Posted in Cho Kyuhyun, Romance, SAD, Seo Joohyun

PHOTOGRAPH

Author                  : Lestari Choding

Genre                   : sad, romance

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Oneshoot

Note                      : Annyeong^^ Lestari comeback. Maaf ya buat yang nunggu hidden love.. ane belum nyiapin itu sama sekali. lagi buntu banget ni otak buat mikir. XD XD ,, one call away juga sama. Ada idenya tapi tangan belum mau ngetik itu. Untuk yang lain nunggu mood membaik aja ye 😀 😀

Ff ini onsehoot terinspirasi dari judul lagu Ed Sheeran Photograph.. pada tahu kan? Yaah lima puluh persen ff ini adalah pengalaman pribadi gw yang gw campur dengan imajinasi gw. Yang mana yang real yang mana yang kagak, kalian kagak perlu gw kasih tau yee, yang pasti ide ini berdasarkan pengalaman pribadi gw.. XD XD

Typo selalu ada.. gw nggak pake kaca pembesar makanya masih ninggalin typo kekeke..

Anti Seokyu this is not your territorial so, you have to go out from here. Jangan ngambah kalo bikin masalah.

 

HAPPY READING

 

Percaya atau tidak tapi aku memang merindukanmu…

Percaya atau tidak tapi aku memang merasa bersalah…

Dan percaya atau tidak aku merasa ingin kembali

Pada masa itu..

Masa dimana perhatian posesivemu hanya padaku..

Masa dimana hati dan cintamu memang hanya padaku..

Masa dimana pelukan dan suaramu adalah obat kesedihanku..

Tapi aku tidak memilikinya..

Kesempatan untuk kembali pada seseorang yang tulus mencintaiku..

 

PHOTOGRAPH

 

Loving can hurt, loving can hurt sometimes
Mencintai bisa menyakitkan, mencintai terkadang bisa menyakitkan

But it’s the only thing that I know
Tapi itulah satu-satunya yang kutahu

 

Seorang pria tampak mencium paksa kekasihnya meski ia tahu kekasihnya sama sekali tidak dalam mood yang baik. Pria itu, Cho Kyuhyun. dirinya baru saja menarik kekasihnya ke dalam gudang setelah bel pulang berbunyi. Hanya karena rasa cemburu yang berlebih ketika dirinya tidak sengaja melihat Seohyun duduk bersama Donghae dikelasnya.

 

“hentikan Kyu.. kumohon..” pinta Seohyun lirih. Wajahnya sudah basah akan air mata ketika Kyuhyun terus berusaha memaksanya membalas pagutan bibir pria itu. Tak lama kemudian Kyuhyun lepaskan rengkuhan erat itu dari Seohyun. Nafas yang memburu terdengar dari Kyuhyun. pria itu melakukannya dengan penuh emosi hingga tanpa sadar Ia menggigit bibir Seohyun hingga bibir gadis itu berdarah.

 

“kau tahu apa kesalahanmu?” tanya Kyuhyun datar, ia melirik sebentar luka kecil disudut bibir kekasihnya. Ia terkejut, apakah ia sudah melukai kekasihnya?

 

“aku hanya meminta bantuan Donghae menjelaskan soal tidak lebih.” Jawab Seohyun dengan suara parau. Ia berbicara sambil menangis.

 

“kenapa harus meminta bantuan darinya hah? Apa kau pikir kekasihmu sangatlah tolol begitu. Ahh ya bukankah aku tolol? Aku bisa apa memangnya.. hahaha” Kyuhyun tertawa begitu keras. Bukan tawa gembira melainkan tawa yang penuh kepura – puraan untuk menutupi rasa kecewanya.

 

Kyuhyun adalah pria kaya nan cerdas. Dia dan Seohyun tidak dalam kelas yang sama. Itulah yang membuat Kyuhyun selalu bersikap posesive pada Seohyun. Ia sangat mencintai gadis itu hingga sesentipun ia tak akan membiarkan kekasihnya dekat dengan namja manapun. Tidak, karena milik Kyuhyun hanya untuk Kyuhyun dan bukanlah untuk orang lain.

 

“Kyu aku tidak bermaksud.. sungguh..” Seohyun menyerah. Biar bagaimanapun ia juga mencintai pria posesive ini sangat dalam. Meski tanpa pria itu sadari dia melukai Seohyun banyak sekali. Seohyun menyerah dan memegang lengan pria itu agar pria itu mau melihatnya.

 

“kau tahu Seohyun. Aku sangat mencintaimu. Bahkan lebih dari yang kau pikirkan. Jangan buat aku marah lagi Seohyun. Kau jelas tahu apa yang akan kulakukan padamu. Sungguh aku tak ingin bersikap kasar padamu.” Kata Kyuhyun lembut. Tatapan mata Kyuhyun pun sudah kembali menjadi hangat seperti biasanya. Seohyun memeluk erat Kyuhyun. ia tahu kekasihnya tak mungkin menyakitinya jika ia tidak membuat masalah dengannya.

 

“aku tahu Kyu, dan aku sangat mencintaimu juga.” Balas Seohyun. Kyuhyun lepaskan pelukan Seohyun membuat gadis itu merengut manja. Kyuhyun tersenyum kecil. Inilah kekasihnya, gadis cantik yang suka merengek seperti anak kecil. Padahal usianya sudah delapan belas tahun.

 

“bibirmu berdarah sayang? Pasti sakit sekali.” gumam Kyuhyun sambil menyentuh luka disudut bibir Seohyun. Gadis itu meringis saat merasakan nyeri. Kyuhyun segera membuka tasnya dan mengambil antiseptic yang selalu dibawanya kemana – mana. Dengan hati – hati ia obati luka Seohyun setelah selesai Kyuhyun kecup sebentar bibir itu.

 

“aku akan mengantarmu pulang, ayo..” Seohyun menerima uluran tangan Kyuhyun. meski tadi mereka bertengkar hingga bibir Seohyun terluka. Tapi mereka terlihat baik – baik saja seolah hal tadi tidak pernah terjadi sama sekali.

 

PHOTOGRAHPH

When it gets hard, you know it can get hard sometimes
Saat keadaan terasa sulit, kau tahu kadang keadaan bisa sulit

It is the only thing that makes us feel alive
Inilah satu-satunya yang membuat kita merasa hidup

 

Seohyun masuk kelas seperti biasanya. Kyuhyun mengantar Seohyun hingga depan kelasnya. Mereka terlihat seperti pasangan normal lainnya. Tanpa diketahui mereka seorang pria menatap dengan pandangan tidak suka. Dia adalah Lee Donghae, teman sekelas Seohyun. Ia sudah lama menyukai gadis itu. Tapi karena ia tidak berani mengungkapkannya, Kyuhyunlah yang mendahuluinya. Dan perlu diketahui Donghae maupun Kyuhyun adalah rival dalam segala hal.

 

“aku ke kelas dulu ya, nanti sepulang sekolah tunggu aku arrachi?” Seohyun mengangguk mendengar petuah dari kekasihnya.

 

“saranghae.” Ucap Kyuhyun. beberapa gadis yang mendengarnya kecewa. Mereka memang tahu Kyuhyun berpacaran dengan Seohyun. Tapi tetap saja hati mereka sakit ketika Kyuhyun selalu bersikap mesra dihadapan mereka.

 

“nado, pergilah.. kau mau aku dibunuh mereka.” bisik Seohyun, Kyuhyun terkekeh mendengarnya.

 

“baiklah jaga dirimu. Dan ingat! Jangan dekat – dekat dengan Donghae lagi. Karena aku tak pernah menyukainya.” Tegasnya. Seohyun mengangguk patuh.

 

“sudah pergi sana.. kelas sudah mau mulai tahu.” Kyuhyun mengacak rambutnya sebentar kemudian berjalan menjauh meninggalkan Seohyun dan menuju kelasnya.

 

“pagi Seohyun..” sapa Donghae.

 

“pagi juga Donghae-yaa.” Donghae memperhatikan wajah Seohyun yang sedikit berbeda hari ini. Bibir Seohyun terluka. Ia segera bangkit untuk memastikannya.

 

“ini, ada apa denganmu Seohyun? Bagaimana bisa?” Donghae menyentuh lembut wajah Seohyun. Namun gadis itu tak membiarkannya begitu saja. Ia tidak mau Kyuhyun salah paham dengan dirinya dan Donghae.

 

“gwenchana, kemarin aku tak sengaja menggaruknya terlalu kencang saat terasa gatal. Kau tak perlu khawatir padaku.”

 

“jinjja?” tanya Donghae serius. Seohyun hanya tersenyum kemudian duduk dikursinya sendiri

 

~~

 

Kyuhyun nampak memilih buku diperpustakaan. Ia mendapat tugas mengumpulkan materi pelajaran Kimia dan harus jadi dalam kurun waktu dua hari. Maka dari itu pria itu sama sekali tak menghubungi Seohyun. Ia ingin focus terhadap tugas sekolahnya terlebih dahulu.

