Posted in Uncategorized

HIDDEN LOVE PART 1

Title                       : HIDDEN LOVE Part 1

Author                  : Lestari Choding

Jejaring social     : Facebook Lestari Cho, Twitter @Chodingcho97

Cast                       : SEOKYU And other cast

Genre                    : Sad romance

Length                  : Chapter

 

Hoyaa,, aku bawa ff . Cerita ini murni hasil pemikiranku sendiri tanpa niat plagiat siapapun. Aku SEOKYU SHIPPER alias WIRESS, jadi ff yg akan aku posting juga ff Seokyu. Meski nanti mungkin juga aku bikin yang lain. XD .. ini sudah pernah aku post difb juga. Check aja fbku Lestari Cho. Aku juga pernah post diMCLS dengan format yang sama. Mungkin agak beda sedikit sih XD tapin itu pure aku yang buat..

No Plagiat OKey^^

Buat Typo harap maklum yaa, namanya juga baru..

Gomapta HAPPY READING ^^^^

 

Semua orang pasti pernah merasakan cinta, entah cinta terbalas, cinta sepihak, ataupun cinta terpendam. Tak ada yang menyenangkan diantara dua pilihan terakhir. Tapi kita tak pernah tahu bagaimana dan seperti apa jalan takdir kehidupan manusia.

Gadis itu masih asik dengan kegiatannya memandangi laki – laki yang tengah bermain basket dilapangan. Ia tersenyum kecil melihat laki – laki itu lagi – lagi memasukkan bola diring dengan gaya yang sangat memukau. Tidak hanya dia, banyak para siswi yang sama seperti dirinya. Memandangi sekumpulan pria tampan yang tengah bermain.

Seo Joohyun, nama gadis itu. Sudah beberapa bulan ini ia sangat menyenangi kegiatannya. Memandangi laki – laki itu dengan antusias dibalik dinding. Ia sangat mengagumi paras laki – laki itu yang bisa dikatakan sangat tampan. Tidak hanya tampan, ia juga terkenal baik hati dan ramah, belum lagi dia anak sulung dari pemilik sekolah ini. dan tentu saja semua itu akan diwariskan padanya juga saudarinya.

 

 

Seohyun POV

 

Lagi – lagi aku memandanginya. Pria kelas XII yang sangat kukagumi karena berbagai hal. Aku adalah Seohyun aku sih baru kelas X. aku mengenalnya saat masa orientasi beberapa bulan lalu. Dia mengajariku berbagai hal bahkan dia menolongku saat aku dibully habis – habisan oleh sunbae. Tidak hanya itu aku juga bersahabat akrab dengan adiknya. Kebetulan dia sekelas denganku.

 

“hei..” seseorang mengagetkanku dari belakang.

“aiissh, sohee-ya kau mengagetkanku tau.” Gerutuku.

“hehehe, kau memandangi kakakku ya? Astaga sepertinya kau sangat tergila – gila padanya ya? Apa perlu aku membantumu dekat dengannya?” astaga dia sangat pintar sekali membuatku malu.

“apa maksudmu Sohee-ya. Bukankah semua siswi juga sedang menonton pertandingan basket?”

“kau pikir aku yeoja pabo ya?  Jelas – jelas kau sangat menyukai kakakku.”

“terserah padamu Sohee.”

Perdebatan kecil tadi berakhir dengan Sohee yang memanyunkan bibirnya. Aku tersenyum kecil. Sohee adalah gadis manis yang ramah sama seperti kakaknya. Ia dan kakaknya memiliki senyuman yang menular. Membuat orang lain yang melihatnya tersenyum.

 

“jangan marah sohee.” Kataku. Ia hanya tersenyum kecut.

 

 

Seohyun POV End

 

*****

 

Soheee POV

 

Aku merajuk pada Seohyun sekarang. Ia sangat keras kepala. Jelas – jelas ia sangat menyukai kakakku tapi dengan segala tingkahnya yang polos membuatnya dengan mudah mengelak apa yang kukatakan padanya.

