Posted in Cho Kyuhyun, Romance, Seo Joohyun, Uncategorized

HIDDEN LOVE Part 14

Author                  : Lestari Choding.

Genre                   : sad and romance

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                      : annyeongg^^ Lestari datang lagi hihihi 😀 ,, maaf ya lama publish ff yang ini. Idenya jarang banget nongolnya. Dan lagi kemarin gw juga baru diganggu orang jahat. Gw ketakutan setengah mati. Bahkan sampai sekarangpun masih. Tapi gw udah berdoa sama ALLAH SWT supaya gw terus dilindungin dari mara bahaya apapun *curcol* 😀 😀 . always thanks to the readers yang udah RCL di ff abal ini 😀 nanti RCL lagi yeee 😀

 

Oya part ini banyak nge flashback masalalu emaknya Kyuhyun, jadi jangan bosen ya.. kalo bosen minum kopi sianida aja 😀 Typo selalu berserakan anggap aja kalian nemu harta karun yehh 😀 .. ff ini jan diplagiat. Meski gw yakin banget gw orang kesekian yang bikin ini ff dengan tema kek begini.. tapi pure ini murni dari hasil gw semedi ehhh maksudnya hasil gw mikir sendiri.. XD

 

Seokyu selalu milik Wiress,, ANTISEOKYU this is not your territorial.. you have to go away from here..

 

Kalo nekat baca jangan salahin gw kalo tiba – tiba pada marah2 gaje., yang penting gw udah ingetin.. oke segini cukup

 

HAPPY READING♥♥♥

 

In my dream, you with me

                We’ll be everything I want as to be

                And from there, Who Knows..

                Maybe this will be the night that we kiss

                For the first time. . .

                Or is that just me and My Imagination  

                                                                                                Shawn Mendez – Imagination

 

HIDDEN LOVE PAT 14

 

 

Seohyun sedang berjalan disore hari. Ia tak tahu mau kemana. Ingin menghubungi sahabatnya Sohee, tapi ia sungkan karena Sohee sedang banyak masalah. Akhirnya ia pergi sendirian mengikuti langkah kakinya. Ia melihat seorang pria paruh baya hampir tertabrak truk pengangkut barang. Dengan sigap ia berlari kemudian mendorong pria itu agar tak tertabrak truk.

 

Setelah berguling – guling ditrotoar. Ia segera bangkit dan menghampiri pria paruh baya tersebut. Tampaknya pria tersebut terluka parah. Ia bahkan terus meracau kesakitan.

 

“ahjussi, neo gwenchana?” tanya Seohyun khawatir. Ia melihat siku pria tua itu berdarah. Ia segera menarik ahjussi itu untuk ikut bersamanya.

 

“ahjussi, kau disini sebentar eoh, aku akan ke apotik sebelah sana sebentar mencari obat merah. tidak apakan kutinggal sebentar?” ahjussi tersebut mengangguk seperti anak kecil.

 

“hanna.. hanna..” gumamnya pelan.

 

Tak berapa lama Seohyun telah kembali. Ia membuka plastic dan mengambil obat merah. ia membersihkan luka disiku ahjussi tersebut dengan hati – hati.

 

“ahh.. appo.” Rintih Ahjussi itu.

 

“mi…mian ahjussi aku akan lebih berhati – hati.” Gumam Seohyun. Ahjussi itu menatap Seohyun penuh minat.

 

“ahjussi, apa kau kabur dari rumah sakit heum? Lihat ini kan baju pasien?” tanya Seohyun sambil menunjuk baju yang dikenakan ahjussi tersebut.

 

“eoh.. aku bosan dirumah sakit terus. Kau tahu mereka memberi makan aku seperti memberi makan sapi. Semuanya rumput.” Sahut ahjussi itu ketus. Seohyun tersenyum kecil. Ia teringat Kyuhyun.

 

FLASHBACK

 

Ini hari ketiga dimana Kyuhyun menginap diapartemen Seohyun. Jino sudah berangkat kerja sejak jam setengah tujuh. Akhir – akhir ini sikap Jino memang terkesan aneh. Seperti menghindari sesuatu. Tapi Seohyun sama sekali tidak tahu apa yang sedang Jino hindari.

 

                “pagi Seohyun.. kau masak apa?” sapa Kyuhyun riang. Pria itu baru saja bangun tidur. Matanya bahkan belum terbuka dengan sempurna.

 

                “aku masak kimchi…

 

                “ck,, bisakah masakan aku yang lain. Aku sudah sembuh. Dan satu lagi aku tidak suka makan sayur. Itu kan untuk sapi. Makanan seperti rumput cocoknya untuk hewan herbivora.” Potong Kyuhyun ketus. Ia bahkan tak membiarkan Seohyun melanjutkan kalimatnya. Seohyun hanya menghela nafas.

 

                “lalu oppa mau sarapan apa?”

 

                “buatkan aku roti bakar dan kopi saja eo.”