 

Seorang gadis tampak menatap Kyuhyun dengan tatapan menyeringai. Ia adalah Yoona, teman satu kelas Kyuhyun. gadis itu tergila – gila pada Kyuhyun sejak sekolah menengah pertama. Sudah ribuan cara ia coba mengambil hati pria itu tapi Kyuhyun sama sekali tak peduli dan malah berpacaran dengan Seohyun. Ia melangkah pelan – pelan berpura – pura tidak melihat Kyuhyun kemudian dia menjatuhkan diri ketika sudah dihadapan Kyuhyun.

 

“aahh,,, kakiku, sakit.” Rintihnya berusaha menarik perhatian Kyuhyun. kyuhyun terkejut dan segera menolongnya.

 

“Yoona-ya gwenchana?” tanya Kyuhyun cemas.

 

“kakiku sakit Kyuhyun-ahh.. sepertinya terkilir.” Ia pura – pura berdiri kemudian terjatuh membuat Kyuhyun mau tidak mau memeganginya.

 

“aku akan menggendongmu ke ruang kesehatan.” Kata Kyuhyun, tanpa babibu Kyuhyun segera menggendong Yoona menuju ruang kesehatan. Ia bahkan menabrak kekasihnya sendiri dan meninggalkannya begitu saja. Seohyun shock melihat Kyuhyun membopong Yoona.

Memangnya ada apa dengan gadis centil itu? Gadis yang selalu berusaha mengambil seluruh perhatian Kyuhyun darinya.

 

“dia bahkan tidak menyapaku. Dasar menyebalkan.” Umpat Seohyun. Gadis itu tidak jadi masuk perpustakaan dan memilih pergi ke taman belakang sekolah. Tempat yang tidak terlalu ramai. Untung saja dua jam ke depan kelasnya kosong. Guru kelas Seohyun sedang berhalangan hadir.

 

“hai..” teriak Donghae berusaha mengejutkan Seohyun. Dan berhasil, gadis itu terlonjak kaget.

 

“aishh, Donghae-yaa apa yang kau lakukan eo.” Sungut Seohyun. Hatinya sedang dongkol sekarang.

 

“kenapa dengan wajahmu itu? Dan tadi kalau aku tidak salah liat Kyuhyun menggendong Yoona memang ada apa dengan Yoona?” tanya Donghae polos. Seohyun hanya mengangkat bahunya acuh. Ia sedang tak ingin membicarakan Kyuhyun sama sekali.

 

“kau bisa cerita padaku jika kau sedang kesal. Aku siap mendengarkanmu kapan saja. Bahkan jika aku sedang pup dikamar mandipun aku mau mendengarkanmu.” Canda Donghae membuat bibir Seohyun membentuk senyum simpul.

 

“dasar jorok.” Ejek Seohyun. Seohyun tidak tahu bahwa dibelakangnya ada Kyuhyun yang memandang mereka dengan sinis. Amarahnya sudah sampai ke ubun – ubun. Dengan gerak cepat ia hampiri mereka dan menarik tangan Seohyun. Membuat Seohyun berteriak karena kaget.

 

“yak, apa yang kau lakukan Kyuhyun. sakit.” Kata Seohyun sambil berusaha melepaskan cengkeraman Kyuhyun ditangannya. Tapi seberusaha apapun ia tak akan pernah menang melawan Kyuhyun.

 

“Kyuhyun, lepaskan Seohyun. Dia kesakitan.” Tambah Donghae. Ia tidak tega pada Seohyun yang diperlakukan seperti itu oleh Kyuhyun.

 

“apa urusanmu hah? Cepat pergi dari sini.” Gumam Kyuhyun datar tapi mampu menembus jantung Donghae. Dengan lemah ia lepaskan tangan Seohyun. Sedangkan Seohyun menggeleng lemah agar Donghae tidak meninggalkannya. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika dirinya hanya bersama Kyuhyun. Donghae segera berlalu dari hadapan pasangan kekasih itu. Tapi Kyuhyun tak kunjung melepaskan tangannya.

 

“mengabaikan peringatanku hah.” Bentak Kyuhyun Seohyun hanya mampu menyembunyikan wajahnya dengan menunduk. Ia selalu takut berhadapan dengan Kyuhyun jika suasananya seperti ini. Kyuhyun seolah bukan Kyuhyun yang dicintainya. Kyuhyun seperti orang lain.

 

“kau tahu aku sangat membencinya tapi lagi dan lagi kau bersamanya. Kurasa kau mulai menyukainya kan. Ahh tentu saja, dia tampan dan juga baik begitu kan? Iya kan?” tanya Kyuhyun dengan nada memaksa. Seohyun benar – benar takut sekarang.

 

“kenapa kau selalu menyalahkanku hah? Kenapa? Apa kau merasa dirimu sempurna? Kau bahkan menggendong Yoona yang jelas – jelas menyukaimu sejak sekolah menengah pertama. Kau mengabaikanku saat aku menemuimu tadi. Kau masih bisa menyalahkanku?” ucapnya dengan suara parau. Ia kumpulkan keberanian untuk menatap pria yang sepertinya sudah kehilangan akal.

 

“kau jelas tahu aku tak pernah menyukai Yoona,” jawab Kyuhyun lirih menatap yang lain.

 

“kau jelas tahu aku hanya mencintaimu. Kenapa masih tidak percaya padaku. kau tahu, sikapmu ini justru membuatku muak Kyuhyun.” Seohyun lepas genggaman Kyuhyun ditangannya. Ia peri meninggalkan Kyuhyun sendirian ditaman belakang.

 

‘apa aku sudah berlebihan sekarang?’ tanya Kyuhyun dalam hati

 

PHOTOGRAPH

 

Sudah hampir seminggu Seohyun marah pada Kyuhyun. dan sudah hampir seminggu pula Kyuhyun seperti orang gila yang tak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Seohyun, gadis yang dicintainya menjauh darinya hanya karena sikap Kyuhyun yang berlebihan. Gadis itu tidak tahu bahwa sikap berlebihannya itu karena dirinya mencintai Seohyun.

 

“masih belum berbaikan?” tanya teman sebangkunya, Kim Ryeowook. Kyuhyun hanya mengangguk. Wajahnya murung.

 

“seharusnya kau juga tak bersikap seenaknya terhadap Seohyun. Aku tahu kau mencintainya. Tapi tidakkah kau merasa caramu berlebihan? Mengekangnya hanya karena ia berteman dengan Donghae. Itu sama sekali tidak masuk akal Kyu.” Nasehat pria penyuka jerapah ini. Kyuhyun tidak mengatakan apapun tapi ia mendengar dengan baik apa yang temannya ini bicarakan.

 

“tidak semua gadis dapat mengerti sikap posesive kekasihnya Kyuhyun. lebih baik kau hampiri dia dan meminta maaf padanya, aku tidak tahan melihat wajah menyebalkanmu itu.” Canda Ryeowook. Akhirnya Kyuhyun menyunggingkan senyuman tipisnya.

 

“gomawo Ryeowook-ahh.” Pria itu hanya mengangguk.

 

~~

 

Setelah mendapat nasehat dari Kim Ryeowook ia segera mencari Seohyun dikelasnya. Saat ia masuk kelas Seohyun sepi. Hanya ada beberapa orang yang duduk dalam kelas. Kyuhyun menghampiri salah satu murid kelas itu dan menanyakan dimana Seohyun.

 

“Yesung-ssi, apa kau tahu dimana kekasihku?” tanya Kyuhyun sopan. Yesung mendongak menatap Kyuhyun kemudian berpikir sejenak.

 

“tadi kulihat Seohyun keluar bersama Donghae. Mungkin mereka tengah pergi ke kantin, ini kan jam istirahat.” Jelas Yesung. Kyuhyun tampak mengeraskan rahangnya. Baru saja ia mau meminta maaf pada Seohyun. Tapi gadis itu membuatnya naik darah kembali.

 

‘sebenarnya apa maumu Seohyun.’ Batin Kyuhyun uring – uringan,

 

“gomawo Yesung-ssi. Aku akan mencarinya.” Ucap Kyuhyun. yesung hanya mengangguk.

 

Kyuhyun segera keluar kelas dan menuju kantin. Kantin terlihat ramai sekali karena memang ini jam istirahat semua murid pasti pergi kesana untuk mengisi perutnya. Ia rela berdesakan hanya untuk menemui Seohyun. Tapi selama dia mencari keberadaan kekasihnya ia sama sekali tak menemukan Seohyun dimanapun. Tangannya mengepal berusaha menekan sedalam mungkin amarah yang sudah menggunung. Akhirnya Kyuhyun memilih pergi dan mencari Seohyun ditempat lain.

 

Ia berjalan mengitari deretan kelas tiga. Dari kelas 3 A hingga 3 I ia sama sekali tak menemukan keberadaan Seohyun. Tiba – tiba saja ingatannya kembali pada seminggu yang lalu saat ia bertengkar dengan Seohyun. Taman belakang, Seohyun pasti ada disana. Ia segera berlari menuju taman belakang.

 

Setelah hampir mencapai taman belakang nafas Kyuhyun tersengal. Ia kelelahan apalagi Kyuhyun sama sekali tidak makan dari kemarin. Ia berusaha menetralkan nafasnya yang memburu. Setelah dirasa normal ia berjalan pelan menuju taman belakang.

