Posted in Cho Kyuhyun, Hong Jonghyun, Kim Yura, Romance, Seo Joohyun, Uncategorized

HIDDEN LOVE Part 17

 

Author                  : Akira Cho

Genre                   : sad and romance

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                      : annyeongg^^ Lestari datang lagi hihihi 😀 ,, maaf banget untuk yang nunggu ff ini. setelah berbulan – bulan baru bisa publish lagi.. yeah idenya kadang ada kadang mampet sih. Makanya gak kelar – kelar. Mungkin satu part lagi ff ini end, atau mungkin end disini entah.. wkwkwkwk XD XD

 

Malu juga sih sama readers yang suka nanyain kapan ff ini publish. Kesannya malah bikin ff baru terus, ya gimana ya kadang saat ide ff ini ilang aku dapetnya ide ff baru. Dan setelah ff ini selesai aku mau bikin ff dengan ide dan jalan cerita yang sama kayak drama Taiwan. *bocoran sedikit ya* belum tahu mau nulis kapan. tapi udah ada persiapan kok.. 🙂

 

                Typo selalu berserakan anggap aja kalian nemu harta karun yehh 😀 .. ff ini jan diplagiat. Meski yakin banget aku orang kesekian yang bikin ini ff dengan tema kek begini.. tapi pure ini murni dari hasil aku semedi ehhh maksudnya hasil mikir sendiri.. XD

 

Seokyu selalu milik Wiress,, ANTISEOKYU this is not your territorial.. you have to go away from here..

Previous part

11 / 12 / 13 / 14 / 15 / 16                                        

 

HAPPY READING

 

Selalu ada hal indah setelah penantian panjang – Seo Joo Hyun

 

Let’s Story Begin

 

Pagi hari yang indah. Seorang wanita paruh baya tampak berjalan santai menyusuri trotoar. Ia tidak menggunakan mobil pribadi ataupun taksi. Ia ingin menikmati pagi yang sejuk dengan caranya yang seperti dulu. Dulu saat ia masih berusia remaja. Ia ingin melupakan sejenak segala beban yang menghimpit hidupnya. Ia ingin sejenak melepas penat. Dan ini cukup berhasil.

 

Wanita paruh baya itu adalah Lee Hanna. Ibu dari Kyuhyun dan Sohee. Hidupnya sekarang seorang diri. Kyuhyun memilih tinggal diapartemen pribadinya. Sohee sibuk dengan urusan kantor dan persiapan pernikahannya bersama Jay yang tinggal menghitung hari. Tidak ada sang suami. Karena sejujurnya ia sendiri tidak tahu dimana suaminya berada.

 

Saat ia melewati sebuah department store, ia melangkah masuk. Ia ingin berbelanja sedikit. Ia melewati deretan buah. Tubuhnya berhenti ketika melihat apel merah. apel merah adalah buah kesukaan Kyuhyun dan pria itu. Hanna cepat – cepat menggeleng. Tidak, pria itu hanyalah masa lalunya. Ia tidak boleh kembali pada masa lalu itu.

 

Ketika dirinya tengah mengambil apel merah dan memasukkannya ke dalam keranjang sebuah suara memanggilnya. Suara yang mampu membuat bulu kuduknya menegang hebat. Suara yang sudah lama sekali tak didengarnya. Suara berat yang menjadi favoritnya dulu. Suara milik Choi Seunghyun.

 

“Hanna?” panggil pria itu. Hanna menoleh. Dan pandangannya mereka bertemu.

 

“Seunghyun-ahh..” gumam Hanna lirih. Matanya berkaca – kaca. Dengan gerak cepat pria paruh baya itu merengkuh tubuh Hanna. Hanna tidak lagi menahan air matanya. Hanna menangis dipelukan Choi Seunghyun. Pria yang pernah dicintainya.

 

Choi Minho hanya diam menyaksikan ayahnya bertemu kembali dengan cinta masa lalunya. Ia tidak marah. Sungguh, dalam hatinya ia bersyukur Tuhan masih mempertemukan ayahnya dengan seseorang yang pernah dicintai ayahnya. Seseorang yang seharusnya menjadi istri ayahnya.

 

“ehhmm..” Minho berdehem supaya keberadaan dirinya dilihat. Tak lama kemudian mereka melepas pelukan dengan wajah yang tersipu. Minho tertawa dalam hati. Ada orang tua yang masih bisa tersipu malu seperti itu?

 

“Hanna, ini putraku. Choi Minho.” Ujar Seunghyun pada Hanna. Minho tersenyum kemudian membungkuk.

 

“Annyeonghaseyo ahjumma, Choi Minho imnida.”

 

“bagaimana kalau kita pergi ke kedai kopi bersama?” usul Seunghyun.

 

“ide bagus ayah. Kajja ahjumma..”

 

****

 

Berlin, German

 

                Keadaan Cho YoungHwan memburuk. Sejak lima bulan ia dibawa ke salah satu rumah sakit ternama di Jerman pria paruh baya itu sama sekali tak menunjukkan kemajuan sama sekali. donor jantung yang ditunggunya sama sekali tidak ada. Tentu saja mana ada orang yang mau mendonorkan jantungnya begitu saja?

 

Dokter Kim menatap sahabatnya sendu. Meski Cho YoungHwan sekarat ia sama sekali tidak mau jika istri dan anaknya mengetahui keadaan yang sebenarnya. Ia menahan sakit itu seorang diri. Sudah berulang kali ia menyuruh YoungHwa untuk menghubungi keluarganya. Minimal ia menghubungi Sohee jika Kyuhyun maupun Hanna tak ingin ia hubungi. Dokter Kim hanya tidak ingin semua orang salah paham dengan sikap sahabatnya itu. Ia memang keras kepala dan menyebalkan dalam berbicara tapi hanya beberapa orang yang bisa memahami pria itu. Pria yang memendam segala lukanya untuk dirinya sendiri.

 

Setelah memantapkan hatinya akhirnya pria itu merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel. Ia harus menghubungi Kyuhyun. bagaimanapun juga pria itu butuh dukungan dari keluarganya. Mungkin selama ini ia sama sekali tidak peduli pada puteranya tapi sungguh hati Cho YoungHwan tidaklah seperti itu. Itu hanya dimulut saja. Setelah tersambung Dokter Kim segera berbicara.

 

“Yoboseyo, Kyuhyun-ahh?”

 

****

 

“Ke Jerman? Memangnya ada apa Dokter Kim?” tanya Kyuhyun yang sedang menyantap makan siang bersama Seohyun disebuah restoran dekat kantor. Setelah mendengar penuturan Dokter kim, tubuh Kyuhyun menegang. Ia merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Dokter Kim padanya. Sungguh.

 

Seohyun yang melihat kekasihnya terdiam seperti itu heran sekali. tadi dirinya tengah bercanda membahas pernikahan Sohee dan Jay yang sudah dekat. Karena memang pernikahan itu tinggal enam hari dari sekarang.

 

“baiklah Dokter aku akan kesana malam ini juga.”

 

“…..”

 

“ne, akan ku usahakan. Terimakasih Dokter Kim.” Kyuhyun segera menaruh ponselnya diatas meja. Matanya memerah memandang Seohyun dalam. Seperti beribu panah menusuk tubuhnya ia kesakitan tapi tak bisa mengatakan apapun. bibirnya kelu hanya untuk sekedar berbicara. Tubuhnya lunglai hanya sekedar untuk bergerak.

 

“Oppa? Waeyo?” tanya Seohyun lembut.

 

“aku harus ke bandara sekarang. Kau mau ikut denganku?” Seohyun mengangguk. Tanpa babibu lagi Kyuhyun segera melangkahkan kakinya keluar dari restoran setelah membayar. Ia bahkan tidak menunggu Seohyun seperti biasanya. Dan Seohyun tak ambil pusing akan hal itu. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Kyuhyun. ia hanya berusaha menjadi kekasih yang baik. Saat ini mereka tengah menuju ke bandara Saat ini mereka tengah menuju ke bandara. Kyuhyun memasang ponsel  dan menghubungi seseorang.

 

“yoboseyo Sohee-ya, apa kau bisa ke Jerman malam ini bersamaku dan juga eomma?” tanya Kyuhyun tanpa basa – basi. Seohyun terdiam menyimak pembicaraan Kyuhyun bersama adik sekaligus sahabatnya.

 

“yak, oppa apa kau gila? Pernikahanku bahkan tinggal menghitung hari bagaimana bisa aku pergi ke Jerman?” sahut Sohee ketus. Tangan Kyuhyun mengepal erat memegang kemudi.

 

“kau ikut aku atau kau tidak akan pernah menikah?” tanya Kyuhyun penuh penekanan.

 

“oppa, kenapa..

 

“apa kau tahu abeoji sakit keras dan bahkan sekarang koma” bentak Kyuhyun keras membuat Seohyun berjengit kaget. Ia memang tidak tahu menahu tentang ayah kekasihnya. Ia hanya tahu jika ayah Cho Kyuhyun bukanlah ayah kandung pria itu.

 

“mwo.. mworago oppa? Sakit keras? Appa?” Kyuhyun tidak menjawab. Ia hanya menghela nafas kasar. Wajahnya memerah karena marah.

 

“beritahu eomma dan siapkan barang – barangmu.” Kyuhyun segera mematikan panggilannya. Seohyun menatap Kyuhyun sendu. Pria rapuh yang selalu disakiti ayahnya sejak kecil itu adalah pria yang benar – benar menyayangi ayahnya.

 

“oppa..”

 

“maaf Seohyun, kau pasti terkejut. aku hanya sedang..” Seohyun menggeleng. Saat ini mereka sudah sampai Incheon. Masih didalam mobil. Kyuhyun terlihat frustasi sekali membuat Seohyun sedih.

 

“jangan memendamnya sendiri oppa, kau memilikiku. Aku siap berbagi apapun denganmu.” Perkataan Seohyun membuat Kyuhyun mengangkat bibirnya. Meski terasa berat. Segera saja ia peluk tubuh kekasihnya itu.

