Posted in Uncategorized

HIDDEN LOVE Part 11

Author                  : Lestari Choding.

Genre                    : sad and romance

JJS                           : twitter @chodingcho97 facebook Lestari Cho

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

cover                     : Rucintya

Note                       : bikin epep ini banyak banget inspirasinya.. salah satunya temen gw, author yang bahkan bukan author Seokyu.. tapi karena epepnya selalu keren entah kenapa gw jadi terinspirasi bikin epep dengan konflik keluarga. Kak Andrea, gw nyolong cerita lu dikit yaa.. XD

Typo meraja lela.. no plagiat.. ini pure dari imajinasi gw sendiri plus pengalaman pribadi  *curhat* 😀

Langsung aja

 

 

HAPPY READING^^

 

 

Mendengar hal menyakitkan itu dari kedua orang tuanya membuat Kyuhyun seperti hilang arah. Pria itu keluar dari area perusahaannya. Mengendarai mobil dengan keadaan jiwa yang benar – benar terguncang. Kedua tangannya terasa dingin dan terus mengepal. Ingin menangis tapi rasa sakitnya bahkan membuat ia enggan mengeluarkan air matanya.

 

 

 

Benarkah ia bukan anak kandung dari seorang pria yang selalu ia anggap panutannya? Benarkah seperti itu? Kenapa rasanya sakit sekali…

 

Pantas saja ayahnya selalu menciptakan jarak dengannya. Seolah Kyuhyun tak pernah boleh menjamah ayahnya. Seolah Kyuhyun bukanlah anggota keluarganya.

 

Pantas saja ayahnya selalu menolak apa yang Kyuhyun katakan, ia teringat saat ia baru lulus SMA. Ayahnya jelas tahu bahwa dirinya sangat menginginkan menjadi dokter. Terbukti dari segala jeis penghargaan yang ia dapatkan dari olimpiade biologi dan lomba – lomba sains lainnya.

 

Ia hanya berpikir mungkin dokter bukan pilihan yang tepat baginya karena ayahnya adalah seorang pengusaha besar. Seorang ayah pasti ingin yang terbaik untuk anaknya kan? Itu yang Kyuhyun pikirkan. Ia teringat potongan kalimat ayahnya.

 

 

Sampai matipun aku tak pernah sudi menganggap Kyuhyun adalah darah dagingku’

 

Sampai matipun aku tak pernah sudi menganggap Kyuhyun adalah darah dagingku’

 

Sampai matipun aku tak pernah sudi menganggap Kyuhyun adalah darah dagingku’

 

 

Kyuhyun menghentikan mobilnya secara serampangan. Tak peduli mungkin orang lain akan meneriakkannya sebagai orang gila atau apapun. Kyuhyun tak peduli.

 

 

“arrrrrrrrrggggggghhhhhhhhh….” Teriak Kyuhyun dalam mobil. Ia menjambak kasar rambutnya dengan kedua tangannya. Hatinya hancur, benar hatinya sangat hancur. Ia menghela nafas sejenak, sepertinya menemui mantan istrinya adalah jalan satu – satunya. Yaa, mungkin seperti itu.

 

 

*****

 

 

 

“Yesung-ahh, apa kau melihat Kyuhyun?”Tanya Nyonya Cho. Yesung menatap ibu temannya bingung.

 

 

“aniya ahjumma, aku baru saja tiba dikantor. Mungkin Kyuhyun datang terlambat ahjumma. Apa perlu aku menghubunginya?” jawab Yesung sopan. Tiba – tiba air muka Cho Hanna berubah. Lebih kelam dan terlihat sedih. Mungkin itulah yang dilihat Yesung.

 

 

“arraseo, gomawo Yesung-ahh.” Nyonya Cho berlalu dari hadapan Yesung membuat sekertaris Kyuhyun mengangkat bahu tanda tidak mengerti.

 

 

 

Sohee baru saja datang keperusahaan. Ia bermaksud mencari kakaknya. Karena ada hal yang ingin ia bicarakan dengan kakaknya menyangkut pernikahannya.

 

 

 

“Yesung oppa, apa Kyuhyun oppa belum datang?” Tanya Sohee membuat Yesung melompat kaget.

 

 

“yak, ketuk pintu dahulu pabo, kau ingin oppamu yang seperti singa itu hidup sendirian tak punya sekertaris tampan nan cerdas macam diriku eoh?” sungut Yesung dengan percaya diri yang setinggi langit. Membuat Sohee mencebikkan bibirnya.

 

 

 

“arrayo mianhae,” sesal Sohee.

 

 

“aku tidak tahu dimana oppa menyebalkanmu itu berada, tadi eommamu juga mencarinya, tapi entahlah, Kyuhyun belum juga datang tidak biasanya dia seperti ini,” Yesung sebenarnya juga heran,

 

 

“benarkah?” Tanya Sohee.

 

 

“tentu sajaa, kau terlalu sibuk mengurus pernikahanmu eoh hingga tak peduli pada keluargamu sendiri.” Ledek Yesung.

 

 

“cepatlah menikah oppa kau tahu kau seperti ahjussi menyebalkan yang tak laku.” Yesung dibuat terkejut dengan perkataan Sohee. Tidak aneh sih, Kyuhyun bahkan setajam pisau jika berbicara, adiknya seperti itu wajarkan? Tapi cukup membuat Yesung menggeram.

