Posted in Uncategorized

HIDDEN LOVE Part 8

Author                  : Lestari Choding.

Genre                    : sad and romance

JJS                           : twitter @chodingcho97 facebook Lestari Cho

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : Chapter.

Note                       : mian yaa janji gw post semalem tapi mata bener2 udeh nggak nahan banget.. jadinya baru dipost malem ini. Gomawo buat kalian yang sudah meluangkan waktu untuk sekedar baca epep abal2 punya gw…

Mulai part ini SKM dimulai,, tapi bertahap supaya feelnya dapet and sebenernya gw pengen update sekaligus 2 part malam ini.. tapi kayaknya mata gw ude merah deh.. tadi siang nggak bocan sih *reader: nggak Tanya -_-* okelah guyon 😀 Typo selalu nggak keliatan dimana tempatnya..

No Plagiat!!!! Malu – maluin tahuuu -_-

ANTI-SEOKYU you have to go out from here or you just hurt yourself XD

 

HAPPY READING^^

 

 

10342434_496166813843062_5025543887636267734_n

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seven years Later…

 

Seorang pria dan wanita tengah menenteng koper besar. Keduanya baru saja mendarat dari London. Tujuh tahun berlalu tampaknya membuat keduanya sangat rindu pada tanah kelahirannya dan juga merindukan orang tuanya yang sejatinya sudah tidak ada didunia.

 

“hei Kau..” teriak seorang gadis pada pria itu. Pria itu sontak menoleh karena merasa ia dipanggil.

 

 

Pria itu hanya menurunkan kacamata sembari memandang aneh gadis yang baru saja meneriakinya itu. Dalam hati pria itu tertawa karena berhasil mengerjai kekasihnya. Gadis itu mendekat tanpa pikir  panjang memukul pria itu dengan tas yang dibawanya dari rumah.

 

 

“dasar pria kurang ajar. Kau bahkan pulang tanpa mengabariku. Hebat sekali kau” Krystal terus saja memukuli Jino tanpa ampun.

 

 

“hei stop it. It hurt me,” kata Jino dalam bahasa inggris sambil melindungi kepalanya.

 

 

“You think I’ll care with you. Just in your dream.” Gadis itu pergi begitu saja. O oww sepertinya kekasihnya kali ini benar – benar marah. Seohyun yang sedari tadi menyaksikan keduanya berkelahi hanya mendiamkannya saja. Salah siapa mengusik wanita. Belum tahu saja dia kalau wanita marah akan sangat menyeramkan.

 

 

“kalian sudah sampai? Bukankah seharusnya Krystal menjemput kalian? Kemana gadis itu?”  Tanya Jonghyun yang hanya dibalas senyuman Seohyun berbeda dengan Jino yang malah mempoutkan bibirnya kesal. Jonghyun pasti benar lagi kali ini.

 

 

“dia marah lagi padamu ya? Kasihan sekali kau. Seohyun ayo kubantu.” Jonghyun membantu membawa koper Seohyun. Meninggalkan Jino.

 

 

‘tidak adiknya tidak kakaknya sama – sama menyebalkan.’ Batinnya menggerutu.

 

 

 

*****

 

 

Sohee tengah sibuk memilih konsep untuk pernikahannya. Pria beruntung itu adalah Jay park. Seorang anak pengusaha kaya raya yang jatuh hati pada Sohee hanya karena hal yang sama sekali tidak pernah diduga sebelumnya.

 

“oppa, bagaimana kalau pernikahan kita dengan konsep out door. Aku ingin mengadakannya didekat pantai.” Tanya Sohee pada tunangannya.

 

“apapun untukmu chagi. Kita bisa menggunakan resort keluargaku untuk tempatnya jika kau memang menyukai yang seperti itu.” Jawab Jay Park santai.

 

“oppa setuju?” Tanya Sohee untuk meyakinkan dirinya sendiri.

 

“kenapa tidak.” Tiba – tiba saja deringan ponsel yang berasal dari milik Sohee membuyarkan suasana romantic yang sudah tercipta. Sohee mengangkatnya.