 

“aku mencintaimu Seohyun. Sudah lama sekali aku merasakan hal ini padamu. Sejak kelas satu. Tapi Kyuhyun lebih dulu menyatakannya padamu. Aku sedikit kecewa.” Ucap Donghae. Kyuhyun belum menghampiri mereka melainkan dia bersembunyi dibalik dinding.

 

“Donghae-yaa…”

 

“aku tahu apa yang terjadi padamu dengan Kyuhyun. aku selalu tahu Seohyun. Sikap kasar Kyuhyun padamu aku juga tahu. Bahkan saat bibirmu terluka, Kyuhyun kan yang melakukannya?” tanya Donghae membuat Seohyun menunduk.

 

“kenapa kau masih bertahan dengan pria sepertinya Seohyun? Kenapa kau masih bertahan dengan pria yang selalu menyakitimu.” Bahu Seohyun bergetar dan ia menangis. Kyuhyun terkejut melihatnya. Gadis yang dicintainya menangis. Donghae memeluk Seohyun berusaha menenangkan gadisnya. Gadis Kyuhyun.. kyuhyun sudah tidak bisa menahan kesabarannya. Ia segera hampiri mereka.

 

“ikut aku.” Perintah Kyuhyun pada Seohyun. Seohyun dan Donghae terkejut lalu melepaskan pelukan mereka.

 

“andwe..” tolak Seohyun membuat Kyuhyun menatapnya tajam.

 

“whoa, kau bahagia bersama pria ini huh? Begitu?” tanya Kyuhyun sinis.

 

“ya, aku bahagia bersama pria ini kau tahu!” jawab Seohyun tak kalah sinis. Membuat Kyuhyun menatapnya tak percaya. Bahkan didepannya Seohyun menggandeng erat tangan Donghae.

 

“Seohyun.. Seohyun.. dengar aku sayang. Kau tak mungkin bahagia dengan pria ini. Percaya padaku sayang. Dia tidak baik untukmu. Aku minta maaf jika sikapku menyakitimu. Tapi..” Kyuhyun gelagapan saat Seohyun tidak menurut padanya.

 

“tidak, kau selalu tidak menepati janjimu Kyuhyun. kau egois, kau mengekangku sedangkan kau bisa bersama gadis lain kapanpun kau mau. aku muak denganmu. Aku ingin putus darimu. Aku tidak sanggup menjadi kekasihmu jika sikapmu selalu berlebihan seperti ini.” Ucap Seohyun datar. Bagai ribuan anak panah yang menembus jantung Kyuhyun pria itu lemas setelah mendengar ucapan Seohyun.

 

“tidak Seohyun, kau tahu aku sangat mencintaimu. Bagaimana bisa kau memutuskan aku seperti ini?” Kyuhyun menarik tangan Seohyun dan menggenggamnya erat. Mata pria itu berkaca – kaca.

 

“tapi aku tidak mencintaimu lagi.” Ucap Seohyun mantap. Padahal Seohyun sendiri tidak begitu yakin dengan ucapannya sendiri. setelah mendengar ucapan Seohyun genggaman Kyuhyun terlepas. Wajah pria itu begitu kosong.

 

“Seohyun, ayo ke kelas.” Ajak Donghae. Seohyun berjalan meninggalkan Kyuhyun. pria itu jatuh terduduk dengan hati yang begitu terluka. Setitik air mata jatuh membasahi pipinya.

Seohyun baru saja meninggalkannya, Seohyun baru saja memutuskannya.

 

PHOTOGRAPH

We keep this love in a photograph
Kita simpan cinta ini di dalam foto

We made these memories for ourselves
Kita buat kenangan ini untuk diri kita sendiri

Where our eyes are never closing
Dimana mata kita tak pernah terpejam

Our hearts are never broken
Hati kita tak pernah patah

And time’s forever frozen, still
Dan waktu selamanya beku, diam

 

 

Kyuhyun pergi ke kelasnya seperti orang dungu. Pandangan pria itu begitu kosong membuat teman sebangkunya merasakan kekhawatiran yang berlebih. Pasalnya Kyuhyun bukanlah pria lemah. Satu hal yang bisa membuat Kyuhyun terluka hanyalah kemarahan ayahnya dan juga Seohyun. Ia tahu hubungan Kyuhyun dengan keluarganya baik – baik saja. Pria itu sendiri yang mengatakannya.

 

 

Jika bukan orang tuanya, pastilah Seohyun. Ryeowook yakin sekali jika wajah kosong Kyuhyun pastilah berhubungan erat dengan Seohyun. Ingin sekali Ryeowook menanyakannya tapi mungkin nanti karena guru sudah memasuki kelas.

 

 

Saat pelajaran telah selesai Kyuhyun malah menelungkupkan kepalanya dibangku. Ryeowook yang sudah gatal ingin menanyakan sesuatu akhirnya memberanikan diri bertanya juga.

 

 

“Kyuhyun-ahh, neo gwenchana?” tanya Ryeowook khawatir. Kyuhyun tidak menjawab namun bahunya bergetar. Tak lama kemudian Ryeowook mendengar isakan lirih Kyuhyun.

 

 

“dia meninggalkanku ryeowook-ahh. Dia meninggalkanku” ucap Kyuhyun. Ryeowook terkejut mendengarnya. Benarkah?

 

 

“maksudmu kalian putus? Kau dan dia putus?” tanya Ryeowook memastikan. Kyuhyun mengangguk.

 

 

“bagaimana bisa? Bukankah kau sudah minta maaf padanya?” tanya Ryeowook. Kyuhyun menggeleng. Hatinya terlalu rapuh untuk menjawab pertanyaan Ryeowook yang justru mengingatkan Kyuhyun pada Seohyun.

 

 

PHOTOGRAPH

 

Kyuhyun memasuki kamarnya. Ia merebahkan dirinya ke ranjang berukuran king size itu. Matanya terpejam hatinya terlalu lelah hari ini. Ia bahkan tidak mampu melakukan apapun untuk sekedar meyakinkan Seohyun bahwa dirinya sangat mencintai gadis itu.

 

Tiba – tiba ia terbangun dan meraih salah satu foto dinakas. Fotonya bersama Seohyun saat ia memerankan drama musical ketika mereka kelas dua. Ia mengusap pelan foto itu. Kyuhyun tersenyum, saat itu adalah saat – saat paling menyenangkan bagi keduanya. Karena hampir setiap hari mereka bertatap muka.

sk

 

Flashback

 

                “bagaimana Kyu, apa aku pantas mengenakan hanbok ini?” tanya Seohyun pada Kyuhyun. kyuhyun menoleh menatap Seohyun. Ia tersenyum menatap kekasihnya yang secantik dewi.
“kau selalu pantas mengenakan apapun Seo. Kalau aku bagaimana?” tanya Kyuhyun

 

“kau sangat tampan. Dan itu membuatku benci padamu kau tau!” jawab Seohyun sambil mempoutkan bibirnya lucu. Kyuhyun menaikkan alisnya tanda tak paham

 

“lihat disana, disana dan disana juga” Kyuhyun melihat tempat yang ditunjuk Seohyun.

 

“ada apa memangnya?” tanya Kyuhyun polos,

 

“kau tak lihat semua gadis menatapmu? Bahkan kelas tiga pun sama hal nya. Aissh apa aku harus mengarungi kekasihku saja supaya dia tidak terus dilihat para gadis?” tanya Seohyun pada dirinya sendiri membuat Kyuhyun terkekeh. Pria itu menarik tangan Seohyun dan menatapnya tepat dimanik mata Seohyun membuat beberapa gadis yang sedang berada disana berteriak dengan sikap romantic Cho Kyuhyun.

 

“ap.. apa yang kau lakukan eoh, disini banyak orang.” Bisik Seohyun, Kyuhyun hanya menyeringai. Ia majukan bibirnya tepat didepan bibir Seohyun. Para gadis semakin berteriak kencang memekakan telinga. Namun bukan bibir Seohyun yang ia tuju melainkan pipi kiri Seohyun. Ia hadiahkan sebuah kecupan singkat membuat  Seohyun terdiam kaku dengan wajah memerah karena malu.

 

“mereka akan tahu Cho Kyuhyun hanyalah milik Seo Joohyun.” Gumam Kyuhyun tepat ditelinga gadisnya.

 

Flashback

 

                Cho Kyuhyun tersenyum miris ketika kenangan itu kembali lagi, hanya melihat fotonya bersama Seohyun saja rasa rindunya sudah membuncah, bagaimana jika suatu saat Kyuhyun benar – benar tidak bisa melihatnya lagi? Akankah dia bisa hidup dengan baik?

 

Cho Ahra, kakak perempuan Kyuhyun menatap adiknya sendu. Ia tidak tahu apa yang sudah terjadi pada hubungan adiknya dengan kekasihnya. Tapi jika melihat sikap Kyuhyun yang berubah murung ia pasti sedang ada masalah. Sebagai kakak yang baik Ahra pun menghampiri Kyuhyun yang sedang memegang foto.