 

 

 

‘lagi – lagi aku disuruh menikah, aku kan sedang menunggu dangkkoma mendapatkan jodoh.’ Gumamnya tidak jelas dan mungkin terdengar gila dimata orang yang mendengarnya.

 

 

 

Tak menemukan kakaknya tak lantas membuat Sohee segera pergi dari kantor ayahnya. Ia ingin menemui ayahnya. Sudah beberapa hari ia terlalu sibuk dengan persiapan pernikahannya dengan Jay Park. Ia baru saja akan memutar knock pintu tetapi ia mendengar ayahnya marah – marah.

 

 

 

“aku membuatnya terluka katamu? Kau tak sadar eoh selama ini kau yang selalu melukaiku! Aku diam selama 29 tahun masih kau anggap aku yang menyakitimu? Hebat sekali kau Lee Hanna.” Suara yang didengar Sohee membuatnya bingung.

 

 

 

Ia ingin sekali masuk dan menanyakan sebenarnya yang terjadi. Tapi ia seolah kaku dan tak ingin berpindah dari sana.

 

 

“setidaknya hukum aku, jangan lukai Kyuhyun lagi.” Suara parau ibunya semakin membuat Sohee tak paham.

 

 

 

‘sebenarnya apa yang terjadi pada eomma dan appa? Kenapa membawa – bawa Kyuhyun oppa?’  batin Sohee.

 

 

“kau tahu Hanna, yang paling menyakitkan didunia ini adalah penghianatan. Aku berusaha menahan hatiku untuk melupakan kejadian itu. Tapi sungguh aku sudah diambang batasku. Jadi ayo kita akhiri semua ini. Mari kita bercerai.” Ucapan appanya membuat Sohee tidak tahan. Ia segera masuk kedalam ruangan appanya. Tak peduli bahwa ia akan mendapat amukan dari appanya.

 

 

 

Saat Sohee membuka pintunya denga paksa kedua orang yang berseteru itu menatapnya dengan pandangan terkejut. Eommanya segera mengusap wajahnya supaya anak perempuannya tidak tahu bahwa dirinya habis menangis. Tapi terlambat Sohee sudah mengetahui semuanya.

 

 

 

“Sohee-ya kau datang nak? Apa kau sudah sarapan?” Tanya ibunya lembut. Sungguh ia tak ingin Sohee mengetahui apa yang baru saja dikatakan ayahnya. Itu pasti sangat melukainya.

 

 

 

Sohee tak menjawab pertanyaan ibunya. Ia menatap ayahnya dengan pandangan yang benar – benar tidak sopan. Biarlah, ia sedang kecewa saat ini.

 

 

 

“kenapa appa ingin menceraikan eomma? Apa kau tak sadar appa sekarang umurmu berapa? Apa kau bisa hidup tanpa eomma disaat kalian sudah sama tuanya seperti ini?”  Tanya Sohee penuh penekanan. Matanya sudah memerah, sebentar lagi ia pasti sudah menangis,

 

 

 

“Sohee-ya ,” panggil eommanya lembut. Tapi Sohee tak sedikitpun mengalihkan pandangan dari pria paruh baya yang malah berpura – pura menyibukkan diri dengan kertas kerjanya.

 

 

 

“appa jawab aku!” ucap Sohee. Pria itu sebenarnya mendengar apa yang anak peerempuannya keluhkan. Ia dengar itu. Tapi hatinya lelah. Lelah sekali.. menyimpan kesakitan selama 29 tahun dan sekarang ia malah terlihat seperti pria jahat yang menyakiti istri dan anak – anaknya.

 

 

 

“kau ingin tahu apa yang terjadi? Apa kau sudah siap mendengarnya?” Tanya ayahnya pada putrinya itu. Sohee hanya mengangguk.

 

 

 

“Kyuhyun bukanlah anak kandungku, ia anak ibumu dengan pria lain.” Setiap kata yang dikeluarkan ayahnya ia serap kedalam otaknya. Tapi mengapa rasanya sangat lamban?

 

 

 

“ibumu berhubungan dengan mantan kekasihnya setelah menikah denganku hampir setahun. Hingga ibumu hamil dan jelas bukan aku ayahnya.” Ayahnya mulai bercerita. Sohee tahu setiap kata yang keluar dari mulut ayahnya jelas adalah luka. Luka bagi ayahnya sendiri,

 

 

 

Ia menatap pada wanita paruh baya yang sangat disayanginya. Benarkah, benarkah ibu yang sangat ia banggakan mengkhianati sang ayah? Ia menangis, ibunya juga menangis.

 

 

 

“kau sudah dewasa Sohee-ya, kau tahu jelas mengapa aku meminta cerai dengan ibumu. Selama ini tidak seorangpun wanita bisa menggantikan posisimu dihatiku. Tapi, bagaimana bisa ibumu berkhianat dibelakangku? Aku bertahan selama 29 tahun Sohee-ya, tapi maaf.. aku ingin terbebas dari rasa sakit ini.” Penjelasan ayahnya membuat ibunya menangis hebat hingga terjatuh dilantai. Kesalahannya dimasa lalu mampu membuat rumah tangganya yang berusia 30 tahun terancam kandas.