 

                “arraseo.”

 

FLASHBACK END

“cha ahjussi.. lukamu sudah kututup dengan plester.” Ahjussi itu hanya memandang Seohyun.

 

“ahjussi dimana rumahmu biar aku antar pulang. Ini sudah sore.” Tanya Seohyun lembut. Ahjussi itu hanya menggeleng – gelengkan kepalanya. Tanpa sengaja Seohyun membaca logo rumah sakit dibaju ahjussi itu.

‘bukankah itu rumah sakit jiwa?’ batinnya

 

“lapar.. lapar.. aku lapar.” Teriak ahjussi itu membuat Seohyun terkejut. Pasalnya ahjussi itu bertingkah seperti orang gila. Ya Tuhan, ia baru sadar jika tingkah aneh ahjussi itu karena memang ahjussi itu pasien rumah sakit jiwa. Dengan tenang Seohyun pegang lengan ahjussi tersebut.

 

“ahjussi tenanglah, kajja mencari makan bersamaku.” Ajaknya halus. Ahjussi itu mendongak tersenyum menatap Seohyun.

 

“jeongmal? Tapi aku tidak suka sayuran.” Rajuk ahjussi itu seperti anak kecil, seohyun iba. Pasti keluarganya tengah kebingungan mencari ahjussi itu.

 

“ne, tanpa sayuran. Ahjussi suka makan apa?”

 

“jajangmyeon. Ayo beli jajangmyeon.” Lengan Seohyun ditarik oleh ahjussi tersebut. Mau tidak mau Seohyun harus mengikuti langkah kaki besar pria tua itu. Tak berapa lama ia sampai dikedai makanan. Memang jaraknya tidak jauh dari tempat yang tadi.

 

“ahjussi duduklah dengan baik ne.” ahjussi itu mengangguk.

 

“ahjumma jajangmyeon dan teh hangat dua ya.” Ahjumma itu mengangguk.

 

“kau tak makan?” Seohyun menggeleng.

 

“kenapa?”

 

“aku tidak nafsu makan ahjussi.” Jawab Seohyun lembut. Tanpa disangka ahjussi itu meletakkan tangannya didahi Seohyun. Dengan tampang khawatir ahjussi itu bertanya.

 

“apa kau sakit?” Seohyun menggeleng,

 

“aniya ahjussi. Aku hanya tidak nafsu tapi aku baik – baik saja kok. Cha makanlah ahjussi, setelah ini aku akan mengantarmu.” Ahjussi itu tak peduli, ia sudah dihadapkan dengan makanan yang menjadi favorinta sejak kecil. Makanya ia lupa pada Seohyun.

 

 

****

 

Seorang laki – laki tengah mengendarai mobil dengan pelan. Ia gunakan kedua matanya untuk menatap jalanan disamping kiri kanan. Ia cemas, ayahnya belum ketemu sejak menghilang pagi tadi. Ia tidak bisa tenang. Meski ayahnya selalu melukainya. Sungguh, ia pria itu yang dimilikinya didunia ini.

 

“ayah,, kau dimana eo?” gumam pria itu – Minho cemas.

 

Saat matanya menyusuri pinggiran jalan yang dipenuhi kedai makanan. Pandangannya terhenti. Ia mengamati pria yang tengah makan dengan lahap itu. Sekilas mirip sekali dengan ayahnya. Tak butuh waktu lama ia menepikan mobilnya dan keluar menghampiri pria itu.

67094b2d91568a540804f5723ed97b07

Ia bukanlah pria yang pernah berhenti dikedai makanan pinggiran. Tidak, dan ini adalah pertama kalinya ia mampir. Ia menghampiri pria yang membelakanginya dengan seorang gadis cantik.

‘siapa gadis ini?’ batinnya bertanya – tanya.

 

“chogiyo..” gumam Minho sopan. Sontak kedua orang itu menolehnya. Seohyun tidak pernah mengenal pria ini sebelumnya.

 

“ayah..” pria paruh baya itu menatap Minho lekat.

 

“Minho-ya..”

 

“astaga, kenapa ayah ada disini heum? Ayah kabur lagi dan membuatku ketakutan setengah mati.” Minho memeluk ayahnya erat. Sungguh rasa lega menyelimuti hatinya sekarang.

 

“aku tidak suka makanan rumah sakit Minho-ya. Itu makanan sapi bukan makanan manusia.” Minho tersenyum.

 

“arrayo. Minho akan mengajak ayah kembali kerumah. Otte?” tawar Minho. Mata pria paruh baya itu berbinar.

 

“jeongmal?” Minho mengangguk,

 

“arraseoyo, kajja.” Pria tua yang panggil Minho ayah itu segera bangkit hendak meninggalkan kedai itu. Seohyun mencegahnya.

 

“Tuan, sebaiknya biarkan ayah anda makan sampai habis. Kau tidak lihat raut wajah lelahnya itu.” Tunjuk Seohyun pada ayah Minho. Minho menggaruk tengkuknya.

