Posted in Cho Kyuhyun, Choi Minho, Romance, SAD, Seo Joohyun

Hidden Love Part 15

Author                  : Lestari Choding.

Genre                   : sad and romance

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                      : annyeongg^^ Lestari datang lagi hihihi 😀 ,, sesuai keinginan readers yang minta ditambahin SKM, gw ngasih banyak SKM dipart ini. Jangan pada protes kalo part ini makin nyeleneh. Rencananya gw pengen nuntasin ff ini kalo bisa nggak sampek part 20. Jadi gw ngebut bikinnye kekeke 😀 😀 .. gomawo buat readers yang sudah ngasih kritik dan saran buat ff abal – abal gw ini. Dan menurut gw ada salah satu readers yang pinter nebak alur cerita ff gw. Untung aje gw pinter gw bolak – balikin alur di ff biar pada puyeng kagak bisa nebak mau dibawa kemana. *pedemode on*  Wkwkw XD XD

 

Yang nunggu One Call Away.. heum, gw belum ngetik sama sekali. Tapi gw ude ada plan mau ngetik ntar malem, ye kalo moodnya baik yee.. jadi kalian harus sabar sama author nyebelin cem gw. 😀 😀

 

Typo selalu berserakan anggap aja kalian nemu harta karun yehh 😀 .. ff ini jan diplagiat. Meski gw yakin banget gw orang kesekian yang bikin ini ff dengan tema kek begini.. tapi pure ini murni dari hasil gw semedi ehhh maksudnya hasil gw mikir sendiri.. XD

 

Seokyu selalu milik Wiress,, ANTISEOKYU this is not your territorial.. you have to go away from here..

 

Kalo nekat baca jangan salahin gw kalo tiba – tiba pada marah2 gaje., yang penting gw udah ingetin.. oke segini cukup

 

 

HAPPY READING♥♥

 

 

    Sejujurnya aku mulai lelah. Lelah dengan semua ini.

                Apakah sebaiknya aku berhenti?

                                                                                Seohyun

 

                Maafkan aku yang tidak pernah menyadari hadirnya dirimu

                Maaf selalu menyebut namanya saat bersamamu.

                Tapi sungguh, rasa untuknya saat ini benar – benar

                Hanya untukmu.

                jangan pernah mencoba berhenti.

                                                                                Kyuhyun

 

HIDDEN LOVE PART 15

 

Dengan gerakan secepat kilat akhirnya Taemin selamat. Ia tidak tertabrak mobil karena seseorang telah menolongnya.

 

“gwenchana?” tanya gadis itu, Taemin mendongak. Ia mengamati wajah di depannya lamat – lamat. Jika ia tidak keliru bukankah dia adalah idolanya semasa SMA?

 

“Krystal?” gumam Taemin lirih, gadis itu menatapnya dengan pandangan bertanya. Alisnya mengernyit.

 

“kau tahu namaku?” Taemin menerima uluran tangan Krystal yang membantunya berdiri.

 

“kau pasti lupa padaku kan. Aku Lee Taemin, tentu saja aku mengenalmu. Kita teman SMA.” Sahut Taemin dengan senyum mengembang diwajahnya,

 

“tunggu,,, Lee Taemin, Lee Taemin.. ahh aku ingat kau sekarang. Bagaimana kabarmu sekarang?” tanya Krystal.

 

“baik,”

 

“apa yang sedang kau lakukan disini?”

 

“awalnya aku ingin ke makam ibuku. Tapi bunganya hancur. Aku harus membeli dulu.” Jawab Taemin lembut.

 

“ahh, begitu ya, aku juga baru saja mengunjungi makam kakekku. Sepertinya aku harus segera ke rumah sakit. Aku pergi dulu ya.” Krystal segera berjalan menjauhi Taemin. Sedangkan pria itu menatapnya penuh minat. Ia tak menyangka bisa bertemu dengan idolanya setelah bertahun – tahun lamanya.

 

 

****

 

Dengan langkah yang pelan namun pasti Krystal hampiri Jino yang tengah berbincang dengan teman magangnya di rumah sakit. Jino nampak mendengarkan apa yang dikatakan temannya. Krystal tak langsung hampiri Jino. Bagaimanapun juga ia tahu tempat meski ia ingin segera menghampiri kekasihnya.

 

Tak berapa lama teman Jino sudah pergi. Dengan gerakan hati – hati ia ingin memberikan Jino kejutan. Ditutupnya kedua mata Jino dengan telapak tangannya. Jino terkejut, tapi sedetik kemudian ia tersenyum karena tahu siapa yang tengah menutup matanya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan kekasihnya.

 

“aku sudah terkejut, lepaskan tanganmu.” Gumam Jino, Krystal lepaskan tangan yang menutupi mata Jino. Ia tersenyum menatap kekasihnya dengan balutan khas dokter dan stetoskop yang bertengger dileher prianya.

 

“uisanim, aku sedang sakit. Dari tadi pagi aku sangat merindukan kekasihku. Dan ketika sudah bertemu aku semakin merindukannya. Bagaimana ini?” ucap Krystal dengan nada manja. Jino menarik hidung gadisnya.

 

“kau menggodaku eoh,, belajar darimana heum?” tanya Jino heran, Krystal hanya menggeleng.

 

“aku serius uisa, kenapa kau tak percaya padaku hm.. ahh aku kecewa.” Jino tertawa kecil melihat tingkah childish Krystal.

 

“kajja ikut aku,” jino menggandeng Krystal ke taman rumah sakit. Mereka duduk disalah satu bangku panjang dengan jarak dekat.

 

“kau darimana tadi?” Jino bertanya sambil menyesap espresso yang tadi dibelinya.

 

“pergi ke makam kakek. Sudah lama aku tidak kesana.” Jino menatap Krystal yang sedang meniup poninya.