Hari ini sekolah pulang lebih awal. Aku yang baru sampai mendapati kakakku tengah bermain game.

“ada apa dengan wajahmu Sohee-ya?” tanyanya.

“gwenchana oppa, hanya sedikit kesal.” Ia yang tahu aku tengah murung langsung meninggalkan game nya dan mendekat padaku. Aku yang memang manja pada kakakku langsung merebahkan kepalaku dipundaknya.

“ada apa hmm?”

“aniya.”

“yaa, kau kira kau bisa berbohong padaku. Cha malhebwa.”

“oppa,,”

“hmm?”

“apa yang akan kau lakukan jika ada seseorang yang diam – diam menyukaimu. Menatapmu dari jauh?” tanyaku hati – hati.

“hmm, mollayo. Memangnya kenapa?”

“jawab saja oppa.”

“Aku tidak tahu. Kau tahu sendirikan semua gadis menyukai oppa dengan terang-terangan. Oppa belum pernah menemui yang seperti kau katakana.”

‘tentu saja, namanya juga diam – diam’ gerutuku dalam hati.

“tapi, kalau seandainya ada. Berarti gadis itu harga dirinya sangat tinggi. Ia tidak akan merendahkan harga dirinya untuk pria sepertiku.” Gumam Kyuhyun, yah itu nama kakakku.

“berarti yang menyukaimu secara terang – terangan harga dirinya rendah begitu?”

“aniya, ada yang berbeda Sohee, aku tahu para gadis hanya sekedar mengagumiku. Ia juga punya kehidupan dengan kekasih masing – masing. Tidak mungkin kan ada gadis yang akan merelakan waktunya terbuang sia – sia hanya untukku?”

“itukah alasan oppa tidak menjadikan salah satu dari mereka menjadi gadismu?” aku menatap kakakku penuh minat. Ia hanya mengangguk.

“aku tidak ingin menjadi pria brengsek. Meski aku bisa dengan mudah melakukannya. Aku punya adik perempuan. Akan lebih sakit ketika melihatmu hancur karena pria brengsek daripada kalah basket.” Sial kenapa aku disamakan dengan bola orange itu.

“yaa, kau tega sekali padaku oppa.”

“hahahaha mianhae.”

 

Sohee POV end

 

*****

 

Malam ini keluarga Cho tengah menikmati hidangan yang tersaji diatas meja. Tak ada suara orang, yang ada hanya dentingan sendok dan garpu. Setelah beberapa saat mereka selesai makan malam. Tuan Cho sekaligus kepala keluarga itu seperti hendak mengutarakan hal yang penting.

“ada yang ingin appa bicarakan.” Kata Tuan Cho mengawali pembicaraan. Semua orang menatap kearahnya. Tuan Cho atau Tuan besar merupakan tipikal orang yang sangat serius. Ia bukan orang yang suka bercanda meski ada hal lucu yang mungkin membuat orang lain minimal tersenyum. Tatapan dingin menusuk adalah andalannya. Ia berdehem sejenak.

“Kyuhyun, setelah lulus sekolah appa akan mengirimu keJepang. Kau kuliah disana.” Kyuhyun menatap ayahnya sekilas kemudian mengangguk.

“appa, kenapa Kyu oppa harus kuliah diJepang? Bukankah Korea masih memiliki banyak universitas ternama.” Sohee membantah perkataan appanya.

“iya yeobo-ya, ada apa denganmu?” Nyonya Cho ikut bertanya. Ia merasa heran dengan sikap suaminya yang selalu berusaha mengatur jalan kehidupan anaknya.

“kau mau kan Kyuhyun?”

“ne abeoji.” Kyuhyun menunduk.

