Posted in Uncategorized

HIDDEN LOVE Part 13

Author                  : Lestari Choding.

Genre                   : sad and romance

JJS                          : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho, Magnae Choding

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                      : annyeongg^^ Lestari datang lagi hihihi 😀 ,, apa kalian udah bosen sama cerita HL yang rumit? Ahh mian kalo begitu XD , sebelumnya gomaw readers yang sudah baik hati meninggalkan jejak dikolom koment aduh seneng banget tulisan gw ternyata ada yang baca, ada yang ngritik juga.. kalian semangatku readers saranghae. dan gw juga mau minta maaf, dariawal HIDDEN LOVE itu ceritanya memang rumit. jadi kalo minta SKM ya nggak bisa langsung full SKM. ngertikan readers? 😀 😀

 

Typo selalu berserakan anggap aja kalian nemu harta karun yehh 😀 .. ff ini jan diplagiat. Meski gw yakin banget gw orang kesekian yang bikin ini ff dengan tema kek begini.. tapi pure ini murni dari hasil gw semedi ehhh maksudnya hasil gw mikir sendiri.. XD

 

Seokyu selalu milik Wiress,, ANTISEOKYU this is not your territorial.. you have to go away from here.. >_<

 

Kalo nekat baca jangan salahin gw kalo tiba – tiba pada marah2 gaje., yang penting gw udah ingetin.. oke segini cukup XD

 

                               

HAPPY READING♥♥♥

 

 

 

Previous part

 

               “Jonghyun oppa, Yura unnie, ada apa kalian datang kerumahku?” Tanya Seohyun terkejut.

 

                “bukankah Cho Kyuhyun tinggal disini?” Yura balik bertanya.

 

                “ne.?” seohyun tampak kebingungan.

 

                “Cho Kyuhyun?” Jonghyun tidak tahu apakah Kyuhyun yang dimaksud adalah rekan kerjanya atau adakah Cho Kyuhyun yang lain?

                                              

 

HIDDEN LOVE Part 13

Let’s Story Begin..

 

 

Seohyun menatap sepasang kekasih didepannya ini bingung. Darimana Yura tahu jika Cho Kyuhyun tinggal disini? sebelum Seohyun menjawab, dari belakang Kyuhyun menghampiri mereka semua.

 

“Ahyoung-ahh, darimana kau tahu aku disini. eoh Jonghyunie kau juga disini?” Kyuhyun pun tampak kebingungan dengan kehadiran pasangan kekasih itu,

 

“masuklah oppa unnie kita bicarakan didalam.” Seohyun mempersilahkan mereka duduk disofa ruang tengah. Tak berapa lama suara langkah kaki terdengar ditelinga mereka semua.

 

“aku pulang..” ucap Jino riang. Dia membawa serta kekasihnya Krystal ke apartemennya. Dan pasangan kekasih itu juga terkejut ketika mendapati ruang tamu yang biasanya sepi ramai begini.

 

“eoh,, Yura unnie kapan kau kembali,, ahh bogoshippo.” Krystal menghambur kepelukan Yura yang dibalas hangat oleh Yura.

 

“nado Krissy..”

 

“ngomong – ngomong kenapa oppa dan unnie kesini? Jong oppa kenapa kau kemari. Dan siapa pria itu oppa? kenapa menyeramkan sekali, seperti vampire.” Ucap Krystal polos membuat Kyuhyun memelototkan matanya. Enak saja dirinya dibilang vampire.

 

Plukk.

 

“jaga bicaramu bocah. Dia rekan kerjaku.” Tanpa ampun Jonghyun menjitak kepala Krystal dengan keras membuat semua orang disana tertawa. Krystal mengadukannya pada Jino.

 

“sayang.. oppa memukulku..” gumam Krystal manja membuat Jonghyun geli.

 

“makanya hati – hati kalau bicara.” Bukannya membela Jino malah menasehatinya membuat Krystal semakin manyun saja. Jino hanya tersenyum.

 

“rasakan bocah..” kata Jonghyun sadis.

 

“jadi.. teman yang dimaksud Yesung itu Seohyunnie eo?” ucap Yura menatap Kyuhyun penuh tanya. Semuanya terdiam karena memang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

 

“jadi kau tahu alamat ini dari sikepala besar itu.” Bukannya menjawab Kyuhyun malah balik bertanya pada Yura. Membuat Yura geram.

 

“jawab saja bodoh.” Akhirnya Kyuhyun mengangguk.

 

“jadi dia pria yang selalu datang ke apartemenmu itu?” kali ini Jonghyun angkat bicara. Kyuhyun mendongak menatap Jonghyun heran. Apa gadis ini…

 

“astaga, jika aku tahu dari dulu aku tak mungkin segila ini mencarimu Yura.”Yura menatap Jonghyun tidak mengerti.

 

“Kyuhyun itu rekan kerjaku yang bahkan sangat dekat denganku. Dan tentang dirimu dia bahkan mengetahuinya. Ternyata dunia ini sempit sekali.” Kata Jonghyun ketus. Kyuhyun merasa Jonghyun menyindir dirinya karena tak memberi tahu pria itu jika dirinya mengenal Yura.

 

“maafkan aku Jong. Kau jelas ingat kau tak pernah menyebutkan nama gadismu padaku. mana aku tahu kalau psikolog cerewet itu adalah kekasihmu. Gadis itu bahkan tak pernah cerita siapa pria yang disukainya. Kau kenal Spencer Lee bukan? Dia bahkan mengejar Ahyoung mati – matian tapi gadis itu menolak mentah – mentah.” Jelas Kyuhyun panjang lebar. Seohyun sedikit mengerti sekarang tentang hubungan Jonghyun-Yura-Kyuhyun.

