Posted in Uncategorized

HIDDEN LOVE PART 4

Author                 : Lestari Choding

Genre                    : sad, romance

Cast                       : Seokyu and other cast

Socmed               : Facebook : Lestari Cho, Twitter: @chodingcho97

Note                        : ane publish ff ini because ane suka, ane udah kagak betah liat e       lumutan dalam folder 😀 . sebenernya epep ini udah pernah ane post difacebook juga.. tapi ane juga entah, pengen post diblog pribadi.. biar kayak yang lain mungk

Mungkin ceritanya ngebosenin.. tak lupa ane ingetin untuk yang bener2                                 ANTI SEOKYU kalian tak perlu baca epep ini.. daripada tekanan darah kalian naik,

Okeyy,, lain kali ane tak cuap2 segini banyaknya lagi XD..

No Typo No Happy.. 😀

HAPPY READING J

 

 

 

Jino  merasa setiap hari ada seorang yang sengaja membuntutinya. Disekolah, ditempat kerja bahkan ketika ia pulang kerumah. Rasa dibuntuti itu selalu ada. Entahlah, tapi hari ini yang terparah. Ia kesal sudah lelah bekerja perasaan tidak nyaman karena dibuntuti. Ia menghela nafas sejenak kemudian berhenti berjalan.

“keluarlah. Aku tahu kau mengikutiku.” Kata Jino tegas. Seseorang merasa tersentak dengan ucapan Jino. Dia adalah Krystal. Seseorang yang selalu membuntuti pria itu. Krystal merasa kakinya lemas, apakah ia harus keluar sekarang? Itu artinya Jino akan semakin membencinya.

Jino pernah bilang padanya. Bahwa ia membenci Krystal. Karena ia adalah gadis manja dan bodoh. Yang hanya bisa menghamburkan uang orang tuanya. Tidak, ia tidak mau Jino semakin membenya. Lebih baik ia lari sekarang.

Satu dua tiga,, Krystal lari secepat yang ia bisa. Jino merasa mendengar sesuatu. Ia berbalik dan mendapati seorang gadis berlari menjauhinya.

“yakk, jangan lari. Heiii tunggu.” Jino mengejarnya. Krystal meambah kecepatannya, tanpa melihat ada batu didepannya. Akhirnya ia tersandung dan jatuh denga cara yag sama sekali tidak elit.

“auuhh.” Rintihnya.

‘sialan, sakit sekali.’ Batinnya.

“gwenchana?” Jino menghampirinya.

 

****

Jino mengobati Krystal dengan lembut dan telaten. Krystal terpana dan merasa tak percaya bahwa didepannya adalah amja yang selalu hadir dalam mimpi – mimpinya.

“jadi kau yang selama ini membuntutiku?” tebak Jino menatap Krystal. Krystal terpaku membuat Jino juga tak bisa mengalihkan pandangan mata kearah lain.

“mian,” gumam Krystal lirih tapi Jino masih bisa mendengarnya dengan baik.

“apa alasanmu?”

“molla?” jawab Krystal acuh. Jino melotot padanya. Bagaimana bisa ia tak tahu alasan melakukan sesuatu? Apakah gadis ini gila? Pikirnya.

“apa kau sadar kalau tingkah lakumu seperti penguntit dan membuatku tidak nyaman.” Sahut Jino ketus. Krystal menunduk.

“mian, aku hanya merasa gila jika tak melihatmu. Aku juga tidak tahu kenapa aku selalu menguntitmu. Tapi semakin aku menahan diri maka hal itu semakin sulit kulakukan.” Krystal mengaku.

“apa kau menyukaiku?” Krystal mendongak.

“apa jika kukatakan iya kau mau menerimaku?” tanya Krystal penuh harap.

“tentu saja tidak, kau bodoh dan juga manja. Bukankah aku pernah..

“arraseo, aku tahu. Apa jika aku berubah kau mau menerimaku?”

“untuk saat ini aku tak mau berfikir tentang seperti itu. Nanti, saat aku sudah mapan mungkin aku akan mulai mempertimbangkanmu.” Ucap Jino penuh keyakinan. Krystal tersenyum manis.

“apa itu artinya kau akan menerimaku? Benarkah Jino-ya?”

“kubilang aku akan mempertimbangkanmu bukan menerimamu.” Sahut Jino.

“sama saja Jino-ya. Yeaayy..” saking bahagianya Krystal melompat – lompat tanpa menyadari jika kakinya baru saja terluka.

“auuuuuhhh.” Teriak Krystal. Ia terjatuh membuat Jino tertawa.

“sudah tahu terluka masih saja melompat – lompat dasar kekanakan.” Kata Jino ketus. Krystal merengut.

“bantu aku berdiri. Kakiku sakit sekali.” Rajuknya.

“dasar manja.” Meski berkata seperti itu Jino tetap menolong Krystal bahkan ia merangkul Krystal.

