Posted in Cho Kyuhyun, Hong Jonghyun, Kim Yura, Romance, Seo Joohyun, Uncategorized

Hidden Love Part 16

Author                  : Lestari Choding.

Genre                   : sad and romance

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                      : annyeongg^^ Lestari datang lagi hihihi 😀 ,, sesuai keinginan readers yang minta ditambahin SKM, gw ngasih banyak SKM dipart ini. Gw udah mikirin end nya mau gimane. Jadi buat readers yang ngrasa part ini nggak bagus. Ya gw minta maaf yee, gw bikin sesuai apa yang ada dalam otak cantik gw. Wkwkwkw XD XD

Yang pasti ff ini akan segera end, karena gw punya ff yang gw belum lanjut sama sekali. Gw mau lanjutin ff itu ketika ff ini udah end.

Typo selalu berserakan anggap aja kalian nemu harta karun yehh 😀 .. ff ini jan diplagiat. Meski gw yakin banget gw orang kesekian yang bikin ini ff dengan tema kek begini.. tapi pure ini murni dari hasil gw semedi ehhh maksudnya hasil gw mikir sendiri.. XD

 

Seokyu selalu milik Wiress,, ANTISEOKYU this is not your territorial.. you have to go away from here..

 

Kalo nekat baca jangan salahin gw kalo tiba – tiba pada marah2 gaje., yang penting gw udah ingetin.. oke segini cukup

Previous Part

Part 13 / Part 14 / Part 15

HAPPY READING♥♥

 

Ku mohon sabar sabar sebentar beri aku waktu

Tuk meninggalkan cinta lama yang masih bersamaku

Bukan maksudku untuk mempermainkan dirimu…

Cobalah untuk mengerti keadaan ini

Karena hanya kau yang bisa memahami semua ini

Setiap air mata tak dapat lagi ku…tahan

Aku kan datang. . . aku kan datang

Tuk hapus air matamu dengan bahagia

                                                                               

Ungu – Aku tahu

 

                Matahari telah terbit sedikit lebih tinggi namun Seohyun belum juga beranjak dari ranjangnya. Ia merasa tubuhnya sangat lelah dan sulit bergerak. Jino yang menyadari kakak perempuannya tidak segera keluar membuat ia panic. Ia membuka pintu kamar Seohyun perlahan Jino melihat kakaknya masih bergelung dengan selimut tebal. Ia menghampiri kakaknya berusaha membangunkan.

 

“Nuna, bangun.. apa kau tidak bekerja?” Seohyun membuka kedua matanya dan menatap Jino. Jino terkejut ketika wajah kakaknya terlihat begitu pucat. Ia memegang dahi Seohyun dengan telapak tangannya.

 

“astaga, kau demam nuna. Aku akan menghubungi Jonghyun hyung dulu.” Jino segera beranjak mengambil ponselnya bermaksud menghubungi atasan nunanya.

 

“yoboseyo Jino-ya?”

 

“yoboseyo hyung. Seohyun nuna sakit jadi nanti ia tak akan masuk bekerja.”

 

“mwo? Bukankah kemarin Seohyun baik – baik saja bahkan pergi bersama Kyuhyun. memangnya dia sakit apa Jino? Apa aku perlu kesana?” tanya Jonghyun bertubi – tubi. Jino mengerutkan dahinya jadi nunanya pergi bersama pria itu kemarin. Rasa sesak menjalari tubuhnya.

 

“tidak perlu hyung, aku kan dokter. Seohyun nuna hanya demam kurasa aku masih bisa mengatasinya sendiri.” jawab Jino.

 

“arraseo, jika butuh sesuatu hubungi aku Jino-ya.”

 

“ne hyung, gomawo.”

 

“cheonma..” jino menutup ponselnya. Pandangan matanya benar – benar menyiratkan sebuah emosi tertahan. Ia mencoba meredam emosinya dengan meneguk air dingin. ia mengambil air es baskom dan juga handuk kecil guna mengompres tubuh nunanya. Ia juga mengambil paracetamol untuk menurunkan demam.

 

“nuna..” panggil Jino. Seohyun hanya diam saja. Pria itu meletakkan barang yang dibawanya dinakas. Dengan perlahan ia mengompres dahi Seohyun dengan air es itu. Jino iba pada satu – satunya wanita yang menjadi keluarganya itu. Dalam hati ia benar – benar mengutuk Cho Kyuhyun yang sudah membuat kakaknya seperti ini.

 

***

 

Kyuhyun tampak tampan dengan setelan jas kerjanya. Dengan langkah santai pria itu pergi menuju ruangan Jonghyun. Ia ingin melihat Seohyun sebenarnya tapi pria itu terlalu takut bertemu dengan gadis yang sudah menjadi kekasihnya.

 

“Annyeong..” sapa Kyuhyun riang. Jonghyun yang tengah serius membaca berkas mendongak menatap Kyuhyun. ia ikut tersenyum melihat Kyuhyun ada disini.

 

“apa yang membuatmu datang kemari Tuan Cho yang terhormat?” tanya Jonghyun dengan wajah cerah. Kyuhyun menarik kursi untuk duduk. Ia berdehem pelan.