“Kyuhyun saja mau kenapa kalian yang pusing?” perkataan Tuan Cho membuat kedua wanita itu menatap kearahnya dengan pandangan tak percaya.

“gwenchana eomma, Sohee-ya.”

“tapi oppa,” belum sampai Sohee menyelesaikan kalimatnya ayahnya sudah lebih dulu memotongnya.

“setelah ini belajarlah lebih keras lagi supaya kau tidak mengalami kesulitan saat ujian.” Setelah mengatakan hal tersebut Tuan Cho kemudian pergi menuju ruang kerjanya.

“oppa,” Sohee menatap sendu kearah oppanya.

“gwenchana Sohee-ya, oppa kekamar dulu.” Kyuhyun pergi meninggalkan Sohee. Nyonya Cho menatap sendu kedua anaknya.

Kyuhyun terlalu penurut dengan ayahnya, itulah sebabnya ia sama sekali tak menolak atau membantah keinginan ayahnya. Sangat berbeda dengan Sohee. Ia tipikal gadis pembangkang yang tidak memedulikan keadaan.

 

 

*****

Hari berjalan dengan cepat tak lama lagi ujian akhir akan segera dihadapi oleh Kyuhyun. Kyuhyun begitu giat belajar. Ini bahkan sudah jam tiga sore. Tapi pria itu tak kunjung pulang kerumah. Seorang gadis menatapnya sendu dibalik rak – rak buku.

“kenapa kau belum pulang? Kau pasti lelah.” Gumam gadis itu yang tak lain adalah Seohyun. Yaa, sampai saat ini gadis itu masih menyimpan rasa pada kakak temannya. Ia dengar dari Sohee, bahwa setelah lulus Kyuhyun akan pindah keJepang. Dan entah mengapa ada rasa tidak menyenangkan yang hinggap dihatinya. Seolah ingin sekali menahan Kyuhyun. Tapi dia siapa?

Meski Sohee tahu bagaimana dirinya. Bagaimana ia menyukai kakaknya. Hal itu tetap tak mudah bagi Seohyun. Ia tak punya nyali yang besar hanya untuk sekedar menatap Kyuhyun dari dekat.

Ia hanya gadis biasa, tidak kaya dan juga tidak cantik. Meski otaknya bisa distandarkan sebagai orang pandai tetap saja Kyuhyun jauh lebih pandai darinya.

Deringan ponsel membuat Seohyun terkejut, ia kira itu ponselnya ternyata milik Kyuhyun.

“yoboseyo..”

“…..”

“arraseo Sohee-ya oppa akan segera pulang.”

“….”

“oppa masih diperpus. Ne annyeong.”
Kyuhyun menata bukunya dan bersiap keluar dari perpustakaan itu. Seohyun mengikutinya keluar. Dan beruntunglah gadis itu karena Kyuhyun tak sempat melihatnya. Meski Kyuhyun menoleh kebelakang.

“huftt, aman.” Kata Seohyun. Ia memutuskan untuk langsung pulang saja. Karena Kyuhyun pasti sudah pulang dengan apa yang didengarnya saat diperpustakaan tadi sudah membuat Seohyun yakin Kyuhyun telah pulang.

 

 

****

Kyuhyun memasuki rumahnya dengan gontai. Entah kenapa ia sangat malas kembali kerumahnya. Jika ia tidak mengankat panggilan dari adiknya lebih baik ia menyibukkan diri dengan buku – buku ilmiah diperpustakaan. Setelah perdebatan beberapa hari yang lalu dengan ayahnya ia kembali harus mengalah.

Ayahnya menginginkannya melanjutkan kuliah bisnis, sedangkan ia sangat mencita – citakan kuliah dikedokteran. Ia ingin marah, tapi ia tak bisa. Ia tidak ingin menjadi pembangkang.

“kau sudah pulang oppa?”  kyuhyun hanya mengangguk.