 

‘jadi seperti itu’ batin Seohyun.

 

“tentu saja Yura menolaknya. Spencer jelas kalah tampan denganku.” Sahut Jonghyun dengan bangga.

 

“cihh.. wajah dingin seperti freezer dibilang tampan, mirror please.” Cibir Krystal dengan gayanya yang centil. Jonghyun menatap tajam pada adiknya itu. Sedangkan yang lain tertawa melihat ekspresi Krystal yang sangat kekanakan.

 

“sudahlah jangan pedulikan Jonghyun oppa. Krystal ayo bantu unnie siapkan makan malam.” Ajak Seohyun.

 

“tidak usah Seohyunniee. Aku bawakan banyak makanan. Awalnya aku berniat membawakan Kyuhyun. tapi sepertinya terlalu banyak. Siapkan ini saja. Kajja kubantu. Krissy kajja.” Akhirnya 3 perempuan itu berkutat didapur.

 

*****

 

“kau ada masalah hingga kau tinggal disini Kyu?” Tanya Jonghyun ragu. Kyuhyun hanya mengangguk.

 

“ceritakan pada kami hyung. Jangan memendam masalahmu seorang diri. Aku benarkan hyung?” Jino meminta pembenaran dari Jonghyun dan Jonghyun hanya mengangguk.

 

“nanti saja aku ceritakan. Aku masih merasa lemas.”

 

“bagaimana jika kita pergi ke rumah sakit saja? Biar aku mengantarmu.” Kyuhyun menggeleng. Meski berwajah pucat Kyuhyun tetap tampan saat tersenyum.

 

“kalau di rumah sakit kalian pasti meninggalkanku seorang diri. Disini ada Seohyun yang akan merawatku dengan baik. Aku suka disini.” jawab Kyuhyun jujur.

 

“kau suka disini atau kau suka Seohyun?” Skak Mat Kyuhyun terdiam tak mampu menjawab. Perkataan Jonghyun sangat mengenai hatinya tapi dia tak mampu menyimpulkan apakah perasaan nyaman saat bersama Seohyun bisa disebut dengan rasa suka. Entahlah dia belum bisa memastikannya. Yoona.. mendiang istrinya pasti tak akan suka jika dirinya menyukai gadis lain.

 

Sebelum Jonghyun bertanya lebih lanjut dan menyudutkan Kyuhyun. Yura lebih dulu memanggil mereka untuk keruang makan. Kyuhyun menghembuskan nafas lega karena tak perlu menjawab pertanyaan menyudutkan dari Jonghyun. Meski tanpa Kyuhyun sadari Jino menatapnya kecewa. Dongsaeng Seohyun seolah tahu jika Kyuhyun tak berniat serius pada nunanya.

 

“baby.. kenapa dengan wajah tampanmu eoh? Apakah manusia es itu berbuat nakal padamu?” Tanya Krystal pada Jino mendapat tatapan tajam dari Jonghyun. Jino hanya tersenyum menanggapinya,

 

“duduklah aku ambilkan makan untukmu.. kau mau kusuapi?” semua orang menatap pasangan itu iri. Terutama Seohyun.

 

“aku bisa makan sendiri Krissy..” tolak Jino halus..

 

“no. . .no. . .no menurutlah padaku sayang.. oke” Krystal benar – benar tak tahu tempat sama sekali. Dia bahkan tanpa malu mengatakan hal itu didepan banyak orang.

 

“hey beruang kutub.. aku juga bisa seperti itu. Yura sayang kajja suapi aku..” Yura mengangguk. Kedua pasangan itu sama sekali tak memikirkan perasaan Seohyun dan Kyuhyun. mereka asik bermesraan. Sedangkan Seohyun dan Kyuhyun saling menunduk.

 

‘dasar tidak punya perasaan.’ Gerutu Kyuhyun dalam hati.

 

“Seohyunnie aku masih sakit jebal suapi aku..” pinta Kyuhyun pada gadis itu. Ia menatap sebal pada Jonghyun Yura dan juga Jino Krystal.

 

“bukankah kau sudah membaik oppa?” Tanya Seohyun sopan. Yura menatap Seohyun penuh minat. Sepertinya memang ada sesuatu pada gadis itu. Yura sangat paham bagaimana sifat Kyuhyun. pria itu bukanlah pria yang mudah terpengaruh sekitarnya. Tapi lihatlah sekarang ia melihat sisi lain dari Kyuhyun. Yura tersenyum, berarti kehadiran Seohyun membawa dampak positif bagi Kyuhyun.

 

“jeball..” Kyuhyun bahkan rela bersikap manja agar dituruti Seohyun.. Yura yang melihatnya senang sekali berbeda dengan Jino. Ada rasa tidak suka ketika Kyuhyun bersikap manja pada nunanya.

 

“arraseo buka mulutmu oppa..”

 

 

*****

 

Setelah makan malam selesai mereka semua pamit pulang. Termasuk Jino yang harus mengatar Krystal kembali ke rumahnya. Tak mungkin juga Jino tega menyuruh Krystal pulang sendirian. Sebenarnya Yura sudah menawari untuk pulang bersama. Tapi karena Jonghyun dan Krystal sedang bertengkar jadilah Krytsal lebih memilih pulang naik bis bersama Jino. Katanya lebih romantic.

 

Saat diperjalanan Krystal melihat Jino lebih banyak diam. Meski sedari tadi Krystal sudah mengajaknya bicara, tapi pria itu hanya menjawab seperlunya saja. Membuat Krystal memandang Jino dengan penuh tanya.

 

“Jino-yaa..” panggil krystal, Jino menoleh seolah mengatakan ada apa?