 

“aniyo, apa Seohyun belum datang?” tanya Kyuhyun ragu. Jonghyun menatapnya dengan pandangan bertanya.

 

“bukankah semalam kau pergi bersamanya apa kau tak tahu kalau dia demam? Sebenarnya apa yang kau lakukan bersamanya semalam?” tanya Jonghyun dengan pandangan sedikit mengintimidasi. Seohyun sudah seperti adik baginya. Meski Jonghyun sudah merasa jika antara Kyuhyun dan Seohyun memang ada sesuatu. Ia tak berniat ikut campur. Sampai saat ketika Kyuhyun bertanya padanya pagi ini.

 

“kami hanya pergi ke apartemen.” Jawab Kyuhyun. tenggorokannya tercekat karena ia merasa tidak nyaman dengan pandangan Jonghyun kepadanya.

 

“Kyuhyun..” panggil Jonghyun. Kyuhyun menatap Jonghyun dengan pandangan takut – takut.

 

“aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri. kau jelas tahu aku tidak akan diam saja jika kau sampai menyakitinya. Aku tahu diantara kalian memang ada sesuatu. Aku tidak berniat ikut campur dengan segala urusan kalian. Jino bahkan membencimu karena kau seolah mempermainkan nunanya pun aku tahu.” Gumam Jonghyun datar. Kyuhyun merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Jonghyun padanya. Tapi jika menilik kembali ketika ia sakit dulu. Jino selalu enggan berdekatan dengannya. Hatinya membenarkan apa yang dikatakan sahabatnya itu.

 

“dia kekasihku Jong, kami berpacaran sejak kemarin. Tapi..” Jonghyun menunggu Kyuhyun mengatakan apa yang ingin ia katakan. Pria itu menghela nafas sejenak kemudian menceritakan segalanya pada Jonghyun.

 

“aku harus bagaimana Jong? Aku merasa sangat jahat sekali padanya.” gumam Kyuhyun putus asa. Jonghyun menatap iba padanya.

 

“apalagi, cepat temui dia dirumahnya bukankah dia sedang sakit?” sahut seorang gadis didekat pintu. Kedua pria itu menoleh cepat. Tak lama kemudian mereka tersenyum.

 

“kau datang sayang?” Yura menghampiri kekasihnya kemudian meletakkan bekal yang dibawanya dari rumah.

 

“kau lupa sarapan makanya aku membawakanmu. Dan kau, apa kau akan tetap disini?” tanya Yura ketus. Kyuhyun tak menyangka Yura yang selalu lembut padanya berubah jadi ketus begitu. Dengan segera ia meninggalkan ruangan tersebut dan pergi ke apartemen kekasihnya.

 

“tumben kau ketus padanya.” Gumam Jonghyun dengan senyum geli diwajahnya. Yura hanya tersenyum tipis.

 

“sudah saatnya dia melupakan apa yang memang harusnya dilupakan oppa.”

 

***

 

Setelah merawat Seohyun, Jino menghubungi Krystal menyuruh gadis itu kemari untuk menemaninya. Dan jadilah Jino dan Krystal duduk diruang tengah dengan Krystal yang bersandar dibahu Jino.

 

“Jino..” panggil Krystal. Jino hanya menggumam.

 

“jangan bersikap sekasar itu pada Kyuhyun oppa. Kau hanya perlu bersikap bijak dengan tidak mencampuri urusan Kyuhyun oppa dan Seohyun unnie. Kau tahu, sejak kau mengatakan hal itu padaku aku merasa sikapmu selalu tegang.” Jujurnya.

 

“aku hanya tidak tega nunaku terus mengingat Kyuhyun hyung Krissy.” Sangkal pria itu tegas. Krystal menatap pria yang menjadi tambatan hatinya sejak SMA itu dengan tampang serius.

 

“kau tidak akan pernah bisa memaksa Seohyun unnie untuk berhenti mencintai Kyuhyun oppa Jino-ya, kau tahu itu. Seperti aku yang selalu mencintaimu meski pada awalnya kau tak menerima kehadiranku.  Aku tetap mempertahankan perasaan itu padamu hingga akhirnya kau sendiri yang menahanku untuk menunggumu. Kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuk mereka bukan mencampuri apa yang menjadi privasi mereka sayang.” Ucap Krystal. Jino berpaling

 

“tapi..”

 

“aku tahu kau menyayangi Seohyun unnie, bukankah jika kau menyayangi Seohyun unnie seharusnya kau biarkan dia bahagia dan mendukung keputusannya.” Potong Krystal cepat. Akhirnya pria itu mengangguk membuat seulas senyum indah terukir dibibir Krystal.

 

Dari luar Kyuhyun merasa gugup setengah mati. Tadinya ia sudah mempersiapkan hatinya untuk bertemu dengan Seohyun. Ia bahkan sudah membelikan Seohyun buah dan juga setangkai mawar putih. Tapi, baru sampai didepan pintu apartemen ia merasa kehilangan keberaniannya. Untuk sejenak ia hembuskan nafasnya. Ia mengangguk mantap untuk menekan bel apartemen didepannya.