 

“kau merindukan Seohyun? Kenapa tidak datang ke rumahnya saja?” tanya Ahra, ia mengusap rambut Kyuhyun. bagi Kyuhyun Ahra seperti eommanya. Eomma Kyuhyun telah lama meninggal dan appanya menikah lagi. Maka dari itu hubungan Kyuhyun dengan appanya tidak pernah begitu dekat.

 

“aku tidak bisa menemuinya lagi nuna. Dia memilih meninggalkanku.” Ucap Kyuhyun parau. Pria itu sudah menahan tangisnya sejak tadi. Ahra menatap Kyuhyun bingung.

 

“apa maksudmu Kyuhyun?” tanya Ahra serius. Kyuhyun tersenyum miris. Ia menghela nafas sebentar. Dadanya terasa sesak setiap kali ia ingat Seohyun bukanlah kekasihnya lagi.

 

“dia memutuskanku nuna, dia memilih bersama Donghae daripada aku.” Jawab Kyuhyun malas. Ia letakkan foto itu dinakas dengan posisi tertutup. Ia rebahkan dirinya dipangkuan Ahra.

 

“apa aku egois nuna? Apa aku egois jika aku meminta Seohyun tidak berteman dengan banyak namja? Apa aku egois jika aku ingin perhatian Seohyun hanya padaku? aku tak ingin membagi Seohyun pada orang lain nuna.. dia bilang aku mengekangnya, dia bilang dia muak denganku nuna.. dia bilang..” Kyuhyun tidak dapat melanjutkan kata – katanya karena tenggorokannya terasa serak akibat menahan tangisnya. Sedetik kemudian Kyuhyun menangis. Ia menangis seperti anak kecil. Ahra sangat mengenal Kyuhyun. adiknya hanya menangis dua kali. Saat kematian ibunya dan juga saat ini. Saat Seohyun memutuskan adiknya. Ia tak bisa melakukan apapun selain mengelus rambut Kyuhyun untuk menenangkannya.

 

Kekurangan Kyuhyun memang terletak pada sikapnya yang posesive. Ia sadar itu, tapi bukan berarti sikap posesive Kyuhyun itu buruk. Kyuhyun hanya ingin sesuatu yang sangat berharga baginya selalu terjaga. Namun Ahra yakin, Seohyun belum memahami adiknya.

 

“aku mencintainya nuna, bagaimana bisa orang yang kucintai meninggalkanku nuna, eomma dan juga Seohyun pergi meninggalkanku. Aku hanya punya dirimu nuna.” Mata Ahra berkaca – kaca.

 

“bagaimana jika setelah kau lulus SMA kita keluar negeri Kyu? Kau bebas memilih dimanapun. Aku akan bilang pada appa.” Tanya Ahra. Kyuhyun tampak bangkit menatapnya dengan tatapan serius.

 

“apa appa akan mengijinkannya?” tanya Kyuhyun. Ahra tersenyum melihat adiknya.

 

“aku yang akan bilang pada appa, ahh bagaimana jika kita pergi ke London saja? Aku bisa mengurus perusahaan disana dan kau kuliah. Aku tahu kau selalu uring – uringan dirumah ini karena Yoonhee eomma kan.” Tebak Ahra. Kyuhyun menunduk.

 

“cukup focus pada sekolahmu saja dan jangan pikirkan yang lain. Jangan pikirkan Seohyun lagi. Dia sudah membuangmu. Kau harus bangkit dan melupakannya.” Ucap Ahra tegas.

 

PHOTOGRAPH

 

So you can keep me
Hingga kau bisa menyimpanku

Inside the pocket of your ripped jeans
Di dalam saku celana robekmu

Holding me close until our eyes meet
Mendekapku erat hingga mata kita bertemu

You won’t ever be alone, wait for me to come home
Kau takkan pernah sendiri, tunggulah aku pulang

 

                Kyuhyun berangkat sekolah seperti biasanya. Meski agak aneh baginya. Karena ia terbiasa berangkat mengantar Seohyun. Ia berusaha untuk melupakan Seohyun sekeras yang ia bisa. Dan saat melewati kelas Seohyun. Tanpa sengaja ia melihat Seohyun tengah tertawa bahagia bersama seorang pria. Siapa lagi kalau bukan Lee Donghae. Ia tersenyum miris. Kyuhyun bahkan harus rela kehilangan berat badannya karena perasaannya tertekan kehilangan Seohyun. Tapi apa? Gadis itu terlihat baik – baik saja tanpa dirinya.

 

“jangan melihatnya jika kau terluka teman.” Ucap Ryeowook. Ia merangkul pundak Kyuhyun supaya Kyuhyun bisa mengalihkan pandangannya dari Seohyun. Kyuhyun tersenyum menatap temannya.

 

“ada yang ingin kuberitahu padamu Ryeowook-ahh.” Kata Kyuhyun. Ryeowook nampak mengangkat alisnya.

 

“benarkah? Kalau begitu kajja kita ke kelas.” Ajak Ryeowook.

 

~~

 

Seohyun menatap pintu kelasnya dengan hati yang tidak nyaman. Bohong jika ia tidak melihat Kyuhyun disana. Meski ia tengah tertawa dengan Donghae. Tapi hatinya merindukan Kyuhyun. merindukan Kyuhyun dan juga segala sikap posesive yang dimiliki pria itu.

 

“hei, melamun hmm..” tanya Donghae lembut. Seohyun hanya menggeleng. Saat ini dia memang tengah berhubungan dengan Donghae. Ia tidak tahu bagaimana bisa mulut cerobohnya mengiyakan ketika Donghae meminta dirinya menjadi kekasihnya.

 

PHOTOGRAPH

Loving can heal, loving can mend your soul
Mencintai bisa menyembuhkan, mencintai bisa merajut jiwamu

And it’s the only thing that I know, know
Dan itulah satu-satunya yang kutahu, kutahu

I swear it will get easier, remember that with every piece of ya
Aku bersumpan semua ini kan kian mudah, ingat itu dengan tiap kepingan dirimu

And it’s the only thing we take with us when we die
Dan itulah satu-satunya hal yang kita bawa saat kita mati

 

               

                “APA? Kau akan pergi keluar negeri setelah lulus SMA?” teriak Ryeowook membuat Kyuhyun terpaksa membungkam mulut Ryeowook dengan tangannya.

 

“pueehh,, yak, apa yang kau pegang eoh, tanganmu bau.” Gerutu Ryeowook. Kyuhyun terkikik geli melihat tingkah Ryeowook.

 

“tadi motorku sempat tidak mau menyala. Dan ya, aku memperbaikinya sendiri dan aku lupa cuci tangan tadi.” Jawab Kyuhyun santai. Ryeowook menatap Kyuhyun dengan tatapan membunuh.

 

“eungg,, tapi kenapa kau harus pergi keluar negeri Kyu..” tanya Ryeowook hati – hati. Ia tidak mau menyinggung perasaan Kyuhyun sedikitpun.

 

“aku ingin melupakan segala rasa sakitku Ryeowook-ahh. Aku ingin mengobati hatiku. Aku tidak bisa terus disini. eommaku sudah tidak ada, dan sekarang gadis yang begitu kucintai juga meninggalkanku. Lagipula Ahra nuna yang menawariku. Aku bisa kuliah di Oxford.” Balas Kyuhyun.

 

“dia pasti akan menyesal meninggalkan pria sehebat dirimu Kyuhyun.” Kyuhyun hanya tersenyum kecil.

 

“tidak, dia terlihat bahagia tanpaku Ryeowook-ahh. Mungkin hari ini aku masih mengingatnya sebagai seseorang yang kucintai. Tapi aku percaya, suatu hari nanti aku pasti bisa mendapatkan hikmah dari kejadian ini.” Gumam Kyuhyun terdengar bijaksana.

 

“semoga kau selalu beruntung Kyuhyun. aku akan selalu mendoakanmu.” Ujar Ryeowook tulus dari hatinya.

 

PHOTOGRAPH

 

And if you hurt me
Dan jika kau menyakitiku

That’s okay baby, only words bleed
Tak mengapa kasih, hanya kata-kata berdarah

Inside these pages you just hold me
Di dalam halaman ini kau hanya mendekapku

And I won’t ever let you go
Dan aku takkan pernah melepasmu

Wait for me to come home
Tunggulah aku pulang

 

                Kelulusan SMA telah usai. Saat ini para murid tengah sibuk mempersiapkan ujian masuk ke perguruan tinggi. Berbeda dengan Kyuhyun. pria itu mempersiapkan kepergiannya ke London bersama nunanya. Ryeowook yang tengah bermain kerumah Kyuhyun merasa sedih sekali. terlihat dari wajahnya yang murung.

 

“ada apa dengan wajahmu eo, jelek sekali sih.” Goda Kyuhyun. pria itu tengah merapikan beberapa barang yang akan dibawanya ke Inggris.

 

“apakah harus kau pergi eo? Jika kau pergi siapa yang akan menjahiliku lagi. Kau tahu aku tak pandai mencari teman.” Ucap Ryeowook manja. Kyuhyun terkikik.

