Posted in Cho Kyuhyun, Romance, Seo Joohyun

Me, You And My Twin Part 3

Author                 : Lestari Choding

Genre                   : romance.

JJS                          : Facebook Lestari Cho & Magnae Choding, Twitter @chodingcho97

Cast                       : Seokyu and other cast you can find by your self.

Note                      : annyeeoooonnggggg^^ hai bagaimana kabar kalian readers? Adakah yang nunggu ff gw yang ini? Kagak ada? Gak papa kok.. XD XD . mian eo baru publish sekarang. Sebenarnya udah jadi tapi gimana ya kayaknya readers nggak terlalu suka ff yang ini makanya gw males publish. Tapi, karena ada yang request buat gw cepet publish ff yang ini, yaudah gw publish.

Kalau ceritanya jelek wajar yaa, orang gw juga bukan penulis professional. Gw masih belajar.

Ini pure dari imajinasi gw sendiri. kalo ada kesamaan sama ff lain gw yakin itu nggak sengaja. Karena gw berusaha jujur sama apa yang gw tulis. Typo selalu berserakan dimana – mana jadi nikmati saja. 😀

Okey cuap – cuapnya segitu aja..

ANTISEOKYU, This is not your territorial so, You Have To Go Out From Here.. jangan ngambah kalo mau bikin masalah. Oke, ini cukup.

 

 

HAPPY READING♥♥♥

 

Previous Part

 

             “Jonghyun oppa, Joohyun unnie ada teman lama datang. Kemarilah..” panggil Jihyun.

 

              “siapa yang datang Ji-ya?” Tanya Jonghyun sambil mengeringkan rambutnya karena ia baru saja selesai mandi.

 

                “siapa yang datang Ji?” Tanya Joohyun. Ketika mereka sudah berkumpul diruang keluarga. Jonghyun dan Joohyun sama – sama terkejut.

 

                “Donghae?” gumam Jonghyun

 

                “Donghae oppa?” gumam Joohyun lirih.

 

Me, You and My Twin Part 3

 

Seperti de javu Jihyun merasa ini bukanlah kali pertama ia melewati saat – saat seperti ini. Ia memegangi kepalanya yang tiba – tiba terasa nyeri hebat. Ia menatap satu persatu orang disekitarnya. Pandangannya mengabur saat menatap Lee Donghae..

 

‘astaga kenapa denganku.’ Batin Jihyun. Tak berapa lama ia merintih keras kemudian tak sadarkan diri.

 

“arrrgggghh..” Jonghyun yang tanggap segera menghampiri adiknya. Joohyun yang baru tersadar segera mengikuti kakaknya. Lee Donghae juga mengikuti mereka dari belakang. Ketika Jonghyun baru saja menidurkan Jihyun diranjang kamar ia menatap Lee Donghae tidak suka.

 

“kenapa kau masih disini? Pergilah..” gumam Jonghyun datar.

 

“hyung,, aku hanya ingin bicara denganmu dan Joohyun lagi.” Joohyun yang duduk disamping adiknya menatap Donghae sekilas. Hatinya masih merasakan sakit itu meski ia coba melupakan pria itu.

 

“tidak ada yang harus dibicarakan lagi Donghae.. pergilah dan jangan menemui salah satu dari adikku. Sudah cukup kau membuat luka pada dua adikku.” Perkataan Jonghyun sarat akan penekanan. Jonghyun bukanlah tipikal pria dengan emosi yang meledak – ledak. Dirinya cenderung mampu mengontrol emosi. Itu yang Donghae tahu dari sahabatnya. Tapi semenjak kejadian dimana Jihyun kecelakaan dan ternyata dirinya salah mengenali Jihyun yang ia kira Joohyun. Saat itulah ia merasa semua berubah.

 

Joohyun bahkan enggan hanya sekedar melihatnya. Tidak dipungkiri hati Donghae terluka dengan sikap Joohyun. Ia masih mencintai gadis itu dengan baik. Gadis pendiam namun pandai. Sederhana namun berkelas. Itulah Joohyun.

 

“joo-ya, aku sangat merindukanmu..” Donghae keluar setelah mengatakan sepatah kata itu pada Joohyun. Ia menghormati Seo Jonghyun sebagai kakak dari dua gadis itu. Joohyun menitikkan air mata ketika pria itu telah keluar kamar. Jonghyun mendekati Joohyun.