 

“ah, mianhae. Baiklah kita akan pergi setelah ayah selesai makan.” Ayah Minho menurut dengan Minho kemudian menghabiskan sisa jajangmyeon dipiringnya. Seohyun menyodorkan teh hangat pada ayah Minho.

 

“minumlah ahjussi, jangan disisakan arraseo.” Kata Seohyun. Minho menatap tak percaya pada gadis didepannya itu. Ayahnya bukanlah pria yang mudah menurut dengan orang lain. Tapi lihatlah, gadis didepannya ini mampu membuat ayah Minho menurut.

 

“ayah, apakah ayah terjatuh tadi?” Minho memerhatikan sebuah plester yang membalut luka disiku kanan ayahnya. Ayahnya hanya terdiam. Tidak tahu mau mengatakan apa.

 

“tadi ayah anda hampir tertabrak truk pengangkut barang. Aku mendorongnya hingga kami terjatuh ditrotoar. Maafkan aku.” Sahut Seohyun menyesal.

 

“ini bukan salahmu Agassi. Kau tak perlu minta maaf. Aku yang harusnya berterimakasih padamu telah menolong ayahku.”

 

“gwenchana Tuan.”

 

“panggil aku Minho. Namaku Choi Minho.” Kata Minho seolah tahu apa yang dipikirkan Seohyun.

 

“namaku Seo Joohyun kau bisa memanggilku Seohyun.”

 

“aku sudah selesai kajja Minho-ya kita pulang.” Ajak ayah Minho sambil menarik lengan anaknya.

 

“ahjussi,” ayah Minho menatap Seohyun. Gadis itu hanya tersenyum.

 

“jangan menghilang lagi eoh, jangan sampai tersesat lagi. Menurutlah pada puteramu.” Ayah Minho tersenyum kemudian mengangguk seperti anak kecil. Membuat Minho tertawa kecil.

 

“terimakasih Seohyun-ssi, kami pergi dulu. Annyeong.” Minho membungkukkan badan sebentar dan setelah itu pergi. Entah mengapa melihat ahjussi tadi hati Seohyun berdenyut nyeri teringat akan mendiang ayahnya. Seohyun masih ingat saat ayahnya bersama kakak perempuannya pulang dari  pasar dengan wajah bahagia. Kakak perempuan?

 

Sebenarnya memang dia punya kakak perempuan. Seo Yoon Ah namanya. Hanya selisih dua tahun dari Seohyun. Mereka sangat dekat Yoon Ah – Seohyun – Jino. Namun sebuah kecelakaan naas merenggut nyawa orang tua dan kakaknya.

 

**** 

 

                Kyuhyun tengah berada dirumah sakit sekarang. Dengan langkah pelan dan terkesan ogah – ogahan dia seret kakinya menuju salah satu ruang rawat. Tempat dimana ibunya berada. Ia sudah sampai didepan pintu. Sebelum masuk ia mempersiapkan mentalnya untuk menemui ibunya. Hatinya belum sepenuhnya menerima takdirnya. Takdir bahwa ibunya pernah menghianati ayah yang dihormatinya hingga ia lahir dan ternyata ia bukan anak kandung ayahnya.

 

Setelah beberapa saat Kyuhyun sudah merasa siap. Barulah pria itu membuka pintu ruang rawat tersebut. Sohee dan ibunya menoleh terhadapnya. Dapat ia lihat raut wajah dua wanita yang sangat berarti dihidupnya menampakkan kelegaan.

 

“oppa..” Sohee segera menghambur memeluk oppanya. Ia terisak dipelukan Kyuhyun.

 

“oppa kemana saja? Aku mencarimu.” Kata Sohee parau. Kyuhyun membalas pelukan adiknya. Ia terluka melihat Sohee menangis.

 

“oppa hanya mencari ketenangan.”

 

“Kyuhyun..” panggil ibunya. Kyuhyun melepas pelukan Sohee dan menghampiri ibunya disisi ranjang. Ia menatap wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini dengan seksama.

 

“ne eomma..”

 

“maafkan eomma sayang. Maaf membuatmu dibenci oleh appamu. Maaf..” wanita itu menunduk karena malu. Malu akan perlakuannya dulu hingga suaminya selalu membencinya.

 

“eomma apakah itu benar? Apakah yang ku dengar waktu itu benar? Jawablah aku tidak apa.” Kyuhyun coba menekan egonya sedalam yang ia bisa. Ia tidak mungkin menyakiti ibunya. Meski pada kenyataannya hal itu sangat menyakiti dirinya. Mata Sohee berkaca – kaca. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana. Ia hanya ingin semuanya selesai.

 

“ne..” jawaban ibunya sontak membuat Sohee maupun Kyuhyun menatap wanita yang mereka panggil eomma itu tak percaya. Bagaimana bisa?

 

“ceritakan padaku dari awal eomma.”

 

“tapi Kyu..