 

“kau pasti bisa Ryeowook-ahh. Kau hanya belum mencobanya.” Nasehat Kyuhyun. mata Ryeowook berkaca – kaca sekarang.

 

“aku yakin dia pasti menyesal Kyu. Aku yakin itu.” Ryeowook memeluk Kyuhyun erat. Ia bahkan menangis meraung – raung karena ia tidak rela Kyuhyun pergi darinya. Kyuhyun sahabatnya.

 

~~

 

Seohyun sedang menikmati waktu santainya dirumah. Ia sedang berada dikamarnya sendirian memandangi foto Kyuhyun. sejujurnya Seohyun merindukan pria itu. Semenjak putus tak pernah sekalipun pria itu menghubunginya. Ia merasa bersalah namun ia yang bodoh. Andai saja ia tidak terhasut oleh perkataan Donghae serta sikap lembut pria itu. Saat ini ia pasti masih bisa merasakan hangatnya pelukan seorang Cho Kyuhyun. dari luar terdengar suara ketukan pintu membuatnya terjingkat kaget

 

“siapa yang datang jam segini?” gerutunya.  Ia segera turun dari ranjang dan melangkah menuju ruang tamu untuk membukakan pintu. Sebelumnya ia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Saat ia membuka pintu ia begitu terkejut mendapati Kim Ryeowook ada dihadapannya.

 

“Ryeowook-ssi ada apa kau datang kemari? Kau tahu kan jam berapa sekarang.” Tanya Seohyun bertubi – tubi.

 

“tiga puluh menit.” Ucap Kim Ryeowook dengan nafas tersengal.

 

“tiga puluh menit apa maksudmu dengan tiga puluh menit hah?” tanyanya penasaran.

 

“kau hanya punya waktu tiga puluh menit sebelum kau tak bisa menemui Kyuhyun lagi.” Degg, jantung Seohyun serasa berhenti berdetak. Memangnya Kyuhyun akan kemana?

 

“dia akan pergi keluar negeri. Aku memberitahumu Karena aku yakin kau pasti masih peduli padanya.”

 

Other Place

 

                Pria dengan setelan jaket tebal khas musim dingin tampak duduk santai sambil menunggu waktu keberangkatannya. Wajahnya tak mencerminkan kesedihan berbeda sekali dengan hatinya. Dengan berbagai cara ia coba untuk menguatkan batinnya yang terluka.

 

Mungkin benar kata Seohyun jika dirinya adalah sosok posesive yang membuat Seohyun muak. Ia tersenyum miris, ini adalah pilihannya. Pergi menjauh dan melupakan gadis itu. Ia merogoh saku celananya dan mengambil dompet. Ia buka dompetnya perlahan. Ada satu foto Kyuhyun bersama gadis itu. Ia pandangi wajah manis yang sangat dirindukannya. Seolah wajah itu dapat dipeluknya kapan saja.

 

“kopi..” Ahra menyodorkan secangkir kopi instan dan Kyuhyun menerimanya.

 

“gomawo nuna..” ucap Kyuhyun tulus.

 

“kau tidak memberitahu Ryeowook tentang keberangkatanmu?”

 

“aku sudah memberitahunya tadi nuna. Satu jam sebelum kita kesini. Tapi sepertinya dia sudah tertidur.” Jawab Kyuhyun santai. Matanya menatap lurus ke depan.

 

“bagaimana perasaanmu? Bagaimana perasaanmu saat ini? Kau akan pergi jauh tapi kau sama sekali tak memberitahunya sedikitpun.” Tanya Ahra hati – hati.

 

“tidak, untuk apa memberitahunya. Dia sudah memutuskan untuk meninggalkanku. Dia sudah menyakitiku. Kami saling menyakiti satu sama lain. Mungkin dengan begini kami akan lebih dewasa”

 

“bagaimana jika ternyata dia menyesali perbuatannya dan ingin kembali padamu?” Kyuhyun berhenti menyesap kopinya dan menatap manic mata kakaknya. Tangannya mengepal,

 

“apakah itu mungkin nuna? Jika dia memang menyesali perbuatannya. Aku pasti akan memintanya untuk menungguku pulang. Tapi sayangnya apa yang kau bicarakan hanyalah angan – anganku saja nuna.” Kyuhyun terkekeh kecil. Tak lama kemudian pengumuman untuk penumpang pesawat sudah terdengar.

 

“ayo nuna..” ajak Kyuhyun. pria itu menggeret koper miliknya sendiri dan juga milik nunanya.

 

~~

 

Seohyun berlari macam orang gila ketika dirinya dan Ryeowook sudah berada dibandara. Seohyun bahkan meninggalkan Ryeowook yang sudah mengantarnya demi bisa bertemu dengan Kyuhyun. ia masuk dan menjelajahi area Bandara tersebut. Sudah bermenit – menit ia mencari tapi tak sekalipun pandangan matanya menemukan Kyuhyun. matanya memanas, bagaimana mungkin Kyuhyun bisa meninggalkannya begitu saja tanpa pamit. Ia gigiti jari jempolnya sekedar untuk meredam air mata yang mungkin jatuh kapan saja. Apalagi ia merasa saat ini kantung maanya sudah penuh. Ia mendekati seorang pemuda yang sepertinya calon penumpang, terlihat dri koper dan tasnya.

 

“Chogiyo, boleh aku bertanya?” tanya Seohyun sopan, pemuda tersebut melihat Seohyun kemudian mengangguk.

 

“apakah pesawat dengan tujuan Inggris sudah berangkat?” tanya Seohyun was – was.

 

“sepuluh menit yang lalu pesawatnya berangkat.” Jawab pemuda itu. Air mata Seohyun tidak bisa dibendung lagi. Ia membungkukkan kepala tanda terimakasih dan melangkah menjauh. Ryeowook melihat Seohyun berjalan lunglai segera menghampirinya.

 

“bagaimana? Kau sudah bertemu dengannya?” tanya Ryeowook dengan nafas tersengal habis berlari. Seohyun menggeleng.

 

“bagaimana dia bisa pergi meninggalkanku seperti ini? Biasanya dia akan marah padaku jika aku tak menurut padanya. Biasanya dia akan menciumku untuk melampiaskan rasa cemburunya. Biasanya dia akan membujukku. Biasanya.. dia tidak meninggalkanku..” racau Seohyun. Ia terjatuh dengan wajah yang basah dengan air mata. Hatinya benar – benar terluka. Ia menepuk dadanya yang begitu sakit. Ia menyesal memutuskan Kyuhyun.

 

“itu kesalahanmu karena kau tak bisa memahaminya dengan baik. Dia posesive karena dia mencintaimu. Kau bahkan tak tahu hancurnya dia saat kau meninggalkannya.” Ucap Ryeowook datar. Sejujurnya saja ia kesal dengan Seohyun. Bagaimana bisa Seohyun bersikap bodoh meninggalkan Kyuhyun dan bersama Donghae.

 

“alasan kenapa Kyuhyun melarangmu bersama Donghae karena Donghae sangat membenci Kyuhyun. gadis yang kau tahu sangat tergila – gila dengan Kyuhyun sebenarnya adalah gadis yang dicintai Donghae.” Seohyun terperangah mendengar cerita Ryeowook.

 

“bagaimana mungkin? Kyuhyun tidak pernah bercerita seperti itu.” Ryeowook tertawa sinis.

 

“tentu saja yang kau pikirkan adalah Kyuhyun yang egois, Kyuhyun yang posesive dan kau muak dengannya. Bukankah seperti itu? Kau tidak pernah memikirkan Kyuhyun sedikitpun. Bagaimana hatinya bagaimana perasaannya. lagipula tidak ada gunanya juga kau menyesalinya sekarang. Dia sudah pergi jauh. Bangunlah aku akan mengantarmu pulang.” Ryeowook berjalan mendahului Seohyun.

 

Apa yang dikatakan Ryeowook memang sepenuhnya benar. Ia tidak memikirkan sedikitpun perasaan Kyuhyun. ia hanya sibuk dengan hatinya yang merasa dikekang oleh Kyuhyun. tapi Ryeowook salah jika pria itu bilang ia tak memikirkan Kyuhyun. jika benar begitu untuk apa dia ada disini? bukankah dia kesini untuk bertemu dengan Kyuhyun?

 

PHOTOGRAPH

 

You can fit me
Kau bisa menaruhku

Inside the necklace you got when you were sixteen
Di dalam kalung yang kau miliki saat usiamu enam belas tahun

Next to your heartbeat where I should be
Di dekat detak jantungmu dimana harusnya kuberada

Keep it deep within your soul
Simpanlah dalam-dalam di jiwamu

And if you hurt me
Dan jika kau melukaiku

Well that’s okay baby, only words bleed
Yah tak mengapa kasih, hanya kata-kata berdarah

Inside these pages you just hold me
Di dalam halaman ini, kau hanya mendekapku

And I won’t ever let you go
Dan aku takkan pernah melepasmu

 

                Seohyun tengah berbaring disofa dengan malas. Setelah kepergian Kyuhyun gadis itu berubah menjadi gadis murung yang enggan bersosialisasi. Ia bahkan tidak peduli pada Donghae sedikitpun. Meski pria itu berkali – kali bertandang ke rumahnya. Tapi Seohyun tak memberikan sapaan yang baik. Seperti saat ini, Donghae datang ke rumahnya tapi ia sibuk melamun. Ia sibuk berbaring disofa tanpa peduli dengan Donghae yang menatapnya dengan kesal.