 

“apa kau marah padaku?” Tanya Krystal ragu. Gadis itu takut jika Jino marah padanya. Terang saja, karena Jino pernah mengatakan jika dirinya sangat tidak menyukai gadis manja seperti dirinya dulu saat mereka masih SMA.

 

“aniya, kenapa aku harus marah padamu hmm?” jawab Jino tersenyum. Ia membelai rambut kekasihnya sayang.

 

“kau berbeda hari ini.” Gumam Krystal lirih.

 

“berbeda? Seperti apa memangnya?” Jino coba untuk duduk tegap supaya bisa memandang ekspresi kekasihnya. Bagi Jino, Krystal itu sangat manis dan sayang melewatkan moment manis bersama Krystal.

 

“kau lebih banyak diam hari ini. Kau juga seperti tak mau bicara padaku. apa karena aku bertengkar dengan Jong oppa di apartemenmu tadi?” Jino menggeleng pelan.

 

“lalu, apa ada yang mengganggu pikiranmu?” kali ini Jino mengangguk jujur. Krystal selalu membuat Jino berubah 180 derajat. Rasanya tidak sedikitpun Jino ingin menyembunyikan apapun dari gadisnya. Pria memang penuh teka – teki.

 

“kenapa?” Tanya Krystal penasaran.

 

“Kyuhyun hyung..” Jino buka suara. Krystal menatap Jino penuh minat.

 

“manusia mirip vampire itu?” Tanya Krystal polos. Membuat Jino tersenyum dan mengangguk.

 

“memangnya kenapa dia?”

 

“Seohyun nuna menyukainya. Geunde…

 

“geunde..?”

 

“Kyuhyun hyung tak menyukai Seohyun nuna, dia masih mencintai mendiang istrinya. Aku tidak tahu harus bersikap seperti apa Krissy.kau jelas tahu, kita pernah berpisah. hanya berbeda negara beberapa tahun saja sangat menyiksa. Bagaimana dengan Seohyun nuna yang bahkan.. dia tak pernah mencoba melupakan Kyuhyun hyung semenjak SMA.” Jino mengusap kasar wajahnya. Sedangkan Krystal menatap tak percaya pada kekasihnya,

Benarkah?

 

“tapi kurasa manusia vampire itu menyukai Seohyun unnie. Kau tak lihat tadi dia bahkan meminta Seohyun unnie untuk menyuapinya?” sahut Krystal.

 

“aku bahkan melihat mereka tidur bersama.” Krystal memelototkan matanya tidak percaya. Benarkah Seohyun unnie. Tak lama kemudian dirinya dihadiahi sebuah jitakan dari Jino.

 

“yaa, appo..” gerutu Krystal.

 

“makanya jangan berpikiran mesum dulu. Pantas saja Jonghyun hyung sampai tidak tahan denganmu. Maksudku tidur bersama ya tidur tanpa melakukan apapun.” Kata Jino ketus

 

“makanya katakan dengan selesai jangan diputus – putus. Aku kan jadi tidak paham. Issh kepalaku jadi sakit” sungut Krystal sambil mengelus kepalanya yang tadi dijitak Jino. Jino hanya menggeleng kemudian menari gadis itu dalam pelukannya dan mengelus kepala gadis itu.

 

“kau manja sekali eoh, berapa umurmu sekarang. Kapan bersikap dewasa heum.” Tanya Jino lembut.

 

“nanti saat sudah menjadi istrimu.” Sahut Krystal membuat Jino tercengang,

 

“memangnya siapa yang akan menjadikanmu istriku eh. Nona Jung, kau terlalu percaya diri.” Goda Jino membuat krystal mempoutkan bibirnya lucu.

 

“arraseo jika kau tak mau menikah denganku lebih baik kuterima lamaran Kim Jongin saja waktu itu. Ahh lagipula aku juga belum memberikan jawaban pasti padanya. Ide bagus.” Perkataan Krystal sontak membuat Jino naik darah. Tapi sebisa mungkin dirinya tahan.

 

“terima saja lamaran pria berkulit hitam itu kupastikan anak kalian nanti seperti hewan afrika hitam putih..” sahut Jino ketus.

 

“kau pikir zebra eoh?” Tanya Krystal sinis. Gadis itu akhirnya bisa melihat kecemburuan prianya. Ternyata menyenangkan sekali melihat Seo Jino dibakar cemburu.

 

“aku tidak bilang..”

 

“sama saja, eo kau cemburu kan?” tebak Krystal, Jino mengalihkan pandangannya kejendela. Enggan menjawab pertanyaan Krystal.

 

“aku tidak akan menerima lamaran Kim Jongin tapi kau harus menikahiku. Yaa tidak perlu sekarang. Yang pasti aku akan menunggumu. Aku tidak mau menjadi perawan tua kalau kau sampai tak menikahiku.” Jawab Krystal santai, akhirnya Jino berbalik kemudian tersenyum memandang gemas gadis yang sudah membuat dirinya hampir saja marah – marah. Krystal Jung kau benar – benar.

 

“bagaimana jika aku menikahimu sepuluh tahun lagi?” giliran Jino yang menggoda Krystal,

 

“aniya, terlalu lama. Aku takut kau tidak mampu membuatku hamil.” Tolak krystal frontal.

 

“yaa apa maksudmu aku tidak bisa membuatmu hamil eo? Bahkan jika kau mau aku bisa membuatmu hamil disini sekarang juga” sungut Jino. Harga dirinya sebagai pria dijatuhkan begitu saja. Hei, Seo Jino tak mungkin tak bisa menghamili seorang perempuan.

 

“hehehe,, aku bercanda. Emm,, aku punya ide” Jino menaikkan alis tanda dia tak mengerti kemudian Krystal membisiki Jino sesuatu yang membuat Jino tersenyum.

