Posted in Cho Kyuhyun, married life, Romance, SAD, Seo Joohyun, Uncategorized

When I Fallin Love With You Part 2

Author                  : Lestari Choding.

Genre                   : Sad, romance, Married life

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                      : Annyeong^^ gw datang lagi yooo… 😀 😀 setelah berbulan – bulan ff ini ngandang difolder akhirnya keluar juga.. I am so sorry karena gw selalu kelupaan buat publish ff ini. Gw udah bisa nebak kalo ff ini pasti kagak ada yang toaakkk -_- tapi gpp, gw akan refresh lagi kok..

Oya ide ff ini mungkin udah bejibun, tapi gw berani sumpah kalo ini murni hasil pemikiran gw tanpa ada niat plagiat sedikitpun cerita orang lain.

Typo menjamur seperti biasa,,

ANTI SEOKYU, this is not your territorial so you have to go out now, kalo sekedar baca silakan. Lebih baik kalian nggak koment daripada komenan menyebalkan. -__-

Oke cuap – cuapnya segitu aja.. silakan dinikmati hidangannya. Wkwkwkw

 

Previous Part ⇒  Part 1

HAPPY READING

 

Bahkan aku selalu merasa ini semua adalah mimpi,

Bagaimana bisa kau lakukan ini padaku?

Tidakkah kau mencintaiku

                                                                Seohyun

 

Aku tidak tahu hatimu,

Apa yang sedang kau rasa dan bagaimana keadaanmu

Aku hanya ingin kau tahu,

Selalu ada aku disini untukmu

                                                                Kyuhyun

 

Let’s story begin

 

“maaf atas tingkah temanku yang kekanakan.” Gadis itu hanya mengangguk.

 

Gadis itu, Im Yoona, putri dari seorang dokter yang mempunyai sebuah rumah sakit diSeoul. Gadis pendiam yang berpacaran dengan seorang pelatih karate.     ia sama hebatnya dengan Kyuhyun. Punya otak cemerlang dan masa depan yang cerah. Hanya saja mereka sama – sama tidak beruntung dalam kisah asmara.

 

*****

 

‘Hyun, eomma dan appa ingin bertemu denganmu. Bisakah kau datang kerumah sepulang kuliah?’ sms dari mertuanya membuat Seohyun segera bergegas keluar dari kelasnya yang memang sudah habis. Hari ini ia hanya punya dua jam mata kuliah. Makanya ia segera keluar dan memanggi taksi.

 

Ia segera masuk kedalam taksi dan meminta sang supir mengantarnya kealamat mertuanya. Tak berapa lama taksi yang ia tumpangi sudah sampai dirumah mewah milik keluarga suaminya. Ia tidak tahu kenapa mertuanya menghubunginya disaat sang suami tidak ada disampingnya. Ia segera melangkah masuk kedalam rumah.

 

“kau sudah datang sayang.. duduklah.” Eomonimnya menyambutnya. Ia hanya mengangguk. Ayah mertuanya sudah berada disitu terlebih dahulu

 

“hyun, ada yang ingin kami bicarakan denganmu. Ini mengenai suamimu.” Tuan Jung menghela nafas. Ia merasa berat mengutarakan kalimat yang ia tebak pasti menghancurkan perasaan menantunya. Tapi ia bisa apa,

 

“ada apa appa?” Tanya Seohyun. Wanita itu juga merasa ada gelagat aneh dari kedua orang tua suaminya. Entahlah.. ia bukan cenayang yang bisa membaca pikiran.

 

 

“bukalah..” Tuan Jung menyerahkan amplop putih padanya. Dengan perlahan Seohyun membuka amplop putih itu. Matanya berkaca – kaca. Siapa wanita dalam foto ini? Kenapa ia berpose begitu mesra dengan suaminya?

 

“appa,, ini ?” seohyun menggumam tak begitu jelas.

 

“maafkan kami Seohyun-ahh.. kami tidak tahu jika Yonghwa menjalin hubungan dengan seorang wanita didalam pernikahan kalian. Kami juga sangat kecewa dengan sikapnya tapi kami bisa apa? Sebagai orang tua kami bahkan tidak tahu keberadaan putra kami.” Kalimat panjang kebar dari ayah mertuanya membuat ia terdiam.