 

“apa kau akan mendiamiku seperti ini terus?” tanya Donghae berusaha menyadarkan Seohyun dari lamunannya.

 

“aku tidak mendiamimu.” Jawab Seohyun santai. Ia memang tidak merasa mendiami Donghae, jika dia diam toh karena memang dia sedang tidak mood bicara bukan berarti dia marah pada pria ini.

 

“apa kau menyesal telah melakukannya?” tanya Donghae membuat Seohyun menatapnya. Tatapan Donghae terlihat sangat terluka. Tapi hati Seohyun biasa saja. Beda jika tatapan itu milik Kyuhyun. mungkin Seohyun akan berusaha agar tatapan terluka itu segera enyah dari wajah Kyuhyun.

 

“apa maksudmu?”

 

“kau menyesal bersamaku? Apa aku sudah kalah lagi darinya? Cih, apa hebatnya Cho Kyuhyun hingga aku tak pernah bisa memenangkan satu halpun saat berhadapan dengannya.” Gerutu Donghae.

 

“kau tahu Seohyun, aku dan dia adalah rival sejak sekolah menengah pertama. Kami sama – sama murid berprestasi dan juga popular. Awalnya aku tidak terlalu memikirkannya Karena kupikir semua akan baik – baik saja. Dia selalu mendapat satu peringkat diatasku. Aku bisa menerimanya. Tapi saat aku menyukai seorang gadis dan gadis itu tergila – gila padanya. Saat itulah aku mulai membencinya.” Tutur Donghae, Seohyun diam tanpa bermaksud menyela sedikitpun.

 

“gadis itu Yoona. Gadis yang sampai sekarang masih tergila – gila dengan Kyuhyun dan bahkan berusaha mengacaukan hubunganmu dengan Kyuhyun. aku menyukainya setengah mati Seohyun. Dia gadis baik dan menyenangkan. Tapi apa? Sedikitpun dia bahkan tak pernah melihatku. Dia hanya melihat Kyuhyun. dan aku juga sudah berusaha melupakannya. Dan ketika SMA aku jatuh cinta padamu dan lagi – lagi aku kalah dengan Kyuhyun.” ia mengusapa kasar wajahnya.

 

“awalnya aku hanya merasa nyaman saat bersamamu. Karena sifatmu tidaklah jauh berbeda dengan Yoona. Kupikir begitu. Tapi, sikapmu yang seperti ini membuatku asing padamu. Apa sebaiknya kita akhiri ini saja. Kau tahu aku merasa ingin mengejar Yoona kembali?” canda Donghae. Seohyun mengulum senyum. Bukannya sedih karena Donghae memutuskannya tapi ia malah merasa lega dengan keputusan Donghae.

 

“baiklah, semoga kau berhasil mengejarnya Donghae-yaa.” Donghae hanya mengangguk tanpa kehilangan senyum diwajah tampannya.

 

Ketika Donghae sudah pulang dari rumahnya. Ia merasa ingin berbaring kembali. Tiba – tiba saja ada yang mengganjal dalam lehernya. Ia tarik benda itu. Dan hatinya tiba – tiba merasakan rasa bersalah yang luar biasa. Liontin itu, hadiah dari Kyuhyun ketika dirinya menginjak usia enam belas tahun.

 

Flashback

 

Seohyun berjalan menuju kelasnya dengan wajah yang ditekuk. Hatinya dongkol setengah mati karena Kyuhyun tidak menjemputnya hari ini. Bukan hanya itu. Kyuhyun bahkan tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya hari ini. Dia merasa kesal dengan kelakuan pria sedingin es itu. Saat ia hampir sampai dikelasnya ia lihat Kyuhyun tengah tertawa bersama temannya dan tidak melihat ke arah Seohyun. Padahal gadis itu yakin jika Kyuhyun melihatnya.

 

‘dasar pria tidak berperasaan’ gerutunya dalam hati. Saat Seohyun sudah memasuki kelasnya. Kyuhyun berhenti tertawa dan tersenyum kecil melihat gadisnya terlihat kesal dengan dirinya.

 

“sepertinya Seohyun marah padamu Kyu. Apa kau belum mengucapkan selamat ulang tahun padanya?” tanya Ryeowook. Kyuhyun hanya menggeleng manis.

 

“dasar kau ini. Berhentilah bersikap menyebalkan padanya. Kau sudah siapkan hadiah untuknya?” Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Sebuah kalung liontin berbentuk love. Ryeowook mengambil liontin itu dan membukanya perlahan.

 

“astaga ternyata kau romantic sekali sih. Aku jadi iri dengan Seohyun. Pacaran denganku saja eo Kyu.” Ryeowook mengerlingkan matanya nakal pada Kyuhyun membuat Kyuhyun merasa geli dengan tingkah Ryeowook.

 

Waktu pulang sekolah telah tiba. Semua murid tampak memenuhi koridor. Kyuhyun sudah menunggu Seohyun didepan kelasnya. Saat Seohyun keluar ia mendapati Kyuhyun tengah berdiri. Tanpa berbicara apapun ia melangkah meninggalkan Kyuhyun. namun belum genap dua langkah tangannya digenggam Kyuhyun begitu erat hingga mau tidak mau Seohyun berhenti.

 

Hatinya masih dongkol dengan Kyuhyun hari ini. Pria itu masih saja bersikap sok cool padahal dia salah. Uhh,, bagaimana bisa ada pria sedingin itu. Dan kenapa pula dirinya jatuh cinta dengan Kyuhyun? ia merutuki kebodohannya sendiri.

 

“apa? Aku sedang tidak ingin berdebat. Aku ingin pulang.” Gumam Seohyun datar. Ia tak menatap Kyuhyun dan memilih menatap ke depan. Kyuhyun tidak segera mengatakan sesuatu pada Seohyun membuat gadis itu benar – benar menahan amarah sampai ke ubun – ubun. Saat ia berbalik ingin menyemprot Kyuhyun dengan kata – kata kasarnya. Kyuhyun malah menariknya dalam pelukan dada bidangnya. Tempat yang selalu Seohyun sukai.

 

“selamat ulang tahun sayang.” Gumam Kyuhyun lembut, mata Seohyun berkaca – kaca. Amarahnya menguap entah kemana. Ia balas pelukan erat Kyuhyun sambil terisak lirih.

 

“kau jahat, bagaimana bisa kau permainkan aku seperti ini eoh! Ku kira kau sudah menemukan gadis lain dan melupakanku. Kau tidak menjemputku, tidak menghubungiku dari kemarin bahkan kau lupa akan ulang tahunku. Kupikir..” seohyun kesusahan melanjutkan gerutuannya Karena suaranya parau. Kyuhyun lepaskan pelukannya mengusap air mata gadisnya. Kyuhyun mengulum senyumnya saat melihat Seohyun dengan wajah merengut manja.

 

“kau jahat, aku menangis dan kau malah tersenyum seperti itu,” sungut Seohyun. Akhirnya Kyuhyun tertawa. ia peluk Seohyun kembali. Tak dapat dipungkiri berada dipelukan Kyuhyun adalah hal paling menyenangkan untuknya.

 

“aku punya sesuatu untukmu sayang.” Kyuhyun keluarkan sesuatu dibalik jas sekolahnya. Sebuah kalung liontin yang tadi ia perlihatkan pada Ryeowook. Seohyun tidak menyangkan jika Kyuhyun bisa bersikap seromantis ini padanya.

 

Dengan gentleman Kyuhyun pasangkan kalung liontin itu dileher kekasihnya. Seohyun menaikkan rambutnya. Saat selesai memasangkan kalung liontin itu. Kyuhyun buka liontin itu dan memperlihatkan isinya pada Seohyun. Foto dirinya dan juga Kyuhyun.

 

“kuberikan ini untukmu, aku juga punya satu. Didekat detak jantungmu. Liontin ini untuk mengingatkanmu padaku. bahwa aku selalu berada dihatimu. Meski suatu saat kita berada ditempat yang jauh. Kau hanya perlu ingat jika selamanya Cho Kyuhyun hanya mencintai satu gadis. Yaitu Seohyun seorang.” Ucap Kyuhyun tulus dari hatinya. Mata Seohyun berkaca – kaca.

 

“gomawo sayang.. saranghae..” kata Seohyun malu – malu. Kyuhyun mencoba menggodanya.

 

“apa kau bilang?” ia pura – pura tuli.

 

“gomawo sayang saranghae.” Ulang Seohyun lagi.

 

“APA? Aku tidak dengar Seohyun kau bilang apa?” teriak Kyuhyun membuat Seohyun merasa dipermainkan.

 

“yaa!! Kau mempermainkanku eoh.. dasar menyebalkan.” Teriak Seohyun membuat Kyuhyun tertawa keras. Beberapa orang menatap mereka penuh iri.