 

“yoboseyo?”

 

“Annyeong Sohee-ya? Kau masih mengingatku?”  Sohee tampak berpikir.

 

“emm nuguya? Ahh chakkaman. Seohyun-ah?” tebak Sohee membuat Jay terperanjat Karena gadis itu sedikit berteriak.

 

“kukira kau sudah lupa padaku.”

 

 

“haha, tidak mungkin aku lupa padamu. Apa kau masih diLondon?”

 

 

“aniya, aku baru saja sampai Seoul tadi pagi. Rencananya aku ingin menemuimu malam ini. Apa kau ada waktu?”

 

 

“tentu saja. Jemput aku dirumah ya.”

 

 

“tapi..”

 

 

“tidak ada penolakan.” Flip, sambungan ponsel ditutup Sohee tanpa peduli jika nantinya Seohyun akan menggerutu.

 

 

“kenapa kau matikan tiba – tiba sayang?” Tanya Jay.

 

 

“gwenchana oppa..” jawab Sohee tersenyum

 

 

Dilain tempat~~

 

 

Aissh, apa gadis itu gila? Menyuruhku menjemputnya dirumah. Yang benar saja. Sampai detik ini saja aku masih sulit mengendalikan hatiku jika bertemu dengannya. Padahal aku menetap diLondon sudah lama. Aku memang beberapa kali bertemu dengannya jika Jonghyun oppa punya urusan bisnis dengan pria itu. Selebihnya aku tak terlalu ingin peduli pada kehidupannya. Meski Sohee akan berkicau seperti burung.

 

 

“noona..” panggil Jino manja.

 

“apa?”

 

“bantu aku. Krystal benar – benar marah padaku noona. Aku harus bagaimana?” Jino tampak frustasi menghadapi kekasihnya, yahh ia akui ini juga salahnya. Sejak dua bulan lalu Jino memang jarang bahkan hampir tidak pernah menghubungi gadisnya.

 

 

Kalau saja Krystal tahu bahwa waktu itu Jino sedang berjuang untuk skripsinya. Menjadi calon dokter membuat ia sangat sibuk dengan kegiatan yang berbau rumah sakit. Dan karena itulah ia mengabaikan kekasihnya.

 

 

“mau bagaimana lagi. Kau kan sudah bertahun – tahun menjadi kekasihnya. Tidakkah kau hafal segala tingkahnya. Dan cara menenangkannya.” Perkataan Seohyun membuat Jino terhenyak.

 

 

“tapi baru kali ini dia benar – benar marah padaku noona.”

 

 

“coba minta maaflah langsung padamu. Itu salahmu juga, kau terlalu memforsir kegiatanmu sehingga kau mengabaikannya. Jangankan dirinya, kau bahkan tidak mengurus kesehatanmu dengan baik. Katanya calon dokter.”

 

 

“hehehe”

 

 

****

 

Seorang pria berkacamata tengah menatap serius pada setiap kertas yang ada dimeja kerjanya. Ia adalah Kyuhyun. Ia benar – benar menjadi workaholic yang gila. Hampir satu hari penuh ia habiskan untuk bekerja. Semenjak ditinggal mati oleh istrinya, pria itu benar – benar menutup diri dari apapun. Tidak peduli seberapa keras orang tuanya membuat ia mencoba menyukai gadis lain. Tetap saja pria itu tidak mampu melakukannya.

 

yoona-snsd-khoe-sac-cung-trai-dep-ang-geun-suk

 

 

 

 

Ia mengelus frame yang berisi foto istrinya dengan kemeja putih. Ia tersenyum. Sejujurnya ia sangat lelah hidup seperti ini. Tapi ia tidak punya pilihan lain. Ia tak ingin hatinya terbagi dengan gadis lain selain istrinya. Makanya ia menutup diri.

 

 

 

“aku merindukanmu sayang.” Gumam Kyuhyun lirih. Yesung yang tadinya ingin menyapa Kyuhyun sedikit enggan. Ia merasa tidak enak. Sepertinya pria itu sedang merindukan mendiang istrinya.