 

“dia hanya mengirimkan foto itu dan berkas perceraian kalian. Ia juga sudah menandatangani berkas itu. Tinggal menunggu dirimu saja. Kami tidak bia memaksakan kehendakmu Seohyun. Kami tahu putra kami sangat pecundang. Kau boleh meninggalkannya jika kau mau.”

 

Air mata gadis itu mengucur begitu saja. Fakta bahwa suami yang selalu ia tunggu kedatangannya dirumah, suami yang selalu ia rindukan setiap malam bermaksud menceraikannya benar – benar merobek hatinya.

 

“tidak mungkin, Yonghwa oppa bukan orang yang seperti itu appa, aku yakin itu. Dia sangat mencintaiku. Tak mungkin ia meninggalkanku dengan cara seperti ini. Eomma, katakana padaku dimana Yonghwa oppa sekarang?” seohyun berteriak pada mertuanya.

 

Ia kalut, sangat kalut. Bagaimana bisa, bagaimana bisa ini terjadi? Serasa kekurangan oksigen, seohyun luruh begitu saja membuat pasangan paruh baya itu terkejut.

 

“seohyun-ahh.. sayang bangun..” gumaman dari eomma mertuanya menjadi hal terakhir yang ia terdengar sebelum ia sepenuhnya tak sadarkan diri.

 

 

*****

 

 

Seohyun telah terbangun, hal pertama yang ia lihat adalah ruangan bernuansa putih. Kamar milik suaminya. Aniya, sebentar lagi dia sudah menjadi mantan suaminya. Mengingat itu air matanya mengalir. Rasa sakit kembali menyergap hatinya. Benarkah pernikahan yang dijanjikan pria itu akan berakhir seperti ini?

 

 

Flashback~

 

“seohyun-ahh, maukah kau menikah denganku?” Tanya pria itu pada Seohyun, membuat Seohyun terdiam kaku seperti orang bodoh.

 

“tapi oppa, aku baru saja lulus SMA. Tidakkah itu terlalu muda, kau bahkan baru berumur 20tahun. Bagaimana dengan keluarga kita?” Tanya Seohyun beruntun yang hanya ditanggapi enyuman oleh kekasihnya.

 

“memangnya kenapa kalau kita masih muda. Kita hanya menikah dengan diketahui oleh keluarga saja. Sebelum umurmu 20tahun aku tidak akan menyentuhmu. Yang kuingin hanya aku bisa melihatmu setiap hari. Tidak lucu kan jika aku berkelahi dengan appamu karena anak gadisnya kucuri setiap hari?” jawaban Yonghwa membuat pipi Seohyun memerah bagai kepiting rebus.


“oppa, jangan menggodaku.” Rajuk Seohyun. Yonghwa makin tertawa.


“aku bahkan sudah memberi tahu keluarga kita tentang rencana pernikahan kita. Dan mereka setuju. Tinggal bagaimana denganmu.”


“jika aku menolak?” Seohyun coba goda kekasihnya balik.

 

“tak masalah, setelah kau meninggalkan tempat ini kau akan mendengar berita bahwa Putra dari Tuan Jung tewas terjatuh dari atap gedung karena lamarannya baru saja ditolak kekasihnya.” Jawabnya enteng.

 

“yaakk, kau berencana bunuh diri eoh?” teriak Seohyun.

 

“ya, jika sampai kau menolak lamaranku kupastikan itu terjadi.”


“dasar menyebalkan.”

 

“tapi kau cinta padaku kan? Seohyun-ahh, tatap aku.” Yonghwa menarik pipi kanan gadisnya supaya menatapnya.

 

“mungkin kita memang masih muda, masih banyak yang ingin kita lakukan diluar sana. Tapi sungguh, aku bahagia hanya denganmu. Aku sangat merasa lengkap saat bersamamu. Tak peduli yang lebih baik darimu banyak. Jika aku hanya nyaman denganmu. Maka aku hanya akan  memilihmu. Aku janji, setelah menikah aku akan menjadi suami yang baik, suami yang bisa kau peluk setiap hari dan suami yang akan melengkapi kekuranganmu.” Seohyun berusaha mencari kebohongan dari manic mata kekasihnya, tapi nihil. Ia sama sekali tak menemukan kebohongan itu, yang ia dapatkan hanyalah ketulusan dan cinta.

Tiba  – tiba saja ia mengalungkan tangannya pada leher kekasihnya dan berjinjit mencium bibir kekasihnya dengan penuh cinta. Hanya sebentar dan membuatnya merasa panas diwajahnya.