 

“gwenchana, eomma tak perlu khawatir. Aku sudah mempersiapkan diriku. Aku tak akan membenci eomma maupun appa. Aku hanya ingin mendengar penjelasan dari eomma apa yang sebenarnya terjadi.” Pinta Kyuhyun, ia menggenggam tangan lembut ibunya. Akhirnya ibunya menghela nafas dan mencoba menceritakan semuanya.

 

“aku dan Choi Young Hwan menikah karena perjodohan.” Eomma Kyuhyun mulai membuka cerita lama. Dan kedua anaknya tampak menyimaknya dengan baik.

 

… waktu itu aku dan dia sama – sama masih muda. Masih bekum mengerti apapun  tentang hakikat pernikahan. Cho Young Hwan adalah pria baik. Dia tak pernah berlaku kasar padaku. tapi, dia jarang memberiku perhatian. Dia selalu sibuk dengan segala urusan kantornya. Karena memang waktu itu perusahaan sedang dalam jaya – jayanya.” Ibunya menghela nafas.

 

… aku merasa tertekan dengan semua yang ku alami. Aku terbiasa menyibukkan diri dengan berbagai hal. Karena waktu itu aku suka bergelut didunia seni. Aku sering pergi ke sanggar untuk menari atau kadang aku juga menghabiskan waktu dengan teman kuliahku untuk melukis. Kalian tahu kan kalau eomma bisa melukis?” kedua anaknya mengangguk.

 

… tapi suamiku melarangku melakukan kegiatan diluar rumah. Dia bilang dia akan mencarikan aku seorang mentor untuk melukis atau menari dirumah. Tapi sungguh, aku tidak ingin seperti itu. Tahun awal kami menikah, banyak sekali pertengkaran yang terjadi. Dan setelah bertengkar dia tak akan kembali ke rumah untuk beberapa hari. Kadang hampir sebulan.”

 

… aku selalu mencuri – curi jika ingin keluar rumah. Dan saat aku kerumah temanku untuk melukis. Disanalah aku bertemu dengan mantan kekasihku. Choi Seunghyun.” Kyuhyun tidak terkejut. karena waktu orang tuanya bertengkar. Ayahnya menyebut nama itu. Berbeda dengan Kyuhyun. sohee tampak terkejut mendengar nama pria asing itu.

 

… awalnya kami hanya berteman karena setelah dia tahu aku akan menikah dia memutuskan hubungannya denganku. Aku sangat mencintainya Kyuhyun. aku sangat mencintai ayah kandungmu. Hingga sebuah pertemanan itu menjerumuskanku kedalam sebuah perselingkuhan.”

 

FLASHBACK

 

                Lee Hanna sedang melukis diapartemen Choi Seunghyun karena pria itu memaksanya untuk menemaninya diapartemen minimalisnya. Suaminya baru saja pergi ke Jepang untuk seminggu ke depan. Jadilah ia bebas kemana saja tanpa perlu mencuri – curi seperti saat suaminya dirumah.

 

                “Hanna-yaa,,” panggil Seunghyun.

 

                “ne Seunghyunnie, waeyo?”

 

                “apa suamimu tak membuatmu bahagia?” tanya Seunghyun hati – hati. Pria itu berada discounter dekat dapur memandang Hanna yang sedang melukis. Hanna menghentikan tangannya yang sedang melukis.

 

                “apa maksudmu Seunghyunnie? Tentu saja aku bahagia.” Jawab Hanna tergugup. Seunghyun tertawa kemudian menghampiri wanita itu dan duduk disebelahnya.

 

                “jika kau bahagia kau tak mungkin berada disini. kau pasti ikut suamimu pergi ke Jepang.” Sahut Seunghyun tepat sasaran. Hanna hanya terdiam. Bersama Seunghyun ia selalu merasa lemah. Selalu merasa seolah – olah dirinya adalah jelly yang mudah rapuh dan hancur. Apa karena Seunghyun adalah mantan kekasihnya hingga ia merasa seperti itu? Entahlah Hanna juga tidak mengerti.

 

                “Hanna-yya, tatap aku.. apa kau masih memiliki perasaan padaku?” Seunghyun memegang kedua pipi Hanna agar Hanna menatap matanya. Seunghyun tahu ini salah. Ia sadar itu. Tapi, hati kecilnya merasa terluka setiap melihat Hanna selalu datang dengan wajah murung.

 

                “Seunghyunnie, kau tahu aku sudah..

 

                “ssstt,, aku tak peduli kau sudah menikah. Yang kubutuhkan adalah jawabanmu Hanna. Karena sejujurnya aku sama sekali tak bisa melupakanmu. Aku sudah mencobanya tapi, aku tetap tak bisa.” Seunghyun melirihkan suaranya pada kalimat terakhirnya. Wajahnya menunduk karena sejujurnya ia takut akan penolakan Hanna.