 

 

“masuklah hyung, gwenchana.” Yesung tersentak, tapi ia berusaha menormalkan wajahnya supaya Kyuhyun tidak curiga jika ia beru saja mendengar apa yang dikatakan pria itu.

 

 

“aku hanya ingin mengatakan padamu jika dua hari kedepan kau harus keBusan, proyek disana mengalami sedikit masalah.”

 

 

“baiklah hyung, gomawo.”

 

 

“kyu…” Kyuhyun mendongak menatap pria yang sudah ia anggap hyungnya.

 

 

“jangan terpuruk terlalu dalam. Ada kalanya masa lalu itu cukup dikenang. Jangan menyiksa dirimu lebih lama lagi, ini bahkan sudah 7 tahun berlalu. Kau tahu, cukup sekali kau menyakitinya, sekarang jangan sakiti dirimu sendiri. Itu tidak akan memperbaiki keadaan.” Nasehat Yesung. Pria itu segera berlalu meninggalkan Kyuhyun dalam ruangannya.

 

 

Seharusnya dia tidak berkata seperti itu pada Kyuhyun. Kyuhyun itu sangat tidak suka ketika privasi dirinya diusik orang lain. Bahkan jika itu adalah Yesung, entah apa yang akan dilakukan pria itu pada hyungnya.

 

 

 

******

 

 

Sepulang kerja kyuhyun tidak langsung pulang kerumah melainkan ia mampir ketempat seseorang.

 

“kau datang.” Gadis itu cukup terkejut saat ia melihat Kyuhyun didepan pintu apartemennya.

 

“kenapa tidak langsung pulang?” tanyanya. Tapi Kyuhyun hanya diam saja. Setelah mengganti sepatu dengan sandal rumah pria itu langsung mendudukkan dirinya disofa dan memejamkan mata.

 

 

Gadis itu sudah sangat hafal dengan segala sikapnya. Sebagai seorang psikolog dia benar – benar mengerti bagaimana keadaan Kyuhyun yang sebenarnya. Ia berlalu menuju dapur untuk membuatkan coklat hangat.

 

 

“minumlah Kyu, kau tampak lelah.” Kyuhyun segera membuka mata dan menerima secangkir coklat hangat.

 

 

“gomawo.” Gumamnya. Ia menyesap coklat hangat dan meletakkannya pada meja.

 

 

“aku lelah Ahyoung-ah.” Gadis yang dipanggil Ahyoung itu berusaha tidak menimpali perkataan Kyuhyun terlebih dahulu. Ia tahu pria itu sudah sangat lelah dan ia butuh untuk didengarkan.

 

 

Sejak pertemuannya empat tahun lalu, gadis itu _Ahyoung_ mengenal Kyuhyun ketika pria itu sangat mabuk dan tak seorangpun peduli padanya. Karena rasa ibanya pada pria itu akhirnya ia memutuskan untuk membawa pria itu pulang keapartemennya, dari situlah mereka mulai dekat.

 

 

“Yesung hyung, menyuruhku berhenti memikirkan masa lalu. Tapi aku tidak bisa, bayangan Yoona yang sedang terluka menangis karena aku terus saja menghantuiku. Aku merasa sangat bersalah padanya.” Kyuhyun mencurahkan isi hatinya.

 

 

“Yesung-ssi berkata seperti itu karena ia tak ingin melihatmu terus seperti ini.” Kata Ahyoung.

 

 

“tapi aku tak bisa Ahyoung-ah, kau bahkan sudah mengenalku sejak empat tahun lalu.”

 

 

“kau hanya belum mau mencoba, tidak harus berubah total. Untuk saat ini cobalah melupakannya dengan perlahan. Sambutlah seseorang untuk masa depanmu.” Kyuhyun membuka matanya. Sejujurnya apa yang dikatakan gadis itu benar. Dia memang enggan mencoba. Bagaimana mau mencoba, hatinya bahkan sangat tidak membiarkan seorangpun menerobos dalam hidupnya.

