Posted in Uncategorized

HIDDEN LOVE PART 2

Author                  : Lestari Choding

Jejaring social     : facebook Lestari Cho

Twitter @chodingcho97

Cast                       : Seokyu and other cast.

Length                  : chapter

Annyeong!!! Aku bawa lanjutan ff hidden love. Apakah ada yang nunggu? Nggak ya? Nggak papa kok *gigit jari dipojokan* XD.. sebelumnya, aku mau minta maaf buat readernya Kak Andrea, bener2 minta maaf banget.. karena kelalaian aku ff ku ini nyasar di facebooknya Kak andrea.. aku nggak masalah sama ffnya Kak Andrea yang bukan Seokyu shipper.. karena aku juga salah satu penggemar ff kak Andrea.. tapi tolong ya readers yang terlanjur baca dan nggak suka castnya.. jangan hina Seokyu. Mungkin mereka Cuma pasangan kontrak. Tapi aku suka couple mereka. Hatiku sakit waktu aku baca salah satu komen yang bilang gitu.. nggak papa nggak suka, nggak komen juga nggak papa.. tapi please.. hargain aku sebagai Seokyu shipper. Toh, saat aku baca ff nya kak Andrea aku sama sekali nggak keberatan. Karena aku berusaha menghargai kalian yang mendukung shipper Kyumi atau Kyuhyun sama OC.. itu aja sihh. Maaf yaa cua2pnya terlalu panjang..

Buat yang nggak suka, go out aja ! no plagiat !

Typo menjamur sudah biasa..

 

HAPPY READING ^^

 

 

Someone POV

Aissh, hari ini aku harus segera menemui orang tuaku. Aku sengaja bolos kuliah dan nekat keKobe tanpa diketahui orang tuaku. Aku tahu aku salah. Tapi demi orang tuaku akan lakukan.

“kerumah sakit Kobe pak.” Kataku pada supir taksi.

Sang supir taksi hanya mengangguk. Aku bahkan tak bisa berpikir panjang. Aku tidak membawa apapun selain ransel yang selalu ada dipunggungku.

Setelah beberapa saat taksi sampai kerumah sakit yang kutuju. Aku segera turun dan masuk rumah sakit tanpa memperdulikan orang – orang yang kutabrak. Tanpa mengucapkan kata maaf aku segera menuju ruangan dimana ayahku dirawat.

“bagaimana keadaan ayah?” tanyaku segera.

“anak nakal. Kenapa kau bolos kuliah hah!” bukannya menjawab ibuku malah memukuliku menggunakan tasnya.

“ibu, aku mengkhawatirkan ayah.” Kataku memelas. Akhirnya ibu melepaskanku. Ia tampak menunduk.

“ayahmu terkena serangan jantung tadi pagi.” Aku menatap ibu tak percaya, benarkah?

“tapi kenapa?”

“pamanmu menjual sertifikat took kue kita pada rentenir. Mau tidak mau kita harus segera keluar dari took itu. Untung saja sertifikat rumah sudah kusembunyikan.” Ibu menjelaskan panjang lebar.

“paman sialan itu harus kuberi pelajaran.” Aku menggeram. Tapi ibu menahanku.

“percuma kau lakukan itu. Tak akan merubah keadaan. Istirahatlah ibu tahu kau lelah.”

“ibuu..” aku menatapnya berkaca – kaca. Ibu memelukku, seketika air mataku jatuh. Aku menangis. Bagaimana bisa pamanku tega melakukan ini pada keluarganya sendiri. Membuat ayah terkena serangan jantung.

“istirahatlah, ibu tahu kau lelah.”

 

Someone POV end

 

******

Hari ini seperti hari biasanya bagi Seohyun. Ia tetap bersekolah dan bekerja untuk dirinya juga adiknya. Saat ini ia tengah membaca buku diperpustakaan. Sohee mendekatinya.

“ada apa dengan wajahmu?” Tanya Seohyun tanpa basa – basi.

“apa sangat terlihat jelas?” gumamnya tanpa semangat. Seohyun hanya mengangguk.