 

“itu jawabanku oppa.”

 

“gomawo sayang.”


Flashback end

 

Setetes air mata kembali menggenang dipipinya. Apakah ia sanggup hidup tanpa suaminya. Hampir setahun dirinya sangat bergantung pada pria itu. Baru 3 bulan terakhir ia benar – benar diuji dengan tingkah suaminya yang bahkan tak ia mengerti sama sekali.

 

“kau sudah bangun sayang?” sebuah suara membuyarkan lamunannya. Ia menoleh dan mendapati ibu mertuanya tengah menatapnya penuh kasih.

 

“seohyun-ahh.. maafkan putra eomma. Kami benar – benar tidak pernah menyangka semua akan serumit ini. Eomma tidak akan melarang jika kau memang ingin menandatangani berkas itu. Mungkin putra eomma bukan jodoh yang tepat untukmu.

 

“Kami tidak akan memintamu bertahan dengan Yonghwa, hatimu pasti sangat terluka. Dan setelah perceraian kalian selesai kami akan pergi keJerman. Sebuah perusahaan besar tengah bekerja sama dengan appamu. Kami tidak akan mencarinya.” Seohyun coba resapi kata demi kata yang diungkapkan oleh ibu mertuanya.

 

Meski hatinya benar – benar sesak seolah bongkahan batu tersangkut ditenggorokannya, ia bisa menangkap apa yang diinginkan oleh ibu mertuanya.

 

Ibunya ingin dirinya berpisah dengan putranya, ibunya ingin ia berpisah dengan suaminya Jung YongHwa.

 

“bagaimana jika aku menunggunya saja eomma.. tak apa aku harus menunggu sampai ia bosan dengan wanita itu. Sungguh,, aku akan. Aku” semuanya perkataannya tersendat karena menahan air mata untuk tak jatuh membasahi pipinya lagi.

 

Ibu mertuanya menggenggam erat kedua tangannya. Seolah memberi kekuatan pada anak menantunya. Beliau sangat merasa bersalah dengan Seohyun. Harusnya ia jujur saja dan Seohyun tak akan mungkin sesakit ini. Melihat Seohyun terus menangis membuat hati wanita paruh baya itu teriris.

 

“tidak sayang, jangan bertahan untuk pria yang seperti itu. Carilah jodohmu. Meskipun dia anak eomma, eomma tak akan membiarkan ia terus menyakitimu. Kau cantik, pintar dan ramah. Eomma yakin banyak pria diluar sana yang ingin menjadi pendampingmu. Tinggalkan YongHwa..”

 

“tapi eomma aku.. bagaimana jika aku hanya mencintai YongHwa oppa?” Tanya Seohyun lirih. Ia menatap mata mertuanya seolah ia adalah anak kecil yang kehilangan mainannya.

 

“tidak sayang, jangan seperti itu.. istirahatlah. Eomma sudah menghubungi eomma dan appamu. Mereka akan kemari besok menjemputmu. Setelah kau pergi dari sini. Rumah ini akan kami tinggalkan untuk waktu yang lama. Alangkah baiknya kau mulai hidup barumu Seohyun-ahh.. eomma keluar dulu.”

 

Ibu mertuanya mengecup keningnya sebelum ia benar – benar meninggalkan Seohyun dikamarnya.

.

.

.

“bagaimana, kau sudah menjelaskannya bukan?” Tanya suaminya. Ia baru saja sampai dikamarnya sendiri. Nyonya Jung tampak frustasi. Ia banyak memendam luka karena keinginan gila putranya.

 

“sudah, aku bahkan berusaha keras tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Kau tahu yeobo.. dia mendengarkanku sambil menangis. Aku ingin sekali mengatakn yang sebenarnya. Apa kau sudah member tahu orang tua Seohyun?” Tanya Nyonya Jung pada suaminya.

 

“sudah,, aku mengatakan yang sebenarnya dan menyuruh mereka pura – pura tidak tahu akan masalah itu. Mereka juga akan menjenguk YongHwa sehari setelah kita berangkat keJerman.” Jelas suaminya. Tak berapa lama ponsel Tuan Jung berdering. Ia segera mengambil ponselnya.

 

“yoboseyo appa, apa kau sudah melakukannya.” Tanya seorang diseberang, Jung YongHwa putranya sendiri.