 

“kau pintar juga sayang..” gumam Jino sambil mengecup kening Krystal.
****
“kau melamun?” Tanya Kyuhyun memecah keheningan diantara mereka berdua. Seohyun menoleh lalu menggeleng pelan.

 

“boleh aku bertanya sesuatu padamu?” Seohyun mengangguk.

 

“apa kau.. emm punya kekasih?” Tanya Kyuhyun takut – takut. Ini bukanlah privasinya ia sadar itu. Tapi entah kenapa melihat dua pasangan menyebalkan tadi. Ia jadi takut, takut jika kenyataan Seohyun sudah menjadi kekasih pria lain. Ia juga tak paham dengan apa yang dirasakan hatinya. Kyuhyun menggeleng

 

‘tidak, sampai kapanpun hanya Yoona yang ada dihatiku bukan gadis lain.’ Kyuhyun coba yakinkan hatinya sendiri.

 

“aku tak punya kekasih oppa.” Jawab Seohyun.

 

“kenapa?” Kyuhyun merutuki mulutnya yang terus saja bertanya yang jelas bukan privasinya.

 

“kenapa oppa ingin tahu?” Tanya Seohyun heran. Kyuhyun bukanlah tipikal pria yang ingin tahu itu sesuatu yang Seohyun tahu. Tapi kenapa pria itu dari tadi terus bertanya.

 

“jawab saja.” Kyuhyun mencoba bersikap santai walau pada kenyataannya dirinya sangat gugup sekarang.

 

“karena aku tak mencintai siapapun.” Kyuhyun mengernyit. Benarkah Seohyun tak mencintai siapapun?

 

“aku pernah jatuh cinta sekali. Rasanya menyenangkan. Aku begitu memuja pria itu meski pada kenyataannya pria itu sama sekali tak pernah melihatku.” Gumam Seohyun sambil menatap TV yang tidak menyala.

 

“apakah dia buta?” Tanya Kyuhyun polos, Seohyun tertawa.

 

“tidak oppa. Dia normal hanya saja memang aku tak pernah menampakkan diri didepan pria itu. Hingga pada suatu hari saat aku ingin memulai keberuntunganku pria itu menikah dengan gadis yang dicintainya.” Seohyun nampak menunduk. Kyuhyun menatapnya prihatin. Ternyata ada orang yang menderita karena seseorang selain dirinya.

 

“kau masih mencintainya?” Tanya Kyuhyun hati – hati. Takut menyinggung perasaan Seohyun.

 

“mungkin.”

 

“bagaimana pria itu? Maksudku seperti apa dirinya?”

 

“dia sangat tampan, dia tinggi, dia sangat pandai hingga belajar keluar negripun tanpa tes. Dan yang paling kutahu, dirinya sangat mencintai istrinya hingga suatu ketika Tuhan memanggil istri pria itu. Aku ingin sekali memeluknya tapi waktu itu aku dan dia berada dinegara berbeda. Yaa seperti itulah.” Seohyun mendeskripsikan Kyuhyun. tapi pria itu terlalu bodoh untuk memahami setiap kalimat yang keluar dari mulut Seohyun.

 

“seperti aku ya? Hehe,, tapi jelas bukan aku kan. Lalu kau tak coba dekati dirinya lagi?” Kyuhyun semakin penasaran dengan pria yang dicintai Seohyun.

 

‘itu memang dirimu oppa.’ Jerit Seohyun dalam hati. Gadis itu hanya memasang wajah yang terus tersenyum.

 

“tidak, melihatnya bahagia aku sudah bahagia.” Jawab Seohyun tulus.

 

“kau tak berencana menikah?”

 

“aku belum memikirkannya. Tapi jika Jino ingin menikah lebih dulu ya tidak apa – apa. Aku terlanjur suka melakukan apapun sendirian.”

 

“aku juga sama sepertimu. Aku mungkin tak akan pernah menikah lagi Seohyun. Kurasa Yoona juga menginginkan hal yang sama.” Gumam Kyuhyun membuat jantung Seohyun serasa berhenti berdetak. Ia menatap pria yang sekarang bersandar disofa dan memejamkan matanya.

 

“kau tahu Seohyun. Meski Yoona sudah tiada aku selalu merasa sangat dekat dengannya. Apakah mungkin jika dirinya masih disekitarku? Ahyoung selalu mengatakan aku gila saat mengatakan hal itu.”

 

“Ahyoung?”

 

“kekasih Jonghyun. Aku selalu memanggilnya Ahyoung, namanya memang Yura. tapi aku suka memanggilnya seperti itu.” Seohyun mengangguk paham.

 

“aku pernah mencelakakan diriku sendiri hingga hampir mati, dan Ahyoung datang menyelamatkanku. Dirinya berjanji akan mendengarkan apa yang kukeluhkan. Hingga aku tahu satu hal jika dirinya memang psikolog.” Kyuhyun rubah posisinya menyandar bahu Seohyun.

 

“dia selalu memberiku semangat, dia mengatakan padaku banyak hal hingga sedikit demi sedikit depresi yang kualami berkurang. Dia selalu merasa khawatir padaku seperti aku adalah oppanya. Kami sangat dekat. Hingga sekertarisku bahkan menyuruhku untuk mencoba sebuah hubungan dengannya.”

 

“apa kau melakukannya oppa?” Tanya Seohyun hati – hati. Dapat Seohyun rasakan jika pria itu menggeleng pelan.

 

“meski kami sangat dekat. Tidak sedikitpun aku mempunyai perasaan lebih padanya. Aku hanya menganggapnya sebagai penolong hidupku. Dan sekarang penolong hidupku bertambah satu. Yaitu dirimu, gomawo Seohyunnie kau selalu menolongku.” Ucap Kyuhyun tulus sambil memandang Seohyun. Seohyun balas menatap pria itu. Ia tidak bisa marah pada Kyuhyun meski Kyuhyun selalu melukai hatinya tanpa dirinya ketahui.