 

“aku akan pergi ke Jerman untuk bertemu dengan abeoji. Dokter Kim bilang keadaan abeoji benar – benar memburuk. Aku takut Seohyunie, aku takut.” Bisik Kyuhyun dicerukan leher milik Seohyun. Gadis itu mengelus rambut belakang Kyuhyun dengan hati – hati.

 

“pergilah. Abeoji pasti sangat membutuhkan dukungan dari keluarganya.” Jawab Seohyun lembut.

 

“bagaimana jika ia menolakku hyunnie.” Seohyun lepaskan pelukan Kyuhyun dan memegang lembut kedua pipi kekasihnya itu. Ia menatap Kyuhyun tepat dimanik matanya.

 

“kau belum mencobanya oppa. Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?” tanya Seohyun dengan senyum manisnya. Ia usap pipi Kyuhyun.

 

“aku percaya kekasihku bisa melakukannya.” kyuhyun memeluk tubuh Seohyun erat. Betapa lelaki itu sangat beruntung memiliki gadis sebaik Seohyun.

 

“terimakasih sayang.” Seohyun hanya mengangguk.

 

****

 

Kyuhyun, Sohee dan Hanna telah berkumpul dibandara. Dan jangan lupakan kekasih Kyuhyun. ia juga ikut dengan mereka. namun hanya sebatas mengantar, ia tidak ingin mencampuri kehidupan pribadi kekasihnya. Ia harus bisa menjaga privasi bukan?

 

“Hanna-yaa..” panggil seseorang, Hanna yang merasa namanya dipanggil menoleh ke belakang. Cukup terkejut karena Choi Seunghyun dan Puteranya ada disini.

 

“Seunghyun-ahh..” pria paruh baya itu tersenyum lembut padanya. Kyuhyun mengernyit ketika melihat ada Choi Minho juga disana.

 

“Cho Sajangnim?” Kyuhyun tersenyum kemudian menjabat tangan Minho.

 

“Kyuhyun-ahh dia adalah anak Seunghyun Ahjussi, apa kau sudah mengenalnya?” Kyuhyun mengangguk.

 

“dia rekan kerjaku eomma.”

 

“Seohyun-ahh?” panggil Seunghyun. Seohyun membungkuk hormat pada pria paruh baya yang pernah ditolongnya beberapa waktu lalu.

 

“kau disini juga nak?” tanyanya. Ia hanya tersenyum mengangguk. Kemudian Hanna merangkul bahu Seohyun lembut.

 

“dia calon menantuku Seunghyun-ahh. Bukankah dia sangat cantik?” Seunghyun tersenyum menanggapinya. Ia alihkan pandangan matanya pada puteranya Choi Minho. Putra baiknya nampak menunduk. Ia jelas tahu bahwa Minho memendam perasaan pada gadis ini.

 

Beberapa menit kemudian pengumuman pesawat sudah terdengar. Beberapa orang sibuk dengan koper yang akan mereka bawa. Kyuhyun dan keluarganya yang akan ergi pun tak ketinggalan. Ketika Kyuhyun hendak menarik kopernya. Ia melihat wajah Seohyun yang berkaca – kaca. Ia tahu gadisnya tengah berusaha keras untuk tidak menangis. Ini juga berat untuk pria itu. Meninggalkan gadis itu sendirian juga bukanlah keinginannya. Namun, ia juga tak bisa meninggalkan orang tuanya begitu saja. Meski pada kenyataannya ayahnya selalu menyakitinya.

 

Kyuhyun berjalan mendekat ke arah Seohyun. gadis itu menunduk dalam dengan kedua tangan yang saling bertaut. Itu adalah kebiasaan Seohyun yang sudah lama Kyuhyun tahu sejak mereka memutuskan untuk berhubungan serius.

 

“Sayang, dengarkan oppa.” Gumam Kyuhyun lembut. Mau tak mau Seohyun mendongak menatap wajah kekasihnya.

 

“aku hanya akan pergi mengurus abeoji. Setelah aku menyelesaikan urusanku aku akan segera kembali padamu sayang. Kau mau kan menunggu oppa?” kyuhyun menatapnya begitu dalam membuat Seohyun tersentuh. Gadis itu mengangguk dan memeluk kekasihnya. Ia tidak tahu bahwa ada satu hati yang tengah menjerit terluka menyaksikan kemesraan mereka.

 

“hati – hati oppa. Jangan lupa makan teratur dan selalu kabari aku. Arrachi?” Seohyun tersenyum dengan tingkah lucu gadisnya itu. Ia tarik Seohyun dalam pelukan dan menghujani gadis itu dengan ciuman – ciuman kecil yang membuat beberapa orang yang melihat mereka menatap iri. Bukankah mereka pasangan yang manis? Tanpa ada yang tahu bahwa dibalik itu, Seohyun sudah banyak berkorban untuk mendapatkan hati pria tampan yang sedang memeluknya ini.

 

“oppa pergi dulu sayang.”

 

“ne oppa, emmonim Sohee-ya hati – hati.” Pesan Seohyun. kedua wanita itu hanya mengangguk. Setelah kepergian mereka Seohyun masih terdiam memandang lurus ke depan. Disana Minho dan Seunghyun pun melakukan hal yang sama. Bedanya apa yang dirasakan Minho dan Seohyun jelas perasaan yang tidak sama. Seunghyun menyadari hal itu. Sebagai ayah yang baik ia akan berusaha bagaimanapun caranya agar Minho dapat melupakan gadis itu. Tidak lucu kan jika anaknya berebut seorang gadis dengan anak mantan kekasihnya. Itu sangat menggelikan.

 

“Seohyun, kau mau pulang bersama kami?” tanya Seunghyun. Seohyun menatap mereka kemudian mengangguk dengan tersenyum. Minho berusaha menormalkan wajahnya supaya tidak terlalu terlihat jika ia sedang patah hati.

 

Choi Seunghyun hanya bisa berdoa dalam hati supaya puteranya dapat menemukan pengganti Seohyun. gadis itu memang gadis sederhana yang memikat. Namun sayangnya dia sudah dimiliki oleh pria lain. Seunghyun belum tahu jika Cho kyuhyun adalah darah dagingnya.

 

3 Months Later

 

Waktu cepat berlalu. Tak terasa sudah tiga bulan ia tidak bertemu dengan pria itu. Seohyun sudah seperti orang gila karena sejak seminggu yang lalu Kyuhyun sama sekali tak memberinya kabar. Ia tidak tahu apa yang dilakukan pria itu. karena nyatanya ia juga tidak berusaha untuk menghubungi pria itu.

 

Dan selama tiga bulan kehidupan semua orang mulai berubah. Sohee yang awalnya merencanakan menikah terpaksa menunda pernikahan karena ayahnya yang sedang sakit. Padahal persiapan yang dilakukan sudah mencapai delapan puluh persen. Yura sudah hamil satu bulan. Jino sudah melamar Krystal resmi dan semuanya berjalan lancar. Hanya ia, hanya ia yang tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Pria kesayangannya pergi entah kemana. Dan yang bisa Seohyun lakukan hanyalah memandangi ponselnya dengan wajah sedih.

 

Jino yang baru saja keluar dari kamar dan mengerikan rambut dengan handuk. Menatap kakak perempuannya dengan heran. Kenapa kakaknya terus saja memandangi ponsel yang mati? Sepertinya kakak perempuannya sedang galau. Hihi Jino geli dengan pemikirannya sendiri. ia memilih memperhatikan Seohyun melalui dapur karena ia haus dan ingin mengambil air minum. Tak lama kemudian deringan ponsel Seohyun mengejutkannya. Diliriknya kakaknya dengan cepat mengambil ponsel dengan wajah berbinar.

 

“Yoboseyo..” jawabnya semangat.

 

“Yoboseyo hyunnie, kau mau menemaniku hari ini? aku ingin belanja tapi tidak ada teman.” Setelah mendengar suara orang yang menghubunginya raut wajah Seohyun berubah menjadi sendu.

 

“ahh ne unnie, aku akan menjemputmu nanti,” jawab Seohyun lesu.

 

“terimakasih Hyunnie.”

 

“Cheonma unnie.” Seohyun menutup ponselnya dengan malas. Ia sandarkan tubuhnya ke sofa dan memejamkan matanya sejenak. Hatinya dongkol sekali ingin marah tapi percuma. Buang – buang tenaga saja, yang ingin dia marahi bahkan tidak sedang disini.

 

“nuna gwenchana?” tanya Jino khawatir. Seohyun membuka matanya kemudian menggangguk.

 

“seminggu ini kau selalu seperti ini. apa Kyuhyun hyung belum menghubungimu?” Seohyun mengangguk lagi.

 

“kenapa tidak coba menghubunginya? Mungkin saja dia sedang menunggumu mnghubunginya lebih dulu.” Seohyun memikirkan perkataan Jino. Tak lama kemudian ia segera menghubungi nomor ponsel kekasihnya. Satu deringan, dua deringan, hingga tiga deringan tak ada tanda – tanda Kyuhyun mau menjawab panggilannya.

 

“maaf nomor yang anda tuju tidak menjawab….” Suara operator terdengar membuat raut wajah Seohyun yang lesu semakin lesu saja, terbukti ia tidak mau menatap Jino dan meletakkan ponselnya kembali dimeja.

 

“tidak diangkat? Mungkin hyung sedang sibuk. Bersabar saja nuna.” Nasehat Jino. Seohyun sembunyikan wajahnya di kedua lututnya. Jino tidak tega melihat kakak perempuannya seperti itu. meski ia tahu apa yang terjadi. Tapi ia tidak bisa berbuat apa – apa karena seseorang sudah menyuruhnya untuk tutup mulut.