 

 

“Uljimayo Joo-ya. Oppa tak mau melihatmu menangis lagi. Lupakan dia.” Joohyun memeluk oppanya begitu erat dan menumpahkan kesakitannya dibahu kakak laki – lakinya. Pria itu mengelus punggung adiknya agar Joohyun berhenti menangis.

 

“eunggh,, kepalaku..” rintih Jihyun. Joohyun maupun Jonghyun segera memusatkan perhatiannya kepada adiknya. Jihyun tampak memegangi kepalanya yang berdenyut – denyut.

 

“Ji-ya gwenchana?” Tanya Joohyun khawatir.

 

“kepalaku sakit sekali unnie,,” jawab Jihyun susah payah. Jonghyun segera mengambil obat yang memang selalu dipersiapkan jika sewaktu – waktu Jihyun sakit.

 

“bangun Ji-ya minum obatmu agar sakitmu berkurang.” Dibantu Joohyun Jihyun bersandar pada dashboard ranjang dan menerima obat yang diberikan Jonghyun kepadanya.

 

“Donghae oppa mana?” Tanya Jihyun setelah minum obat. Membuat kedua kakaknya saling berpandangan.

 

“dia sudah pulang. Dia bilang ada sesuatu yang harus dikerjakannya.” Jawab oppanya santai.

 

“oppa, kenapa aku merasa tidak asing ya dengan Donghae oppa. Tadi Donghae bilang jika dulu dirinya sering mengunjungi rumah kita. Apa karena itu ya aku merasa tidak asing dengannya?” Tanya Jihyun penasaran.

 

“mungkin saja.” Jawab Jonghyun biasa. Ia tak mau adiknya mengingat masa lalu lagi. Ada baiknya ternyata Joohyun amnesia. Setidaknya gadis itu lupa pada pria yang dicintainya dan juga dicintai Joohyun.

 

“istirahatlah agar rasa pusingmu berkurang.” Saran Joohyun. Joohyun menyelimuti Jihyun dengan sayang. Jihyun menatap kakaknya dengan senyum.

 

“Gomapta Joo unnie..” Joohyun hanya mengangguk.

 

“kami keluar dulu. Istirahatlah.” Ucap Jonghyun. Ia menggandeng Joohyun meninggalkan kamar Jihyun. Jonghyun menatap Joohyun cemas, adiknya itu pasti memikirkan pria yang baru saja ditemuinya.

 

“Joo, gwenchana?” Tanya Jonghyun pelan, Joohyun menatap oppanya sendu tapi tak berapa lama ia rubah raut wajahnya menjadi biasa saja.

 

“gwenchana oppa..” meski Jonghyun jelas tak akan percaya padanya semudah itu tapi Joohyun tak ingin memikirkannya.

 

“semua akan baik – baik saja Joo-ya.. jangan membuat dirimu terbebani sayang.. oppa tak mau melihatmu bersedih.” Nasehat Jonghyun, Joohyun tersenyum memeluk oppanya.

 

“ne oppa arraeso..”

 

****

 

Minho merasa bersalah. Seharusnya tadi dirinya mengejar Jihyun. Apalagi tadi Jihyun bertemu dengan pria tampan lagi. Huft, menyebalkan sekali punya kekasih yang cantik dan genit seperti Seo Jihyun. Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi kekasihnya.

 

“yoboseyo.”

 

“sayang,..”

 

“Minho-ya, ada apa kau meneleponku. Biasanya kau sibuk pada jam segini.” Tanya Jihyun heran. Minho melirik arlojinya. Jam tujuh malam. Biasanya dirinya masih ditempat latihan bersama teman – temannya.

 

“bagaimana aku bisa latihan eoh kalau kekasihku tengah merajuk. Ditambah lagi aku melihatmu dihampiri pria tampan.” Gerutu Minho. Jihyun yang berada diseberang terkekeh.

 

“eoh kau mengikutiku tadi? Kukira kau akan sibuk memilihkan gaun untuk Joo unnie.”

 

“tidak, jika tanpamu.” Sahut Minho ketus.

 

“arraseo arraseo.”

 

“maafkan aku ya, tadi aku terlalu kasar padamu. Sungguh, aku tak bermaksud apapun. Bagiku kau yang paling penting. Meski aku peduli pada saudara kembarmu. Itu hanya sebatas peduli bukan seperti yang kau pikirkan. Kau mengerti?” Jihyun tersentuh. Minho selalu bisa menggenggam hatinya terlalu dalam.

 

“ne, Tuan Choi aku mengerti.”

 

“eung, pria tadi siapa?” tanya Minho hati – hati. Meski gadis genit itu akan mengelak tapi gadis genitnya Minho selalu melemparkan kesalahan pada si penanya. Dan Minho enggan merasakannya.

