Posted in Uncategorized

HIDDEN LOVE Part 12

Author                 : Lestari Choding.

Genre                    : sad and romance

JJS                           : twitter @chodingcho97  facebook Lestari Cho

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                 : Chapter.

Note                      : annyeong,, gw datang lagi 😀 . sebelumnya gw mau minta maaf banget karena gw ingkar lagi mau post cepet ehh jadi lelet begini, mianhaeyo readers XD .. tapi tenang aja,, ini lebih panjang dari chapter sebelumnya, and SKM juga ude gw tambahin..  gomawo buat kalian yang sudah RCL ff ini.. ini jauh dari kata sempurna.. karena sempurna hanya milik Tuhan 😀

Laptop gw error dari sebelum UN sampek sekarang.. gak tau kenapa internetnya kek gak nyambung gitu. Padahal sinyalnya ada. Semua browser yang gw ada gw coba tapi tetep aja ngak konek.. ya udah gw mesti gimana coba XD. *curcol* readers yang baik kalian selalu jadi semangat buat gw dan buat author yang lain juga karena komenan kalian sangat berarti J

Typo selalu berserakan anggap aja kalian nemu harta karun yehh 😀 .. ff ini jan diplagiat. Meski gw yakin banget gw orang kesekian yang bikin ini ff dengan tema kek begini.. tapi pure ini murni dari hasil gw semedi ehhh maksudnya hasil gw mikir sendiri.. XD

Seokyu selalu milik Wiress,, ANTISEOKYU this is not your territorial.. you have to go away from here..

Kalo nekat baca jangan salahin gw kalo tiba – tiba pada marah2 gaje., yang penting gw udah ingetin.. oke segini cukup

 

HAPPY READING^^

 

 

Seohyun mengerjakan berkas kantornya dengan serius membuat pria yang baru saja datang menatapnya dengan senyum tulusnya. Ia mengajak gadis disebelahnya untuk menghampiri Seohyun.

 

“serius sekali..” Seohyun mendongak kemudian kedua matanya melihat orang yang menjadi atasannya. Jonghyun tersenyum membuat Seohyun merasa senang.

 

“sajangnim kapan kau kembali dari Jepang? Kenapa tidak bilang padaku. aku bisa menjemputmu.. Seohyun mendumel tidak jelas membuat gadis disamping Jonghyun menyunggingkan senyum manisnya.

 

“dan membuatmu mengganggu kencanku dengan kekasihku begitu?” potong Jonghyun dengan senyum menyebalkan menurut Seohyun.

 

“issh, kau benar – benar eoh..” gerutu Seohyun.

 

“masuklah keruanganku aku ingin mengenalkan gadisku padamu hyunie.” Perintah Jonghyun. Mereka semua masuk diruang kerja milik Jonghyun. Gadis itu Yura tampak canggung bertemu dengan Seohyun karena ini pertemuan pertama mereka. Berbeda dengan Yura, Seohyun tampak santai karena Seohyun sudah sering mendengar cerita tentang Yura dari Jonghyun.

 

“jadi Yura, dia adalah Seo Joohyun. Sekertaris sekaligus sahabat yang kuceritakan padamu kemarin. Hyunie, dia gadisku yang menghilang beberapa tahun yang lalu.”

 

“annyeong, Kim Yura imnida.” Gadis itu membungkuk sopan.

 

“annyeong, Seo Joohyun imnida.” Seohyun juga melakukan hal yang sama seperti Yura. Jonghyun tersenyum menatap kedua gadis cantik yang memiliki tempat tersendiri dihatinya. Betapa ia bahagia Seohyun maupun Yura terlihat menerima satu sama lain.

 

“ah, ya.. bagaimana keadaan kantor selama aku pergi Hyun?” Tanya Jonghyun.

 

“seperti yang oppa lihat kantor masih berdiri kokoh meski kau tidak ada.” Jonghyun melotot kesal dengan jawaban yang tidak masuk akal dari Seohyun. Yura tertawa, ternyata Seohyun sangat manis dan hangat.

“yaa, aku serius padamu.” Gerutunya.

 

“baik – baik saja oppa.”

 

“Oppa, Seohyun-ssi aku harus segera pergi menemui temanku. Kurasa ia sedikit ada masalah.” Pamit Yura membuat wajah pria yang menjadi kekasihnya merengut lucu. Seohyun tersenyum. Andaikan saja ia bisa bersikap seperti yang dilakukan Yura pada Kyuhyun pasti menyenangkan.

 

“teman priamu lagi?” Jonghyun mengintimidasi Yura dengan pandangan matanya.

 

“dia sahabatku oppa, jangan berlebihan.” Jonghyun mempoutkan bibirnya lucu. Membuat Seohyun benar – benar tertawa sekarang.

 

“kau sungguh tak pantas melakukannya oppa, seperti Krystal saja. Aku keluar dulu tidak baik menjadi obat nyamuk.” Jonghyun melongo melihat Seohyun meninggalkan ruangannya.

 

“baiklah aku juga pergi.” Sebelum Yura sempat melangkah tangannya digenggam erat oleh Jonghyun membuat ia menatap pria itu. Yura dapat melihat bahwa kekasihnya sangat tidak ingin ia pergi. Sebenarnya Yura juga tidak mau pergi, tapi ia harus melakukannya.

 

Jonghyun menarik pinggangnya hingga ia berada hampir tanpa jarak dengan pria itu. Dadanya bergemuruh, tidak pernah berbeda dengan dulu saat Jonghyun masih menjadi kekasihnya saat SMA. Karena pada kenyataannya cintanya pada pria itu tak pernah pudar. Jonghyun menenggelamkan Yura dalam dada bidangnya. Yura dapat mendengar Jonghyun menghela nafas.

 

“nanti kau kembali kan?” Tanya pria itu. Yura dapat mendengar ada nada kecemasan dibalik kalimat Jonghyun. Yura tersenyum kemudian melepaskan diri dari pelukan kekasihnya. Ia letakkan kedua tangannya dikedua pipi kekasihnya menghapus jarak diantara mereka.

 

 

Chupp..

