Posted in Uncategorized

HIDDEN LOVE PART 5

Author                  : Lestari Choding.

Genre                    : Romance.

Cast                       : Seokyu and other cast

Length                  : Chapter

Socmed                 : twitter @chodingcho97

Facebook Lestari Cho

Note                       : nggak akan banyak cuap2.. karena aku Cuma pengen share ff aja, mau kalian baca atau nggak terserah aja.. XD , bakal banyak ujian, so aku post ff yang udah pernah aja, When I Fallin love with you sama Me, you and my twin mungkin lanjutnya lama. Gitu aja..

Typo menjamur sudah biasa.. nggak suka? Nggak usah berani2 baca ya.. 😀

 

HAPPY READING^^

 

 

Jino tidak peduli dengan segala teriakan Krystal hingga ia merasa sudah jauh dari Krystal ia baru memelankan langkahnya. Sungguh ini tak pernah ia perkirakan sebelumnya, apakah seperti ini yang dirasakan Jaehyun saat melihat Ayumi sigadis jepang yang ia suka bersama Kazuto.

 

 

Apakah seperti ini rasanya? Mengapa sangat tidak menyenangkan? Ia menggelengkan kepalanya. Tidak! Ia tidak boleh terpengaruh dengan Krystal. Itu akan menghalangi Jino untuk fokus pada sekolah dan juga pekerjaannya. Tapi ia tidak bisa untuk tidak menoleh kebelakang. Dan seketika pandangannya berubah menjadi sayu. ‘dia tidak mengejarku. Mungkin aku hanya mainan untuknya.’

 

 

*****

 

 

Seohyun merasa lelah sekali. Ia melihat jam dinding telah menunjukkan pukul sepuluh malam. Tapi kenapa Jino belum pulang juga? Pikiran buruk mulai muncul. Tapi tidak berapa lama ia mendengar suara pintu terbuka. Segera saja Seohyun menghampiri adiknya.

 

 

“kau kemana saja eoh. Ini sudah malam kenapa baru pulang?” tanya Seohyun khawatir.

 

“aku bermain bersama Jaehyun dan Taeyong makanya aku pulang malam.” Sahut Jino seadanya. Keadaan hatinya cukup buruk hari ini itu membuatnya sedikit enggan meski hanya untuk berkata singkat.

 

“kau sudah makan?”

 

“sudah. Aku lelah noona aku masuk dulu.” Seohyun heran dengan tingkah adiknya. Tidak biasanya ia seperti itu meski Jino tergolong pria pendiam. Tetap saja ada yang berbeda hari ini.

 

‘apa kau baik – baik saja Jino-ya, noona khawatir padamu.’ Kata Seohyun dalam hati.

 

 

Seohyun membaringkan tubuhnya diranjang. Ia masih mengingat dengan jelas ucapan Sohee saat dikampus. Kakaknya akan segera menikah. Kyuhyunnya akan menjadi milik orang lain. Hahaha, milik? Ia bahkan tak pantas berkata seperti itu meski itu hanya untuk dirinya sendiri.

 

 

Setetes air mata jatuh membasahi pipinya. Ia mengusap kasar pipinya. Ia tidak boleh menangis, ia sudah berjanji apapun yang terjadi ia harus ikhlas. Ia bahkan tak ada apa – apanya dengan kekasih pria itu. Dia memejamkan matanya. Mencoba mengistirahatkan pikirannya dari berbagai hal. Ia sudah sangat lelah dengan tugas kampus karena ia mengambil jadwal yang membuatnya harus bekerja ekstra dan bisa membagi waktunya.

 

 

 

****

 

 

 

Kyuhyun menatap langit – langit kamarnya. Sebentar lagi akan menjadi seorang suami. Suami dari gadis yang sangat ia cintai, ia tersenyum membayangkan betapa akan bahagianya ia mengarungi bahtera rumah tangga dengan orang yang dikasihinya. Yoona Ichigo, ahh rasanya ia ingin bermimpi tentang gadis itu. Lebih baik ia tidur saja. Selamat tidur Cho Kyuhyun..