 

“sendirian?” gadis itu mengangguk.

 

“aku bertemu dengan teman lamaku. Lee Taemin.” Jino menatap Krytal berbeda dengan sebelumnya. Seperti sedikit mengintimidasi.

 

“siapa itu Lee Taemin, aku tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya.” Sahut Jino.

 

“eoh, tentu saja, semasa SMA apa kau pernah memperhatikanku? Kau seperti es batu. Lagipula aku mengenalnya setelah kau pergi ke London.” Jino mengeraskan rahangnya. Ia paling tidak suka jika Krystal membicarakan pria lain di depannya. Katakanlah pria itu sedang dibakar cemburu. Krystal menatap pria itu aneh. Kenapa dari tadi dirinya terus diam? Apa gadis itu melakukan kesalahan padanya.

 

“aku pergi,” Jino segera beranjak dari bangku panjang itu. Tapi Krystal tak membiarkannya begitu saja. Ia genggam tangan kiri Jino. Pria itu berhenti dan Krystal melangkah didepannya. Ia tatap pria itu seksama dan tersenyum kecil.

 

“aku suka kau cemburu padaku seperti ini. Itu artinya kau benar – benar mencintaiku sayang.”

 

…tapi, jika kau tidak percaya padaku. aku akan sangat kecewa padamu.” Lanjut Krystal tanpa melepaskan tatapannya pada Jino.

 

“apa kau lupa aku selalu membuntutimu semasa SMA heum? Aku bahkan mempertaruhkan harga diriku untuk dapat bersamamu. Apa mungkin setelah bersamamu aku menghianatimu?” tanya Krystal retoris.

 

“ya kecuali aku sudah gila. Aku pasti mencari pria lain. Tapi tidak kan? Aku masih disini, aku masih bersamamu. Kau pria kaku nan menyebalkan. Jika bukan karena aku cinta padamu mana tahan aku berada disisimu heum. Gadis lain mungkin segera enyah darimu.” Krystal terkekeh. Jino menatapnya, ia mencari kesungguhan itu dalam manic mata gadisnya. Dengan gerakan pelan ia tarik Krystal ke pelukan dada bidangnya.

 

“mian..” gumam Jino bagai angin lalu.

 

“kenapa kau harus minta maaf. Kau hanya perlu percaya padaku. selamanya Krystal Jung milik Seo Jino. Begitu juga sebaliknya.”

 

“em, kau benar. Kau hanya milikku seorang.” Pria itu luluh. Krystal benar, gadis itu mencintainya sejak lama mana mungkin dia bisa berpaling pada pria lain. Hubungan mereka tidak berjalan satu atau dua hari. Tapi sudah bertahun – tahun. Jino sedikit menyesal dengan sikapnya tadi.

 

****

 

Seorang pria paruh baya nampak memandang langit malam dari jendela. Langit malam Berlin dapat membuatnya tenang sekaligus merasa kesepian. Jika dulu ada dua anak dan istrinya yang menemani malam gelapnya. Kini dirinya seorang diri. Ini sudah pilihannya. Jadi ia harus siap konsekuensinya.

 

Deritan pintu membuatnya menoleh. Sahabatnya datang dengan pakaian khas dokter. Ia tersenyum pada sahabatnya.

 

“apa yang kau rasakan? Apa kau masih sering kesakitan?” pria yang ditanya itu hanya mengangguk lemah dan tersenyum.

 

“gwenchana, aku bisa mengatasinya Youngwoon-ah.”

 

“aku sedang mencari donor jantung untukmu sobat. Kau harus bertahan sampai aku bisa menemukan jantung yang tepat.” Pria itu justru menggeleng.

 

“kau tahu Youngwoon-ahh, aku sudah lelah seperti ini. Aku tidak masalah jika aku tidak melakukan transplantasi jantung sekalipun. Apa aku masih pantas hidup? Aku menyakiti keluargaku.” Gumamnya lirih. Kim Youngwoon dokter sekaligus sahabatnya menepuk pundak pria itu memberi kekuatan.

 

“seharusnya kau jujur Young Hwan-ahh, jadi Kyuhyun tidak akan terluka seperti ini. Kau sudah berjanji pada Hanna akan menerima bayi yang dikandungnya meski bayi itu anak Choi Seunghyun. Bukankah waktu itu aku juga sudah memperingatkanmu untuk menceraikannya saja? Tapi apa? Kau memilih bertahan dengan wanita itu karena rasa cintamu begitu besar. Aku juga tahu kau menyayangi Kyuhyun meski anakmu mungkin tidak merasa seperti itu.” Cho Young Hwan hanya memandang langit gelap itu dengan mata berkaca – kaca.

 

“lalu apa yang bisa kulakukan Youngwoon-ahh, sebelum aku kesini aku sudah mengatakan ingin bercerai dengannya. Mungkin saja dia setuju.”

 

“itulah kebodohanmu Young Hwan. Kau terlalu angkuh meski jelas sekali kau membutuhkan keluargamu. Kau pikir dengan menyembunyikan penyakitmu akan membuat semuanya baik – baik saja begitu? Kau sendiri yang akan tersiksa sobat.”

 

****

 

Semenjak kembali bekerja Cho Kyuhyun kembali disibukkan dengan berkas – berkas kantor yng membuatnya tidak bisa berpaling. Meski ia memiliki kekecewaan yang begitu dalam pada ayahnya. Hal itu tidak menyurutkan semangat kerjanya. Karena ayahnya sedang tidak di Korea. Yesung bilang, ayahnya sedang di Jerman entah untuk urusan apa Yesung juga tidak tahu.