 

Yura mengecup bibir Jonghyun sekilas kemudian melepaskannya. Ia malu sebenarnya tapi sudah nanggung juga jadi mau bagaimana lagi.

 

“kenapa Cuma sebentar, mana ada rasanya.” Rengek Jonghyun, yura memelototkan matanya.

 

“dasar pervert..” cibir gadis itu.

 

“kau nanti pulang kemana?”

 

“tentu saja keapartemenku. Memangnya kemana lagi.” Jonghyun menatap tak suka dengan jawaban Yura.

 

“tinggal saja denganku, orang tuaku kan sudah memberi restu pada kita.” Sanggah Jonghyun.

 

“shirreo.. aku tidak mau tinggal dengan pria menyebalkan sepertimu. Aku mempunyai pasien yang hampir setiap hari mendatangi apartemenku. Bagaimana jika pria itu datang lalu aku tidak ada. Kau tak kasihan padanya?”

 

“teman priamu yang itu lagi?” Jonghyun kesal sekarang. Rasanya Yura lebih mementingkan pria lain daripada dirinya. Membuat kepala Jonghyun panas saja. Yura mencubit kedua pipinya bersamaan.

 

“auww yak, sakit tahu.” Jonghyun mengeluh.

 

“jangan berprasangka buruk padaku Tuan Hong, kau akan menyesal jika berkata sesuatu tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

 

“katakan saja yang sebenarnya padaku maka aku tidak akan berprasangka buruk padamu.” Jonghyun memalingkan wajahnya.

 

“hm, lain kali saja eoh, atau nanti setelah pekerjaanmu selesai datanglah keapartemenku aku akan jelaskan padamu. Sekarang aku sudah terburu – buru.” Ia berusaha melepaskan diri dari genggaman Jonghyun. Ketika ia melangkah Jonghyun malah memeluknya dari belakang.

 

“jangan menduakanku dengan pria lain sayang, jika itu terjadi aku akan bunuh diri juga saat itu.” Yura merona, perkataan Jonghyun mengisyaratkan betapa pria itu sangat mencintainya.

 

“tidak akan, aku selalu milikmu oppa.”

 

 

****

 

Setelah mendengar apa yang sebenarnya terjadi dari Sohee hingga gadis itu menangis. Yesung baru sadar bahwa Kyuhyun benar – benar terluka sekarang. Seharusnya ia memang peka bagaimana perlakuan Tuan Cho pada Kyuhyun. tak terlihat baik sama sekali. Dan bodohnya ia baru sadar hari ini.

 

“apa yang harus kulakukan oppa, aku akan menikah, tapi eomma dan appa akan bercerai, Kyuhyun oppa pergi entah kemana. Aku bahkan belum berani bertemu dengan Jay oppa. Aku takut dia juga ikut meninggalkanku oppa. Nan eottokeyo?” Sohee menangis dicafetaria.

 

“aku juga tidak tahu apapun Sohee-ya. Tapi alangkah baiknya kau hubungi tunanganmu dan jelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi kuyakin Jay pasti mengerti keadaanmu.” Nasehat Yesung.

 

Tak berapa lama suara ponsel terdengar. Itu ponsel Sohee, ia segera mengangkat panggilan tanpa permisi pada Yesung. Yesung diam mencoba menyimak dengan siapa Sohee berbicara.

 

“yoboseyo? Ne aku Cho Sohee. MWO?” sohee menjerit tanpa sadar membuat beberapa mata memandanganya aneh.

 

“…”

 

“baiklah aku akan segera kesana.” Sohee menatap Yesung lelah.

 

“eomma kecelakaan oppa,”

 

“MWO, baiklah kajja aku akan mengantarmu kerumah sakit.”

 

Keadaan Sohee sama buruknya dengan keadaan Kyuhyun, yesung paham sekali dengan sifat Cho bersaudara itu. Ia menatap khawatir pada Sohee. Bagaimanapun juga Sohee sudah ia anggap sebagai adiknya juga terlepas dirinya adalah sahabat Kyuhyun..

 

Sesekali Sohee mengusap kasar wajahnya yang basah akan air mata. Ia sangat frustasi sekarang tidak tahu harus menumpahkan segala emosinya pada siapa. Jay sibuk dengan persiapan pernikahan mereka belum dengan pekerjaan kantornya yang menumpuk karena terlalu focus dengan persiapan menjelang pernikahan. Tiba – tiba ponselnya berbunyi.

 

“Yoboseyo chagia? Neo eodiseo?” Tanya seseorang ternyata Jay. Sohee memejamkan kedua matanya. Ia sangat merindukan Jay, meski baru kemarin berpisah, bagi Sohee Jay adalah segalanya.

 

“aku sedang dikantor appa oppa? Wae apa kau merindukanku eoh?” Sohee coba membuat Jay tidak terlalu memikirkannya. Meski pada kenyataanya adalah sebaliknya. Tanpa Sohee sadari Jay sudah tahu segalanya.

 

“kau tak bakat berbohong sayang. Aku sedang dirumah sakit. Aku akan menunggu kedatanganmu.” Flip.. Jay mematikan panggilan ponselnya sepihak. Membuat Sohee terdiam kaku mendengar jawaban yang dikatakan oleh kekasihnya barusan.

 

“Sohee-ya gwenchana?” Yesung menatap Sohee khawatir ia bisa mendengar apa yag Sohee bicarakan diponsel dengan jay.

 

“oppa, Jay oppa sudah tahu, hikss nan eotteokheyo?”

 

“sabar Sohee, semua pasti ada jalannya.”

 

*****

 

Yura mencoba menghubungi Kyuhyun ketika dirinya sampai apartemen. Tapi sudah puluhan kali ia coba hubungi pria itu. Pria itu sama sekali tak menjawab panggilannya. Yura cemas, meski Kyuhyun sibuk ia pasti akan menghubungi Yura. Karena Kyuhyun sudah menganggap Yura sama seperti keluarganya sendiri.

 

“pria ini kemana eoh?” gerutu Yura.