“ceritakan padaku.” Seohyun menutup bukunya lalu memperhatikan temannya itu baik – baik.

“aku merindukan kakakku. Ini baru beberapa hari setelah dia keKobe tapi aku sudah rindu padanya seperti bertahun – tahun tak bertemu.” Sohee menunduk.

‘aku juga sangat merindukannya’ batin Seohyun.

“sudah menghubunginya?” sohee mengangguk.

“tapi tak mengobati rasa rinduku padanya Hyun.”

“kau berlebihan.”

“ya memang, aku hanya dekat dengan kakakku. Tentu saja aku sangat kehilangannya.”

“kau masih bisa bertemu dengannya.” Sohee menatap Seohyun dalam. Ia sudah salah bicara. ‘aissh mulutmu benar – benar Sohee’ batinnya.

Ia sadar telah membuat Seohyun teringat pada halmonienya.

“Seohyunie, mianhae aku..”

“mian wae? Gwenchana aku sudah mengikhlaskannya Sohee-ya.” Seohyun tersenyum kecil menatap temannya yang sangat perasa.

“harusnya aku tidak..”

“sudahlah Sohee-ya. Kajja masuk kelas sebelum seongsaengnim datang.” Mereka berjalan beriringan menuju kelas.

 

*****

Hari demi hari berlalu. Tampaknya Kyuhyun mulai menikmati kota Kobe. Sebelum kuliah dimulai ia sudah mengelilingi kota Kobe hanya sekedar melepas penat. Pemandangannya cukup indah, bahkan mungkin mengalahkan keindahan kota tinggalnya dulu – Seoul – .

Ia pergi ke Ishigaki, menikmati keindahan pantai birunya. Ia juga melihat menara indah yang keindahannya sama dengan Namsan Tower. Menikmati sakura yang mekar dimusim semi , karena ia datang kesini awal musim semi.

Pemandangan yang menyegarkan mata itu agaknya membuat Kyuhyun melepaskan kepenatan yang selama ini dipendam pria itu sendirian.

 

 

Menara dikota Kobe

Kobe Port Tower at night

 

 

Pemandangan dikota Kobe

Kobe Harborland

 

Sakura di Hakodate

sakura

 

 

 

 

Saat ia tengah berjalan – jalan ditaman. Kyuhyun melihat seorang gadis tengah menangis. Ia tidak tahu kenapa gadis itu menangis. Ia hanya mengawasinya diam – diam.

“arrrrrrgggggghhhhhhh” teriak gadis itu sambil melempar batu. Kyuhyun bahkan terkejut dengan tingkah polah gadis itu.

‘apa dia waras?’ gumamnya

“huhuhuhu,, kenapa ayah dan ibu membohongiku? Lalu siapa orang tua kandungku yang sebenarnya.” Gadis itu menggumam kata – kata yang ditangkapnya seperti bahasa korea? Apa ia tak salah dengar? Mungkinkah gadis itu…

 

“ayah, kenapa kau harus koma ayah? Kenapa kau tak menjelaskan padaku. Aku ini siapa?” gadis itu masih terus menangis tersedu – sedu. Ia bahkan tak sadar ada orang yang memperhatikannya.

“pakai ini.” Kyuhyun menyodorkan sapu tangan miliknya pada gadis yang baru saja dikenalnya. Gadis itu mendongak.

“dare (siapa?)” Tanya gadis itu ketus.

“tidak usah menggunakan bahasa Jepang. Jelas – jelas kau mengoceh menggunakan bahasa Korea.” Sahut Kyuhyun santai. Tanpa perintah ia duduk disamping gadis itu dan tangannya masih menyodorkan sapu tangan.

“pakailah, wajahmu terlihat menakutkan.” Tanpa menoleh.

“arigatou.” Gadis itu menerima sapu tangan itu dan langsung mengusap wajahnya tak lupa juga ia mengeluarkan ingusnya dengan keras membuat Kyuhyun yang berada disampingany illfeel. Ada gadis yang tidak punya malu seperti itu.

 

“kenapa kau menangis?” Tanya Kyuhyun menatap gadis itu penuh minat.