 

 

Sohee berjalan malas kemeja makan. Ia sama sekali tidak bersemangat sarapa bersama. Mungkin karena rasa tidak sukanya pada Yoona, tapi sebisa mungkin ia menutupi rasa itu. Ia tidak boleh memperlihatkan itu didepan kakaknya. Bagaimanapun juga Yoona sudah dipilih kakaknya menjadi pendamping hidup.

 

“pagi.” Sapa Sohee malas.

 

“pagi.” Jawab orang – orang yang ada disitu.

 

“kau kenapa Sohee-ya, apa kau sakit?” tanya Ny. Cho khawatir. Sohee tersenyum.

 

“aniya eomma,, aku baik – baik saja.”

 

“makanlah Sohee-ya,, kami akan segera pergi menyiapkan keperluan pernikahan kakakmu bulan depan.” Kata Ny. Cho

 

“iya, ikutlah saeng..” sahut Kyuhyun memandang Sohee tersenyum.

 

“aniya oppa, aku ada tugas yang harus kukerjakan.”

 

“tidak bisakah ditunda?” harap Kyuhyun.

 

“aniya oppa, mungkin saat kau dan eonnie fitting gaun aku akan ikut.”

 

“arraseo jika kau memang tidak mau.” Kyuhyun pasrah.

 

“mianhae oppa.”

 

“setelah kau menikah dengan Yoona, kau uruslah cabang perusahaan yang ada diKanada. Aku ingin kau mengurus segalanya. Dan kau Yoona. Jangan menyusahkan Kyuhyun meski nanti statusmu adalah istrinya.” Kata Tn. Cho tegas.

 

“appa,,” gumam Kyuhyun.

 

“arraseo abeoji. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk Kyuhyun.”

 

“tapi abeoji, sebelum acara pernikahan kami, kami ingin berkunjung keBusan. Kami ingin menemui orang tua kandung Yoona. Bagaimanapun juga mereka harus hadir diacara pernikahan kami.” Kata Kyuhyun mantap.

 

“baiklah. Selesaikan dengan segera dan jangan menunda.” Jawab Tn. Cho.

 

Meski ia sangat keras dengan anaknya, tidak maksudnya hanya dengan Kyuhyun. Ia tetap menyayangi putranya. Memang dilihat sekilaspun akan terlihat betapa tidak pedulinya ia pada putranya itu. Karena ada satu rahasia yang ia ketahui tanpa mereka ketahui dan itu menyangkut Kyuhyun juga istrinya.

 

Dan semenjak itu. Pria itu bahkan hanya mengatakan sesuatu jika itu benar – benar perlu untuk dikatakan. Yaa rahasia itu cukup mengecewakan pria paruh baya itu. Biarlah. Biarlah itu menjadi rahasianya. Meski sangat melukai harga dirinya biarlah cukup ia yang terluka. Tidak orang lain.

 

@office

 

 

Jonghyun baru saja mengadakan rapat dengan para pengusaha yang bergerak dibidang yang sama dengannya. Ia meregangkan otot – otot kepalanya yang terasa kaku akibat terlalu serius dengan pekerjaannya.

 

“secangkir kopi hangat untukmu Tuan Hong.” Kata Seohyun sembari meletakkan secangkir kopi dimeja Jonghyun. Jonghyun tersenyum hangat.

 

“gomawo Hyun-ie.” Kata Jonghyun. Sudah hampir sebulan ia bekerja dengan Seohyun dan ternyata perangai gadis itu secantik wajahnya. Membuat ia merasa nyaman dan akrab dengan Seohyun

.

“kau terlihat lelah oppa, apa kau sudah makan? Apa aku perlu mencarikanmu makanan?” tanya Seohyun khawatir.

 

“aniya. Aku akan istirahat sejenak,” tiba – tiba telepon kantor berdering Jonghyun segera mengangkatnya.