 

Different Place

 

Kyuhyun masih meringkuk diranjang Seohyun dengan selimut tebal yang menggelung tubuhnya. Ia kira ia sudah sembuh tadi pagi. Tapi tiba – tiba tubuhnya kedinginan hebat membuat Kyuhyun kembali menggigil. Ia tahu ponselnya sedari tadi berbunyi. Tapi Kyuhyun tidak akan mengangkatnya jika itu bukan Seohyun.

 

Ya, Kyuhyun menghindari semua orang kecuali Seohyun. Hanya gadis itu yang ia percayai. Ia tak percaya pada siapapun lagi. Hatinya teriris mengingat peristiwa kemarin. Bagaimana ayah yang ia hormati selama ini ternyata sama sekali tak mencintainya. Sungguh pukulan besar bagi seorang Cho Kyuhyun.

 

Ia mencoba menahan rasa menggigil ditubuhnya yang ia rasa semakin hebat. Ia tak ingin merepotkan Seohyun sebenarnya. Tapi ia rasa ia sudah tak sanggup lagi. Dengan tangan gemetaran ia coba ambil ponsel yang ia letakkan dinakas. Ia melihat berpuluh – puluh panggilan dari Yura.

 

‘apa gadis itu sudah pulang dari Jepang’  batin Kyuhyun. ia segera , ia mencari kontak Seohyun dan setelah menemukan ia segera menghubungi nomor gadis itu.

 

Seohyun tengah memeriksa beberapa berkas yang akan ia serahkan pada Jonghyun. Dan tiba – tiba ponselnya berdering membuyarkan konsentrasinya. Ia segera mengangkat panggilan tanpa melihat siapa yang menghubunginya.

 

“Yob…

 

“Seohyunnie..” Seohyun tak asing dengan suara ini. Ia segera menjauhkan ponselnya dan memeriksa. Ternyata benar, Kyuhyun yang menghubunginya.

 

“Kyuhyun oppa. Wae?” Tanya gadis itu cemas.

 

“aku kedinginan Seohyun, bisakah kau pulang sekarang?” suara Kyuhyun tampak bergetar membuat Seohyun takut. Tanpa berpikir panjang ia segera beranjak dari tempat kerjanya. Ia memasuki ruang kerja Jonghyun tanpa permisi. Membuat sang pemilik merngenyitkan dahi karena heran.

 

“oppa, bisakah aku pulang sekarang.. ini darurat.” Seohyun berkata dengan wajah paniknya.

 

“iya, tapi kenapa terburu – buru? Apa ada masalah? Apa kau sakit?” Jonghyun mengajukan pertanyaan beruntun membuat Seohyun memegang keningnya yang tiba – tiba terasa pening sekali.

 

“boleh tidak oppa, cepatlah..” Seohyun mengulang pertanyaan dengan penuh penekanan disetiap kalimat yang ia ucapkan.

 

“arra..

 

“baiklah gomawo oppa, kau yang terbaik.” Seohyun segera pergi meninggalkan sejuta pertanyaan dikepala Jonghyun.

 

*****

 

Dalam perjalanan pulang naik bis ia berusaha menghubungi Kyuhyun, namun pria itu sama sekali tak menjawabnya. Seohyun takut, takut hal buruk akan terjadi pada pria itu. Akhirnya ia ingat.. adiknya kan seorang dokter kenapa ia tak minta bantuan pada Jino saja.

 

“yoboseyo Jino-ya,, kau dimana sekarang?” Tanya Seohyun buru – buru.

 

“ah, aku sedang bersama Taeyong dan Jaehyun, wae?”

 

“pulanglah sekarang, Kyuhyun oppa sakit kau bisa memeriksanya kan?”

 

“baiklah aku akan pulang sekarang.”

 

At apartment..

 

Seohyun segera memasukan kode pintu apartemennya dengan tergesa. Setelah berhasil masuk dengan terburu ia melangkah menuju kamarnya. Ia dapat mendengar ponsel Kyuhyun terus berdering, meski begitu Seohyun tak peduli. Ia segera menaruh tas dan sepatunya.

 

Sampai dikamar Seohyun lihat Kyuhyun menggigil hebat sambil menggumamkan namanya, namanya? Yaa Kyuhyun memanggil Seohyun.

 

“Seohyunnie.. seohyunniee..” rintih Kyuhyun. ia mendekati pria yang sedang kedinginan itu.

 

“Kyuhyun oppa ini aku Seohyun. Aku sudah datang..” panggilnya. Kyuhyun menatap Seohyun lalu tersenyum.

 

“kau lama sekali, aku kedinginan.” Gerutu Kyuhyun.

 

“perlu kuambilkan selimut lagi? Jino sedang dalam perjalanan pulang untuk memeriksa keadaanmu oppa.” Kyuhyun menggeleng. Membuat Seohyun heran.

 

“kenapa kau menggeleng oppa?” Kyuhyun coba raih tangan Seohyun didahinya lau menggenggamnya erat.

 

“tanganmu hangat, peluk aku Seohyun, jebal.. aku kedinginan” Kyuhyun susah payah mengungkapkan apa yang ia pikirkan. Dengan penuh harap ia tatap gadis itu. Seohyun tampak berpikir, haruskah ia memeluk Kyuhyun. ia takut ia akan terbawa perasaan.

 

 

“jebal..” Kyuhyun memohon padanya. Akhirnya ia luluh juga. Ia letakkan tangannya dibawah kepala Kyuhyun membuat Kyuhyun berada dipelukannya. Ia mengusap kepala Kyuhyun dengan sayang. Kyuhyun menarik pinggang Seohyun hingga pria itu tak berjarak dengan Seohyun.

 

Seohyun kaget, tapi ia tak berani melayangkan protesnya. Ia tahu Kyuhyun tengah sakit meski tingkahnya sama sekali tidak wajar menurut Seohyun. Seolah mencari posisi yang nyaman Kyuhyun bergerak kecil. Pelukan hangat Seohyun benar – benar persis seperti pelukan Yoona..

 

‘kenapa rasanya aku seperti memeluk Yoona? Bahkan saat aku memeluk Ahyoun pun rasanya tak pernah sehangat ini,’ batin Kyuhyun.