 

 

“tidak bisakah appa berdamai dengan eomma? Lalu bagaimana nasib eomma, diriku dan Kyuhyun oppa?” Tanya Sohee bergetar.

 

 

“bukankah kau akan segera menikah? Kau pasti hidup bahagia dengan suamimu kelak. Aku dan ibumu kita bisa terbebas satu sama lain. Dan anak itu.. aku yakin dia bisa mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain.” Jawab ayahnya santai.

 

 

 

“baiklah jika itu maumu.. mari kita bercerai, kau bisa terbebas dari rasa sakitmu dan aku akan pergi jauh bersama Kyuhyun.” Gumam ibunya terdengar lebih menakutkan disbanding ayahnya.

 

 

“eomma appa,, kenapa kalian seperti ini eoh?” Sohee bahkan sudah histeris.

 

 

“hiduplah dengan baik Sohee-ya, eomma pergi dulu.” Sohee menatap ibunya tak percaya. Benarkah ibunya baru saja meninggalkannya?

 

 

*****

 

 

Hari ini kerjaan kantor cukup sedikit. Seohyun bersyukur, itu artinya ia bisa pulang cepat hari ini. Ia melihat jam dipergelangan tangannya. Baru jam 3 sore. Ia akan menunggu Kyuhyun untuk datang menjemputnya. Sungguh perasaan Seohyun terasa menghangat kali ini.

 

 

 

 

Lain Tempat

 

 

Kyuhyun masih saja termenung digundukan makam istrinya. Sejak jam 8 pagi ia berada disini. Ia hanya terduduk tanpa berniat meninggalkan tempat itu. Ia terus diam tanpa bicara. Kalau bicara ia mau bicara apa?

 

 

‘oppa, kenapa kau menjadi seperti ini lagi?’ gumam bayangan wanita itu, Yoona. Ia menatap sendu kearah Kyuhyun. Ia sejak pagi menunggu Kyuhyun agar pria itu bicara. Yaah meski Kyuhyun sama sekali tak menyadari keberadaannya.

 

 

 

“Yoona,,, bolehkah aku ikut denganmu?” setelah sekian lama, akhirnya diam Kyuhyun menyuarakan pikirannya.

 

 

 

“aku lelah Yoona,, kenapa hidupku menyedihkan seperti ini Yoona? Bisakah kau tanyakan pada Tuhan kenapa aku harus semenyedihkan ini?” Yoona terdiam kaku. Ia juga tak tahu apa yang Tuhan rencanakan terhadap suaminya yang masih hidup didunia itu.

 

 

 

Suara petir terdengar menggelegar ditelinga Kyuhyun. Tak berapa lama hujan lebat disertai kilat dan petir turun kebumi. Kyuhyun tak pedulikan dirinya yang sudah basah kuyup. Ia tak berniat pergi dari tempat itu.

 

 

 

Seohyun menatap luar. Ia melihat hujan lebat sejak tadi. Tapi kemunculan pria yang ditunggunya belum juga datang. Seohyun melirik arloji ditangannya.

 

 

Pukul 16.00 KST, itu artinya ia sudah menunggu pria itu selama satu jam. Apa pria itu melupakan janjinya? Bukankah tadi pagi pria itu akan menjemputnya sepulang kerja? Apakah Kyuhyun benar – benar sibuk dikantornya? Beragam pertanyaan muncul dikepalanya.

 

 

 

Baiklah ia akan menunggu hujan reda. Jika sampai hujan reda ia belum juga tiba. Seohyun akan pulang sendiri.

 

 

 

******

 

 

 

Kyuhyun merasa dirinya benar – benar diambang batas. Tubuhnya menggigil kedinginan karena kehujanan selama 5 jam. Wajahnya sudah pucat dan bibirnya membiru. Ia melangkah kakinya meninggalkan area makam menuju mobilnya.

 

 

Dengan sisa – sisa tenaga yang ia miliki ia masuk kemobil dan menyalakannya. Ia tak akan pulang keapartemennya. Ia tahu, pasti ibunya akan kesana. Pulang kerumah utama? Jelas tidak mungkin. Kyuhyun tidak akan menginjakkan diri lagi kerumah itu.

 

 

 

Ia tidak tahu betapa Tuhan sangat baik padanya. Ia sampai dengan selamat dibasement apartemen. Padahal jika menilik apa yang ia lakukan hari ini dan apa yang masuk kedalam perutnya hari ini. Tentu saja orang biasa pasti tumbang. Ia hanya makan saat sarapan dan itu diapartemen Seohyun. Malam ini ia akan meminta gadis itu menolongnya.

 

 

 

Ia berdiri dengan tubuh yang benar  benar menggigil dan pucat tepat didepan pintu apartemen rumah Seohyun. Ia berusaha menekan bel. Tak lama kemudian Seohyun muncul. Sepertinya ini sudah titik puncak kekuatan Kyuhyun. Ia menatap Seohyun nanar.

 

 

 

“tolong aku..” dan tepat setelah mengucapkan kata itu Kyuhyun terjatuh kedepan. Kepelukan Seohyun.

 

“Kyuhyun-ssi,, Kyuhyun-ssi irreona.” Panggil Seohyun tapi Kyuhyun sama sekali tidak menyahut. Ia menggeret pelan tubuh tinggi nan besar Kyuhyun kekamarnya. Seohyun tak tahu apa yang terjadi pada pria ini, kenapa ia basah kuyup seperti ini? Suhu tubuhnya juga diatas batas normal.