 

 

“Yesung hyung juga pernah berkata padaku bahwa ia menyarankanku untuk menyukaimu. Bagaimana menurutmu.” Kyuhyun menatap manic mata gadis itu sungguh – sungguh.

 

 

“kau tidak akan pernah jatuh cinta padaku Kyuhyun, karena aku memang tidak ditakdirkan bersama duda menyebalkan sepertimu. Hahaha” Ahyoung menyahuti perkataan Kyuhyun dengan tawa. Sebenarnya memang tidak menutup kemungkinan jika suatu hari nanti dirinya akan jatuh cinta pada Kyuhyun. Tapi entah bagaimana bisa hatinya terkunci hanya untuk satu nama. Dan mungkin saja untuk selamanya.

 

 

“kau sendiri kenapa sampai sekarang kau belum punya pasangan eoh? Kau sungguh tidak laku ya? Mau kubantu supaya kau cepat laku?” goda Kyuhyun.

 

 

“kau kira aku sepertimu eoh. Bahkan patner kerjamu saja mengejar – ngejarku terus.” Gerutu Ahyoung.

 

 

“nuguya?”

 

 

“Spencer Lee.” Kyuhyun tertawa, Spencer Lee atau biasa disebut Lee Hyuk Jae memang suka menggoda wanita.

 

 

“kau tidak mau bersamanya?”
“kau saja aku tidak mau apalagi dia.”

 

“yaaa, kau kira aku seburuk itu eoh.”

 

“annia.”

 

 

****

 

 

Sesuai janjinya Seohyun menemui Sohee dirumahnya, beruntung sekali rumah sedang sepi jadi dia hanya berdua dengan gadis itu.

 

“bagaimana hidupmu diLondon? Apa kau sudah bertemu pria tampan disana?” Tanya Sohee antusias.

 

 

“tentu saja, tapi tidak satupun dari mereka menarik perhatianku.” Balas Seohyun.

 

 

“wae? Apa kau tidak laku? Apa bossmu yang tampan itu tidak jatuh cinta padamu?” Tanya Sohee sekaligus.

 

 

“kau kira hidupku seperti drama korea? Boss jatuh cinta dengan sekertarisnya begitu?” sungut Seohyun tapi tidak mengurangi senyum diwajahnya. Sohee mengangkat bahunya,

 

 

“mungkin saja kenapa tidak?”

 

 

‘bagaimana aku bisa seperti itu sedangkan setiap detiknya bayangan kakakmu selalu muncul dalam ingatanku’ batin Seohyun. Sohee yang melihat Seohyun melamun mengangkat kedua tangannya

 

 

“kenapa melamun? Ada yang kau pikirkan?” Tanya Sohee.

 

“anniya,, kau belum mengenalkanku pada tunanganmu. Bagaimana dia?” Seohyun menyeruput minuman yang disediakan untuknya.

 

“dia sangat baik padaku, aku sangat nyaman bersamanya, sebentar lagi kami akan menikah.”

Sohee menimpali ucapan Seohyun dengan perasaan yang begitu gembira.

 

“baguslah, kuharap kau bahagia.”

 

“Jino bagaimana? Apa dia sudah punya kekasih?”

 

“sudah, bahkan sebelum kami pindah keLondon. Rasanya melegakan melihat sebentar lagi ia menjadi dokter.”

 

“wahh, hebat sekali. Siapa kekasihnya.”

 

“adik sepupu bossku.”

 

“apaaa??”

 

****

 

 

Pagi menyapa, meski tirai jendela sudah dibuka seorang pria tampaknya sama sekali tak berniat meninggalkan ranjangnya. Ahyoung hanya bisa mendesah ketika lagi – lagi pria itu bertindak seenaknya dirumahnya.

 

 

“yaa, Kyuhyun-ah.. apa kau akan tidur terus hah? Kau tak bekerja eoh?” teriak Ahyoung supaya Kyuhyun bangun.

 

 

“lima menit lagi Yoona-ya, jangan ganggu aku.” Gumam Kyuhyun. Ahyoung terdiam. Sepertinya membuat Kyuhyun bangkit dan melupakan masa lalunya merupakan hal yang sulit baginya. Ini bahkan sudah bertahun – tahun tapi hasilnya tetap nihil. Ahyoung lebih memilih meninggalkan pria itu dan menuju kamarnya sendiri.