.

.

.

 

Jino sudah sampai dirumah beberapa menit setelah Seohyun tiba. Saat ia ingin memasuki kamar kakak perempuannya ia dapat mendengar Kyuhyun meminta kakaknya memeluknya. Ia melihat semua itu. Sebagian dari hatinya bahagia, karena semenjak Kyuhyun hadir didalam kehidupan kakak perempuannya. Seohyun berubah menjadi pribadi yang lebih terbuka dan sering tersenyum. Walaupun separuh hatinya juga ketakutan. Takut jika ternyata Kyuhyun tak pernah serius dengan noonanya.

 

*****

 

Seohyun lepaskan tangan Kyuhyun ketika pria itu sudah mulai terlelap. Ia akan kedapur mengambil kompres dan membuat bubur. Saat ia keluar ia melihat Jino tengah menonton TV diruang tengah.

 

“Jino-ya kau sudah pulang? Kenapa kau tak langsung menemui noona?” Tanya gadis itu pada adiknya,

 

“aniya, aku yakin Kyuhyun hyung hanya butuh noona dan bukan aku.” Jawab Jino santai tanpa sadar membuat kedua pipi Seohyun memerah.

 

“apa yang kau bicarakan eoh?”

 

“aniya..” Jino tertawa, noonanya sangat manis jika sedang malu – malu seperti itu.

 

“bisakah kau periksa dia sekarang Jino-ya? Noona khawatir terjadi apa – apa dengannya.”

 

“arraseo..”

 

Jino pergi kekamar noonanya dengan perlengkapan sebagai seorang dokter. Ia meletakkan tasnya dinakas lalu membukanya perlahan. Ia mengambil stetoskop dan mulai memasangnya ditelinganya. Kyuhyun nampak terkejut hingga ia terbangun.

 

“aku hanya ingin memeriksamu hyung, Seohyun noona sangat khawatir padamu.” Perkataan Jino membuat Kyuhyun terdiam. Ia menurut dengan apa yang dilakukan Jino pada tubuhnya. Ketika Jino memeriksa tensi darah Kyuhyun ia terkejut.

 

“waeyo?” Tanya Kyuhyun serak..

 

“astaga hyung, apa saja yang kau rasakan eoh? Tekanan darahmu jauh dari kata normal. 60/50.. aku tak menyangka kau masih hidup hyung.” Kyuhyun memelototkan matanya kesal. Bagaimana bisa ada orang yang mengatakan hal seperti itu padanya eoh?

 

“daya tahan tubuhmu juga kurang sekali hyung. Sepertinya kau terlalu stress hingga memicu nafsu makanmu. Sebenarnya apa yang terjadi padamu hyung? Kau bisa cerita padaku jika kau mau,” saran Jino Kyuhyun hanya tersenyum menanggapinya.

 

“sebentar lagi noona datang, aku mau keapotik dulu membelikan obat untukmu.” Jino beranjak dari ranjang noonanya.

 

“gomawo Jino-ya, kau sama baiknya dengan noonamu.” Jino menoleh kemudian tersenyum

 

“cheonmaneyo hyung..”

‘bahkan aku yang harusnya berterimakasih padamu telah memberiku semangat 9 tahun lalu.’ Tambahnya dalam hati.

 

“Jino-ya kau mau kemana?” Tanya Seohyun ketika melihat Jino mengenakan sepatunya.

 

“aku mau menebus obat Kyuhyun hyung. Dia mengalami anemia dan imun dalam tubuhnya rendah hingga demamnya belum juga turun. Aku akan belikan suplemen dan obat penurun demam.” Jawab Jino.

 

“ahh geure. Josimhaeyo Jino-ya.”

 

“ne…”

 

Seohyun masuk kekamarnya dan melihat Kyuhyun yang terpejam. Ia menyentuh pelan kening pria itu dan meminggirkan poninya karena dirinya akan mengompres dahi pria itu. Ketika tangannya baru menyentuh rambutnya Kyuhyun membuka mata,

 

“aku ingin mengompresmu, agar suhu tubuhmu cepat kembali normal.” Jelasnya pada Kyuhyun. pria itu hanya mengangguk.

 

“Aku membawakanmu bubur. Makan ya oppa?” kyuhyun menggeleng.

 

“ayolah Kyuhyun oppa, kau tidak mau sembuh eoh?” Seohyun mendumel tidak jells membuat Kyuhyun tersenyum.

 

“aku yang sakit kenapa kau cerewet eoh..” sungut Kyuhyun.

 

“diamlah..” bukannya marah pria itu justru sunggingkan senyumnya untuk Seohyun.

 

“kau tahu, kau adalah wanita pertama yang membuatku selalu tersenyum seperti ini setelah mendiang istriku.” Gumaman Kyuhyun membuat Seohyun menatapnya. Pria itu baru saja membuat kerja jantungnya seolah berhenti mendadak lalu berdetak kencang.

 

“kau mempunyai harum sepertinya, bahkan sifat kalian serupa.. hanya saja dia sudah pergi. Pergi membawa anakku.” Kyuhyun akhiri percakapannya dengan wajah yang menggambarkan rasa tersiksa yang benar – benar kentara dimata Seohyun.

 

“mendiang istrimu pasti tak akan suka kau berkata seperti itu. Kau hanya perlu meneruskan hidupmu dengan baik. Dan jangan samakan aku dengannya. Aku bahkan tak pernah mengenalnya dengan baik.” Seohyun pura – pura marah.

“arra,, kalian jelas berbeda.” Sahut Kyuhyun ia tak tahu bahwa raut wajah Seohyun menatapnya dengan tatapan penuh luka. Apakah harapannya baru saja dijatuhkan dari langit? Kenapa rasanya sesakit ini?

 

“chaa makanlah,, aaa…”

 

 

*****

 

Yesung menatap alamat yang dikirim Kyuhyun padanya tadi pagi. Ia menoleh kiri kanan tapi tak ada seorangpun yang lewat. Ia agak ragu dengan alamat yang dikirim Kyuhyun padanya lewat pesan. Kyuhyun bukan tipikal pria yang mau tinggal ditempat yang seperti ini.