“kenapa kau ingin tahu?” Tanya gadis itu.

“kenapa menjawabnya dengan pertanyaan?”

“sesukaku lah. Ini hidupku.” Gadis itu masih membersihkan ingusnya lagi. Tanpa rasa malu sedikitpun.

“baiklah terserah kau.” Kyuhyun menyerah.

“siapa namamu?”

“Kyuhyun, kau?”

“Yoona Ichigo.”

 

2 years later

 

Kerinduan itu makin lama makin dalam. Seohyun tak menampik hal itu. Perasaannya yang ia kira main – main nyatanya sampai sekarang belum hilang juga. Saat ini ia baru memasuki perguruan tinggi dan adiknya baru menginjak kelas satu menengah atas. Ia terlihat sangat cantik meski ia hanya berpenampilan biasa.

10273933_1440328219558109_2610451907224391216_n

 

Pesonanya tak terelakan. Banyak pria yang mendekatinya. Tapi ia sama sekali tak tertarik pada satupun pria yang mendekatinya. Sebut saja Jung Yong Hwa sunbaenya, Lee Donghae tetangganya dan bahkan Choi Seunghyun Seongsaengnim pun menaruh rasa pada gadis itu.

Untuk saat ini prioritas gadis itu adalah keluarganya. Ia hanya punya adik laki – laki. Dan karena itu ia tak ingin menghabiskan masa mudanya hanya untuk hura – hura sedangkan adiknya butuh diperhatikan. Kalau tidak dia siapa yang akan memperhatikan?

Entah suatu keberuntungan atau apa, gadis itu satu universitas dengan sahabatnya Sohee. Ia tak tahu kenapa rasanya sulit juga berpisah dari adik dari pria impiannya. Bukan ia bermaksud mengejar kakaknya melalui adiknya itu. Dia bukan tipikal gadis seperti itu.

Bahkan jika ia mau sejak dari dulu Sohee mencomblangkannya dengan Kyuhyun, tapi ia tidak mau.

“hai, sudah menunggu lama?” Tanya Sohee yang langsung duduk didepannya.

“tidak juga.”

“kau kuliah sampai jam berapa?”

“emm,, mungkin jam 11. Apa kau mengajakku kencan?” goda Seohyun. Sohee memelototkan matanya seolah tak percaya dengan ucapan sahabatnya. Astaga ia masih normal!!!

“maaf Nona Seo. Aku masih normal.” Kata Sohee ketus.

“aku bercanda. Ada apa?”

“aku mau menjemput kakakku. Ia pulang hari ini. ahh senang rasanya. Kau juga merindukannya kan?” goda Sohee balik. Sohee tahu sebenarnya sahabatnya itu menyimpan rasa pada kakaknya tapi ia terlalu malu untuk sekedar jujur pada dirinya.

“aniya, jangan seperti itu.”

“mengaku sajalah. Hahaha”.

*****

 

Hari ini Kyuhyun pulang. Entah kenapa hati terkecil dari Seohyun terasa berdebar. Ia tidak tahu akan seperti apa ia nanti saat bertemu dengan pria yang sama sekali tidak mengenalnya, namun sayangnya ia jatuh hati setengah mati pada pria itu.

Tanpa dipaksapun Seohyun pasti akan menjemput pujaan hatinya itu. Tapi sayangnya ia tak punya keberanian melakukan itu. Hingga sahabatnya yang baik itu memintanya menemani kebandara untuk menjemput Kyuhyun.

Ahhh, sepertinya ada secercah harapan untuknya.

 

“Kyuhyun oppa…” teriak Sohee saat menemukan kakaknya. Tanpa malu ia langsung menerjang dada bidang kakaknya itu. Tapi ia sama sekali tidak peduli. Seohyun hanya tersenyum memandang pria yang dua tahun tak pernah ditemuinya ini.

“bogoshippoyo oppa”

“nado sohee-ya. Oppa juga merindukanmu.”

Seohyun melihat dari belakang Kyuhyun ada seorang gadis cantik yang berjalan kearah mereka.  Perasaan Seohyun diliputi kecemasan. Ia tidak tahu karena apa.