 

                Tanpa diduga Seunghyun Hanna menarik kedua tangan Seunghyun hingga pria dengan mata setajam pedang itu menatapnya. Hanna tersenyum melihat wajah Seunghyun yang tengah menanti jawabannya. Ia mencium kedua tangan Seunghyun tanpa melepaskan pandangannya dari pria yang pernah dan masih dicintainya sampai saat ini. Ya Hanna masihlah mencintai sosok Choi Seunghyun.

 

                “aku masih mencintaimu Seunghyunnie. Meskipun aku sudah menikah. Aku juga tak bisa melupakanmu. Terlebih sikap suamiku yang sangat membuatku tertekan.” Hanna menjawabnya dengan lancar. Ia tidak peduli pada Cho Young Hwan yang mungkin tahu dirinya bermain api dibelakangnya.

 

                “jeongmal?” tanya Seunghyun tak percaya, Hanna mengangguk. Seunghyun sangat bahagia. Ternyata hanna masih mencintai dirinya sama seperti dia yang mencintai Hanna. Ia memeluk sayang Hanna dan Hanna juga membalas pelukan Seunghyun.

 

                Pandangan keduanya menggelap. Hanna memejamkan matanya membuat Seunghyun tersenyum dan mencium lembut bibir ranum Lee Hanna. Awal yang lembut berubah menjadi ciuman penuh gairah hingga mereka tak sadar telah melakukan hal yang seharusnya hanya dilakukan oleh suami istri.

.

.

.

                Sudah tiga bulan hubungan terlarang Hanna dan Seunghyun berlalu. Dan tiga bulan sudah rumah tangga Hanna dan Cho Young Hwan sama sekali tak baik. Hanna selalu pergi semaunya begitu juga Young Hwan. Pria itu hanya berkutat dengan berkas – berkas kantor tanpa memikirkan Hanna.

 

                Suatu pagi Hanna merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Ia merasakan lemas yang teramat sangat hingga dirinya tak bisa turun dari ranjang. Sebagai suami Young Hwan bertanya.

 

                “ada apa denganmu?” tanya Young Hwan. Hanna hanya menggeleng.

 

                “kau sakit?” belum sempat menjawab pertanyaan suaminya Hanna bangkit dari ranjang dengan tangan yang membekap mulutnya.

 

                “Hoeekkk.. Hoeekk..” Young Hwan menyusul istrinya ke kamar mandi. Ia memijat tengkuk istrinya. Hanna hanya memuntahkan liurnya karena memang pagi itu Hanna belum melakukan apapun. ia bersandar pada Young Hwan. Dengan pelan Young Hwan menuntun istrinya ke ranjang.

 

                “tunggulah sebentar. Aku akan menghubungi Dokter Kim.”

 

                “nan gwenchana..” jawabnya lemah. Young Hwan menatapnya tajam.

 

                “berhentilah membantahku. Cukup beristirahat dan tunggu sampai Dokter Kim datang memeriksamu.” Young Hwan meninggalkan Hanna sendirian dikamar. Wanita itu meneteskan air matanya. Sikap Young Hwan sama sekali tak mencerminkan suami yang mencintai istrinya. Memang apa yang diharapkan Hanna? Cinta? Bukankah dia sudah punya Seunghyun?

 

                Tak berapa lama Dokter Kim datang memeriksa Hanna dengan seksama. Ia menanyakan beberapa hal pada Hanna.

 

                “kemarin apa yang kau konsumsi?”

 

                “seperti biasa.”

 

                “apa kau bekerja berat setiap hari? Apa yang kau rasakan?” Hanna menggeleng.

 

                “aku hanya merasa perutku mual dan tubuhku lemas. Biasanya tidak seperti itu.” Dokter Kim mengangguk sambil mendengar detak jantung Hanna dari stetoskop yang ia kenakan.

 

                “kapan terakhir kau datang bulan?” Hanna membelalakkan matanya. Ia baru ingat sudah dua bulan dirinya sama sekali tak mendapat tamu bulanan. Young Hwan sama sekali tak menyentuhnya. Baru dua hari yang lalu Young Hwan menyentuh Hanna itupun karena Young Hwan terlampau marah hingga bertindak nekad pada Hanna. Sisanya hanyalah Seunghyun yang selalu menyentuhnya ketika wanita itu mampir ke apartemen kekasih gelapnya.

 

~~

 

                Dokter Kim menghampiri Young Hwan yang mondar – mandir didepan pintu kamar. Ia menepuk pundak sahabatnya. Lalu Young Hwan menoleh. Ia menatap cemas pada Dokter itu.

 

                “bagaimana Youngwoon? Apakah istriku baik – baik saja? Ia tidak sakit parah kan?” Young Hwan memberondong Dokter Kim dengan banyak pertanyaan. Dokter itu hanya tersenyum kemudian menjawab.

 

                “Chukkae sahabatku. Kau akan mendapatkan seorang anak dari istrimu. Umurnya baru delapan minggu. Kuharap kau lebih meluangkan waktumu bersamanya eoh. Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu.” Nasehat Dokter Kim.