 

Flashback end

 

Seohyun tersenyum kecil mengingat potongan kenangan indahnya bersama Kyuhyun. andai saja ia lebih memahami pria itu. Andai saja Seohyun dapat bersabar sedikit menghadapi Kyuhyun, ia pasti tidak akan menyesal. Ia benar – benar menyesal sekarang.

 

“mianhae Kyuhyun.. jeongmal mianhae..” isaknya pelan. Ia peluk erat liontin itu seolah liontin itu adalah Kyuhyun. tak lama kemudian ia tertidur karena kelelahan menangis.

 

PHOTOGRAPH

Five Years Later.

 

Seorang gadis tampak sibuk dengan berkas – berkas dikantornya. Sebuah deadline mengharuskannya bekerja ekstra hingga ia tidak sempat beristirahat. Gadis itu Seohyun, lima tahun telah berlalu dan ia sekarang bekerja diperusahaan periklanan. Banyak hal yang telah berubah dari gadis ini. Penampilannya, gaya bicaranya dan juga sikapnya yang tak lagi kekanakan. Hanya satu yang tak pernah berubah dari Seohyun. Ia masih menunggu Kyuhyun.

 

Tak lama kemudian telepon dimeja berdering. Membuat Seohyun yang tengah memeriksa beberapa berkas menghentikan pekerjaannya sejenak. Ia angkat telepon itu.

 

“yoboseyo. Seo Joohyun disini.” sapanya formal.

 

“kau harus segera menyelesaikan  berkasnya untuk presentasi hari ini. Persiapkan dengan baik karena Investor dari London akan hadir.” Ucap seseorang yang sering disebut sajangnim oleh Seohyun.

 

“ne sajangnim, berkasnya hampir selesai.” Jawab Seohyun.

 

“baguslah, rapat akan diadakan satu jam lagi. Dan jangan kecewakan aku Seohyun. Aku percaya padamu.”

 

“ne sajangnim.” Panggilan terputus Seohyun menghela nafas lelah. Ia kembali berkutat dengan berkas – berkas itu. Ia tidak akan mengecewakan sajangnimnya.

 
When I’m away, I will remember how you kissed me
Saat aku jauh darimu, aku kan ingat bagaimana kau menciumku

Under the lamppost back on Sixth street
Di bawah tiang lampu di belakang jalan Enam

Hearing you whisper through the phone
Mendengarmu berbisik di telepon

Wait for me to come home
Tunggulah aku pulang

 

Saat ia hendak mengambil pulpen untuk mencatat sesuatu ia membuka laci mejanya. Bukannya ia mengambil pulpen Seohyun justru mengambil sebuah frame foto saat Kyuhyun mencium pipinya. Ia tersenyum kecil. Ingatan itu masih saja segar dipikiran Seohyun. Ia ambil frame itu dan mengelusnya pelan.

 

“bagaimana kabarmu Kyuhyun? kau baik – baik saja bukan? Aku sangat merindukanmu. Aku sangat merindukan ciuman dan pelukanmu Kyuhyun. semoga kau baik – baik saja,” ucapnya lirih. Matanya kembali memanas. Rasa penyesalan itu  belum hilang bahkan setelah lima tahun ia tidak berhubungan dengan Kyuhyun. ia letakkan frame foto itu kembali ke laci dan mengambil pulpen. Ia kembali focus pada apa yang akan dikerjakannya.

 

~~

 

Kyuhyun dengan setelan jas yang membalut tubuhnya yang semakin terlihat tampan sedang berunding dengan sekertarisnya tentang rapat yang akan dilaksanakan nanti. Bukan berunding selayaknya berunding. Lebih tepatnya pria itu tengah kalang kabut karena ini adalah pertama kali baginya menjajal dunia bisnis.

 

“bagaimana ini, aku mana bisa melakukannya? Dasar Ahra nuna menyebalkan. Bagaimana bisa ia melakukan honeymoon sedangka adiknya frustasi seperti ini.” Sungut Kyuhyun. sekertaris sekaligus tunangannya, Tiffany tertawa.

 

“yak apa yang kau tertawakan eoh! Aku sedang kesal.” Bentak Kyuhyun. bukannya berhenti Tiffany makin tertawa. dan ketika ia merasa tawanya sudah selesai ia berdehem sejenak.

 

“kau hanya perlu duduk manis Kyuhyun. mereka yang akan melakukan presentasi dan kita cukup menilai apa kita akan melanjutkan kerja sama ini atau tidak. Kenapa kau seperti orang kebakaran jenggot begitu sih.” Ejek Tiffany.

 

“benarkah seperti itu saja?” tanya Kyuhyun polos.

 

“tentu saja. Kau bodoh sekali sih.” Kyuhyun memajukan bibirnya. Tiffany hanya menatapnya geli.

 

“aku jurusan kedokteran jika kau lupa Nona Hwang yang sexy.” Ingat kyuhyun pada Tiffany. Gadis dengan tubuh sexy itu hanya mengangguk.

 

Beberapa menit lagi rapat itu dimulai. Beberapa staff penting perusahaan telah berkumpul dalam ruang rapat. Hanya beberapa investor yang belum datang. Seohyun merasa gugup ketika sebuah pintu berderit menandakan investor dari London telah datang.

 

Nafasnya tercekat dan tubuhnya tiba – tiba terdiam ketika sosok pria yang baru saja dipikirkannya satu jam yang lalu tepat dihadapannya. Pria itu Kyuhyunpun tak kalah terkejut dengan Seohyun. Ia tak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan gadis yang telah menyakitinya lima tahun yang lalu. Gadis yang pernah mengisi relung hatinya. Bahkan hingga saat ini.

 

Gadis itu banyak berubah. Rambut yang dulunya dibiarkan lurus dan diikat seperti ekor kuda sekarang berubah menjadi kecoklatan dan sedikit bergelombang. Seohyun yang dulu tidak pernah mengenakan make up apapun sekarang terlihat lebih cantik dengan make up tipis. Bibir tipis yang selalu dirasakannya bahkan terlihat lebih indah. Untung saja Tiffany segera menyadarkannya.

 

“duduklah, apa kau akan terus berdiri seperti itu.” Bisik Tiffany. Kyuhyun akhirnya membungkukkan badan dan mulai duduk.

 

“baiklah Karena investor dari London telah hadir saya akan memulainya.” Ucap Seohyun tegas, gadis itu menjelaskan materi dengan begitu baik tanpa ada kesalahan sedikitpun. Kyuhyun tidak menatap Seohyun sama sekali. bukannya ia tidak mau. Ia hanya takut tidak bisa mengendalikan rasa rindunya pada gadis itu. Gadis itu  bukan lagi miliknya. Dan kenyataan itu membuat ulu hati Kyuhyun terasa nyeri.

 

Setelah satu jam lebih tiga puluh menit rapat itu akhirnya selesai. Seohyun menunduk memberikan salam pada para anggota rapat. Saat ia melihat Kyuhyun keluar duluan bersama gadis bertubuh sexy disampingnya, ia berusaha menekan gengsinya sedalam yang ia bisa untuk menyapa Kyuhyun.

 

“Cho Kyuhyun” panggil Seohyun cukup keras. Membuat tubuh pria itu menegang. Benarkah Seohyun baru saja memanggilnya? Ia menahan nafas sejenak.

 

“sepertinya dia memanggilmu Kyu.” Ujar Tiffany. Kyuhyun hanya mengangguk. Dengan perlahan ia balikan tubuhnya menatap Seohyun.

 

“ya, ada yang bisa saya bantu?” tanya Kyuhyun formal. Ia tak ingin hatinya rapuh lagi karena melihat gadis ini. Bagaimanapun juga gadis ini bukan milik Kyuhyun lagi. Dapat Kyuhyun lihat jika wajah Seohyun berubah menjadi sedikit lebih gelap.

 

“kau, apakah kau masih mengingatku?” tanya Seohyun hati – hati. Ia berusaha menenangkan detak jantungnya yang tidak beraturan sama sekali. ia takut sekali bertemu Kyuhyun. tapi ia juga tidak bisa menahan rasa rindunya pada pria yang pernah disia – siakannya.

 

“tentu saja aku mengingatmu bukankah kau Seo Joohyun?” ucap Kyuhyun datar. Entah kenapa ia kesulitan berbicara dengan gadis itu. Meski ia sangat merindukan Seohyun, Kyuhyun seolah enggan menunjukkannya barang sedikitpun. Rasa luka itu ternyata masih tergores indah dihatinya.

 

“ahh, majayo. Aku memang Seo joohyun.” Seohyun tersenyum dengan senyum yang sangat dipaksakan. Sudut dalam hatinya merasa nyeri ketika Kyuhyun hanya mengingatnya sebagai Seo Joohyun. Bukan sebagai orang yang berharga.

 

“oh ya Seo joohyun-ssi, ini adalah tunanganku. Kami akan menikah dalam waktu dekat.” Kyuhyun gandeng tangan Tiffany menunjukkan pada Seohyun jika dirinya mempunyai seseorang yang lain setelah ditinggal pergi oleh Seohyun.