 

****

 

Seorang pria tengah berjalan santai sambil menggeret kopernya. Pria itu baru saja sampai di Korea setelah beberapa bulan ia pergi meninggalkan Negara tercintanya. Kacamata hitam yang membingkai mata bulatnya nampak pas dikenakan pria itu. ia tersenyum kecil membuka pesan dari adik kekasihnya.

 

sampai kapan kau akan menyiksa Seohyun nuna hyung? Dia sudah seperti orang gila karena merindukanmu’ itulah isi pesan teks yang dikirim Jino padanya.

 

“aku juga sangat merindukanmu sayang.” Gumamnya. Tak lama kemudian sebuah tangan melambai padanya. Itu Jonghyun, Kyuhyun memang menyuruh pria itu untuk menjemputnya. Sementara waktu Cho kyuhyun akan menginap dirumah Jonghyun. Ia tak mungkin kembali ke rumahnya atapun ke apartemennya. Seohyun bisa tahu hal itu dan rencana memberikan sureprise pada kekasihnya bisa hancur begitu saja.

 

“bagaimana keadaan ayahmu?” tanya Jonghyun basa – basi.

 

“lumayan. Keadaannya cukup membaik saat ini. kau sendiri? Yura?” tanya Kyuhyun balik. Jonghyun mengangkat bahunya.

 

“mungkin saja menghabiskan waktu dengan kekasihmu. Kau tahu dia semakin menyebalkan ketika hamil. Kepalaku serasa mau pecah meladeninya.” Gerutu Jonghyun.

 

“bukankah kau yang sudah menghamilinya?” goda Kyuhyun. Jonghyun terkekeh.

 

“eoh, aku suka saat menghamilinya. Tapi tidak suka saat dia begitu menyebalkan ketika hamil. Kekeke” kyuhyun meninju pelan bahu kawannya itu.

 

****

 

“kau melamun heum?” tanya Yura pada Seohyun. saat ini keduanya tengah berbelanja kebutuhan rumah. Yura yang memang persediaan makanannya habis meminta Seohyun menemaninya. Dan gadis itu sendiri mengiyakan saja toh dirumah ia sama sekali tidak punya kegiatan yang menyenangkan. Hal inipun juga sama saja rasanya. Hambar.

 

“aniya..” sanggah gadis itu. seohyun memilih berkutat dengan beberapa sayuran dan buah didepannya. Yura memegang lengan Seohyun dan mengusapnya pelan.

 

“mungkin dia sangat sibuk sehingga tidak bisa menghubungimu. Kau hanya perlu percaya padanya.” Ucap Yura penuh arti. Ia kasihan dengan kekasih Kyuhyun. pria menyebalkan itu telah meninggalkan Seohyun selama seminggu tanpa satu pesanpun padanya. Jika Jonghyun yang berlaku seperti itu padanya. Yura berjanji akan menyusul pria itu sambil membawa higheels lancipnya untuk dilempar ke wajah suaminya. Pasti sangat menyakitkan. Hihihi…

 

“unni, bagaimana rasanya hamil?” tanya Seohyun ingin tahu. Ia menatap perut Yura yang masih rata. Tentu saja umur kandungan Yura baru satu bulan.

 

“eoh, sangat menyenangkan hyun. Kau bisa mengerjai suamimu habis – habisan.”jawab Yura sambil tertawa. Seohyun ikut tertawa.

 

“eoh, jadi kau mengerjai Jong oppa begitu unnie?” Yura mengangguk. Sambil memasukan beberapa apel merah ke dalam troli belanja.

 

“eoh, aku suka sekali menyuruhnya ini itu. entah kenapa aku sangat suka melihat wajah kesalnya itu. terasa sangat menyenangkan. Sejauh ini aku hanya menyuruhnya membelikanku makanan seperti deobokki tengah malam sekitar jam satu mungkin.” Yura tidak begitu ingat jam berapa ia menyuruh suaminya. Jadi ia hanya mengangkat bahunya.

 

“semalam itu? astaga itu bahkan sudah dini hari. Bukankah Jonghyun oppa sangat lelah pulang kerja?” Yura mengangguk. Ia mendorong pelan troli belanja ke rak yang lain.

 

“eoh, waktu itu dia baru saja pulang dari China sekitar pukul dua belas.” Balas Yura santai.

 

“astaga, pantas saja paginya Jonghyun oppa uring – uringan dikantor. Wajahnya juga terlihat lelah.” Gumam Seohyun tanpas sadar. Yura terkekeh.

 

“dia selalu sibuk pada pekerjaannya. Bahkan setelah seminggu menikah. Tapi aku bersyukur, kehamilanku membuat suamiku lebih perhatian padaku.” yura mengusap perut ratanya lembut. Tempat dimana buah cintanya berada.

 

“aku iri padamu unnie..”

 

“minta Kyuhyun menikahimu hyun.” Goda Yura membuat wajah Seohyun memerah.

 

****

 

Kyuhyun merebahkan dirinya di sofa. Setelah sampai rumah Jonghyun pria itu tak langsung menuju kamar yang telah disiapkan. Ia memilih rebahan karena merasa kepalanya begitu pusing berdenyut – denyut. Ugh, seandaianya saja ada Seohyun disampingnya.

 

“minumlah.” Perintah Jonghyun sambil menyodorkan teh hangat pada Kyuhyun. kyuhyun menerimanya dan menyesapnya perlahan.

 

“jadi, apa yang akan kau lakukan setelah ini. kau bilang kau punya rencana untuknya.” Tanya Jonghyun serius. Pria itu menatap Kyuhyun dengan tatapan tajam. Sebenarnya dia sudah bosan harus membohongi istri dan Seohyun yang sudah ia anggap sebagai adiknya.

 

“kau tahu aku akan menikahinya tepat di hari ulang tahunnya. Dan beberapa hari lagi sudah tanggal 28.” Ucap Kyuhyun.

 

“lalu bagaimana dengan tamunya. Apa kau gila menikah tanpa tamu satupun?” Kyuhyun tertawa keras.

 

“yaa,, apa kau gila hah. Tentu saja aku sudah memikirkannya. Aku sudah mencetak seribu undangan saat aku di Jerman. Dan mungkin semuanya sudah tersebar. Kau hanya perlu membantuku membawa Seohyun ke altar tanpa dia tahu jika dirinya akan menikah. Bukankah itu mudah?” Kyuhyun mengerling membuat Jonghyun bergidik ngeri.

 

“astaga bagaimana bisa aku berteman dengan pria gila sepertimu. Kau kira dia akan mau diajak ke altar begitu saja tanpa tahu apa yang akan ia lakukan.” Jonghyun mulai habis kesabaran menghadapi Kyuhyun.

 

“makanya itu jadi tugasmu kalau aku yang melakukannya jelas bukan sureprise lagi. kekeke,, fighting Jonghyun hyung.” Kyuhyun memberikan semangat pada Jonghyun sebelum pria itu berlalu menuju kamarnya.

 

“dasar menyebalkan.” Sungut Jonghyun. Tak berapa lama ponselnya berbunyi ia segera mengangkatnya.

 

“yoboseyo..”

 

****

 

“oppa, bisa jemput kami di depan mall? Aku malas naik taksi. Terlalu banyak yang kubeli. Palliwa!” Yura menutup ponselnya sepihak. Seohyun menatapnya tak percaya.

 

“astaga, aku sangat yakin jika Jonghyun oppa belum mengatakan apapun.” gumamnya tanpa sadar. Yura tersenyum.

 

“biarkan saja, dia pasti tahu aku ada dimana.” Seohyun hanya menggeleng melihat kelakuan istri dari pria yang sudah ia anggap oppanya.

 

Lima belas menit menunggu, Yura sudah merasa bosan. Wanita hamil itu berkali – kali melirik arloji dan sesekali bibirnya menggerutu tidak jelas. Kenapa suaminya sangat lama? Mungkin itu sebagian dari gerutuannya. Lima menit setelahnya ia melirik kanan kiri belum tampak batang hidung sang suami.

 

“kemana sih Jonghyun oppa, apa dia berselingkuh” tuduh Yura. Seohyun tersenyum kecil. Mungkin itu adalah efek kehamilan trimester pertama. Seohyun pernah membaca bahwa wanita hamil menjadi lebih sentimental daripada wanita yang tidak sedang hamil. Seohyun akan belajar memahami itu. tapi, hei dia tidak hamil. Jangankan hamil, menikah saja belum. Astaga Cho Kyuhyun tampaknya berjalan lambat selambat siput.

 

“maaf sayang, jalanan macet.” Sebuah suara terdengar. Jonghyun sudah tiba dengan keringat yang bercucuran disekitar pelipis. Nafas yang tersengal menandakan pria itu berlari menuju kesini.

 

“bohong! Oppa pasti selingkuh, benarkan? Dengan siapa lagi, kemarin aku memergokimu sedang bertemu dengan Minah. Apa kau bertemu lagi dengannya?” tebak Yura sambil menatap tajam suaminya. Jonghyun tentu saja terkejut. bagaimana bisa istrinya menuduhnya seperti itu.

 

“sayang, aku tidak bohong.. aku..

 

“Seohyun, kau tahu suamiku kemarin bertemu dengan wanita lain. Mereka berbicara begitu mesra. Mereka kira aku tidak tahu. Aku benci padamu. Aku mau pulang naik taksi saja.” Potong Yura cepat. Ia segera meninggalkan belanjaannya dan berlalu begitu saja. Seohyun menatap mereka tidak mengerti.

 

“kenapa Yura unnie menjadi mengerikan seperti itu oppa?” Jonghyun hanya membuang nafas kesal.

 

“tolong masukkan belanjaan ke dalam mobilku Seohyun-ahh, aku akan mengejarnya.” Jonghyun segera berlari mengejar istrinya. Ugh, inilah yang dimaksud Jonghyun. Saat – saat menyebalkan istrinya benar – benar membuatnya hampir gila.