“oppa, gwenchana?” Sohee menatap kakaknya khawatir. Semenjak beberapa hari yang lalu ia seperti kehilangan kakanya. Ia mendengar dari ibunya bahwa kakaknya berdebat dengan ayahnya. Satu sisi ia sangat sebal dengan perilaku ayahnya yang terkesan mengatur hidup kakaknya. Tapi sisi lainnya, ia tidak bisa membantu kakaknya apapun.

“gwenchana, oppa kekamar dulu Sohee.” Sohee menatap kakaknya sendu. Dengan langkah cepat ia mengikuti langkah kakaknya.

“oppa, “ panggilnya. Kyuhyun menoleh.

“kenapa oppa diam saja? Kenapa oppa mengalah pada appa? Aku tahu oppa sangat ingin menjadi dokter. Kenapa oppa mengikuti kemauan appa?” akhirnya Sohee bisa meluapkan segala kekesalan yang ia pendam selama ini pada kakaknya. Bukan pada kakaknya sebenarnya. Lebih tepat ditujukan pada ayahnya. Ayahnya sangat ditaktor.

“gwenchana, kau terlalu berlebihan Sohee-ya.” Kyuhyun menatap adiknya. Ia tersenyum kecil satu – satunya orang yang sangat perhatian padanya hanyalah Sohee, adiknya.

“tapi aku tahu oppa menderita selama ini, kenapa oppa memendamnya sendiri? Kenapa oppa begitu sabar menghadapi appa? Aku akan membantu oppa sebisaku. Tapi oppa jangan seperti ini.” Sohee memukuli dada kakaknya. Ia menangis sesenggukan dan Kyuhyun memeluknya berusaha menenangkannya.

“aku tidak ingin oppa terluka. Aku akan membantu oppa sebisaku tapi oppa harus berontak. Oppa jangan diam saja.” Sohee tetap memukuli dada kakaknya.

“kau sangat sayang pada oppa ternyata.” Goda Kyuhyun.

“tentu saja aku sangat menyayangimu oppa.” Sohee menatap kesal kakaknya dan kakaknya hanya memperlihatkan senyuman.

“kau cukup menyayangi oppa seperti ini sudah membuat oppa bahagia Sohee-ya. Tidak apa oppa tidak bisa meraih keinginan oppa. Asal adik oppa yang cantik ini selalu menyayangi oppa. Oppa akan baik – baik saja.” Kyuhyun menatap Sohee, ia perlihatkan pada adiknya bahwa hatinya menerima keputusan yang telah ayahnya buat untuknya. Meski ia merasa tidak adil. Ia akan menerimanya dengan ikhlas.

“oppa, saranghae. Aku sangat bangga mempunyai kakak seperti oppa, kau sangat menyebalkan tapi aku sangat kagum dengan kesabaranmu.” Sohee mengeratkan pelukannya pada kakaknya.

“hahaha, kau jelek saat menangis tahu tidak,”

“oppaaa..”

“hahaha,,,,”

 

****

 

Seohyun tengah belajar dimeja belajarnya. Diraknya terdapat sebuauh figura yang bisa berputar atau berbalik arah. Ia tengah bosan saat ini maka ia memutar figura itu dan menampilkan sesosok pria tampan yang akhir – akhir ini mengganggu jalan pikirannya. Sedikit banyak Seohyun tahu tentang Kyuhyun. Sohee selalu menceritakan segalanya padanya. Ia mengelus figura itu.

 

“kau sangat tampan Kyuhyun oppa. Sungguh aku ingin sekali menjadi seseorang untukmu.” Gumamnya sambil tersenyum. Tiba – tiba suara mengagetkannya.

“halmonieee”  Jino berteriak sangat lantang membuat Seohyun segera bergegas keluar kamarnya.

“ada apa Jino-ya?” Seohyun menghampiri Jino yang berada disamping halmonienya.