 

“ada apa?”

 

“Tn. Cho ingin menemui anda, kata beliau ia sudah membuat janji sebelumnya dengan anda.” Kata petugas resepsionis ditelepon.

 

“ahh ya, suruh dia masuk. Aku sudah menunggunya.” Kata Jonghyun sambil menutup telepon.

 

“siapa oppa?” tanya Seohyun yang sedang merapikan berkas – berkas dimeja Jonghyun.

 

“Client dari Cho Corps. Ia ingin bertemu denganku.”

 

“Cho Corps? Apa aku harus keluar oppa?”

 

“tidak perlu, kau kan sekertarisku.”

 

“arraseo.”

 

Tak berapa lama pintu ruangan Jonghyun terbuka.

 

“annyeonghaseyo Tuan Hong.” Sapa seorang pria. Yang ternyata Cho Kyuhyun. Sejauh ini penglihatan Seohyun masih normal.

 

“ahh Tuan Cho kau sudah datang?” sapa Jonghyun. Mereka berjabat tangan. Kyuhyun tidak sendiri. Ia bersama kekasihnya.

 

“maaf mengganggu waktumu sobat. Aku datang kesini ingin memberikan undangan pernikahanku padamu. Aku tak ingin kau mengetahuinya dari orang lain. Mengingat kita sudah menjadi kawan.” Kata Kyuhyun bersahabat.

 

“whoa, jadi gadis cantik ini calon istrimu? Siapa namamu cantik?” goda Jonghyun. Seohyun hanya diam menunduk.

 

“ahh Yoona imnida.” Kata Yoona lembut.

 

“suaranya sangat lembut. Kukira kau tak salah pilih Tuan Cho.” Kata Jonghyun.

 

“apakah itu kekasihmu Tn. Hong ?” Tanya Kyuhyun.

 

“animida . dia sekertarisku. Hyun-ie kenalkan ini temanku. Kyuhyun dan calon istrinya Yoona.”

Seohyun mendongak menatap mereka berdua. Ia tersenyum sebisanya, meski rasa perih itu ada.

 

“annyeong Kyuhyun-ssi,Yoona-ssi.” Seohyun membungkuk hormat pada keduanya.

 

“kau sudah mengenal mereka?” Tanya Jonghyun penasaran.

 

“kau teman Sohee kan?” Tanya Kyuhyun.

 

“ne” seohyun tersenyum. Kali ini senyum tulus. Meski Kyuhyun hanya ingat Seohyun sebagai teman Sohee tak apa.

 

 

 

*****

 

Krystal sangat pusing sudah dua minggu ini Jino benar – benar menjauhinya. Ia bahkan tidak Jino membalas senyum yang diberikan gadis itu padanya. Apa – apaan ini, kenapa Jino semakin seperti ini sih. Krystal sudah memutuskan dengan bulat sebulat lingkaran. Bahwa ia harus bertemu dan meminta penjelasan pada pria itu. Enak saja sudah member harapan palsu padanya.

 

 

Saat ini Krytsal tengah menunggu Jino pulang dari kerja paruh waktunya. Ini sudah hampir jam pulang kerja. Krystal sudah bersiap – siap menyambut Jino didepan café. Saat ia melihat Jino telah keluar dari café krystal memanggilnya.

 

“Jino” teriak Krystal. Lagi, Jino mengabaikan panggilan gadis itu dan memilih terus berjalan.

 

“Jino.. yak tunggu aku.” Krystal bahkan sudah mengejar Jino. Tapi pria itu bear – benar mengacuhkannya. Krystal memegang bahu Jino kemudian menariknya untuk melihatnya.

 

“apa?” Tanya Jino ketus.

 

“kau kenapa?”

 

“aku baik – baik saja.” Jawab Jino acuh.

“kenapa menghindariku?”

 

“siapa yang menghindarimu eoh. Kau terlalu perasa. Dari dulu pun aku tak pernah dekat denganmu.” Sahut Jino cepat

 

“tidak, saat itu kau tidak seperti ini padaku.” Kata Krystal tegas meski matanya berkaca – kaca.

