusan bisnis disana. Dan kupikir pergi ke tempat baru akan membuatku merasa lebih nyaman.” Tutur Kyuhyun. Jannine menghela nafas.

 

“kapan oppa akan pergi?”

 

“mungkin masih satu minggu lagi, entahlah,aku punya deadline perusahaan di depan mata. Nanti saat urusan dengan perusahaanku yang disini selesai aku aka segera terbang ke Chicago bertemu denganmu.” Jannine tersenyum

 

“arraseo, aku akan menunggu oppa..”

 

“gomawo Jannine..” ucap Kyuhyun tulus.

 

“no matter oppa aku akan selalu membantumu mendapatkannya kembali, sampaikan salam saranghae ku pada Siwon oppa.. byeeee!!!!” ucap Jannine menggunakan bahasa inggris. Setelah mematikan panggilan dengan Kyuhyun. jannine merasakan ada hawa aneh di sampingnya.ia mendongak menatap seseorang yang ada didepannya dengan pandangan takut. Keringatnya bahkan bercucuran saking paniknya. Apa ia mendengarnya?

 

 

TBC

 

Jangan lupa RCL yaa readers, sarangheyooo ❤ ❤

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

44 thoughts on “One Call Away Part 12

  1. Ya ampun koq hubungan mreka jadi rumit banget gini…
    Kasian mreka sama2 tersiksa..
    Tapi jujur ajja setiap kali inget perselingkuhan kyuhyun rasanya sakit banget..
    Apalagi kalau ada diposisi seohyun

    Like

  2. Akhirnya yang di tunggu2 datang juga. Mewek baca nya knpa kisah cinta mrka bgty rumit. Kaca yang sudah pecah akan sudah kembali sempurna,.sma seperti hati. Mungkn bisa memaafkan tp tdk untuk di lupakan. Berharap seo, kyu dan daniel bisa hdup bahagia. Untuk christ buang sdkt ego nya spaya janine bisa menunjukan rsa syank nya.

    Like

  3. Cuma satu kata buat bc ff ini harus “sabar” tdk perlu terburu buru.. Ceritany msh panjang dgn sgala konflik yg blm mendapat titik terang 😀 .. Semangat ya author nim !! Fighting !!

    Like

  4. huah, hampir ending! Semoga mereka cepet ketemu lg deh. Emang ya aku reader labil, kemarin minta Seokyu gak bersatu, sekarang mau disatukan semangat.
    Christ sama Jannine lucu! Penghilang luka yg msih ada karna Kyu.
    Next, gak sabar pengen tau akhirnya! Fightinggg!

    Like

  5. Siapa yang di depan jannine? Seohyun kah? Christ kah? Aigoo… Siapa?
    Heuheu,,, cerita cinta seokyu bener2 rumit. Syukur deh kyuhyun udah gak depresi lagi tpi kenapa kyuhyun harus menetap di jerman? Please sekalian ajak seohyun sama daniel juga kyu, sekali lagi tanyain ke seohyun apa seohyun mau ikut apa enggak. Gak sabar nunggu saat dimana daniel manggil kyuhyun ‘appa’ dan pen liat reaksinya kyuhyun ngedengernya.
    Pokonya ini ff the best banget menurut aku. FF yg paling di tnggu next chapternya…
    Keep fighting thor!!

    Like

  6. mereka LDR ya ^^ wkkwkwkw kalau liat janinne sama chris pasti bawaaannya ngakak terus. dan mereka selalu bertengkar hanya karna ,masalah spele, kyuhyun lagi galau ya??? masa iya. pisah selama 5 tahun eh disaat mau nyatu lagi, masalah baru datang. dan pisah lagi. kapan lu mau nyatunya bang??? yaudin, lanjutt dek

    Like

  7. berharap happy ending yaaaa^^ oh ya bicara ending, kapan ini end dan happy endingnya? aku nyesek bin mewek bacanya. mana tuberculosis momentnya bikin penasaran bgt. Christ atau Seo kah???? next please, be fast^^

    Like

  8. Kyu n seo akhirnya mengambil keputusan final menjauh untuk kembali
    Gak sabar gimana dengan kelanjutan hubungan mereka nantinya…
    Udah christ dengan jannine aja…
    Wuih siapa itu yang buat jannine panik…
    Ditunggu banget kelanjutannya

    Like

  9. akhirya ngambil kputusan jga..mrka LDR..knp g lepasin seo aj sh kyu..klo kya gtu nyakitin dua2’a..
    si daniel jga gmw selain christ yg jd daddy’a..klo dy tau kyu appa’a gmm y?

    Like

  10. Kyuhyun merelakan seohyun pergi , tapi dia tidak mau menceraikan sekutunya , kyuhyun berjanji akan menunggu seohyun dan daniel kembali padanya. Meskipun itu kapan akan kembali padanya. Semoga saja seohyun cepat menyembuhkan luka hatinya dan kembali pada kyuhyun
    Dan siapa yg ada disamping jennie , crist atau seohyun

    Like

  11. Hahaha jannie lucu yaa dia juga jadi spy untuk seohyun, seneng banget bacanya jadi cerita ini makin kuat karena ada tokoh yang konyol kaya jannie. Semoga aja seokyu cepet baliknya dan juga christ jannie kaoan nih kalian jadiannya?? Hahaha
    Siapa ya kira” yang dengerin itu?
    Semangat untuk next chapternya eonni

    Like

  12. Kalau berada di posisi seohyun kalau mengingat perselingkuhan kyu pasti sakit banget……tidak apa2 berpisah untuk sementara waktu sulit memang bagi seohyun untuk memaafkan kyu kalau kyu tdk bisa berubah,saya kepingin kyu berubah perhatian cinta kasih sayang dan overprotektif terhadap anak dan isterinya…..tunjukan kyu kalau kau memang sayang dan cinta sama anak dan isterimu/.///