 

Saat ia sudah menemukan nomor apartemen yang ditujunya. Ia melihat seorang pria mendahuluinya dan membuka kode pintu.

 

“chogiyo…” panggil Yesung sopan, pria itu menoleh menatap Yesung penuh Tanya.

 

“apa ada yang bisa saya bantu Tuan?” Tanya pria itu sopan. Yesung menyerahkan ponselnya yang bertuliskan alamat apartemen yang dikirim Kyuhyun padanya.

 

“apa itu apartemenmu?” Tanya Yesung, pria itu hanya mengangguk.

 

“anda mendapat alamat saya dari siapa Tuan?” Tanya pria itu keheranan.

 

“seorang teman menyuruh saya mengantar pakaiannya kemari.” Jawab Yesung jujur tanpa ada yang ditutup – tutupi sedikitpun.. pria itu nampak berpikir lalu mengangguk.

 

“apa itu untuk Kyuhyun hyung?” Tanya pria itu yang ternyata adalah Seo Jino.

 

“yaa, kau tahu?” Jino hanya mengangguk.

 

“masuklah Tuan..”

 

Jino mempersilahkan tamu prianya masuk kedalam apartemennya. Ia memasuki kamar Seohyun. Seohyun baru saja selesai menyuapi Kyuhyun.

 

“hyung, ada yang mencarimu.” Kata Jino.

 

 

“biarkan dia masuk Jino-ya,,”

 

 

“emm, arraseo hyung.” Seohyun membereskan peralatan makan Kyuhyun dan keluar dari kamar. Dapat ia lihat seorang pria tengah duduk manis diruang tengah dengan tas berukuran sedang.

 

 

“annyeonghaseyo..” sapa Seohyun ramah. Yesung berdiri kemudian membungkuk.

 

 

“annyeonghaseyo..”

 

 

“Tuan masuklah Kyuhyun hyung sudah menunggumu didalam.” Titah Jino. Yesung segera memasuki kamar yang tadi Jino masuki.

 

 

“yak, ada apa denganmu eoh? Kau sakit?” Tanya Yesung cemas. Kyuhyun hanya menatapnya datar. Khas Kyuhyun sekali.

 

 

“kau sudah bawakan barang – barangku hyung?” Tanya Kyuhyun tanpa basa – basi. Yesung memukul kepalanya.

 

 

“yak, jawab dulu pertanyaan orang yang lebih dewasa darimu bodoh. Igeo aku bawakan lengkap.” Sungut Yesung.

 

 

“gomawo Hyung kau yang terbaik..” ucap Kyuhyun lemah.

 

 

“aku sudah tahu apa yang terjadi padamu Kyu, aku turut prihatin dengan masalah yang menimpa keluargamu. Ditambah lagi tadi pagi ibumu kecelakaan.” Tampang Yesung berubah muram ketika mengatakan kalimat terakhirnya.

 

 

“eomma kecelakaan? Jangan bercanda hyung!” Kyuhyun menatap tajam pria didepannya. Yesung sama sekali tak terpengaruh dengan tatapan itu. Sejujurnya ia sendiri merasa tidak tahu harus bagaimana, padahal ia bukan siapa – siapa.

 

 

“ya, Sohee menceritakan segalanya padaku, ia menangis dan terlihat sangat frustasi dengan keadaan keluarga kalian. Ia bahkan sama sekali tak menghubungi Jay meski ditimpa masalah serumit ini. Ia menghubungimu berkali – kali tapi kau tak bisa dihubungi. Ayolah Kyu, aku yakin kau bisa atasi masalah ini dengan kepala dingin.” Yesung berusaha menasehati kyuhyun.

 

 

“kau tak mengerti hyung, aku belum siap bertemu siapapun. Ada beberapa hal yang membuatku tidak siap menghadapi apa yang terjadi.” Kyuhyun mengatakan hal itu begitu dingin ditelinga Yesung.

 

 

“setidaknya cobalah peduli pada dua wanita yang selalu mencintaimu. Pikirkan Sohee juga ibumu. Bukan hanya kau yang terluka. Aku bahkan yakin bahwa ayahmu jauh lebih terluka dari dirimu. Pikirkan baik – baik Kyu. Aku pergi.” Yesung meninggalkan Kyuhyun sendirian.

 

 

“Tuan kenapa terburu – buru? Apa Kyuhyun oppa mengusirmu?” Tanya Seohyun yang melihat Yesung sudah keluar kamar.

 

 

“ah tidak…

 

 

“Seohyun.. anda bisa memanggilku Seohyun.” Seolah tahu apa yang dipikirkan pria itu.

 

 

“aniya Seohyun-ssi, aku masih banyak pekerjaan. Eunggh,, Seohyun-ssi, tolong jaga Kyuhyun ne. saat ini ia tengah dalam masa sulit. Ahh ini, kau bisa menghubungiku jika ia mulai bertindak diluar kendali.” Yesung mengeluarkan kartu namanya dan menyerahkan pada Seohyun.

 

 

“aku pergi Seohyun-ssi annyeong..”

 

 

*****

 

 

Kyuhyun terdiam bersandar didashboard ranjang Seohyun. Ia memikirkan setiap untaian kata yang ia dengar dari Yesung. Ia tidak bisa seegois ini. Bagaimanapun semuanya sudah terjadi. Ia tak bisa membenci ayahnya, karena sesungguhnya ia adalah korban. Ibunya? Haruskah ia membenci ibunya yang sudah berhianat dari ayahnya? Haruskah seperti itu?

 

 

Bukankah cinta tak memandang dengan siapa ia membagi segala rasa? Ini juga bukan salah ibunya. Ini semua sudah takdir.. Kyuhyun mensugesti dirinya seperti itu. Tak berapa lama suara pintu terbuka membuat ia menoleh. Tenyata Seohyun.