 

“kapan, memang sikap seperti apa yang jau harapkan dariku eoh. Jangan terlalu berlebihan. Aku bakan sudah melupakan apa yang kulakukan padamu sebelumnya.” Tambah Jino.

 

“kau bilang kau mau menerimaku jika aku berubah menjadi seperti yang kau inginkan, aku sudah mengusahakannya. Tidakkah kau lihat segala usahaku? Sebagai seorang gadispun aku sudah merendahkan harga diriku untuk pria sepertimu.”

 

“siapa yang menyuruhmu merendahkan harga dirimu untukku eoh? Apa aku memintamu?”

 

“CUKUP!! Tingkahmu seperti kau adalah satu – satunya pria yang ada didunia ini. Baik, mulai detik ini. Aku berhenti, aku berhenti memperjuangkanmu. Aku lelah dengan sikapmu yang sama sekali tak menghargaiku.” Krystal sudah menangis sekarang.

 

“pergilah sesukamu. Aku juga akan pergi sekarang. Semoga kau bahagia.” Jino berhenti. Ia merasa ada  sesuatu yang hilang darinya. Apakah ia merasa kehilangan saat Krystal tak lagi mengejarnya benarkah seperti itu?

 

Saat ia berbalik badan. Matanya menajam, apa gadis itu tidak tahu bahwa ada truk yang akan lewat dan mungkin menabraknya?

 

 

****

 

 

Krystal menangis sesenggukan ditengah jalan. Yaa ia tidak peduli sekarang. Jino bahkan dengan tersirat mengatakan bahwa dirinya gadis yang tak punya harga diri.

 

“Krystal awasss!!!!” dengan tiba – tiba ada yang menariknya kepinggir jalan. Mereka bahkan bergulingan dipinggir jalan.

 

Saat berhenti ia tak menyangka bahwa ia berada dipelukan Jino. Benakah? Benarkah Jino yang menyelamatkannya.

 

“gwenchana?” Tanya Jino khawatir.

 

 

“gwenchana.” Sahut Krystal ketus. Saat ia mencoba berdiri kakiya terasa sakit. Aisshh ini seperti saat ia ketahuan menjadi seorang penguntit oleh Jino. Tanpa diduga Jino menarik Krystal dan menggendongnya ala bridal style. Krystal sempat terkejut kemudian ia kembali menetralkan wajahnya. Bukankah pria ini menyuruhnya menjauh. Kenapa juga harus menolongnya. Apa ia pikir hatinya bisa dimainkan sesukanya.

 

Dan ia berada ditempat yang sama saat ia terjatuh dulu. Dikursi panjang dengan Jino yang kembali mengobati kakinya yang berdarah.

 

“lain kali hati – hati.” Gumam Jino. Krystal tetap diam. Ia kan sedang marah. Jadi lebih baik diam.

 

“jangan berjalan sambil menangis, itu membuatmu tidak fokus dan itu bisa membahayakan dirimu.” Sambung Jino.

 

“kau dengar aku tidak?” tanya Jino heran. Ia menatap Krystal yang malah mempermainkan kukunya yang baru saja ia cat.

 

“iya,” sahut Krystal cuek.

 

“sudah selesai.” Kata Jino.

 

“gomawo.”

 

Krystal mengambil ponselnya yang berada ditas. Ia terlihat menekan panggilan kepada seseorang. Jino tidak tahu dia siapa.

 

“oppa, jemput aku sekarang.” Kata Krystal manja.

 

“….”

 

“tidak mau tahu pokoknya jemput aku sekarang. Kakiku sakit tadi aku hampir tertabrak truk. Cepat jemput aku.” Kata Krystal tanpa memedulikan Jino yang ada disebelahnya.

 

“….”

 

“aku ditaman dekat cafe MouseRabbit.”