“halmonie noona, halmonie diam saja sejak tadi. Aku sudah memanggilnya berkali kali noona tapi halmonie tidak menjawabku.” Jino tidak bodoh. Meski ia baru kelas satu sekolah menengah. Ia tahu sesuatu yang buruk telah terjadi pada halmonienya.

Seohyun dengan segera mengecheck halmonienya. Tapi tak lama kemudian air matanya menetes begitu deras.

“halmonie, ireona..” kenyataan pahit menghampiri mereka. Seohyun dan adiknya kehilangan satu – satunya orang yang berarti dalam hidup mereka. Halmonienya telah tiada.

 

Pagi harinya rumah mereka terlihat ramai, beberapa tetangga berdatangan untuk sekedar mengucapkan bela sungkawa pada keluarganya. Seohyun dan adiknya menangis sesenggukkan. Seseorang tiba – tiba memanggil namanya.

“Seohyun.” Suara itu ternyata suara sahabatnya Sohee. Sohee segera mendekat dan memeluk Seohyun dengan erat.

“Sohee-ya.” Tangisnya kembali pecah. Ia menangis meluapkan segala rasa sakit karena kehilangan. Ia bahkan lupa jika adiknya juga sama sedihnya. Sohee mengelus surai lembut milik sahabatnya.

“sabar Seohyun-ah. Aku tahu kau bisa melewatinya. Tenangkan dirimu eo.” Gumam Sohee.

“aku tidak punya siapa – siapa lagi Sohee-ya, aku dan adikku benar  – benar sendirian.” Seohyun makin menangis. Seorang pria menatapnya dengan penuh iba.

“tidak, kau masih punya aku Seohyun, kau masih punya sahabat. Dan aku akan selalu menemanimu.” Seohyun tetap menangis. Jino yang melihat noonanya menangis berkaca – kaca. Tiba – tiba seorang pria mendekatinya.

“jangan menangis kau seorang pria. Pantang untuk pria menangis.” Gumam pria itu,

“tapi aku sedih hyung, noona bahkan menangis tanpa henti,” Jino masih berkaca – kaca, suaranya terasa tersangkut ditenggorokan.

Pria itu tersenyum lalu mengusap lembut rambut Jino,

“karena semua gadis memang dilahirkan untuk menjadi cengeng. Saat itulah seorang pria sejati akan membantunya mengusap air matanya, kau mengerti?” pria itu mencoba menjelaskan.

“hyung..” panggilnya lirih.

“hmm..”

“bolehkah aku menangis sekali ini dipelukanmu hyung? Aku janji setelah ini aku tak akan menangis lagi.” Ia menatap penuh harap pada pria dewasa didepannya ini. tanpa sungkan pria itu menarik Jino dalam pelukannya.

“hikss, hikss, aku tidak punya halmonie lagi, eomma dan appa ku telah lama pergi dan sekarang halmonie ku satu – satunya juga pergi. Aku takut hyung, sungguh. Bagaimana aku bisa melewati ini hanya berdua dengan Seohyun noona?” tanpa malu Jino menangis dipelukan pria itu. Dan dengan sabar pria itu mendengarkan segala curahan hati seorang anak laki – laki itu.

“percayalah, setelah datangnya hujan, ada pelangi indah yang akan datang. Bersabarlah eo.” Pria itu tersenyum dan hanya dibalas anggukan oleh Jino.

“jangan menangis lagi, noonamu pasti lebih terluka daripada dirimu. Kau harus menjadi pria kuat yang melindungi wanita.”

“gomawo hyung..”

“tidak usah dipikirkan,”

“emm,, kalau boleh tahu siapa namamu hyung?”

“naega? Cho Kyuhyun imnida.”

“gomawo Kyuhyun hyung.”