 

                “ha.. hamil?” Dokter Kim mengangguk.

               

                “aku tahu bagaimana perasaanmu sobat. Kau pasti sulit berkata – kata kan? Baiklah ini resepnya. Jaga emosi Hanna karena itu akan berpengaruh pada janin yang dikandungnya. Aku pergi dulu.” Dokter Kim sudah berlalu dari hadapan Cho Young Hwan.

 

‘anak? Hamil? Aku bahkan baru menyentuhnya kemarin. Bagaimana bisa dia hamil ketika aku saja jarang menyentuhnya? Apa dia..’ pikiran Young Hwan mengarah pada pertengkaran yang akhir – akhir ini terjadi dalam rumah tangga mereka. Hanna yang selalu menyebut nama pria lain.

 

                “kau hamil? Anak siapa yang kau kandung?” pertanyaan bernada dingin membuat Hanna menatap takut pada suaminya. Ia tak berani menjawab atau mengeluarkan sepatah katapun pada suaminya.

 

                “apakah Choi Seunghyun? Apakah pria itu yang menghamilimu?” Young Hwan makin menyudutkan Hanna. Wanita itu tak menjawab, air matanya terus mengalir. Ia takut Young Hwan akan melaporkan perselingkuhannya kepada orang tua mereka.

 

                “kau sangat hebat Lee Hanna. Benar – benar hebat. Aku tak menyangka kau melakukan semua ini. Selama ini kau anggap apa aku Hanna? Apa aku hanya sebuah pajangan bagimu begitu?” suara Young Hwan terdengar lelah. Hanna terus menunduk.

 

                “baiklah jika kau ingin berpisah dariku. Akan ku urus surat perceraian kita. Kau tunggu saja.”

FLASHBACK END

 

“Cho Young Hwan ingin menceraikanku. Awalnya aku setuju untuk apa kami berumah tangga jika selalu diisi dengan pertengkaran yang tiada akhirnya.”

 

“tapi kenapa kalian tidak bercerai sampai sekarang eomma?” tanya Sohee penasaran.

 

“saat aku menemui Seunghyun untuk mengabarkan bahwa aku akan bercerai. Seunghyun sudah lebih dulu memberitahuku bahwa dia dipaksa menikah dengan wanita lain. Bahkan dia memberikan undangan itu padaku. hari itu kami menangis bersama. Tidak ada lagi yang bisa dipertahankan dari hubungan gelap kami. Hingga akhirnya Seunghyun memintaku kembali pada Young Hwan” wanita paruh baya itu menghela nafas berusaha kembali pada memori dua puluh Sembilan tahu silam.

 

… aku kembali kerumah dengan perasaan campur aduk. Aku sudah menyakitinya sangat dalam. Aku sangsi apa dia mau menerima permintaan maafku. Dan setelah kucoba, tanpa diduga dia memaafkanku. Dia mau menerima janin yang ku kandung waktu itu. Dia menerima Kyuhyun. tapi, dia juga meminta syarat padaku. dia ingin aku melahirkan seorang anak perempuan untuknya dan aku menyetujuinya.”

 

“lalu?”

 

“kami hidup tanpa mengungkit masa lalu. Sekalipun tidak pernah, aku sudah berjanji untuk tidak menyakitinya lagi. Aku sudah melupakan masa laluku dan aku sangat mencintai ayah kalian. Tapi.. sepertinya dia tidak bisa melupakan kejadian itu.” Suara wanita paruh baya itu mulai lirih.

 

“aku mengerti eomma. Sudah, eomma tak perlu meneruskannya lagi. Aku sudah mengerti.” Kyuhyun usap lembut tangan ibunya. Membuat wanita paruh baya itu berkaca – kaca. Betapa hebatnya putra yang telah dilahirkannya. Tidak sekalipun ia melihat putranya bersikap kasar pada dirinya.

 

“maafkan eomma Kyuhyun..” Kyuhyun menggeleng.

 

“eomma tak perlu minta maaf padaku. semua sudah terjadi. Maaf eomma aku tak bisa lama – lama disini. aku harus ke kantor.” Kyuhyun pamit pada ibunya.

 

“oppa akan bekerja?” Kyuhyun mengangguk.

 

“jaga eomma ne, oppa berangkat dulu..” saat Kyuhyun mulai berjalan dua langkah suara eommanya menghentikannya.

 

“jangan salahkan appamu Kyuhyun-ahh, dia juga terluka dengan semua ini.” Kyuhyun tidak menjawab. Dia melanjutkan langkah kakinya meninggalkan ruangan itu.

 

 

****

 

Cho Kyuhyun datang ke kantor sesuai permintaan Yesung. Pria itu langsung masuk ruang kerjanya. Dan betapa terkejutnya ketika dimejanya setumpuk berkas menggunung. Ia menatap tak percaya pada apa yang ia lihat.