‘ahh betapa beruntungnya aku hari ini.’ Gumam Krystal dalam hati tanpa bisa menyembunyikan senyum bahagianya.

“berhentilah tersenyum kau mengerikan.” Gumam Jino membuat Krystal kembali merengut lucu, tanpa Krystal tahu bahwa Jino sebenarnya sangat menyukai senyum Krystal. Biarlah itu menjadi rahasianya sendiri.

 

*****

 

Seperti biasa Seohyun duduk dicafetaria menunggu Sohee, sudah lama ia tidak bertemu dengan sahabatnya. Makan siang bersama mungkin bisa menghilangkan rasa rindunya.

“hai, maaf menunngu lama.” Sohee sudah datang. Dimata Seohyun ia selalu cantik dan manis.

“kau semakin cantik saja Sohee-ya.” Kata Seohyun.

“berhenti memujiku atau kau harus menghabiskan makanan dicafetaria ini.” Ancam Sohee dan mereka tertawa.

“bagaimana keadaanmu hyun? Kau baik – baik saja kan?” tanya Sohee.

“lihatlah aku baik. Kau sendiri bagaimana?”

“entahlah Hyun, aku merasa lelah akhir – akhir ini.” Seohyun merasa aneh. Sohee bukan gadis pemurung. Tapi kenapa ia seperti ini?

“ada apa?”

“kakakku akan segera menikah.” Empat kata yang baru saja diucapkan Sohee membuat Seohyun menegang. Raut wajahnya berubah sendu, dan Sohee menyadari itu.

“aku tidak tahu kenapa secepat ini.” Sohee menangkup kedua wajahnya seperti menyesal.

“aku tahu kau menyukainya Hyun, makanya aku berusaha mendekatkannya padamu. Meski kenyataannya kau selalu menyembunyikan itu padaku.” Sambung Sohee.

“aniya Sohee-ya. Aku sudah lama melepaskan perasaan itu pada kakakmu.” Bohong. Seohyun jelas berbohong pada Sohee. Ia tidak bisa jujur jika keadaannya seperti ini. Sahabatnya sangat  mengkhawatirkan keadaan hatinya dan itu sedikit membuatnya merasa sungkan.

“tapi..”

“gwenchana, kau tak perlu mengkhawatirkanku hingga seperti itu Sohee-ya.”

“arraseo, mungkin saja dia bukan jodohmu Hyun,” Seohyun hanya tersenyum manis berusaha menyembunyikan luka yang sejatinya tengah menganga lebar didadanya.

‘tidak apa, mungkin benar dia bukan untukku.’ Katanya dalam hati.

 

****

 

Yoona menatap senang kearah kekasihnya, Kyuhyun. Baru saja ia mendapatkan pesan dari pria itu bahwa ia telah menemukan alamat orang tua kandungnya. Bertemu dengan Kyuhyun adalah suatu keberuntungan yang amat besar. Meski saat itu ia juga mendapatkan luka yang dalam. Kenyataan bahwa ia bukan anak kandung dari Nishimura Ichigo.

Meski begitu bukankah sedih dan senang adalah satu paket? Ia percaya Tuhan selalu bersamanya dan keyakinan itu diperkuat dengan datangnya Kyuhyun dalam hidupnya. Semua terasa mudah ketika ia bersama pria itu.

“kau dimana Kyuhyun?” tanya Yoona dalam ponsel.

“aku sedang ada dikantor. Wae?” jawab Kyuhyun.

“bisakah aku bertemu denganmu?”

“apa kau sudah sangat merindukanku hingga mengajakku bertemu?” Kyuhyun menggoda Yoona, tidak tahu saja pria itu bahwa pipi Yoona bahkan sudah semerah kepiting rebus.

“kau bercanda? Kurangilah rasa percaya dirimu itu Tuan Cho.” Sanggah Yoona.

“mengakulah sayang. Aku bahkan tak keberatan meninggalkan pekerjaanku untukmu.” Ahh, rasanya Yoona terbang sekarang.

“tidak perlu. Bagaimana jika makan siang bersama saja. Aku akan menunggumu dicafe.”

“baiklah, saranghae Yoon.”

“nado.”

 

*****

Kyuhyun menatap ponselnya dengan senyuman yang indah. Semenjak ia memutuskan untuk mengikat Yoona dalam ikatan yang lebih sakral. Ia merasakan rasa bahagia yang tiada bandingannya. Cinta yang tak pernah ia kira sebelumnya, jangankan dikira, pertemuan singkat saat gadis itu menangis meraung – raung ditaman saat ia pertama kali menginjak kota Kobe. Ia sangat berterimakasih pada gadis itu. Yang mampu membuat hari – harinya yang ia kira sebelumnya akan sangat sepi menjadi lebih berwarna.