“Kyuhyun ini kopermu.” Kata gadis itu. Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sohee. Sohee menatap tajam gadis itu.

53592025

‘cantik, siapa dia? Apa dia kekasih Kyuhyun oppa’ batin soheee berkecamuk.

“Sohee-ya kenalkan dia teman oppa diJepang.”

“ahh, aku juga bawa temanku oppa. Seohyun kau masih ingat dia?”

“Seohyun ? siapa ya? Aku lupa.” Jawaban Kyuhyun sontak membuat Seohyun menunduk. Pria ini bahkan tidak tahu namanya. Ahh, harusnya ia tak ikut kesini saja memalukan..

“annyeong Yoona ichigo.” Yoona membungkuk dan berjabatan dengan Sohee juga Seohyun.

“Sohee.”

“Seohyun.”

“kajja kita pulang, oppa lelah sekali.” Rangkulnya pada Sohee. Meninggalkan kedua gadis yang sejatinya memiliki perasaan yang sama dengan pria itu.

Yoona menatap Kyuhyun dengan riang. Gadis itu sangat amat bahagia ketika Kyuhyun mengajaknya pergi ketanah kelahirannya. Meski sebenarnya bukan hanya itu alasan Kyuhyun mengajaknya kesini. Ia tahu betul itu.

Berbeda dengan Seohyun, gadis itu hanya menunduk tanpa berani menatap gadis disebelahnya yang menurutnya sangat jauuh darinya. Ia terlihat berkelas juga pasti dirinya istimewa karena gadis itu bersama Kyuhyun. Ahh membayangkannya saja membuatnya sangat tidak tahan.

 

 

*****

Ketika keluar dari area bandara Seohyun seperti ingin mengutarakan sesuatu pada Sohee. Dan Sohee menyadarinya.

“ada apa denganmu?”

“apa aku boleh pergi duluan? Aku lupa hari ini Jino memintaku pulang cepat.” Bohong. Seohyun melakukan itu karena ia tak ingin berada disini lama – lama. Bagaimana ia akan bertahan jika ada gadis yang ada disisi pria itu. Ia tertawa dalam hati akan kebodohannya.

“tapi..

“Sohee-ya, biarkanlah temanmu pergi. Dia juga punya urusan pribadi.” Kata Kyuhyun menimpali. Seohyun mendongak mendengar ucapan Kyuhyun.

‘dia seakan tak ingin aku berada disini lama – lama. Memangnya kau siapa Seohyun. Bermimpi saja kau.’ Batinnya teriak.

“arasseo, aku akan mengantarmu.” Sahut Sohee.

“aniya, aku akan pulang dengan bus saja. Annyeong.” Seohyun membungkukkan badannya sebelum berlalu.

Sohee menatap sendu temannya itu. Tanpa perlu diberitahu ia paham jika Seohyun enggan berada disini karena ada gadis lain disamping pria yang dinantinya.

“apa kau akan berada disitu. Kajja masuk.” Ajak Kyuhyun. Sohee mengikuti kakaknya masuk kedalam mobil.

 

*****

 

Seohyun duduk ditaman sepi didekat sungai Han. Ia menatap lurus kedepan dan mem-falshback kehidupannya. Rasanya ia benar – benar menderita hidup seorang diri. Ia sudah tak punya orag tua sejak kecil. Dia harus hidup dengan neneknya yang sakit. Hingga dua tahun yang lalu neneknya menyusul orang tuanya pergi.

Tanpa perintah air matanya mulai membasahi pipi gadis itu. Ia menangis dalam diam. Ia menangis karena merasa ia sangat menderita didunia ini. ia tidak tahu harus mencurahkan segalanya pada siapa. Sohee? Sahabatnya itu terlalu sering membantunya. Ia merasa tidak enak hati selalu meminta tolong padanya.

 

‘kenapa hidupku semenderita ini Tuhan? Kenapa ? bahkan pria yang kucintai selama ini tak pernah menganggapku ada. Aku lelah dengan semua ini.’ batinnya ikut menangis.