 

Jino dan Krystal yang sedang menonton TV terganggu dengan bel yang berbunyi. Krystal lebih dulu berdiri.

 

“biar aku yang bukakan pintu.” Jino mengangguk. Gadis itu berjalan perlahan untuk membuka pintu. Ketika pintu sudah terbuka Krystal terkejut karena yang datang ternyata Kyuhyun.

 

“Kyuhyun oppa..”

 

“eung,, apa Seohyun ada didalam?” gadis itu mengangguk kemudian membiarkan pria itu masuk. Jino cukup terkejut ketika yang datang adalah Kyuhyun. sedangkan Kyuhyun, dirinya merasa tidak nyaman dengan tatapan mengintimidasi milik Jino. Dan sialannya apa yang dikatakan pria bermarga Hong itu ternyata benar. Jino memang membencinya.

 

“ada apa hyung kemari?” tanya Jino tanpa basa – basi.

 

“aku hanya ingin menjenguk Seohyun. Ku dengar dia sakit.” Jawab Kyuhyun ragu. Jino tertawa sinis pada Kyuhyun.

 

“bukankah kemarin nuna pergi bersamamu hyung? Atau jangan – jangan kau membiarkan dia diluar sendirian ditengah hujan dan petir semalam?” tebak Jino. Hati Kyuhyun merasakan nyeri ketika apa yang dikatakan Jino nyatanya adalah benar.

 

“pergilah hyung, Seohyun nuna sedang istirahat.” Usir Jino masih dengan bahasa yang halus. Krystal menatap Jino sendu. Baru saja dia menasehati pria itu untuk tak berbuat kasar kenapa Jino malah melakukannya.

 

“aku hanya ingin menjenguknya sebentar.” Gumam Kyuhyun,

 

“tidak, pergilah sebelum aku berbuat kasar padamu hyung.” Kali ini intonasi Jino mulai meninggi. Kyuhyun mengepalkan tangannya. Kenapa niat baiknya ditolak mentah – mentah seperti ini sih.

 

“sebentar Jino.” Kyuhyun menawar. Namun Jino sama sekali tak mengindahkan kalimat permohonan pria itu. Kyuhyun akhirnya berjalan menuju kamar Seohyun. Belum sampai Kyuhyun sampai ke depan pintu Jino buru – buru menarik tangan pria itu dan memberikan sebuah pukulan disudut bibir Kyuhyun. hingga Kyuhyun jatuh tersungkur dan buah tangan yang dibawanya terjatuh. Segera saja Krystal menghalau Jino yang akan memukul Kyuhyun lagi.

 

“Jino apa yang kau lakukan?” teriak Krystal. Ia berusaha menyadarkan pria yang sedang tersulut amarahnya. Meski Krystal takut dengan Jino yang marah. Tapi itu lebih baik daripada ia melihat Jino memukuli Kyuhyun.

 

Kyuhyun merasa sedikit pening ketika pukulan Jino membuatnya jatuh tersungkur. Seohyun yang mendengar suara berisik dan teriakan Krystal segera beranjak keluar. Tubuhnya masih lemah namun ia juga tak bisa tenang ketika suara – suara tersebut mengganggu tidurnya.

 

“Kryssi ada apa?” tanya Seohyun dengan suara lirih. Seohyun melihat Jino yang dipegangi Krystal. Pandangannya turun ketika melihat Krystal menatap ke arah bawah. Matanya serasa hampir keluar ketika melihat Kyuhyun tersungkur dengan tangan yang memegangi sudut bibirnya.

 

“Kyuhyun oppa.” Teriaknya. Seohyun segera menolong Kyuhyun. pria itu menampilkan seulas senyum berusaha membuat Seohyun tenang seolah mengatakan dia baik – baik saja.

 

“apa yang kau lakukan Jino-ya? Kenapa kau memukul Kyuhyun oppa?” tanya Seohyun. Ia tidak percaya Jino adik baiknya berbuat hal itu. Sedangkan Jino ia enggan menjawab apa yang ditanyakan nunanya padanya.

 

“aku akan meredakan amarah Jino unnie, sebaiknya unnie bersihkan luka Kyuhyun oppa saja. Ayo pergi.” Krystal menarik lengan Jino keluar dari apartemen. Seohyun membantu Kyuhyun berdiri dan duduk disofa. Meski suhu tubuhnya belum menurun ia tetap bersikap biasa.

 

Pergi kedapur mengambil kotak obat. Kyuhyun merasa bersalah pada Seohyun juga Jino. Ia tahu kenapa anak itu memukulinya. Jika dirinya menjadi Jino ia pasti melakukan hal yang sama. Ia pungut kembali mawar putih dan buah yang terjatuh itu. Meletakkan dimejanya.

 

“kenapa kalian berkelahi?” tanya Seohyun ketika gadis itu sudah kembali. Kyuhyun hanya tersenyum meski rasa nyeri dibibirnya semakin kentara.

 

“kami tidak berkelahi kok.” Sangkal Kyuhyun. seohyun menatapnya tidak percaya.