 

 

Tak lama kemudian Kyuhyun mulai menggeliat dan membuka matanya. Ia mulai mengerjap – ngerjapkan matanya.

 

 

‘ini bukan kamarku’ batinnya. Lalu ia teringat jika semalam dirinya memang menginap dirumah Ahyoung. Ia segera menuju kamar mandi menncuci muka.

 

 

“Ahyoung-ah. Kau masak apa hari ini?” sapa Kyuhyun.

 

 

“roti bakar dan telur. Tak apa kan? Aku kehabisan bahan makanan.”

 

 

“ya. Tak apa.” Sahut Kyuhyun sambil minum.

 

 

*****

 

Seohyun baru saja melangkahkan kakinya hampir mencapai ruangannya sebelum Jonghyun berhasil membuatnya berhenti.

 

“ada apa sajangnim?” Tanya Seohyun sopan. Meski diluar kantor Seohyun selalu memanggilnya oppa,

 

“bisakah kau mewakiliku untuk bertemu CEO Cho Corp. aku harus pergi keJepang. Eomma ku mendadak sakit. Bisakah?” Jonghyun tampak kebingungan.

 

“tentu.. tentu saja, geunyang.. onje?” Seohyun hanya memikirkan betapa menderitanya Jonghyun saat ini. Ibunya sakit dan ia masih harus memikirkan pekerjaan. Ia lupa siapa yang akan ia hadapi nantinya.

 

“gomapta, mungkin jam 10 nanti. Kau sudah menyiapkan berkas yang kuminta kemarin kan?”

 

“sudah sajangnim.”

 

“baiklah, untuk beberapa hari tolong tunda semua jadwalku. Kau hanya perlu melakukan apa yang kuperintahkan selanjutnya arra.”

 

“arraseo.”

 

“baiklah aku akan pergi kebandara sekarang. Annyeong.”

 

“josimhaeyo sajangnim”

 

 

Other place..

 

 

Seorang pria tengah sibuk dengan dokumen. Ia nampak serius dengan berkasnya. Seohyun baru saja memasuki café tempat ia bertemu dengan CEO Cho Corps.

 

 

“jeoseonghamnida sajangnim saya sedikit terlambat.” Seohyun membungkukkan badan. Kyuhyun menatap gadis itu. Tampaknya ia mengenal suara gadis ini, tapi siapa? Seohyun mendongak.

10576958_447973365344584_4864755540044269272_n

 

Ada yang salah dengan jantungnya. Kenapa ia baru sadar jika yang akan ia temui adalah Kyuhyun. Astaga, ia lupa. Cho Corps kan memang perusahaan pria itu. Bagaimana dirinya melupakan hal itu.

 

10150518_635897053203370_9071465756927741689_n

 

“ehm, gwenchana anjuseyo.”

 

 

 

“gomapseumnida sajangnim.”

 

“Jonghyun-ssi eodiseoyo? Mengapa kau yang datang?” Tanya Kyuhyun.

 

“Sajangnim pergi keJepang. Orang tuanya sedang sakit.”

 

“oh arra,, kajja kita mulai membahas proyek.”

 

 

Setelah dua jam mereka membahas proyek penting yang akan dijalankan. Mereka mulai undur diri. Seohyun yang pertama undur diri. Saat ini hujan tengah turun dengan lebatnya. Membuat ia yang sedang menunggu taksi tampaknya harus sedikit bersabar. Tiba – tiba sebuah mobil berhenti didepannya. Ia sedikit terkejut.

 

“Seohyun-ssi masuklah, hujan sepertinya tidak akan berhenti dalam waktu dekat.” Ajak Kyuhyun.

 

“animida sajangnim, saya tak ingin merepotkan anda.” Tolak Seohyun halus.

 

“gwenchana masuklah.”