 

****

 

Krystal baru saja pulang dari kantor. Saat ini ia juga bekerja membantu Jonghyun. Meski mereka berbeda divisi tapi masih satu kantor. Ia melangkah lesu menuju rumahnya. Hari ini pekerjaan di kantor benar – benar menguras tenaganya. Ia bahkan tidak bisa menemui Jino saat makan siang. Ketika ia membuka pintu kamarnya ia terkejut hingga hampir saja berteriak.

 

“K..Ky..Kyuhyun oppa?” Krystal tergagap melihat pria itu  duduk diranjangnya sambil tersenyum. Bukankah pria itu sedang di Jerman sekarang? Bagaimana bisa?

 

“kau sangat lama saengie, membuatku hampir mati bosan.” Gerutu Kyuhyun sambil beranjak menghampiri Krystal.

 

“oppa bukankah kau sedang ada di Jerman sekarang. Bagaimana bisa kau ada disini? ani! Maksudku dikamarku.” Tanya Krystal tegas. Kyuhyun terkekeh. Sifat keras gadis ini sama sekali tidak berubah.

 

“aku ingin selingkuh denganmu. Mau kan?” goda Kyuhyun sambil mengerling pada Krystal. Krystal yang sedang lelah segera melepas tas selempang yang ada ditangannya dan melemparnya tanpa ampun di kepala Kyuhyun.

 

“yakkk!!! Apa yang kau lakukan eoh!” bentak Kyuhyun pada Krystal. Namun gadis itu sama sekali tidak takut. Ingat kan jika gadis itu adalah gadis berani yang tak tahu malu. Hihihi….

 

“kau tahu Seohyun unnie begitu merindukanmu sampai setengah gila dan kau malah menemuiku dan mengajakku berselingkuh. Kau lupa jika aku sudah punya calon suami. Astaga aku benci padamu Kyuhyun oppa.” Krystal menggerutu sambil memukul Kyuhyun dengan bantal. Tidak sekali dan berkali – kali tanpa ampun. Kekekeke,, rasakan Mr. Cho yang tampan.

 

“yak,, aku hanya bercanda, Nona Jung aku akan melaporkanmu pada Jino sekarang juga.” Ancam Kyuhyun.

 

“laporkan saja aku tidak takut.” Krystal bersedekap menatap Kyuhyun garang. Dengan santai Kyuhyun mengambil ponselnya dinakas.

 

“Jino-ya kau dimana sekarang? Sudah didepan? Ahh masuk saja.. kau tahu kekasihmu memukuliku habis – habisan. Kau harus tanggung jawab.” Flip.. Kyuhyun mematikan panggilan secara sepihak dan menatap Krystal dengan tatapan menantang.

 

“kenapa wajahmu, kau takut..” ejek Kyuhyun. pria itu segera bangkit dan keluar dari kamarnya untuk menemui Jino.

 

“kau sudah datang..” sapa Kyuhyun.

 

“eo hyung, maaf pekerjaan di rumah sakit benar – benar menyita waktuku jadi aku baru datang. Sayang ada apa dengan wajahmu heeum?” tanya Jino sambil menatap Krystal yang sedang cemberut.

 

“Jino-yaa, pria ini mengajakku selingkuh. Dia tidak tahu ya kalau kau sudah melamarku.” Rajuk Krystal sambil menggenggam lengan Jino erat. Kyuhyun terkekeh sedangkan Jino kebingungan.

 

“apa yang kau lakukan pada kekasihku hyung?”

 

****

 

“ohh, jadi begitu, kau berniat mengerjaiku juga ternyata. Dasar menyebalkan.” Sungut Krystal saat Jino dan Kyuhyun sudah menceritakan kejadian sebenarnya.

 

“maafkan aku saengie. Tapi kau jelas bukan tipeku. Kau terlalu berisik.” Ledek Kyuhyun lagi. Krystal mengerucutkan bibirnya sebal.

 

“Jino-yaa..”

 

“Kyuhyun hyung, sudahlah.. lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang. Kasihan nuna, seperti tidak punya tujuan hidup saja.” Tanya Jino pada Kyuhyun dengan raut wajah yang kesal. Siapa yang tidak kesal jika nuna satu – satunya menderita.

 

“aku butuh bantuan kekasihmu Jino-yaa..”

 

“kenapa aku?” tanya Krystal tidak terima. Jino menatapnya tajam supaya gadisnya diam.

 

“arraseo, arraseo..”

 

“aku ingin kau mengajak Seohyun ke butik langganan eommaku. Bagaimanapun caranya kau harus bisa memintanya mencoba gaun pengantin yang sudah kusiapkan.”

 

“APAAA??? Yakk, bagaimana aku bisa melakukan itu?” Krystal besungut – sungut.

 

“yah bagaimanapun caramu.. kau harus bisa. Kalau tidak pernikahanmu dengan Jino akan kuhancurkan..” ancam Kyuhyun. Jino terlihat santai saja. Ia memilih membaca – baca artikel lewat tab yang ia bawa. Daripada mendengarkan keduanya adu mulut.

 

“tapi oppa..” Krystal kalah berdebat dengan Kyuhyun. gadis itu merengut sebal. Akhir – akhir ini ia baru tahu bahwa pria yang ia kira pendiam itu ternyata sangat suka bertingkah seenaknya. Lihat kan dia mengancam akan menghancurkan pernikahan Jino dan Krystal.

 

“kenapa kau harus sepusing itu Krissy, tinggal ajak Seohyun nuna mencoba gaun. Bilang saja kau sedang memilih gaun untuk pernikahan kita.” Sahut Jino santai. Pria itu tak mengalihkan tatapannya sedikitpun dari tabnya.

 

“ahh iya juga.. kau hebat sayang..” puji Krystal pada kekasihnya sedangkan Kyuhyun hanya mencibir.

 

****

 

“apa? Kau sudah membuat gaun pernikahan?” tanya Seohyun tak percaya. Ia sebagai nunanya Jino saja tidak tahu kapan mereka akan menikah. Lalu Krystal sudah memesan gaunnya? Bukankah itu aneh? Tidak aneh, kan Krystal calon mempelai perempuan.

 

“iya unnie, kau harus mencobanya juga. Otte?” Seohyun mengerutkan kening tak paham.

 

“eoh, kenapa aku juga mencoba gaunmu. Memangnya aku akan menikah?” tanya Seohyun ketus. Sudah semingguan ini Seohyun yang ia kenal ramah berubah menjadi ketus dan suka melamun. Ulah siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun.

 

“astaga unnie hanya mencoba apa salahnya eoh. Aku kan membuat dua satu aku satu unnie, otte?” bohong Krystal. Ugh, semoga Seohyun percaya padanya.

 

“arraseo, mana gaunnya?” saat ini mereka telah berada dibutik yang telah Cho Kyuhyun perintahkan. Pria itu sebenarnya ada disana juga. Tapi ia bersembunyi dengan kaca mata hitam dan topi bundar. Ia mengintip kegiatan kekasihnya yang sedang mencoba gaun yang sejatinya sudah ia siapkan untuk gadis itu.

 

“woahh, bagus sekali gaunnya. Siapa yang merancangnya.. indah sekali..” gumam Seohyun tanpa sadar ketika memegang gaun yang baru saja disodorkan Krystal padanya. Krystal tersenyum penuh arti. Seandainya saja Seohyun tahu jika gaun itu memang diberikan padanya. Bagaimana reaksinya ya?

 

“cobalah unnie, aku ingin melihatmu memakainya..”

 

“eungh,, apa tidak berlebihan?” tanya Seohyun was – was. Haruskah ia mencoba gaun seindah ini. ini kan milik Krystal..

 

“aniyo,, ini milikmu unnie, aku sudah punya dan aku menyimpannya dengan baik.” Jawab Krystal penuh dengan kebohongan. Mungkin setelah ini gadis itu akan segera pergi ke gereja untuk meminta ampun pada Tuhan atas kebohongannya ini.

 

“baiklah.. aku akan mencobanya.” Seohyun sudah pergi ke salah satu kamar ganti. Setelah memastikan keadaan aman Cho kyuhyun menampakkan dirinya dan menghampiri Krystal.

 

“aku sudah melakukannya dengan baik dan penuh kebohongan” ucap Krystal sadis. Namun pria itu justru terkekeh.

 

“selalu ada imbalan untuk perbuatanmu adik manis.. setelah ini ajak ia pergi ke Salon dan kau harus memastikan dia mau untuk melakukan yang biasanya para wanita lakukan. Kita tidak punya waktu banyak. Tinggal besok.. ingat..” Krystal menatap Kyuhyun jengah, calon kakak iparnya benar – benar pemaksa. Huft. Apa boleh buat dia harus menuruti perintah calon kakak iparnya jika tidak mungkin ucapan Kyuhyun beberapa waktu lalu akan terealisasi. Ahh Krystal tak sanggup membayangkannya..

 

“dia datang. Aku pergi..”

 

“Krystal, siapa pria tadi?” tanya Seohyun penasaran.

 

“ani, hanya seseorang yang bertanya.” Jawab Krystal. Seohyun hanya mengangguk

 

“Bagaimana dengan penampilanku?” tanya Seohyun malu – malu. Krystal mengancungkan dua jempol kode bahwa penampilan Seohyun benar – benar luar biasa.

 

“pelayan tolong bungkus gaun ini..”

 

****

 

Setelah selesai dengan urusan gaun, Krystal menyeret Seohyun ke Salon setelah ia mendapat perintah dari pelaku utama. Seohyun yang wanita polos sang bahkan mungkin ke Salon sekali seumur hidup terasa sangat sulit bagi Krystal untuk membujuknya. Tapi untungnya otak gadis itu benar – benar punya seribu akal. Ia beralasan bahwa yang mereka lakukan diSalon hanyalah spa untuk merefresh pikiran mereka yang dipenuhi oleh pekerjaan.

 

“ini menyegarkan unnie kau percayalah padaku.” titah Krystal sekali lagi. pasalnya Seohyun merengek untuk mereka kembali ke kantor. Seohyun takut jika Jonghyun akan marahpadanya karena meninggalkan pekerjaan begitu saja setelah Krystal mengajaknya keluar untuk makan siang.