 

“tidak berkelahi tapi Jino sampai memukul wajahmu? Ini pertama kalinya Jino memukul orang lain.”

 

“aku yang salah.” Gumam Kyuhyun. seohyun berhenti mengusap luka Kyuhyun sejenak.

 

“seandainya saja aku tak pernah menyakitimu, seandainya saja aku lebih peka padamu semua ini pasti tidak terjadi.” Sesal Kyuhyun. pria itu bahkan menunduk tidak berani menatap wajah Seohyun.

 

“kau tak pernah menyakitiku oppa. Memangnya aku kenapa? Aku baik – baik saja kok.”

 

“maaf..” seohyun mengernyitkan alisnya tidak paham dengan perkataan Kyuhyun.

 

“aku hidup selama bertahun – tahun dengan penyesalan karena telah menyakiti Yoona. Tanpa kusadari seorang gadis baik hati telah lama menantiku. Bahkan sejak aku belum mengenal mendiang istriku.”

…rasanya aku bodoh sekali. Kenapa aku mengulangnya lagi? Menyakiti wanita yang begitu mencintaiku?” Kyuhyun berbicara panjang lebar. Ia mendongak menatap wajah Seohyun sendu. Sedangkan gadis itu merasa blank, darimana Kyuhyun tahu jika dirinya menyukai pria itu sejak lama? Apa Sohee yang membocorkannya?

 

Kyuhyun mengambil sesuatu dibalik jas yang dikenakannya. Sebuah tas kecil yang biasa dibawa Seohyun kemana – mana. Kyuhyun juga memberikan sebuah foto. Fotonya sendiri yang diambil Seohyun dari social media pria itu saat SMA.

10418210_790779607629653_8992356361405902050_n

 

“aku masih tampan kan saat ini?” goda Kyuhyun ketika memperlihatkan foto itu pada Seohyun. Gadis itu menunduk malu.

 

“Seohyunnie..” panggil Kyuhyun lembut. Pria itu menangkup rahang Seohyun supaya gadis itu menatap ke arahnya.

 

“kau masih demam ya.. ayo ke kamar.” Ajak Kyuhyun. seohyun tidak mau.

 

“jika kau ingin pergi dariku pergilah oppa. Aku juga sedang berusaha melupakanmu. Kau tidak perlu merasa bersalah padaku. aku baik – baik saja.” Gumam Seohyun penuh keyakinan. Kyuhyun terkejut mendengar jawaban Seohyun. Apakah Seohyun akan pergi darinya? Setelah berhasil mengacaukan hatinya gadis ini akan pergi? Begitukah?

 

“tidak!” tolak Kyuhyun keras.

 

“kenapa tidak?”giliran Seohyun yang berteriak. Mata gadis itu sudah berkaca – kaca. Ia merasa Kyuhyun begitu mempermainkan hatinya.

 

“kau sudah masuk dalam hatiku lalu kau ingin pergi begitu saja? Yaa Seo Joohyun kau harus bertanggung jawab.” Sahut kyuhyun, ia tidak berpikir ketika mengucapkan kalimat itu.

 

“kenapa aku harus bertanggung jawab? Kau masuk dalam hatiku lebih lama apa kau bertanggung jawab padaku?” Kyuhyun tertohok dengan kalimat Seohyun.

 

“makanya jangan berusaha pergi dariku. Biarkan aku bertanggung jawab dengan mencintaimu sebanyak mungkin. Kau hanya perlu ada disampingku hingga aku mati.” Seohyun menatap manik mata Kyuhyun. berusaha mencari sesuatu yang mungkin saja disembunyikan Kyuhyun, kebohongan misalnya? Namun setelah menatapnya ia tahu ia tak menemukan apapun. hanya terlihat sebuah ketulusan.

 

“aku memang masih mengingat Yoona karena dia pernah menjadi bagian hidupku lebih lama sebelum aku benar – benar mengenalmu. Tapi, aku janji. Aku akan menjadikanmu bagian terpenting dalam hidupku satu – satunya.” Tutur Kyuhyun.

 

“Seohyunnie, saranghae..” gumam Kyuhyun penuh ketulusan. Tak diduga Kyuhyun sama sekali gadis itu memeluknya dan menangis keras. Sedangkan Kyuhyun tersenyum dan menghirup aroma tubuh Seohyun.

 

***

 

Krystal mengajak Jino pergi ke sebuah taman. Suasana tenang karena masih pagi membuat emosi yang tadinya memenuhi seluruh tubuhnya perlahan menghilang. Ia menatap lurus ke depan. Membuat gadis disampingnya merasa canggung.

 

“Jino-ya..” panggil Krystal. Pria itu tidak menjawab.

 

“Jino-ya.. sayangku.. Jino oppa.” Krystal berusaha memanggil dengan panggilan manis tapi Jino masihlah diam tak mau menggubris gadis itu.

 

“JINOOOOO!!!” teriak Krystal tepat ditelinga pria itu. Pria itu terkejut kemudian mengelus telinganya yang terasa berdenging karena teriakan kekasihnya yang seperti singa kelaparan.

 

“aku tidak tuli Nona Jung..” ujar Jino.