 

“kau sudah datang Kyuhyun-ahh?” Kyuhyun menoleh.

 

“yaa hyung, apa kau gila memberiku tugas sebanyak ini eoh?” gerutu Kyuhyun. Yesung menyeringai.

 

“banyak apanya? Itu bahkan tidak ada separuh dari yang kukerjakan. Kau tinggal selesaikan sisanya. Waktumu tinggal besok. Besoknya lagi kita sudah mulai melaksanakan proyek itu.” Jawab Yesung santai.

 

“haishh, bagaimana bisa aku menyelesaikan ini dalam dua hari eoh? Astaga aku bisa menua lebih cepat.” Kata Kyuhyun pelan. Tapi Yesung masih bisa mendengarnya.

 

“apa kau bilang?”

 

“aniya, keluarlah.” Yesung keluar dari ruangan Kyuhyun dengan tawa tertahan. Ia sengaja membohongi Kyuhyun. sebenarnya tugas itu bisa ia kerjakan sendiri. tapi karena Kyuhyun membuatnya kalang kabut selama seminggu jadilah dia balas dendam dengan menyerahan berkas yang harusnya ia kerjakan pada Kyuhyun.

 

‘rasakan setan.’ Batin Yesung.

 

Kyuhyun memijit pelipisnya pelan. Ia tidak yakin bisa mempelajari seluuh berkas dalam dua hari. Tapi jika ia diam saja, perusahaann akan rugi ratusan juta won. Dan Kyuhyun tak ingin hal itu terjadi. Ia mencari cara untuk mengembalikan moodnya agar membaik. Dan saat berpikir ia teringat satu nama. Seohyun. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi gadis itu.

 

“yoboseyo..”

 

“Yoboseyo Seohyunnie?” sapa Kyuhyun riang, Seohyun terkejut.

 

“eoh oppa, ada apa menghubungiku?”

 

“kau sedang apa?”

 

“bekerjalah oppa. Ini jam kerja, memangnya apa lagi?” Kyuhyun memukul dahinya pelan. Bodoh sekali dia. Jelas ini jam kerja kenapa masih bertanya juga.

 

“ahh, begitu yaa.”

 

“apa oppa sudah masuk ke kantor?” tanya Seohyun. Tampak senyuman kecil terbit dari bibir tebalnya. Akhirnya Seohyun bertanya tentang dirinya juga.

 

“hmm. Dan rasanya bosan. Setelah cuti seminggu kurasa aku jadi ingin menganggur saja.” Jawabnya asal.

 

“mwoya? Menganggur? Lalu kau ingin melakukan apa hah. Kurasa oppa masih sakit.” Sahut Seohyun cepat. Kyuhyun hanya terkekeh. Menggoda Seohyun selalu menyenangkan.

 

“menggodamu mungkin. Kurasa tidak buruk melihat wajah kesalmu itu” Celetuk Kyuhyun bercanda. Kyuhyun tidak tahu saja bahwa saat ini Seohyun tengah menahan nafasnya. Kenapa pria itu membuatnya selalu melting seperti ini sih. Menyebalkan.

 

“Seohyunniee, kau masih disana?” Seohyun berdehem pelan.

 

“hei aku sedang tidak semangat bisakah kau semangati aku bekerja?” tanya Kyuhyun terdengar memelas.

 

“mwo?” Seohyun berteriak membuat Kyuhyun menjauhkan ponselnya dari telinganya.

 

“jangan berteriak nona. Kau bisa merusak telinga pria tampan sepertiku tahu.” Ucapnya bangga.

 

“aku sibuk aku tut..

 

“buat aku semangat Seohyunnie, aku merasa lelah dan tidak ada seorangpun yang mengerti perasaanku. Kau pun sama.” Gumam Kyuhyun lirih lalu memutuskan panggilan begitu saja. Seohyun tidak mengerti dengan sikap Kyuhyun yang sangat kekanakan. Ia meneruskan pekerjaannya. Belum sampai satu menit ia mendapat sebuah mms berisi gambar. Dan satu pesan lagi.

Drrt.. drrrtt

 

‘kau bisa lihatkan betapa banyaknya berkas yang kukerjakan? Bagaimana bisa aku mengerjakan ini semua jika kau sama sekali tak memberiku semangat. Katanya kau temanku.’

 

Ia tersenyum membaca pesan dari Kyuhyun. meski pria itu hanya menganggapnya teman. Ia sudah merasa kebal dengan segala luka yang mungkin Kyuhyun torehkan pada hatinya. Ia hanya ingin mencintai pria itu dengan caranya sendiri. dengan cekatan ia menulis balasan untuk pesan Kyuhyun.

 

‘aigoo, Kyuhyun oppa banyak sekali yang kau kerjakan. Cha kerjakan dengan cepat oppa. Bukankah kau akan mengajakku bertemu  jika semua urusanmu sudah selesai. Ayo cepat selesaikan agar kita bisa bertemu. Fighting^^’ klik Send.