 

“tapi Jonghyun oppa..”

 

“Jonghyun oppa baik – baik saja tenanglah dan nikmati saja. Kita akan melakukan serentetan perawatan yang mengasyikan. Ahh aku akan membuat Jino meleleh mlihat penampilan baruku..” Krystal tersenyum dengan pemikiran bodohnya. Dan akhirnya Seohyun hanya bisa menuruti keinginan dari calon adik iparnya.

 

Setelah beberapa jam melakukan perawatan saat ini mereka tengah melakukan sentuhan terakhir pada wajahnya. Yaitu make up. Dengan tangan terbaik yang menyentuh wajah mereka hasilnya sangat tidak mengecewakan dan cukup untuk membuat wanita lain gigit jari. Mereka terlihat indah. Sentuhan tangan seorang Kim Heechul memang tidak pernah mengecewakan pelanggan.

 

“uwaahh,, unnie neomu yeoppo. Kyuhyun oppa pasti tergila – gila dengan penampilan barumu itu.” puji Krystal. Seohyun yang awalnya tersenyum cerah berubah menjadi datar.

 

“yaa, wae?” tanya Krystal tidak mengerti. Krystal tidak mengerti betapa Seohyun sangat tidak ingin mendengar nama itu di sebut. Ia sedang kecewa berat dengan Cho Kyuhyun.

 

“jangan sebut namanya. Aku tidak mengenal siapa yang kau bicarakan.” Jawab Seohyun mampu membuat seseorang yang dari tadi memperhatikan dari sudut ruangan membatu. Orang itu adalah Cho Kyuhyun. ia tidak menyangkan jika Seohyun akan semarah ini padanya. Ia ingin sekali memunculkan diri dihadapan Seohyun sekarang juga. Tapi rencana yang telah ia susun secara rapi bisa gagal total. Pria itu hanya bisa mengehal nafas disela – sela masker hitam yang ia pakai.

 

‘kurang dari dua puluh empat jam sayang. Bersabarlah.’ Gumam Kyuhyun dalam hati.

 

****

 

“kenapa dengan wajahmu itu?” tanya Jonghyun. Kyuhyun datang ke kantornya dengan wajah yang begitu kusut membuat Jonghyun mengernyit,

 

“kenapa aku menjadi ragu untuk menikah dengannya?” tanya Kyuhyun dengan tatapan menerawang.

 

“YAA KAU GILAA??” tanya Jonghyun dengan nada seperti orang berteriak.

 

“kau sudah gila, tinggal satu hari aniyo, bahkan tinggal beberapa jam lagi. kau akan menikah dengannya kau bilang kau ragu. Kenapa kau tidak mati saja Cho Kyuhyun. aku bahkan sudah memeras otakku untuk besok. Dan kau dengan seenak perutmu berkata seperti itu?” gerutu Jonghyun mengeluarkan isi perut bukan maksudnya isi hatinya.

 

“sepertinya dia sangat marah padaku. bagaimana ini Jong? Aku bahkan mendengar sendiri bahwa dia tidak mau membicarakanku dan tidak mengenalku.” Jonghyun menatap Kyuhyun serius sedetik kemudian ia tertawa keras sekali hingga matanya memerah.

 

“apa yang kau tertawakan eoh?” tanya Kyuhyun lemah. Setelah menetralkan suaranya Jonghyun berdehem.

 

“ku kira hanya aku saja yang takut pada perempuan. Ternyata kau juga, hahaha..”

 

“isshh,, aku serius Jong..”

 

“iya iya.. aku tahu. Kau mau dengar pendapatku?” Kyuhyun mengangguk.

 

“saat ini Seohyun memang benar – benar marah padamu. Mungkin juga ia berencana mendiamimu setelah kau muncul dengan semua kejutan yang telah kau rancang beberapa bulan terakhir. Kau tentu tahu kan jika semua gadis itu sangat jual mahal.”

 

“lalu aku harus bagaimana?” tanya Kyuhyun seperti kucing kelaparan.

 

“hanya perlu yakinkan dia jika kau serius dengannya dan kau tak mengabarinya itu sudah masuk dalam daftar rencanamu untuk mengejutkannya di hari ulang tahunnya yang kau ubah menjadi sebuah pernikahan indah.” Jelas jonghyun dengan sabar. Meski mereka berdua kerap kali berbeda pendapat namun ada saat dimana Jonghyun bersikap dewasa mengatasi Kyuhyun yang masih terlihat kekanakan.

 

“jika dia amsih tidak percaya padaku?” Jonghyun menatap ke atas sambil tangan kanannya mengelus dagu.

 

“kau harus ke gereja minta ampun pada Tuhan karena sudah banyak berbohong padanya. Kekekeke..” Kyuhyun mendelik dengan jawaban Jonghyun yang sama sekali tidak membantunya.

 

****

 

Pukul setengah lima pagi Jonghyun sudah membangunkan Yura. sang ibu hamil merasa sangat lelah dan masih mengantuk. Terang saja mereka baru saja tidur pukul satu dini hari setelah Jonghyun menggempurnya dalam malam yang bergairah semalam. Bahkan jejak percintaan Jonghyun dibahu dan dadanya begitu kentara.

 

“aku masih mengantuk oppa. Nanti saja kalau lapar.” Gumam Yura dalam tidurnya. Jonghyun yang baru saja mengenakan celana pendeknya mendesah. Seharusnya ia menceritakan semua pada istrinya. Tapi takut Yura tidak bisa menjaga rahasia dan malah membocorkannya pada Seohyun. dan akhirnya ia sendiri yang kesusahan menjelaskan pada Yura.

 

“sayang,, Seohyun akan menikah hari ini. kau tidak mau bangun?” bisik jonghyun di telinga Yura. dan ajaib, wanitanya membuka kedua matanya dengan sempurna menatap polos pada Jonghyun.

 

“aissh,, kau tengah mengigau oppa, kembalillah tidur.” Tukas Yura, Jonghyun tidak kalah akal ia mengecup bibir istrinya dan melumatnya sebentar.

 

“bangun atau aku akan..

 

“arra – arra aku bangun.” Dengan malas Yura bangun seperti perintah suaminya. Ia bahkan lupa jika dirinya tengah telanjang bulat. Ia bersandar pada dashoard ranjang dan menatap Jonghyun dengan kedua matanya yang terasa sulit sekali terbuka.

 

“hari ini Kyuhyun akan menikahi Seohyun tepat pada hari ulang tahun gadis itu. kau tidak lupa kan jika hari ini Seohyun berulang tahun? Bukankah kemarin kau sudah menyiapkan kado untuknya?” kata Jonghyun.

 

“bukankah pria menyebalkan itu masih di Jerman. Seohyun bahkan kelihatan murung sekali.” balas Yura..

 

“dia sudah ada disini sejak beberapa hari yang lalu sayang. Pergilah mandi aku yang akan menyiapkan sarapan untukmu. Setelah itu kita pergi ke apartemen Seohyun untuk mmbawanya ke altar.” Jonghyun memberikan penjelasan pada Yura.

 

“apa pria itu gila? Seohyun pasti tidak akan semudah itu mau diajak menikah. Ia bahkan masih mengira jika kekasihnya di Jerman.” Sungut Yura berapi – api. Ibu hamil itu bahkan tidak menyadari tatapan mesum suaminya.

 

“Hong Yura, kuberi dua pilihan. Mandi sekarang atau aku akan memakanmu.” Jonghyun menyeringai menatap kedua dada Yura yang terlihat karena selimutnya turun. Sesegera mungkin Yura menariknya kembali dan bersikap waspada.

 

“masih sangat pagi.. bagaimana kalau kita morning.. belum selesai Jonghyun dengan kalimatnya Yura telah melempar wajah Jonghyun dengan bantal yang ada didekatnya.

 

“kau terlihat mengerikan seperti ahjussi mesum.” Cibir Yura. ia menarik selimutnya dan membawanya bersama dirinya ke kamar mandi.

 

Sambil menunggu Yura selesai Jonghyun menyiapkan sarapan ringan untuk dirinya dan juga Yura. tak lupa ia juga menyiapkan susu untuk janin yang ada di perut Yura. ia bahkan mengupas buah – buahan yang biasa dimakan Yura.

 

“kau buat apa oppa?” tanya Yura yang baru saja keluar dari kamar. Yura terlihat segar dan cantik dimata Jonghyun.

 

“nasi goreng kimchi. Tidak apa kan? Aku tidak tahu kau mau makan apa tapi aku sudah siapkan susu untukmu sayang.” Yura tersenyum.

 

“apapun yang oppa buat aku akan memakannya. Gomawo yeobo..”

 

“cha, makanlah.”

 

“suapi..”

 

“aihh istriku manja sekali..” Jonghyun menggerutu pura – pura.

 

****

 

“jadi benar ya Kyuhyun akan menyiapkan pesta untuk Seohyun?” tanya Yura setelah keduanya sampai di jalan. Mereka hendak menuju apartemen Seohyun untuk membujuk gadis itu agar mau ke altar bersama kekasihnya.

 

“tapi oppa, apa kau yakin Seohyun akan mau. Kau tahu kan jika Seohyun marah dia hanya akan diam?” Jnghyun tampak berpikir keras. Membagi pikirannya untuk menyetir dan juga memikirkan rencananya.

 

“kita harus berusaha, Kyuhyun sudah susah payah menyiapkan semua sejak ia di Jerman. Dia memang menyebalkan tapi kita hrus tetap membantunya bukan?” Yura mengangguk.

 

~~

 

“nunna bangunlah, sebentar lagi Jonghyun hyung dan Yura nunna akan datang.” Panggil Jino di depan kamar Seohyun. namun sayang seribu sayang Seohyun yang biasanya akan bangun pukul lima mendadak menjadi pemalas dan akan keluar kamar ketika ia akan berangkat kerja.