 

 

Tanpa diduga Kyuhyun bangkit dari ranjang dan merengkuh tubuh Seohyun dalam dekapannya. Ia letakkan kepalanya dicerukan leher milik Seohyun. Ia menangis disana. Kyuhyun terisak dipelukan Seohyun.

 

 

“hikss. Hikss..” isakannya membuat Seohyun terkejut.

 

 

“waeyo oppa hmm?” Kyuhyun hanya menggeleng. Tak sedikitpun ia melepaskan pelukannya terhadap Seohyun. Dan satu hal lagi yang baru ia ketahui dari Kyuhyun. kyuhyun sangatlah manja seperti anak kecil. Meski begitu Seohyun sangat bersyukur masih diberi kesempatan menyentuh pria yang benar – benar membuat dunianya hanya berpusat pada pria itu

 

 

“Seohyunnie kenapa hidupku sangat menyedihkan?” Tanya Kyuhyun parau. Seohyun tak menjawab apa yang ditanyakan Kyuhyun padanya. Ia berusaha membuat kyuhyun tak mendengar debaran jantungnya yang semakin tidak karuan. Apalagi saat ini dirinya berada dipelukan hangat seorang Cho Kyuhyun.

 

 

Tuhan, bolehkah ia berharap bisa seperti ini selamanya. Berada dipelukan seorang Cho Kyuhyun?

 

“ceritakan padaku oppa agar aku mengerti ne,” Seohyun lepas pelukan Kyuhyun padanya. Ia pegang kedua pipi tirus Kyuhyun kemudian ia usap air mata yang menggenang. Ia yakinkan Kyuhyun bahwa dia akan menjadi pendengar yang baik untuk pria itu. Kyuhyun akhirnya mengangguk.

 

 

Dengan seksama ia dengarkan pria itu bercerita. Sesekali air mata pria itu jatuh membasahi pipinya yang tampan. Seohyun baru tahu fakta bahwa Kyuhyun berbeda ayah dengan Sohee.

 

 

 

“saat appa bilang bahwa dia tak sudi mengakuiku sebagai anaknya. Hatiku sakit hyun, sakit sekali seperti sebagian dari tubuhku tak berfungsi dengan baik. Aku pergi dari kantor dan mengunjungi makam Yoona, aku berada disana dari pagi hingga malam hari. Saat aku sudah kedinginan dan tak bisa berpikir apapun aku teringat padamu. Entah bagaimana aku bisa sampai apartemenmu dengan selamat.” Kyuhyun sudahi ceritanya dan menunduk. Pria itu sejujurnya malu menatap Seohyun.

 

 

 

Berbeda dengan Seohyun, gadis itu menatap Kyuhyun terenyuh. Walaupun diawal hatinya sempat terluka mengingat pria itu pergi ke makam mendiang istrinya. Tapi apa haknya sampai hatinya terluka, ia hanya seorang teman kan? Tapi ada juga bagian dimana ia merasa diambang langit yang tinggi saat pria itu bilang bahwa ia mengingat Seohyun.

 

 

“aku sangat menyedihkan ya? Hingga kau menatap iba padaku seperti itu?” Tanya Kyuhyun. seohyun tertawa kecil menatap Kyuhyun. kenapa pria itu sangat kekanakan eoh?

 

 

“apa aku terlihat sedang melucu bagimu?” Tanya Kyuhyun ketus.

 

 

“aniya..” Seohyun menjawab santai,

 

 

“lalu kenapa tertawa??” sungut Kyuhyun,

 

 

“kau tahu oppa, kau seperti anak kecil. Tadi menangis terisak lalu merajuk setelah itu marah – marah tidak jelas.” Seohyun tetap tersenyum meski Kyuhyun menatapnya sengit.

 

 

“yaa siapa yang merajuk eoh? Siapa juga yang marah – marah.” Kyuhyun berkilah. Ia menatap kearah lain untuk menutupi kegugupannya karena jantungnya bekerja tidak normal.

 

 

“oppa, Jino sudah membelikanmu obat. Cha minumlah..” Kyuhyun menggeleng.

 

 

“ayolah oppa, aku ingin kau cepat sembuh.”

 

 

“lalu kau ingin aku pergi dari sini?” sahut Kyuhyun ketus. Seohyun menghela nafas, ternyata menghadapi Kyuhyun yang sakit sangatlah sulit.

 

 

“Tidak oppa, kau bebas tinggal disini semaumu, tapi kau harus pindah kekamar Jino. Kau tak mungkin tidur sekamar denganku.” Jelas Seohyun.

 

 

“memangnya kenapa jika aku tidur dikamarmu eoh, aku juga tidak akan macam – macam padamu.” Jawab Kyuhyun sinis. Seohyun lama – lama kesal menghadapi tingkah Kyuhyun. ia letakkan obat Kyuhyun dinakas.

 

 

“tidurlah dikamarku semaumu oppa, aku akan tidur diluar. Terserah kau mau minum obat atau tidak, aku mau keluar sebentar.” Seohyun tinggalkan Kyuhyun sendirian dikamar. Ia ingin keluar sebentar karena ada beberapa keperluan yang perlu ia beli.

 

 

Kyuhyun menatap kepergian Seohyun dengan penuh penyesalan. Sejujurnya bukan maksudnya ia memarahi Seohyun seperti itu. Ia hanya merasa marah ketika ia mengingat perkataan ayahnya dan imbasnya adalah Seohyun. Ia menyesal memarahi gadis yang sudah menolong dirinya.

 

 

‘mianhae Seohyunnie.’ Gumam Kyuhyun dalam hatinya.

 

 

*****

 

Yura berusaha menghubungi Yesung untuk menanyakan keberadaan Kyuhyun. ia sangat khawatir mengingat bagaimana kondisi Kyuhyun yang kadan – kadang membuat orang hampir mati karena cemas. Ia yakin, sesuatu telah terjadi pada pria itu. Tapi ia tak tahu itu apa.

 

 

“Yoboseyo Yesung-ssi, apa kau tahu dimana keberadaan Kyuhyun?” Tanya Yura cemas.

 

“Yoboseyo Yura, eng memangnya kenapa?” bukannya menjawab Yesung malah balik bertanya membuat Yura menghela nafas.