 

 

****

 

Rona kesedihan masih terlihat jelas diwajah Seohyun, namun sebisa mungkin ia tetap tersenyum didepan adiknya. Ia tidak ingin menunjukkan kesedihannya didepan adiknya. Ia masih sama, menyiapkan perlengkapan dipagi hari untuknya juga adiknya. Jika dulu ia juga akan menyiapkan kebutuhan neneknya maka mulai hari ini ia tidak lagi melakukannya. Matanya berkaca – kaca. Tidak, ia tidak boleh menangis.

Ia masih mempunyai tanggungan yaitu Jino, adiknya. Ia tidak boleh terlihat lemah dihadapan adiknya. Apapun itu.

“kau tidak sekolah Jino-ya? Kenapa belum bersiap?” Tanya Seohyun.

“aniya noona, aku tidak enak badan.”

“jeongmal? Sebentar noona ambilkan obat untukmu.” Seohyun berlalu kekamar mencari kotak obat.

“noona, aku tidak perlu obat. Aku hanya perlu istirahat saja.” Tolak Jino saat Seohyun membuka obat untuknya.

“aniya, kau harus minum obat. Makanlah sarapanmu lalu minum obat. Noona akan pulang cepat nanti. Tidak apakan noona sekolah?” Tanya Seohyun lagi. Jino hanya mengangguk.

Akhirnya Seohyun pergi kesekolah meninggalkan Jino sendirian dirumah. Bagaimanapun juga Seohyun tipikal orang yang mementingkan pendidikan. Ia berfikir bahwa dengan pendidikan yang baik akan merubah nasibnya yang merupakan anak yatim piatu.

Sepulang sekolah ia akan pergi kecafe untuk kerja paruh waktu. Tapi Seohyun tidak mengeluh. Ia menjalani hari – harinya dengan riang.

“masih sedih?” Tanya Sohee yang langsung merangkul sahabatnya ketika bertemu. Seohyun hanya menunduk. Sohee tidak tega melihat sahabatnya sedih, ia berusaha menghiburnya.

“jangan sedih. Kyuhyun oppa tidak suka pada gadis yang mudah putus asa.” Seohyun menatapnya garang. Yang ditatap hanya memberikan senyuman nakal.

“kau bicara apa sih?” seohyun merasa tidak nyaman jika harus membicarakan pria itu saat ini.

“masih berpura – pura eoh? Aku sudah tahu Seohyun-ah. Tidak perlu menutupinya dariku. Aku mengijinkanmu menyukai kakakku.” Kali ini Sohee memberikan senyuman tulusnya membuat Seohyun ikut tersenyum karenanya.

“dasar..”

 

*****

 

Hari kelulusan Kyuhyun telah tiba. Kyuhyun telah menyiapkan segalanya termasuk berkas – berkas penting yang akan ia bawa keJepang. Ia akan pindah keKobe, disana ada universitas ternama yang menerimanya tanpa perlu melakukan tes seperti pada umumnya. Karena memang ia anak yang pandai.

“oppa, kau sudah siap?” Tanya Sohee. Kyuhyun hanya mengangguk. Saat ini merupakan pesta perpisahan sekolahnya. Dan ia ditunjuk sebagai wakil murid untuk berpidato didepan para guru dan orang tua juga teman –  temannya.

Sekolah tampak ramai dipadati oleh para murid kelas akhir. Kyuhyun sudah menyiapkan mental dan dirinya untuk berbicara didepan orang banyak. Ia tidak akan mempermalukan orang tuanya. Meski orang tuanya tergolong otoriter pada hidupnya.

“tiba waktunya untuk saudara Cho Kyuhyun untuk mewakili teman – teman memberikan pidatonya.” Mc telah memanggil Kyuhyun untuk segera naik kepodium. Dengan langkah gagah dan percaya diri ia menuju podium.

“annyeonghaseyo, naneun Cho Kyuhyun imnida.” Kyuhyun mengawali pidatonya.