 

Sebulan sudah Kyuhyun bergelut dengan berkasnya. Dari pagi hingga jam tujuh malam. Pria itu bahkan lupa pada seseorang yang telah dibuat menunggu. Gadis itu, Seohyun tatap ponselnya yang selama satu bulan ini nihil panggilan dari pria itu. Bukankah pria itu berjanji akan segera menemuinya ketika semua urusannya sudah selesai? Kenapa sampai sebulan pria itu belum juga menghubunginya?

 

Ia bosan. Ini sudah masuk jam makan siang, tapi ia enggan kemanapun. Jonghyun yang melihat Seohyun terus menekuk wajahnya menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi pada gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.

 

“wae?” tanya Jonghyun to the point. Seohyun tersentak menatap Jonghyun sekilas kemudian menggeleng. Ia kembali menekuk wajahnya.

 

“apa kau sedang sakit?” Seohyun menggeleng.

 

“sudah jam makan siang, ayo makan siang bersamaku?” Seohyun menggeleng lagi. Membuat pria itu menatapnya heran. Seohyun memang pendiam. Tapi bukan pendiam seperti yang terjadi sekarang. Jonghyun berpikir setelahnya pria itu menyeringai.

 

“kau menunggu panggilan dari Cho Kyuhyun?” tebak Jonghyun. Gadis itu mendongak dengan mata melotot ke arah Jonghyun. Pria itu tertawa kecil.

 

“jadi Cho Kyuhyun yaa yang membuatmu seperti ini? Astaga adikku kasihan sekali.” Cibir Jonghyun. Seohyun terdiam.

 

“pria itu sedang berada di Jeju. Ada proyek besar yang dilaksanakan perusahaannya dengan CSH Empire terkait pembangunan resort. Kemungkinan dia pulang besok. Semalam dia menghubungiku.”

 

‘dia menghubungi Jonghyun oppa tapi tidak menghubungiku? Aigoo memangnya kau siapa.’ Batinnya menjerit kesal.

 

“kalau kau merindukannya hubungi saja dia duluan.” Goda Jonghyun.

 

“siapa yang merindukannya, tidak ada.” Sela Seohyun, Jonghyun tertawa.

 

“sudah ketahuan tidak mau mengaku pula.” Ejek Jonghyun.

 

“siapa yang ketahuan?” sebuah suara membuat kedua orang yang tadi berbicara menoleh menatapnya. Cho Kyuhyun, dengan kemeja putih yang sudah ia lipat hingga siku dan rambutnya yang acak – acakan membuat jantung Seohyun bertalu – talu. Sangat keras, hingga dirinya takut Kyuhyun bisa mendengarnya.

 

“Kyuhyun-ahh, kau sudah pulang? Kau bilang besok.” Jonghyun segera menghampiri Kyuhyun dan memeluk ala pria.

 

“aku mempercepat kepulanganku.” Sahut Kyuhyun.

 

“jadi kau baru saja sampai ke Seoul langsung kemari?” Kyuhyun mengangguk.

 

“kenapa kemari? Tidakkah kau merasa lelah?” kyuhyun menggeleng dan tersenyum menatap gadis didepannya yang masih menunduk.

 

“kurasa ada yang tengah merindukanmu Kyuhyun-ahh. Baiklah aku mau makan siang bersama Yura. seohyunnie, Kyuhyun sudah datang kenapa diam saja?” goda Jonghyun, seohyun menatap pria yang sudah seperti oppa baginya dengan tatapan tajam. Sayangnya pria itu malah melebarkan senyumnya.

 

“aku pergi dulu Kyuhyun,”

 

~~

 

Kyuhyun mengajak Seohyun membeli makan dan memakannya didekat Sungai Han. Sungai jernih yang menjadi tempat menarik untuk menghabiskan waktu bersantai. Selesai makan keduanya sama – sama diam. Seohyun tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana. Haruskah ia bertanya kabar?

 

“Seohyunniee..” panggil Kyuhyun. seohyun menatap pria itu. Kyuhyun tersenyum lembut yang menurut Seohyun dapat merusak jantungnya.

 

‘Tuhan, kuatkan jantungku.’ Doanya dalam hati.

 

“apa kau menungguku?” seohyun bingung harus menjawab apa. Tapi akhirnya dia mengangguk. Kyuhyun tersenyum tipis.

 

“maaf ya baru menemuimu sekarang. Pekerjaan dan urusanku masih banyak yang belum terselesaikan. Seharusnya aku pulang besok. Tapi aku dapat menyelesaikan pekerjaanku semalaman. Jadi aku bisa pulang hari ini.” Jelas Kyuhyun panjang lebar. Seohyun hanya mengangguk paham.

 

“selain itu aku juga punya alasan lain.” Seohyun menatapnya bertanya. Sedangkan pria itu tersenyum usil pada Seohyun.

 

“memangnya alasan lain apa?” tanya Seohyun lembut.

 

“karena aku merindukanmu.” Degg, detak jantung Seohyun benar – benar cepat sekarang. Pria didekatnya ini mungkin bisa menyebabkan dirinya mengidap penyakit jantung dadakan. Ia menatap sungai Han karena tak kuat menatap mata elang pria itu.

 

Tanpa diduga Seohyun sama sekali pria itu memeluknya dari belakang dan menyenderkan dagunya pada bahu gadis itu. Ia tersenyum sambil menghirup aroma strawberry milik gadis yang sudah membuat kinerja otaknya menjadi bercabang – cabang. Seohyun terkejut, ingin melepaskan diri dari kungkungan pria itu tapi tangan besar pria itu bahkan bersatu memeluk perutnya.

 

“nyaman sekali memelukmu seperti ini Seohyunnie.” Gumam Kyuhyun. seohyun tak berani menjawab karena sibuk menormalkan detak jantungnya sendiri.