 

 

Ia segera memasuki kamar Jino. Mencari pakaian yang cocok untuk pria itu. Ia mengambil handuk Jino. Sebelum mengganti pakaiannya ia akan berusaha mengurangi sisa – sisa air hujan ditubuh Kyuhyun. Saat ia mendekati pria itu. Ia tampak menggigil kedinginan. Hal itu membuat Seohyun kasihan dan melupakan fakta bahwa dirinya baru saja dikecewakan pria itu.

 

 

 

Dengan hati – hati Seohyun melepas pakaian basah yang melekat ditubuh Kyuhyun. Jas, dasi, kemeja,hingga celana panjangnya pun ia lepaskan. Ia tak bermaksud mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ia hanya kasihan jika Kyuhyun tetap mengenakan pakaian basah. Ia akan jauh kebih parah.

 

 

Selepas ia mengganti pakaian Kyuhyun. Ia memakaikan baju Jino ditubuh Kyuhyun. Tubuh pria itu begitu panjang, Jino yang sejatinya tidak terlalu tinggi membuat pakaian yang dipakai Kyuhyun terlihat sempit.

 

 

 

Seohyun keluar kamar menuju dapur. Sebelumnya ia meletakkan pakaian basah Kyuhyun didekat mesin cuci. Ia mengambil baskom yang kemudian ia isi dengan air hangat. Ia akan mengompres Kyuhyun. Ia juga menyiapkan bubur dan teh hangat jika nanti Kyuhyun sadar.

 

 

Saat ia tengah menyicipi bubur ponselnya berdering, ia melihat ID Caller Jino-ya.

 

 

“yoboseyo Jino-ya? Kenapa belum pulang?” Tanya Seohyun.

 

 

“aku menginap dirumah Jaehyun noona. Saat aku keluar bersama Krystal tadi aku tak sengaja bertemu dengannya dan Taeyong. Jadi kami memutuskan untuk menginap bersama. Tak apakan noona sendirian diapartemen?” Seohyun tertawa.

 

 

 

“tentu saja. Baiklah asal besok pagi kau pulang ya. Baiklah noona tutup.” Setelah menyelesaikan pembicaraannya dengan Jino Seohyun segera menuju kamar. Ia melihat Kyuhyun menggigil hebat. Ia segera mendekat dan mengompres dengan hati – hati.

 

 

 

“Kyuhyun-ssi apa yang terjadi padamu eoh? Kenapa kau bisa seperti ini?” Tanya Seohyun khawatir. Ia berusaha membangunkan Kyuhyun.

 

 

 

“Kyuhyun-ssi irreona..” dengan susah payah Kyuhyun membuka matanya merasa ada seseorang yang memanggilnya. Seohyun dapat melihat mata pria itu begitu merah terlihat seperti habis menangis dan kelelahan. Seohyun tak hiraukan itu.

 

 

 

“aku membuatkan teh hangat dan juga bubur. Makan dulu ya setelah itu minum obat dan tidur.” Kyuhyun menggeleng pelan.

 

 

“kau sakit, aku akan menyuapimu pelan – pelan.” Seohyun usahakan berbicara dengan Kyuhyun selembut mungkin. Ia ingin Kyuhyun sembuh. Akhirnya Kyuhyun mengangguk. Dibantu Seohyun Kyuhyun menegakkan dirinya untuk duduk. Ia menatap ruangan itu.

 

 

 

“kau ada dikamarku sekarang. Cha minum ini dulu. Ini bisa membuatmu sedikit hangat.” Kyuhyun terima gelas itu, tapi tangannya bergetar hebat karena rasa dingin yang benar – benar menyerangnya. Seohyun bantu pria itu memegangi gelasnya.

 

 

 

Kyuhyun menatap Seohyun dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia menyesap sedikit teh hangat itu lalu menolak untuk meminumnya lagi. Seohyun letakkan gelas itu dinakas. Ia mengambil mangkok berisi bubur. Kyuhyun terlihat enggan namun Seohyun berusaha membuat Kyuhyun menurut padanya.

 

 

 

“bubur ini tak semengerikan seperti yang terlihat. Cobalah, kata Jino aku cukup mahir dalam hal memasak. Aaaa” Kyuhyun membuka mulut dan menerima satu suapan dari Seohyun. Seohyun tersenyum. Setidaknya Kyuhyun mau mencoba makan.

 

 

 

“aaa lagi..” Kyuhyun menerima suapan Seohyun hingga beberapa kali. Saat Seohyun hendak menyuapinya lagi Kyuhyun berpaling.

 

 

 

“baiklah, sekarang waktunya minum obat. Tubuhmu cukup panas. Aku bahkan sempat berpikir memasukkanmu kedalam kulkas saja supaya agak dingin. hehehe” canda Seohyun membuat Kyuhyun menyunggingkan senyum tipisnya.

 

 

 

“selesai waktunya istirahat. Istirahatlah aku mau meletakkan ini kedapur.” Saat Seohyun beranjak Kyuhyun menggenggam tangan kirinya. Seohyun menoleh.