 

“dia susah dihubungi. Aku hanya merasa takut jika ia kembali mengalami depresi dan percobaan bunuh diri. Sebenarnya apa yang terjadi padanya eoh?” Yesung tampak berpikir haruskah ia ceritakan dimana keberadaan Kyuhyun pada Yura? Tapi bagaimana jika pria itu marah? Tapi, sebelumnya Kyuhyun hanya percaya pada psikolog itu.

 

“dia ada diapartemen seseorang.. ada masalah besar yang menimpa keluarganya. Ia tak mungkin keapartemennya karena ibunya pasti ada disana, dia juga tak mungkin pergi keapartemenmu karena ia sedang sakit sekarang. Aku baru saja menjenguknya.” Jelas Yesung.

 

“astaga, siapa yang merawatnya eoh? Dia itu pria menyebalkan apalagi jika sedang sakit.” Yesung tertawa.

 

“seorang gadis cantik yang merawatnya. Aku tidak begitu tahu tentang gadis itu karena Kyuhyun tak pernah menceritakan apapun padaku.”

 

“seorang gadis?” ulang Yura, gadis itu tampak berpikir siapa gadis yang bisa meluluhkan hati pria sedingin es batu itu. Selama ini satu – satunya gadis yang dekat dengan Kyuhyun hanyalah dirinya. Itupun karena dirinya adalah seorang psikolog yang memang dibayar Kyuhyun untuk menyembuhkan depresi yang diderita pria itu.

 

“apa kau cemburu Yura-ssi?” Yesung menanyakan sesuatu yang membuat Yura tertawa.

 

“cemburu? Memangnya apa yang membuatku harus cemburu pada pria itu eoh. Kukira kau salah paham dengan kedekatanku dengan Kyuhyun. aku sama sekali tak menyimpan rasa apapun padanya.” Yura berusaha berbicara sebaik mungkin pada Yesung. Ia menangkap rasa curiga dari cara pria itu berbicara padanya.

 

 

“benarkah?” Yesung bertanya dengan nada yang mengintimidasi, namun Yura sama sekali tak terpengaruh.

 

 

“tentu saja, jangan sampai priaku mendengar perkataanmu Yesung-ssi. Priaku sangat possessive kau tahu. Sebaiknya kau kirim alamat apartemen gadis itu padaku. aku hanya ingin memastikan keadaan Kyuhyun baik – baik saja. Sudah dulu ya annyeong..” Yura menutup panggilannya tanpa membiarkan Yesung berkata apapun.

 

 

‘pria possessive? Siapa dia?’ batin Yesung.

 

 

****

 

Jay mengajak Sohee pergi ke cafeteria rumahsakit. Sebenarnya pria itu sama sekali tidak marah dengan Sohee. Hanya saja ia kecewa, bukankah ia tunangan gadis itu? Kenapa gadis itu seolah menutupi segala yang terjadi dari dirinya eoh. Jay sulit menerima hal itu.

 

“Sohee-ya,, kenapa kau lakukan itu?” Tanya Jay lembut tak terselip nada kemarahan atau sesuatu yang membuat Sohee tak nyaman.

 

“mianhae..” gumam Sohee serak.

 

“aku tak butuh maaf darimu Sohee, aku tunanganmu kau punya masalah sebesar ini kenapa kau diam saja dan tak menceritakannya padaku? apa kau tak menganggapku ada? Atau kau tak benar – benar mencintaiku?” Tanya Jay masih bertahan dengan kelembutannya.

 

Pertanyaan Jay membuat ia mendongak menatap pria itu. Matanya sudah memerah, bisa Jay tebak gadis itu sebentar lagi pasti menangis.

 

“aniya oppa, irokhe aniya.. aku..” Sohee menunduk. Jay menggenggam erat tangan Sohee. Ia tahu bagaimana sifat gadis itu. Dia tak pernah ingin membebani orang lain dengan masalah yang menimpa dirinya. Tidak bahkan Jay sekalipun.

 

“aku takut kau akan meninggalkanku jika aku jujur padamu. Keluargamu adalah keluarga baik – baik dan sangat menjunjung tinggi sebuah pernikahan. Aku takut mengatakannya padamu jika appa dan eomma akan bercerai, Kyuhyun oppa pergi entah kemana. Aku ..aku tidak tahu harus berkata bagaimana padamu oppa, apa yang akan keluargamu katakan tentang keluargaku yang berantakan ini.. aku takut..” gadis itu berkata sambil menitikkan air matanya. Jay sama sekali tak pernah berpikir jika Sohee berpikir hingga sejauh itu.

 

“kau tak perlu khawatir aku tak akan pernah meninggalkanmu jika itu yang kau takutkan. Percayalah padaku.” Jay memeluk Sohee membiarkan gadis itu menumpahkan segala rasa sesak yang ia tanggung sendirian.

 

“jangan menangis sayang.. aku akan selalu bersamamu. Aku janji.. uljimayo..” gumam Jay sambil mengusap pipi basah tunangannya. Berusaha membuat senyum indah sang gadis kembali hadir diwajah yang selalu dirindukannya.

 

“gomawo Jay oppa, saranghae,,”

 

“nado..”

 

 

*****

Yura baru saja selesai dengan pekerjaannya satu jam yang lalu. Ia tengah menunggu Jonghyun. Pria itu akan mampir keapartemennya malam ini dan dirinya sudah siapkan makan malam bersama. Saat ia tengah menata makanan di meja makan seseorang memeluknya dari belakang dan menghirup aroma lembut tubuh Yura.

 

Yura tak perlu menoleh Karena ia sudah tahu dengan jelas siapa orang itu. Tentu saja itu adalah Jonghyun.

 

“oppa kau menggangguku..” keluh Yura berusaha melepaskan diri dari Jonghyun tapi pria itu malah memeluknya dengan erat.

 

“biarkan seperti ini lima menit saja. Aku sangat merindukanmu..” gumam Jonghyun membuat Yura berhenti berontak dan pasrah dengan sikap Jonghyun.

 

“Yura-yaa,”

 

“hmm..”