Yoona Ichigo, terimakasih sudah mewarnai hidup Cho Kyuhyun.

 

@Cafe

 

“hai, sudah lama menunggu?” tanya Kyuhyun tersenyum pada kekasihnya.

“aniya. Cha sudah aku pesankan jus untukmu.” Yoona menjawabnya dengan lembut. Hati Kyuhyun menghangat. Ia mengelus wajah ayu yang sudah dua tahun mengisi harinya.

“gomapta, apa kau sudah siap?”

“untuk?”

“bertemu orang tua kandungmu.” Wajah Yoona menegang, tapi tak berapa lama ia tersenyum dan mengangguk.

“tentu saja aku siap,”

“kau tidak takut?”

“kenapa, aku yang harusnya takut kau meninggalkanku.” Kyuhyun menangkup kedua tangan Yoona seraya mengangkat dagunya.

“aku tak akan pernah meninggalkanmu jika itu yang kau takutkan. Aku menerimamu apa adanya. Percaya padaku.”

“gomawo Kyuhyun.”

“oppa..” tambah Kyuhyun.

“emm,, gomawo Kyuhyun oppa sayang.”

“apaa? Coba ulangi aku tidak dengar?” Kyuhyun menampakkan wajah bodohnya membuat Yoona memerah,

“Kyuhyun oppa sayang.”

“apa yoon kurang keras?” teriak Kyuhyun.

“kau mengerjaiku eoh? Dasar.”

“hehehehehe…” Kyuhyun tampilkan cengirannya,

 

 

*****

 

Hong Jonghyun baru saja sampai kerumah Ahjussi Jung dia adalah paman sekaligus ayah dari adik sepupunya Krystal Jung. Ini malam minggu karena ia adalah Jomblo Ngenes makanya ia lebih suka menghabiskan waktu malam minggu bersama Krystal. Tidak mungkin kan ia akan menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya, sedangkan mereka tengah menetap diluar negri tepatnya London..

“kau datang lagi Jong?” sapa Ahjumma Jung. Jonghyun hanya memberikan cengiran kecil. Tidak mungkin kan ia akan menjawab.

‘aku tidak punya pacar ahjumma makanya aku datang kesini.’ Dia menertawakan pikiran gilanya sendiri.

“Jong, kau baik – baik saja?” tanya Ahjumma Jung.

“tentu saja Ahjumma, apa Krystal ada dikamar?”

“eoh dia dikamarnya. Ahjumma sedikit bingung dengan sikapnya beberapa hari terakhir.” Jonghyun mengangkat alisnya, memang ada apa dengan beruang itu? Ia mendudukan diri disofa.

“memangnya kenapa Ahjumma?”

“apa dia sakit ya, ini bahkan malam minggu dan ia masih belajar. Bahkan saat Ahjumma masuk saja dibilang mengganggu. Apa kau tahu dia kenapa Jong?” tanya Ahjumma khawatir.

Jonghyun terlihat berfikir

“biar aku tanya padanya Ahjumma, aku kekamarnya dulu.”

“ne silahkan.”

@Krystal’s room

Jonghyun kaget saat melihat Krystal terlihat serius dengan buku yag ada didepannya. Seolah tidak ada hal menarik lainnya yang bisa mencuri perhatian gadis itu. Jonghyun asik merebahkan dirinya diranjang milik Krystal. Ia membuka – buka buku yang ternyata buku harian Krystal.

“hari ini adalah hari yang terindah sepanjang hidupku. Entah keajaiban dari mana Jino mau berbicara lebih lama dan panjang lebih dari biasanya. Meskipun dia tidak mau menjadi pacarku.. argghh.”

Teriak Jonghyun. Ia langsung mendapat serangan membabi buta dari gadis itu dan ia tidak sempat mengelak.

“dasar menyebalkan.. menyebalkan!” Krystal terus memukuli Jonghyun dengan gulingnya.

“beruang sakit., Yaa berhenti.” Krystal merebut buku hariannya sementara Jonghyun mengelus kepalanya yang kesakitan.

“sakit tahu.” Gerutu Jonghyun.

“rasakan.. kenapa kau kesini.” Tanya Krystal sinis.

“yaa, aku ini oppamu, kenapa kasar sekali denganku eoh?”

“salahmu menjadi orang menyebalkan.”

“tumben sekali kau belajar, eommamu bahkan takut jika kau sakit.” Kata Jonghyun tanpa rasa bersalah.

“kau pikir aku gila?” tanya Krystal.

“kau yang bilang bukan aku.” Cibir Jonghyun.

“aku hanya ingin berubah.” Krystal memeluk guling sayang sambil tersenyum aneh.

“berubah, kurasa kau sakit atau karena Jino?” tebak Jonghyun.

“hehehe,,, tepat sekali.” Krystal terlihat malu – malu.

“hei mau kuberi tahu tidak?”