 

“cheonmaneyo oppa. Cha sudah malam kajja ke kamar. Kau harus istirahat supaya kau cepat sembuh.” Seohyun berusaha bangkit namun Kyuhyun menggenggam tangannya.

 

“mianhae.”

 

“waeyo oppa?” gadis itu tak paham. Kenapa Kyuhyun harus meminta maaf. Untuk kesalahan yang mana? Bahkan jika dibuat daftar Seohyun yakin sekali daftarnya akan sangat panjang.

 

“mianhae tadi pagi aku membentakmu. Aku terbawa emosi saat mengingat ayahku.”

 

“ahh itu, gwenchana aku bahkan tidak marah padamu oppa. Kajja kuantar kekamar. Aku akan mengambil kasur gulung.” Seohyun menarik tangan Kyuhyun untuk mengikutinya ke kamar.

 

“tidurlah diatas oppa. Biar aku tidur dikasur yang ini saja.”

 

“tapi..”

 

“gwenchana. Tidurlah oppa semoga mimpi indah selamat malam.” Seohyun tarik selimut hingga menutupi dada Kyuhyun dan mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu kecil. Seohyun tak bisa tidur ditempat yang terlalu terang.

 

*****

 

Cahaya matahari pagi membuat Kyuhyun segera bangun. Ia merasakan tubuhnya semakin membaik. Ia mengedarkan pandangan keseluruh kamar Seohyun sudah bangun. Ia bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

 

Tak lama kemudian ia keluar dan mendapati Jino dan Seohyun sudah berada dimeja makan. Ia melihat gadis itu. Dengan telaten ia menyiapkan makanan dimeja makan. Semakin kesini rasa berkecamuk dalam hati Kyuhyun semakin menjadi – jadi. Kenapa ia melihat Seohyun seolah ia melihat Yoona? Apa kedua matanya mengalami gangguan?

 

“kau sudah bangun oppa? Kajja sarapan bersama.” Ajak Seohyun. Aku menghampiri mereka dan menarik kursi untuk duduk. Jino sama sekali tak menyapaku. Kurasa dia sedang ada masalah.

 

“bagaimana keadaanmu oppa?” Tanya Seohyun penuh perhatian.

 

“sudah lebih baik. Gomawo sudah merawatku Seohyunnie.” Jawab Kyuhyun tulus.

 

“aku berangkat.” Jino bahkan belum menyentuh sarapannya sama sekali tapi langsung pergi begitu saja.

 

“Jino sarapan dulu.” Jino tak menggubris, ia tetap melangkahkan kakinya keluar apartemen. Baginya duduk bersama orang yang selalu membuat nunanya terluka sama sekali bukan kemampuannya. Yang dimiliki Jino hanyalah nunanya. Ia tak bisa melihat nunanya selalu terluka.

 

“ada apa dengan anak itu?” Tanya Seohyun lirih.

 

 

****

 

Sudah hampir seminggu Kyuhyun berada diapartemen Seohyun dan itu berarti sudah satu minggu pula pria itu tak masuk bekerja. Membuat kepala Yesung berdenyut nyeri. Banyak sekali pertemuan yang harus ditunda dengan alasan jika Kyuhyun sakit. Banyak juga berkas yang harus ditanda tangani pria itu. Karena tanpa tanda tangan Kyuhyun proyek yang sudah disusun sedemikian rupa tidak bisa dilaksanakan. Bukankah Kyuhyun sangat penting diperusahaan Cho Corps?

 

Yesung menghela nafas lelah. Ia harus menemui pria itu siang ini dan membawa seluruh berkas yang ada. Pria itu sudah pusing dengan segala tugas yang dilimpahkan Kyuhyun padanya. Bahan gara – gara tugas sialan dari Kyuhyun dia sampai tidak mengurus Dangkkomanya dengan baik. Tak ada waktu untuk bersantai.

 

‘dasar manusia menyebalkan.’ Gerutu Yesung dalam hati.

 

Tanpa Yesung sadari. Didepannya sudah terdapat seseorang paling berpengaruh diperusahaan ini selain Cho Kyuhyun. yaitu ayahnya, Presdir Cho Younghwan.

 

“Yesung-ssi, apa dia belum kembali?” Tanya Presdir Cho to the point. Yesung terjingkat kaget lalu membungkuk member hormat pada sajangnimnya.

 

“animida Sajangnim. Cho Kyuhyun belum kembali.” Jawab Yesung sopan.

 

“bagaimana proyeknya? Bukankah dua hari lagi harus sudah dijalankan?” Tanya Presdir Cho dingin, persis seperti Kyuhyun. Yesung bahkan tak percaya bagaimana bisa Cho Kyuhyun bukanlah anak kandung Cho Younghwan? Sedangkan segala tingkah laku mereka terlihat sama.

 

“saya akan mengunjungi Cho Kyuhyun saat jam makan siang untuk menyerahkan berkas – berkas yang harus ditandatangani pria itu sajangnim.”

 

“arraseo, lakukan yang terbaik Yesung. Aku sudah sangat lelah.” Gumam pria tua itu.

 

“apa anda sakit Sajangnim? Kalau anda mau saya bisa mengantar anda ke rumahsakit.”

 

“tidak perlu aku hanya butuh istirahat.” Presdir Cho kemudian beranjak meninggalkan Yesung tapi belum genap lima langkah ia berhenti.