Seseorang mendekat padanya. Dan menyodorkan sapu tangan untuknya. Ia yakin tidak mengenal pria ini sebelumnya.

Pria dengan pandangan mata yang begitu tajam membuat Seohyun sedikit enggan. Tapi ia tetap menerima sapu tangan  itu.

hjh

“aku tidak suka melihat orang menangis makanya kuberi kau sapu tanganku.” Gumam pria itu.

“gomapta..”

“tak masalah.” Pria itu duduk disamping Seohyun. Lama keduanya berada dalam keheningan. Seolah mereka tengah menyiapkan kata – kata untuk memulai topic pembicaraan yang menarik.

“siapa namamu?” Tanya mereka berbarengan. Keduanya tersentak kaget.

“kau saja.” Kata mereka berbarengan lagi. Pria itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia merasa aneh, kenapa ini seperti kebetulan ya? Aih entahlah.

“kau duluan saja.” Gumam Seohyun.

“siapa namamu?”

“Seohyun. Kau?”

“Jonghyun.”

Setelah bertanya nama mereka kembali diselimuti keheningan kembali. Seohyun hanya menunduk sedangkan pria itu alias Jonghyun menatap kedepan. Seolah – olah ia akan mati jika tidak melihat kedepan.

“tidak baik seorang gadis menangis sendirian ditaman sepi seperti ini.” gumam Jonghyun lagi.

“hanya ini yang bisa kulakukan.” Jawabnya lirih. Jonghyun mendengarnya kemudian ia mengalihkan pandangan terhadap gadis didepannya.

“aku tidak punya orang tua untuk mencurahkan perasaanku, aku tidak punya seseorang untuk ku ajak bicara. Rasanya ingin sekali aku menghilang.”

“masih ada Tuhan yang selalu bersamamu.”

“kau benar.”

“tidak semua kebahagiaan bisa kita raih nona. Ada kalanya kita harus banyak berkorban untuk merasa bahagia.”

 

 

*****

 

Setelah sampai kerumah. Dengan bahagianya Sohee menggandeng kakaknya. Ia sangat bahagia, bagaimanapun jua kakaknya adalah orang yang paling disayanginya.

“eommaaa. Kyuhyun oppa pulang.” Teriaknya dari luar.  Tuan dan Nyonya Cho mendengarnya.

“masuklah.” Ucap Nyonya Cho.

“annyeonghaseyo eomma appa.” Nyonya Cho langsung memeluk putranya yang dulu hanya bisa ia jumpai satu semester sekali. Tuan Cho hanya menampilkan wajah datarnya didepan Kyuhyun.

“siapa dia Kyu?” kyuhyun melepaskan pelukannya terhadap eommanya kemudian menatap appanya.

“dia kekasihku eomma appa. Aku membawanya kesini karena ia akan tinggal disini sementara sebelum ia bisa menemukan ayahnya.” Kata Kyuhyun lugas tanpa rasa takut apapun.

“memangnya ayahnya dimana Kyu?” Yoona menatap sendu pada Kyuhyun.

“ada diBusan, selama ini ia tinggal dengan orang tua angkatnya.”

“kasihan sekali dirimu siapa namamu nak?” Tanya Nyonya Cho penuh perhatian.

“Yoona Ichigo.” Ia membungkuk hormat pada orang tua Kyuhyun. Sohee menatap gadis itu tidak suka. Bukannya tidak suka hanya saja seperti rasa tidak ingin kakaknya mendapat gadis lain. Sementara diam – diam ada yang begitu mencintai kakaknya begitu dalam.

“sohee, biarkan dia tidur dikamar bersamamu ya?” ucap Nyonya Cho pada Sohee, sayangnya Sohee malah pergi tanpa perduli tatapan aneh yang ditujukan semua orang padanya. Yoona menunduk.

“tidak apa – apa. Sohee sangat menyayangi kakaknya makanya bersikap begitu.”

“ne ahjumma.”