 

 

“temani aku. Aku tidak mau sendirian.” Gumam Kyuhyun lirih. Seohyun tersenyum.

 

 

“aku akan segera kembali.”

 

 

 

Seohyun keluar dari kamar menyisakan Kyuhyun dalam keheningan. Tiba – tiba saja ia ingat. Bukankah tadi ia basah kuyup. Ia melihat tubuhnya. Pakaiannya sudah diganti. Apakah Seohyun yang menggantikannya? Benarkah?

 

 

 

‘kau beruntung oppa, ditengah rasa kecewanya ia masih mau mengurusmu dengan baik.’ Gumam sebuah bayangan putih yang tiba – tiba saja menghilang.

 

 

Seohyun masuk kedalam kamar kemudian menatap heran kearah Kyuhyun.

 

 

“ada apa?” tanyanya.

 

 

“pakaianku?”

 

 

“ahh, maaf aku lancang. Aku mengganti pakaianmu yang basah dengan pakaian Jino. Meski tampak kekecilan itu  lebih baik daripada kau basah. Tenang saja aku tak mengambil kesempatan melihat tubuhmu kok.” Canda Seohyun. Kyuhyun terlihat memerah.

 

 

 

“tidurlah kau tampak lelah.” Perintah Seohyun.

 

 

“Gomawo Seohyunie.” Gumam Kyuhyun pelan sekali. Seohyun hanya mengangguk dan berusaha meyakinkan pria itu jika dirinya akan kembali menemani pria itu.

 

 

 

Tak berapa lama Seohyun kembali kekamarnya dan melihat Kyuhyun yang juga tengah memandanginya. Kyuhyun menepuk tempat disebelahnya supaya Seohyun tidur disampingnya. Seohyun bingung, apakah Kyuhyun sadar ia memintanya menemani tidur disamping pria itu?

 

 

“kemarilah,” akhirnya Seohyun duduk disebelah Kyuhyun. Dengan hati – hati ia memegang kening Kyuhyun. Masih panas, ia ingin mengambil kain kompres tapi Kyuhyun mencegahnya.

 

 

 

“cukup temani aku disini Seohyun.” Kyuhyun menatapnya sendu. Akhirnya Seohyun kembali keranjang. Tanpa diduga pria itu meletakkan kepalanya dibahu Seohyun dan tangan pria itu melingkari lengannya. Kyuhyun seolah mencari posisi senyaman mungkin disamping Seohyun.

 

 

“tidurlah terlentang supaya tubuhmu tidak sakit Kyuhyun-ssi.” Ingat Seohyun.

 

 

“bahkan kau baru tadi pagi mengatakan akan memanggilku oppa, sekarang kau memanggilku Kyuhyun-ssi, apa itu terlihat seperti kita berteman?” Tanya Kyuhyun dengan mata terpejam.

 

 

“ahh, mianhae..”

 

 

“tidurlah aku sedang sakit jangan mengangguku.” Seohyun memelototkan matanya menatap Kyuhyun sebal. Yang mengganggu sebenarnya siapa. Datang basah kuyup kerumah orang dan tidur dikamarnya pula. Apa Kyuhyun sedang melucu? -___-

 

 

 

“jangan mencibir nona. Telingaku gatal mendengarnya.” Ucapan Kyuhyun membuat Seohyun heran. Apakah Kyuhyun bisa mendengar isi hatinya? Tapi tidak mungkin juga, ia sudah menyukai pria itu selama 9 tahun nyatanya pria itu sama sekali tidak tahu apa – apa.

 

 

 

“tutup matamu dan tidurlah. Matamu seperti laser. Aku takut tubuhku akan berlubang kau pandangi terus – menerus.” Kyuhyun tersenyum. Ia seolah melupakan segala lukanya hari ini. Hatinya serasa ringan. Apakah ini karena Seohyun?

.

.

.

 

‘Seohyun, jagalah Kyuhyun untukku.’  Sebuah suara membuat Seohyun menegang dan tubuhnya tergerak tanpa sadar. Ia baru saja tidur 15 menit yang lalu.

 

 

 

Apakah ia tak salah mendengar? Tapi siapa yang mengatakan hal itu padanya? Apakah ia baru saja bermimpi? Ia melihat sekeliling tidak ada siapa – siapa. Ia lalu menatap Kyuhyun yang tampak nyaman tidur disampingnya. Tangan pria itu tak lepas dari lengannya. Ia menatap lembut wajah Kyuhyun. ia menyentuhkan tangannya diwajah Kyuhyun rasanya lembut dan hangat. Ia tersenyum kemudian melanjutkan tidurnya.

 

 

 

 

*****

 

 

Pagi sudah tiba, Seohyun sudah berada didapur sejak satu jam lalu. Ia bangun jam 5 pagi dan segera keluar kamar saat ia tersadar bahwa Kyuhyun ada diapartemennya. Ia ingin memasakan sesuatu untuk pria itu agar pria itu cepat sembuh. Ketika ia baru saja mencicipi makanan yang baru dibuat, ia mendengar suara langkah kaki mendekatinya.

 

 

 

“pagi noona…” sapa Jino riang. Meski wajah mengantuk sangat terlihat ia ingin menyapa kakak perempuannya. Seohyun menoleh.

 

 

 

“pagi Jino-ya, kau sudah pulang?” Jino mengangguk kemudian duduk diruang makan.