 

“kau mirip Yoona, bahkan aroma tubuh kalianpun sama.” Seohyun menegang, jadi Yoona lagi? Ia tersenyum miris dengan nasibnya. Pria itu memperlakukannya seperti itu karena dia mirip mendiang istrinya bukan karena ia adalah Seohyun.

 

Bukannya melepaskan Kyuhyun semakin kuat menghirup wangi rambut Seohyun. Yoona memang menyukai aroma strawberry. Padahal banyak aroma lain. Tapi Yoona tetap memilih itu dan sekarang Seohyun pun juga memilih aroma yang sama. Meski begitu Kyuhyun tahu jika bukan karena Yoona ia memeluk Seohyun.

 

Ia balik tubuh Seohyun. Ia tatap mata Seohyun yang berkaca – kaca. Kyuhyun tahu, gadis itu pasti terluka. Karena ini bukan pertama kali kyuhyun bilang jika dirinya mirip mendiang istrinya. Kyuhyun tersenyum kemudian membelai lembut wajah Seohyun.

 

“semakin aku mengelak semakin gila aku merindukan wajah ini.” Gumam Kyuhyun, seohyun mendongak menatap pria yang lebih tinggi sebelas centimeter darinya.

 

“kau mungkin tidak percaya padaku Seohyunnie, tapi aku, aku jujur aku menyukaimu.” Kali ini air mata Seohyun benar – benar menetes membasahi pipinya. Rasanya tidak percaya saat pria itu mengatakan jika dirinya menyukai Seohyun. Kyuhyun hapus air mata diwajah Seohyun.

 

“apa kau sudah punya pacar heum? Kenapa kau menangis? Harusnya aku yang menangis jika sampai kau sudah punya pacar.” Tanya Kyuhyun. sedangkan Seohyun malah merajuk. Ia peluk Seohyun, dan gadis itu membalasnya.

 

“kau memang terlampau mirip dengan mendiang istriku, tapi aku membutuhkanmu sebagai Seohyun bukan Yoona.” Jelasnya lagi. Seohyun eratkan pelukannya pada Kyuhyun. meski wajahnya basah karena air mata tapi hatinya bahagia. Tidak seperti biasanya, ia tersenyum namun hatinya perih. Bukankah Tuhan sangat adil? Penantiannya bertahun – tahun ternyata tidak sia – sia.

 

“oppa, aku harus kembali ke kantor. Masih banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan.” Gumam Seohyun. Ia lepaskan pelukan Kyuhyun dan menatap pria itu. Sebenarnya ia enggan melepaskan dekapan hangat pria itu. Tapi bukankah dirinya harus bersikap professional?

 

“ck, shirreo,”sahut Kyuhyun cepat. Seohyun tersentak kaget.

 

“tapi oppa..

 

“tunggu sebentar, biar aku hubungi Jonghyun.” Potong Kyuhyun cepat. Segera ia ambil Iphone disaku celananya lalu menghubungi atasan Seohyun.

 

“yoboseyo Jonghyunie, ini aku. Seohyun bersamaku jangan mengganggunya. Kau mengerti kan.” Kata Kyuhyun pada Jonghyun.

 

“….” Kyuhyun tersenyum.

 

“kau memang teman yang baik.” Dia mematikan panggilannya sepihak tanpa menunggu Jonghyun menjawab. Ia tersenyum pada Seohyun seolah mengisyaratkan tidak-ada-yang-sulit-bagi-Cho-Kyuhyun.

 

“kajja..” Seohyun tidak bergerak membuat Kyuhyun mengernyit.

 

“waeyo?”

 

“kita mau kemana?” Kyuhyun tak menghiraukan pertanyaan Seohyun dan memilih menarik tangan gadis itu supaya mengikutinya. Kyuhyun membukakan pintu mobil untuk Seohyun. Meski sedikit enggan namun Seohyun tetap masuk ke mobil Kyuhyun.

 

Pria itu memasuki mobil dan mengendarai menuju apartemen. Ia tak mengatakan apapun pada Seohyun. Pria itu tersenyum tipis ketika mendapati wajah cemberut gadis yang sudah menjadi kekasihnya.

 

“jangan cemberut sayang, aku hanya akan mengajakmu ke apartemenku. Aku sedang lelah karena baru saja perjalanan jauh.” Gumam Kyuhyun, Seohyun hanya terpaku. Ia menatap pria yang senyumannya tidak memudar sejak tadi.

 

Tak berapa lama mereka telah sampai di apartemen pria itu. Tanpa menyuruh Seohyun berbalik badan, pria itu menekan angka kombinasi apartemennya.

 

“ini kode baruku, 250416. Dan hanya kau yang tahu.”
“kenapa hanya aku?” tanya Seohyun bingung. Pria itu gemas melihat tingkah polos kekasih barunya itu. Ia cubit pipi gembul kanan Seohyun.

 

“karena kau kekasihku. Makanya kau harus tahu. Aku akan senang hati jika kau mau datang kesini setiap hari.” Ia tarik Seohyun ke dalam. Apartemen Kyuhyun didominasi warna hitam putih. Khas pria sekali. Ia melihat masih banyak foto Kyuhyun dan Yoona terpajang. Ia mengambil salah satu foto mereka berdua dengan senyuman lebar. Ia usap lembut foto itu. Namun sebuah tangan mengambil foto itu dan menutupnya.

 

“jangan melihatnya jika kau tak ingin terluka sayang.” Ucap Kyuhyun mengenai tengkuk Seohyun. Karena posisi Kyuhyun yang memang berada dibelakang tubuh Seohyun. Seohyun merinding merasakan deru nafas Kyuhyun dilehernya,

 

“Aku hanya..

 

“aku tahu, tapi sebaiknya jangan. Nanti aku akan membereskan semua foto ini dan menaruhnya digudang.” Sela Kyuhyun.