 

“jika kau masih mengabaikanku aku akan benar – benar meninggalkanmu sendirian.” Ancam gadis itu. Tapi Jino tidak peduli. Krystal menghembuskan nafasnya kasar.

 

“Jino, kau membuatku sangat kecewa hari ini.” Gumam Krystal pelan namun begitu mengenai hati Jino.

 

“caramu melindungi dan menjaga hati Seohyun unnie justru membuatnya terluka. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya ada dipikiranmu hingga kau memukul Kyuhyun oppa. Bukankah aku baru menasehatimu. Tapi kau melakukannya. Hah, apapun yang kukatakan sepertinya sama sekali tak ada gunanya. Lebih baik aku pergi saja.” Krystal beranjak dari bangku itu namun tangan Jino menahannya.

 

Jino menatap Krystal dengan tatapan menyesal. Sedangkan Krystal menatapnya dengan datar. Benar –benar datar karena ia memang sedang kecewa dengan Jino.

 

“apa aku memang salah? Aku hanya ingin menjaga hati Seohyun nuna supaya pria itu tidak menyakitinya? Apa itu suatu kesalahan?” krystal menangkup wajah Jino yang lebih rendah darinya karena pria itu tengah duduk.

 

“niatmu baik sayang, tapi caramu keliru. Kau tidak seharusnya berlaku begitu. Biar bagaimanapun Kyuhyun oppa adalah cintanya Seohyun unnie. Kau hanya perlu membuat mereka bersatu. Bukan malah memukuli Kyuhyun oppa.” Sahut Krystal lembut. Gadis itu menghembuskan nafas lega ketika sikap lembut kekasihnya telah kembali.

 

“kau kekasihku, kau Jino-ku. Aku sangat percaya padamu, kau hanya sedang emosi tadi. Kau mau kan minta maaf padanya?” Krystal mengusap pipi kekasihnya itu.

 

“apa Kyuhyun hyung akan memaafkanku?” Krystal mengangguk.

 

“jika Seohyun unnie saja mencintainya aku rasa Kyuhyun oppa pastilah pria yang baik. Kau hanya perlu mencobanya.”

 

“terimakasih sayang.” Jino memeluk perut Krystal seperti anak kecil. Krystal mengusap rambut kekasihnya itu.

 

***

 

“kau tidurlah biar aku yang merawatmu.” Ucap Kyuhyun. pria itu bahkan memaksa Seohyun berbaring diranjang. ia ingin mengambil sesuatu tapi tangan Seohyun mencegahnya.

 

“mau kemana oppa?” tanya Seohyun lirih. Pria itu mengusap rambut Seohyun lembut,

 

“aku hanya ingin mengambil sesuatu diruang tengah. Tunggu sebentar ya..” jelas Kyuhyun pada Seohyun. Seohyun luluh akhirnya melepaskan tangan Kyuhyun. tidak lama kemudian Kyuhyun datang dengan setangkai mawar putih dan juga parcel buah yang dibawanya tadi.

 

“untukmu.” Seohyun menerima bunga itu dengan wajah tersenyum.

 

“indah sekali.”

 

“kau tahu kenapa aku memberikanmu mawar putih bukannya merah?” tanya Kyuhyun padanya. Gadis itu hanya menatap Kyuhyun tanpa menjawab karena ia tahu Kyuhyun masih ingin berbicara padanya.

 

“setangkai mawar putih ini digunakan untuk mengatakan maaf. Karena aku selalu menyakitimu meski hal itu tidak ku sengaja. Aku akan tetap minta maaf padamu.” Kyuhyun memandang Seohyun penuh.

… selain itu mawar putih merupakan symbol ketulusan,kemurnian, kepolosan dan cinta sejati. Jika dulu aku memberikan Yoona mawar merah karena aku mencintainya. Maka saat ini aku memberimu mawar putih karena aku tahu kau memang ditakdirkan untuk menjadi cinta sejatiku.” Sambungnya. Setelah semalaman berpikir hingga ia tidur jam dua. Ia sudah yakin bahwa dengan Seohyunlah dia bisa bahagia.

 

“jadi.. jangan berpikir untuk pergi dariku lagi ya. Karena aku tak akan membiarkanmu pergi begitu saja. Kau kekasihku.” Tegas Kyuhyun. gadis itu benar – benar terpesona dengan pria yang mengklaim dirinya sebagai kekasihnya itu.

 

“yaksokhe?” tanya Seohyun serius. Pria itu mengangguk.

 

“sekarang tidurlah aku akan menunggumu disini.”

 

“apa kau tidak bekerja?”

 

“aku bisa mengerjakannya nanti saja. Saat ini aku ingin memberikan perhatian pada kekasihku yang sedang terbaring sakit.”

 

~~

 

Choi Seunghyun lebih baik sekarang, Minho membuat ayahnya merasa begitu baik. Anak baik itu memberikan apapun yang diminta oleh ayahnya. Seperti saat ini, Choi Minho memberikan peralatan melukis dan juga music lengkap. Ia dan ayahnya sedang berada ditaman rumah dengan peralatan melukis. Minho memang sudah tahu jika ayahnya adalah Sarjana seni rupa.