 

“nunna.. cepat bangun..” panggil Jino lagi. sedetik kemudian pria itu mendengar suara bel apartemennya berbunyi. Ia segera menghampiri intercom dan ketika melihat iapa yang datang Jino segera membukakakn pintu untuk mereka.

 

“apa Seohyun sudah bangun?” tanya Jonghyun begitu ia melepas sepatunya. Gelengan jawaban membuat kedua tamu itu menghela nafas lelah.

 

“biar aku saja yang membangunkannya.” Jonghyun melangkah maju menuju kamar Seohyun. setelah sebelumnya pria itu meminta kunci cadangan pada Jino. Ia membuka kamar Seohyun dengan hati – hati dan setelah berhasil Jonghyun melihat Seohyun yang masih bergelung dengan selimut.

 

“Hyunnie, ini oppa.. bangunlah kau lupa jika hari ini Krystal dan Jino akan pergi ke altar untuk menikah?” tanya Jonghyun. Itu adalah ide yang terlintas di pikirannya saat ini. seohyun hanya menggerutu tidak jelas dan kembali tidur.

 

“Hyun, Jino akan menikah hari ini, bukankah kau akan menjadi pendamping adikmu?” tanya Jino sekali lagi. dan ajaib Seohyun segera membuka kedua matanya dan menatap Jonghyun polos.

 

“siapa yang akan menikah?” tanya Seohyun dengan suara serak khas orang bangun tidur.

 

“Jino dan Krystal.” Balas Jonghyun.

 

“tapi Krystal tidak mengatakan apapun padaku. jino juga tidak mengatakan apapun padaku.” sahut Seohyun cepat.

 

“Jino kemarilah.” Panggil Jonghyun. Untung saja Jino tadi sudah berdandan dan memakai jas mahal yang kemarin sempat diberikan oleh Krystal padanya.

 

“hari ini kau akan menikah dengan Krystal kan?” Jino melongo mendengar pertanyaan aneh dari Jonghyun. Menikah dengan Krystal? Namun ketika ia sadar Jonghyun telah mengerling padannya jino segera menjawab.

 

“ne,”

 

“tapi kau tak bilang apapun padaku. bagaimana bisa kau menikah secepat itu? Krystal bahkan juga tidak bilang padaku kemarin.” Tukas Seohyun.

 

“bagaimana mau bilang nunna selalu mengurung diri di kamar setelah pulang kerja hingga pagi hari.” Sela Jino beralasan.

 

“sudah mandi sana, nanti aku yang akan mendandanimu. Bukankah kau akan menjadi pendamping?” sahut Yura di depan pintu.

 

“Yura unnie,”

 

“sshh cepat mandi sana, dan kalian para pria sebaiknya segera keluar.” Yura menatap Jonghyun dan Jino tajam. Keduanya paham dan segera undur diri dari kamar Seohyun,

 

“tapi unnie, benarkah mereka..”

 

“mandilah aku akan menunggu disini.” potong Yura cepat. Seohyun hanya bisa mengangguk meski sejatinya banyak pertanyaan yang memenuhi otaknya.

 

****

 

Setelah didandani Yura dengan sedemikian rupa. Seohyun berubah menjadi cantik sekali. gaun berwarna putih dan memiliki ekor itu tampak indah dan melekat sempurna pada tubuh Seohyun. wajah Seohyun terlihat segar karena seharian kemarin Krystal mengajaknya mencoba seluruh perawatan yang ada.

 

“unnie, kenapa aku merasa jika aku yang akan menikah ya?” tanya Seohyun polos ketika Yura memasang penutup wajah.

 

“benarkah?” tanya Yura penuh arti. Ia tersenyum sambil terus mendandani adiknya.

 

“eoh, apakah pendamping juga akan memakai gaun seperti ini?”

 

“sebagian ada yang seperti itu. sebagian juga ada yang tidak.”

 

“yang menikah Krystal kenapa aku yang merasa gugup ya.. hihihi..”

 

****

 

Kebingungan Seohyun sejak di apartemen bertambah ketika dirinya di gandeng oleh seseorang ke altar. Seseorang yang bahkan Seohyun tahu jika dirinya adalah ayah dari Choi Minho. Tiba – tiba saja rasa takut muncul dalam hatinya. Sungguh, apa ia akan menikah dengan Choi Minho? Dengan Choi Minho? Seohyun bahkan hanya sebatas mengenal Choi Minho bukan mengenal dekat. Tapi kenapa semua orang tampak menyetujui semua itu. Jino, Krystal, Yura dan Jonghyun?

 

Dalam kegugupannya yang terbalut sebuah penutup tipis. Ia dapat melihat seseorang tengah berdiri di dekat pastur. Seseorang yang sejujurnya Seohyun bayangkan sebagai Kyuhyun. tapi, pria itu sedang di Jerman sekarang. Bagaimana bisa dia ada disini. tangannya yang basah membuat Choi Seunghyun membisikkan sesuatu padanya.

 

“jangan segugup itu, kau akan menjadi puteriku setelah kau menikah dengan anakku.” Seohyun tersentak ketika Seunghyun mengatakan dia akan menikah dengan anaknya? Anaknya? Astaga pikiran Seohyun kemana – mana. Sampai di tengah – tengah Seohyun dengan tegas melepas genggaman tangan Seohyun dan diam di tempat.

 

“aku tidak mau menikah!” ujarnya tegas. Ia bahkan tidak peduli sudah menjadi tontonan para tamu yang ada di kanan kirinya. Kata – katanya yang cukup keras membuat sang mempelai pria menoleh. Dan itu membuat Seohyun terlihat seperti seorang yang idiot. Cho Kyuhyun lah yang akan menjadi pasangannya? Lelucon macam apa ini?

 

“ada apa abeoji?” tanya Kyuhyun mendekat. Mereka tidak peduli pada tamu yang sudah berbisik – bisik hal yang tidak masuk akal. Seperti Kyuhyun memaksakan menikah dengan gadis yang tidak mencintainyalah, sang wanita tidak tahu malu lah dan berbagai macam spekulasi yang sama sekali tidak masuk akal.

 

“dia menolak menikah denganmu Kyuhyun.” jawab Choi Seunghyun. Seohyun hanya menatap Kyuhyun dengan mata berkaca – kaca. Sudah berapa lama ia tidak melihat wajah pria itu? saking rindunya bahkan air matanya menetes.

 

“kau tidak mau menikah denganku sayang?” Kyuhyun mengulurkan tangan kirinya untuk menggandeng Seohyun menuju altar depan. Tempat yang akan menjadi saksi keduanya mengikat janji. Meski sempat marah dan berkata kasar Seohyun tetap menerima uluran tangan Kyuhyun. keduanya berjalan perlahan. Dan semua tamu bertepuk tangan akan keberanian Cho Kyuhyun itu.

 

“ugh, Seohyun unnie benar – benar membuatku gugup.” Gumam Krystal disamping Jino.pria itu hanya mengangguk.

 

“jika aku jadi dia aku pasti sudah kabur. Tapi sayang Seohyun terlalu polos. Mudah sekali kita tipu. Kekekek..” sahut Yura.

 

“setidaknya Kyuhyun hyung sudah ada di samping nunna. Ia akan hidup dengan normal.” Balas Jino.

 

“Saudara Cho Kyuhyun, bersediakah kau menerima Seo Joohyun sebagai istrimu, pendamping hidupmu dalam keadaan suka maupun duka, dalam keadaan sehat maupun sakit menjaganya, menyayanginya dan mencintainya seumur hidupmu sampai maut memisahkan” ucap sang pastur.

 

“ne saya bersedia.” Jawab Cho Kyuhyun mantap.

 

“Saudara Seo Joohyun, bersediakah kau menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu, pendamping hidupmu dalam keadaan suka maupun duka, dalam keadaan sehat maupun sakit menjaganya, menyayanginya dan mencintainya seumur hidupmu sampai maut memisahkan.” Tanya sang pastur pada Seohyun.

 

“ne saya bersedia.” Jawab Seohyun.

 

“baiklah sekarang kalian adalah suami istri yang sah, disaksikan Tuhan dan semua tamu undangan yang datang. Mempelai pria diperbolehkan mencium pasangannya.” Tutur sang pastur. Dengan lembut Cho Kyuhyun membuka penutup wajah Seohyun. ia dapat melihat kegugupan yang tergambar jelas dari bahasa tubuh istrinya. Ia mendekatkan wajahnya kemudian berbisik.

 

“selamat ulang tahun Seohyun istriku.” Seohyun mendongak dengan tatapan tak percaya. Belum selesai dengan keterkejutannya Cho Kyuhyun sudah menyentuh bibir tipisnya dengan bibir tebalnya. Ia menutup mata menikmati kecupan singkat itu.

 

Tepukan tangan terdengar meriah ketika Kyuhyun menyudahi kecupan singkat itu. Seohyun merasakan kedua pipinya memerah saat ini. ia tidak menyangka akan mendapat kejutan seindah ini. ia bahkan melupakan hari ini, hari kelahirannya.

 

“selamat ya Seohyun-ahh semoga kau bahagia bersama suami menyebalkanmu.” Ucapan selamat datang dari Yura. seohyun hanya tersenyum.

 

“apa unnie tahu semua hal ini?” tebak Seohyun. yura menggeleng dengan tatapan polos.

 

“aku berani bersumpah atas nama tuhan sekarang juga. Aku baru saja tahu tadi pagi. Entah bagaimana suamiku ikut serta dalam ide gila suamimu.” Jonghyun dan Kyuhyun hanya tersenyum. Kyuhyun tiba – tiba saja pergi meninggalkan Seohyun tanpa pesan apapun. jonghyun sudah tahu apa yang akan Kyuhyun lakukan maka ia hanya diam berbeda dengan para wanita.