 

“yang tadi? Dia teman oppaku. Lee Donghae namanya.”

 

“aku tak pernah bertemu dengannya.”

 

“tentu saja, aku saja baru bertemu setelah dua tahun. Wae? Apa kau cemburu?” Minho terdiam. Sebenarnya ia sangat cemburu. Tapi ia tak mau gengsinya jatuh didepan gadis genitnya itu.

 

“ani.” Jawab Minho santai.

 

“ah, kukira kau akan cemburu padaku lalu marah – marah, ternyata tidak ya.” Sahut Jihyun polos membuat Minho tersenyum.

 

“memangnya kenapa?”

 

“kalau kau cemburu kan itu artinya kau benar – benar suka padaku. tapi..”

 

“kau dimana?” tanya Minho cepat. Jihyun menaikkan alisnya.

 

“aku dirumah tentu saja. Jonghyun oppa.

 

Tut..tut..tut..

 

Jihyun terkejut ketika Minho memutuskan panggilannya sepihak. Dasar pria menyebalkan. Apakah Minho tak tahu jika saat ini Jihyun bahkan terus menggerutu tidak jelas. ‘baru saja minta maaf, membuatku marah lagi.’ ia turun kebawah mengambil minuman didapur dan menyusul kakaknya menonton TV.

 

“eomma dimana oppa?” tanyanya sambil membuka kulkas.

 

“masih di Jepang bersama appa.” Jihyun mengangguk kemudian meminum air yang diambilnya dari kulkas, Joohyun tengah membaca majalah dan Jonghyun tengah menonton TV. Jihyun sibuk mencari camilan yang pas untuk ia bawa ke kamar.

 

“Ji, sepertinya ada Minho diluar?” gumam Joohyun. Jihyun menoleh sebentar kemudian kembali sibuk dengan camilannya.

 

“iya Ji-ya, sepertinya ada Minho diluar. Suaranya seperti motornya Minho.” Tambah Jonghyun. Jihyun berhenti kemudian mendengarkannya baik – baik.

 

“bukankah diluar hujan oppa?” tanya Jihyun dengan tampang bodohnya. Hujan bahkan sejak satu jam yang lalu. Kenapa Jihyun baru menyadarinya?

 

“astaga Minhokuuu..” teriak Jihyun panik kemudian berlari keluar rumah. Disana ada Minho yang baru saja melepas helmnya dan dia dalam keadaan basah kuyup.

‘Ya tuhan Seo Jihyun kekasihmu basah kuyup.’

 

Jihyun segera mengambil payung disudut dekat tiang. Ia menghampiri Minho yang kini menatapnya tersenyum.

 

“astaga Minho-ya, apa kau gila eoh? Ini hujan.” Teriak Jihyun kemudian berusaha memayungi Minho, meski ia tahu ia kalah tinggi dengan pria itu.

 

“jangan mendekat. Aku hanya sebentar disini.” perintah Minho membuat kening Jihyun mengkerut.

 

“tapi kau basah..” cicit Jihyun. Ia tidak tega melihat kekasihnya kehujanan seperti itu. Bibir Minho bahkan terlihat pucat. Tapi pria itu sama sekali tak peduli dengan dirinya sendiri.

 

“aku mencintaimu Jihyun-ahh, kau harus percaya itu. Meski aku selalu bersikap dingin padamu. Sungguh,, tidak ada gadis lain yang kupikirkan selain dirimu. Kau harus percaya itu.” Gumam Minho penuh ketulusan. Suaranya terdengar kecil karena kalah dengan suara air hujan.

 

Jihyun berkaca – kaca. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Yang pasti satu. Dirinya sangat merasa bersyukur dicintai pria sebaik Minho. Setampan Minho. Dan sepengertian Minho. Tanpa babibu lagi Jihyun memeluk Minho dan membiarkan payungnya terbang entah kemana. Air matanya pecah saat dirinya berada dipelukan Choi Minho.

 

“aku juga.. aku juga Choi Minho. Aku akan selalu percaya padamu. Hikss,, jangan hujan – hujanan seperti ini. Kau bisa sakit.” Gerutu Jihyun sambil menangis. Hal itu terdengar lucu ditelinga Choi Minho. Ia membalas pelukan Jihyun dengan erat.

 

“masuklah.” Jihyun mendongak.

 

“tapi kau..

 

“aku akan segera pulang. Masuklah lihat bibirmu membiru.” Minho menunjuk bibir Jihyun.