 

“bukan aku yang melakukannya YongHwa-ah, tapi eommamu. Bicaralah dengannya saja.” Tuan Jung memberikan ponselnya kepada istrinya.

 

“yoboseyo eomma..”

 

“Yonghwa-ya, bagaimana kau bisa setega ini pada istrimu eoh? Kau tak tahu seberapa frustasinya dia dengan segala kebohonganmu eoh? Eomma tak tahan Yonghwa-ya, rasanya eomma ingin mengatak yang sejujurnya pada istrimu.” Nyonya Jung menumpahkan segala kesedihannya pada putra ssatu – satunya itu. Bagaimanapun juga putranya harus tahu bahwa tindakannya ini sangat salah.

 

Meninggalkan istrinya dengan kebohongan murahan? Astaga picisan sekali dirimu Tuan Jung.

 

“eomma, eomma kan sudah berjanji padaku. bagaimana bisa emma mau mengatakan hal itu padanya eoh.. aku terluka.” Rajuk Yonghwa. Pria itu tahu, meskipun ia bersalah apapun eommanya tidak akan tinggal diam saja ketika ia mulai mengatakan bahwa dirinya sakit atau terluka.

 

“astaga Yong-ahh, kau baik – baik saja?” Tanya Nyonya Jung panic. Diseberang Yonghwa tersenyum kecil. Meski ia harus merelakan pernikahannya kandas ditengah jalan tak apa. Asal eommanya selalu disampingnya ia akan berusaha lebih kuat.

 

“ani, aniya.. eomma dan appa cepatlah kemari. Aku bosan sendirian. Dan lagi, kenapa kau mengirimkan suster kejam itu padaku eoh, eomma tidak tahu saja kalau dia selalu mengomel padaku. membuatku bosan saja.” Sungut Yonghwa.

 

“suster Park itu cocok untukmu Yonghwa-ya, kau pasti akan menolak jika itu orang lain. Tapi dengannya eomma percaya kau pasti mengalah padanya.” Nyonya Jung menjawab.

 

“ya ya baiklah, kapan eomma kesini?” tanyanya.

 

“Lusa eomma dan appa baru akan pergi, kami sudah membeli tiket keJerman. Dan eomma dan appa Seohyun juga akan ikut menjengukmu. Jadi kami memutuskan untuk  pergi bersama.”

 

“jika kalian semua kesini siapa yang akan menjaga Seohyun?” Tanya Yonghwa tanpa sadar dengan suara agak tinggi.

 

“kau akan bercerai dengannya kenapa juga masih mempedulikannya. Cukup jaga kesehatanmu saja. Eomma yakin Seohyun pasti bisa menjaga dirinya sendiri. Sudah dulu.” Panggilan ditutup sepihak oleh Nyonya Jung.

 

Ia mendudukkan dirinya dipinggiran ranjang disamping suaminya. Ia merasa penat sekali. Tangan kanannya mengusap pelipisnya. Tanda bahwa ia sedang tertekan suatu beban.

 

“bagaimana bisa anak yang kulahirkan bisa menjadi pengecut seperti itu yeobo? Aku sungguh tak tega dengan menantu kita.” Ucapnya parau. Suaminya berusaha menenangkannya dengan pelukan hangat.

 

“kita tetap harus melakukannya yeobo.”

 

 

*****

 

Setelah mengobrol dengan eommanya panjang lebar Yonghwa sama sekali tidak bisa tidur. Ia tahu seberapa gila hal yang ia lakukan. Tapi ia yakin jika semua ini untuk kebaikan Seohyun. Tidak hanya eommanya saja yang terluka, tidak hanya Seohyun, dirinya bahkan sangat sangat terluka dengan pilihan paling bodoh yang pernah dipilihnya.

 

 

“semoga kau selalu bahagia Seohyun-ahh,” ia tertidur dengan memeluk foto pernikahan mereka.

 

 

*****

 

 

Kyuhyun menatap keluar jendela. Malam ini Seoul terlihat lebih gelap dari biasanya. Ia melirik arloji ditangannya. Pukul 23.00, orang normal pasti sudah terlelap dengan mimpi – mimpi indahnya. Tapi tidak dengan Kyuhyun. pria itu bahkan masih sangat segar untuk dikatakan pada malam hari. Tak ada raut wajah mengantuk yang terlihat.