    Like

  13. Yeee..akhrya epep yg ditunggu nongol jg..aigoo..ni knpa mkin ribet y hbungn seokyu nya…smoga kedepnya lbh baik ja deh..aih2 christ mlai jealous nih..semngt jnine bwt taklukin uncle tampanya sebntr lg jg luluh tuh..aigo tu kira2 sapa yg nongol diakhir pmbicraan kyuppa ma janine..christ kah?kan seonni lg jln2 ma daniel…agaknya christ x y…haaas readers nya dok tahu bgt..trserh authorya ja deh..aigoo kyuppa nw ke german jg y..smoga seblm ke german seokyu udh br1 lg trs happy ending..greget bgt ma epep ni…ydah semngt y bwt authorya ditunggu next chapter nya y…ditunggu jg klnjutan epep yg lainya..trimaksih..oiya author blh mnt PW sequel photograph g yg ke 2 ntuh..miniml clue nya deh…mkasih..

    Like

  14. Kok konfliknya kek nasi ruwet ya??
    Kyu mah malah gitu,,,
    Jannie ketawan ama cris gak ya kalo dia mata2 nya Kyu,, moga aja gak,,

    Lanjut kak 😀😀😀
    Fighting 💪💪💪💪💪
    Tag juga di fb yaaaa

    Like

  15. aigo, kok jadi rumit gini ya, kpan daniel tahu appa nya itu siapa?,
    d tunggu kelanjutannya fighting buat authornya,,

    oh ya ak bertanya tanya kemana changmin yg mantan kekasih seohyun dulu, apa changmin masih ada rasa sama seohyun, pengen lihat mereka bertemu,,

    Like

  16. kasihan seohyun dan kyuhyun mereka sama sama galau….. tapi au berharap mereka akhirnya bisa bersatu,,,,dan buat jinnie dan chirst suka sma mereka..sama sama lucu….

    Like

  17. Siapa tuh yang dengan kyu atau crist tpi kurasa seo dehh..wahhh seo nggak tau tuh kalo jane deket sama kyu wahhhh penasaran nih kyu lagi diuji tuhhh..ehhh anak yeoja kyu mana tuhhhtuhhh nggak keliatan..okey dehh fighting next ditunggu

    Like

  18. Comment nya berdoan aja deh yang terbaik untuk hub seokyu kedepan. Hanya berharap semoga daniel bisa tau siapa ayah kandungnya.
    Lucu banget deh lihat hub christ sama janine itu. Setiap bertemu mereka selalu berantem tp sama2 saling membutuhkan. Aneh deh mereka itu.
    Wah…siapa tuh yang nguping pembicaraan janine sama kyu. Gawat dong kalau.dia.marah kasian janine dong. Gimana kalau dia dituduh yang gak2
    Nice

    Like

  19. author bkin rcl di tempat yang pas,,bkin penasaran lnjutannya bakal kayak apa, gag sabar nunggu kelnjutannya,,
    gimana sama uri seokyu,,lama” kasihan juga sama kyuhyun,,berasa menyesal banget,
    couple baru yg lucu” gemesin,,
    dtunggu part selanjutnya author

    Like

  20. Akhirnya muncul juga nih ff .. Aku suka sama keputusannya kyu . mereka gk bersatu tapi gk berpisah juga.. Kira-kira sampe kapan ya? Feeling aku sih tadi yg denger jannie tlpnan sama kyu itu seohyun

    Like

  21. Kenapa SeoKyu belum damai juga? Gereget..
    Author, mian, tapi kali ini aku ingin berdiri di depan author, terus ngubah alur-nya sendiri, ngerebut laptop author dan membuat cerita yang happy end 😃😆😆

    Aku menyukai ff authour, sudah lama menanti next chapther ff ini, dan baru debut 😐😑 sedikit kecewa karena terlalu lama, tapi saya yakin authour sudah melakukan yang terbaik

    Authour, maafkan saya yang selalu menyalahkan authour, saya hanya kebawa suasana ff ini,

    Author semangat!!!
    ditunggu next chapter, semangat semangat–

    Like

  22. Makin runyam masalahnya antara Kyu dan Seohyun. Lucunya janine dan christ. Apakah yang akan dilakukan oleh janine selanjutnya? Bisakah christ jujur pada janine?

    Like

  23. pisah lagi .. aigoo..
    kpan seokyu bsa brsatu ini..
    smoga happy ending lah..
    next bebb.
    ff.bya bagus .. kren .. TOP BGT deh pokoknya.

    Like

  24. Bingung nih jdinya pengennya lhat moment SeoKyu mesra” lagi tpi knpa jdi bgni… ssah jga sih jdi seo dsni msh cnta tpi rsa dkit itu msh jga menghantui. Tpi msh berharap mreka bersatu kembali. jennie dan crist lucu bnget gemes bnget… Penasaran siapa tuh org yg d samping jennie… next

    Like

  25. Lama lama malah jadi tertarik sama cerita christ janinne ^_^ itu dibacanya janin kan? Wkwkwk
    Kalo misalnya seo tau kyu bakal menetap di jerman gimana ya reaksinya? Dungin kah? Kehilangan kah? Sekalian aja bikin jannine ikut kyu ke jerman biar seo sama christ sama sama cemburu wkwkwwwkwkk #pikiran setan

    Like

  26. Aaah.. iya udah pisah aja pisah. Kyu ke Jerman Seo ke Inggris. Trus Daniel ke Korea dan Christ-Jannine ke Thailand. Pisahin semua yaa author~nim. Kkk. Ayoo ga update kah??

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s