 

“kau juga begitu.” Sahut Jihyun ketus.

 

“jeongmal?” Minho melihat dirinya dikaca spion, ia tersenyum menyeringai.

 

“berarti kau harus membuat bibirku tidak sepucat ini. Gara – gara siapa aku datang kesini.”

 

“aku kan tidak menyuruhmu datang.”

 

“tetap saja kau merajuk dan membuatku takut.” Minho tetap tak mau kalah.

 

“tapi kan kau,, ahh.”Minho menarik tengkuk Jihyun dan mencium bibir Jihyun. Jihyun terbelalak, sungguh. Semasa ia berpacaran dengan beberapa pria belum pernah sekalipun bibirnya disentuh. Ia berani jamin itu.

 

Minho bahkan tak sekedar menempelkan bibirnya dibibir Jihyun. Ia juga menyesap bibir Jihyun lembut. Tidak ada yang bisa Jihyun lakukan selain memegang erat ujung jaket kulit yang dikenakan Minho. Jihyun mulai memberontak saat dirasa persediaan oksigennya hampir habis. Minho sama sekali tak menggubris Jihyun yang terus saja meronta minta dilepas. Pria itu memiringkan kepalanya dan ketika menatap kedepan ia terkejut ada dua orang tengah mengintip dirinya dibalik jendela. Ia buru – buru melepaskan Jihyun.

 

“kau gila Minho,hhh, kukira aku akan mati karena kehabisan nafas.” Sungut Jihyun. Minho melihat kedepan sudah tak ada lagi dua orang yang mengintipnya syukurlah.

 

“tidak akan, aku yang akan memberimu nafas buatan sayang.” Jawab Minho santai.

 

“Mwo?”

 

“apa tadi kau makan strawberry? Bibirmu terasa seperti itu saat aku menciummu.” Blusshh,, wajah Jihyun memanas mendengar penuturan Minho.

 

“baiklah aku pulang dulu sayang. Segera ganti baju dan minumlah minuman hangat. Aku pulang dulu ya,” Minho memajukan wajahnya hampir mengenai Jihyun. Sedangkan Jihyun mundur satu langkah. Ia masih takut jika Minho merampok bibirnya seperti tadi. Tidak, itu bahkan first kissnya.

Chupp,,

 

Minho mengecup kening Jihyun dan mengatakan sesuatu yang membuat Jihyun berdegup sangat kencang.

 

“I Love You Jihyun.” Minho mengenakan helm dan tersenyum sekilas menatap Jihyun yang melongo seperti orang bodoh. Dan setelah beberapa saat suara motor Minho sudah menghilang barulah ia sadar jika Minho sudah pergi. Ia masuk rumah dengan perasaan yang tidak karuan dan jangan lupakan tangannya yang masih memegangi bibirnya yang baru saja dicuri kekasihnya.

 

****

 

“astaga Jihyunnie sangat berani, bahkan sampai sekarang aku belum bisa mendapatkan ciuman dari kekasihku.” Gerutu Jonghyun dikursi sofa. Joohyun menatapnya lucu.

 

“ya oppa ternyata mesum ya. Astaga, mataku jadi ternoda karena aku ikut – ikutan denganmu tadi.”

 

“aku kan hanya penasaran. Hei, itu juga tontonan gratis, live lagi. Astaga.. aku sampai memerah.” Jonghyun berlebihan.

 

“tontonan gratis, live? Yak oppa kau mengintipku eoh?” teriak Jihyun. Sontak kedua manusia yang baru saja berbincang itu menatapnya terkejut.

 

“mati aku.” Gumam Jonghyun pelan.

 

“bukan aku saja, Joohyun juga melakukannya.” Sangkal Jonghyun. Jihyun menatap tajam pada Joohyun.

 

“aniya, oppa menarikku tadi katanya sekali – kali..auuw.” Jonghyun mencubit pipi Joohyun keras hingga Joohyun merintih. Giliran Joohyun yang menatap Jonghyun tajam.

 

“sakit oppa.” Gerutu Joohyun. Akhirnya Joohyun maupun Jihyun memukuli Jonghyun dengan bantal. Setelah Jonghyun benar – benar mengaduh barulah mereka lepaskan kakak sulungnya itu.

 

“gantilah pakaianmu Ji kau bisa sakit.” Nasehat Joohyun, Jihyun mengangguk kemudian bangkit sebelum berlalu ia menatap Jonghyun dengan deathglare yang ia miliki. Jonghyun sedikit takut.