“mwoga?”

“sekertarisku itu, noonanya Jino.”

“MWOYA” Krystal bahkan menjerit saking terkejutnya.

“tidak harus teriak juga kali.” Sungut Jonghyun.

“auh bagaimana aku, apa noonanya Jino cantik? Apakah dia galak? Apa dia..”

Krystal bahkan membayangkan sekertaris oppanya yeoja gendut galak dan juga menyeramkan. Ia menggeleng – gelengkan kepalanya supaya pikiran negatif tentang noonanya Jino menghilang.

“dia tidak seperti itu. Noonanya Jino tidak seperti yang kau bayangkan.”

“jeongmal..” Jonghyun membuka ponselnya dan menunjukkan pada Krystal wajah Seo Joohyun.

39f29e934ad78daee5f123baea8dd238

“lihatlah..” titah Jonghyun.

“whoaa, pantas matanya cantik, noonanya saja mempunyai mata yang indah.” Krystal terperangah.

“noonanya Jino sebelas dua belas denganku ya.. lihatlah.”

fx krystal

“hahaha.. mirip darimananya? Mimpi saja kau.” Cibir Jonghyun. Krystal mempoutkan bibirnya lucu.

“arraseo.. arraseo.”

“hei mau keluar bersamaku tidak?”

“eodiya?”

“Sungai Han. Kajja.”

“aku ganti baju dulu. Keluar sana.”

“aku disini saja.”

“keluar!!!” Krystal melotot membuat Jonghyun mau tidak mau menuruti perintahnya.

‘dasar beruang kutub.’ Cibir Jonghyun dalam hati.

 

****

 

Jaehyun memaksa Taeyong dan Jino untuk menemani pria itu pergi kesungai Han, Jaehyun sedang sedih karena gadis incarannya ternyata telah mempunyai kekasih.

“Jae-ya, jangan terlalu bersedih. Mungkin gadis jepang itu tidak cocok untukmu.” Taeyong memberinya semangat. Jaehyun hanya menunduk.

Jino menatap Jaehyun aneh. Bukankah dia pria kenapa harus semelankolis itu hanya karena seorang gadis. Sangat tidak masuk akal.

Jino memandang sekitar sungai Han, ia menemukan pasangan kekasih mungkin, tengah berjalan bersama dan bergandengan tangan. Jino menyipitkan matanya dan mengerjap – ngerjap seolah mencari kebenaran.

“Krystal.” Gumam Jino lirih sekali.

“kau bicara apa Jino-ya?”

“ani, aniya..” Jino mengelak, ia tidak mau kedua sahabatnya berfikir yag tidak – tidak mengenai Jino.

 

 

Other Side ~

Krystal menggandeng lengan Jonghyun dengan erat. Memang sudah menjadi kebiasaannya saat bersama pria itu ia akan bertingkah manja seolah ia adalah kekasihnya. Padahal jelas kedua orang itu mempunyai orang idaman masing – masing.

“oppa,,”

“hmm,” jawaban Jonghyun hanya berupa gumaman. Membuat Krystal menyadari jika oppanya tengah mengenang seseorang yang sudah sangat ia kenal. Krystal menyentuh dagu Jonghyu memita pria itu menatapnya.

“kita bisa pergi dari sini jika kau merasa tidak nyaman oppa.”

“aniya, aku baik – baik saja.” Jonghyun melangkah kedepan beberapa langkah. Membuat Krystal menarik lengan Jonghyun, seketika Jonghyun malah memeluk Krystal. Krystal menerimanya dan berusaha memberikan kenyamanan pada oppanya.

Pandangan Krystal mengarah kedepan membuatnya tiba – tiba bertemu pandang dengan mata Jino. Mata pria idaman yang membuat ia hampir setengah gila.

“Jino-ya..” gumam Krystal.

Saat Jino menyadari Krystal menatapnya. Ia berusaha pergi dari sana.

“Jae-ya, Yong-a, aku harus pergi dulu. Seohyun noona pasti sudah pulang.”

“ah, begitu pergilah.. biar Jaehyun bersamaku saja.”

 

Saat Krystal memanggil namanya Jino sudah pergi dengan langkah yang tergolong cepat.

“Jino-ya, Jino-ya tunggu.”

Tapi seperti tuli ia tidak mau berhenti melangkah meski sebenarnya ia mendengar dengan jelas suara Krystal. Saat itu juga ia menyentuh dadanya. Ada rasa tidak nyaman disana saat melihat Krystal bersama pria lain.

“bagaimana?” tanya Jonghyun.

kj

“dia pasti salah paham. Ini gara – gara kau oppa,” Krystal memandang Jonghyun tajam.

“bukankah itu bagus? Itu artinya dia cemburu padamu.”

 

Tbc..

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

7 thoughts on “HIDDEN LOVE PART 4

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s