 

“sayang, bisakah kau buat teh hangat untukku? Sepertinya kepalaku sedikit pening.”Kyuhyun rebahkan dirinya disofa panjang. Seohyun segera beranjak ke dapur untuk membuat teh.

 

“ini oppa.” Kyuhyun membuka mata dan menerima secangkir teh hangat yang diberikan Seohyun. Selagi Kyuhyun minum, tangan Seohyun memegang dahi Kyuhyun. memeriksa apakah pria itu benar – benar sakit atau tidak.

 

“dahimu cukup panas oppa. Apa kau sudah makan?” Kyuhyun menggeleng pelan.

 

“setelah selesai bekerja aku langsung pergi ke Seoul.” Tutur Kyuhyun. seohyun menatapnya sendu. Segera ia beranjak ke dapur lagi membuatkan sesuatu yang bisa dimakan Kyuhyun. sepertinya Kyuhyun lemas karena belum ada asupan gizi yang dicerna tubuhnya.

 

Setelah mencari – cari tidak ada satu jenis makananpun kecuali mie ramen. Ia berpikir sejenak, jika ia keluar sekarang itu akan memakan waktu lama dan mungkin saja Kyuhyun bisa jatuh pingsan. Karena saat ini saja tubuh pria itu panas. Setelah berpikir – pikir lebih baik ia memasak apa yang ada saja baru nanti ia akan berbelanja. Kurang dari lima menit mie ramennya sudah tersaji. Ia hampiri Kyuhyun.

 

“cha makanlah oppa. Hanya ada ramen saja.” Kyuhyun tersenyum dan menerima semangkuk ramen. Seohyun perhatikan Kyuhyun yang tengah makan. Merasa diperhatikan Kyuhyun mendongak, pria itu tersenyum ketika Seohyun menatapnya begitu. Ia menyumpit mie dan mengarahkannya pada Seohyun.

 

“aaa..” Seohyun menatap sumpit yang ada didepan bibirnya. Tak menunggu waktu lama ia buka mulutnya dan menerima suapan Kyuhyun. siang itu menjadi siang yang manis bagi pasangan baru itu.

 

****

 

Kyuhyun ajak Seohyun pergi ke Department Store untuk belanja persediaan Kyuhyun dirumah. Mereka memilih berbagai jenis sayuran dan makanan tanpa melepaskan tautan tangan mereka. Ditempat yang sama pula Sohee dan Jay juga berbelanja. Sohee melihat kakaknya dari belakang sedang bersama seorang gadis. Dia membisiki tunangannya lalu mereka menghampiri Kyuhyun.

 

“oppa, apa yang kau lakukan disini?” tanya Sohee, ketika Kyuhyun dan Seohyun menoleh betapa kagetnya Sohee. Ternyata gadis yang digandeng oppanya adalah sahabatnya. Ia tersenyum miring menatap Seohyun. Sedangkan Seohyun menunduk dan berusaha melepaskan tangannya dari kyuhyun. meski pria itu terlalu erat menggenggam tangannya.

 

“aku sedang berbelanja, kau juga kan? Bersama Jay.” Jawab Kyuhyun. jay membungkuk hormat pada calon kakak iparnya.

 

“seohyunnie. Kau bersama oppa?” tanya Sohee, Seohyun hanya menunduk tidak berani menjawab. Kyuhyun yang tahu hal itu menatap Sohee malas.

 

“pergilah bersama Jay, aku dan Seohyun mau belanja lagi, ayo sayang..” Kyuhyun rengkuh pinggang Seohyun. Sedangkan Sohee terbelalak karena mendengar oppanya memanggil sahabatnya sayang?

 

“ada apa denganmu sayang?” tanya Jay heran. Sohee menggeleng.

 

“sepertinya doaku terkabul oppa.” Jawab Sohee,

 

~~

seohyun terus diam semenjak bertemu dengan Sohee tadi. Kyuhyun yang sedang memilih barang heran dengan sikap Seohyun. Ia sentuh pelan pundak gadisnya itu.

 

“kenapa diam saja sayang?” tanya Kyuhyun lembut. Seohyun mendongak, wajahnya memerah. Kyuhyun tersenyum kecil.

 

“hei, kau cantik sekali saat memerah seperti ini. Apa kau sedang malu?” goda Kyuhyun, sedangkan gadis itu mempoutkan bibirnya lucu.

 

“ayo kita lanjutkan belanjanya. Aku ingin segera pulang.” Kata Kyuhyun.

 

****

 

Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Tapi Kyuhyun masih menahan gadis itu untuk tidak pulang dan berjanji mengantar Seohyun. Seohyun tengah memangku Kyuhyun dengan tangannya yang mengusap lembut rambut pria itu. Mata Kyuhyun terpejam menikmati usapan lembut tangan Seohyun dirambutnya.

 

“oppa..” panggil gadis itu.

 

“hmm..”

 

“kapan kau akan mengantarku pulang? Ini sudah jam delapan. Bagaimana jika Jino mencariku.” Cicit Seohyun. Gadis itu bukannya tidak senang ada didekat Kyuhyun. hanya saja ia mengkhawatirkan adiknya. Meski Jino sudah besar tapi perhatian Seohyun sepenuhnya untuk Jino.

 

“tidur disini saja.” Sahut Kyuhyun santai.

 

“MWO? Andwe..” tolak Seohyun mentah – mentah. Kyuhyun membuka matanya dan tersenyum.

 

“teriakanmu sama kerasnya dengan Yoon.. ah maaf.” Kyuhyun segera duduk ketika melihat raut wajah Seohyun berubah muram. Ia salah bicara lagi.

 

“sayang, maaf aku..”