“berterimakasih kepada MC yang telah menunjuk saya untuk sekedar berbicara dihadapan anda sekalian. Hari ini merupakan hari yang sangat melegakan bagi kita semua. Saat ini kita semua telah mendapat predikat lulus dari sekolah favorit diSeoul. Setelah ini kita semua akan memulai hidup yang sebenarnya. Memulai bagaimana kita akan mempersiapkan diri untuk masa depan kita. Saya yakin bahwa teman semua telah mempersiapkan diri untuk mengejar cita – cita. Saya pun begitu, setelah ini saya akan melanjutkan kuliah disalah satu universitas diJepang. Meski saya harus jauh dari orang – orang yang saya sayangi, meski saya tak bisa bertemu dengan ayah dan ibu saya setiap hari, ini adalah salah satu cara saya mempersiapkan diri untuk masa depan saya. Saya  hanya ingin apa yang saya lakukan nantinya dapat membahagiakan kedua orang tua saya. Saya kira cukup sekian. Terimakasih.” Kyuhyun menunduk kemudia tururn dari podium dengan diiringi oleh suara tepuk tangan yang begitu meriah dari tamu undangan yang datang.

Ibunya bahkan berkaca – kaca mendengar bagaimana hebatnya anaknya mengutarakan kalimat yang lugas dan tidak bertele – tele. Ayahnya tidak hadir disitu. Ia mendatangi ibunya dan segera memeluknya.

“kau memang hebat anakku.” Gumam wanita itu.

“tidak, eomma lah yang terhebat.” Balas Kyuhyun.

“oppa, aku ingin dipeluk juga.” Rajuk Sohee, Kyuhyun akhirnya melepas pelukan pada ibunya dan segera memeluk dua wanita yang sangat dicintainya didunia ini.

 

 

Seohyun melihat bagaimana Kyuhyun terhadap keluarganya. Ia tidak mengira sunbae yang ia kenal sangat dingin disekolah. Mempunyai sifat yang hangat seperti itu. Ia tersenyum.

‘semoga kau selalu bahagia oppa.’ gumamnya

 

 

****

Ini adalah seminggu setelah hari kelulusannya. Dan saat ini juga ia harus terbang keJepang. Ia tidak mungkin berlama – lama diKorea karena masih banyak yang harus diurus dijepang.

 

“oppa, jaga dirimu baik – baik ya, aku pasti sangat merindukanmu. Huft, aku tidak punya teman curhat lagi sekarang.” Sohee mengoceh layaknya anak kecil yang kehilangan mainannya. Kyuhyun dan ibunya hanya tersenyum melihat kepolosan Sohee.

“arraseo Sohee Ahjumma.” Balas Kyuhyun usil. Sohee menatapnya tajam.

“yaa, kenapa kau memanggilku Ahjumma sih. Aku kan masih muda juga cantik. Iya kan eomaa.” Ia menatap eommanya seolah meminta pada eommanya untuk mengiyakan.

“tapi kau cerewet seperti Ahjumma.” Gumam Kyuhyun tanpa rasa berdosa.

“sudahlah Kyuhyunie, Sohee-ya. Untuk apa kalian bertengkar terus huh? Cha, kyuhyun masuklah. Sebentar lagi pesawatmu akan segera pergi.”

“ne eomma, jaga diri eomma baik – baik. Kyuhyun menyayangimu.” Ia memeluk ibunya sebentar. Mencoba mengurangi rasa sakit yang ia rasakan sekarang.  Kyuhyun melepas pelukan dan tersenyum pada ibunya seolah mengatakan ia akan baik – baik saja.

Ia menatap adiknya, adiknya terlihat berkaca – kaca. Tanpa rasa sungkan atau apa Sohee menerjang kakaknya. Ia masuk dalam dekapan dada bidang milik kakaknya. Ia menangis disana. Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk membalas pelukan adiknya.