“aniyaa,, panggil saja aku eomma.” Yoona menatap tak percaya pada ibu kekasihnya. Kenapa ia sangat hangat pada orang baru sepertinya? Apa sifat hangat Kyuhyun meniru ibunya? Ia tersenyum kecil.

“arraseo ahjumma.”

“kau bisa tidur dikamar tamu Yoong.” Kata Kyuhyun.

“ne oppa.”

 

******

 

Kyuhyun masuk kedalam kamar adiknya – Sohee – ia tidak menyangka respon adiknya ternyata tidak baik dalam menyambut ia pulang.

“hei ahjumma, kenapa mengurung diri dikamar. Saatnya makan malam.” Gurau Kyuhyun. Sohee tak menggubris kakaknya sama sekali. Kyuhyun duduk dipinggir ranjang.

“kenapa oppa tak pernah bilang padaku kalau oppa mempunyai gadis lain?”

“itu memang kejutan untukmu sayang.”

‘tapi itu menyakiti hati sahabatku oppa,’ teriaknya dalam hati tanpa bisa didengar Kyuhyun.

“Sohee, kau adik oppa. Bagaimanapun juga ini hidup oppa. Meski oppa menyayangimu tapi siapa yang akan menjadi kekasihku itu urusan oppa.”

“aku mengerti pergilah. Dia pasti sudah menunggumu disana. Aku tidak akan keluar aku sudah kenyang”

 

Akhirnya Kyuhyun menuju meja makan sendirian. Nyonya Cho menatap aneh putranya.

“Sohee mana Kyu?”

“dia tidak ingin makan malam. Katanya sudah kenyang.”

Yoona menatap dalam – dalam kekasihnya tersebut. Ia yakin sebenarnya Sohee tidak mau makan malam karena ada dirinya. Ia tahu sejak awal adik dari kekasihnya itu enggan meski hanya sekedar menatapnya.

“kenapa diam saja Yoong makanlah.”

“oppa juga makan.” Sahutnya lembut.

 

****

 

Pertemuannya dengan pria yang bernama Jonghyun itu agaknya akan membawa perubahan pada dirinya. Pria sedingin es itu ternyata sunbaenya diuniversitas. Ia tahu karena ketika bertanya tentang dimana ia kuliah pria itu menyebutkan universitas yang saat ini ia tempuh.

Pria itu menawarkan sebuah pekerjaan yang membuat Seohyun harus berpikir ulang mau atau tidak ia ikut pria itu. Saat ini ia saja sudah bekerja part time pada sebuah café. Dan ia menawarinya bekerja sebagai sekertaris diperusahaan. Tentu saja ia harus berpikir ulang.

Bagaimana dengan kuliahnya?

Sepertinya ia harus mendiskusikan semuanya bersama adiknya. Yaa lebih baik ia diskusikan ini bersama Jino.

 

“Jino-ya,” panggil Seohyun. Saat ini mereka tengah makan malam bersama dirumah. Jino menoleh.

“ada apa noona?”

“noona mendapat tawaran kerja sebagai sekertaris, bagaimana menurutmu?”

“kuliah noona bagaimana?”

“entahlah, noona sendiri juga bingung. Noona juga sudah punya kerja part time dicafe.” Seohyun termenung. Ia bingung sekarang.

“aku bisa menggantikan noona kerja part time tapi noona harus tetap kuliah. Bagaimanapun juga sekertaris tidak akan menjamin hidup kita kedepan.” Jawaban Jino membuat Seohyun menatapnya dalam – dalam.

‘benarkah ini adikku? Mengapa dia bisa berpikir sedewasa itu ’ gumam hatinya.

“jadi kau mengijinkan noona menerima tawaran itu?” Tanya Seohyun.

“mengapa tidak, jika noona ingin Jino menurut saja. Dan biarkan Jino yang menggantikan noona kerja part time dicafe. Jino akan bekerja sepulang sekolah. Otte?”

“baiklah,” akhirnya kebimbangannya terjawab juga.

 

 

*****

 

Matahari sudah menunjukkan cahayanya. Terlihat begitu indah juga menghangatkan. Tapi hal itu tidak membuat Sohee mau terbangun dari ranjangnya. Ia enggan bertemu kakaknya makanya ia tidak mau keluar kamar.