 

“gwenchana, aku bisa mengerti oppa. Aku akan pulang sendiri.” Seohyun segera bangkit dan memakai coat yang tadi dia bawa.

 

“biar aku yang mengantarmu sayang. Ini sudah malam.” Kata Kyuhyun.

 

“tidak perlu, aku bisa pulang sendiri.” Seohyun melupakan tasnya. Ia segera berjalan keluar apartemen Kyuhyun. entah kenapa hati gadis itu tiba – tiba terluka seperti ini. Bukankah ia sudah tahu konsekuensi apa yang akan diterimanya jika ia menerima Kyuhyun. pria itu jelas masih mencintai istrinya. Pikir Seohyun.

 

Ia tak peduli lagi, ia akan berjalan sampai apartemen saja. Meski jaraknya lumayan jauh. Tapi ia tak akan peduli. Bukankah jika seseorang merasa lelah dia akan segera lupa pada rasa sakit dihatinya. Ia melangkah ditengah hujan gerimis yang baru beberapa saat mengguyur jalan.

 

Sejujurnya gadis itu takut akan hujan. Bukan pada hujannya sebenarnya, pria itu hanya takut pada suara petir yang menggelegar. Tapi entah apa yang membuat Seohyun tetap berjalan meski lama – kelamaan hujan mengguyur semakin deras.

 

Sedangkan Kyuhyun, pria itu terdiam menatap kepergian Seohyun. Ia menyesali mulutnya yang selalu menyamakan Seohyun dengan Yoona. Ia sama sekali tak bisa mengontrol mulutnya. Ia menoleh ke samping tas Seohyun tertinggal. Ia ambil tas itu.

 

“bagaimana dia bisa pulang jika tas dan dompetnya tertinggal.” Gumam Kyuhyun. ketika ia melangkah mengambil jaket dan kunci mobil. Tas yang dibawanya terjatuh hingga isinya berserakan dilantai.

 

Ada dompet, sapu tangan, buku kecil dan selembar foto. Kyuhyun tidak tahu foto siapa yang dibawa Seohyun. Karena foto itu terbalik. Ia membaca tulisan yang ada difoto itu.

 

‘selamat ulang tahun oppa aku selalu mencintaimu, 03022005’

 

Kyuhyun terkejut ketika membaca tulisan Seohyun. Apakah itu adalah pria masa lalu Seohyun? Dengan hati – hati ia balikkan foto itu. Dan lebih terkejut lagi ketika yang ia dapati dalam foto itu adalah dirinya sendiri. ia balik foto itu lagi 03022005. Itu adalah ulang tahunnya yang ke-18. Saat itu juga Kyuhyun teringat percakapannya dengan Seohyun yang membahas tentang pria idaman gadisnya itu.

 

Flashback

 

“aku pernah jatuh cinta sekali. Rasanya menyenangkan. Aku begitu memuja pria itu meski pada kenyataannya pria itu sama sekali tak pernah melihatku.” Gumam Seohyun sambil menatap TV yang tidak menyala.

 

                “apakah dia buta?” Tanya Kyuhyun polos, Seohyun tertawa.

 

                “tidak oppa. Dia normal hanya saja memang aku tak pernah menampakkan diri didepan pria itu. Hingga pada suatu hari saat aku ingin memulai keberuntunganku pria itu menikah dengan gadis yang dicintainya.” Seohyun nampak menunduk. Kyuhyun menatapnya prihatin. Ternyata ada orang yang menderita karena seseorang selain dirinya.

 

                “kau masih mencintainya?” Tanya Kyuhyun hati – hati. Takut menyinggung perasaan Seohyun.

 

                “mungkin.”

 

                “bagaimana pria itu? Maksudku seperti apa dirinya?”

 

                “dia sangat tampan, dia tinggi, dia sangat pandai hingga belajar keluar negripun tanpa tes. Dan yang paling kutahu, dirinya sangat mencintai istrinya hingga suatu ketika Tuhan memanggil istri pria itu. Aku ingin sekali memeluknya tapi waktu itu aku dan dia berada dinegara berbeda. Yaa seperti itulah.” Seohyun mendeskripsikan Kyuhyun. tapi pria itu terlalu bodoh untuk memahami setiap kalimat yang keluar dari mulut Seohyun.

 

                “seperti aku ya? Hehe,, tapi jelas bukan aku kan. Lalu kau tak coba dekati dirinya lagi?” Kyuhyun semakin penasaran dengan pria yang dicintai Seohyun. Gadis itu hanya memasang wajah yang terus tersenyum.

 

                “tidak, melihatnya bahagia aku sudah bahagia.” Jawab Seohyun tulus.

 

Flashback End

 

                “jadi pria yang dicintai Seohyun sejak dulu itu aku?” gumam Kyuhyun shock. Segera saja dia meraih kucni mobilnya dan mencari Seohyun.

 

****

 

Hujan semakin deras, tapi sedikitpun Seohyun sama sekali tak ingin berteduh. Air matanya mengalir tersamarkan oleh air hujan. Ia sedih dan juga ketakutan Karena petir terus saja menggelegar. Seseorang yang sedang mengendarai mobil melihatnya dengan penuh tanya. Ia, Choi Minho baru saja pulang dari Jeju dan hendak pulang ke rumah. Segera saja ia mengendarai mobilnya mendekat dengan gadis itu.

 

Dapat Minho lihat jika bahu gadis itu sedikit berguncang. Minho bingung, haruskah ia turun dan menawarkan tumpangan pada gadis itu. Tapi dirinya kan tak mengenal gadis itu. Dan ketika petir menggelegar dengan begitu keras, Minho yang berada dalam mobil terkejut dan mengelus dada. Ia melihat gadis tadi sudah tidak ada. Pria itu panic. Dengan segera Minho turun dari mobilnya tak peduli hujan membasahi tubuh lelahnya.