 

“ani sajang woaaaa.” Seohyun langsung menunduk takut ketika tiba – tiba ada kilat disertai petir yang memekakkan telinga. Ini memang kelemahannya. Ia takut petir. Kyuhyun buru – buru keluar dari mobil dan menyampirkan jasnya pada tubuh Seohyun. Ia menatap khawatir gadis itu yang sepertinya sudah menangis.

 

“Seohyun-ssi gwenchana?” Tanya Kyuhyun, Seohyun tetap menunduk dan menangis.

 

“kajja, aku akan mengantarmu kekantor.” Kyuhyun memapah Seohyun masuk mobilnya. Seohyun tetap menunduk karena ia sangat malu sekarang. Sambil menyetir Kyuhyun melirik gadis itu. Ia tersenyum kecil.

 

“sajangnim jeoseonghaeyo saya merepotkan anda.” Kata Seohyun memecah keheningan. Kyuhyun menoleh.

 

 

“gwenchana Seohyun-ssi, aku senang bisa menolongmu.” Seohyun menatap Kyuhyun yang sibuk menyetir. Entah kenapa hatinya menghangat hanya karena mendengar Kyuhyun mengatakan hal itu.

“sebaiknya anda menurunkan saya disini saja sajangnim, saya tidak mau karyawan lain memandang saya turun dari mobil anda.”

 

 

“arraseo.” Seohyun segera turun. Ia hendak mengembalikan Jas Kyuhyun. Tapi dengan tegas pria itu menolaknya.

 

 

“diluar masih hujan, pakailah untuk menghangatkan dirimu. Aku harus segera pergi, annyeong Seohyun-ssi.” Pria itu segera melesat pergi.

 

 

Seohyun segera berlari menuju kantornya sebelum ia basah. Sesampainya ia diruangannya, ponselnya bordering.

 

 

‘Jonghyun oppa’s calling’

 

“yoboseyo sajangnim?” sapa Seohyun.

 

“yoboseyo Seohyun-ah, bagaimana dengan pertemuanmu dengan Kyuhyun?”

 

“berjalan lancar seperti yang diinginkan sajangnim. Kita tinggal menunggu waktu melakukan proyek itu.” Terang Seohyun.

 

“ahh, baguslah. Aku mungkin sedikit sibuk disini. Tidak apakan semuanya kuserahkan padamu?”

 

Jonghyun nampak enggan, bukan ia tak percaya pada Seohyun. Hanya saja ia kasihan. Gadis itu saat ada dirinya saja ia sangat bekerja keras apalagi tidak ada dirinya. Mungkin akan bertambah dua kali lipat dari  biasanya.

 

“tenang saja oppa, kau bisa mengandalkanku.” Seohyun meyakinkan Jonghyun.

 

 

“baiklah aku tutup.” Seohyun meletakkan ponselnya diatas meja. Ia meraba pipinya dan dengan sadar ia mencubit kedua pipinya sendiri. Jujur saja ia masih tak percaya. Sungguhkah ia baru saja bertemu Kyuhyun? Jika ini mimpi ia berharap tak seorangpun akan mengganggu mimpi indahnya. Tapi tidak mungkin juga jika ini mimpi. Ia saja masih mengenakan Jas pria itu. Tanpa sadar ia mengulas senyum.

tbc

 

 

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

21 thoughts on “HIDDEN LOVE Part 8

  1. ah kyuppa sudah serumah sama Ahyoung, kalo seo eonni tahu kan pasti mikirnya yang enggak enggak.
    btw, si kyu nginep di apartement ahyoung itu sering apa jarang eon?
    next eonni, hwaiting!

    Like

  2. Wooah…
    Mulai ada perkembangan kyu-seohyun

    Lumayanlah… Dr pd dl seohyun mnderita cnta sepihak..
    Ayo… Seohyun kejar si duda tampan… Hihihi..

    Ditunggu lanjutannya..

    Like

  3. aku baru baca masa :3
    duh y itu seohyun pasti canggug bgt ngeliat kyuhyun.. harus profesional biar gk ketauan huhu T.T #pengalaman pribadi
    keren di tunggu next part.a ^^

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s