 

“tolong jaga anak dan istriku selama aku tidak ada. Aku ingin sendiri.” Gumam pria itu lirih namun masih tetap didengar Yesung. Ia tak menyangka bahwa Presdir Cho masih memikirkan keluarganya.

 

“ne sajangnim.” Jawab Yesung sambil membungkuk.

 

Yesung menatap prihatin kepergian Presdirnya itu. Cho Younghwan bukanlah pria buruk yang kejam. Ia hanya pria tua yang tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa cintanya pada keluarganya. Yesung percaya akan hal itu. Ini juga bukan pertama kalinya pria itu meminta tolong padanya untuk menjaga keluarganya. Beberapa tahun yang lalu saat Cho Kyuhyun hampir mati overdosis karena pria itu memang berniat bunuh diri, Presdir Cho sama sekali tak menjenguknya. Ia hanya meminta Yesung mengawasi Kyuhyun dan melaporkannya pada dirinya.

 

Bukankah itu sudah membuktikan jika pria itu sangat menyayangi keluarganya? Setiap orang mempunyai cara berbeda untuk mengungkapkan cinta pada seseorang bukan? Dan itu yang dilakukan ayah Cho Kyuhyun.

 

 

****

 

“APA? Ayah kabur lagi? Kalian ini bagaimana sih hanya menjaga pria tua yang sakit saja kalian tidak becus.” Pria itu menutup teleponnya dengan kasar. Ia mendengus sebal ketika lagi dan lagi ayahnya kabur dari pengawasan rumahsakit. Terhitung sudah tiga kali ayahnya kabur – kaburan seperti ini. Dan setiap kali dirinya menemukan ayahnya pasti ayahnya dalam keadaan meringkuk sambil memanggil – manggil nama seseorang yang sama sekali tak dirinya ketahui.

 

“ayah,, kenapa ayah seperti ini?” pria itu memijit pelipisnya yang terasa pening. Tak berapa lama sekertarisnya memasuki ruangannya.

 

“sajangnim anda ada rapat dengan JH Corps siang ini.”

 

“batalkan rapatnya. Aku harus mencari ayahku. Dan lagi, jangan memanggilku sajangnim jika hanya kita berdua Taemin. Kau sudah seperti adikku sendiri.” Kata pria itu tegas sambil memakai jasnya.

 

“mianhae Minho hyung. Kau akan mencari sekarang?” pria yang dipanggil Minho hanya mengangguk.

 

“ck, sepertinya ayah senang sekali bermain petak umpet dengan banyak orang.” Gerutu Minho membuat Taemin terkekeh. Meski dalam keadaan panic atau semacamnya Minho masih bisa membual tidak jelas hingga dirinya sama sekali tak merasa panic. Dan itu yang disukai Taemin dari Minho. Sosok hyung yang selalu diimpikannya.

 

“baiklah hati – hati hyung.”

 

“ne..”

 

 

****

 

Seohyun mendapat panggilan dari CSH Empire bahwa pertemuan siang ini dibatalkan. Seohyun pun memasuki ruangan Jonghyun untuk menyampaikan hal tersebut pada pria itu.

 

“ada apa Hyun?” Tanya Jonghyun saat melihat Seohyun membuka pintu ruangannya. Gadis itu duduk disofa.

 

“pertemuan dengan Presdir CSH Empire dibatalkan oppa. Dan akan diganti minggu depan. Itu yang kudengar dari telepon tadi.” Jawab Seohyun sopan.

 

“memangnya kenapa dibatalkan?”

 

“sekertarisnya bilang bahwa sajangnimnya sedang ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan.”

 

“urusan apa itu? Apa mungkin berkencan? Itu kan juga penting.” Jonghyun bergurau membuat Seohyun tersenyum kecil.

 

“sejak bersama Yura unnie kurasa kau semakin tidak waras oppa. Mengerikan.” Kata Seohyun.

 

“justru saat bersamanya aku merasa hidup kembali hyunnie. Kau tahu, saat kau bersama orang yang kau cintai kau tak akan merasakan beban yang ada dipundakmu. Dan aku sudah merasakannya. Eoh,, ngomong – ngomong apakah Kyuhyun masih tinggal dirumahmu?” Seohyun mengangguk.

 

“kasihan sekali Kyuhyun. tapi kenapa harus tinggal bersamamu ya? Bukan tinggal diapartemennya sendiri.” Jonghyun bertanya – tanya.

 

“entahlah oppa. Aku juga tidak tahu.”

 

“apa pria itu menyukaimu?” tanya Jonghyun tapi seolah menyudutkan Seohyun. Pria itu bahkan menatap Seohyun dengan tatapan menyelidik seolah menginterogasi para penjahat yang tertangkap dikantor polisi.

 

“kenapa bertanya padaku eoh. Mana aku tahu.” Sungut Seohyun. Sebenarnya ia merasa gugup ditanya seperti itu. Tapi benar bukan jika dirinya sama sekali tak tahu apapun tentang hal itu.

 

“aku pernah bertanya padanya tapi kurasa dia belum menjawabnya. Atau mungkin dia enggan?”

 

 

****

 

Yesung pergi ke apartemen Seohyun untuk menemui Kyuhyun. pria menyebalkan itu sama sekali tak keluar dari apartemen gadis itu. Dan menyebalkannya lagi dia hanya menghabiskan waktunya dengan bermain PSP. Yesung mendengus mengingat betapa menyebalkannya sikap Kyuhyun. ia sudah sampai didepan apartemen Seohyun ia menekan bell pintu. Kyuhyun yang sedang menonton TV terganggu. Segera ia melihat intercome dan mendapati wajah Yesung didepan pintu. Ia membukakan pintu untuk Yesung.

 

“eoh ada apa hyung? Masuklah,” kata Kyuhyun. ia mempersilahkan Yesung duduk sementara dirinya membuatkan minuman.