 

Ia melihat gadis itu meringkuk ketakutan sambil menutupi telinganya. Gadis itu juga menangis ditengah hujan. Dengan cepat ia lepas jas yang dipakainya dan mengenakannya pada gadis itu. Gadis itu mendongak menatap seseorang yang telah mengenakan jas padanya. Minho mengenal gadis itu. Dia adalah gadis yang telah menolong ayahnya sebulan yang lalu.

 

“Seohyun-ssi?” gumam Minho, Seohyun tersadar.

 

“apa yang kau lakukan ditengah hujan deras seperti ini?” Choi Minho bertanya dengan nada yang keras. Takut suaranya akan kalah dengan suara air hujan. Seohyun hanya diam dan terus menangis. Sakit hati yang terlalu lama dipendamnya membuatnya tidak bisa menjawab pertanyaan Minho.

 

Seohyun tidak menolak ketika pria itu memapahnya masuk ke dalam mobil. Seohyun tetap diam. Matanya memerah dan bibirnya sudah membiru. Minho takut Seohyun jatuh pingsan. Ia tidak begitu mengenal gadis ini.

 

“dimana alamat rumahmu Seohyun-ssi? Aku akan antar kau pulang.” Tanya Minho lembut. Seohyun menggumam pelan sekali Minho hampir saja tak mendengarnya. Tapi pria itu kemudian mengangguk dan mulai menyetir mobilnya.

 

Tak butuh waktu lama karena Minho adalah pengendara handal. Ia matikan mesin mobilnya. Namun tampaknya gadis itu belum menyadari bahwa dirinya sudah sampai bahkan Minho memanggilnya berulang kali ia hanya diam. Dengan lembut ia pegang pundak Seohyun. Reaksinya sangat berlebihan, ia menatap Minho dengan tatapan tajam.

 

“aku sudah memanggilmu berulang kali tapi kurasa kau melamun. Kita sudah sampai.” Ucap Minho. Seohyun tersadar kemudian membungkuk.

 

“mianhae Minho-ssi, seharusnya aku tidak seperti itu. Kau sudah menolongku. Sekali lagi Mianhae.” Minho tersenyum.

 

“gwenchana, mau kuantar sampai apartemen?” gadis itu menggeleng.

 

“baiklah, hei, tidak usah dilepas. Kau kedinginan kan? Pakailah dulu.” Kata Minho cepat ketika melihat Seohyun hendak melepas jasnya.

 

“gomawo.”

 

“cheonmaneyo, masuklah dan hangatkan dirimu.” Pesan Minho, Seohyun mengangguk kemudian turun dari mobil. Gadis itu mengeratkan jas yang dipakainya. Tiba – tiba ia teringat sesuatu. Kyuhyun pernah melakukannya, pria itu menolongnya ketika dirinya ketakutan seperti tadi. Tapi tadi pria itu tak menolongnya. Jangankan menolong, mengejar dirinya saja tidak. Ia tersenyum miris. Sepertinya hatinya mulai lelah. Lelah dengan semua yang ia pendam selama ini seorang diri.

 

Ia menekan kode kombinasi apartemennya. Ketika dirinya masuk Jino langsung menghampirinya dengan wajah panic. Ini hujan lebat, dan ia paling tahu kakaknya takut dengan petir.

 

“Nuna, kau darimana saja. Astaga kau basah kuyup?” Jino menarik tangan Seohyun. Ia dudukkan kakak perempuannya dan segera ia masuk kamar mengambil handuk. Seohyun sangat pucat sekarang. Jino segera melepaskan jas yang melindungi tubuhnya dan menyampirkan handuk.

 

“mandilah nuna aku akan buatkan minuman hangat supaya kau tidak kedinginan.” Seohyun hanya mengangguk dan masuk kamarnya. Jino dibuat heran dengan tingkah kakaknya. Biasanya meski hanya satu atau dua kata Seohyun pasti bicara. Tapi ini, nihil. Seohyun memilih diam.

 

****

 

Kyuhyun sudah mencari Seohyun berkeliling. Namun ia tak menemukan gadisnya. ia berpikir mungkin saja Seohyun sudah pulang. Ia pergi ke apartemen Seohyun. Bahkan pria itu sudah berdiri tegak didepan pintu apartemen Seohyun. Tiba – tiba saja nyali Kyuhyun menciut dan rasa bersalah lebih mendominasi dirinya.

 

Ia menyadari betapa bodoh dirinya selama ini. Bertahun – tahun ia menyesali perbuatannya kepada mendiang istrinya. Tanpa sadar ia juga menyakiti hati Seohyun. Hati gadis baik yang selalu ia mintai tolong. Ia bahkan tak menyadari bahwa gadis itu sudah menyimpan rasa suka pada dirinya sejak SMA. Astaga, bahkan jauh sebelum ia mengenal mendiang istrinya.

 

‘seandainya kau lebih peka oppa. Mungkin gadis itu takkan kecewa.’ Gumam sebuah bayangan putih itu dan sedetik kemudian bayangan itu menghilang.

 

“apa yang harus kulakukan Yoona. Aku menyakitinya.” Gumam Kyuhyun. ia memilih meninggalkan apartemen Seohyun sebelum dirinya masuk. Ia memberikan waktu Seohyun untuk sendiri. mungkin saja gadis itu enggan bertemu dengannya.

 

****

 

“nuna..” panggil Jino pelan, Seohyun mendongak. Setelah mandi dengan air hangat dirinya duduk santai bersama Jino sambil menyesap susu hangat yang dibuatkan Jino untuknya.

 

“gwenchanayo?” tanya Jino, Seohyun tersenyum.