 

“annyeong Tiffany Hwang imnida.” Tiffany membungkukkan badan dan tersenyum kecil pada Seohyun. Senyum yang menurut Seohyun sangatlah cantik dan elegan. Gadis itu memiliki Eye Smile. Tidak sepertinya gadis berkantung mata besar.

 

“annyeong Seo Joohyun imnida.” Balas Seohyun.

 

“ayo pergi sayang..” ajak Kyuhyun sambil menggandeng pinggang Tiffany mesra. Kyuhyun bahkan tidak berpamitan padanya. Matanya kembali memanas. Ia pukul dadanya sendiri yang tiba – tiba terasa sesak. Ia berusaha bernafas dengan benar. Tapi sekali lagi rasa sesak itu benar – benar membuatnya kesulitan bernafas dengan baik. Air matanya sukses membasahi pipinya.

 

Kyuhyun melupakannya, Kyuhyun telah melupakannya dan menjalin hubungan baru dengan gadis lain. Semakin ia tahan air matanya maka semakin keras pula isakannya. Hatinya remuk sekarang. Benar – benar tak ada sedikitpun celah untuknya kembali.

 

END

 

                Gimana readers? Sejujurnya gw malu ngakuin kalo itu pengalaman pribadi gw. Tapi jujur, gw emang merasakan itu. Gw mutusin mantan gw Karena gw deket sama cowok lain. Dan entah kenapa denger lagu photograph makin bikin gw baper. Gw aja sampe nangis. Wkwkwkkw.. 😀 😀 , sekarang gw rasa mantan gw udah bahagia,

Semoga kamu selalu bahagia mantan XD XD sekian…

jangan Lupa RCL readers.. 😀 😀

 

 

 

 

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

52 thoughts on “PHOTOGRAPH

  1. Wajib sequellah pokoknya. Karna ini ff buat akhir cerita happy ending wkwk. Yg seharusnya di kenyataan sad ending dibuat happy endinglah wkwk gua sedih bacanya. Kesel, jgn sampe benci tippachan 😂

    Like

  2. Pleaseee adain sequel dong, butuh sequel bgtt, baperr keras baca ni ff T-T
    Kyu-fany smoga gk saling cinta T-T authornim jeballl sequeljuseyo~~~~~~

    Like

    1. Lah apa deh agak kesel baca ff ini, kyuhyyn bodoh banget kenapa harus seohyun yg ngerasa bersalah coba. beda sih ff nya dr yang lain emang cuma…… ih kesel bgt sama kyuhyun. orang dia yg salah dia yg marah grgr seohyun ninggalin dia. yaallah dongkol

      Like

  3. sequell dongg
    fanny cuman sekertaris aj kannn
    smoga kyupa booong klo udh tunagann
    seokyu harus bersatuuu
    lanjuttt nee
    hwaitinggg

    Like

  4. Butuh sequel ….
    Aku gk bisa nyalahin ke dua nya ..
    Ini macam hubungan yg blm dewasa ..
    Seriusan Fany tunangan Kyu
    Terluka lg Seo nya 😢😢😢

    Like

  5. Need Sequel!!
    Pokoknya harus Happy Ending..

    Seonnie sih nyebelin amat, gk bisa ngertiin Kyuhyun.. Kyuhyun egois? Hey, kamu yang egois nn. Seo..
    Sekarang Kyuhyun udh ada yg lain, baru dah nyesal..

    Like

  6. We keep this love in photograph~
    ahh ini lagu favourite gue bangett. Huhu-_-kenapa kalian gak balikan sih?please deh, gue gregetan ini.

    Like

  7. Oh jadi begitu…
    Agak wajar sih liat sikap seo kalau kyu terlalu posesif tanpa jelasin karena apa kyu bersikap gitu…
    Kalau gak dijelasin kan seo bingung n merasa tertekan…
    Jadi gak salah juga seonya…
    Hanya lebih ke intropeksi diri masing2x…
    Ini ada sequelnya gak thor…
    Gak tega juga liat hati yang terluka…
    Hahahahahahahahha
    Ditunggu

    Like

  8. Bikin nyesek dan ngena bgd pas dari seo mutusin kyu smp akhir apa karna sebuah pengalaman yg pernah aku alami

    Sequel bikin seokyu balik lagi segaknya biar ga kaya kisah cinta aku yg mnyakitkn hingga sekarang.. Bikin happy end buat ngobatin luka hati aku saeng 😢😢😢😢 #malahjadicurhat 😅😅😅

    Like

  9. Ceritanya seru dan ok bnget.
    sayang hubungan seokyu mesti kandas.
    seo dan kyu oppa bertemu kembali.
    Apa tiffany bener2 tunagannya kyu oppa.
    Chongu ff ini ada kelanjutannya kan..

    Like

  10. Aq kira bakal happy ending setelah Kyu balik dari London, tapi ternyata??
    Huwaaa, aq gak bisa menghentikan air mataku.

    Sequel, plessseeee Eon! Tp, yang happy ending ya?
    Soalnya Aq selalu sebel sama sad ending dan sebelnya itu gak ilang-ilang kecuali kalo emang salah satu dari tokoh utamanya selalu menyakiti tokoh utama yg lain aq baru rela. Tapi ini??
    They still loving each other! I’m begging you to make a sequel, Eon! Fighting!!

    Like

  11. Masyaamppuuuuunnn ㅠㅠ ending nya kok bikin sesek sih.
    Sumpah gak tega sama seohyun walaupun dia yg nyianyiain kyuhyun dulu, tapi dia dateng dihari kepergian kyuhyun kan 😦 cuma berharap ada sequelnya dan ryeowook mau bantu jelasin kalo dulu seohyun datang 😦
    Ffnya bagus bahasanya tapi sedih bgt kalo akhirnya mereka begini

    Like

  12. tak kira bakal balikan, ternyata sang mantan sudah bahagia dengan yang lain. lain kali jangan sia siakan orang yang benar benar mencintaimu mbak joohyun cobalah pahami dia.

    great, good job buat author ! jadi pengen dengerin lagu diatas ,

    Like

  13. wowwwwww seo menyesal pada akhirnya. kasian dia huhuuu seharusnya seohyun harus bisa mengerti dan memahami semua yang kyuhyun lakukan, jangan hanya memandang sebelah apa kyuhyun lakukan. ia hanya tidak ingin jika orang yang dia cintai itu malah meninggalkannya, tapi ya faktanya memang begitu. seohyun pergi meninggallkannya demi lelaki yang bernama donghae. dan sekarang karma itu datang. seohyun merasaka karma itu

    hmmm

    butuh sequel

    Like

  14. Hiks.. hiks… ke..kenapa harus sad ending.. hikss.. kenapa kok gak happy ending.
    Aku kira pas waktu kyu lihat seo eonnie dia bakal balikan lagi sama seo eonnie. Tapi… hiks.. ternyata dia udah punya tunangan… huaaa kenapa juga kyu sikapnya kayak gitu. Aku tau seo eonnie dulu salah..
    Kenapa yaa gak tega kalau seo eonnie yang harus tersakiti padahal dulu seo eonnie yang ninggalin kyu
    Nice
    Buat sequelnya yaaa
    Buat mereka bersatu

    Like

  15. Kok end??
    Parah ig kakak,,
    Jgn end lah,,
    Sequel butuh bgt!!!!!
    Pallli lanjut kak 😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀

    Penasaran ama kelanjutan SeoKyu,
    Next 😀😀😀😀😀😀😀
    Fighting 💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪💋💋💋

    Like

  16. Keren epepnya tapi ensing gantung bgt
    Emang seonni salah sih tapi ngak mau kalo kyuppa nikah ma orang lain
    Enathlah
    Pengennya squel

    Like

  17. Sequel pliss. knpa mlah sad ending. Keknya prsaan fang tuh sekretaris kyu deh kok d dan seo kyu blg dy tunangannya… Kyu bhongkan cma mw blas dendam aja ma seo. Knpa sih mereka sma” msh cnta, sma” sling kngen tapi yah itu krna msa lalu yg spertinya slah pengertian jadi ribet. pliss sequel seokyu harus bersatu kembali… ayo d buat sequelnya semangat 💪💪💪😂😂😂

    Like

  18. Penyesalan selalu datang di akhir.dan ku rasa tidak semua posesif itu buruk.tapi sayangnya yang pernah terjadi di aq adalah posesif yang tidak baik,menggengkang pasangan tapi si pasangan gak mau di kengkang dan terlebih malah egois #edisicurcol#

    Like

  19. Tuh kan nyesel kan elu seo!! kenapa dulu elu putisin kyu!! Tp kayaknya kyuhyun gak ada rasa deh ke tunangannya. Lanjuutin dong!! bikin sequel, Fighting!

    Like

  20. Y sad ending…seokyu g brsatu…..nangis kejer eyke….haaaa….eonni sequel dong bkin seokyu brsatu….seokyu jjang….heeee

    Like

  21. Seharusnya seohyun jangangegabah mengambil keputusan hanya karna sikap posesif kyuhyun, sekarang dia menerima akibatnya. Dan semoga kyuhyun dan seohyun balik lagi seperti semula. Amin…

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s