 

Bukan tanpa alasan ia tidak tidur. Lebih tepatnya ia tidak bisa tidur. Ia terus memikirkan Seohyun. Yaa gadis itu. Sejak ia melihatnya dikampus tadi pagi Kyuhyun sama sekali tak bisa berhenti memikirkan gadis itu. Bagaimana senyum terpaksanya untuk menutupi fakta bahwa dirinya sebenarnya menyimpan sesuatu yang Kyuhyun tak tahu.

CWCeDvUb_400x400.jpg

 

Ia mengambil frame kecil yang ia letakkan dimejanya. Foto Seohyun yang ia curi dari akun pribadinya. Hahaha,, Kyuhyun benar – benar pecundang kan? Sekedar menyapa saja enggan, tapi diam – diam mencuri fotonya.

 

Ponselnya berdering, ia merasa aneh siapa yang berani menghubunginya tengah malam begini. Ia ambil ponsel dan tanpa melihat ia segera mengangkatnya.

 

“yoboseyo..”

 

“Cho Kyuhyun.. hug,,” Kyuhyun mengerutkan keningnya. Bukankah ini suara sahabatnya Sooyoung? Tapi kenapa suaranya seperti orang mabuk? Apakah ia..

 

“Sooyoung-ah, kau mabuk eoh?” Tanya Kyuhyun, terdengar suara tawa Sooyoung. Membuat Kyuhyun makin tidak mengerti.

 

“kenapa kau sangat memahamiku Kyuhyun.. hug,, apa kau hug,, menyukaiku? Hug.. ahh tapi tidak mungkin juga yah aha hug..” suara Sooyoung terdengar seperti orang yang putus asa.

 

“Youngi, kau dimana sekarang? Aku akan menjemputmu.”

 

“kau hug, mau menjemputku hug? Tidak usah Kyuhyun hug.. aku masih bisa berjalan dengan baik. Kau tahu aku bahkan sedang berkendara sekarang haha hug.. astaga.. kenapa kepalaku pening sekali?” Sooyoung terus saja berceloteh membuat Kyuhyun benar – benar cemas. Bagaimana bisa orang mabuk berkendara ditengah malam seperti ini? Apalagi seorang wanita

 

Ditengah kegamangan hatinya. Kyuhyun mendengar suara benturan keras yang memekakan telinga. Jantungnya berdebar kencang sekali. Ia takut, takut terjadi apa – apa pada sahabatnya.

 

“Sooyoung-ah kau dengar aku? Sooyoung-ah jawab aku.” Teriak Kyuhyun.

 

“Kyuhyun-ah,, tolong aku..” gumam Sooyoung disisa – sisa kesadaran yang ia miliki.

 

“kau dimana Sooyoung? Cepat katakan padaku.” ia segera menyambar jaket yang tergantung dihanger dan kunci mobil dinakas.

 

“mollayo Kyuhyun..” panggilan terputus sepihak. Membuat Kyuhyun benar – benar cemas. Ia segera mengaktifkan GPS nya. Ia pasti bisa menemukan Sooyoung dengan bantuan GPS dari ponselnya.

 

Belum ada setengah jam Kyuhyun sudah berhasil menemukan Sooyoung dan mobilnya. Gadis itu berada dijalan yang sepi. Tentu saja ini tengah malam. Mobilnya menabrak pembatas jalan. Ia segera keluar dari mobil dan berusaha mengeluarkan Sooyoung dari mobilnya. Tidak ada seorangpun yang melintas dijalan itu. Membuat Kyuhyun terpaksa memecahkan kaca mobilnya dengan lengannya. Ia tak peduli meski lengannya berdarah dan terasa ngilu. Yang penting ia bisa menyelamatkan sahabatnya.

 

“sooyoung-ahh,, ireona.. ini aku Kyuhyun.” Kyuhyun berusaha menepuk pipi kiri gadis itu. Tapi gadis itu tetap bergeming. Banyak darah yang mengalir dari kepala Sooyoung. Dengan cepat Kyuhyun mengangkat tubuh gadis itu keluar dari mobil menuju mobilnya.

 

“bertahanlah Sooyong-ahh kita akan segera kerumah sakit.”

 

 

*****

 

 

Dengan cemas Kyuhyun menanti dokter yang menangangi Sooyoung.. seperti setrika Kyuhyun bolak – balik. Tapi dokter itu tidak kunjung keluar. Akhirnya setelah menunggu cukup lama dokter keluar dari ruangan Sooyoung.