 

 

“noona tidak biasanya masak bubur, apa noona sakit?” Tanya Jino heran.

 

 

“aniya.. ini untuk Kyuhyun-ssi. Dia sakit dan menginap dirumah kita semalam.” Sahut Seohyun.

 

 

“mwo, Kyuhyun hyung menginap disini? Hanya berdua dengan noona?” Jino benar – benar terkejut hingga suaranya naik beberapa oktaf.

 

 

“jangan berpikir negative pada noonamu eoh. Kami tidak melakukan apapun. Noona hanya merawatnya. Ia benar – benar sakit. Kau bisa melihatnya dikamar noona.” Jino seolah menelan bongkahan batu besar ditenggorokannya. Ia menatap noonanya menyelidik.

 

 

“benarkah tidak terjadi sesuatu pada noona maupun Kyuhyun hyung?” ia beranjak kekamar noonanya untuk memastikan bahwa noonanya tidak berbohong.

 

 

Ia membuka pintu kamar noonanya sepelan mungkin. Ia melihat Kyuhyun tengah bergelung didalam selimut sebatas dada. Ia mendekat, ia letakkan tangannya didahi Kyuhyun. panas. Noonanya benar Kyuhyun benar – benar sakit. Ia bernafas lega sekarang. Ia segera keluar kamar dengan pelan tidak berniat membangunkan pria itu.

 

 

 

“apa Kyuhyun hyung sakit setelah menjemputmu noona?” tanyanya saat Seohyun sedang merapikan makanan dimeja makan.

 

“dia bahkan tidak menjemputku.”

 

 

“benarkah?” Seohyun hanya mengangguk. Jino manggut – manggut.

 

 

“ia datang jam 8 malam dengan keadaan basah kuyup. Saat noona membuka pintu ia hanya mengatakan tolong aku. Kemudian ia pingsan. Makanya noona membawanya masuk kekamar noona. Noona tidak enak padamu jika kau tahu ada orang asing masuk kekamarmu.”

 

 

“kenapa noona tidak menghubungiku saja?”

 

 

“sebelum noona melakukannya kau lebih dulu menghubungi noona dan mengatakan tidak akan pulang. Haruskah noona memintamu pulang eoh? Kau pasti akan kecewa pada noona.” Jelas Seohyun panjang lebar. Jino tersenyum

 

 

“kau baik sekali noona.”

 

 

“makanlah dulu. Noona akan membangunkan Kyuhyun-ssi dulu.”

 

 

****

 

 

Seohyun menatap Kyuhyun dikamarnya. Dalam hatinya terselip keinginan untuk selalu melihat pemandangan seperti ini setiap hari. Saat membuka mata ia disuguhkan pemandangan pria tampan yang sangat dicintainya. Tapi apakah mungkin? Ia menggeleng pelan. Menemani Kyuhyun semalam membuatnya terus berimajinasi tinggi.

 

 

“Kyuhyun-ssi bangunlah, sudah pagi.. Kyuhyun-ssi..” Seohyun menggerak – gerakkan lengan Kyuhyun. pria itu tetap diam saja.

 

 

“Kyuhyun-ssi bangunlah.. ini sud..

 

 

“oppa, panggil aku oppa dan aku akan segera bangun.” Gumam Kyuhyun serak namun terdengar sexy ditelinga Seohyun. Ia menggeleng pelan. Astaga, kenapa ia berpikir semesum itu eh? Ia memukul kepalanya sendiri.

 

 

“Kyu.. Kyuhyun oppa,” dan benar, Kyuhyun membuka matanya dan menatap tepat pada manic mata Seohyun.membuat degupan jantung Seohyun berpacu cepat. Ia merasa terjebak pada kedua mata indah milik pria didepannya. Kyuhyun pun sama, ia terpaku menatap Seohyun yang berada didekatnya. Pola kerja jantungnya serasa dipacu untuk lebih cepat.

 

 

 

“bangunlah, aku sudah siapkan sarapan untukmu. Kau bisa bangun sendirikan?” Tanya Seohyun berusaha mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. pria itu hanya tersenyum simpul. Sepertinya ia baru saja membuat Seohyun merasa malu.

 

 

 

“aku ingin kekamar mandi dulu.” Jawab Kyuhyun. Seohyun bergerak menjauh saat Kyuhyun mulai bangun. Ia melihat namja itu sedikit sempoyongan saat bangkit dari ranjangnya. Membuat Seohyun terus merasa cemas.

 

 

 

“kyuhyun oppa gwenchana?” tanyanya.

 

 

“nan gwenchana.” Tapi saat ia melangkahkan kakinya ia hampir terjatuh jika saja tangan Seohyun tidak cepat menangkap pergelangan tangan Kyuhyun. membuat Kyuhyun berada dalam jarak yang amat minim dengannya. Seohyun berdehem.

 

 

 

“aku akan membantumu kekamar mandi.” Akhirnya Kyuhyun dibantu Seohyun kekamar mandi. Ia dudukkan Kyuhyun dikloset lalu ia mengambil sikat gigi yang sudah dilumuri pasta serta gelas berisi air.