Kyuhyun memasuki kekamar adiknya ia melihat Sohee masih bergelung didalam selimut.

“bangun sudah pagi..”

“eunngghh, malas.”

“kau tidak kuliah?”

“bolos..”

“ada apa denganmu eo? Kau tak senang oppa pulang? Kau ingin oppa kembali keJepang. Baiklah jika kau ingin oppa pergi lagi. Oppa akan pergi” Kyuhyun memang sengaja memancing Sohee dengan ucapannya. Ia yakin adiknya tidak akan membiarkan dirinya pergi.

“jangan pergi oppa.” Sohee bangkit dan segera duduk sambil merajuk. Kyuhyun mendekat

“mandilah oppa akan mengantarkanmu kuliah.”

“gomapta oppa.”

 

 

****

 

Bagaimanapun ia tak akan pernah bisa benar – benar marah pada kakaknya. Ia hanya terlalu memikirkan perasaan sahabatnya. Bagaimanapun juga ia juga berperan dalam mengenalkan mereka berdua. Walau pada kenyataannya kakaknya benar – benar mengecewakannya.

Ia menatap foto sahabatnya, ia sedih. Maksud hatinya ingin membuat Seohyun menjadi kakak iparnya. Ia tahu luar dalam Seohyun. Gadis yatim piatu yang polos dan jujur. Ia ingin sekali memberikan kebahagiaan untuknya, untuk sahabat tersayangnya.

 

Seohyun menunggu Sohee agak lama. Biasanya Sohee yang akan menunggu ia duluan. Tapi hari ni sepertinya gadis itu terlambat. Tak berapa lama sebuah mobil berhenti didepannya. Sohee keluar dari mobil itu.

“apa perlu oppa menjemputmu?” Tanya Kyuhyun melalui jendela pada Sohee.

“aniyaa, aku bisa pulang sendiri.”

“baiklah.” Mobil itu segera melaju kencang meninggalkan Sohee. Seohyun menatap sahabatnya bingung. Ada yang berbeda dari raut wajahnya.

“apa kau baik – baik saja Sohee-ya? Kau tidak seperti biasanya.” Tanya Seohyun. Sohee yang ditanya malah duduk dikursi.

“gwenchana.”

“aku ingin meminta pendapatmu Sohee.” Seohyun menatap Sohee serius.

“malhebwa.”

“mungkin aku akan mengambil kuliah sabtu – minggu saja. Bagaimana menurutmu?”

“memangnya hari biasa kau akan kemana?” Tanya Sohee penasaran.

“aku akan bekerja. Seseorang menawariku menjadi sekertarisnya. Aku rasa aku akan mengambilnya.” Sohee menatap nanar sahabatnya ini. entah mengapa ia sangat tidak setuju dengan ide Seohyun kali ini.

“bukankah kau sudah bekerja part time dicafe?”

“aku sudah mendiskusikannya bersama Jino. Ia yang akan menggantikanku bekerja dicafe. Selama ini aku selalu menyusahkanmu Sohee-ya. Itu membuatku seperti parasit dihidupmu. Makanya aku ingin berusaha sendiri.”

“siapa bilang kau menyusahkanku eoh. Kita ini sahabat. Aku kecewa mendengarmu berkata seperti itu.” Rajuk Sohee.

“hahaha, aku yang bilang. Kalau kau sahabatku kau harus mendukungku Sohee-ya. Ini sudah keputusanku.” Gumam Seohyun. Sohee menatapnya sendu.

“bagaimana jika itu hanya tipuan eoh? Jaman sekarang banyak sekali penipu hyun.” Sahut Sohee. Seohyun menyodorkan sebuah kartu nama.

‘Hong Jonghyun Genderal Manager JH Corps’ baca Sohee dalam hati.

“baiklah kau menang Seohyun. Aku akan selalu mendukungmu.”

“gomawo Sohee-ya kau sahabat terbaikku.”
*****

 

To be continue…

 

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

8 thoughts on “HIDDEN LOVE PART 2

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s