 

Banyak sekali lukisan – lukisan indah yang sudah dihasilkan olehnya. Namun, pria yang sudah memasuki umur lima puluh lima tahun itu tidak pernah sekalipun menjual lukisan – lukisannya meski pernah ada orang yang menawar ratusan juta won. Minho pernah menanyakan kenapa ayahnya tidak mau menjual lukisan itu. Ayahnya hanya bilang bahwa itu menyakiti dirinya.

 

Sejak dirinya umur tujuh belas tahun ayahnya mulai berlaku diluar batas. Ia lebih sering menyendiri dan kadang melakukan hal yang membuat orang lain bergidik. Misalnya menjerit ditengah malam, menangis tanpa sebab bahkan pernah suatu kali Choi Seunghyun berusaha melompat dari lantai atas rumahnya. Untung saja Minho segera mengetahui hal itu kemudian mencegahnya.

 

“Ayah.. kenapa ayah selalu memanggil nama Hanna, memangnya Hanna siapa ayah?” tanya Minho hati – hati. Choi Seunghyun tersentak ketika Minho menanyakan hal itu. Ingatannya kembali berputar saat ia masih kuliah dulu. Bagaimana perkenalan mereka hingga suatu ha yang menyakitkan bagi Seunghyun yaitu saat Hanna menikah dengan pria yang dijodohkan oleh orang tua Hanna.

 

“dia wanitaku, aku mengenalnya jauh sebelum aku menikah dengan ibumu.” Seunghyun mulai membuka cerita masa lalu. Minho menyimak ayahnya yang sedang melukis dan juga bercerita tentang kisah masa lalunya.

 

“dia wanita yang periang, cantik dan pintar. Pertama kali aku bertemu dengannya ketika aku tidak sengaja menumpahkan pewarna untuk melukis miliknya.” Seunghyun tersenyum simpul mengingat itu.

 

“jadi Hanna-ssi itu sama seperti ayah? Maksudku sama – sama mengambil seni rupa.” Seunghyun mengangguk membenarkan.

 

“dari situ kami berkenalan dan menjadi dekat. Karena sama – sama merasa nyaman aku memutuskan untuk berpacaran dengannya. Kau tahu Minho-yaa sampai sekarang aku masih bisa mengingat wajah penuh senyum itu.” Seunghyun tersenyum seolah ia kembali pada masa mudanya. Masa saat dirinya dan Hanna baru saja menjalin hubungan. Minho dapat merasakannya.

 

“semua berlangsung indah ketika itu. Hingga pada suatu ketika Hanna datang padaku dan mengatakan bahwa ia sudah dijodohkan dengan pria lain dan akan segera menikah. Hatiku hancur Minho-yaa, hancur sekali.” Raut wajahnya berubah menjadi terluka.

 

“kami memutuskan untuk berpisah, dia menikah dan aku sibuk dengan kuliah. Setahun pernikahannya dia sama sekali tak bahagia. Dia datang padaku sebagai teman. Aku yang merasa masih mencintainya mulai menanyakan hatinya. Ia bilang jika sebenarnya dia masih mencintaiku. Hingga kami kembali berhubungan.” Minho terkejut. ia menatap ayahnya tak percaya.

 

“maksud ayah? Bukankah Hanna-ssi sudah menikah?” Seunghyun tersenyum miris kemudian mengangguk.

 

“anggap saja kami berselingkuh. Karena pada kenyataannya kami berhubungan kembali setelah dia menikah. Hanya tiga bulan sebenarnya. Sampai suatu ketika suaminya tahu hal itu dan hendak menceraikan Hanna. Aku mungkin egois tapi aku bersyukur. Itu berarti jalanku memiliki Hanna semakin mudah.”

 

“tapi kenyataan tidak selalu seperti yang kita inginkan Minho-yaa, saat aku hendak menyuruh Hanna menyetujui perceraiannya, Orang tuaku datang dan membawa ibumu untuk dijodohkan denganku. Aku sama sekali tidak bisa menolak karena ayahku sakit keras. Dengan terpaksa aku menyetujui pernikahan itu dan mengatakan pada Hanna untuk melupakanku dan mencoba mencintai suaminya. Hari itu kami menangis bersama.” Seunghyun meneteskan air mata mengingat masa itu. Masa tersulit yang harus dia hadapi.

 

“apa ayah membenci ibuku?” tanya Minho hati – hati. Pria muda itu mencoba mencari tahu. Karena sejak ia kecil ia pun sama sekali tidak mengenal ibunya. Ibunya meninggal ketika melahirkannya.

 

“aniya.. aku tidak membenci ibumu Minho-yaa, percayalah padaku. aku sempat ingin mencintai ibumu. Tapi dia meninggalkanku ketika melahirkanmu. Aku malah bersyukur karena dia melahirkan pria tampan sepertimu.” Puji Seunghyun pada putranya. Ia usap kepala Minho lembut.

 

“apa ayah mau aku mencari Hanna-ssi untuk ayah?” Seunghyun menggeleng.