‘wanita kalau marah menakutkan.’ Gerutu Jonghyun dalam hati.

 

****

 

Jihyun mengganti pakaiannya dengan piyama tidur lalu mengeringkan rambut dengan hair drier. Setelah lima belas menit ia mematikan hair driernya kemudian turun ke bawah mengambil minuman hangat untuk ia bawa ke kamar.

 

Ketika ia berada dikamar, ponselnya bergetar tanda sebuah pesan masuk. Tak menunggu waktu lama, segera ia sambar ponselnya dan membuka pesan.

 

‘From : Choi Minho

Nona Choi apa kau belum tidur?’

Jihyun tersenyum membacanya kemudian ia menulis balasan untuk Minho.

‘To : Minho

Aku belum tidur. Dan hei, margaku Seo bukan Choi. Sejak kapan kau menggantinya eoh -_-‘

Drrt.. drrrtt

‘From : Minho

Sejak aku mencuri ciuman darimu manis. ^_^ , tidurlah ini sudah malam.I Love You Nona Choi’

‘To : Minho

Dasar pervert. Arraseo Tuan Pervert. I Love You too.’

 

Jihyun tersenyum membayangkan betapa manisnya hubungannya dengan seorang Choi Minho. Ini adalah pertama kalinya dia benar – benar jatuh cinta sampai sedalam ini. Jihyun tak pernah tahu, bahwa sebelumnya dirinya pernah mengalami hal serupa dengan pria berbeda. Pria yang bahkan menjadi kekasih hati kakaknya sendiri.

 

Ia menyesap habis teh hangat yang tadi dibuatnya kemudian ia menarik selimut melingkupi tubuhnya. Ia tersenyum dan mulai memejamkan mata bersiap menyusuri mimpi indah dalam tidurnya.

 

****

 

Pagi ini Kyuhyun nampak lebih bersemangat. Sejak bangun tidur bahkan dirinya terus saja bersiul dan bernyanyi tidak jelas. Seperti orang jatuh cinta.

 

“yak, Kyu-ya.. kau kenapa eoh?” tanya Ahra bingung. Mereka sedang sarapan berdua.

 

“kenapa? Aku baik – baik saja, noona yang kenapa?” sahut Kyuhyun santai.

 

“bersiul tidak jelas bernyanyi serampangan kau kira kau baik – baik saja huh? Kau tampak seperti remaja yang jatuh cinta.” Timpal Ahra.

 

“ah, apakah sangat terlihat.. aigoo, aku jadi malu. Hihihi.” Kyuhyun tertawa kecil. Ia menggaruk tengkuknya karena noonanya terus menatap tajam padanya.

 

“kurasa aku benar. Kuliah dulu hingga lulus dan cari kerja yang mapan baru pacaran. Ingat, kita tidak punya siapapun untuk diandalkan.” Ingat Ahra. Tiba – tiba saja raut wajah Kyuhyun berubah tidak seceria tadi. Ia juga menunduk. Ahra merasa bersalah.

 

“mak.. maksudku, bukan kau tak boleh berpacaran. Hanya jika kau berpacaran saat kuliahmu sebentar lagi berakhir hanya membuatmu tidak focus. Aku hanya ingin yang terbaik untuk masa depanmu.” Tutur Ahra lembut.

 

“ne nuna, aku mengerti.”

 

Kyuhyun berangkat naik bis. Ia memasang earphone ditelinganya. Sesuatu yang sangat Kyuhyun suka adalah mendengarkan music. Dan lagu favoritnya adalah Don’t Leave Me milik Super Junior.

 

Tak berapa lama ia sampai dipelataran kampus. Ia tak melepas earphonenya. Bukan bermaksud berlagak atau apa. Itu adalah hobinya semenjak SMA. Jadi ia merasa hal itu nyaman – nyaman saja. Ia melihat Seo Joohyun berjalan dengan Luhan disampingnya. Ia tersenyum. Setidaknya ia sudah mempunyai Luhan sebagai temannya. Jadi ia akan menggunakan Luhan untuk mendekati Seohyun.

 

“annyeong.” Sapa Kyuhyun duluan. Luhan dan Joohyun nampak terkejut kemudian ikut tersenyum.

 

“annyeong Kyuhyun..”

 

“kalian berangkat bersama dari rumah?” tanya Kyuhyun mencoba basa – basi. Joohyun sama sekali tak menanggapi Kyuhyun. sedangkan Luhan tersenyum mengangguk.

 

“ne, kami selalu berangkat bersama. Aku menjemputnya dirumah.”