“Sohee-ya, dengarkan oppa. Oppa disana hanya untuk menuntut ilmu. Kau bisa mengunjungi oppa jika kau merindukan oppa, kau bisa menghubungi oppa kapanpun kau mau. Tapi jangan sedih. Kau tahukan oppa tidak suka melihat orang yang sedih.” Ia memandangi adiknya. Sohee terlihat lucu sekali dengan wajah yang kusut membuat Kyuhyun tersenyum.

“kau jelek.”

“biarkan, yang penting tetap cantik.”

“sekali jelek tetap jelek. Tidak cantik.”

“oppaaaa.” Sohee merajuk lagi.

“arraseo – arraseo. Kau adik oppa yang sangat cantik. Cha oppa berangkat sekarang. Jangan pacaran dulu. Awas saja kau sampai pacaran. Sekolah yang benar, patuh kepada appa dan eomma. Atau kalau tidak oppa akan pulang keKorea dan menarik telingamu dari rumah sampai sekolah. Kau mengerti?” ancam Kyuhyun pura – pura.

“arraseo. Hati – hati oppa, saranghae.”

“nado, eomma aku pergi dulu ya. Jaga kesehatanmu. Saranghae.”

 

Kyuhyun telah masuk kepesawat. Hari ini ia akan terbang kesalah satu kota diPulau Hokkaido, Jepang. Yaitu Kobe. Ia diterima diuniversitas favorit disana. Meski hatinya sedikit tidak rela harus berpisah dengan keluarganya. Tapi tidak apa. Ia dengar pemandangan diKobe sama indahnya seperti diSeoul.

 

beberapa jam kemudian ia telah berada dibandara Jepang. Ia sedang menggeret kopernya. Saat ini ia tengah menggunakan pakaian santai yang membalut tubuhnya dengan pas. Beberapa wanita memandangnya dengan kagum. Ia terlihat seperti personil Super Junior.

Dari arah berlawanan seorang gadis berlari kearahnya tanpa sengaja menabrak Kyuhyun dengan keras.

“auuww.” Rintih Kyuhyun.

“gomen nasai.” Tanpa banyak bicara gadis itu meninggalkan Kyuhyun dan berlari mengejar seseorang.

“apa dia tidak punya mata eoh.” Ia bangkit dan membersihkan pakaiannya dengan mengibaskan tangannya dipakaiannya.

 

Tbc…….

Advertisements

Author:

Annyeong.. naneun Lestari Destyaningrum imnida, bangapseumnida. saya adalah WIRESS, ini adalah wordpress baru dan akan saya penuhi dengan banyak ff. terutama Seokyu. hehehe. soalnya saya juga suka ff western kayak punya kak Kenza itu.. maaf yaa kalo banyak kesalahan. namanya juga baru netes. gomapseumnida,, annyeonggihaseyo :)

20 thoughts on “HIDDEN LOVE PART 1

  1. Sebenarnya cast wanita juga mempengaruhi minat pemabaca, aku kurang suka kalo cast cewenya SNSD entah kenapa gak kena gitu ceritanya, mungkin karna aku bukan sj-snsd, lebih suka ma OC cast nya,,, tp tetap semangkat ya buat nulis,,, di luar sana pasti banyak yang suka ma karakter soehyun.

    Like

    1. maaf ya.. memang aku yang salah.. beberapa bulan lalu wp ini aku minta tolong buat kak Andrea benerin soalnya sempet error. aku nggak tahu ternyata waktu share nya masuk juga kefacebook kak Andrea. aku minta maaf kalo memang ngga suka.. aku bener2 minta maaf bukannya aku numpang eksis lewat kak Andrea, tapi ini murni karena aku nggak tahu dan nggak disengaja..

      Like

  2. Ceritanya seru dan ok.
    Ternyata seo menyukai kyu oppa yg merupakan kknya sohee.
    Kasihan seo sekarang seo hanya tinggal bersama jino. Wah kyu oppa kuliah dijepang. Chingu di tunggu part slnjutnya.

    Like

Leave a comment^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s