 

“apa aku sudah mengatakannya padamu hari ini?” Tanya Jonghyun.

 

“mengatakan apa?”

 

“kalau aku sangat mencintaimu..” Jonghyun berkata hal itu seolah dia berkata aku-akan-bermain-disana. Datar dan sama sekali tak menarik sebenarnya. Tapi tidak begitu menurut Yura. Jonghyun bukanlah tipikal pria yang suka bertele – tele. Pria itu sangat lugas mengungkapkan apa yang ia rasakan saat itu juga.

 

“kau belum mengatakannya padaku oppa..” jawab Yura tanpa malu. Bersama Jonghyun ia merasa bebas mengekspresikan dirinya menjadi apapun. Karena pria itu selalu menerima dirinya dengan apa adanya. Ia membalikan tubuhnya menatap Jonghyun yang menatapnya dengan senyum yang Yura anggap selalu senyum yang tampan.

 

“saranghae..” gumam pria itu tepat ditelinga Yura membuat gadis itu serasa terbang keawan. Hatinya damai hanya mendengar kata itu. Bukankah Jonghyun sangat hebat. Ia tersenyum..

 

“nado, apa kau sudah makan oppa?” Jonghyun menggeleng.

 

“aku buatkan makan malam untukmu.” Yura menarik tangan Jonghyun untuk duduk dikursi. Jonghyun menatap heran dengan makanan yang menurutnya terlalu banyak jika dihabiskan hanya berdua saja.

 

“Yura, kau yakin akan menghabiskan makanan sebanyak ini?” Tanya Jonghyun keheranan.

 

“aniya oppa, aku akan menemui temanku dan memberikan sebagian makanan ini padanya.” Jelas Yura tanpa menatap Jonghyun.

 

“kau akan pergi malam ini?” Yura mengangguk, Jonghyun kembali merasa kesal.

 

“jangan berpikir yang tidak – tidak oppa, aku juga akan mengajakmu bertemu dengan pria yang selalu membuatmu salah paham denganku.” Jonghyun tersenyum menatap Yura.

 

“akhirnya kau mengajakku untuk bertemu dengannya. Aku ingin melihat seperti apa orang yang selalu membuatmu mengutamakan dia daripada aku.”

 

“aku tidak pernah merasa begitu. Dia hanya seorang teman dan pasien bagiku. Kau berlebihan sekali dala menilai oppa.” Sungut Yura..

 

“arraseo arraseo..” Jonghyun mengalah.

 

 

*****

 

Seohyun baru saja kembali keapartemennya setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda. Ia membawa banyak belanjaan karena tadi ia sempa mampir market sebentar. Ia letakkan kantong belanjaannya diatas meja.

 

Ia akan memasak makan malam. Mengingat dua pria tampan itu belum makan. Tampaknya Jino lebih sering menghabiskan waktunya bersama Krystal. Meski begitu saat malam hari pria itu pasti pulang. Sebelum mulai memasak ia kekamarnya sebentar mengecheck keadaan Kyuhyun. apakah demam pria itu sudah menurun yaa?

 

Ia buka pelan – pelan pintu kamarnya tapi ia tak melihat apapun. Kyuhyun tidak ada? Ia coba dengar baik – baik. Ada suara gemericik air didalam kamar mandi. Sepertinya pria itu tengah mandi. Ia keluar kamar dan menuju dapur. Saat ia sedang mengeluarkan barang – barangnya dari kantong plastic ia mendengar ada yang memencet bel apartemennya.

 

Same Time, Same Place

 

            Jonghyun dan Yura baru saja sampai dikawasan apartemen. Pria itu tampak berpikir saat Yura mengarahkan dirinya kesebuah apartemen. Bukankah ini kawasan apartemen Seohyun? Batinnya. Ia tak mengatakan itu pada Yura.

 

“sayang, kau yakin apartemen teman priamu ada didaerah ini?” Tanya Jonghyun ketika mereka sudah berada dikoridor. Yura menoleh.

 

“bukan miliknya, aku dengar dari sekertarisnya apartemen itu milik teman wanitanya. kajja” ajak Yura membuat Jonghyun. Jonghyun makin merasa heran ketika Yura berhenti diapartemen nomor 101. Tidak salah lagi ini apartemen Seohyun. Yura memecet bell.

 

TingTong..

 

“sayang kau yakin ini apartemennya, mungkin kau salah?” Tanya Jonghyun memastikan. Yura mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pesan dari seseorang.

 

‘benar, ini alamatnya.’ Batin Jonghyun.

 

Tak berapa lama sang pemilik rumah membukakan pintu dan alangkah terkejutnya Jonghyun maupun Yura. Begitu juga dengan Seohyun. Pikiran buruk mulai muncul dikepala Jonghyun. Siapa teman pria yang dimaksud Yura sampai ia bisa tinggal bersama Seohyun.

 

“Jonghyun oppa, Yura unnie, ada apa kalian datang kerumahku?” Tanya Seohyun terkejut.

 

“bukankah Cho Kyuhyun tinggal disini?” Yura balik bertanya.

 

“ne.?” seohyun tampak kebingungan.

 

“Cho Kyuhyun?” Jonghyun tidak tahu apakah Kyuhyun yang dimaksud adalah rekan kerjanya atau adakah Cho Kyuhyun yang lain?

 

 

Tbc….

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

21 thoughts on “HIDDEN LOVE Part 12

  1. kasian bgt kyupa
    sedikit” akan terbongkar ninn
    seokyu nikah aj hehehe
    kerennn konflikny baguss
    lanjut neee
    hwaitingg nee

    Like

  2. Akhirnya mereka bertemu juga
    Seneng lihat hubungan kyu sama seo eonnie
    Semoga kyu bisa buka hatinya untuk seo eonnie
    Jangan buat seo eonnie sakit hati lagi
    Nice

    Like

  3. plis plis jgn sampe si gembul nge php-in joohyun, nyesss bgt rasanya kalo di php-in tuh #curhat
    dunia emang sempit ya jong :v
    di tunggu part selanjutnya^^ (y)

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s