 

“bagaimana keadaan teman saya dok, dia baik – baik saja kan?” Kyuhyun menatap khawatir pada dokter,

 

“teman anda dalam kondisi kritis. Selain lukanya karena kecelakaan ia juga mempunyai penyakit usus buntu yang parah. Karena dari pemeriksaan yang saya lakukan teman anda baru saja mengkonsumsi minuman alcohol dalam jumlah banyak.”

 

“lakukan yang terbaik untuknya dokter kumohon selamatkan temanku.”

 

“kami akan segera melakukan tindakan operasi pada ususnya. Tapi kami harus mempunyai persetujuan dari walinya. Bisakah anda menghubungi orang tuanya?” Kyuhyun tampak berpikir. Selama ia mengenal Sooyoung. Ia bahkan belum pernah bertemu langsung dengan kedua orang tuanya Sooyoung.

 

“biar saya yang menjadi walinya. Orang tuanya sedang diluar negri.” Kyuhyun mengajukan diri.

 

“baiklah anda harus segera menyelesaikan administrasi. Besok pagi kami akan segera melakukan tindakan operasi pada pasien. Kami permisi.” Dokter itu membungkukkan badan lalu segera pergi. Kyuhyun memasuki ruang rawat Sooyoung. Entah apa yang dipikirkan gadis berkaki jenjang itu hingga ia mabuk – mabukkan.

 

“Sooyoung-ahh, ada apa denganmu eoh? Kenapa kau seperti ini?” gumam Kyuhyun lirih. Ia memutuskan untuk menunggu Sooyoung dirumah sakit. Ia tak mungkin meninggalkan gadis itu seorang diri kan. Ia bukan pria setega itu.

 

 

*****

 

 

Matahari pagi mulai menebarkan sinar hangatnya. Tampak seorang pria terduduk diranjang dengan bersandarkan dashboard. Ia menatap sekeliling. Sejujurnya ia merasa bosan selalu ada diruangan ini. Tapi ia tak punya pilihan lain. Seorang gadis memasuki kamarnya membuat pria itu menoleh.

 

“guten morgen Herr.. kau sudah bangun rupanya.” Sapa gadis itu riang.

 

“kau tidak cocok mengatakan dengan bahasa jerman. Dialekmu merusak frase.” Ucapan sinis pria itu hanya membuat gadis yang baru saja dia hina tertawa. Pria itu yang tak lain Yonghwa merasa geram. Apakah gadis itu mengira dirinya sedang melucu begitu? -_-

 

“kau lucu rabbit, kenapa kau tidak ikut mendaftar menjadi comica?” gurau gadis itu, Shin Hye.

 

“kau kira aku badut eoh?”

 

“yang mengatakan kau badut siapa sih, itukan persepsimu sendiri. Aku tidak mengatakannya. Ini waktunya kau sarapan dan minum obat.” Kata gadis itu tenang berusaha tidak terpengaruh dengan segala sikap menyebalkan seseorang yang sejatinya orang yang harus dirawatnya.

 

“aku tidak mau. Kau saja yang minum.” Tolak Yonghwa mentah – mentah.

 

“ yaa,, kau mau aku mencabuti bulu dikakimu seperti kemarin eoh? Kau mau?” teriak Shin Hye. Jika gadis itu sudah merasa kesal dengan Yonghwa ia pasti mengeluarkan jurus yang sangat ditakuti Yonghwa. Yonghwa menatapnya tidak suka.

 

“buka mulutmu.” Perintah Shin Hye. YongHwa menurut.

 

“anak pintar..” puji Shin Hye, YongHwa hanya termangu ketika gadis itu mengelus pelan puncak kepalanya. Shin Hye pun sama. Jantungnya berdetak kencang sekali hingga ia takut YongHwa akan mendengarnya.

 

“baiklah selesai.. istirahatlah aku mau mengembalikan ini dulu. Janga menggerutu lagi.” Kata Shin Hye riang berusaha menutupi rasa gugupnya.

 

 

*****

 

Seohyun menatap kedua mertuanya dengan pandangan sendu. Ibu mertuanya tampak sedih terlihat dari matanya yang bengkak. Ia akan pamit dan meninggalkan rumah orang tua suaminya. Tidak ada lagi yang bisa ia lakukan disini. Dengan senyum paksa ia memeluk ibu mertuanya.