 

“mungkin ayah memang gila karena tidak bisa berhenti berpikir tentangnya. Tapi ayah tidak akan merusak kebahagiaan keluarga mereka untuk yang kedua kali.” Ucap Seunghyun lembut. Minho tersenyum melihat ayahnya yang begitu disayanginya.

 

***

 

Jino memasuki apartemen dengan wajah lelah. Seharian ini moodnya serasa rusak. Pikirannya terus berkelana pada kejadian tadi pagi. Saat ia hendak melepas sepatu dan menaruhnya dirak. Dapat ia lihat sepatu pria bertengger disana. Jino mengerutkan kening, apakah Jonghyun datang?

 

“hahaha, benarkah oppa?” jino mendengar Seohyun tertawa. sepertinya dengan seorang pria. Ia melangkahkan kakinya cepat menuju kamar kakaknya. Saat ia membuka pintu Kyuhyun sedang menyuapi Seohyun buah sambil bercanda. Kyuhyun yang sadar dengan kehadiran Jino segera berdiri. Seohyunpun melakukan hal yang sama.

 

“aku akan pulang sekarang hyun,” seohyun mengangguk. Ketika Kyuhyun hendak melewati Jino. Pria itu menarik lengan Kyuhyun. kyuhyun menatap Jino tidak mengerti. Sungguh, ia hanya tidak ingin membuat Seohyun khawatir jika Jino mengajaknya berkelahi.

 

“Mianhae hyung, seharusnya aku tidak bersikap seperti itu padamu.” Sesal Jino sambil menunduk. Kyuhyun tak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia membalikkan tubuh menatap Jino yang menunduk.

 

“aku terlalu takut kau akan menyakiti nunaku hyung. Didunia ini aku hanya punya nuna. Aku akan melakukan hal apapun untuk menjaga nuna.” Ucap Jino lirih. Seohyun memandang Jino haru. Ia memandang Kyuhyun yang tersenyum padanya.

 

Kyuhyun pegang kedua bahu Jino membuat Jino mendongak menatap Kyuhyun. kyuhyun tersenyum memandang Jino. Sedangkan Jino merasa takut terhadap Kyuhyun.

 

“aku tidak marah padamu Jino-yaa, jika aku jadi kau, pasti aku akan melakukan hal yang sama. Tapi Jino-yaa, kau harus tahu satu hal. Aku tidak mempermainkan nunamu jika itu yang kau takutkan. Aku menyayanginya. Mungkin benar, aku masih mengingat mendiang istriku. Bukankah itu wajar, lagipula sekarang aku milik nunamu. Mau tidak mau kau harus mau dengan kehadiranku.” Kyuhyun tersenyum geli melihat raut wajah Jino yang merasa tidak percaya.

 

Kyuhyun hampiri Seohyun dan menggenggam tangan gadis itu erat. Ia pandang Jino dengan tatapan hangatnya. Ia kecup punggung tangan Seohyun lembut membuat gadis itu merasa tersentuh.

 

“dia milikku sekarang Jino-yaa. Kupastikan aku akan menjaganya dengan baik. Kau tidak perlu khawatir eoh.” Mereka semua tersenyum.

 

***

 

 

 

Beberapa bulan sudah Seohyun menjalin hubungan dengan Kyuhyun. pria itu sangatlah manja dengan Seohyun. Seperti anak kecil. Saat ini ia tengah berada dalam pesta pernikahan Jonghyun – Yura. ia datang bersama Kyuhyun. pria itu tak melepaskan tangan Seohyun sedikitpun. Tipikal pria possessive.

 

“Chukkae Yura unnie Jonghyun oppa. Semoga pernikahan kalian bahagia selamanya.” Seohyun berikan ucapan selamat pada Yura dan Jonghyun. Gadis yang sudah menikah itu tersenyum malu – malu.

 

“gomawo Seohyun-ahh. Kapan kau menyusul kami?” tanya Yura menggoda. Seohyun terbatuk – batuk membuat Kyuhyun kaget.

 

“Hong Yura, jangan katakan itu pada kekasihku. Kau membuatnya terkejut. Jong cepat hamili Yura  supaya dia tidak mengganggu kekasihku terus,” ucap Kyuhyun datar namun mampu membuat kedua wanita itu menatapnya horror.

 

“tenang Kyu, itu pekerjaan mudah. aku pasti akan segera membuatnya hamil.” Jawab Jonghyun santai. Kedua pria itu tertawa. tak lama kemudian Seohyun cubit perut gembul Kyuhyun.

 

“auww, sakit sayang.” Kyuhyun mengaduh.

 

“makanya kalau bicara hati – hati.”

 

“memangnya apa yang salah huh?” sungut Kyuhyun. Yura dan Jonghyun menatapnya geli. Ada pasangan aneh macam Seohyun dan Kyuhyun.

 

***

 

Setelah menghadiri pesta pernikahan mewah Sohee. Kyuhyun ajak Seohyun pergi ke suatu tempat. Seohyun nampak lelah meski ia tak mengatakan apapun pada Kyuhyun. pria itu dari hari ke hari semakin peka terhadap keadaan sekitar terutama jika itu Seohyun.

 

“kau dingin sayang?” tanya Kyuhyun.