 

“…”

 

“jangan lama – lama.” Krystal menutup ponselnya kemudian memasukkannya kedalam tas.

 

“kau bisa meninggalkanku sendiri disini.”

 

“baiklah. Aku juga harus segera pulang. Tidak ada pentingnya juga aku ada disini. Kau juga akan dijemput kekasihmu.” Gerutu Jino, tapi Krystal masih mendengarnya.

 

“kau bilang apa?” tanya Krystal.

 

“aniya.”

 

****

 

 

Seohyun menatap bossnya aneh. Ia terlihat terburu – buru saat menerima ponsel. Entahlah siapa yang menelepon. Membuatnya pensaran dan ingin bertanya.

 

“siapa oppa? Kau tampak terburu – buru.” Seohyun yang sejatinya sudah menyelesaikan pekerjaannya dan hendak pulang terhenti untuk bertanya pada Jonghyun.

 

“adikku, kakinya terluka. Dia memintaku menjemputnya. Kajja sekalian aku antar kau pulang.”

 

“aniya. Aku naik bis saja.”

 

“tidak usah. Kita searah.”

 

“jeongmal?”

 

“ne…”

 

 

Tak berapa lama sebuah mobil menghampiri Krystal yang tengah terduduk sendirian ditaman. Jonghyun keluar dari mobil diikuti seorang gadis dibelakangnya.

 

“oppa kenapa lama sekali. Aku sudah lumutan disini.” Gerutu Krystal.

 

“apa pangeran tampanmu Jino tidak menolongmu lagi?” tanya Jonghyun membuat Seohyun mengerutkan dahinya.kenapa membawa – bawa Jino?

 

“aku marah padanya dia meninggalkanku sendiri disini.” Kata Krystal acuh.

 

“kau kan menyebalkan tentu saja dia tidak betah berada disampingmu.” Jonghyun berkata seperti itu tanpa menyadari ada  seseorang benar – benar kebingungan.

 

“aku yang harusnya seperti itu. Enak saja dia sudah merendahkan harga diriku sebagai seorang gadis. Memangnya dia pikir aku gadis tidak tahu malu apa.”

 

“memangnya kau punya malu?”

 

“oppaaa. Ahh, siapa dibelakang oppa?” Jonghyun menoleh menatap Seohyun. Astaga bahkan gara – gara adik kecilnya yang menyebalkan ia sampai lupa jika harus mengantar Seohyun.

 

“Annyeong Seohyun imnida.”

la27RcK2sw.jpg

Krystal menganga melihat Seohyun yang artinya noonanya Jino secara langsung. Astaga cantik sekali.

“Krystal imnida.” Krystal membungkuk hormat.

 

“kelihatannya kakimu sudah diobati kau obati sendiri?” tanya Seohyun.

 

“aniya,,”

 

“mana bisa ia mengobati sendiri. Pasti Jino yang mengobatinya.” Sahut Jonghyun.

 

Oppanya menyebalkan sekali, pipinya bahkan sudah semerah kepiting rebus masih saja oppanya mengoceh seperti itu.

 

“Jino?” Seohyun menautkan kedua alisnya.

 

“hemmm, apa ada dua Jino disekolahmu Krys?” tanya Jonghyun pada Krystal dan dijawab gelengan oleh gadis itu.

 

“ahh, eonni mianhae”

 

“mian wae?”

 

“Aku sudah menjelek – jelekan Jino didepanmu. Sungguh aku..” Krystal tampak sulit mengungkapkan apa yang menjadi pikirannya saat ini. Seohyun tersenyum kecil.

 

“Jino memang menyebalkan. Nanti eonni akan memarahinya. Tega sekali meninggalkan gadis cantik sepertimu sendirian disini.” Kata Seohyun tersenyum. Krystal merona. Oppanya saja selalu memanggilnya beruang kutub. Menyebalkan sekali.

 

“benarkah aku cantik eonnie?”

 

“tentu saja.”