 

“mianhae eomma, jika selama menjadi menantumu aku selalu berbuat salah dan tidak sopan. Mian sudah membuat YongHwa oppa tidak betah hidup denganku dan memutuskan pergi. Mian eomma mian.” Seohyun menangis pilu dipelukan ibu mertuanya. Ibu mertuanya memeluknya erat.

 

“aniya Seohyun-ahh, bukan kau yang salah. YongHwa yang bodoh meninggalkanmu. Ikhlaskan perceraian ini Seohyun, meskipun kau sudah bercerai dengan YongHwa kami tetap menganggapmu sebagai putri kami. Jangan sungkan menghubungi kami. Dan.. carilah pengganti YongHwa..” ibu mertuanya nampak enggan mengucapkan kalimat terakhirnya.

 

Seohyun mendongak menatap wanita yang telah melahirkan pria yang menjadi suaminya. Bagaimana mungkin ibu mertuanya menyuruh dirinya mencari pengganti anaknya eoh.. ia mencibir dalam hati. Bukankah semua orang menjadi gila sekarang.

 

“aku pergi dulu eomma, annyeong..”

 

“hati – hati Seohyun..” kali ini ayah mertuanya mengeluarkan kalimatnya setelah sekian lama ia memilih diam dan jadi penonton yang baik. Seohyun berlari memeluk ayah mertuanya untuk terakhir kali sebagai menantu.

 

“appa,, hikss, appa.. aku tak ingin seperti ini appa, aku ingin berada disisi kalian sampai kami tua. Kenapa YongHwa oppa tega melakukan ini padaku appa.. bisakah kau jelaskan semua ini appa.. aku tidak tahan lagi.” Seohyun terisak dipelukan ayah mertuanya.

 

Tuan Jung tidak tahu bahwa berpisah dengan orang yang sudah disayanginya menyakitkan seperti ini. Lalu bagaimana anaknya bisa sekuat itu melepaskan Seohyun yang sudah menjadi istrinya seperti ini?  Tidak ada yang bisa Tuan Jung lakukan selain mencoba menenangkan Seohyun yang sudah ia anggap putrinya sendiri.

 

“appa juga tidak tahu Seohyun-ahh, tapi kau harus tahu satu hal. Meskipun kau bukan istri YongHwa lagi.. kami masih menganggapmu sebagai putri kami sendiri. Kami tidak akan melupakanmu.” Ucapan Tuan Jung benar. Ia tidak akan melupakan Seohyun meski nanti gadis itu bukan lagi istri dari anak laki – lakinya. Seohyun menatap Tuan Jung berkaca – kaca.

 

“jangan menangis sayang, appa bisa habis dipukul appamu nanti.. hapus airmatamu.” Tuan Jung coba kuatkan Seohyun. Meski hatinya sendiri juga teriris.

 

“aku mencintai kalian eomma appa..” Seohyun lepaskan pelukan ayah mertuanya dan menggeret kopernya keluar dar kediaman milik suami – ani mantan suaminya yang benar.

 

‘selamat tinggal YongHwa oppa, aku mencintaimu.’ Gumam Seohyun dalam hati.

 

 

*****

 

 

“sooyoung, kau sudah sadar?” setelah operasi yang menghabiskan waktu dua jam akhirnya Sooyoung sadar. Ia menatap sekitar.

 

“aku dimana?” suaranya serak.

 

“kau dirumah sakit Sooyoung-ahh,, sebentar kupanggilkan dokter untukmu dulu.” Kyuhyun beranjak untuk memanggil dokter agar memeriksa keadaan Sooyoung.

 

“bagaimana keadaan teman saya dokter?” Tanya Kyuhyun setelah dokter memeriksanya.

 

“keadaan pasien berangsur membaik. Hanya saja tolong jangan biarkan dia berpikir terlalu keras. Hal itu dapat mengganggu proses penyembuhan pasien.” Jelas dokter tersebut.

 

“baiklah dokter khamsahamnida..” Kyuhyun membungkuk sopan sebelum dokter itu pergi.

 

Kyuhyun  kembali menemui Sooyoung diruangannya. Ia menatap gadis itu penuh Tanya. Sooyoung juga tampak menatapnya bingung.

 

“apa yang terjadi padaku?” Tanya gadis itu.

 

 

“apa yang kau lakukan?” Kyuhyun balik bertanya.