 

“sedikit.” Kyuhyun lepas jas formalnya dan memakaikan pada tubuh Seohyun. Ia peluk tubuh Seohyun dari belakang. Saat ini mereka ada dipantai. Sepi Karena ini sudah malam.

 

“bagaimana?” tanya Kyuhyun. seohyun tidak menjawab karena jantungnya berdetak kencang membuat Seohyun khawatir Kyuhyun bisa mendengarnya. Sedangkan pria itu tersenyum simpul melihat Seohyun yang terpaku. Ia kecup pipi kanan Seohyun lembut.

 

“saranghae.” Ucap Kyuhyun tulus, ia balik tubuh Seohyun menatapnya. Seohyun mendongak karena Kyuhyun lebih tinggi darinya.

 

Kyuhyun mengecup kening Seohyun lembut, dilanjutkan kedua mata, hidung, kedua pipinya dan berakhir dengan lumatan kecil dibibir mungil Seohyun. Kyuhyun lepaskan tautan bibir mereka. wajah Seohyun berubah semerah kepiting rebus. Kyuhyun membuat knerja tubuhnya sama sekali tidak baik. Berada didekat Kyuhyun bisa membuat Seohyun jantungan.

 

“kenapa kau mengajakku kesini oppa?” tanya Seohyun lembut. Pria itu hanya tersenyum.

 

“mendongaklah ke atas sayang.” Seohyun turuti perintah Kyuhyun untuk mendongak ke atas. Dan betapa terkejutnya dirinya ketika banyak sekali kembang api bertebaran dilangit. Tidak hanya itu. Ada sebuah kembang api besar yang membentuk tulisan yang mampu membuat Seohyun menahan nafasnya,

Will You Marry Me, Seohyun

 

Tulisan itulah yang membuat Seohyun merasa tidak percaya. Mata gadis itu berkaca – kaca. Penantiannya selama bertahun – tahun benar – benar berakhir dengan sangat indah. Ia lihat Kyuhyun yang memandanginya dengan raut wajah tersenyum.

 

“kau suka?” Seohyun mengangguk cepat.

 

“mau menikah denganku?” Seohyun tampak diam seperti orang linglung. Kyuhyun menatapnya khawatir jika Seohyun ternyata menolaknya. Ia sangat berharap Seohyun mau menikah dengannya. Tanpa Kyuhyun tahu dalam hati Seohyun terkikik geli melihat raut wajah panic kekasihnya itu. Seohyun memang tidak memberikan jawaban apapun pada Kyuhyun.

 

“sayang?” panggil Kyuhyun. tanpa berpikir dua kali Seohyun tarik tengkuk Kyuhyun dan melumat bibir pria itu dengan lembut seperti yang dilakukan Kyuhyun padanya. Dan ketika melepasnya Seohyun tersenyum lebar.

 

“itu jawabanku oppa.” Kyuhyun tersenyum dan mengulang apa yang dilakukan Seohyun padanya.

 

TBC

jangan lupa RCL ya readers XD XD

saranghaeyoooo :* :*

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

34 thoughts on “Hidden Love Part 16

  1. Akhirnya SeoKyu bersatu juga.. Kirain tadi bakalan ada badai besar karena kehadiran Minho, rupanya malah berujung manis.. Ah semoga langgeng terus ya, dan untuk Kyu, jangan pernah nyamain Seonnie dengan Yoong eonnie lagi, arraseo?

    Like

  2. Udah sweet bgt pengennya c gda yg ganggu mereka tp msh ada masalah yg blm terselesaikan, minho dan appanya!! Smoga minho bukan pihak ketiga

    Like

  3. So sweet,,,last part bner bkin baper,,,kpn nikahnya ne????one call away kpn dlnjut????hwaiting d tunggu lnjutannya

    Like

  4. Ahhh… sweet banget
    Akhirnya setelah menantikan selama bertahun tahun akhiranya bisa bersama.
    Pasti seo eonnie dah bahagia banget
    Cepet nikah biar gak ada yang ganggu lagi. And semoga langgeng terus
    Nice

    Like

  5. Aku gak ngikutin ini dari part awal, paling baru 13-14-15, hehe tapi ternyata ceritanya menarik yah, aakkkk aku suka aku suka hehehheh, lanjut kak next part ditunggu yaaaa

    Like

  6. yeyy akhirnya kyupa nglamar seomaaa
    so swetttt bgt mereka
    romantissss bgt
    lanjut neeee gk sabar nihhh
    hwaitinggg

    Like

  7. Aaaa… seokyu romantis bingo! Akhirnya kyuhyun ngelamar seohyun juga 🙂 Semoga hubungan mereka makain baik. lanjuuut.. fighting!

    Like

  8. Astaga seo eonni nakal…..
    Wkwkwkw
    Sempat mwek dipart sbelumxa….
    Mian bru coment dipart ini…hehehe
    Next next hwaiting

    Like

  9. Banyak yg belum terjawab, bahkan ortu yoong yg d jepang juga, dan kyu-min?, dan nikahan sohee-jay.
    Ojo keburu toh sayang.. ngebut bingit nih..

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s