 

 

 

“ini baru, kau bisa memakainya.” Kyuhyun menerimanya kemudian menggosok gigi sambil menatap Seohyun. Seohyun masih saja berusaha mengalihkan pandangan darinya. Ia meminta gelas dari Seohyun untuknya berkumur. Kemudian ia dituntun kewastafel untuk melepehkan air kumurnya. Ia heran Seohyun sama sekali tidak merasa jijik padanya.. ada gadis seperti itu.

 

 

 

Selesai gosok gigi Kyuhyun ingin membasuh wajahnya dengan air dingin. tapi baru saja hampir memutar kran tangannya kembali bergetar. Membuat Seohyun menggenggam tangannya dan menatapnya penuh Tanya.

 

“aku hanya ingin cuci muka, mukaku terasa kaku.” Seohyun mengangguk. Ia kembali menyuruh Kyuhyun mendudukkan dirinya dikloset. Ia mengambil handuk kecil digantungan lalu membasahinya dengan air. Tak mengucapkan kata apapun Seohyun mengusap pelan wajah itu hingga pemilik wajah itu memejamkan matanya. Ia terus melakukan itu dengan hati – hati. Kyuhyun tampak menikmatinya.

 

“sudah,” ucap Seohyun.

 

“keluarlah aku ingin buang air kecil. Kau tak berniat mengintip bukan?” Seohyun memerah membuat Kyuhyun menyunggingkan senyum tipisnya.

 

“arra aku akan keluar. Segeralah keruang makan aku sudah menyiapkan sarapanmu.”

 

“gomawoyo Seohyunnie” gumam Kyuhyun.

 

 

****

 

Kyuhyun berjalan menuju meja makan dimana sudah terdapat seohyun dan adiknya Jino. Ia nampak ragu melangkah mendekati mereka tapi Jino lebih dulu memanggilnya.

 

“Kyuhyun hyung, kajja sarapan bersama.” Kyuhyun merasa kikuk tapi ia berusaha beranikan dirinya untuk mendekat pada sepasang saudara kandung itu. Ia tampak canggung karena Jino terus menatap kearahnya dengan pandangan meneliti.

 

“noona, bukankah baju yang dipakai Kyuhyun hyung itu milikku?” Tanya Jino pada Seohyun membuat Kyuhyun mendongak menatap mereka berdua. Seohyun tampak kebingungan.

 

“yaa, itu bajumu. Semalam baju Kyuhyun oppa basah kuyup. Tidak mungkin kan noona menggantinya dengan pakaian noona” jawab Seohyun jujur.

 

“omoo, noona yang menggantikan pakaian Kyuhyun hyung? Jeongmal?” nada suara Jino membuat Kyuhyun maupun Seohyun terkejut dan saling menatap.

 

“astaga, noona benarkah?” Tanya Jino lagi, Seohyun tak menjawab. Kyuhyun pun tak berusaha membela atau mengarang alasan. Bagaimana bisa ia mengarang, ia bahkan tak tahu kejadian yang sesungguhnya. Ia kan pingsan.

 

Kyuhyun pandangi wajah Seohyun yang tertunduk kebawah. Jino tampak tersenyum tidak jelas membuat Kyuhyun dan Seohyun hanya membungkam tanpa bicara apa – apa.

 

.

.

.

 

Setelah Jino pergi. Seohyun bersiap – siap untuk berangkat kerja. Ia menatap Kyuhyun dengan pandangan bertanya. Sebenarnya pria itu mau pulang atau tidak. Ia tidak enak meninggalkan Kyuhyun sendirian diapartemennya. Tapi ia juga tak bisa jika tidak bekerja. Apalagi Jonghyun belum kembali dari Jepang. Ia menghela nafas.

 

“Seohyunnie..” panggil Kyuhyun. ia merasa asing dipanggil seperti itu. Entahlah.. rasanya baru kali ini ada orang yang memanggilnya seperti itu. Ia mendekat kearah namja itu.

 

“bolehkah aku tinggal dirumahmu untuk sementara waktu? Aku akan menjelaskan padamu nanti. Tapi aku hanya ingin semua orang tidak mengetahui keberadaanku. Bisakah rahasiakan jika aku berada ditempatmu?” Tanya Kyuhyun. pria itu menatap Seohyun dengan tatapan memohon.

 

“baiklah, tapi aku harus pergi bekerja. Apa..

 

“pergilah, aku sudah membaik karena kau merawatku.” Sahut Kyuhyun dengan senyuman yang terpasang dibibir tebalnya. Membuat Seohyun ikut tersenyum.

 

“baiklah aku pergi dulu oppa. Jangan kemanapun karena kau belum pulih benar. Apa kau ingin menitip sesuatu?” Tanya Seohyun padanya.

 

 

“tidak. Cukup kembali dengan segera. Aku tidak ingin terlalu lama sendirian.”

 

“arraseo. Aku pergi oppa.” Kyuhyun mengangguk. Ia ikut mengantar Seohyun hingga pintu depan.

 

“istirahatlah kembali jika merasa lelah.”

 

“kau cerewet sekali Nona Seo. Aku akan istirahat. Kau pergilah sebelum terlambat.” Kyuhyun pura – pura marah tapi tak membuat Seohyun marah pula. Ia malah merasa sangat bahagia. Terlihat dari cara gadis itu tersenyum.

 

“baiklah Tuan Cho.”