 

“ehmm.. tes tes satu dua, ahh sudah bagus. Annyeonghaseyo para tamu undangan. Terimakasih pada kalian yang telah menyempatkan waktu berharga kalian untuk menghadiri pernikahan saya dan istri saya. Sebelumnya saya mewakili istri saya meminta maaf atas insiden penolakan kecil tadi.” Ucapan Kyuhyun membuat para tamu undangan terkejut.

 

“sebenarnya dia bukan dipaksa menikah dengan saya, atau dia tidak mencinta saya. Dia begitu mencintai saya. Iyakan sayang?” tanya Kyuhyun langsung pada Seohyun. beberapa tamu perempuan tersenyum malu dengan sindiran halus Kyuhyun.

 

“dia terkejut. tentu saja, dia bahkan tidak mendapat kabar dari kekasihnya sejak lama. Tiba – tiba dia di paksa masuk ke altar. Semua itu adalah kejutan untuknya. Hari ini adalah hari ulang tahun istriku. Dan aku membuatnya terkejut dengan menariknya ke altar.” Kyuhyun mengerling genit pada Seohyun yang wajahnya sudah semerah tomat.

 

Para tamu undangan menatap takjub pada Kyuhyun dan Seohyun. betapa Kyuhyun adalah suami idaman banyak wanita. Mereka pikir Cho Kyuhyun adalah pria dingin nan kaku seperti berita yang beredar sejak kematian istri pertamanya. Namun semua itu berubah ketika Kyuhyun mengatakan segalanya.

 

“berterimakasih kepada istriku yang telah menjaga cintanya untukku sejak dulu hingga sekarang. Bahkan sebelum aku menikah dengan mendiang istriku terdahulu. Tidak merebutku dan tidak mengejarku. Adakah wanita yang setangguh dia? Cantik, manis, lembut dan berkepribadian baik. Tuhan benar – benar memberiku wanita sempurna setelah mengambil wanita terbaikku.” Seohyun berkaca – kaca mendengar pengakuan Kyuhyun.

 

“selamat ulang tahun istriku, jeongmal saranghae..” teriak Cho Kyuhyun kemudian membentuk kedua tangannya di atas kepala. Bentuk hati khas korea.

 

“kajja nyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya. Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saranghaneun nae yeobo saengil chukkae hamnida.” Kyuhyun terus melangkah mendekat ke arahnya. Ia sudah menangis saking terharunya. Dengan lembut Cho Kyuhyun mengusap air matanya. Seohyun segera menyerbu dada bidang Cho Kyuhyun.

 

“gomawo oppa, nado saranghae..” tepukan tangan tak henti – hentinya di berikan tamu undangan untuk pasangan paling romantic ini.

 

****

 

Pukul sebelas malam, pesta resepsi pernikahan Kyuhyun dan Seohyun baru saja selesai. Saat ini Seohyun tinggal di rumah keluarga Cho. Sebenarnya masih ada satu hal yang mengganjal dipikirannya. Kenapa seseorang yang membawanya ke altar adalah ayah Minho? Kyuhyun bahkan menyebutnya sebagai abeoji. Seohyun belum paham yang satu itu. apa jangan – jangan?

 

“kau tidak gerah sayang? Tidak mau mandi?” tanya Kyuhyun menyadarkan Seohyun dari lamunannya.

 

“tentu saja mandi. Tapi aku tidak bisa melepasnya.” Kyuhyun segera membalikkan badan Seohyun dan melepas resleting panjang yang ada dipunggung istrinya.

 

“gomawo oppa..” Seohyun segera pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Kyuhyun memilih bersandar di ranjang. kepalanya cukup pening setelah segala hal yang dilakukannya beberapa hari terakhir. Begitu menguras tenaga dan pikiran. Tapi ia beruntung, Seohyun sama sekali tidak marah padanya.ukuran seorang wanita pasti akan marah.itu karena yang ia nikahi adalah Seohyun. ia tersenyum dan kemudian terlelap.

 

Setelah dua puluh menit akhirnya Seohyun keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk. Ketika ia memandang Kyuhyun ia tersenyum tipis. Suaminya pasti sangat kelelahan dengan segala hal yang Ia siapkan untuk dirinya.

 

Ia menyibak rambut yang ada di dahi suaminya dan mengelus dahinya dengan sayang. Dalam hati ia begitu bersyukur di berikan Tuhan suami sempurna macam suaminya. Ia memberikan kecupan singkat setelah itu ia masuk dalam selimut yang sama dan tidur dengan menghadap sang suami.

 

****

 

Sinar matahari menandakan waktu sudah pagi. Kicauan burung juga sudah terdengar kemana – mana. Perlahan Seohyun sudah membuka mata namun ia merasakan semua anggota tubuhnya sulit bergerak. Ia mencoba mengangkat tangan kanannya tapi tidak bisa. Ketika ia menoleh barulah ia sadar jika saat ini tubuhnya dilingkupi oleh tubuh suaminya. Sebuah senyum tersungging dibibirnya.

 

“selamat pagi istriku..” sapa Kyuhyun. pria itu mulai membuka mata dan menatap Seohyun tepat pada manic matanya.

 

“oppa, sesak aku mau bangun.” Kyuhyun menggeleng pelan.

 

“oppa ini sudah pagi,” rengek Seohyun.

 

“morning kiss.” Kyuhyun memonyongkan bibirnya untuk dicium Seohyun. tapi sayang hingga beberapa saat Seohyun sama sekali tidak melakukan pergerakan. Ia membuka mata dan hendak protes. Belum sempat mengucapkan satu patah katapun sebuah ciuman kilat ia dapatkan..

 

“sudah, aku mau turun dulu.” Kyuhyun pun melepas pelukan eratnya dan membiarkan Seohyun turun untuk membersihkan diri di kamar mandi.

 

Selesai membersihkan diri Seohyun turun ke bawah dan membiarkan Kyuhyun untuk mandi. Di bawah ia melihat semua orang telah berkumpul. Ada satu orang yang kemarin tidak dilihatnya dalam resepsi pernikahan. Pria paruh baya yang duduk dalam kursi roda.

 

“Seohyunnie, kemari sayang..” itu eommanya Kyuhyun. dengan sedikit rasa takut Seohyun menghampiri ibu mertuanya.

 

“jadi ini menantuku?” ujar pria paruh baya dalam kursi roda itu. Cho YoungHwan.

 

“iya appa, cantik bukan?” sahut Sohee sambil merangkul bahu kakak iparnya. Seohyun segera berlutut pada ayah mertuanya.

 

“annyeoghaseyo abeonim, naneun Seo Joohyun imnida, aku is…

 

“Seo Joohyun?” ucap Cho YoungHwan dengan nada ketidaksukaan yang begitu kentara, membuat Seohyun ketakutan.

 

“kau adalah istri Cho Kyuhyun. namamu bukan Seo Joohyun lagi. tapi Cho Joohyun. Ingat itu..” ucapan Cho YoungHwan menghapus ketakutan yang ada dalam diri Seohyun.

 

“maaf jika aku lancang, tapi sepertinya aku tidak melihat abeonim kemarin.” Pria paruh baya itu tertawa dan mengusap rambut Seohyun dengan lembut.

 

“aku baru saja tiba saat pernikahanmu usai semalam. Maaf karena tidak datang.” Seohyun hanya menggeleng pelan.

 

“Seohyunnie, kemarin adalah pemeriksaan terakhir yang harus dijalani appa sebelum kembali ke Korea makanya aku dan appa tidak datang.” Jelas Sohee. Seohyun mengangguk paham.

 

“kau cantik, tapi kenapa kau mirip dengan menantuku sebelumnya ya? Lihatlah Hanna-yaa bukankah jika Seohyun seperti ini mirip dengan Yoona?” Hanna tersenyum melihat kelakuan suaminya. Sejak mendapat kesempatan hidup untuk kedua kalinya ia berubah menjadi lebih baik dan itu melegakan semua orang.

 

“appa jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal. Keduanya jelas berbeda. Lihat pipi istriku yang sekarang. Aku selalu ingin memakannya..” sahut Kyuhyun dan mencubit pelan pipi Seohyun. membuat semua orang menyorakinya.

 

“bagaimana keadaan appa?” tanya Kyuhyun.

 

“tidak pernah sebaik ini.” jawab Cho YoungHwan dengan senyum.

 

“senang mendengarnya appa.”

 

“oppa boleh aku bertanya?” Kyuhyun mengernyitkan dahi dan mengangguk.

 

“kenapa kemarin yang menggandeng tanganku Choi Ahjussi?” Choi Seunghyun yang disebut namanya menatap Seohyun sekilas. Cho Kyuhyun berdehem sejenak meski ia sedikit khawatir dengan situasi ini. bagaimanapun juga ia adalah anak hasil perselingkuhan eommanya dengan pria bernama Choi Seunghyun.

 

“memang apa yang salah? Choi Seunghyun adalah ayah kandung Kyuhyun.” sahut Cho YoungHwan, bahkan Kyuhyun belum mengatakan apapun. Seohyun melihat pria paruh baya dalam kursi roda itu tersenyum lembut padanya. Ia pun ikut tersenyum.

 

“tapi bukan masalah sekarang. Meski Kyuhyun bukan anak kandungku aku tetap mencintainya dan menganggapnya sebagai anakku. Dan menantuku yang cantik, kau harus bersikap adil pada kedua abeoji mertuamu arraseo.” Seohyun hanya mengangguk dengan semangat. Ia benar – benar bersyukur hadir dalam keluarga Cho Kyuhyun.

 

“ahh, bagaimana tadi malam? Apakah kau berhasil oppa?” goda Sohee pada kakaknya.

 

“berhasil apa?” tanya Kyuhyun sok polos. Ahh dia memang tidak mengerti maksud dari adik tercintanya.

 

“aihh pura – pura tidak tahu lagi.” ejek Sohee. Kyuhyun berpikir sejenak dan kemudian tersenyum geli.

 

“aku lupa melakukannya. aku tidur duluan hehehhe..” jawab Kyuhyun sambil menggaruk tengkuk belakang yang tidak gatal.