 

“memangnya nuna kenapa? Nuna baik – baik saja, gokjonghajima.” Jawab Seohyun dengan senyum.

 

“jeongmal?” Seohyun mengangguk. Jino merasa nunanya sedang berbohong. Bagaimanapun ia tahu karakter kakak perempuannya yang tidak mudah mengatakan sesuatu pada orang lain. Bahkan meskipun orang lain itu adalah adik kandungnya sendiri.

 

“tiba – tiba saja aku teringat Yoongi unnie Jino-yaa.” Gumam Seohyun. Jino tidak begitu tahu bagaimana rupa nunanya yang bernama Yoongi, karena waktu itu Jino masih kecil ketika nunanya menghilang.

 

“jika Yoongi unnie tidak hilang aku sangat yakin dirinya pasti cantik sekali”

 

“sama seperti Seohyun nunaku. Yoongi nuna pasti juga cantik dan baik.” Jino rangkul pundak kakaknya. Ia tidak tahu beban apa yang dirasakan Seohyun. Ia hanya bisa berikan kekuatan untuk Seohyun dengan memeluknya.

 

“jangan sedih nuna, aku akan sedih jika nuna sedih.” Seohyun mengangguk. Setidaknya ia masih punya orang yang benar – benar mencintainya di dunia ini.

 

TBC

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

37 thoughts on “Hidden Love Part 15

  1. Kyuppa jahat,,,bru jdian aj dh nyakitin hati seonie,,,,,one call away d tunggu chingu,,,pnasaran gmn nasib Kyuppa d tinggal seonie n daniel,

    Like

  2. kyuhyun pabo..klo msih cinta sma yoona npa minta seo jd kekasihnya..it mlah bqin sakiy seo..btw it yoongi unnie jgn2 yoona ya?

    Like

  3. Yoongi eonninya seo tu yoona kah?? Apa mgkn Minho suka sama seo & mgkn jg akan berjuang merebut seo dr kyu. Jika kyu lengah mgkn seo bsa berpaling pd minho.

    Like

  4. Apa mgkn Yoongi eonninya seo tu yoona istri kyu?? Apa mgkn Minho suka sama seo & mgkn jg akan berjuang merebut seo dr kyu. Jika kyu lengah mgkn seo bsa berpaling pd minho.

    Like

  5. akhirnya seo jadian sama kyu.. walau kyu kadang masih ingat mendiang istrinya ..
    kyuu gak peka ni, seo jadi sedih lagi kan .
    next ne ..

    Like

  6. Lah kok udahan??
    Cpt bgt ya??
    Gak berasa bacanya,

    Heheh,
    Kyu kok gitu??
    Tega bgt sih ama Seo,,
    Seo kan udah cinta mati² an kok malah di sama samain ama mantan istrinya??
    Jahat ihhh,,
    Next kak,,
    Fighting 💪💪💪💪💋💋💋💋💋😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍

    Like

  7. aku ngebut bacanya. dan baru bisa ngoment di chapter ini. wah aku suka sama ceritanya. cinta tak terbalaskan bukan??? ah menggambarkan kisah hidupku wkwkkwkwk malah curhat ane hahahahha lanjuttttt dek

    Like

  8. Nehh kan apa yg aku takutin akan terjadi juga..
    Kalau seohyun sampai menyerah gak kebayang dech gimana hancurnya kyuhyun..
    Tapi ini juga salah dy sendiri sih kenapa terus2an nyebut yoona..
    Pake disama2in lagi..
    Wanita mana yg gak akan terluka??

    Waduhhh jangan2 yoona kakaknya seohyun yg hilang??
    Kayaknya akan tambah seru kelanjutannya..
    Masih banyak rahasia yg belum terungkap

    Like

  9. Itu yoongie yoona kan….
    Senengnya seokyu jadian. Semoga hubungan antara seokyu baik2 aja. Kira 2 tuh minho jadi orang ketiga kah. Wah kyuhyun udah tau kalau seohyun eonnie sudah menyukainya dari dulu gimana ya reaksi kyuhyun selanjutnya
    Nice
    Ditunggu next partnya

    Like

  10. Baru aja jadian masa udah berantem si, hais kyu kenapa lu gak bisa jaga ucapan lu si,, jangan sampe minho suka sma seo bisa ribet nanti, tebakan gw kyu sma minho itu saudara satu ayah

    Like

  11. Wahhh gimana tuh kyu udah tau kalo seo suka udah lama nih..ehh kyu kok diam aja sihh entar seo di ambil orang lhooo…tu kan ada minho yang muncull…kyu hati hati lahhh….makin seru nihhh..makin penasaran apakah seo akan berhenti atauuu ya ya yaa..ditunggu aja dehhh..fighting gumawo..mianhae baru coment..baru ada wifi nihh kkkkk..

    Like

  12. Kyuhyun, kalian baru jadian.. Aku greget sama Kyuhyun, kenapa harus pakai sebutin nama Yoona lagi.? Semoga aja deh mereka cepat baikan. Next

    Like

  13. Pngen jmbak kyu loh saya asli…bdoh ato apa gt y..ktanya IQ nya tinggi pinter tp ko ora peka2…emosi loh saya ma evil 1 ntuh..jgn prnh samain seonni ma yoona tu bkln nyakitn seonni bgt ni mlh ber x2 nyama2in ka pea tu si evil…skrng dah tw kan..nyesel kan..tuman…seonni jgn gmpng maafin kyuppa..cuekin ja..sm minho ja tuh wakwaw…

    Like

  14. Well.. just wanna say ijin skip. Kkk..
    Jujur udah mulai kebaca sih di awal kalo seo-yoon kaka adek, kalo minho bakal jdi pihak ketiga dan begitupin taem”. Tapi entahlah. Baca ini bikin ketagihan. Hahah

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s