 

“ahh begitu ya.. kajja ke kelas bersama.” Kyuhyun merangkul Luhan layaknya pria dan meninggalkan Joohyun dibelakang. Kyuhyun sengaja melakukannya agar Joohyun kesal dan mara – marah padanya. Tapi sepertinya harapannya tidak terkabul. Joohyun sama sekali tak mau tahu dengan Kyuhyun.

 

‘ini baru permulaan Kyuhyun.. jangan menyerah.’ Batinnya mencoba tetap semangat

 

Siang ini Cho Kyuhyun pergi ke perpustakaan. Tugas barunya memaksanya harus mencari referensi begitu juga dengan Joohyun dan Luhan. Ketika mendapat tugas seperti ini Cho Kyuhyun akan berubah menjadi Cho Kyuhyun yang pendiam dan serius. Ia bahkan mengabaikan pertanyaan Luhan.

 

‘issh tidak Kyuhyun tidak Joohyun sama saja.’ Gerutu Luhan. Ia menatap sebal kepada kedua manusia didepannya.

 

Tanpa sengaja ketika Kyuhyun mencari buku tentang Manajemen Bisnis tangannya bersinggungan dengan tangan Joohyun. Joohyun menatap Kyuhyun berdebar. Pria itu juga sama.

 

Ada rasa yang tidak biasa dihati Seohyun. Perasaan yang pernah dirasakan saat ia pertama kali bertemu Lee Donghae. Kyuhyun memandang Joohyun lekat. Jantungnya sakit karena bertalu – talu terlalu keras. Joohyun lebih dulu pulih kesadarannya akhirnya menarik tangannya. Kyuhyun berdehem pelan untuk menetralkan suaranya.

 

“Mianhae Kyuhyun-ssi.”

 

“jangan minta maaf. kau tidak salah. Kau cari buku ini kan, ambilah. Aku akan mencari buku lain.” Kyuhyun menyerahkan paket besar itu pada Joohyun. Joohyun menatapnya seolah mengatakan benarkah? Kyuhyun mengangguk tersenyum kemudian Joohyun menerima paketnya.

 

“gomawo Kyuhyun-ssi.”

 

“jangan terlalu formal padaku Joohyun. Panggil aku seperti kau memanggil Luhan. Eh, tapi ngomong – ngomong dimana Luhan.” Kyuhyun menengok kanan kiri, Joohyun pun melakukan hal yang sama. Joohyun keluar perpustakaan mencari Luhan.

 

‘ia pasti ada disana.’ Gumam Joohyun. Joohyun berlari menghampiri Luhan. Ia tengah berada dibawah pohon tempat yang selalu digunakan Joohyun dan Luhan untuk melepas penat dan menenangkan pikiran.

 

“hei, kenapa kau pergi begitu saja eo. Kau merajuk eoh.” Tanya Joohyun duduk disamping Luhan.

 

“kukira menambah Kyuhyun sebagai teman itu menyenangkan. Tidak tahunya kalian sama – sama penggila buku.” Gerutu Luhan. Joohyun tersenyum kemudian merangkul bahu pria itu. Bagi Joohyun Luhan adalah salah satu pria berarti dihidupnya selain appa dan oppanya. Ia tidak akan membiarkan Luhan sendirian. Itu janjinya sebagai seorang sahabat.

 

“hei, kita kan ada tugas bukankah wajar jika aku dan Kyuhyun sama – sama mencari buku supaya tugas cepat selesai?” Luhan memajukan bibirnya merasa tidak setuju dengan perkataan Joohyun.

 

“ya tapi aku sangat tidak suka diabaikan kau tahu itu.” Sahut Luhan ketus.

 

“aku belum tahu.” Kata Kyuhyun. keduanya tidak tahu sejak kapan Kyuhyun ada disitu. Pria itu menatap Luhan dan Joohyun bergantian.

 

“aku tidak tahu kalau kau sangat sensitive. Seperti nunaku saja.” Celetuk Kyuhyun

 

“Luhan kan seharusnya menjadi yeoja. Lihatlah aku saja kalah cantik darinya.” Joohyun membandingkan wajahnya dengan wajah Luhan. Tanpa sadar ia menatap Kyuhyun sambil tersenyum. Luhan melihatnya, tatapan tidak biasa Joohyun pada Kyuhyun.

 

“aku memang cantik kau tak perlu mengatakannya. Akan sangat menyenangkan kalau kau bilang aku tampan.” Gerutu Luhan. Ia tidak ingin pikiran negative memenuhi otaknya. Joohyun bukanlah tipikal orang yang mudah jatuh cinta. Ia yakin itu.