 

“kau mabuk – mabukkan seorang diri padahal kau adalah seorang gadis. Ditambah lagi kau punya masalah dengan ususmu. Kau ingin bunuh diri secara perlahan?” Kyuhyun memarahi Sooyoung. Gadis itu hanya tersenyum. Ternyata didunia ini masih ada yang peduli padanya. Orangtuanya saja tidak peduli padanya. Ia bersyukur mengenal pria sedingin es itu.

 

“kukira kau hanyalah pria dingin.” gurau Sooyoung. Kyuhyun menatap gadis itu heran.

 

“sebenarnya ada pada denganmu Sooyoung-ahh, kau bisa berbagi masalahmu padaku. jangan menyiksa dirimu seperti ini.” Tanya Kyuhyun tulus. Sooyoung menatapnya sendu kemudian tetesan air mata mulai jatuh membasahi kedua pipinya. Kyuhyun sama sekali tidak tega dengan gadis itu. Mungkin benar yang dikatakan Sooyoung jika dirinya adalah pria dingin. meskipun begitu Kyuhyun paling tidak tega melihat seorang gadis menangis dan terluka.

 

Gadis itu sama sekali tak menjawab apapun. Kyuhyun menyerah. Ia tak akan memaksa gadis itu membuka mulut untuk menjawab pertanyaannya. Mungkin saja ia sedang bermasalah dengan keluarganya. Kyuhyun mendekati tubuh Sooyoung yang bersandar diranjang. Ia peluk Sooyoung agar gadis itu tak merasa sedih dan kesepian.

 

“gwenchana, jika kau tak ingin membaginya bersamaku tak apa.. sudah jangan menangis lagi..”

 

tbc

jangan lupa RCL yaa readers sayanggggg ♥♥♥

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

29 thoughts on “When I Fallin Love With You Part 2

  1. hohohooo,,,1 yg psti klo yonghwa psti trkena penyakit yg sangat parah n aq udah bisa ngire k depannya alur nya akn sperti ap,,kkkkk

    Like

  2. yeyy seoma cerai trus bisa deh sma kyupaa
    lanjut neee
    yonghwa knapa ceraiin seoma
    psti nnt sama shinhye kan hehehe
    daebakkkk

    Like

  3. aduh, biasanya ak gak baca lagi ff seokyu yg pihak ketiganya yonghwa, karena gak tega liat yong oppa tersakiti, tp karena d sini ada shinhye onni, jadi gpp deh, tp nanti setelah seokyu sudah bersama jangan buat yong ingin kembali ke seo, tetep yong harus sama shinhye onni, hehe dan seokyu tetap bersama, biar donghae aja yg ganggu seokyu, hehe itu harapanku aja, terserah author mau nulis jalan ceritanya gimana yg penting seokyu happy,, hehe ,,

    oh ya d tunggu juga kelanjutan one call away nya,,
    fighting buat authornya,,

    Like

  4. Yong sakit parah blm tentu meninggalkan tp knp dia lgsg mutusin cerai ama seo? Nti kl sembuh gmn, mw balikan ama seo?? Mgkn akan seo udh ama kyu. Yg ada penyesalan slalu dtg di akhir

    Like

  5. Ehhh aku kira seokyu emang udah bersatu disini ehh ternyata salah dugaan dehh.aduh aduhh..gimana yaa kelanjutanya..wahh yong sakit apa tuhh..emang seokyu nanti bersatukah..atau gimana yaa.okey dehh ditunggu yaa fighting

    Like

  6. Sebenernya gak rela kalo seohyun itu janda,, masa iya sih kyuhyun dapet janda -_- tp gak papa lah, terserah authornya hehe 😀 Lanjuuut. . Fighting!

    Like

  7. Pnjang kah ni ff….jgn mpe sooyoung mmpersulit kyuppa y…sjjurya g sk da orng ke3 gt….heeee….smngt bwt author…ditunggu next part nya…

    Like

  8. Ceritanya seru dan ok bnget.
    jadi seo dan yonghwa menikah muda. Seo ngak tau kalau yonghwa sedang sakit sehingga membuat kedua orang tua seo dan yonghwa membuat seolah yonghwa sdng berselingkuh dgn wanita lain. Kyu oppa naksir seo nih.chingu di tunggu part slnjutanya

    Like

  9. hmmmm yonghwa lagi sakit ya…
    bagus deh mereka cerai biar seo sama kyu aja…
    hahahahahahaha
    ditunggu kelanjutannya thor…
    n kelanjutan ff yang lainnya
    hehehehe

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s