 

“kau tidak lupa kan jika kau masih punya tanggung jawab sebagai CEO Cho Corps?” tanya Yesung. Kyuhyun berhenti sejenak kemudian melanjutkan pekerjaannya membuat minuman untuk Yesung.

 

“kukira aku sudah bukan CEO lagi hyung.” Sahut Kyuhyun santai. Ia menghampiri Yesung dan meletakkan minuman dimeja.

 

“jangan membuatku bertambah pening Kyu. Tanggung jawabmu begitu besar, bagaimana bisa kau bersantai seperti itu. Jika yang kau takutkan ayahmu. Dia sedang tidak di Korea sekarang. Ayahmu pergi ke Jerman pagi tadi.” Ucap Yesung tegas. Tangan Kyuhyun mengepal. Ia sangat membenci meski hanya mendengar namanya saja. Setiap ingatan yang muncul adalah kata – kata itu.

 

“aku akan segera membuat surat pengunduran diriku.”

 

“jangan egois bodoh! Kau tak peduli pada keluargamu. Ibumu masuk rumahsakit kau bahkan tak menjenguknya sama sekali. Perusahaan membutuhkanmu. Kau ingin ribuan pegawai dipecat karena kelalaianmu yang membuat perusahaan bangkrut.” Yesung menatap Kyuhyun yang kini menghembuskan nafas lelah.

 

“aku sudah membawa berkas – berkas yang harus kau tanda tangani. Dan kuharap mulai besok kau sudah ada diperusahaan. Jika tidak aku yang akan menyeretmu ke perusahaan.”

 

“kau mengerikan hyung.” Sungut Kyuhyun. yesung tak peduli lagi.

 

“gara – gara kau aku tidak mengurus Dangkkoma dengan baik.” Gerutu Yesung.

 

“gara – gara Dangkkoma kau tidak juga laku hyung.”

 

“YAK APA KAU BILANG???” teriak Yesung tidakk terima. Kyuhyun hanya terkikik geli.

 

****

 

Kyuhyun sedang merapikan barang – barangnya. Setelah Yesung pergi dari apartemen Seohyun. Pria itu berinisiatif segera meninggalkan apartemen yang bukan miliknya. Meski begitu, ia tak akan pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan Seohyun. Satu jam yang lalu pria itu menghubungi Seohyun menyuruhnya pulang cepat dan kebetulan sekali pekerjaan dikantornya sudah beres.

 

Tak berapa lama Seohyun sudah sampai diapartemennya. Gadis itu terbelalak kaget saat melihat koper Kyuhyun sudah rapi dan juga pria itu nampak memainkan ponselnya tidak menyadari jika dirinya sudah datang.

 

“ah, Seohyunnie.. kau sudah datang? Aku baru mau menghubungimu lagi.” Kata Kyuhyun membuka percakapan. Pria itu terlihat salah tingkah ketika Seohyun terus saja menatapnya dengan tatapan tidak rela? Eung, benarkah seperti itu? Kyuhyun juga tidak tahu.

 

“apakah.. oppa akan pergi dari sini?” tanya Seohyun hati – hati. Sejujurnya gadis itu takut jika ternyata pemikirannya benar. Dan seperti ditusuk ribuan jarum ia melihat Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum.

 

“aku tak bisa merepotkanmu terus – menerus Seohyunnie. Kau sudah terlalu ba..

 

“kau tidak merepotkan aku oppa.” Sahut Seohyun cepat. Entah kenapa kali ini Seohyun merasa tidak rela Kyuhyun pergi. Benar – benar tidak rela. Tapi dirinya siapa? Kekasih bukan, saudara bukan.

 

‘yaa Seohyun kau hanyalah gadis asing.’ Teriak hati Seohyun. Ia membekap mulutnya sendiri.

 

“mi.. mian oppa.” Gumam Seohyun lirih. Kyuhyun mendekatinya dan memeluknya erat. Membuat Seohyun harus menahan nafas ketika ia menghirup aroma tubuh Kyuhyun yang membuatnya semakin tak bisa melepaskan Kyuhyun. ia membalas pelukan Kyuhyun. tanpa Kyuhyun sadari gadis itu menangis. Menangis untuk hal bodoh yang selalu ia harapkan.

 

“kenapa harus meminta maaf heum? Harusnya aku yang mengucapkan hal itu Seohyunnie. Kau jelas tahu. Aku selalu merepotkanmu. Aku selalu mengganggumu.” Seohyun menggeleng. Baginya Kyuhyun sama sekali tak merepotkannya. Dirinya sungguh menerima Kyuhyun dengan senang hati. Ini adalah penantiannya Selama Sembilan tahun. Ingat, sembilan tahun bukan waktu yang sebentar. Dan sekarang ketika Seohyun sudah menerima pria itu merecoki hidupnya selama seminggu, membuat kerja jantungnya sama sekali tidak beraturan. Pria itu akan pergi? Bunuh saja dia sekarang.

 

“kau adalah satu – satunya orang yang membuatku nyaman. Kau merawatku dengan baik. Aku sangat berhutang budi padamu.” Seohyun menangis dalam diam. Ia eratkan pelukannya pada tubuh pria itu. Kenapa kebahagiaannya harus secepat ini pergi.

 

“Seohyunnie, terimakasih.” Gumam Kyuhyun penuh ketulusan. Gadis itu hanya mengangguk. Seohyun usap kasar wajahnya. Kyuhyun tak boleh melihatnya menangis. Kyuhyun lepaskan pelukannya pada Seohyun dan menatap gadis itu dalam. Seohyun hanya menunduk.