 

“Lu ayo makan. Tadi nunaku menyiapkan bekal yang lumayan banyak. Aku mungkin tidak habis.” Ajak Kyuhyun.

 

“Lalu Joohyun?”

 

“tenang saja aku bahkan menyiapkan tiga sendok. Hehehe, aku memang ingin berbagi dengan kalian.” Kyuhyun membuka tas lalu mengambil kotak yang lumayan besar diantar buku – buku kuliahnya.

 

“hei Kyuhyun kita seperti sedang piknik saja.” Tukas Luhan, Kyuhyun hanya terkekeh.

 

“whoa,, banyak sekali Kyu..” sahut Joohyun.

 

“cha makanlah.” Kyuhyun membagikan sendok pada Luhan dan Joohyun. Mereka berdua tampak antusias menikmati bekal makan siang milik Kyuhyun.

 

“rasanya sangat lezat Kyu. Bolehkan aku mampir kerumahmu. Kita makan banyak disana.”

 

“jangan mau Kyu. Rusa cantik itu rakus tahu. Dirumahku saja dia menghabiskan segalanya.” Sahut Joohyun menatap Luhan mencibir.

 

“enak saja kapan aku melakukannya eoh.. Jihyun kan menawariku jadi aku memakannya apa yang salah.” Sangkal Luhan. Kyuhyun tersenyum ternyata persahabatan Luhan dengan Joohyun sangatlah hangat dan menyenangkan.

 

“mainlah kerumahku kapanpun kau mau, kau juga Joohyun. Tidak masalah, nuna sangat senang kalau ada temanku yang mau berkunjung. Rumah kami selalu sepi.” Gumam Kyuhyun.

 

“orang tuamu?” tanya Joohyun.

 

“mereka sudah meninggal ketika aku dan nuna masih kecil. Dan aku tinggal bersama halmonie diNohwon. Tapi beberapa bulan lalu halmonie menyusul mereka. Jadi nuna memutuskan untuk mencari pekerjaan diSeoul dan aku ikut dengannya.” Gumam Kyuhyun panjang lebar. Joohyun menatapnya menyesal. Harusnya ia tidak bertanya seperti itu tadi.

 

“mianhae Kyuhyun.. aku..

 

“gwenchana. Aku sudah terbiasa..”

 

“aku juga sama sepertimu. Tapi orang tuaku masih hidup. Mereka tinggal di China dan aku seorang diri disini.” Luhan tersenyum miris.

 

“hei apa kau menganggapku patung eoh? Kita ini sahabat. Dan lagi Kyuhyun kan juga sudah menjadi teman kita. Kau tidak akan sendirian Rusa cantik..” sahut Joohyun. Luhan menatapnya tersenyum kemudian mengacak rambut Joohyun.

 

“yayaya,, kau benar.”

 

****

 

Luhan pulang duluan Karena dirinya harus menjemput sepupunya yang baru datang dari China. Tinggal Joohyun dan Kyuhyun dikampus. Mereka hanya duduk diam sejak Luhan pergi. Tak ada satu percakapan pun diantara mereka.

 

Kyuhyun tidak suka situasi seperti ini. Rasanya sangat canggung dan tidak mengenakkan sama sekali. Joohyun pun merasakan hal yang sama. Ia berpikir bukankah Kyuhyun adalah temannya juga. Baiklah ia harus mengatakan sesuatu.

 

“Kau..” ucap mereka bersamaan. Keduanya saling menatap karena terkejut.

 

“aku..” lagi, mereka mengatakan sesuatu yang sama lagi. Kyuhyun maupun Joohyun tersenyum canggung. Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

“kau duluan saja Kyuhyun.” gumam Joohyun. Kyuhyun mengangguk.

 

“apa kau mau pergi bersamaku? Kurasa aku akan sendirian jika pulang ke apartemen. Tapi jika kau mau, jika tidak yasudah tidak apa.” Kyuhyun menatap Joohyun tersenyum.

 

“asal kau mengantarku pulang nanti.”

 

“dengan senang hati Nona..” kali ini Joohyun tersenyum dengan tingkah Kyuhyun yang dianggapnya kekanakan.

 

“aku hubungi oppaku dulu ya, biar dia tidak perlu menjemputku.” Kyuhyun mengernyit.