 

“apa aku terlalu berlebihan mengirim pesan seperti itu?” tanyanya pada diri sendirisepertinya itu memang benar. Ia akan mengetik ulang pesan untuk Kyuhyun. tapi belum ada dua kata yang diketik sebuah pesan sudah masuk.

 

‘baiklah aku akan bekerja dengan giat supaya semua urusanku cepat selesai. Dan aku bisa bertemu denganmu. Kau juga bekerja kan? Selamat bekerja^^ gomawo sudah menyemangatiku. Annyeong’ ia tersenyum simpul membaca balasan pesan dari Kyuhyun.

 

Tak jauh berbeda dengan Seohyun. Kyuhyun terus tersenyum mengingat balasan pesan dari Seohyun. Seperti baterai yang diisi ulang kembali. Mungkin itu gambaran yang tepat untuk pria bermarga Cho itu. Ia bahkan tak merasa keberatan dengan banyaknya berkas yang menggunung dimeja kerjanya.

 

Seo Joohyun, kau benar – benar merubah Cho Kyuhyun begitu baik.

 

****

 

Minho memainkan pulpennya. Pandangannya terus ke depan. Ia teringat pertemuannya dengan Seohyun kemarin. Gadis cantik yang bahkan tidak jijik dengan ayahnya. Ayahnya yang dianggap gila oleh semua orang. Ia tersenyum mengingat ayahnya yang begitu patuh pada Seohyun. Taemin menatapnya dengan kedua alis yang mengernyit. Kenapa hyungnya menjadi seperti itu?

 

“hyung!” teriak Taemin. Minho terkejut hingga pulpennya ia lempar sembarangan dan mendarat dikepala Lee Taemin.

 

“pffftt,, mian Taemin-ahh, kau membuatku terkejut sih. Ada apa?”

 

“ada apa? Hei, harusnya yang berkata seperti itu aku. Kau yang ada apa hyung? Jelas – jelas aku memanggilmu berkali – kali tapi apa? Kau terus melamun seperti remaja yang jatuh cinta saja.” Gerutu Taemin. Minho terbelalak kaget.

 

“yaa? Apa maksudmu eoh?” Minho merasa tidak terima dengan ucapan Taemin. Meski detak jantungnya terasa lebih cepat dari sebelumnya.

 

“aniya,, hari ini aku mau ijin hyung.”

 

“memangnya kau mau kemana?”

 

“aku mau pergi ke makan ibuku. Ini peringatan sepuluh tahun mendiang ibuku pergi hyung.”

 

“ma, maafkan aku. Aku lupa Taemin-ahh.” Minho merasa tidak enak pada Taemin. Taemin tersenyum.

 

“gwenchana.. baiklah aku pergi dulu hyung.”

 

“hati – hati Taemin-ahh.”

 

****

 

Taemin menunggu bus dihalte. Setelah bus berhenti ia masuk dalam bus dan menunggu bus menurunkannya di tempat yang ia tuju. Tak berapa lama ia turun dari bus mampir ke toko bunga pinggir jalan. Ia akan membeli bunga Lili. Semasa ibunya masih hidup, ia sangat suka menanam dan merawat bunga itu.

 

“aku mau bunga yang itu.” Kata Taemin pada pelayan toko bunga.

 

“berapa harganya?”

 

Tak lama kemudian ia keluar dari toko bunga tersebut. Dengan wajah ceria ia menyebrang jalan. Karena pemakamannya terdapat diseberang jalan dari toko bunga tadi berada. Ia tak sadar bahwa sebuah mobil datang dari arah kiri. Ia terlalu senang dengan bunga yang dibawanya. Ketika mobil itu membunyikan klakson barulah Taemin sadar. Jika dirinya dalam bahaya. Mobil itu melaju dengan kecepatan yang tinggi.

 

maxresdefault

 

‘apakah aku akan menyusul eomma?’ batinnya. Kakinya terasa sulit digerakkan. Seseorang menariknya begitu kencang hingga bergulingan dipinggiran trotoar.

 

 

tbc…

 

jangan lupa RCL y readers 😀 😀

saranghae ♥♥

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

23 thoughts on “HIDDEN LOVE Part 14

  1. Jadiiiii kyuhyun kakaknya minho??
    Heoll apa yg akan terjadi kedepannya ya..
    Aku rasa minho suka sana seo..
    apakah akan terjafi perang saudara??
    Taemin itu siapa??
    Dan siapa yg nyelamatin dy??
    Apa krystal??

    Like

  2. Jadi kyuhyun itu kakanya minho yaa…
    Sebenarnya perasaan kyu ke seo itu gimana sih. Kenapa kalau suka gak nembak seo eonnie aja. Pan seo eonnienya nanti kepedean trus kalau dah pede ternyata kyu itu cuma ngphpin seo eonnie.
    Yoona itu kakanya seo eonnie ya…
    Taemin itu siapa ???? Trus yang nyelametin dia siapa ???
    Nice

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s