 

“sangat senang bisa mengenalmu Seohyun. Kau teman yang baik. Aku akan segera menyelesaikan masalahku. Ketika semuanya sudah selesai kau mau bertemu denganku lagi kan? Sebagai teman?” kata pria itu sambil mengangkat wajah Seohyun. Kyuhyun tidak bodoh, ia jelas tahu jika Seohyun menangis. Jejak – jejak air mata masih tersisa disudut mata Seohyun.

 

“arraseo.” Jawab Seohyun lirih. Kyuhyun menarik kopernya keluar apartemen dan Seohyun mengikutinya dari belakang. Kyuhyun berhenti ketika ia sudah berada diluar apartemen Seohyun.

 

“mau kuantar oppa?” Kyuhyun hanya menggeleng.

 

“kau pasti masih lelah kan. Istirahatlah. Kau terlalu bekerja keras , sekali – kali pergilah jalan – jalan bersama Yura atau gadis menyebalkannya Jino itu agar kau tidak stress.” Saran Kyuhyun. Seohyun merengut lucu mengundang tawa Kyuhyun.

 

“arra..” jawab Seohyun.

 

“Seohyun..” panggil Kyuhyun, Seohyun mendongak dan tanpa diduga Kyuhyun mengecup pipi kanan Seohyun lalu tersenyum. Pipi Seohyun memerah layaknya kepiting rebus. Kyuhyun tertawa kecil.

 

“kau lucu sekali, baiklah aku pergi dulu Seohyun. Jaga dirimu baik – baik. Annyeong.” Kyuhyun menarik kopernya dan berlalu dari hadapan Seohyun. Seohyun masih terdiam sambil meraba pipi kanannya yang tadi dicium Kyuhyun. meski hanya sekilas. Seohyun masih bisa merasakan bibir Kyuhyun yang tadi mampir dipipinya.

 

‘aku suka gayamu oppa.’ Kata sebuah bayangan putih sambil tersenyum menatap kepergiaan Kyuhyun. tak lama kemudian bayangan itu menghilang. Dan Seohyun menutup pintu apartemennya.

 

 

tbc. . .

 

Jangan lupa RCL readers saranghae♥♥♥

 

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

21 thoughts on “HIDDEN LOVE Part 13

  1. kykny kyupa masih ragu sama perasaannyaa
    smoga aj seokyu bersatuu
    greget bgt bacanyaa
    kerennn daebakkk
    lanjut neee
    hwaitingg nee

    Like

  2. Kenapa sih kyu masih ragu sama perasaannya. Pan kasian sama seo eonnie dia pasti mikir kalau kyu gak bisa move on dr matan istrinya.
    Wah ada minho apa minho bakal jadi orang ketiga diantara hub seokyu
    Ayo dong seokyu bersatu
    Nice

    Like

  3. Ya ampyun kyu masih z nggantungin seo, minho udh nongol bentar lg psti dia kenalan ama seohyun tz suka ama seo, & pasti bakal bersaing dgn kyu! Tp apa mungkin minho adiknya kyu? q harap cm kesalah pahaman antara eomma, appa & pria k3 bisa z kan kl emg eomma kyu g prnh lakuin yadong ama tu pria ya walau selingkuh ia lakukan tp g melewati batas.

    Like

  4. Annyeong, yaampunn ini cerita dari part 1-13 buat gua senyum senyum sendiri, kesel, sedih sedih gaje dah. Kesel banget sama si Kyu. Kenapa sih kurang peka jadi cowo. Gimana kalo gua ada diposisi seohyun? Hancur bgt kali perasaan gua 😂 Nextt part jgn lupa di tag. Sorry baru sempet koment, karna langsung baca dari awal sampe part 13 ini 😑 Fighting thorrr 😍😘

    Like

  5. Mian karena baru coment lagi di part ini..
    Soalnya part2 sebelumnya ndak ada moment seokyu..
    Jadi bingung mau koment apa..
    Wahh aku gak nyangka kalau ternyata yoona punya penyakit parah..
    Keliatan sekali kyuhyun sangat menyesal dan belum bisa move on..
    Jadi agak sedikit kecewa sama sikap kyuhyun yg menyamakan antara seohyun dan yoona..
    Biar bagaimanapun mreka orang yg berbeda..
    Jangan sampai kyuhyun deket sama seohyun tapi yg dibayangan dy itu yoona…
    Kasian seohyun dy semakin tersakiti..
    Andai ajja kyuhyun tau apa yg seohyun rasakan dan berapa lama dy menyimpan semua itu..
    Pasti kyuhyun akan nyesel juga..
    Sebaiknya pastikan perasaanmu ke seohyun..
    Kalau memang tidak ada rasa jauhi seohyun jangan memberinya harapan palsu..
    Bagus juga sekarang jino mulai ngejauhin kyuhyun mungkin dengan begitu kyu akan sedikit peka..
    Aku cuma takut kyu akan merasakan kehilangan untuk kedua kalinya kalau dy gak bertindak cepat..
    Karena aku merasa minho akan jadi orang ketiga diantara seokyu..
    Dan gak menutup kemungkinan seohyun akan suka sama minho kalau sikap kyuhyun terus seperti itu..
    Intinya semoga kyuhyun cepet menyadari perasaannya dech sebelum terlambat

    Liked by 1 person

  6. Kyuhyun gak peka bgt sih.. masa gk nyadar2 kalo seohyun itu suka sma elu.. 😦 Uuuhhh kalo sikapnya kyuhyun kek gitu mlah serasa Php in seohyun. lanjuut.. fighting!

    Like

  7. Cm 1 yg pngn gw gw blng…si evil g peka….jambak jg nih..(digampar sparkyu)watados y tu si evil curhat ma seonni ttg yoona..seonni udh cri namja lain ja..(diamuk wires gw) wakwaw…

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s