 

“tapi kenapa Jonghyun oppa selalu memanggilku beruang kutub. Apa aku memang mirip denga beruang kutub?” tanya Krystal polos.

 

“jangan dengarkan laki – laki. Mereka menyebalkan. Kajja eonni bantu.”

 

“gomawo eonnie.”

 

“cheonmaneyo.”

 

 

*****

 

Jonghyun tampak bingung diruangannya. Seohyun yang hendak masuk mengerutkan dahinya. Tidak biasanya bosnya seperti itu. ‘ada apa ya?’ tanyanya dalam hati.

 

“Ahh, kau Seohyun-ah. Ada apa?” tanya Jonghyun.

 

“aku hanya ingin menyerahkan berkas – berkas yang harus kau tanda tangani.” Seohyun meletakkan berkas – berkas diatas meja kerja.

 

“ahh.. kukira apa,”

 

“kenapa kau tampak gelisah. Apa ada sesuatu?”

 

“aku,, emm. Apa kau mau pergi bersamaku kepernikahan Kyuhyun?”

 

“ne, kenapa harus aku yang menemanimu?”

 

“kau kan sekertarisku. Masa aku harus mengajak Krystal jelas saja dia tidak akan mau.” Jelas Jonghyun.

 

“jika kekasihmu marah padaku bagaimana?”

 

“tidak akan, karena aku tidak punya kekasih.” Jelas pria itu lagi.

 

****

 

Acara pemberkatan pernikahan Kyuhyun dengan Yoona berjalan dengan lancar. Diakhiri dengan sebuah ciuman manis membuat penonton bersorak ria. Karena merasa mereka pasangan paling serasi disana. Hal itu pun dirasakan oleh Seohyun. Ia tersenyum kecut. Harapannya akan pria itu sudah pupus sekarang. Tak mungkin juga ia akan berharap dengan seorang pria yang sudah menikah kan?

 

“kau baik – baik saja?” tanya Jonghyun disampingnya.

 

“tentu saja. Memangnya kenapa?”

 

“kulihat kau sama sekali tak bersemangat sejak datang kegereja. Kau tidak berpikir untuk menggantikan posisi gadis itu kan?” Canda Jonghyun. Hal itu justru membuat Seohyun salah tingkah. Ia tahu Jonghyun hanya bercanda. Tapi kenapa harus tepat sasaran seperti itu?

 

“tentu saja tidak oppa.” Sergahnya halus.

 

Sohee mendatangi Seohyun lalu memeluknya.

 

“kau datang. Kukira kau tak akan datang.” Sapa Sohee.

 

“Bossku yang mengajakku.” Sohee mengikuti arah pandang Seohyun.

 

“oppa..”

 

“ada apa?”

 

“temanku ingin berkenalan denganmu.” Jonghyun menatap Seohyun bertanya. Lalu ia mengangguk paham.

 

“annyeonghaseyo, naneun Hong Jonghyun imnida.”

 

“annyeonghaseyo, Cho Sohee imnida. Aku adik Kyuhyun oppa.”

 

“ahh, kau cantik sekali. Tn. Cho pasti senang mempunyai adik sepertimu.”

 

“animida, oppa biasa saja kok. Jonghyun-ssi kuharap kau memperlakukan Seohyun dengan baik ne. Dia orang baik kok.” Kata Sohee polos. Membuat Jonghyun tersenyum.

 

“tentu saja aku akan memperlakukannya dengan baik Sohee-ssi.”

 

 

Tbc…

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

6 thoughts on “HIDDEN LOVE PART 5

  1. Aduh sedih banget pasti seo eonnieku…
    Kasian ditinggal nikah pupus sudah harapan eonnieku
    Tenang eonnie msh ada jonghyun
    Untuk kyu dan yoona selamat
    Nice

    Like

  2. Itu bnern si evil nikah ma yoona…aishhhh g rela….bkan epep seokyu ni mah….seonni ma jonghyun ja g ush lirik2 si evil lg…evil awas loh lirik2 seonni wwkkkwkkwkkw…

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s