 

“yahhh tidak asik..”  sungut Sohee mengundang tawa yang lain.

 

****

 

Setelah pertemuan hangat dengan keluarga Cho, Kyuhyun memutuskan untuk pindah bersama Seohyun ke rumah yang dulunya ia tempati bersama mendiang istri pertamanya. Ia merombak ulang semua tempat hingga mereka tidak perlu merapikan apapun lagi. foto – foto Kyuhyun dan Yoona sudah tidak terlihat karena Kyuhyun memindahkannya ke dalam ruang Khusus. Dan semua dinding hanyalah teisi foto pernikahannya dengan Seohyun saja.

 

“inikah rumah kita oppa?” tanya Seohyun dengan tatapan takjub. Rumah ini lebih dari sekedar indah. Rumah dengan tingkat dua dan seluas hampir satu hektar itu benar – benar seperti istana. Ada kolam renang super luas, garasi dengan mobil mewah berjejer rapi, lapangan olahraga, gazebo, kebun dengan pepohonan yang di isi sedemikan rupa hingga menjadi kebun yang terlihat indah dan sejuk di pandang mata, dan jangan lupakan taman yang begitu cantik dengan berbagai macam bunga.

 

“kau suka sayang?” tanya Kyuhyun sambil menyandarkan kepalanya di bahu Seohyun. menghirup feromon yang begitu disukainya.

 

“suka sekali.” jawab Seohyun lirih tapi masih terdengar oleh Kyuhyun. ia mengeratkan pelukan tangan Kyuhyun pada perutnya. Ia benar – benar menyukai semua ini.

 

“Seohyun..” panggil Kyuhyun sambil membalikkan tubuh Seohyun agar menghadap ke arahnya. Ia menangkup wajah Seohyun dan menatap tepat pada manic matanya.

 

“saranghae, saranghae, saranghae.. neomu – neomu saranghae..” ucap Kyuhyun berulang kali. Seohyun tersenyum kecil ia memberikan ciuman di bibir Kyuhyun.

 

“nado oppa, nado saranghae, nado neomu – neomu saranghae.” Mereka berdua tertawa bersama merasa lucu dengan tingkah kekanakan.

 

“aku akan mengatakan satu hal padamu sayang. Mulai sekarang aku akan jujur tentang segala hal padamu.” Gadis itu mengangguk paham.

 

“ini adalah rumahku bersama Yoona, rumah yang dulu ku tinggali bersama istri pertamaku. Tapi kau tidak melihat satupun fotoku bersama Yoona kan?” Seohyun mengangguk lagi.

 

“aku menyimpannya dalam satu ruang khusus di rumah ini. Aku tidak ingin kau salah paham dengan semua kenanganku bersama Yoona. Bagaimanapun juga Yoona sudah tiada, aku menyimpannya jauh dalam hatiku sebagai seseorang yang pernah ada disampingku..” ia bawa tangan Seohyun ke dadanya.

 

“tapi, aku dan segala yang melekat dalam diriku adalah milikmu sekarang. Cho Kyuhyun sekarang sudah menjadi milik Seo Joohyun seutuhnya. Kau percaya padaku kan?” tanya Kyuhyun memastikan.

 

“aku percaya, tapi.. bisakah kau tunjukan ruangan khusus itu oppa? Aku ingin mengenal mendiang istrimu oppa. Bolehkah?”

 

“tentu saja boleh, kajja aku akan tunjukkan padamu.” Kyuhyun menggandeng tangan Seohyun menuju ruang bawah tanah tempat ia menyimpan semua kenangannya bersama Yoona. Jika kalian berpikir ruang bawah tanah itu lusuh dan berantakan. Maka kalian salah. Ruang bawah tanah di rumah Kyuhyun bahkan layaknya rumah kecil nan indah. Dimana ada satu ranjang dan lemari, serta berbagai barang – barang yang pernah Yoona pakai saat hidup bersama Kyuhyun.

 

“Yoona unnie cantik sekali ya..” ucap Seohyun sambil memegang salah satu frame Yoona bersama Kyuhyun yang sedang tertawa bahagia.

 

“ne, dia cantik dengan senyuman itu.” balas Kyuhyun. pria itu sama sekali tidak mengkhawatirkan tentang mungkin Seohyun yang akan cemburu padanya. Karena ia jelas tahu Seohyun adalah tipikal wanita dengan pembawaan yang dewasa.

 

Seohyun menyentuhkan tangannya pada permukaan lemari kaca. Tiba – tiba saja dirinya tertarik untuk membuka laci dan lemihat – lihat isinya. Ia menatap Kyuhyun meminta persetujuan pria itu setelah mendapat anggukan barulah Ia membuka laci itu. sebuah kotak terlihat tertutup rapat. Ia mengambil kotak itu dan membukanya secara perlahan. Tiba – tiba saja ingatannya kembali ke masa itu.

 

Flashback~

 

                “Hyunnie, lihatlah apa yang ku bawa ini?” terlihat seorang gadis kecil menunjukkan sesuatu pada adik perempuannya. Adik perempuannya terlihat antusias sekali.

 

“apa yang unnie bawa?” tanya adiknya. Gadis kecil itu menunjukkan tiga kalung dengan liontin berbeda.

 

“whoa neomu yeoppo.. unnie mendapatkan ini darimana?” tanya adiknya.

 

“tadi aku membantu seorang halmonie yang kesusahan membawa barang saat turun dari bis. Aku membantunya hingga pulang ke rumah. Dia memberiku banyak sekali uang. Dan aku membeli 3 kalung ini. aku yang berliontin bintang, kau bulan sabit dan adik manis kita yang matahari. Otte?”

 

“neomu joahae unnie,,” ujar adiknya berbinar.

 

“sini unnie pakaikan.”

 

Flashback end~

 

                “sayang, ada apa denganmu?” Kyuhyun terkejut ketika melihat tangan Seohyun bergetar hebat setelah menyentuh kalung itu. wajahnya memerah dan matanya berkaca – kaca.

 

“kalung itu..” gumam Seohyun tertahan.

 

‘terimakasih sayang, akhirnya kau menemukan kalung itu. sekarang aku bisa pergi dengan tenang. Selamat tinggal adikku sayang, selamat tinggal Kyuhyun oppa.’ gumam sebuah bayangan putih itu. dia adalah Yoona, rohnya yang tertahan karena sebuah rahasia besar yang belum terungkapkan. Namun semuanya sudah berakhir.

 

Pada kenyataannya Tuhan selalu memberikan jalan untuk sesuatu yang seharusnya diketahui oleh manusia. Meski melalui jalan yang sulit dan juga rumit.

 

“Yoona unnie,,” tubuh Seohyun merosot ke lantai dengan derai air mata yang begitu deras disertai rasa sakit dan juga rindu yang menjadi satu.

 

TBC/END???

 jangan lupa RCL readers saranghaeyo ❤ ❤

 

 

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

23 thoughts on “HIDDEN LOVE Part 17

  1. End?
    Jangan authour, ini masih terlalu dini, kalau nantik ngegantung.
    Tapi authour, kenapa ff ini begitu lama? Apa authour sangat sibuk? Aq sampai lupa part sebelumnya,
    Iya… aq menunggu chapther 18
    Authour semangat yak–
    Saranghe 💜💜

    Like

  2. Nasib seoma gak lari dari pernikahannya dengan kyupa kalau gak kyupa bakal nangiss..hahaha…jadi seoma sama yoona unnie adalah adik beradikk

    Like

  3. Ya ampunnnn kyuhyun so sweet bangettt…
    Walaupun dy pernah dimiliki seseorang di masa lalu tapi dy sekarang hanya milik seorang seo joohyun..
    Akhirnya rahasia itu terungkap juga..
    Mungkin memang takdir mereka harus seperti ini untuk menuju bahagia yg sebenernya..

    Plisss jangan end dulu..

    Like

  4. TBC aja…
    Yeyyy akhirnya seokyu nikah juga hehe pas kejadian di altar lucu deh ama pemikirannya seohyun yang di kiranya mau nikah ama minho terus di bilang gak mau nikah wkwk
    OMO!! Jadi seohyun sama yoona saudara’n? Bener bener gak nyangka…
    Next Fighting

    Like

  5. Jngn end dlu author…ni mash gntung…msh hrs da pnjelsan antra seonni+yoona kan mash jd rahsia biar kyuppa tw dl..ni ky semcem trun ranjang y jdinya…wakwaw…seokyu blm pny baby jg jd g seru ah…ni alurnya kcptan jd kesanya trburu2+mksa…mdh2n author nya sll dpt ide+inspirsi bwt lnjutin di part 18…hwaiting author…

    Like

  6. jgn end donggg masih pnasarann nihhh
    seruuu bgttt yeyyy akhirny seokyu nikah jga
    sbenerny yoona siapany seoma
    makin pnasarannn nihhhh
    smoga aj seoma cpt hamil yaaa
    lanjuttt neeee
    hwaitinggggg
    semangatttt

    Like

  7. Yoona kakanya seohyun ya, mereka blm sempet ketemu tapi yoona udah pergi jauh,, ngomong2 mereka bisa terpisah karna apa,, si kyu idenya gila juga untung seo gak kabur di hari pernikahannya lalo sampe kaburkan bisa kacau semua

    Like

  8. Ayo palli palli dilanjut.. ff ini dan one call awaynya ditunggu yaa.. terima kasih ffnya. Semangat nulisnya dan cepat dilanjut, arraso?

    Like

  9. Untung aja seohyun gak kabur waktu mau dinikahin.. Kyuhyun sih ada2 aja,, nikahin anak orang gak bilang sma yg mau dinikahin
    Itu seohyun punya hubungan ya sma yoona
    Lanjuuut. . Fighting!

    Like

  10. Aku baca lagi dari awal.. maaf yaa klo viewer meningkat tanpa disertai komen meningkat. Maaf 😔 betewe ini tak dilanjut kah? Udah lama lhoo…

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s