 

“seohyunnie..” panggil Kyuhyun saat Seohyun sudah berjalan beberapa langkah. Seohyun berhenti namun belum membalikkan badannya.

 

“hati – hati Seohyun..” gumam Kyuhyun membuat Seohyun tersenyum dan terus melangkahkan kakinya. Kyuhyun membuat kerja jantung Seohyun pagi ini benar – benar memburuk.

 

 

Tak jauh beda dengan Seohyun. Kyuhyun pun merasakan hal yang sama. Bedanya ia tak menganggap apa yang ia rasakan pada Seohyun adalah perasaan lebih. Kyuhyun menutup kembali pintu apartemen Seohyun. Ia menuju kamar Seohyun. Tadi pagi ia melihat ponselnya dinakas Seohyun. Ia segera mengambil ponselnya dan menyalakannya. Sejak kemarin saat ia meninggalkan kantor ia memang sengaja mematikan ponselnya

 

 

Banyak sekali panggilan masuk terutama dari ibu dan adiknya. Kyuhyun tak ingin memikirkan keluarganya terlebih dahulu. Tidak, ia belum bisa menerima kenyataan pahit itu. Ia segera menghubungi seseorang.

 

“yoboseyo hyung..”

 

“Kyuhyun? kau dimana eoh? Semua orang mencarimu tahu cepat kembali kekantor. Kau harus menghadiri rapat penting siang ini jika kau lupa.” Yesung memberondongnya dengan banyak pertanyaan.

 

“aku tidak akan kekantor kau bisa jadi wakilku kan. Ahh ya, hyung, tolong kirimkan pakaianku. Alamatnya akan segera kukirim lewat pesan. Dan ingat jangan coba beritahu siapapun jika aku menghubungimu, gomawo.” Kyuhyun menutup panggilannya sepihak. Tidak  tahu saja dia bahwa orang diseberang sudah siap memuntahkan amarah padanya tapi ia harus menelannya bulat – bulat karena panggilannya diputus secara sepihak.

 

Dasar bos gila menyebalkan,

 

*****

 

Sohee pergi kekantor pagi ini. Ia ingin menemui Yesung. Satu – satunya pria yang dekat dengan oppanya. Mungkin saja pria itu tahu dimana keberadaan oppanya saat ini. Sejak kemarin oppanya sangat sulit dihubungi. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada oppanya.

 

“yesung oppa.. apa kau sudah mendapat kabar tentang Kyuhyun oppa?” Tanya Sohee tanpa permisi, membuat pria berkepala besar itu terjengit kaget.

 

“bisakah sopan sedikit? Aku sedang serius, kau membuatku terkejut. Bagaimana jika aku mati eoh? Aku bahkan belum menyelesaikan laporan yang harusnya dikerjakan kakakmu.,,”

 

Yesung terus saja berceloteh makin membuat Sohee merasa pusing. Ia menghela nafas sejenak kemudian menatap Yesung serius.

 

“arra mianhae, apa Oppa tahu dimana Kyuhyun oppa?” Tanya Sohee dengan nada yang terdengar benar – benar lelah. Yesung prihatin, tapi ia tak bisa mengatakan yang sebenarnya pada Sohee. Tidak sebelum ia tahu permasalahan apa yang sedang menimpa keluarga sahabatnya itu.

 

“aniyo, Kyuhyun sama sekali tak menghubungiku. Aku mencoba menghubunginya ratusan kali sejak kemarin Karena hari ini dirinya memiliki rapat penting. Tapi ponselnya tidak aktif kurasa.” Bohong Yesung.

 

“aku juga berusaha menghubungi oppa sejak kemarin tapi hasilnya sama saja.” Sohee mendudukkan dirinya dikursi depan meja kerja Yesung. Sohee sepertinya habis menangis. Yesung bisa melihatnya, mata Sohee begitu sembab.

 

 

“sebenarnya ada apa Sohee-ya? Kenapa kau terlihat menyedihkan seperti ini?” Tanya Yesung,

 

 

To be continue…

 

 

Akhirnya selesai juga part 11, gimana konfliknya udah puas belum? Sebenarnya ada lagi konflik yang akan muncul tapi nanti. 😀 SKM udah banyak kan? Jangan merasa SKM kurang. Itu sudah sesuai porsinya kekeke… XD

 

Gomawo readers yang sudah mampir dan meninggalkan jejak atau sekedar mampir aja.. kalian selalu menjadi motivasi.. sekian dulu yee annyeong^^

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

19 thoughts on “HIDDEN LOVE Part 11

  1. Kasian ih kyuhyun,Menyakitkan memang mengetahui sebuah kebenaran. Ah,seohyun sama kyuhyun udah deket,semoga mereka cepet cepet bersatu, next ya.. fighting^^

    Liked by 1 person

  2. Kasian kyu oppa…….
    Tinggal aja ma seo eonni…
    Xixixixix
    Next…aq suka tiap momentxaa….
    Next part tambah lage skmxaaa…
    Hwaiting

    Like

  3. kasih bngt kyu, udh tau lw dy bkn anak kandung tn cho, utung da seo yg sllu baik hti mw bntu kyu tn cho knpa ga mkir dlu mw bercerai tar myesal, lagian knapa baru ungkapan pdhal udh hidup brsma smpe 29th dgn ny cho,

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s