 

“kau punya oppa? Kukira saudaramu hanya Jihyun saja.” Sahut Kyuhyun, Joohyun tersenyum kecil. Kyuhyun berdegup kencang. Joohyun sangat cantik dengan rambut yang terurai dan dandanannya yang sederhana. Ia menyukai gadis itu teramat sangat.

 

“kau sangat cantik.” Gumam Kyuhyun lirih namun Joohyun mendengarnya.

 

“apa yang kau katakan?” Joohyun pura – pura tidak tahu. Meski telinganya berhasil menangkap apa yang dikatakan Kyuhyun tadi.

 

‘astaga, kenapa jantungku sakit begini hanya karena dia memujiku cantik, yaa Joohyun ada apa denganmu eoh..’ jeritnya dalam hati.

 

Akhirnya mereka pergi bersama ke kedai kopi yang berhadapan langsung dengan sungai Han. Kyuhyun maupun Joohyun sama – sama diam menikmati secangkir kopi dan pemandangan sungai Han. Diam – diam Kyuhyun memandangi wajah Joohyun dari samping. Ia tersenyum, Joohyun seperti dewi baginya.

joohyun

 

“eungh,, memangnya yang dijemput Luhan itu sepupu laki – laki atau perempuan?” Joohyun menatapnya kemudian mengambil cangkir dan menyesap latte yang dipesannya.

 

“laki – laki. Namanya Kris Wu” Kyuhyun mengangguk.

 

“kau dan Luhan, em..” Kyuhyun  mencoba mencari kata – kata yang pas sedangkan Joohyun tersenyum tahu apa yang dipikirkan Kyuhyun.

 

“pacaran?” tebak Joohyun, Kyuhyun terlihat salah tingkah membuat gadis itu tersenyum tipis.

 

“bagaimana kau bisa tahu, ahh maksudku..”

 

“kau bukan orang pertama yang berpikir seperti itu tentang kami. Gwenchana, sejujurnya aku dan Luhan hanya bersahabat. Tidak seperti yang orang lain pikir. Meski kami terlihat sangat dekat.”

 

“awalnya kukira kalian kekasih. Tidak ya”

 

“dia satu – satunya pria berharga selain appa dan oppaku. Aku sangat menyayanginya seperti saudaraku.”

 

“pasti menyenangkan menjadi Luhan.” Kyuhyun tersenyum.

 

****

 

“bagaimana hubunganmu dengan gadis itu Lu?” tanya Kris, Luhan yang sedang menyetir menatap sepupunya.

 

“gadis? Siapa?”

 

“siapa lagi kalau bukan Joohyun.” Jawab Kris santai.

 

“aku tidak ada hubungan apa – apa dengannya hyung, kami bersahabat.” Luhan tersenyum pahit. Kris dapat melihat gurat kekecewaan dari wajah adiknya.

 

“bukankah?”

 

“ya, sampai sekarang dia belum bisa melupakan masa lalunya hyung, kurasa aku akan benar – benar pergi dari sisinya. Sampai ada seseorang yang benar – benar bisa menjaga hatinya.” Sahut Luhan tulus.

 

“kau hebat Lu, semoga Tuhan menjodohkanmu dengan wanita yang sebaik dirimu.”

 

“semoga saja hyung.” Kedua pria itu saling tersenyum

 

TBC

 

jangan lupa RCL ya readers 😀 😀

saranghaeyoooo ♥♥♥

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

11 thoughts on “Me, You And My Twin Part 3

  1. Wah hubungan seokyu udah makin deket nie. Semoga seo eonnie bisa melupakan donghae dan bersama kyuhyun. Wah… minho so sweet banget sih… pasti jihyun makin cinta dah
    Nice

    Like

  2. Seonni hangat banget orang nya. Tapi kasian juga ama luhan.. Semoga lu dapet yg lebih hahaha
    Kyu buruan pacarin seonni :v
    No coment lah buat part ini :’v
    Next

    Like

  3. Woah 😱😍 minji so sweet banget yah kiss in the rain hahaha… 😂😂 Mga aj mereka tetap bersama yah, dan jihyun ga genit2 lagi ma smua namja. kan dah dapat namja yg baik plus so sweet banget.. Aigoo joonghyun ma joo ngintip hahaa😃😃 Yeah akhirnya seokyu bsa dekat juga yah, ni berkat luhan juga sih. mkanya mereka bsa dekat yg awalnya joo ga pernah menghiraukan kberdaan kyu skrg mereka mlah spertiny mulai tertarik stu sma lain… Ayo d next mkn pnsaran ma crta slnjut… Fighting 😊💪😃

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s